Anda di halaman 1dari 34

FALSAFAH KEPRAMUKAAN

Makalah

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kepramukaan


yang Dibimbing oleh Tety Nur Cholifah, M.Pd.

Disusun oleh kelompok 2 semester 3A:


1. Khoridatul Warda 1886206009
2. Zuhrotul Akhiroh 1886206014
3. Luluk Masruroh 1886206049

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan tugas
makalah tentang “Falsafah Kepramukaan” dengan baik dan benar.
Pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini, semoga Allah SWT
membalas amal kebaikannya. Amin.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu,
penulis mengharap kritik serta saran dari pembaca yang sifatnya membangun supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan
apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya.

Malang, 23 Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................i


DAFTAR ISI .............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................2
1.3 Tujuan ..................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Makna dan pengertian dari pancasila……………………………………………
2.2 Makna dan pengertian tri satya………………………………………………….
2.3 Mmakna dan pengertian dari dasa dharma……………………………………...
2.4 Isi Anggaran Dasar (AD) dan Aanggaran Rumah Tangga (ART)……………..
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..........................................................................................................18
3.2 Saran .....................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................20

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang
menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksankan di Indonesia. Kata
“Pramuka” merupakan singkatan dari prajamuda karana, yang memiliki arti rakyat
muda yang suka berkarya. “Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan
Pramuka, yang meliputi: Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak
dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka,
Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Sedangkan
yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan Sekolah
dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan,
sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak,
akhlak dan budi pekerti luhur. Pramuka dapat pula diartikan secara harfiah “paling
depan”. Pramuka diartikan yang terdepan atau terkemuka, maka diterjemahkan dalam
bahasa Inggris vanguard, yaitu bagian depan pasukan dari tentara atau bagian depan
dari sekelompok kapal-kapal perang dalam susunan tempur, dalam menggunakan
istilah tersebut harus diingat bahwa hendaknya tidak dicampuradukan dengan
perkataan “pioneer”, karena sejak semula menolak adanya Gerakan Pramuka Pioneer
yang mengantikan Gerakan Kepanduan.
Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 agustus
1945. Bangsa Indonesia bertekad bulat untuk membela, mempertahankan dan
menegakan kemerdekaan serta kedaulatan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai anak bangsa dan warga negara perlu memilki kemampuan berapartisipasi
dalam usaha pembelaan Negara. Kemampuan ini sangat penting agar Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta dapat melakuakan fungsinya yakni
mewujudkan tujuan bernegara.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa makna dan pengertian dari pancasila?
2. Apa makna dan pengertian dari tri satya?
3. Apa makna dan pengertian dari dasa dharma?
4. Apa isi dari Anggaran Dasar (AD) dan Aanggaran Rumah Tangga (ART)?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui makna dan pengertian dari pancasila.
2. Untuk mengetahui makna dan pengertian tri satya.
3. Untuk mengetahui makna dan pengertian dari dasa dharma.
4. Untuk mengetahui isi dari Anggaran Dasar (AD) dan Aanggaran Rumah Tangga
(ART).

2
BAB 1I
PEMBAHASAN

2.1 Makna Dan Pengertian Pancasila


Pancasila berasal dari bahasa sansekerta, yaitu “panca” yang berarti lima dan
“sila” yang berarti prinsip atau asas. Pancasila mempunyai fungsi dan peran sebagai
pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku, perbuatan dalam kehidupan
sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dimanapun
mereka berada. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia tumbuh dan
berkembang bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya bangsa Indonesia.
Prinsip-prinsip yang terdapat dalam Pancasila bersumber pada budaya dan
pengalaman bangsa Indonesia yang berkembang akibat usaha bangsa dalam mencari
jawaban atas persoalan-persoalan esensial yang menyangkut makna atas hakikat
sesuatu yang menjadi nagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Makna lima sila
dalam pancasila yaitu (Prasetyo, 2015:03):
1. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ketuhanan berasal dari kata Tuhan, pencipta segala yang ada dan semua makhluk.
Atas keyakinan yang demikianlah, maka Negara Indonesia memberikan jaminan
kebebasan kepada setiap penduduk untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu. Dengan kata lain di dalam Negara Indonesia tidak ada dan
tidak boleh ada paham yang meniadakan Tuhan Yang Maha Esa (atheisme).
Sebagai sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber pokok
nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, menjiwai dan mendasari serta
membimbing perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu makhluk berbudi yang memiliki
potensi pikir, rasa, karya dan cipta. Kemanusiaan terutama bersifat manusia yang
merupakan esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya. Adil
terutama mengandung arti, bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas
norma-norma yang objektif, jadi tidak subjektif apalagi sewenang-wenang.

