Anda di halaman 1dari 118
Kompetensi Dasar Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator

3.2

Mengevaluasi jaringan nirkabel

4.2

Mengkonfigurasi jaringan nirkabel

3.2.1 Menentukan persyaratan jaringan nirkabel

3.2.2

Menentukan jenis jaringan nirkabel

3.2.3

Menganalisis kebutuhan perangkat jaringan nirkabel

3.2.4

Menentukan spesifikasi peralatan jaringan nirkabel

4.2.1

Membuat disain jaringan nirkabel

4.2.2

Memilih dan melakukan instalasi

perangkat jaringan nirkabel 4.2.3 Menguji instalasi perangkat jaringan nirkabel

Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu menentukan persyaratan jaringan nirkabel

2. Siswa mampu menentukan jenis jaringan nirkabel

3. Siswa mampu menganalisis kebutuhan perangkat jaringan nirkabel

4. Siswa mampu menentukan spesifikasi peralatan jaringan nirkabel

5. Siswa mampu membuat disain jaringan nirkabel

6. Siswa mampu memilih dan melakukan instalasi perangkat jaringan nirkabel

7. Siswa mampu menguji instalasi perangkat jaringan nirkabel

2
2

MODUL 1

Dasar Jaringan Nirkabel dan Gelombang Radio

1. Jaringan Nirkabel

Jaringan nirkabel adalah teknologi yang menggunakan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infrared pada remote tv) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada ponsel dan komputer) dengan frekuensi tertentu. Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infrared.

gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infrared. Gambar 1.1 Jaringan Nirkabel Prinsip dasar sebuah jaringan

Gambar 1.1 Jaringan Nirkabel

Prinsip dasar sebuah jaringan nirkabel sebenarnya sama dengan jaringan berkartu jaringan (Ethernet card). Fungsi access point, sering disingkat AP, pada sebuah jaringan nirkabel mirip dengan hub pada jaringan komputer berbasis kabel. Jika tanpa access point, komputer yang mempunyai adapter nirkabel dapat berkomunikasi langsung dengan komputer lainnya, dan hal ini sama dengan hubungan komputer ke komputer (peer-to-peer) dengan menggunakan kabel metode saling-silang (cross-over).

a. Keunggulan Jaringan Nirkabel

Tingkat mobilitas tinggi Penggunaan jaringan nirkabel memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk mengakses informasi dimana pun mereka berada selama dapat terjangkau jaringan nirkabel tersebut. Seorang pengguna yang berada di lokasi mana saja di kantor atau di ruang publik (hotspot) selalu dapat tersambung ke internet sehingga komunikasi serta proses mendapatkan data atau informasi bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Proses instalasinya mudah dan cepat Instalasi sebuah jaringan nirkabel termasuk mudah dan cepat tanpa harus menarik kabel malalui dinding. Kabel hanya digunakan ketika menghubungkan sebuah access

3
3

point ke sebuah jaringan (hub/repeater/router), sementara koneksi ke

via

gelombang

radio

dengan

medium

komputer klien

dilakukan

menggunakan jaringan berbasis kabel, tiap komputer yang akan tersambung ke

udara. Berbeda ketika

jaringan LAN perlu menarik kabel satu per satu ke hub.

Lebih fleksibel

Penggunaan jaringan nirkabel memungkinan kita membangun sebuah jaringan komputer pada tempat-tempat yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel. Seperti di kota-kota besar, infrastruktur untuk tempat kabel sudah sangat sulit dan tidak mempunyai tempat yang cukup memadai sehingga penggunaan jaringan nirkabel menjadi salah satu alternatif solusi yang tepat.

Meningkatkan produktivitas Karena dapat selalu tersambung ke jaringan intranet atau internet, dimana pun pengguna berada selama dalam jangkauan jaringan, respon pengguna akan lebih cepat. Seperti dalam sebuah perusahaan, ketika karyawan dapat mengakses informasi di lokasi mana pun, mereka dapat dengan cepat merespons kebutuhan atau keluhan dari pelanggan sehingga proses pengambilan keputusan dapat segera dilakukan.

b.

Kerugian Jaringan Nirkabel

Selain berbagai keuntungan di atas, penggunaan jaringan nirkabel juga mempunyai beberapa kelemahan jika ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:

Keamanan Karena jaringan nirkabel bekerja dengan medium udara, sebenarnya transmisi data dapat ditangkap dan disadap oleh siapa saja sehingga banyak sekali jenis serangan yang terjadi pada jaringan nirkabel. Namun, ada beberapa teknik dan tip optimalisasi jaringan.

Faktor kecepatan Jaringan nirkabel dapat menyediakan transmisi data 11 Mbps hingga 54 Mbps. Kecepatan data dipengaruhi oleh lingkungan sehingga laju data yang didapat menjadi 11 Mbps hingga 24 Mbps. Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas sinyal, mengingat bahwa sistem transmisi yang digunakan adalah medium gelombang radio di udara, sehingga bisa memberikan penundaan kepada pengguna.

Faktor biaya (cost)

Harga komponen untuk membuat jaringan nirkabel saat ini masih tergolong mahal sehingga implementasinya membutuhkan perencanaan yang tepat. Walaupun biaya awalnya sangat tinggi, biaya perawatannya masih lebih murah dibandingkan jaringan kabel. Selain itu, jaringan nirkabel sangat cocok untuk lingkungan yang dinamis, maksudnya sering mengalami perpindahan atau rotasi lingkungan kerja.

Terlepas dari keuntungan dan kerugian jaringan nirkabel, saat ini pemanfaatan teknologi nirkabel telah banyak digunakan baik di dalam perusahaan (private) maupun

4
4

di

lokasi

publik

(hotspot).

Semakin

maraknya

penggunaan

jaringan

nirkabel

menunjukkan

bahwa

keuntungan

nirkabel

lebih

besar

dibandingkan

dengan

kerugiannya.

 

2. Gelombang Radio

Setelah mengetahui dasar pada jaringan nirkabel, selanjutnya akan membahas gelombang radio yang berperan sebagai media transmisi pada jaringan nirkabel.

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Gambar 1.1 Alur sistem gelombang radio Gelombang radio

Gambar 1.1 Alur sistem gelombang radio

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Gelombang radio di kelompokkan menurut panjang gelombang atau frekuensinya. Jika panjang gelombang tinggi, maka pasti frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio mulaai dari 30 kHz keatas dan di kelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya.

5
5

Tabel 1.1 Pengelompokan gelombang radio

Lebar Frekuensi

Panjang gelombang tertentu

Beberapa penggunaan

Low (LF) 30 kHz

Long wave, 1500 meter

Radio gelombang panjang dan komunikasi melalui jarak jauh

300 kHz

Medium (MF) 300 kHz 3 MHz

Medium wave, 300 meter

Gelombang medium lokal dan radio jarak jauh

High (HF) 3 MHz

Short wave, 30 meter

Radio gelombang pendek dan komunikasi, radio amatir, dan CB

30 MHz

Very High (VHF) 30 MHz 300 MHz

Very short wave, 3 meter

Radio FM, polisi, dan pelayanan darurat

Ultrahigh (UHF) 300 MHz 3 GHz

Ultra short wave 30 cm

TV

Super High (SHF) Di atas 3 GHz

Microwaves, 3 cm

Radar, komunikasi satelit, telepon, dan saluran TV

3 cm Radar, komunikasi satelit, telepon, dan saluran TV 1. Frekuensi dan Panjang Gelombang a. Frekuensi

Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Untuk mencapai suatu jarak tertentu, semakin panjang gelombang, semakin rendah frekuensinya. Sebaliknya, semakin pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi yang diperlukan.

pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi yang diperlukan. Gambar 1.2 Gelombang sinusoida dengan beberapa macam

Gambar 1.2 Gelombang sinusoida dengan beberapa macam frekuensi

Untuk menghitung frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.

6
6

dengan f adalah frekuensi (hertz) dan T periode (sekon atau detik). Selain itu frekuensi juga berhubungan dengan jumlah getaran dengan rumusan:

juga berhubungan dengan jumlah getaran dengan rumusan: dengan n adalah jumlah getaran dan t adalah waktu.

dengan n adalah jumlah getaran dan t adalah waktu.

Untuk mencari frekuensi ketika diketahui panjang gelombang, bagilah kecepatan dengan panjang gelombang.

gelombang, bagilah kecepatan dengan panjang gelombang. Diketahui bahwa, f = frekuensi (Hz) c m/detik λ =

Diketahui bahwa, f = frekuensi (Hz)

c

m/detik

λ = panjang gelombang yaitu jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu kali getar.

=

cepat

rambat cahaya yaitu 3.000.000.000

Contoh Soal:

Diketahui sebuah panjang gelombang sebesar 10.000 meter, berapakah alokasi frekuensi sebuah radio amatir jika diketahui kecepatan cahaya 300.000.000 meter/detik?

Jawaban

f= c/ λ

= 300.000.000/10.000

= 3000 meter

7
7

b. Panjang gelombang (λ)

Panjang gelombang adalah jarak di antara unit berulang dari gelombang, yang diukur dari satu titik pada gelombang ke titik yang sesuai di unit berikutnya. Sebagai contoh, jarak dari atas disebut puncak satu unit gelombang ke puncak berikutnya adalah satu panjang gelombang. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi gelombang. Dengan kata lain, semakin pendek panjang gelombang, akan memiliki frekuensi yang besar.

panjang gelombang, akan memiliki frekuensi yang besar. Gambar 1.3 Panjang Gelombang Ketika berhadapan dengan

Gambar 1.3 Panjang Gelombang

Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa, kecepatan ini adalah kecepatan cahaya c, untuk sinyal (gelombang) di udara, ini merupakan kecepatan suara di udara. Hubungannya adalah:

ini merupakan kecepatan suara di udara. Hubungannya adalah: λ = panjang gelombang dari sebuah gelombang suara

λ = panjang gelombang dari sebuah gelombang suara atau gelombang elektromagnetik

c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299,792.458 km/d ~ 300,000 km/d = 300,000,000 m/d atau

c

= kecepatan suara dalam udara = 344 m/d pada 20 °C (68 °F)

f

= frekuensi gelombang

Contoh Soal:

Carilah panjang gelombang dari gelombang yang bergerak dengan kecepatan 20 m/s pada frekuensi 5 Hz?

Jawaban

λ = c/f

λ = (20 m/s)/5 Hz

λ = 4m

8
8
1. Modulasi AM a. Pengertian Modulasi AM Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation , AM ) adalah

1. Modulasi AM

a. Pengertian Modulasi AM Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) adalah proses menumpangkan sinyal informasi menuju sinyal pembawa (carrier) sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi. Pada saat sebuah gelombang pembawa dimodulasi oleh gelombang sinyal secara modulasi AM, maka amplitudo gelombang pembawa itu akan berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) gelombang sinyal.

b. Cara Kerja Pada modulasi amplitudo, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah amplitudo sinyal pembawa. Frekuensi sinyal pembawa biasanya jauh lebih tinggi daripada frekuensi sinyal pemodulasi. Frekuensi sinyal pemodulasi biasanya merupakan sinyal pada rentang antara 20 Hz sampai denan 20 kHz. Sedangkan frekuensi sinyal pembawa biasanya berupa sinyal radio pada rentang frekuensi tengah yaitu antara 300 kHz sampai dengan 3 Mhz. Gambar 1.4 memperlihatkan sinyal informasi (pemodulasi), sinyal pembawa, dan sinyal termodulasi AM.

(pemodulasi), sinyal pembawa, dan sinyal termodulasi AM. Gambar 1.4 Sinyal pemodulasi, Sinyal pembawa, Sinyal

Gambar 1.4 Sinyal pemodulasi, Sinyal pembawa, Sinyal termodulasi AM

9
9

2.

Modulasi FM

a.

Pengertian Modulasi FM

Pada modulasi frekuensi, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah frekuensi sinyal pembawa. Besarnya frekuensi sinyal pembawa akan berbanding lurus dengan amplitudo sinyal pemodulasi. Gambar 1.5 mengilustrasikan modulasi frekuensi sinyal pembawa sinusoidal dengan menggunakan sinyal pemodulasi yang juga berbentuk sinyal sinusoidal.

sinyal pemodulasi yang juga berbentuk sinyal sinusoidal. Gambar 1.5 Sinyal pembawa, sinyal pemodulasi, sinyal

Gambar 1.5 Sinyal pembawa, sinyal pemodulasi, sinyal termodulasi FM

b.

Cara Kerja Frequency Modulation ( FM )

Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah tercampur tadi dipancarkan melalui antena.

3.

Modulasi PM

a.

Pengertian PM

Phase Modulation (PM) adalah proses modulasi yang mengubah fasa sinyal pembawa sesuai dengan sinyal pemodulasi atau sinyal pemodulasinya. Sehingga dalam modulasi PM amplitudo dan frekuensi yang dimiliki sinyal pembawa tetap, tetapi fasa sinyal pembawa berubah sesuai dengan informasi.

10
10
Gambar 1.6 Gelombang sinyal, gelombang pembawa dan gelombang termodulasi PM PM merupakan bentuk modulasi yang
Gambar 1.6 Gelombang sinyal, gelombang pembawa dan gelombang termodulasi PM PM merupakan bentuk modulasi yang

Gambar 1.6 Gelombang sinyal, gelombang pembawa dan gelombang termodulasi PM

PM merupakan bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi fase dari sinyal pembawa. Hampir mirip dengan FM, frekuensi pembawa juga bervariasi karena variasi fase dan tidak merubah amplitudo pembawa. PM perubahan dari sinyal modulasi akan merubah fasa dari gelombang pembawa. PM (phase modulation) jarang digunakan karena memerlukan perangkat keras penerima yang lebih kompleks. Dapat menimbulkan

ambigu dalam menentukan apakah sinyal mempunyai fase 0 o atau 180 o.

b. Cara Kerja PM

PM menggunakan perbedaan sudut fasa dari sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital. Pada cara modulasi ini amplitudo dan frekuensinya tetap, sedang fasanya yang berubah-ubah. Cara modulasi ini yang paling baik tetapi juga paling sukar. Biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah yang banyak dan dalam kecepatan yang tinggi.

