Anda di halaman 1dari 7

BAB III

pengatur intensitas cahaya (Dimmer)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari tentang pengatur intensitas cahaya (dimmer), peserta didik mampu meguji sebuah
rangkaian elektronik dan menyelesaikan masalah pada rangkaian dengan tepat dan benar

PETA KOMNSEP

pengatur intensitas
cahaya (Dimmer)

Komponen – Rangkaian pengatur Pengujian Rangkaian


komponen penunjang intensitas cahaya pengatur intensitas
(Dimmer) cahaya (Dimmer)

 Variable resistor  Fungsi Dimmer  Pengujian


 DIAC  Skema rangkaian  pengukuran
 TRIAC  layout 

KATA KIUNCI
PENDAHULUAN

Perhatikan gambar diatas

A. Komponen – komponen penunjang

1. Variable Resistor

Dalam Peralatan Elektronik, sering ditemukan Potensiometer yang berfungsi sebagai pengatur Volume
di peralatan Audio / Video seperti Radio, Walkie Talkie, Tape Mobil, DVD Player dan Amplifier.
Potensiometer juga sering digunakan dalam Rangkaian Pengatur terang gelapnya Lampu (Light Dimmer
Circuit) dan Pengatur Tegangan pada Power Supply (DC Generator)

Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan
kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga
Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3
kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya.

a. Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer

Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan
terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu
(Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive).
Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya
Nilai Resistansi sebuah Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari
bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan Track (jalur)
elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear
(Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).

b. Fungsi-fungsi Potensiometer

Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan
dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

1) Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil,
DVD Player.

2) Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply

3) Sebagai Pembagi Tegangan

4) Aplikasi Switch TRIAC

5) Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser

6) Sebagai Pengendali Level Sinyal

2. DIAC
DIAC adalah komponen aktif Elektronika yang memiliki dua terminal dan dapat menghantarkan arus
listrik dari kedua arah jika tegangan melampui batas breakover-nya. DIAC merupakan anggota dari
keluarga Thyristor, namun berbeda dengan Thyristor pada umumnya yang hanya menghantarkan arus
listrik dari satu arah, DIAC memiliki fungsi yang dapat menghantarkan arus listrik dari kedua arahnya
atau biasanya disebut juga dengan “Bidirectional Thyristor”.

DIAC biasanya digunakan sebagai Pembantu untuk memicu TRIAC dalam rangkaian AC Switch, DIAC juga
sering digunakan dalam berbagai rangkaian seperti rangkaian lampu dimmer (peredup) dan rangkaian
starter untuk lampu neon (florescent lamps).

a. Struktur Dasar dan Simbol DIAC

Ditinjau dari segi strukturnya, DIAC terdiri dari 3 lapis semikonduktor yang hampir mirip dengan
sebuah Transistor PNP. Berbeda dengan Transistor PNP yang lapisan N-nya dibuat dengan tipis agar
elektron mudah melewati lapisan N ini, Lapisan N pada DIAC dibuat cukup tebal agar elektron lebih sulit
untuk menembusnya terkecuali tegangan yang diberikan ke DIAC tersebut melebihi batas Breakover
(VBO) yang ditentukannya. Dengan memberikan tegangan yang melebihi batas Breakovernya, DIAC akan
dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik dari arah yang bersangkutan. Kedua Terminal DIAC
biasanya dilambangkan dengan A1 (Anoda 1) dan A2 (Anoda 2) atau MT1 (Main Terminal 1) dan MT2
(Main Terminal 2).

b. Cara Kerja DIAC

Seperti yang disebutkan, DIAC merupakan komponen yang dapat menghantarkan arus listrik
dari dua arah jika diberikan tegangan yang melebih batas Breakovernya. Pada prinsipnya, DIAC memiliki
cara kerja yang mirip dengan dua Dioda yang dipasang paralel berlawanan seperti gambar Rangkaian
Ekuivalen diatas.

Apabila tegangan yang memiliki polaritas diberikan ke DIAC, dioda yang disebelah kiri akan
menghantarkan arus listrik jika tegangan positif yang diberikan melebihi tegangan breakover DIAC.
Sebaliknya, apabila DIAC diberikan tegangan positif yang melebih tegangan breakover DIAC dari arah
yang berlawanan, maka dioda sebelah kanan akan menghantarkan arus listrik.

Setelah DIAC dijadikan ke kondisi “ON” dengan menggunakan tegangan positif ataupun negatif, DIAC
akan terus menghantarkan arus listrik sampai tegangannya dikurangi hingga 0 (Nol) atau hubungan
pemberian listrik diputuskan.