3
Beradab berasal dari kata adab, yang berarti budaya, jadi beradab arti kebudayaan.
Jadi kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan
manusia didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan
norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama
manusia maupun terhadap alam dan hewan. Pada prinsipnya kemanusiaan yang
adil dan baradab adalah sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat
dan hakikat manusia yang berbudi, sadar nilai, dan berbudaya.
3. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh tidak terpecah belah. Persatuan
mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam
menjadi satu kesatuan. Pertama : makna geografis, yang berarti sebagian bumi
yang membentang dari 950–1410 Bujur Timur dan dari 60 Lintang Utara sampai
110 Lintang Selatan. Kedua : makna bangsa dalam arti politis, yaitu bangsa yang
hidup di dalam wilayah tersebut. Indonesia dalam sila III ini ialah Indonesia
dalam pengertian bangsa. Jadi Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang
mendiami wilayah Indonesia. Bangsa yang mendiami wilayah Indonesia ini
bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas dalam
wadah negara yang merdeka dan berdaulat.
4. Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Kerakyatan berasal dari kata Rakyat, yang berarti sekelompok manusia yang
berdiam di suatu wilayah tertentu. Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan
pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian
Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan suatu hal yang berdasarkan
kehendak rakyat, hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat
atau mufakat. Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti tata cara (prosedur)
mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan
bernegara. Antara lain dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan. Jadi :
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

4
permusyawaratan/perwakilan berarti, bahwa rakyat dalam menjalankan
kekuasaannya melalui sistem perwakilan dan keputusan-keputusannya diambil
dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh
tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat dan
wakilnya.
5. Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan Sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang
kehidupan, baik materil maupun spirituil. Seluruh rakyat Indonesia berarti setiap
orang yang menjadi Rakyat Indonesia, baik yang berdiam diwilayah kekuasaan
Republik Indonesia maupun warga negara Indonesia yang berada diluar negeri.
Jadi, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang
Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial,
ekonomi dan kebudayaan. Sesuai dengan UUD 1945 makna keadilan sosial
mencakup pula pengertian adil dan makmur. Sila “keadilan sosial” adalah tujuan
dari empat sila yang mendahuluinya, merupakan tujuan bangsa Indonesia dalam
bernegara, yang perwujudannya ialah tata-masyarakat adil-makmur berdasarkan
Pancasila.

2.2 Makna Dan Pengertian Tri Satya


Tri Satya adalah tri : tiga, satya : kesetiaan. Jadi, Tri Satya artinya adalah tiga
kesetiaan yang harus dipatuhi dan ditaati oleh anggota pramuka. Tri Satya adalah
janji seorang pramuka yang harus ditepati. Pramuka berjanji dengan Tri Satya,
dengan sepenuh kehormatannya dan dia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi
kehormatannya semata. Bunyi dari Tri Satya sebagai berikut:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
a. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia
dan mengamalkan pancasila.
b. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
c. Menepati Dasa Darma.

5
Didalam Tri Satya ada enam kewajiban yaitu kewajiban terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewajiban
terhadap pancasila, kewajiban terhadap sesama hidup, kewajiban terhadap
masyarakat, kewajiban terhadap dasa darma (Sobirin, 2012:18). Perbedaan Tri Satya
penggalang dan Tri Satya penegak ialah jika Tri Satya golongan penggalang
tercantum kalimat mempersiapkan diri membangun masyarakat, maka pada Tri Satya
golongan penegak, kalimat tersebut berubah menjadi ikut serta membangun
masyarakat. Ada perbedaan kode etik gerakan pramuka pada setiap golongan
pramuka, yaitu siaga, penggalang dan penegak, pandega serta anggota dewasa. Jika
pada golongan penggalang dan penegak, pandega serta anggota dewasa menggunakan
istilah Tri Satya, maka pada siaga menggunakan istilah Dwi Satya. Janji yang disebut
Dwi Satya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
a. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia
dan mengikuti tatakrama keluarga.
b. Setiap hari berbuat kebaikan.