Dari pengertian modulasi AM, FM dan PM yang sudah dijelaskan, apakah yang dimaksud dengan modulasi itu sendiri?

apakah yang dimaksud dengan modulasi itu sendiri? Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital

Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal pembawa. Modulasi digital sebenarnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang sinyal pembawa sehingga bentuk hasilnya (sinyal pembawa modulasi) memiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1). Berarti dengan mengamati sinyal pembawanya, kita bisa mengetahui urutan bitnya.

11
11

Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio).

1. ASK (Amplitude Shift Keying)

Modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran amplitudo. Sistem modulasi ini merupakan sistem modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan yang bernilai 0 volt. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah sebagai berikut:

Amplitude Shift Keying (ASK) adalah sebagai berikut: Gambar 1.7 Sinyal termodulasi ASK Keuntungan yang diperoleh

Gambar 1.7 Sinyal termodulasi ASK

Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu metode ASK hanya menguntungkan bila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini faktor noise atau gangguan juga harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM.

2. FSK (Frequency Shift Keying)

FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency Modulation (FM), dimana sinyal pemodulasinya (sinyal digital) menggeser outputnya antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan frekuensi mark dan space. Modulasi digital dengan FSK juga menggeser frekuensi carrier menjadi beberapa frekuensi yang berbeda didalam band- nya sesuai dengan keadaan digit yang dilewatkannya. Jenis modulasi ini tidak mengubah amplitudo dari signal carrier yang berubah hanya frekuensi.

Dalam modulasi FM, frekuensi carrier diubah-ubah harganya mengikuti harga sinyal pemodulasinya (analog) dengan amplitudo pembawa yang tetap. Jika sinyal yang

12
12

memodulasi tersebut hanya mempunyai dua harga tegangan 0 dan 1 (biner/digital), maka proses modulasi tersebut dapat diartikan sebagai proses penguncian frekuensi sinyal. Hasil gelombang FM yang dimodulasi oleh data biner ini kita sebut dengan Frekuensi Shift Keying (FSK). Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut:

Frequency Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut: Gambar 1.9 Sinyal termodulasi FS 3. PSK (Phase Shift

Gambar 1.9 Sinyal termodulasi FS

3. PSK (Phase Shift Keying)

Modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) merupakan modulasi yang menyatakan pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa berlawanan dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya. Dalam proses modulasi ini, fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) adalah sebagai berikut:

dari sinyal modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) adalah sebagai berikut: Gambar 1.10 Sinyal termodulasi PSK

Gambar 1.10 Sinyal termodulasi PSK

13
13

Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal digital melalui pergeseran fasa. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fasa yang memungkinkan fungsi pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Sudut fasa harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas. Dalam keadaan seperti ini, fasa yang ada dapat dideteksi bila fasa sebelumnya telah diketahui. PSK memungkinkan fungsi pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya.

14
14
Jaringan nirkabel atau wireless network adalah salah satu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio,

Jaringan nirkabel atau wireless network adalah salah satu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio, gelombang mikro dan cahaya inframerah untuk media transmisi. Jenis jaringan ini sering dipakai untuk jaringan komputer berjarak dekat maupun berjarak jauh.

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).

Gelombang radio di hasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat- kawat penghantar. Muatan-muatan ini di bangkitkan oleh rangkaian elektronika yang di sebut osilator.

A. Frekuensi dan panjang gelombang

1. Frekuensi

Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Misalkan untuk mencapai suatu jarak tertentu, semakin panjang gelombang, semakin rendah frekuensinya.

2. Panjang gelombang

Panjang gelombang adalah jarak di antara unit berulang dari gelombang, yang diukur dari satu titik pada gelombang ke titik yang sesuai di unit berikutnya. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi gelombang. Dengan kata lain, semakin pendek panjang gelombang, akan memiliki frekuensi yang besar.

B. Modulasi analog

1. AM

AM) adalah proses menumpangkan sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi

2. FM

Modulasi frekuensi didefinisikan sebagai deviasi frekuensi sesaat sinyal pembawa (dari frekuensi tak termodulasinya) sesuai dengan amplitudo sesaat sinyal pemodulasi.

3. PM

PM adalah proses modulasi yang mengubah fasa sinyal pembawa sesuai dengan sinyal pemodulasi atau sinyal pemodulasinya. Sehingga dalam modulasi PM amplitudo dan

15
15

frekuensi yang dimiliki sinyal pembawa tetap, tetapi fasa sinyal pembawa berubah sesuai dengan informasi.

C. Modulasi digital

1. ASK

(ASK) adalah pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran amplitudo. Sistem modulasi ini merupakan sistem modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan yang bernilai 0 volt.

2. FSK

FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency Modulation (FM), dimana sinyal pemodulasinya (sinyal digital) menggeser outputnya antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan frekuensi mark dan space.

3. PSK

(PSK) merupakan modulasi yang menyatakan pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa berlawanan dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya.

16
16
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis

Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :

1. Dalam memahami modul ini, pahami konsep jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.

2. Setelah

itu,

pahamilah

karakteristik

teknologi

jaringan

nirkabel

dan

pahamilah

kelebihan dan kekurangan tiap-tiap macam teknologi jaringan nirkabel.

3. Kemudian, pahamilah arsitektur dari jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.

4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihan- latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.

5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, karakteristik dan ragam jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.

Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang konsep, karakteristik, cara kerja, dan jenis jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai. Dalam materi ini kita sebagai pengembang jaringan dapat

Dalam materi ini kita sebagai pengembang jaringan dapat mengetahui tentang jenis-jenis jaringan nirkabel dan mengetahui proses yang terjadi pada saat peralatan yang dapat mengakses informasi secara nirkabel bekerja. Kita juga dapat mengetahui bagaimana sistem kerja dari perusahaan- perusahaan seluler yang biasa kita gunakan jasanya untuk mengirim sms, telepon, dll dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan ukuran fisik area yang dapat dicakup, jaringan nirkabel terbagi menjadi beberapa kategori. Beberapa jenis jaringan nirkabel secara umum mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan jaringan kabel tradisional. Beberapa di antaranya akan dibahas pada bab ini adalah:

1. Nirkabel Personal Area Network (PAN)

2. Nirkabel Local Area Network (LAN)

3. Nirkabel Wide Area Network (WAN)

17
17

Secara logika, jaringan ini sama dengan jaringan kabel tradisional, yang membedakan adalah media yang digunakan. Secara konsep dasar, layering nirkabel sama dengan wired networking, hanya cara komunikasi serta mediasinya yang berlainan.

, hanya cara komunikasi serta mediasinya yang berlainan. 1. Pengertian WPAN Jaringan personal adalah jaringan

1. Pengertian WPAN

Jaringan personal adalah jaringan nirkabel yang mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar 20 m. Jaringan ini hanya dapat digunakan sebagai jaringan personal dalam ruangan kecil karena jaraknya yang sedemikian kecil. Performa jaringan wireless PAN termasuk dalam kategori sedang, dimana data rate-nya mencapai 2 Mbps.

Pemanfaatan jaringan personal wireless telah cukup luas, terutama pada peralatan- peralatan mobile seperti PDA, laptop, dan telepon selular. Beberapa bentuk pemanfaatan jaringan area kecil yang paling umum adalah aktivitas sinkronisasi antar peralatan gadget dengan PC atau laptop. Bahkan beberapa perangkat mobile tersebut dapat melakukan koneksi ke printer atau peralatan multimedia yang lain, sehingga praktis dapat menggantikan komunikasi kabel tradisional.

Beberapa peralatan mobile yang dapat memanfaatkan komunikasi area kecil hanya mengkonsumsi daya cukup rendah. Konsumsi daya yang rendah mengakibatkan peralatan tersebut dapat mempunyai kemampuan operasional yang relatif panjang tanpa harus kehilangan daya baterai.

Implementasi wireless PAN banyak diterapkan pada peralatan gadget, seperti telepon selular, PDA, atau PDA Phone, audio headset, dan masih banyak lagi. Dengan audio headset contohnya, pengguna gadget akan dengan mudah melakukan pembicaraan dan mendengatkan musik tanpa terbebani kabel yang membelit peralatannya.

musik tanpa terbebani kabel yang membelit peralatannya. Gambar 2.1 Berbagai perangkat yang menggunakan WPAN 2.
musik tanpa terbebani kabel yang membelit peralatannya. Gambar 2.1 Berbagai perangkat yang menggunakan WPAN 2.

Gambar 2.1 Berbagai perangkat yang menggunakan WPAN

2. Teknologi Wireless PAN

18
18

a.

802.15

Teknologi yang digunakan pada wireless PAN mencakup teknologi pemanfaatan inframerah dan radio frekuensi Bluetooth. Standar IEEE 802.15 telah memfokuskan pada pengembangan jaringan wireless personal dengan koordinasi standar yang lain, seperti standar 802.11 pada jaringan yang lebih luas. Beberapa standar tersebut antara lain.

802.15.1, Task grup 1 telah mengeluarkan standar wireless PAN pada spesifikasi bluetooth versi 1.1 dengan menggunakan frekuensi hopping spread spectrum (FHSS) dan beroperasi hingga 1 Mbps. Standar ini dikeluarkan bulan Juni 2002 untuk memfasilitasi para pengembang yang mendukung bluetooth.

802.15.2, Task grup 2 ini telah mendefinisikan rekomendasi terhadap 802.15 yang berdampingan dengan standar 502.11 serta beroperasi pada frekuensi yang sama, yaitu 2,4 GHz. Dengan adanya koordinasi dari dua standar ini diharapkan dapat menghilangkan interferensi yang terjadi pada keduanya dan meminimalisir interferensi antar peralatan yang mendukung standar ini.

802.15.3, Task grup 3 ini telah mengeluarkan draft standar untuk meningkatkan rate pada wireless PAN mejadi lebih tinggi. Data rate yang ditingkatkan adalah 11, 22, 33,

44, dan 55 Mbps. Kombinasi dan data rate ini sangat dibutuhkan untuk aplikasi multimedia, yaitu untuk meningkatkan Quality of Service (QoS).

802.15.4, Task grup 4 ini telah mendefinisikan standar low data rate yang sangat ekstrim, sehingga menghasilkan peralatan yang mempunyai konsumsi daya sangat rendah. Peralatan yang menerapkan standar ini berupa peralatan dengan bentuk yang kecil dan mempunyai daya tahan baterai yang sangat panjang dari range bulanan hingga tahunan. Contoh penerapannya adalah sistem peralatan otomatisasi rumah, dan lain-lain.

b.

Bluetooth

Bluetooth merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi nirkabel (wpan). Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat seperti PDA, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat.

ponsel, computer laptop, printer , dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat. Gambar 2.2 Logo

Gambar 2.2 Logo Bluetooth

19
19

Nama bluetooth sendiri diambil dari nama seorang raja di Denmark yang bertakhta ada abad ke 10, yakni Raja Harald Bluetooth. Pada masa hidupnya, raja tersebut aktif berdiplomasi memfasilitasi perundingan-perundingan untuk mendamaikan pihak- pihak yang bersengketa. Para penemu teknologi bluetooth menganggap nama belakang raja tersebut sesuai dengan sifat teknologi nirkabel itu.

3. ARSITEKTUR WPAN

Gambar arsitektur perangkat WPAN terlihat pada gambar disamping. Arsitektur WPAN terdiri dari penerima frekuensi radio yang merupakan pengontrol level bawah yang berada pada lapisan fisik, kemudian diatasnya ada lapisan data link (data link layer) yang di dalamnya terdapat sub lapisan MAC yang selain berfungsi untuk menghubungkan dengan lapisan fisik juga berfungsi untuk mengkonfigurasi jaringan. Lapisan diatas lapisan data link adalah lapisan network yang berfungsi mencari jalan untuk pengiriman data (message routing). Lapisan paling atas dalam arsitektur WPAN adalah lapisan aplikasi yang berfungsi untuk perangkat antar muka antara pemakai dan perangkat.

untuk perangkat antar muka antara pemakai dan perangkat. Gambar 2.3 Arsitektur WPAN Dari penjelasan tentang WP

Gambar 2.3 Arsitektur WPAN

Dari penjelasan tentang WPAN diatas, sebutkan contoh penerapan aplikasi WPAN dalam aktivitas kita sehari-hari.

20
20
Wi reless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan kompter yang memungkinkan user untuk terkoneksi

Wireless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan kompter yang memungkinkan user untuk terkoneksi tanpa menggunakan kabel jaringan. Laptop atau gadget yang dilengkapi dengan kartu wireless LAN bisa bergerak di sekitar gedung sambil membawa komputer dan tetap terhubung ke jaringan mereka tanpa perlu mencolok kabel.

Jaringan wireless LAN sangat efektif digunakan dalam sebuah kawasan atau gedung. Dengan performa dan keamanan yang dapat dihandalkan, pengembangan jaringan wireless LAN menjadi trend baru pengembangan jaringan menggantikan jaringan wired atau jaringan penuh kabel.

Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless LAN diatur oleh jenis hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur hal-hal seperti AM/FM radio. Federal Communications Commission (FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN. Dalam pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standard operasional dan syarat dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan dirawat oleh Institute of Electrical Electronic Engineers (IEEE).

