Anda di halaman 1dari 6

Majas Pleonasme

- Sehabis tertunduk, mereka mendongak ke atas.

- Matanya menatap jauh ke depan.

Majas Simile

- Udara yang sangat dingin terus menerpa tubuh mereka seperti tusukan ratusan jarum.

- Tiba-tiba gulungan pasir seperti air bah memenuhi jalur pendakian, mengalir deras ke bawah,
menghunjam keras bersama rombongan batu-batu.

- Semua tercekat, hati mereka seperti ditusuk pedang tajam.

- Keenam anak manusia itu seperti melayang saat menjejakkan kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa.

Majas Personifikasi

- Napas mereka memburu satu-satu.

- Cahaya-cahaya senter terus menari-nari, mencari bongkahan tanah keras atau batu gunung untuk
berpijak.

- Udara dingin terus menusuk-nusuk.

- Malam mulai beranjak pergi, udara pagi mulai menyapa mereka.

- Lama mereka mengaggumi keindahan pagi yang menyapa.

- Pohon-pohon cemara gelap menghitam tampak bergerak lembut.

- Bulan pun kembali tersenyum, sambil menitikkan air mata bahagia.

Majas Antitesis

- Dada Arial tampak naik turun.

Majas Alegori

- Udara mulai terlihat terang, rona jingga di mana-mana.

Majas Repetisi

- "Kita di atas awan... kita di atas awan...."

- "Awas! Awas! Batu!"

- "Minum dulu, minum dulu, Din," Riani menyodorkan botol air mineralnya.
Majas Hiperbola

- YEAH...!!!! teriak semua pendaki serentak membahana memecahkan keheningan, disusul dengan saling
berpelukan.

Majas

- "Mana ada Indomie," Zafran ikutan.

Nilai religi :

- Diantara lelah tak terhingga, mereka mengucap syukur dan terima kasih.

- "Subhanallah...."

- Rombongan kecil anak manusia itu bersujud syukur di puncak Mahameru, mengucapkan rasa terima
kasih yang tak terhingga kepada Tuhan dan kepada tanah yang telah menghidupi mereka, Ibu yang selalu
memberikan tanah dan airnya setiap hari.

Ungkapan :

- Sekali lagi Sang Dwiwarna berkibar di puncak Mahameru tahun ini. (Bendera Merah Putih)

- “Jangan nakal ya...," Indy membelai lembut rambut Arian, harta paling berharga di dunia yang ia miliki.

Unsur Intrinsik

Tema : Persahabatan

Alur : Campuran

Sudut pandang :

Latar

Tempat :

- Entah sudah berapa batu nisan yang mereka temui selama di Arcopodo—batu nisan itu tampak
memenuhi hutan cemara.

- Beberapa pendaki terlihat berhenti dan berdoa di depan batu nisan.

- Semuanya berpegangan erat di rantai.


- Arial yang terakhir sampai di ujung penyeberangan.

- Arial tampak terduduk di antara bongkahan batu gunung.

- Arial tampak bersandar lemas di bebatuan.

- Semburat jingga mengumpul di atas langit dan gumpalan awan seperti ombak bergulung dengan rona
jingga tipis mengarsir pinggirannya.

- Kerumunan para pendaki yang mengerubungi mereka berenam perlahan membubarkan diri dan
meneruskan perjalanan ke puncak.

- Angin pagi dan matahari hangat menyapa mereka di jalur pendakian Mahameru.

- "Dan... kita di Mahameru...."

- Masih dengan bergandengan mereka berputar- putar di puncak Mahameru.

- Dan Sang Saka Merah Putih berkibar kencang tertiup angin di ketinggian lebih dari tiga ribu lima ratus
meter, berkibar megah di tanah tertinggi Pulau Jawa.

- Mereka berdua duduk berdekatan di depan api unggun.

- Bintang-bintang bertebaran, bulan yang putih bersih tampak di permukaan danau.