2.3 Dasa Darma Pramuka


Dasa Darma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasa Darma memuat pokok-
pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota pramuka agar mereka dapat
berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang
setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Republik Indonesia adalah Negara hukum yang
berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasa Darma Pramuka berisi
penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari. Serta sepuluh tuntunan
tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata hati).
Dengan demikian, maka Dasa Darma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan
pengamalan dari Tri Satya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang
bermanfaat dalam tata kehidupan. Ketentuan moral yang disebut Dasa Darma untuk

6
anggota pramuka tingkatan penggalang, penegak, pandega dan anggota dewasa
selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
Dasa Darma, Pramuka itu:
a. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
c. Patriot yang sopan dan kesatria.
d. Patuh dan suka bermusyawarah.
e. Rela menolong dan tabah.
f. Rajin, terampil, dan gembira.
g. Hemat, cermat, dan bersahaja.
h. Disiplin, berani, dan setia.
i. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
j. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Nilai-nilai Dasa Darma Pramuka kedalam sikap hidup atau pola tingkah laku
dalam kehidupan sehari-hari, serta dikorelasikan dengan berbagai macam disiplin
ilmu, khususnya nilai-nilai akhlak. yaitu sebagai beriku (Sobirin, 2012:20):
a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menyangkut tugas manusia sebagai makhluk Tuhan, yaitu beribadah menurut
agama masing-masing dengan sebaik-baiknya. Dengan menjalankan semua
perintah-perintah Nya serta meninggalkan segala larangan-larangan Nya, patuh
dan berbakti kepada orang tua serta sayang kepada saudara. Pada hakekatnya
takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam
perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Maha
Esa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan
dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat. Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai
semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penerapan butir ini
bisa dilakukan melalui pengamalan rukun Islam dan rukun iman dalam kehidupan
sehari-hari, diantaranya menjalankan shalat lima waktu secara teratur, berpuasa,
zakat dan hal-hal yang dapat mendekatkan kita terhadap Tuhan untuk menjalankan
segala perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.

7
b. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Unsur yang terkandung dalam darma kedua ini sangatlah dalam. Jika setiap
manusia sadar dan mampu mengamalkan dalam kehidupanya akan hal ini, maka
dunia ini mungkin tentram, aman dan nyaman. Banjir, tanah longsor dan bencana-
bencana alam yang lain mungkin tidak separah yang terjadi pada saat ini. Alam
semesta ini merupakan suatu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan
kepada kita para manusia. Untuk itu kewajiban kita sebagai manusia bersyukur
kepada Tuhan atas segala nikmat yang terkandung dalam alam ini. Rasa syukur itu
bisa kita alokasikan untuk senantiasa menjaga dan melestarikan alam tersebut,
sehingga keseimbanganya selalu terjaga dan tidak rusak. Disamping kita harus
menjaga alam ini, manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri
juga harus saling berinteraksi dengan sesama manusia secara baik. Seseorang
harusnya paham bahwa mereka pasti membutuhkan orang lain, untuk itu mereka
harus saling menyayangi dan mencintai. Bentuk kecintaan kita terhadap alam dan
sesama manusia dapat diwujudkan dengan jalan:
1. Memelihara dan mengembangkan alam
2. Memanfaatkan dan melestarikanya
3. Membantu seseorang yang dalam kesusahan
4. Menghormati sesama.
c. Patriot yang sopan dan kesatria
Maksud dari Dasa Darma yang ketiga ini adalah setiap anggota gerakan pramuka
seharusnya mempunyai sifat sopan. Disini, seorang pramuka harus bisa menjaga
tutur kata dan prilakunya dengan baik, yaitu dengan menghormati orang yang
lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Hal ini bisa di implementasikan
dengan cara tidak menghina, mencela dan memfitnah antara yang satu dengan
yang lain. Darma yang ketiga ini mengandung dua unsur pokok, yaitu patriot dan
kesatria yang berarti orang yang mencintai tanah air dan berani. Untuk
menanamkan sikap patriotik setiap anggota pramuka dalam kegiatan
kepramukaan, maka dapat diwujudkan dengan:
1. Mengikuti upacara sekolah atau upacara pramuka dengan baik