1. Standar wireless LAN :

IEEE (Institute Of Electrical Engineers) merupakan organisasi non-profit yang mendedikasikan kerja kerasnya demi kemajuan teknologi. Pada tahun 1980, IEEE membuat sebuah bagian yang mengurusi standarisasi LAN dan MAN (Metropolitan Area Network). Bagian ini kemudian dinamakan sebagai 802. Angka 80 menunjukan tahun dan angka 2 menunjukan bulan dibentuknya kelompok kerja ini. (sto, 2007). Adapun standarisasi tersebut adalah sebagai berikut:

IEEE 802.11 Standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data yang paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.

IEEE 802.11b Menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat dan lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi. IEEE 802.11a gambaran tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan menggunakan 5 GHZ frekuensi band UNII.

IEEE 802.11g Syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standar yang menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai dengan 802.11b yang memungkinkan untuk lebih murah.

2. Komponen Wireless LAN

Ada 4 komponen utama dalam Wireless LAN:

21
21

1.

Access Point

Merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.

dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio. Gambar 2.4 Access Point 2. Wireless LAN Interface

Gambar 2.4 Access Point

2. Wireless LAN Interface

Merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC, peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).

PCI card maupun melalui port USB (Universal Serial Bus). Gambar 2.5 LAN Card 3. Mobile Desktop/PC

Gambar 2.5 LAN Card

3. Mobile Desktop/PC

Merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB (Universal Serial Bus).

22
22
Gambar 2.6 PC/Desktop 3. Teknologi LAN Nirkabel a. Wi-Fi Wi -Fi , adalah singkatan dari

Gambar 2.6 PC/Desktop

3. Teknologi LAN Nirkabel

a.

Wi-Fi

Wi-Fi, adalah singkatan dari wireless fidelity, merupakan pengembangan dari istilah Hi-Fi, sebuah teknologi jaringan nirkabel yang digunakan di seluruh dunia. Wi-Fi mengacu pada sistem yang menggunakan standar 802.11, yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan dirilis pada tahun 1997.

Electronics Engineers (IEEE) dan dirilis pada tahun 1997. Gambar 2.7 Logo Wifi Dalam jaringan Wi-Fi, komputer

Gambar 2.7 Logo Wifi

Dalam jaringan Wi-Fi, komputer dengan kartu jaringan wifi terhubung tanpa kabel ke router nirkabel. Router tersambung ke Internet melalui modem, biasanya kabel atau modem DSL. Setiap pengguna dalam jarak 200 kaki atau lebih (sekitar 61 meter) dari titik akses kemudian dapat terhubung ke Internet, meskipun untuk kecepatan transfer yang baik, jarak 100 kaki (30,5 meter) atau kurang lebih baik. Pengecer juga menjual penguat sinyal wireless yang memperpanjang jangkauan jaringan nirkabel.

Wifi jaringan dapat menjadi “open”, sehingga siapapun dapat menggunakannya, atau closed, dalam hal ini dibutuhkan password. Area yang diselimuti akses nirkabel ini sering disebut area hotspot nirkabel. Wifi adalah teknologi yang dirancang untuk memenuhi sistem komputasi ringan masa depan dengan mengkonsumsi daya minimal. PDA, laptop, dan berbagai aksesoris dirancang untuk wifi-kompatibel. Bahkan ada ponsel dalam pengembangan yang akan beralih mulus dari jaringan selular ke jaringan wifi tanpa mengabaikan panggilan masuk.

23
23

b.

b. Gambar 2.8 Ilustrasi Wi fi Hotspot Hotspot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu

Gambar 2.8 Ilustrasi Wifi

Hotspot

Hotspot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless LAN standart 802.11a/b/g, dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA atau lainnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah kawasan wireless area adalah konfigurasi serta persyaratan apa yang harus dipenuhi serta untuk siapa wireless area diperuntukkan. Beberapa hal tersebut adalah ukuran lokasi cakupan, jumlah perkiraan user yang simultan, dan tipe pengguna wireless sasaran.

1. Ukuran lokasi cakupan: Ukuran ini menjadi pertimbangan awal yang sangat menentukan dalam membangun area wireless hotspot. Dengan menentukan area cakupan, akan dapat dipilih peralatan access point (AP) mana yang dapat melayani. Beberapa AP diperlukan untuk menyediakan area cakupan yang lebih luas.

2. Jumlah pengguna: Dalam melakukan layout hotspot, jumlah user dapat digunakan untuk menentukan serta memperkirakan kepadatan pengguna pada kawasan tersebut. Kepadatan ini dapat diukur dari jumlah pengguna per kawasan. Disamping jumlah pengguna, hal yang lebih penting adalah pola pengguna sasaran yang dituju, sehingga akan dapat ditentukan pula target minimum bandwith per user yang aktif.

3. Model Penggunaan: Faktor ketiga adalah tipe aplikasi apa yang digunakan oleh user yang akan tersambung di hotspot tersebut. Model pada aplikasi kampus akan berbeda aplikasinya dibanding dengan di hotel, atau di kafe-kafe yang menyediakan hotspot. Kebutuhan apa yang dapat digunakan sebagai standar minimal bandwith yang dibutuhkan untuk menyediakan ketersediaan resource bandwith, adalah faktor utama dalam menentukan kapasitas minimal bandwith Internet yang akan digunakan.

24
24
1. Pengertian Wi reless Wi de Area Network adalah jaringan yang menjangkau area yang lebih

1.

Pengertian

Wireless Wide Area Network adalah jaringan yang menjangkau area yang lebih luas dibandingkan dengan wireless LAN. Jangkauan umumnya mencakup nasional dengan infrastruktur jaringan wireless yang disediakan oleh wireless service carrier (untuk biaya pemakaian bulanan, mirip dengan langganan ponsel). Jika wireless LAN digunakan supaya user jaringan bisa bergerak dalam area yang kecil, maka wireless WAN digunakan untuk menyediakan koneksi internet bergerak dengan area jangkauan yang lebih luas untuk pelaku perjalanan bisnis atau teknisi lapangan.

Wireless WAN memungkinkan user untuk mengakses internet, e-mail, serta aplikasi serta informasi perusahaan meskipun mereka jauh dari kantor. Wireless WAN menggunakan jaringan selular untuk transmisi data. Contoh sistem selular yang digunakan adalah CDMA, GSM, GPRS, EDGE, 3G, dan HSDPA. Komputer portabel dengan modem wireless WAN terhubung ke base station pada jaringan wireless ke gelombang radio. Tower radio kemudian membawa sinyal ke Mobile Switching Center, dimana data dilewatkan ke jaringan yang sesuai. Koneksi ke internet dilakukan dengan menggunakan koneksi service provider.

Wireless WAN menggunakan jaringan selular eksisting sehingga bisa melakukan panggilan suara melalui wireless WAN. Baik telepon selular dan kartu wireless WAN bisa melakukan panggilan suara dan juga melewatkan data pada jaringan wireless WAN.

2. Bentuk Komunikasi WWAN

Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi. Bentuk komunikasi jaringan WAN antara lain point to point, sirkuit switching, dan paket switching.

a. Point to point, disebut juga jaringan leased line, dimana jaringan ini secara privat berhubungan satu sama lain. Link ini mengakomodasi dua tipe transmisi, transmisi datagram dan transmisi datastream. Contoh metode ini adalah sistem telepon.

b. Sirkuit Switching, merupakan metode switching dengan keberadaan sirkuit secara fisik yang terdedikasi. Metode ini digunakan oleh teknologi Integrated Servise Digital Network atau ISDN.

c. Paket Switching, merupakan metode switching pada peralatan jaringan yang melakukan share link point to point untuk transportasi paket dari sumber data ke

25
25

tujuan melintasi jaringan. Contoh metode ini adalah Asycnchronous Transfer Mode (ATM), Frame Relay, Switched Multimegabit Data Service (SMDS), dan X.25

3. Teknologi Selular WWAN

Secara umum, sebuah sistem selular terdiri dari tower sel, konsentrator, switches voices dan data gateway. Sistem selular menggunakan sistem penggambaran heksagonal untuk menggambarkan cakupan area secara geografis. Area inilah yang disebut dengan Cell. Setiap sel mempunyai ukuran diameter kurang lebih 26-32 Km² dengan radius jangkauan 1 hingga 50 Km, dan setiap sel tersebut akan membentuk grid-grid heksagonal seperti sarang lebah yang mempunyai ukuran sel yang lebih kecil yaitu 6 Km.

Setiap cell site sebuah base station mempunyai daya pancar 800-1900 MHz dengan dilengkapi antena untuk mengatur cakupan wilayahnya. Frekuensi untuk setiap base station harus dipilih dengan hati-hati untuk mengurangi interferensi dengan sel tetangga. Layanan pancaran akan sangat tergantung dari keadaan topografi, kepadatan populasi dan kepadatan lalu lintas data. Berikut adalah perkembangan generasi layanan selular.

a. Selular Generasi Pertama (1G)

Komunikasi mobile phone wireless pertama kali dikembangkan dengan menggunakan sinyal analaog. Sinyal suara akan dikirimkan dengan menggunakan gelombang frekuensi modulasi (FM). Sistem selular generasi pertama ini digunakan hanya untuk voice dan tidak mencukupi untuk memenuhi layanan transfer data komputer. Sistem 1G ini mempunyai kapasitas yang terbatas untuk melakukan mekanisme autentifikasi dan enkripsi.

Teknologi seluar generasi pertama ini dipelopori oleh AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang dikenalkan pada taun 1978. Jaringan ini menggunakan sirkuit terintegrasi yang sangat besar dan terdiri dari komputer dedicated serta sistem switch dan mobile telepon khusus beserta antenanya yang menjamin sistem selular tersebut bekerja dengan baik.

khusus beserta antenanya yang menjamin sistem selular tersebut bekerja dengan baik. Gambar 2.9 Ponsel Generasi Pertama

Gambar 2.9 Ponsel Generasi Pertama

26
26

b. Selular Generasi Kedua (2G)

Perkembangan teknologi wireless selular yang sangat ambisius memicu munculnya selular dengan sistem digital, tidak lama setelah perkembangan 1G. Sistem ini mempunyai modulasi yang efisien karena menggunakan sinyal digital untuk channel voice.

Sistem selular digital mengandalkan Frecuency Shift Keying (FSK) untuk mengirim data keluar masuk melalui AMPS. FSK menggunakan dua buah frekuensi, satu untuk digit 1 dan yang lain untuk 0. Tukar menukar terjadi secara cepat antara pengiriman informasi digital pada tower selular dengan telepon. Modulasi dengan skema enkode yang baik sangat dibutuhkan untuk mengkonversi dari informasi analog ke digital, kemudian melakukan kompresi serta menerjemahkan kembali data tersebut.

Pengembangan versi sistem 2G (sering disebut 2,5 G) memasukkan sistem modulasi yang lebih baik dengan meningkatkan data rate dan efisiensi spektrum. Perkembangan teknologi pemaketan data berkembang pesat dengan munculnya GPRS (General Packet Radio Service) yang memungkinkan data rate yang cepat melalui sistem GSM. Data rate maksimum yang melalui GPRS adalah 172,2 Kbps dan hanya digunakan pada peralatan yang telah didesain untuk mendukung GPRS.

Perkembangan selanjutnya dari GPRS adalah EDGE (Enhanced Data Rate for Global

Evolution) yang menghasilkan data rate hingga 474 Kbps.

Evolution) yang menghasilkan data rate hingga 474 Kbps. Gambar 2.10 Ponsel generasi kedua GSM pada awalnya

Gambar 2.10 Ponsel generasi kedua

GSM pada awalnya adalah singkatan dari Grupe Speciale Mobile, setelah menjadi standar internasional akhirnya disebut Global System for Mobile Communications. Pengembangan GSM dimulai pada tahun 1982 dengan 26 perusahaan nasional telepon Eropa. Pada tahun tersebut, Conference of European Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) mencoba menyeragamkan sistem selular Eropa ke dalam frekuensi 900 MHz.

27
27

c.

Selular Generasi Ketiga (3G)

Perkembangan teknologi komunikasi mobile berkembang dengan pesatnya. Setelah 2G, generasi selular berikutnya yaitu 3G. Teknologi ini telah merambah ke layanan internet secara wireless. Teknologi ini juga dapat mengakses secara permanen ke web, video interaktif, dengan kualitas suara yang sangat baik seerti kualitas CD audio plater hingga ke teknologi kamera video yang diintegrasikan dalam telepon selular atau gadget kita.

Pembatasan terminologi 3G tidak begitu jelas, namun definisi 3G mempunyai standar yang berlainan dengan teknologi-teknologi pendahulunya, seperti GPRS dan IS-95b yang belum optimal. Sistem 3G telah menyediakan kecepatan tinggi seperti pada saluran ISDN (Integrated Service Digital Network) untuk semua pengguna tanpa terkecuali.

Negara-negara Eropa telah mendefinisikannya sebagai sebuah teknologi tipe CDMA yang dapat bekerja sama dengan sistem GSM, akan tetapi tidak kompatibel dengan sistem yang digunakan di negara Jepang. Sementara itu, di tempat cdmaOne telah mendukung beberapa tipe yang secara kolektif disebut cdma2000 yang bukan merupakan standar Eropa maupun Jepang.

cdma2000 yang bukan merupakan standar Eropa maupun Jepang. Gambar 2.11 Ponsel generasi ketiga Di Amerika, operator

Gambar 2.11 Ponsel generasi ketiga

Di Amerika, operator D-AMPS dan GSM menggunakan TDMA, sehingga dapat terjadi global roaming dan hanya dapat dilakukan pada telepon yang mempunyai multimode yang khusus. Tren layanan yang ditawarkan pada sistem 3G ke depan adalah mengombinasikan layanan Internet, telepon, dan media broadcast ke dalam sebuah alat. Oleh karena itu, layanan 3G telah mengembangkan enam kelas mulai dari layanan telepon sederhana hingga jaringan komputer, yaitu:

28
28

1.

