Anda di halaman 1dari 7

KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,

TEPAT – PASIEN OPERASI

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSU WISATA 015/AKR-III/RSUW_UIT/VI/2015 A 1/6
INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
Ditetapkan oleh :
STANDAR Direktur
PROSEDUR Tanggal Terbit
OPERASIONAL 1 Juni 2015
( SPO )
Dr.dr.H.Basir Palu, Sp.A.MHA
Nik : 490808 1 4071 0001
Pengertian Proses kegiatan kegiatan untuk memastikan benar operasi dengan cara 3
tahap yaitu meliputi penandaan area operasi (Mark Site), preverifikasi dan
time out
Tujuan Mencegah terjadinya kesalahan operasi baik salah pasien, salah Area atau
salah prosedur tindakan yang akan dilakukan
Kebijakan Keputusan direktur Utama RSU Wisata UIT Nomer :
630B/IIB/RSUW_UIT/V/2015 tentang Panduan Tepat Lokasi, Tepat
Prosedur, dan Tepat pasien di RSU Wisata UIT Makassar
Prosedur Melakukan komunikasi yang efektif antara anggota tim bedah, dan
melibatkan pasien untuk pemberian tanda pada lokasi pembedahan dan
melaksanakan prosedur Universal Protocol terdiri dari :
1. Pelaksanaan proses universal Protocol untuk pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi dan tindakan invasif terdirri dari 3 Langkah yaitu
penandaan (Mark Site), Proses Preverifikasi, Time Out (Termasuk Sign
in, time out, dan sign out).
2. Penandaan (Mark Site) daerah operasi / tindakan invasive.
a. Penandaan daerah operasi / tindakan invasive dilakukan di ruang
perawatan 1 (satu) hari sebelum dilakukan tindakan operasi kecuali
operasi cito/emergency, penandaan dilakukan di ruang persiapan
operasi oleh operator.
KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,
TEPAT – PASIEN OPERASI

RSU WISATA No Dokumen : No Revisi : Halaman :


INDONESIA TIMUR
MAKASSAR 015/AKR-III/RSUW_UIT/VI/2015 A 2/6
b. Penandaan daerah operasi/ tindakan invasive menggunakan
marker permanen/ tinta parker/ gentian violet dengan
menuliskan tanda Thick Mark ” √ ” oleh dokter operator, yang
apabila berhalangan hadir, dapat dilakukan oleh residen yang
diberikan kewenangan.
3. Proses pre-verifikasi pra-operasi dilakukan dengan memakai check list
perioperatif di ruang perawatan
4. Sebelum pelaksanaan operasi dilakukan prosedur sesuai Check List
keselamatan pasien operasi (Sign In, Time Out, Sign Out)

1. PENANDAAN AREA OPERASI


a. Penandaan area operasi dilakukan oleh dokter bedah (operator
bedah)/ residen senior yang ditunjuk, dilakukan di ruang
perawatan, sehari sebelum pasien dioperasi, kecuali operasi Cito,
penandaan area dilakukan sebelum tindakan asepsis
b. Penandaan area operasi dilakukan kepada seluruh jenis
pembedahan/ tindakan, kecuali pada kasus yang sulit/ tidak
memungkinkan seperti endoskopi saluran cerna, gigi, ada trauma,
luka bakar.
c. Pemberian tanda dilakukan pada :
1) Organ yang mempunyai lateralisasi (kanan, kiri, atau bilateral)
2) Beberapa digit pada jari tangan atau kaki.
3) Tindakan laparaskopi melalui saluran / lubang alami pada
tubuh (mata, hidung, telinga) pada sisi kiri atau kanan bilateral
4) Tulang belakang bagian depan atau belakang pada tingkat :
cervical thoracal lumbal dan sacrum
5) Dua lokasi operasi dengan tindakan operasi yang berbeda.
KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,
TEPAT – PASIEN OPERASI

RSU WISATA
INDONESIA TIMUR No Dokumen : No Revisi : Halaman :
MAKASSAR
015/AKR-III/RSUW_UIT/VI/2015 A 3/6
d. Penandaan menggunakan tinta yang tidak mudah dihapus, sehingga
dapat dilihat sampai saat akan drapping
e. Jangan memberi tanda pada bukan area operasi
f. Pemberian tanda dengan melibatkan pasien jika memungkinkan
g. Pemberian penjelasan kepada pasien maksud dan tujuan pemberian
tanda oleh dokter operator
h. Jika pasien menolak pemberian tanda pada lokasi/ sisi operasi
harus di dokumentasikan pada rekam medic pasien.
i. Jika lokasi/ sisi operasi tidak memungkinkan diberi tanda maka
akan ditandai pada area dekat lokasi atau di cast (gips) jika
terpasang
j. Pada neonates, mengingat bahwa kulitnya sangat sensitive dan
sering mengalami pengelupasan, maka penandaan area dilakukan
menggambar area/ sisi operasi pada berkas rekam medic pasien.
k. Jika terjadi tanda hilang terhapus sebelum dilakukan operasi harus
diberi tanda ulang sesuai hasil verifikasi oleh dokter operator
l. Validasi lokasi/ sisi operasi dengan ijin tindakan operasi, hasil
pemeriksaan diagnostik, dan rekam medik pasien sebelum pasien
diantar ke ruang operasi.
m. Verifikasi akhir oleh dokter operator sebelum “Time Out”
n. Pendokumentasian pada format verifikasi