8
2. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
3. Ikut serta dalam pertahanan bela negara
4. Melindungi kaum yang lemah
5. Belajar di sekolah dengan baik
6. Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, dan sebagainya
d. Patuh dan suka bermusyawarah
Seorang pramuka seharusnya dapat belajar mendengar, menghargai, dan menerima
pendapat atau gagasan orang lain,membina sikap mawas diri, bersikap terbuka,
mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, mengutamakan
kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam bertutur kata dan bertingkah laku
sopan, ramah dan sabar. Maksudnya, sertiap anggota gerakan pramuka dalam
mengaplikasikan arma ini dalam kehidupan sehari-harinya dalam masyarakat
diharapkan dapat membiasakan:
1. Mematuhi segala peraturan yang berlaku dalam agama, bangsa dan gerakan
pramuka
2. Patuh kepada orang tua, guru dan Pembina
3. Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah
4. Tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa, yang didapatkan tanpa melalui
musyawarah
5. Menghargai pendapat orang lain dan tidak fanatik terhadap pendapatnya sendiri
e. Rela menolong dan tabah
Pramuka senantia sarela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit,
suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang
anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan
hambatan. Jika sikap ini dapat dipahami dan di lakukan dengan sebaik-baiknya
maka akan menjadi seorang pramuka yang mempunyai nilai sosial yang tinggi. Di
dalam menghadapi kenyataan hidup, terutama tantangan permasalahan serta
cobaan, pramuka mengungkapkan sikap tenang dan ketepatan hati yang luar biasa.
Berbagai cobaan yang timbul dihadapinya dengan ketenangan dan tidak bingung,

9
sehingga kemampuan untuk memecahkan persoalan atau masalah dapat
berlangsung efektif. Sikap tabah merupakan sikap yang peting untuk diamalkan,
karena tabah atau sabar diwajibkan dalam agama.
f. Rajin, terampil, dan gembira
Seorang pramuka suka bekerja, belajar dan berdo’a giat sepanjang hayat, artinya
dia bergiat dengan kesungguhan serta mengharapkan karunia dari Tuhan Yang
Maha Kuasa. Sehingga ia selalu melawan rasa malas di dalam dirinya. Dan dia
sangat tidak senang melihat orang yang malas. Pada kenyataanya dapat dilihat
secara langsung bahwa para anggota pramuka mempunyai banyak keahlian,
keterampilan dan kecakapan. Disamping trampil dalam kepramukaan, anggota
pramuka biasanya juga punya keterampilan lain, seperti tari, mountaineering,
PPPK dan lain sebagainya. Materi dan sistem pendidikan pramuka kebanyakan
dikemas dalam bentuk permainan yang mengandung unsur pendidikan dalam
mencapai tujuanya. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan kepramukaan tidak
monoton dan selalu menyenangkan, sehingga mempermudah anggota pramuka
untuk memahaminya. Inilah yang membuat seorang pramuka bergembira dalam
melakukan kegiatan dan pekerjaanya. Hal ini dapat dilihat realisasinya dalam
kehidupan sehari-hari yang diwujudkan dengan jalan:
1. Tidak pernah membolos sekolah
2. Selalu hadir dalam setiap latihan atau pertemuan pramuka
3. Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.
4. Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan, dan
sebagainya.
g. Hemat, cermat, dan bersahaja
Seorang pramuka sejati yang benar-benar memegang Tri Satya dan mengamalkan
Dasa Darma tidak akan menyikapi hidup secara berlebih-lebihan, bersikap hidup
secara sederhana tidak menghambur-hamburkan uang secara percuma serta akan
selalu berhati-hati dalam tindakanya. Cerminan hidup hemat, cermat dan bersahaja
dari kehidupan seharihari seorang pramuka adalah:
1. Tidak boros dan tidak bersikap hidup mewah

10
2. Rajin menabung
3. Teliti dalam melakukan sesuatu
4. Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-
5. Biasa membuat perencanaan setiap akan melakukan tindakan.
h. Disiplin, berani, dan setia
Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan rintangan
serta kenyataan hidup, berani dalam kebenaran, berani mengakui kesalahan,
memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan dan
kesepakatan merupakan kandungan dalam darma kedelapan ini. Disiplin adalah
kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan
orang untuk tunduk kepada keputusan perintah dan peraturan yang berlaku.
Dengan kata lain, disiplin adalah sikap mentaati peraturan dan ketentuan yang
telah ditetapkan tanpa pamrih. Memang di dalam kehidupan manusia, disiplin
memainkan peranan yang sangat menentukan, artinya jika pramuka itu berbuat
sesuai dengan ketentuan dan sesuai aturan, maka biasanya ia akan selamat
mengarungi hidup dengan segala lika-likunya ini. Seorang pramuka juga harus
berani menghadapi tantangan, tidak boleh ingkar janji dan harus setia kepada
sesama mitra kerja, keluarga dan bermasyarakat. Keberanian pramuka
dikembangkan melalui berbagai progam dan kegiatan, seperti menjadi petugas
dalam upacara, baik upacara pramuka maupun upacara yang lain. Berbagai sifat
alam dipelajari untuk dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan keberanian.
Namun tetap dalam kesiap siagaan yang tinggi agar tetap aman dan berbagai
bahaya terhindari.
i. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
Seorang pramuka seharusnya mau dan mampu mempertanggung jawabkan dan
menanggung dari perbuatan yang dilakukanya. Ia tidak mau mengelak dari rasa
tanggung jawab yang dipikul diatas pundaknya melalui tugas-tugas yang
diembanya. Pramuka dapat dipercaya, artinya perkataanya dapat dipegang.
Baginya ya adalah ya dan tidak adalah tidak. Dan seorang pramuka dalam