Voice, adalah layanan standar dengan kualitas yang lebih baik dari jaringan telepon biasa.

2. Messaging, tidak seperti pada sistem 2G, di mana layanan pesan hanya berupa teks, akan tetapi pada sistem 3G telah menyertakan attachment e- mail.

3. Swithced Data, layanan ini meliputi fax dan akses dial-up ke jaringan

4. intranet maupun internet.

d.

5. Medium Multimedia, layanan ini populer di teknologi 3G dengan kecepatan downstream yang sangat ideal untuk web surfing.

6. High Multimedia, layanan ini digunakan untuk akses Internet high-speed dengan kualitas multimedia yang sangat baik.

7. Interactive High Multimedia, layanan ini menghasilkan kualitas multimedia yang sangat baik, sehingga mampi melakukan video conference atau video call dan telepresence.

HSDPA

Merupakan teknologi yang disempurnakan dari teknologi sebelumnya yang juga dapat disebut 3.5G, 3G+ atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) memiliki kecepatan dan kapasitas transfer data yang lebih tinggi. Penggunaan HSDPA saat ini menyokong kecepatan penelusuran dari 1.8, 3.6, 7.2 hingga 14 Mpbs.

Oleh karena itulah jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai modem internet pada computer ataupun notebook. Pemasaran HSDPA dalam bentuk modem yang digunakan sebagai koneksi mobile broadband baru diperkenalkan pada tahun 2007. Pada Agustus tahun 2009, 250 jaringan HSDPA secara komersial telah meluncurkan layanan mobile broadband di 109 negara.

Pada dasarnya layanan HSDPA tidak beda jauh dengan layanan yang diberikan oleh generasi sebleumnya yaitu: GPRS, CDMA, EDGE dan 3G. Teknologi tersebut memiliki kesamaan bahwa sama-sama menggunakan layanan lewat jalur IP (internet protokol). HSDPA diperkenalkan oleh Third Generation Partnership Project (3GPP) release standar. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar througput melalui konsep multiple input multple output (MIMO) atau dengan teknik antena array. Proses kerja cell menggunakan alokasi asymetrics spectrum frekuensi dalam multi carries cell. Efisiensi dari sistem menjadi dua kali lipat, yang artinya juga meningkatkan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan.

29
29
Gambar 2.12 Ponsel generasi keempat Jaringan HSDPA secara fisik memiliki 3 kanal, yakni High Speed

Gambar 2.12 Ponsel generasi keempat

Jaringan HSDPA secara fisik memiliki 3 kanal, yakni High Speed Data Physich Downlink Shared Channel (HS-PDSC), High Speed Shared Control Channel (HS-SCCH) dan High Speed Dedicated Physical Control Channel (HS-DPCCH). HS-PDSCH mengadopsi adaptive modulation QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau algoritma fase modulasi yang sudah ada, dan 16 QAM (Quadrative Amplitude Modulation) yakni empat aplitude dan empat fase yang memungkinkan pengunaan data rate tinggi dobawah kondisi jaringan radio yang bermacam-macam.

4. Teknologi WWAN

Teknologi wireless LAN mempunyai fokus pada modulasi suara dan data. Modulasi akan mengkonversi sinyal digital, sehingga dapat merepresentasikan informasi di komputer melalui sinyal digital melalui radio frequency (RF) atau sinyal cahaya. Wireless WAN secara ekslusif menggunakan sinyal RF yang didesain untuk mengakomodasi beberapa pengguna sekaligus. Setiap user akan mempunyai channel terdedikasi. Hal inilah yang membedakan dengan wireless LAN, di mana setiap user akan melakukan share pada satu channel. Interferensi antara pengguna wireless WAN dengan base station dapat dikurangi. Beberapa teknik modulasi pada teknologi wireless WAN adalah:

Frequency Division Multiple Access (FDMA)

FDMA adalah awal bagaimana ponsel analog bekerja. FDMA berarti banyak orang menggunakan sistem ponsel sekaligus dengan mengirimkan panggilan mereka dengan gelombang radio frekuensi yang sedikit berbeda. FDMA adalah seperti versi radio dari sistem telepon darat biasa dan masih menggunakan sistem analog. FDMA ponsel yang kadang-kadang disebut generasi pertama (1G) ponsel.

30
30
Gambar 2.13 skema FDMA FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada sebuah

Gambar 2.13 skema FDMA

FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik "satu pelanggan, satu jalan". Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi. Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang digunakan berawal dari

890 Mega Hertz (MHz), maka:

Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz.

Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz.

Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan seterusnya.

Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:

100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3MHz.

Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz, maka batas atasnya adalah 893 MHz. Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi antar penyelenggara telepon seluler. Karena itu, untuk

31
31

memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang terbatas digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyedia layanan.

Time Division Multiple Access (TDMA)

Time Division Multiple Access (TDMA) diperkenalkan oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) adalah teknologi transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk setiap pengguna pada masing-masing saluran, dan menjadi salah satu cara yang digunakan oleh jaringan digital telepon seluler untuk menghubungkan panggilan telepon. Sinyal digital dari jaringan digital dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan dengan sebuah kanal frekuensi digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan mengalokasikan waktu.

Pada TDMA, setiap pengguna menggunakan pita frekuensi yang sama, tetapi domain waktu dibagi menjadi beberapa slot untuk setiap pengguna. Pengguna 1 dapat mengirimkan data pada slot waktu untuk pengguna 1, pengguna 2 dapat mengirimkan berupa data pada slot waktu untuk pengguna 2, dan seterusnya. Keuntungannya adalah tidak berbagi dengan sistem TDMA dimana semua pemancar dan penerima harus memiliki akses pada waktu yang sama.

dan penerima harus memiliki akses pada waktu yang sama. Gambar 2.14 Sistem Kerja TDMA • Code

Gambar 2.14 Sistem Kerja TDMA

Code Division Multiple Access (CDMA)

CDMA merupakan akses yang menggunakan prinsip komunikasi spektrum tersebar. Metode ini dapat dianalogikan dengan cara berkomunikasi dalam satu ruangan yang besar. Setiap pasangan dapat berkomunikasi secara bersama-sama tetapi dengan bahasa yang berbeda, sehingga pembicaraan pasangan satu bisa dianggap seperti suara kipas bagi pengguna yang lain, karena tidak diketahui maknanya. Pada saat banyak yang berkomunikasi maka ruangan menjadi bising. Kondisi ini membuat

32
32

ruangan menjadi tidak kondusif lagi untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, jumlah yang berkomunikasi harus dibatasi.

Dalam CDMA setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu bersamaan tetapi menggunakan sandi unik yang saling ortogonal. Sandi-sandi ini membedakan antara pengguna satu dengan pengguna yang lain. Pada jumlah pengguna yang besar, dalam bidang frekuensi yang diberikan akan ada banyak sinyal dari pengguna sehingga interferensi akan meningkat. Kondisi ini akan menurunkan unjuk-kerja sistem. Ini berarti, kapasitas dan kualitas sistem dibatasi

oleh daya interferensi yang timbul pada lebar bidang frekuensi yang digunakan.

dibatasi oleh daya interferensi yang timbul pada lebar bidang frekuensi yang digunakan. Gambar 2.15 Sistem kerja

Gambar 2.15 Sistem kerja CDMA

33
33
Beberapa tipe jaringan wireless secara umum mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan jaringan kabel tradisional,

Beberapa tipe jaringan wireless secara umum mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan jaringan kabel tradisional, yaitu WPAN, WLAN, WWAN.

WPAN, Jaringan personal mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar

20 m. Performa jaringan wireless PAN termasuk dalam kategori sedang, dimana data rate- nya mencapai 2 Mbps.

Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat seperti pda, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi radio jarak dekat. Bluetooth memiliki empat layer utama, yaitu L2CAP,

layer LMP, layer 3 yaitu LCP, layer RF.

WLAN, Wireless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan kompter yang memungkinkan user untuk terkoneksi tanpa menggunakan kabel jaringan. Laptop atau gadget yang dilengkapi dengan kartu wireless LAN bisa bergerak di sekitar gedung sambil membawa komputer dan tetap terhubung ke jaringan mereka tanpa perlu “mencolokkabel.

Ada 4 komponen utama dalam Wireless LAN: Access Point, Wireless LAN Interface, Mobile Desktop/PC, Antena external.

Aplikasi Wireless LAN yang biasa digunakan adalah perluasan jaringan, menghubungkan beberapa gedung, mobilitas, mobile Offices.

WWAN, Wireless WAN memungkinkan user untuk mengakses internet, e-mail, serta aplikasi serta informasi perusahaan meskipun mereka jauh dari kantor. Wireless WAN menggunakan jaringan selular untuk transmisi data.

Bentuk komunikasi teknologi WAN mempunyai kesamaan dengan teknologi PAN dan LAN, akan tetapi WAN mempunyai cakupan skala jaringan yang berbeda. Bentuk komunikasi jaringan WAN antara lain point to point, sirkuit switching, dan paket switching.

Jaringan selular berkembang dengan sangat pesat karena semakin meningkatnya kebutuhan akan jaringan data. Jaringan selular tersebut dimulai dengan munculnya teknologi 1G, 2G, 3G, HSDPA, dll.

Teknologi WWAN terbagi menjadi 3 bagian besar dalam implementasinya di lapangan.

34
34
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :

1. Dalam memahami modul ini, pahami konsep karakteristik perangkat jaringan nirkabel.

2. Setelah itu, pahamilah karakteristik teknologi jaringan nirkabel dan pahamilah kelebihan dan kekurangan tiap-tiap karakteristik jaringan nirkabel.

3. Kemudian, pahamilah arsitektur dari jenis-jenis jaringan nirkabel.

4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihan-latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif daru guru. Kalian akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.

5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah

yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, karakteristik dan ragam jenis- jenis teknologi jaringan nirkabel.

Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang konsep, karakteristik, jenis, dan desain perangkat jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

Pernahkah kalian mengamati antenna yang terpasang di atas rumah? Atau antenna diatas stasiun radio? Pernahkah kalian mencari tahu mengapa pada saat anda sedang telepon seseorang tiba-tiba panggilan terputus? Pada bab ini akan dibahas perangkat apa saja yang membuat koneksi suatu koneksi jaringan nirkabel dapat terhubung.

35
35
Gambar 3.1 Perangkat-perangkat jaringan nirkabel Pada gambar 3.1 terdapat alur kerja dari perangkat-perangkat yang
Gambar 3.1 Perangkat-perangkat jaringan nirkabel Pada gambar 3.1 terdapat alur kerja dari perangkat-perangkat yang
Gambar 3.1 Perangkat-perangkat jaringan nirkabel Pada gambar 3.1 terdapat alur kerja dari perangkat-perangkat yang

Gambar 3.1 Perangkat-perangkat jaringan nirkabel

Pada gambar 3.1 terdapat alur kerja dari perangkat-perangkat yang berperan dalam operasi sebuah jaringan nirkabel, bisakah kalian menjelaskan ilustrasi gambar diatas? Jika belum, mari kita bahas perangkat-perangkat tersebut.

1. Nirkabel Access Point

Pengertian Wireless Access Point yaitu perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access Point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (laptop, printer yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.

a. Fungsi Access Point

Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.

36
36

Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data/internet melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. Gambar 3.1 Access Point b. Penerapan Nirkabel Acces

Gambar 3.1 Access Point

b. Penerapan Nirkabel Acces Point

Hotspot merupakan salah satu penerapan Wireless Acces Point yang paling umum, dimana klien nirkabel dapat terhubung ke internet tanpa memperhatikan jaringan tertentu yang telah mereka sambungkan saat itu. Di kota-kota besar atau di daerah tertentu hotspot umumnya disediakan dalam rumah makan, perpustakaan, stasiun, atau daerah publik lainnya yang memungkinkan banyak orang untuk dapat terus tersambung ke jaringan internet.

2. Nirkabel Router

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh lapis OSI.

Router memiliki fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan men- setting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

37
37

Gambar 3.2 Router

Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari ethernet ke token ring.

a. Fungsi - Fungsi Router

Fungsi utama router yaitu menghubungkan beberapa jaringan untuk menyampaikan data dari suatu jaringan ke jaringan yang lain. Namun router berbeda dengan switch, karena switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan membentuk LAN (local area network). Sedangkan router digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.

Router juga berfungsi untuk menstran misikan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang sistem kerjanya seperti bridge.

Router juga berfungsi untuk menhubungkan jaringan lokal kesebuah koneksi DSL biasa juga disebut DSL router. Router ini umumnya memilki fungsi firewal untuk melakukan penapisan paket berdasarkan sumber serta alamat tujuan paket tersebut, namun tidak semua router memiliki fungsi yang sama.

b. Cara Kerja Router

Fungsi utama router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah router memiliki kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda. Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

3. Antenna Pengarah

Antena ini termasuk jenis antena directional. Antena pengarah bekerja dengan menambah gain pada arah tertentu, sehingga kekuatan radiasinya hanya kuat pada arah tertentu saja. Antena pengarah ini cocok untuk memancarkan radiasi televisi dan radio. Antena dengan bentuk seperti ini memang mengandung resiko yaitu pancaran ke arah lain diluar dari arah yang dituju menjadi kecil. Namun antena pengarah akan sangat membantu ketika melakukan komunikasi jarak jauh, sehingga tidak diperlukan stasiun relay di berbagai arah.