2. PROSES PREVERIVIKASI
A. Pengecekan Identitas Pasien
a. Pengecekan identitas pasien dilakukan diruang penerimaan /
transit pasien, ruang premedikasi, dan ruang pemulihan
b.Setiap pasien yang akan dilakukan pembedahan harus terpasang
gelang identitas di pergelangan tangan yang dominan, kecuali
KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,
TEPAT – PASIEN OPERASI

RSU WISATA
INDONESIA TIMUR No Dokumen :
MAKASSAR No Revisi : Halaman :
015/AKR-III/RSUW_UIT/VI/2015
A 4/6
merupakan area operasi/ terpasang infuse, di ruang penerimaan
pasien (ruang transit) perawat kamar bedah yang menerima
pasien bersama perawat mengantar pasien daeri ruang rawat
inap, dan lain – lain, mengecek bersama kecocokan identitas
yang ada di gelang identitas dengan data di medical record.
c. Pengecekan minimal menggunakan dua macam tanda identitas
yaitu nama dan tanggal lahir dan jika pasien tidak mengetahui
pasti tanggal lahirnya / kondisi tidak sadar, maka
menggunakan nama dan nomor medical record dan
mencocokkan dengan data pada gelang identitas
d. Perawat kamar bedah memastikan kembali dengan
menanyakan langsung nama lengkap dan tanggal lahir pasien,
area operasi dan nama tindakan operasi kepada pasien
e. Untuk selanjutnya didalam ruang operasi pengecekan identitas
harus dilakukan oleh perawat anestesi, perawat sirkuler, dokter
anestesi dan dokter bedah.
f. Pada saat meninggalkan ruang operasi, gelang identitas harus
terpasang pada tempatnya, pengecekan gelang identitas
dilakukan oleh perawat RR dengan perawat ruangan
g. Pada saat pemindahan pasien ke RR, gelang identitas harus
dicek oleh perawat sirkuler
h. Semua pasien emergency yang ke COT (Central Operating
Theatre) harus dilakukan pengecekan yang sama.
KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,
TEPAT – PASIEN OPERASI

RSU WISATA
INDONESIA TIMUR No Dokumen :
MAKASSAR No Revisi : Halaman :
015/AKR-III/RSUW_UIT/VI/2015
A 5/6
B. Pengecekan Surat Ijin Tindakan (Informed Concent)
a) Seluruh pasien yang akan dilakukan pembedahan harus ada
SIT yang masih sah
b) Pastikan SIT telah diisi lengkap, meliputi : identitas yang
meliputi nama, tanggal lahir, no RM, nama tindakan/
prosedur, area operasi, tanda tangan pasien / keluarga yang
bertanggung jawab, dokter operator dan saksi
c) Surat Ijin Tindakan (SIT) ditandatangani oleh pasien sendiri
(bila umur pasien 17 tahun atau lebih, sadar, kooperatif), atau
oleh orang yang bertanggung jawab dengan menyertakan
fotocopy KTP

C. Data Foto Rontgen, CT Scan, USG dan MRI


a) Data foto rontgen, CT scan, USG dan MRI yang digunakan
untuk memastikan area operasi
b) Konfirmasi foto rontgen, CT scan, USG dan MRI
dilakukan oleh minimal dua orang
c) Pastikan data identitas pasien dilembar foto rontgen, Ct
scan, USG dan MRI sesuai dengan data pasien identitas di
medical record. Pasang foto rontgen, CT Scan, USG dan
MRI yang diperlukan pada light box yang tersedia sebelum
operasi di mulai
KEPASTIAN TEPAT – LOKASI, TEPAT – PROSEDUR,
TEPAT – PASIEN OPERASI

No Dokumen : No Revisi : Halaman :


RSU WISATA 015/AKR – III/RSUW_UIT/VI/2015 A 6/6
INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
3. Time Out Operasi
a. Seluruh anggota tim harus mengadakan verifikasi akhir sebelum
pasien diinsisi yang dilkukan di ruang operasi
b. Proses tim out hendaknya diprakarsay oleh dokter bedah yang
akan melakukan tindakan dan dilakukan oleh perawat sirkuler
c. Verifikasi akhir meliputi : memastikan benar pasien, benar are
operasi, benar prosedur tindakan, informed consent, data foto
rontgen, CT Scan, USG, MRI dan peralatan yang dipakai
d. Hasil proses time out harus di dokumentasikan di medical record

1. Tim patient Safety.


2. Rekam Medik
Unit Terkait
3. Perawat OK
4. Dokter