3. TRIAC

TRIAC adalah perangkat semikonduktor berterminal tiga yang berfungsi sebagai pengendali arus
listrik. Nama TRIAC ini merupakan singkatan dari TRIode for Alternating Current (Trioda untuk
arus bolak balik). Sama seperti SCR, TRIAC juga tergolong sebagai Thyristor yang berfungsi
sebagai pengendali atau Switching. Namun, berbeda dengan SCR yang hanya dapat dilewati arus
listrik dari satu arah (unidirectional), TRIAC memiliki kemampuan yang dapat mengalirkan arus
listrik ke kedua arah (bidirectional) ketika dipicu. Terminal Gate TRIAC hanya memerlukan arus
yang relatif rendah untuk dapat mengendalikan aliran arus listrik AC yang tinggi dari dua arah
terminalnya. TRIAC sering juga disebut dengan Bidirectional Triode Thyristor.Pada dasarnya,
sebuah TRIAC sama dengan dua buah SCR yang disusun dan disambungkan secara antiparalel
(paralel yang berlawanan arah) dengan Terminal Gerbang atau Gate-nya dihubungkan bersama
menjadi satu. Jika dilihat dari strukturnya, TRIAC merupakan komponen elektronika yang terdiri
dari 4 lapis semikonduktor dan 3 Terminal, Ketiga Terminal tersebut diantaranya adalah MT1,
MT2 dan Gate. MT adalah singkatan dari Main Terminal.
a. Aplikasi TRIAC
TRIAC merupakan komponen yang sangat cocok untuk digunakan sebagai AC Switching
(Saklar AC) karena dapat megendalikan aliran arus listrik pada dua arah siklus gelombang bolak-
balik AC. Kemampuan inilah yang menjadi kelebihan dari TRIAC jika dibandingkan dengan SCR.
Namun TRIAC pada umumnya tidak digunakan pada rangkaian switching yang melibatkan daya
yang sangat tinggi. Salah satu alasannya adalah karena karakteristik Switching TRIAC yang non-
simetris dan juga gangguan elektromagnetik yang diciptakan oleh listrik yang berdaya tinggi itu
sendiri.
Beberapa aplikasi TRIAC pada peralatan-peralatan Elektronika maupun listrik diantaranya adalah
sebagai berikut :
• Pengatur pada Lampu Dimmer.
• Pengatur Kecepatan pada Kipas Angin.
• Pengatur Motor kecil.
• Pengatur pada peralatan-peralatan rumah tangga yang berarus listrik AC.

Contoh Soal
1. Tuliskan fungsi variable resistor pada perangkat elektronika pada kehidupan sehari – hari, 4
fungsi saja!
Jawaban
a. Sebagai pengatur volum pada amplifier pada speker aktif
b. Mengatur kecepatan pada motor listrik
c. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply
d. Sebagai Pengendali Level Sinyal
2. Jelaskan prinsip kerja dari DIAC
Jawaban
menghantarkan arus listrik dari dua arah jika diberikan tegangan yang melebih batas
Breakovernya. Pada prinsipnya, DIAC memiliki cara kerja yang mirip dengan dua Dioda yang
dipasang paralel berlawanan

B. Rangkaian pengatur intensitas cahaya ( dimmer )


1. Fungsi Dimmer

Rangkaian Dimmer adalah rangkaian yang bisa mengatur besaran dan juga tingkat cahaya lampu yang
menyala. Anda bisa mengaturnya mulai dari yang redup hingga ke remang-remang sampai ke nyala
lampu yang terang. Dan anda juga bisa membuat rangkaian dimmer pengatur nyala lampu dengan pola
sederhana. Di dalam rangkaian dimmer ini, terdapat 3 komponen penting guna mengatur kerja dimmer
ini. Komponen TRIAC berfungsi untuk mengatur besaran tegangan AC yang masuk ke perangkat lampu
ini. Sementara komponen DIAC dan VR berfungsi untuk mengatur bias TRIAC guna menentukan titik on
dan off pada komponen TRIAC ini.

Komponen TRIAC yang bisa anda gunakan dalam rangkaian ini bisa menggunakan semua tipe dengan
kapasitas yang disesuaikan dengan beban dari lampu itu sendiri. Standardnya TRIAC jenis AC03F dan
AC05F biasa digunakan untuk komponen ini.
Dan komponen DIAC bisa diganti dengan lampu neon kecil. Untuk kapasitor, gunakan kapasitor dengan
nilai batas tegangan minimal 250 volt. Dan diusahakan lebih tinggi lagi dari batas minimal tersebut.
Sementara untuk resistor, pilih komponen resistor yang memiliki daya minimal 0.5 watt.

2. Skema rangkaian

Rangkaian dimmer lampu pijar ini berfungsi untuk mengatur tingkat intensitas cahaya penerangan
lampu pijar. Rangkaian ini bisa diatur mulai dari yang redup hingga ke remang-remang sampai ke nyala
lampu yang terang. Dan juga bisa membuat rangkaian dimmer pengatur nyala lampu dengan pola
sederhana. Di dalam rangkaian dimmer ini, terdapat 3 komponen penting guna mengatur kerja dimmer
ini. Komponen TRIAC berfungsi untuk mengatur besaran tegangan AC yang masuk ke perangkat lampu
ini. Sementara komponen DIAC dan Variable Resistor berfungsi untuk mengatur bias TRIAC guna
menentukan titik on dan off pada komponen TRIAC ini. Daya output rangkaian dimmer ini dapat
digunalan untuk mengendalikan intensitas cahaya lampu pijar dengan daya 5 Watt. Pada rangkaian ini
potensiometer berfungsi sebagai sensor mekanis pengatur besar kecilnya lampu atau transduser pasif
yang perlu mendapatkan daya dari luar.

Rangkaian dimmer ini hanya cocok untuk di pakai untuk lampu pijar saja. Jika digunakan untuk lampu
neon atau TL, dan juga lampu hemat energi, rangkaian ini tidak bisa bekerja sempurna. Bahkan
rangkaian dimmer akan mengalami kerusakan pada rangkaian dimmer tersebut. Rangkaian dimmer
lampu pijar pada gambar diatas dapat digunakan untuk jaringan listrik PLN 220VAC.

3. Layout

C.