38
38

a.

Antena Yagi

Antena ini ditemukan oleh Dr. H. Yagi dari Tokyo Univesity pada tahun 1926. Antena Yagi atau antena Yagi-Uda RF digunakan secara luas dan merupakan salah satu antena desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF (Radio Frekuensi) direktif. Antena Yagi digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena ini dulu banyak digunakan pada Perang Dunia ke 2 karena antena ini amat mudah dibuat dan tidak terlalu rumit.

Antena Yagi adalah antena directional, artinya dia hanya dapat mengambil atau menerima sinyal pada satu arah (yaitu depan), oleh karena itu antena ini berbeda dengan antena dipole standar yang dapat mengambil sinyal sama baiknya dalam setiap arah. Antena Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 3 20 dBd.

Antena Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 3 – 20 dBd. b. Antena Grid Gambar 3.3 Antenna

b.

Antena Grid

Gambar 3.3 Antenna Yagi

Antena Grid adalah alat yang dipakai untuk mengirim, menerima, memperkuat signal wireless untuk melakukan koneksi point to point, atau point to multipoint dalam bentuk antena. Antenna Grid ditujukan untuk hostspot diluar ruangan (outdoor). Antenna Grid terbagi menjadi 2 macam dengan frekuensi yang berbeda yaitu:

Grid Antena 2,4 GHz

Grid Antena 5,8 GHz

Antenna Grid memiliki jarak tembak sinyal yang cukup jauh, yakni sekitar 15 KM. Jangkauan sinyalnya sekitar 15-25 KM jika tidak ada hambatan. Antena Grid merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Sudut pola pancaran antena ini lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya. Fungsinya adalah dimana antena ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz. Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.

39
39
c. Antena Parabolic Gambar 3.4 Antenna Grid Antena parabolic adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi

c. Antena Parabolic

Gambar 3.4 Antenna Grid

Antena parabolic adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi- frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja response yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal.

Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang. Fungsi antena parabola yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi.

adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi. Gambar 3.5 Antenna Parabolic 4. Antenna Omnidirectional

Gambar 3.5 Antenna Parabolic

4. Antenna Omnidirectional Biasanya antena jenis ini digunakan pada access point (AP). Antena jenis ini mempunyai pola radiasi 360 derajat. Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600. Dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area yang luas. Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya

40
40

yang terlalu luas sehingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan menyebabkan interferensi. Antena omnidirectional mengirim atau menerima sinyal radio dari semua arah secara sama, biasanya digunakan untuk koneksi multiple point atau hotspot. Sering digunakan untuk sambungan point to multi point dan mempunyai penguatan sangat rendah yaitu 3 - 10 dBi.

dan mempunyai penguatan sangat rendah yaitu 3 - 10 dBi . Gambar 3.6 Antenna Omnidirectional Antenna

Gambar 3.6 Antenna Omnidirectional

Antenna omni-directional digunakan ketika melingkupi semua arah sekitar poros horizontal dari antenna dibutuhkan. Antenna omni-directional sangat efektif dimana jangkauan besar dibutuhkan disekitar titik pusat. Sebagai contohnya, menempatkan antenna omni-directional di tengan-tengah sebuah ruanga terbuka dan besar akan melengkapi lingkupan yang bagus. Antenna omni-directional umumnya digunakan untuk design point-to-multipoint dengan bentuk bintang. Penggunaan diluar ruangan, antenna omni-directional harus diletakkan di atas dari struktur (misalnya bangunan) pada pertengahan lingkup area. Contohnya, pada sebuah kampus, antenna bisa saja ditempatkan di pusat kampus untuk lingkup area yang terbesar. Ketika digunakan di dalam ruangan, antenna harus ditempatkan di tengah bangunan atau lingkup area yang diinginkan, dekat dengan langit-langit, untuk jangkauan yang optimum. Antenna omnidirectional memancarkan jangkauan area yang besar pada pola lingkaran dan cocok untuk warehouse atau tradeshows dimana lingkupnya biasanya dari satu sudut bangunan ke sudut bangunan lain.

Access point dan Router memiliki fungsi yang

hampir sama. Bisakah kamu menemukan dimana

perbedaannya?

lain. Access point dan Router memiliki fungsi yang hampir sama. Bisakah kamu menemukan dimana perbedaannya? 41
41
41
Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah pembuat kunci yang baku untuk kebanyakan berbagai

Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah pembuat kunci yang baku untuk kebanyakan berbagai hal berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standard nya di dalam hukum yang diciptakan oleh FCC. Berikut adalah empat standard IEEE yang utama untuk LAN wireless yang adalah salah satu digunakan atau di format draft.

yang adalah salah satu digunakan atau di format draft . 1. IEEE 802.11a Standar 802.11a dipublikasikan

1. IEEE 802.11a

Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun 1999 yang digunakan untuk mendefiniskan jaringan Wireless dengan frekuensi 5 GHz Unlicensed National Information Infrastrusture (UNII). Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar 802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat lagi jika menggunakan teknologi yang tepat. Untuk menggunakan standar 802.11a, perangkat- perangkat komputer (devices) hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24 Mbps.

Kelebihan dari standar 802.11a adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel (cordless) lainnya seperti telepon tanpa kabel (cordless phone) yang umumnya menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada jangkauan.

2. IEEE 802.11b

Bersama dengan 802.11a, IEEE mengesahkan 802.11b, yang merupakan ekstensi kecepatan tinggi, ke standar direct sequence awal pada pita 2.4 GHz dengan kecepatan data sampai dengan 11 Mbps. Access point 802.11b dan radio NIC telah tersedia sejak tahun 1999, sehingga sebagian LAN nirkabel yang dipasang saat ini adalah 802.11b yang selalu mengalah.

42
42

Keuntungan yang biasa didapat dari 802.11b adalah kelengkapan long range-nya.

802.11b memungkinkan anda mampu mencapai jarak 300 kaki pada sebagian besar fasilitas indoor. Kelemahan dari 802.11b adalah anda dibatasi sampai tiga Channel non- overlapping pada pita 2.4 GHz. Standar 802.11 menetapkan 14 Channel (hanya Channel 1 sampai 11 yang tersedia di Amerika Serikat) untuk mengonfigurasi access point.

Walaupun demikian, masing-masing channel menempati kira-kira sepertiga dari keseluruhan pita 2.4GHz saat mengirim sebuah sinyal. Sebagian besar perusahaan hanya menggunakan channel 1, 6, dan 11 untuk memastikan access point tidak berinteferensi satu sama lain. Hal tersebut membatasi kapasitas 802.11b sehingga menjadikannya paling sesuai untuk mendukung aplikasi performa medium, seperti e- mail dan surfing.

3. IEEE 802.11g

Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal ini tidak dimiliki oleh standar 802.11a.

Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless yang menggunakan standar 802.11b. Dibandingkan dengan 802.11a, ternyata 802.11g memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan standar 802.11b.

Kelebihan dari 802.11g adalah bahwa standar tersebut merupakan kompatibel terbalik dari 802.11b. Perusahan dengan keberadaan jaringan 802.11b biasanya dapat meng- upgrade access point-nya menjadi 802.11g melalui peng- upgradean firmware sederhana.

802.11g melalui peng- upgradean firmware sederhana. Hal tersebut menyediakan jalur perpindahan yang efektif

Hal tersebut menyediakan jalur perpindahan yang efektif untuk LAN nirkabel. Kelemahan 802.11g, seperti kemungkinan interferensi RF dan keterbatasan tiga Channel non- overlapping, masih berlaku pada 802.11g dikarenakan pengerjaan di pita

43
43

2.4 GHz. Sebagai hasilnya, jaringan 802.11g memiliki pembatas kapasitas sebanding dengan 802.11a.

4. IEEE 801.11n

IEEE 802.11n merupakan salah satu keluarga besar standart dari IEEE 802.11. Sebelumnya ada 802.11a, 802.11b dan 802.11g. Masing-masing standart mempunyai teknik modulasi, kecepatan serta sistem keamanan yang berbeda-beda. 802.11n adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple- input multiple-output (MIMO) dan banyak fitur-fitur baru

lainnya.

IEEE 802.11n dikeluarkan pada tahun 2009 dan baru diproduksi perangkat maupun device nya baru- baru ini. Standart ini secara teori mampu mentrasferkan kecepatan data hingga 600 Mbps tetapi ketika di uji coba oleh WiFi Alliance yaitu badan yang menguji standart ini kecepatannya hanya

450Mbps.

standart ini kecepatannya hanya 4 5 0 M b p s . Gambar 3.7 Infografik kecepatan

Gambar 3.7 Infografik kecepatan 802.11n

Pada tabel dibawah ini merupakan perbandingan antar standart IEEE 802.11 yang sudah ditetapkan dari IEEE 802.11a hingga 802.11n

Tabel 3.1 Perbandingan spesifikasi IEEE 802.11

44
44
1. Jaringan Nirkabel Ad Hoc Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan nirkabel. Disebut

1. Jaringan Nirkabel Ad Hoc

Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan nirkabel. Disebut ad hoc network karena tidak bergantung pada infrastruktur yang sudah ada, seperti router dalam jaringan kabel ataupun access point pada jaringan nirkabel. Dalam ad hoc network, setiap node bertugas dalam me-routing data kepada node lain, jadi penentuan node mana yang mengirimkan data dibuat secara dinamis berdasarkan konektivitas dari jaringan itu sendiri.

Dalam jaringan ad hoc, tidak ada base station, dan tidak ada pengawas yang memantau kinerja jaringan secara keseluruhan. Sensor yang digunakan di jaringan ad hoc akan aktif dan mencoba untuk menentukan berapa banyak sensor aktif lainnya yang berada dalam jangkauan komunikasi. Bersama-sama, sensor kemudian mengumpulkan informasi apapun yang mereka butuhkan untuk melakukan tugas kolektif mereka.

yang mereka butuhkan untuk melakukan tugas kolektif mereka. Gambar 3.8 Ilustrasi cara kerja Ad-Hoc Karena perangkat

Gambar 3.8 Ilustrasi cara kerja Ad-Hoc

Karena perangkat genggam seperti smartphone ataupun tablet pc menjadi lebih canggih dan diminati orang, prospek bahwa mereka dapat mengatur diri mereka sendiri ke dalam ad hoc network juga menjadi lebih menarik.

Jaringan ad hoc dilihat dari sisi topologi jaringan merupakan kumpulan dari beberapa node jaringan wireless multihop yang dinamis. Setiap node-nya mempunyai interface wireless untuk berkomunikasi dengan node lainnya. Jaringan ad hoc mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap node-nya.

45
45
Gambar 3.9 Topologi Jaringan Ad-Hoc a. Membuat jaringan Ad-Hoc Konfigurasi ad-hoc dengan menggunakan operating system

Gambar 3.9 Topologi Jaringan Ad-Hoc

a. Membuat jaringan Ad-Hoc

Konfigurasi ad-hoc dengan menggunakan operating system windows 7 dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Bukalah jendela Network and Sharing Center di Control Panel. Klik “Setup

a New Connection or Network, maka akan ditampilkan jendela sebagai berikut.

” , maka akan ditampilkan jendela sebagai berikut . Gambar 3.10 Set Up a Connection or

Gambar 3.10 Set Up a Connection or Network

2. Klik pada “Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network, kemudian klik “Next”. Jendela “Set up an Ad hoc Networkakan tampil. Aturlah network name, security type dan security key sesuai dengan yang diinginkan. Beri tanda centang pada “Save this network, kemudian klik “Next”. Klik “Close.

46
46
Gambar 3.10 Set Up Ad-Hoc Network 3. Konfigurasi Ad-hoc selesai. Note: • Laptop yang telah

Gambar 3.10 Set Up Ad-Hoc Network

3. Konfigurasi Ad-hoc selesai.

Note:

Laptop yang telah diatur menjadi ad-hoc mode akan mem-broadcast jaringan ad-hoc yang sudah dibuat dan akan menunggu laptop lain untuk koneksi ke ad- hocter sebut, seperti pada tampilan di bawah ini.

ke ad- hocter sebut, seperti pada tampilan di bawah ini. Gambar 3.11 Broadcast SSID adhoc_me •

Gambar 3.11 Broadcast SSID adhoc_me

Pada laptop user yang ingin koneksi ke jaringan ad-hoc, user memilih SSID adhoc_me dan memilih connect. User diminta untuk memasukkan security key yang telah diatur pada saat konfigurasi adhoc_me.

47
47
Gambar 3.12 Koneksi user ke jaringan Ad-hoc b. Keuntungan : • Tidak memerlukan dukungan backbone

Gambar 3.12 Koneksi user ke jaringan Ad-hoc

b. Keuntungan :

Tidak memerlukan dukungan backbone infrastruktur sehingga mudah diimplementasikan dan sangat berguna ketika infrastruktur tidak ada ataupun tidak berfungsi lagi.

Mobile node yang selalu bergerak (mobility) dapat mengakses informasi secara real time ketika berhubungan dengan mobile node lain, sehingga pertukaran data dan pengambilan keputusan dapat segera dilaksanakan.

Fleksibel terhadap suatu keperluan tertentu karena jaringan ini memang bersifat sementara.

Dapat direkonfigurasi dalam beragam topologi baik untuk jumlah user kecil hingga banyak sesuai dengan aplikasi dan instalasi (scalability).

c. Kerugian (Permasalahan) :

Packet loss (kehilangan paket) akan terjadi bila transmisi mengalami kesalahan

(error).

berada

terjadi

Seringkali

disconnection,

karena

tidak

selalu

area cakupan.

dalam

Bandwidth

menghasilkan koneksi yang optimal diperlukan bandwidth komunikasi yang tinggi.