Waktu :

- Malam hari

Bukti kalimat :

• Bintang-bintang bertebaran menambah suasana malam yang tidak biasa.

• Gelapnya malam membuat mereka tak bisa membedakan mana pasir, mana tanah keras.

• Tujuh belas Agustus. Setengah delapan malam.

- Pagi hari

Buktu kalimat :

• Malam mulai beranjak pergi, udara pagi mulai menyapa mereka.

Suasana :

- Menegangkan

Bukti kalimat :

• Sedikit saja tergelincir mereka akan jatuh ke jurang dalam.


• Beberapa bongkahan pasir kecil tampak terus-menerus jatuh.

• Puluhan batu sebesar ukuran kepala manusia tampak berjatuhan dari atas mereka.

- Bahagia

Bukti kalimat :

• Di antara lelah tak terhingga, mereka mengucap syukur dan terima kasih. Kembali keajaiban
Mahameru menyapa mereka.

• Keenam sahabat itu asik bercengkerama di tengah udara dingin Ranu Kumbolo.

- Menyedihkan

Bukti kalimat :

• Keningnya tampak benjut dan tergores panjang, tetesan darah menetes satu-satu dari situ.

• "Ian jangan pergi, Yan! Ian jangan pergi, Yan... Ian jangan pergi dulu...!!! Elo kan mau wisuda, Yan...
jangan Yan, jangan... maafin gue, Yan... gue banyak salah...."

Mengharukan

Bukti kalimat :

• Dadanya berguncang keras, air matanya menetes perlahan seirama dengan tarikan tangannya di tali
tiang bendera.

• Hampir seluruh pendaki di situ tak bisa menahan haru.

Amanat

- Sesama manusia wajib untuk tolong-menolong kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

- Kita harus menanamkan satu keyakinan pada diri kita bahwa tidak ada yang tidak bisa di dunia ini.

- Sebaik-baik manusia dalam hidupnya adalah apabila ia menjadi manusia yang bisa memberi manfaat
bagi orang lain bukan orang yang mementingkan diri sendiri.

Penokohan :

1. Riani :

- Pengertian. Bukti kalimat : "Minum dulu aja," Riani menyodorkan sebotol air mineral.

- Tegar. Bukti kalimat : Mata Riani sudah berkaca-kaca, tetapi tak ada sedikit pun air mata menetes.
- Peduli : Riani ikut menggoyang bahu Dinda dan baru bernapas lega ketika melihat dada Dinda masih
turun naik.

2. Genta :

- Tegas. Bukti kalimat : "Enggak!!! Apa-apaan lo!!!" Genta menatap tajam mata Arial, tangannya
mencengkeram bahu Arial.

- Peduli. Bukti kalimat : Genta segera berdiri, matanya nanar mencari kelima temannya.

- Tegar. Bukti kalimat : Genta tersenyum lembut, kekecewannya luluh melihat kekuatan Riani selama ini
melawan semua rasanya ke Zafran

3. Arial

- Pantang menyerah. Buktu kalimat : "Ada orang yang mau nyerah... tapi gue bukan orang kayak gitu."
Arial meneruskan, "Lagian, kayaknya di sana lebih hangat deh. Kan lebih dekat ke matahari." Arial
tersenyum.

- Peduli. Bukti kalimat : Arial masih mengoyang-goyangkan tubuh adiknya.

4. Zafran

- Peduli. Buktu kalimat : "Tambah lagi nih," Zafran melepas sweater rajutannya.

- Asik. Bukti kalimat :

5. Ian

- Peduli. Bukti kalimat : "Pakai jaket gue nih." Ian membuka jaket luarnya dan memberikan ke Arial.

- Konyol. Bukti kalimat : Ian memegang-megang perutnya, "Kayaknya perut gue makin kecil deh?"

6. Arinda

- Peduli. Bukti kalimat : Dinda langsung berdiri dan mencari Ian.

7. Indy (Istri Arial)

- Lembut. Bukti kalimat : “Jangan nakal ya...," Indy membelai lembut rambut Arian.