Lifetime baterai yang singkat. Karena area ad-hoc yang digunakan tidak selalu berada dalam jangkauan terminal listrik sehingga perangkat yang terhubung hanya menggunakan daya baterai pada saat beroperasi.

yang terbatas, sehingga untuk dapat

komunikasi

48
48

Kapasitas kemampuan jangkauan mobile node yang terbatas dan bervariasi.

Perbedaan spesifikasi peralatan yang terhubung menyebabkan perbedaan juga dalam penerimaan paket data.

2.

Infrastuktur

Pada topologi ini semua komputer yang saling terhubung akan dikontrol ke dalam access point. Access point itu sendiri akan terhubung langsung kepada sebuah komputer yang berfungsi sebagai pusat pengendali. Metode akses ini sama halnya dengan client server pada jaringan kabel.

ini sama halnya dengan client server pada jaringan kabel. Gambar 3.10 Mode infrastruktur Jika komputer pada

Gambar 3.10 Mode infrastruktur

Jika komputer pada jaringan nirkabel ingin mengakses jaringan nirkabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan tersebut harus menggunakan mode infrastruktur gambar 3.11. Pada gambar tersebut access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan nirkabel. Access point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.

49
49
Gambar 3.11 Ilustrasi cara kerja mode Infrastruktur a. Karakteristik Jaringan Infrastru kt ur Untuk penggunaan

Gambar 3.11 Ilustrasi cara kerja mode Infrastruktur

a. Karakteristik Jaringan Infrastruktur

Untuk penggunaan jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur dibutuhkan peralatan tambahan berupa Wireless Access Point (WAP) atau dikenal dengan istilah lain Access Point (AP). Access point bekerja seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point menjadi pusat dari jaringan WLAN.

b. Kelebihan Jaringan Infrastruktur

Dengan jaringan infrastruktur dapat berbagi koneksi internet dengan setiap

client, layanan ini yang paling banyak dan umum digunakan saat ini.

Komputer pada jaringan LAN dan nirkabel dapat terhubung satu sama lain, sehingga dapat digunakan untuk memperluas jaringan LAN, khususnya untuk client yang nomaden atau berpindah-pindah.

Jika jangkauan sinyal nirkabel tidak cukup untuk menjangkau seluruh area kantor misalnya, maka bisa diperluas menggunakan access point untuk memperluas coverage area jaringan nirkabel sehingga tidak perlu membuat jaringan baru.

Pada infrastrutktur jaringan dapat di set up seperti pada jaringan LAN, siapa saja user yang dapat mengakses dan bagaimana autentifikasi keamanan yang diberikan.

c. Kekurangan Jaringan Infrastruktur

Dengan menggunakan wireless infrastructure, data rate akan lebih rendah jika dibandingkan dengan ad-hoc maupun LAN, karena infrastructure mode tidak point to point sebagaimana pada ad-hoc. Sedangkan jika dibandingkan dengan LAN, media yang digunakan nirkabel adalah gelombang radio atau

50
50

udara sedangkan LAN menggunakan media kabel yang lebih cepat data rate- nya. Untuk menyetel/setup jaringan nirkabel diperlukan pengetahuan dan kemampuan routing serta manajemen server terutama jika terkoneksi dengan sambungan internet. Karena untuk menyetel jaringan wireless infrastructure tidak semudah menyetel jaringan ad-hoc. Bahkan jika untuk yang advance dibutuhkan analisis jaringan wireless seperti pemiilhan channel yang digunakan jika disekitar area tersebut ada jaringan wireless lainnya untuk memaksimalkan sinyal dan juga transfer data wireless. Membangun wireless infrastructure membutuhkan perangkat access point untuk menghubungkan dan manajemen client. Jika dibandingkan dengan ad- hoc mode tentu jauh lebih mahal karena harus membeli perangkat access point.

lebih mahal karena harus membeli perangkat access point . Pemahaman tentang channel sangat penting sebab hal

Pemahaman tentang channel sangat penting sebab hal ini berkaitan dengan kapasitas secara keseluruhan dari WLAN. Channel merupakan sebuah bagian pada pita atau band frekuensi radio. Ada sejumlah kecil bandwidth yang membawa data saat modulasi frekuensi radio berada di band sebuah frekuensi. Bagian ini sangat penting agar setiap frekuensi tidak saling bertumpuk (overlap), sehingga jaringan akan tersusun dalam urutan data paket tertentu saat dikirimkan. Infrastruktur Wi-Fi IEEE 802.11b pada dasarnya mempunyai jumlah channel yang sangat terbatas sekali. Pada jaringan yang sangat padat, tidak semua channel dapat digunakan sekaligus untuk mengurangi interferensi di infrastruktur. Berikut adalah channel pada frekuensi 2,4 MHz.

Tabel 2.1 Channel frekuensi 2,4 GHz

Channel

Frekuensi (GHz)

1

2,412

2

2,417

3

2,422

4

2,427

5

2,432

6

2,437

7

2,442

8

2,447

9

2,452

51
51

10

2,457

11

2,462

12

2,467

13

2,472

14

2,484

Tidak semua channel dapat digunakan di semua Negara. Di Amerika Utara Amerika Serikat dan Kanada hanya dapat menggunakan channel 1-11 saja. Di Eropa dapat menggunakan channel 1-13. Jepang hanya menggunakan channel 14. Oleh karenanya sangat tergantung pada peraturan masing-masing negara. Untuk Wi-Fi yang berbasis IEEE 802.11b yang menggunakan modulasi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), kita akan melihat lebar spektrum yang digunakan 22 MHz untuk setiap stasiun yang memancar.

52
52
A. Jenis-Jenis Perangkat Jaringan Nirkabel 1. Nirkabel Router Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket

A. Jenis-Jenis Perangkat Jaringan Nirkabel

1. Nirkabel Router

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya. Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan.

2. Nirkabel Access Point

Perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan. Hotspot merupakan salah satu penerapan Wireless Acces Point yang paling umum

3. Antena Pengarah

Antena ini termasuk jenis antena directional. Antena pengarah bekerja dengan menambah gain pada arah tertentu, sehingga kekuatan radiasinya hanya kuat pada arah tertentu saja. Antena pengarah ini cocok untuk memancarkan radiasi televisi dan radio.

B. Standarisasi IEEE

1. 802.11a

Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar 802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat lagi jika menggunakan teknologi yang tepat.

2. 802.11b

Keuntungan yang biasa didapat dari 802.11b adalah kelengkapan long rangenya. 802.11b memungkinkan anda mampu mencapai jarak 300 kaki pada sebagian besar fasilitas indoor.

3. 802.11g

Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan

53
53

pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b.

4. 802.11n

Standart ini secara teori mampu mentrasferkan kecepatan data hingga 600 Mbps tetapi ketika di uji coba oleh WiFi Alliance yaitu badan yang menguji dengan menggunakan beberapa AP, misalnya pada topologi EBSS.

C. Bentuk Jaringan Nirkabel

1. Ad Hoc

Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan wireless, disebut ad hoc network karena tidak bergantung pada infrastruktur yang sudah ada, seperti router dalam jaringan kabel ataupun Access Point pada jaringan nirkabel.

Node-node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan layaknya router.

2. Infrastruktur

Pada topologi ini semua komputer yang saling terhubung akan dikontrol ke dalam Access Point.

Untuk penggunaan jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur dibutuhkan peralatan tambahan berupa Wireless Access Point (WAP) atau dikenal dengan istilah lain Access Point (AP).

D. Nirkabel Channel

Channel merupakan sebuah bagian pada pita frekuensi radio. Ada sejumlah kecil bandwidth yang membawa data saat modulasi frekuensi radio berada di band sebuah frekuensi. Bagian ini sangat penting agar setiap frekuensi tidak saling bertumpuk (overlap), sehingga jaringan akan tersusun dalam urutan data paket tertentu saat dikirimkan.

54
54
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep dan urutan langkah dalam melalukan perancangan
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep dan urutan langkah dalam melalukan perancangan

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep dan urutan langkah dalam melalukan perancangan jaringan nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :

1. Dalam memahami modul ini, pahami urutan langkah dalam melakukan site survey.

2. Setelah itu, pahamilah macam-macam topologi jaringan nirkabel dan kondisi channel dan pahamilah cara-cara dalam mengatasi interferensi.

3. Kemudian, pahamilah kondisi channel dalam frekuensi gelombang radio.

4. Terakhir, pahamilah cara dalam mengatasi interferensi.

5. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihan- latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.

6. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, urutan langkah dalam melakukan perancangan jaringan nirkabel secara terstruktur.

Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang konsep, jenis topologi, urutan langkah, dan solusi dalam perancangan jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai. No   Indikator Ya Tidak Bila jawab an

No

 

Indikator

Ya

Tidak

Bila jawaban “TidakPelajari Materi

1

Dapatkah anda menjelaskan Site Survey?

   

Pelajari sub Bab A

2

Dapatkah

anda

menjelaskan

   

Pelajari sub Bab B

topologi

55
55

3

Dapatkah anda menjelaskan konsep kondisi

Pelajari sub Bab C

4

Dapatkah anda menjelaskan interferensi?

Pelajari sub Bab D

anda menjelaskan interferensi? Pelajari sub Bab D Pada saat anda sedang mengakses internet dan melihat di

Pada saat anda sedang mengakses internet dan melihat di dekat anda terpasang sebuah access point, apa yang anda pikirkan? Mengapa access point tersebut bisa terpasang disitu? Hanya asal saja, atau memang sudah direncanakan demikian? Tentunya dalam merancang koneksi nirkabel, kita tidak bisa asal dalam memasang titik-titik yang akan kita berikan access point. Oleh karena itu, kita perlu rencana dalam merancang sebuah koneksi nirkabel. Hal ini bukan tanpa sebab. Jika kita asal dalam merancang koneksi nirkabel, akan terjadi banyak gangguan seperti interferensi/gangguan, sinyal hilang, dan sebagainya pada saat kita mengggunakan jaringan tersebut.

hilang, dan sebagainya pada saat kita mengggunakan jaringan tersebut. Gambar 4.1 Contoh rancangan jaringan nirkabel 56

Gambar 4.1 Contoh rancangan jaringan nirkabel

56
56
Survey lapangan dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat (sites) dan melakukan observasi bahwa lintasan radio yang

Survey lapangan dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat (sites) dan melakukan observasi bahwa lintasan radio yang akan dibangun bebas dari rintangan (line of sight, LOS) Gangguan potensial terhadap interupsi lintasan radio di masa yang akan datang seperti pepohonan, perencanaan bangunan atau perumahan perlu juga dipertimbangkan.

Tujuan dari survey lapangan adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan penempatan peralatan nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta jangkauan frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel dengan baik. Site survey merupakan langkah yang sangat penting dalam mengimplementasikan jaringan nirkabel. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan kegiatan site survey antara lain:

1. Menentukan koordinat Access Point

Cara mudah memulai kegiatan site survey adalah mengambil koordinat area tertentu yang memerlukan jangkauan access point. Pilih bagian sudut ruangan, lalu pasangkan sebuah access point. Survey jangkauannya hingga titik terjauh dari access point, kemudian tandai titik tersebut. Kemudian, pindahkan access point yang semula disimpan di sudut ruangan ke titik yang telah kita beri tanda sebelumnya. Kegiatan ini mungkin perlu memindahkan access point beberapa kali supaya dapat menetapkan lokasi terbaik. Setiap memutuskan lokasi terbaik access point, coba berpindah ke sudut yang berbeda dan mengulangi proses seperti diatas. Di dalam sebuah ruang yang sederhana, dapat mengulangi kegiatan di atas hingga empat kali. Jika ingin pengguna tidak kehilangan sinyal ketika berpindah dari satu sel ke sel lainnya, maka kita perlu merancang agar antar sel dapat saling membentuk irisan (overlap).

merancang agar antar sel dapat saling membentuk irisan (overlap) . Gambar 4.2 Menentukan titik koordinat access

Gambar 4.2 Menentukan titik koordinat access point

57
57

2.

Menentukan Pemilihan Channel

Ada 3 channel yang digunakan dalam overlapping. Perbedaan channel ini dimaksudkan agar tidak terjadi suatu bentuk interferensi yang mungkin terjadi akibat perpaduan frekuensi yang sama pada suatu wilayah tertentu. Supaya menghasilkan data rate yang maksimal, kita dapat menggunakan ketiga channel tersebut. Dengan menggunakan channel yang non-overlapping, maka access point tidak akan saling berinterferensi satu dengan lainnya.

3. Menentukan Data Rate

Sebaiknya, kita mengetahui data rate minimum yang akan digunakan. Data rate yang ditetapkan akan mempengaruhi hasil site survey yang kita lakukan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan site survey antara lain:

Proses dilakukan dengan metode trial and error.

Umumnya, pengalaman akan sangat berperan.

Koordinasi antar sesama engineer sangat diperlukan.

Umumnya, solusi site survey lebih dari satu.

4. Memperkirakan Noise

Telepon, pemancar video, bluetooth, alat monitor bayi, dan bahkan microwave ovens bersaing dengan jaringan data nirkabel untuk penggunaan sangat terbatas 2,4 GHz band. Sinyal tersebut, serta jaringan nirkabel lokal lainnya, dapat menimbulkan masalah besar terutama untuk sambungan nirkabel link jarak jauh. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat anda gunakan untuk mengurangi penerimaan sinyal yang tidak diinginkan.

a. Meningkatkan penguatan antena pada kedua sisi dari sambungan point-to- point. Antena tidak hanya untuk menambah penguatan sambungan, tetapi mereka cenderung meningkat arah penangkapan sinyal dan menolak noise yang ada sekitar sambungan. Dua parabola dengan penguatan tinggi yang diarahkan satu sama lain akan menolak noise dari arah yang berada di luar jalur sambungan.

b.

Gunakan beberapa antenna sektoral jangan menggunakan omnidirectional.

Dengan menggunakan beberapa antenna sektoral, anda dapat mengurangi noise yang diterima di titik distribusi. Dengan membedakan kanal yang digunakan pada setiap sektoral, anda juga dapat meningkatkan bandwidth yang tersedia untuk klien anda.

58
58
Gambar 4.3 Omnidirectional vs Antena Sektoral c. Gunakan channel terbaik yang ada . Ingat bahwa

Gambar 4.3 Omnidirectional vs Antena Sektoral

c. Gunakan channel terbaik yang ada. Ingat bahwa kanal 802.11b/g lebarnya 22

MHz, tetapi hanya dipisahkan oleh 5MHz. Lakukan site survey, dan pilih saluran yang sedikit sekali gangguannya. Ingat bahwa penggunaan frekuensi nirkabel dapat berubah sewaktu-waktu karena orang menambahkan perangkat baru (cordless telepon, jaringan lain, dll). Jika sambungan anda tiba-tiba kesulitan mengirimkan paket, anda mungkin perlu melakukan sebuah site survey lagi dan memilih kanal yang lain.

sebuah site survey lagi dan memilih kanal yang lain. Setelah memahami beberapa item dalam membangun sistem

Setelah memahami beberapa item dalam membangun sistem nirkabel, hal yang penting lainnya adalah masalah topologi jaringan nirkabel yang optimal. Jaringan nirkabel mempunyai sedikit perbedaan pada tipe topologinya. Langkah selanjutnya adalah memilih topologi yang akan digunakan pada jaringan nirkabel yang akan dibuat. Pada jaringan nirkabel terdapat 3 macam topologi yaitu IBSS, BSS, dan ESS.

1. Independent Basic Service Sets (IBSS)

IBSS atau Ad-hoc adalah topologi WLAN yang menghubungkan antara beberapa klien dari nirkabel tanpa menggunakan access point. Beberapa klien nirkabel yang berkomunikasi dengan model IBSS memiliki beberapa kelemahan. Jika semakin banyak kliennya maka prosesnya akan menjadi lambat yang disebabkan oleh keterbatasaan dari perangkat nirkabel client.

59
59
Gambar 4.4 topologi IBSS Topologi IBSS mirip dengan model point to point dan juga point

Gambar 4.4 topologi IBSS

Topologi IBSS mirip dengan model point to point dan juga point to multipoint pada jaringan kabel LAN namun bedanya tidak adanya sebuah terminal (access point) seperti halnya switch pada LAN yang berfungsi untuk membuat perangkat-perangkat nirkabel klien saling terhubung. Kelemahan lain adalah karena tidak adanya access point maka nirkabel client tidak bisa mengatur prioritas dari perangkat mana yang harus didahulukan. Hal ini menyebabkan tabrakan atau collusion yang tentu dapat membuat komunikasi jadi lambat.

2. Basic Service Sets (BSS)

BSS adalah kumpulan dari perangkat nirkabel yang terhubung satu sama lain dengan perantaraan sebuah perangkat access point. Perangkat access point berfungsi sebagai terminal pusat, semua klien nirkabel harus terhubung dahulu dengan access point sebelum berkomunikasi dengan klien yang lain. Pada klien WLAN harus beroperasi menggunakan mode Infrastructure Basic Service Set, jika tidak maka tidak bisa berkomunikasi dengan access point. BSS lebih bagus dari topologi IBSS.

tidak maka tidak bisa berkomunikasi dengan access point . BSS lebih bagus dari topologi IBSS. Gambar

Gambar 4.5 topologi BSS

60
60

3.

Extended Service Sets (ESS)

Extended Service Sets (ESS) adalah kumpulan dari beberapa topologi BSS. Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point (AP), access point - access point dalam topologi ESS terhubung satu sama lain melalui port uplink. Alasan utama dipakainya model topologi ini adalah untuk memperluas daya jangkau AP dan juga karena meningkatnya beban yang mesti dilayani oleh satu AP.

karena meningkatnya beban yang mesti dilayani oleh satu AP. Gambar 4.6 topologi ESS User dapat melakukan

Gambar 4.6 topologi ESS

User dapat melakukan roaming ke sel yang lain dengan cukup mudah tanpa kehilangan sinyal. Extended service set (ESS) memperkenalkan kemungkinan melakukan forwarding dari sebuah sel radio ke sel yang lain melalui jaringan kabel. Kombinasi access point dengan jaringan kabel akan membentuk Distribution System (DS).

Dari penjelasan topologi nirkabel diatas, bisakah kamu

memberikan contoh dimana penerapan topologi

nirkabel dalam kehidupan kita sehari-hari?

61
61
Pada sub bab ini akan dibahas frekuensi 2,4 GHz yang merupakan frekuensi yang paling banyak

Pada sub bab ini akan dibahas frekuensi 2,4 GHz yang merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh perangkat-perangat nirkabel saat ini. Sebenarnya frekuensi 2,4 GHz masih dibagi lagi menjadi beberapa frekuensi yang lebih spesifik. Frekuensi 2,4 GHz dibagi lagi menjadi beberapa channel, yang menentukan satuan terkecil dari frekuensi 2,4 GHz tadi.

Jika diperhatikan, antara satu channel dengan channel lainnya terpisah 0,005 GHz, kecuali antara channel 13 dan channel 14 yang terpisah 0,014 GHz. Setiap channel memiliki rentang channel sebesar 22 MHz atau 0,022 GHz. Ini mengakibatkan sinyal dari sebuah channel masih akan dirasakan oleh channel lain yang bertetangga. Misalnya sinyal pada channel 1 masih akan terasa di channel 2, 3, 4 dan 5. Karena rentang frekuensi yang saling overlapping (menutupi) maka penggunaan channel yang berdekatan akan mengakibatkan gangguan interferensi. Hal ini mirip yang terjadi pada pemancar Radio FM, suatu frekuensi station radio tidak boleh berdekatan dengan frekuensi station radio lain, karena siaran radio mereka akan saling mengganggu jika frekuensi yang mereka gunakan berdekatan. Secara lengkap gambaran interferensi yang akan terjadi antar channel dapat dilihat pada gambar berikut:

terjadi antar channel dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.7 Interferensi pada Tiap Channel Berdasarkan

Gambar 4.7 Interferensi pada Tiap Channel

Berdasarkan gambar di atas, kita bisa melihat bahwa interferensi channel akan terhindar jika kita menggunakan aturan +5 atau -5 dengan frekuensi yang sudah digunakan. Sebagai contoh, channel 6 tidak akan overlapping dengan channel 1 atau channel 11.

Contoh penerapan aturan +5 atau -5 ini misalnya pada saat kita akan mengkonfigurasikan sebuah access point, ternyata disekitar kita sudah ada access point milik orang lain. Sebelum menentukan channel yang akan kita gunakan di access point kita, cari tahu terlebih dahulu channel yang digunakan oleh access point tetangga kita. Pengguna bisa menggunakan aplikasi netstumbler untuk mesin Windows ataupun Airodumping untuk mesin Linux. Jika ternyata tetangga kita menggunakan channel 8 pada access point-nya, maka channel yang dapat digunakan pada access point adalah channel 3 atau channel 13.

62
62
Media yang digunakan dalam pertukaran data pada jaringan nirkabel berbeda dengan yang ada pada jaringan

Media yang digunakan dalam pertukaran data pada jaringan nirkabel berbeda dengan yang ada pada jaringan kabel. Pada jaringan nirkabel media yang digunakan adalah gelombang radio dengan menggunakan frekuensi radio tertentu, dengan media pertukaran data yang berupa gelombang radio ini tentu kita tidak dapat sepenuhnya mengontrol sebagaimana pada kabel. Interferensi atau gangguan yang ada pada nirkabel lebih banyak karena menggunakan media publik yang dapat digunakan oleh siapa saja.

1. Teknik Mengatasi Interferensi

Pada operasional infrastruktur WI-Fi di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita hadapi access point bersama adalah berkurangnya throughput, karena tingginya interferensi dan noise. Sinyal yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus yaitu:

a. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas penerima.

b. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise

didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan”.

sebagai “s egala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan ”. Gambar 4.8 Ilustrasi interferensi sinyal

Gambar 4.8 Ilustrasi interferensi sinyal

63
63

2.

Memaksimalkan Level Sinyal yang Diterima

Kita sebenarnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan adalah :

a. Link Budget - daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.

b. Line Of Sight - jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.

c. Fresnel Zone - harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.

d. Installation - pastikan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik

3. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise

Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi. Beberapa sumber noise adalah :

a. Natural noise noise dari atmosfir dan galaksi.

b. Manmade noise sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk oven microwave, telepon cordless dan indoor WI-FI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.

c. Receiver noise noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.

d. Interferensi jaringan lain interferensi yang disebabkan oleh jaringan nirkabel lain yang bekerja pada band yang sama.

e. Interferensi jaringan kita sendiri terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi antar channel atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak benar.

f. Interferensi dari sinyal out of band disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager.

64
64
1. Site Survey Site Survey RF merupakan proses yang dilakukan oleh surveyor. Tujuannya adalah memetakan

1. Site Survey

Site Survey RF merupakan proses yang dilakukan oleh surveyor. Tujuannya adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan penempatan peralatan nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta jangkauan (coverage) frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel dengan baik.

2. Topologi Jaringan Nirkabel

Pada jaringan nirkabel terdapat 3 macam topologi yaitu:

1. Independent Basic Service Sets (IBSS)

2. Basic Service Sets (BSS)

3. Extended Service Sets (ESS)

3. Kondisi Channel

Perangkat WLAN bekerja dengan gelombang elektromagnetik, sehingga perangkat ini akan beroperasi pada frekuensi tertentu. Karena akan digunakan oleh pengguna secara luas, maka frekuensi yang dipilih adalah frekuensi yang sudah digratiskan yaitu frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz.

4. Interferensi

Untuk mengatasi interferensi pada frekuensi ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

1. Memaksimalkan Level Sinyal yang Diterima

2. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise

3. Strategi Mengalahkan Interferensi

65
65
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat yang dibutuhkan dalam melalukan
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat yang dibutuhkan dalam melalukan
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat yang dibutuhkan dalam melalukan
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat yang dibutuhkan dalam melalukan

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat yang dibutuhkan dalam melalukan pemasangan jaringan nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :

1. Dalam memahami modul ini, pahami urutan bab.

2. Setelah itu, pahamilah macam-macam jenis antena.

3. Kemudian, pahamilah sistem pengkabelan antena.

4. Sebelum mempelajari konektor antena, sebutkan jenis-jenis kabel yang kalian ketahui yang ada di lingkungan sekitar kepada guru kalian.

5. Kemudian, pelajari macam-macam jenis konektor.

6. Terakhir, pahamilah cara dalam pointing antena.

7. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihan-latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.

8. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan

perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, urutan langkah dalam melakukan perancangan jaringan nirkabel secara terstruktur.

Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang konsep, sistem pengkabelan, jenis konektor, dan pengarahan antena dalam pemasangan perangkat jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

66
66
No   Bila jawaban “ Tidak ” 1 Dapatkah anda menjelaskan jenis-jenis antena sub bab

No

 

Bila jawaban

Tidak

1

Dapatkah anda menjelaskan jenis-jenis antena

sub bab A

2

Dapatkah anda mennjelaskan konsep antena ?

sub bab B

3

Dapatkah anda menjelaskan pointing antena

Pelajari sub Bab C

anda menjelaskan pointing antena Pelajari sub Bab C Dikehidupan sehari-hari kita tentunya sering melihat antena

Dikehidupan sehari-hari kita tentunya sering melihat antena yang terpasang di atap rumah dan kabel yang menghubungkan perangkat elektronik kita. Pernahkah kita mencari tahu sistem kerja bagaimana antena bisa menangkap sinyal? Apa saja yang mencakup pemasangan antenna? Bagaimana cara pemasangan atau fungsi kabel yang menghubungkan agar suatu informasi dapat tersampaikan? Pada bab ini kita akan membahas pertanyaan-pertanyaan diatas tentang pemasangan perangkat jaringan nirkabel.

diatas tentang pemasangan perangkat jaringan nirkabel. Gambar 5.1 Ilustrasi pemasangan perangkat jaringan nirkabel

Gambar 5.1 Ilustrasi pemasangan perangkat jaringan nirkabel

67
67
Antena merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah sinyal frekuensi yang tinggi dalam suatu saluran

Antena merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah sinyal frekuensi yang tinggi dalam suatu saluran transmisi (kabel atau waveguide) ke dalam gelombang propagasi di udara. Berikut ini adalah kategori umum dari antena :

1. Omni-directional

2. Semi-directional

3. Highly-directional

1. Antena omni-directional (Dipole)

Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat diletakkan ditengah- tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi

frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi Gambar 5.2 Antena Dipole Radiasi dari antena dipole

Gambar 5.2 Antena Dipole

Radiasi dari antena dipole sama-sama dalam semua arah di setiap sumbu axis-nya, tetapi radiasinya tidak terlalu panjang dari kawatnya sendiri. Gambar bagian samping dari radiator antena dipole seperti gelombang radiasi pada gambar 5.2. Gambar ini

68
68

juga mengilustrasikan bentuk antena dipole gambar 5.3dalam bentuk-bentuk radiasinya jika digambarkan dari samping seperti antena yang tegak lurus.

digambarkan dari samping seperti antena yang tegak lurus. Gambar 5.3 Gambar Samping Antena Dipole Gambar 5.4

Gambar 5.3 Gambar Samping Antena Dipole

yang tegak lurus. Gambar 5.3 Gambar Samping Antena Dipole Gambar 5.4 Cakupan area dengan penguatan terbesar

Gambar 5.4 Cakupan area dengan penguatan terbesar antena omni-directional

Antena omni-directional umumnya digunakan untuk desain point-to-multipoint dengan menggunakan topologi star (Lihat gambar 5.5).

point-to-multipoint dengan menggunakan topologi star (Lihat gambar 5.5). Gambar 5.5 Hubungan Point-to-multipoint 69

Gambar 5.5 Hubungan Point-to-multipoint

69
69

2.

Antena semi-directional

Antena Semi Directional terdiri dari bermacam-macam bentuk dan jenis. Beberapa tipe antena Semi Directional yang sering digunakan bersama wireless LAN adalah antena Patch, Panel dan Yagi. Pada Gambar 2.6 menunjukkan contoh antena Semi Directional.

Pada Gambar 2.6 menunjukkan contoh antena Semi Directional. Gambar 5.6 Contoh antena Semi-Directional Antena Semi

Gambar 5.6 Contoh antena Semi-Directional

Antena Semi directional sering memancarkan dalam bentuk hemispherical atau pola lingkup silinder seperti yang diperlihatkan pada Gambar 5.7.

lingkup silinder seperti yang diperlihatkan pada Gambar 5.7. Gambar 5.7 Pola radiasi antena Semi Directional Selanjutnya

Gambar 5.7 Pola radiasi antena Semi Directional

Selanjutnya pada Gambar 5.8 menggambarkan hubungan antara dua bangunan yang menggunakan antena semi directional.

dua bangunan yang menggunakan antena semi directional . Gambar 5.8 Hubungan point-to-point menggunakan antena

Gambar 5.8 Hubungan point-to-point menggunakan antena semi-directional

70
70

3.

Antena Highly-directional

Antena highly directional memiliki daerah pancaran sinyal yang terbatas dari tipe antena apapun dan mempunyai gain yang besar dari ketiga group antena tetapi antena jenis ini mempunyai beamwidth yang sangat terbatas dan harus ditujukan secara akurat satu sama lain. Pada Gambar 5.8 menunjukkan bentuk pola radiasi antena highly directional.

menunjukkan bentuk pola radiasi antena highly directional . Gambar 5.9 Pola radiasi antena Highly Directional Antena

Gambar 5.9 Pola radiasi antena Highly Directional

Antena highly directional secara khusus berbentuk cekung atau berbentuk piringan satelit. Contoh dari antena highly directional, yakni antena parabolic dan antena grid, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.9. Antena jenis ini cocok untuk jarak jauh dan untuk hubungan wireless point-to-point dan memancarkan pada jarak hingga 25 mil

(42km).

dan memancarkan pada jarak hingga 25 mil (42km). Gambar 5.10 Contoh Antena Highly Directional Dalam
dan memancarkan pada jarak hingga 25 mil (42km). Gambar 5.10 Contoh Antena Highly Directional Dalam

Gambar 5.10 Contoh Antena Highly Directional

Dalam menghubungkan jaringan disebuah instansi yang

terdapat banyak gedung, antena apakah yang efektif digunakan

untuk menangkap sinyal wireless LAN antar gedung?

Jelaskan alasannya

71
71
1. Untuk dapat menentukan antena yang cocok, kita harus memahami konsep yang terkait dengan antena.

1. Untuk dapat menentukan antena yang cocok, kita harus memahami konsep yang terkait dengan antena.

a.

Polarisasi

Polarisasi atau Peng-kutuban adalah orientasi fisik dari antena pada posisi horizontal dan vertical. Bagian electric paralle dengan element pancaran elemen antena merupakan bagian logam dari antena yang melakukan pekerjaan memancar. Jadi, bila antena-nya vertical, maka kutubnya vertical.

Kutub horizontal bagian electric parallel dengan tanah

Kutub vertical bagian electric vertical dengan tanah.

Untuk mentransfer daya maksimum antara antena pemancar dan antena penerima, kedua antena harus mempunyai orientasi ruang yang sama, pengertian polarisasi yang sama, maupun rasio aksial yang sama. Kalau antena tidak diluruskan atau tidak mempunyai polarisasi sama, akan ada penurunan di pemindahan energi antara kedua antena. Penurunan dalam pemindahan energi ini akan mengurangi efisiensi sistem dan kinerja keseluruhan. Ketika antena pemancar dan penerima secara linear terpolarisasi, ketidak cocokkan fisik antena akan menghasilkan kehilangan ketidakseimbangan polarisasi.

cocokkan fisik antena akan menghasilkan kehilangan ketidakseimbangan polarisasi. Gambar 5.11 Ilustrasi Polarisasi 72

Gambar 5.11 Ilustrasi Polarisasi

72
72
Gambar 5.12 Polarisasi Horizontal b. Gain Gambar 5.13 Polarisasi Vertical Antena merupakan sebuah perangkat pasif.

Gambar 5.12 Polarisasi Horizontal

b. Gain

Gambar 5.12 Polarisasi Horizontal b. Gain Gambar 5.13 Polarisasi Vertical Antena merupakan sebuah perangkat pasif.

Gambar 5.13 Polarisasi Vertical

Antena merupakan sebuah perangkat pasif. Dengan bentuk fisik yang sesuai, antena dapat mempengaruhi faktor penguatan. Penguatan antena dihasilkan dari pemusatan pancaran sinyal radio frekuensi. Antena gain ditetapkan dalam satuan dBi, yang berarti decibel direferensi ke sebuah radiator isotropic. Radiator isotropic merupakan sebuah lingkaran yang memancarkan kekuatan yang sama ke semua arah secara simultan. Antena tidak bersifat menguatkan, tetapi bertugas membentuk daerah radiasi untuk memperpanjang atau memperpendek jarak penyebaran gelombang yang berjalan. Penguatan antena yang lebih tinggi akan menyebabkan gelombang dapat disebarkan lebih jauh.

c. Beamwidth

Beamwidth antena biasanya dipahami sebagai lebar beam saat daya setengah. Puncak intensitas radiasi ditemukan dan lalu ujung kedua puncak yang melambangkan setengah daya intensitas puncak ditemukan. Jarak bersiku di antara ke dua ujung daya setengah di definisikan sebagai beamwidth. Setengah daya yang diekspresikan dalam decible adalah -3dB, sehingga beamwidth setengah daya kadang-kadang dirujuk sebagai beamwidth 3dB. Beamwidth horisontal maupun vertikal biasanya dipertimbangkan. Dengan asumsi bahwa sebagian besar daya yang dipancarkan tidak dibagi-bagi ke dalam sidelobe, gain kedepan akan berbanding terbalik dengan beamwidth. Pada saat beamwidth berkurang, gain ke depan bertambah.

73
73

Tabel 5.14 Beamwidth di tiap tipe antena

Tabel 5.14 Beamwidth di tiap tipe antena d. Propagasi Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses

d.

Propagasi

Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses perambatan gelombang radio dari pemancar ke penerima. Transmisi sinyal dengan media non- kawat memerlukan antena untuk meradiasikan sinyal radio ke udara bebas dalam bentuk gelombang elektromagnetik (em). Gelombang ini akan merambat melalui udara bebas menuju antena penerima dengan mengalami peredaman sepanjang lintasannya, sehingga ketika sampai di antena penerima, energi sinyal sudah sangat lemah.

Gelombang (em) dalam perambatannya menuju antena penerima dapat melalui berbagai macam lintasan. Jenis lintasan yang diambil tergantung dari frekuensi sinyal, kondisi atmosfir dan waktu transmisi. Ada 3 jenis lintasan dasar yang dapat dilalui, yakni melalui permukaan tanah (gelombang tanah), melalui pantulan dari lapisan ionosfir di langit (gelombang langit), dan perambatan langsung dari antena pemancar ke antena penerima tanpa ada pemantulan (gelombang langsung).

1. Propagasi gelombang tanah

Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah dan mengikuti lengkungan bumi, sehingga dapat menempuh jarak melampaui horizon. Perambatan melalui lintasan ini sangat kuat pada daerah frekuensi 30 kHz 3 MHz. Di atas frekuensi tersebut permukaan bumi akan meredam sinyal radio, karena benda-benda di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang gelombang sinyal.

74
74
Gambar 5.15 Propagasi Gelombang Tanah 2. Propagasi gelombang udara Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah

Gambar 5.15 Propagasi Gelombang Tanah

2. Propagasi gelombang udara

Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah dan mengikuti lengkungan bumi, sehingga dapat menempuh jarak melampaui horizon. Perambatan melalui lintasan ini sangat kuat pada daerah frekuensi 30 kHz 3 MHz. Di atas frekuensi tersebut permukaan bumi akan meredam sinyal radio, karena benda-benda di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang gelombang sinyal.

di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang gelombang sinyal. Gambar 5.16 Propagasi Gelombang udara 3. Line

Gambar 5.16 Propagasi Gelombang udara

3. Line of Sight

Komunikasi LOS paling banyak digunakan pada transmisi sinyal radio di atas 30 MHz yakni pada daerah VHF, UHF, dan microwave. Pemancar FM dan TV, menggunakan propagasi ini. Untuk mengatasi jarak jangkau yang pendek, digunakan repeater, yang terdiri dari receiver dengan sensitivitas tinggi, transmitter dengan daya tinggi, dan antena yang diletakkan di lokasi yang tinggi

75
75
Gambar 5.17 Gambar Propagasi Line of Sight 2. Aksesori Antena a. RF Connector RF konektor

Gambar 5.17 Gambar Propagasi Line of Sight

2. Aksesori Antena

a. RF Connector

RF konektor adalah spesifikasi tipe dari device koneksi yang digunakan untuk mengkoneksikan kabel ke evice atau device ke device. Secara umum konektor N, F, SMA, BNC, & TNC (atau derivatives) digunakan untuk RF konektor dalam wireless LAN. Ada beberapa tipe konektor yang digunakan untuk instalasi WLAN, yaitu:

1. N-Female biasanya digunakan pada sisi antena atau anti petir.

Female biasanya digunakan pada sisi antena atau anti petir. Gambar 5.18 Konektor N- Female 2. N-

Gambar 5.18 Konektor N-Female

2. N-male sambungan di kabel coax yang akan menghubungkan ke antena

Konektor N- Female 2. N- male sambungan di kabel coax yang akan menghubungkan ke antena Gambar

Gambar 5.19 Konektor N-Male

76
76

3.

Konektor SMA male right hand polarization biasanya dihubungkan ke kabel coax kecil (pig tail) untuk dihubungkan ke konektor pada card WLAN.

(pig tail) untuk dihubungkan ke konektor pada card WLA N. Gambar 5.20 Konektor SMA- Male 4.

Gambar 5.20 Konektor SMA-Male

4. Konektor SMA-female right hand polarization biasanya terpasang pada card

WLAN.

right hand polarization biasanya terpasang pada card WLA N. Gambar 5.21 Konektor SMA Female 5. Untuk

Gambar 5.21 Konektor SMA Female

5. Untuk menyambungkan card WLAN yang terpasang konektor SMA untuk coax kecil, ke kabel coax LMR atau Heliax yang diameter-nya lebih besar. Biasanya dibuatkan kabel penghubung dengan konektor yang berbeda (N & SMA). Kabel ini di kenal sebagai pig tail.

penghubung dengan konektor yang berbeda (N & SMA). Kabel ini di kenal sebagai pig tail. Gambar

Gambar 5.22 Kabel Pig Tail

77
77

b. RF Cable

Dibawah ini ada beberapa kriteria yang harus di pertimbangkan dalam memilih kabel yang cocok untuk jaringan wireless anda.

1. Panjang pendek kabel yang dibutuhkan.

2. Rencanakan untuk membeli kabel yang pre-cut length dengan konektor pre- installed. Meminimalkan kemungkinan terburuk antara konektor dan kabel.

3. Carilah kabel lowest loss yang tersedia pada keterangan range harga. Tabel 5.2 mengilustrasikan loss yang dikenali dengan menambahkan kabel pada wireless LAN.

4. Belilah kabel yang mempunyai impedansi yang sama dengan semua komponen wireless LAN anda.

5. Respon frekuensi dari kabel, seharusnya di pertimbangkan sebagai factor pengambilan keputusan yang sangat utama dalam pembelian. Dengan 2.4 GHz wireless LAN, kabel yang dihitung setidaknya 2.5 GHz. Dengan 5 GHz wireless LAN, kabel yang dihitung setidaknya 6 GHz.

Tabel 5.2 Rating peredam kabel coaxial

setidaknya 6 GHz. Tabel 5.2 Rating peredam kabel coaxial c. RF Amplifier Sebuah RF Amplifier akan

c. RF Amplifier

Sebuah RF Amplifier akan digunakan untuk amplify atau menaikkan amplitude dari sebuah sinyal RF. Sebuah amplifier akan digunakan ketika mengganti kerugian untuk loss yang terjadi oleh sinyal RF, meskipun kaitan jarak antara antena atau panjang dari kabel dari peralatan infrastruktur wireless ke antena itu sendiri.

RF amplifier dibagi menjadi 2 tipe yaitu unidirectional dan bi-directional. Unidirectional amplifier compensate untuk sinyal loss incurred over long kabel RF