11
keseharianya harus bisa menepati janji, baik janji pada Allah maupun sesama
manusia.
j. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Memiliki daya pikir dan nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan
menyelesaikan permasalahan, berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan
berbicara. Itulah yang harus dimiliki oleh setiap anggota gerakan pramuka. Artinya
aktif selalu dalam menyumbangkan pikiran atau pendapat yang baik, tidak
mempunyai prasangka buruk serta tidak mempunyai sifat tercela, selalu
menghargai karya orang lain dan juga menghargai pendapat orang lain. Walaupun
pikiran atau pendapat tersebut bertentangan dengan hati, dapat membedakan
perbuatan yang baik dan buruk, menghindari perbuatan jahat, menghormati hak-
hak orang lain, dan sebagainya.

2.4 Isi Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)
A. Anggaran Dasar (AD)
 BAB I : NAMA, STATUS, TEMPAT, WAKTU, DAN HARI PRAMUKA
 Pasal 1 :
a. Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka.
b. Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan sebagaimana UU RI
Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan berstatus badan
hukum.
c. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
d. Gerakan Pramuka ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 sebagai kelanjutan
dan pembaruan Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia, dan
didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
e. Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.
 BAB II : ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI
 Pasal 2 : Asas
Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.

12
 Pasal 3 : Tujuan
Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:
a. Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa
patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa,
berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani.
b. Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat
yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara
mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa
dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam
lingkungan.
 Pasal 4 : Tugas Pokok
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar
menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan
mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.
 Pasal 5 : Fungsi
Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di
luar sekolah dan di luar keluarga sebagai wadah pembinaan serta
pengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar dan
Metode Kepramukaan.
 BAB III : SIFAT
 Pasal 6 :
a. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya
bersifat sukarela, mandiri, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan
agama.
b. Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial-politik, bukan bagian dari
salah-satu organisasi sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik
praktis.

13
c. Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk
memeluk agama dan kepercayaan masing-masing serta beribadat menurut
agama dan kepercayaannya.
 BAB IV : PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
Bagian Kesatu : Nilai, Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode
Kepramukaan, dan Kode Kehormatan Pramuka
 Pasal 7 : Nilai
Nilai Kepramukaan mencakup:
a. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Kecintaan pada alam dan sesama manusia
c. Kecintaan pada tanah air dan bangsa
d. Kedisiplinan, keberanian, dan kesetiaan
e. Tolong menolong
f. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
g. Jernih dalam berpikir, berkata dan berbuat
h. Hemat, cermat dan bersahaja
i. Rajin, terampil dan gembira
j. Patuh dan suka bermusyawarah
 Pasal 8 : Prinsip Dasar Kepramukaan
Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi:
a. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya
c. Peduli terhadap diri pribadinya
d. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
 Pasal 9 : Metode Kepramukaan
(1) Metode Kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif yang
dilaksanakan melalui:
a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
b. Belajar sambil melakukan
c. Kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi

14
d. Kegiatan yang menarik dan menantang
e. Kegiatan di alam terbuka
f. Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan
dukungan
g. Penghargaan berupa tanda kecakapan
h. Satuan terpisah antara putra dan putri
(2) Dalam menjalankan Metode Kepramukaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) digunakan Sistem Among dan Kiasan Dasar.
 Pasal 10 : Sistem Among
(1) Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan digunakan Sistem
Among.
(2) Sistem Among merupakan proses pendidikan kepramukaan yang
membentuk peserta didik agar berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri
dalam hubungan timbal balik antarmanusia.
(3) Sistem Among sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kepemimpinan:
a. Di depan menjadi teladan
b. Di tengah membangun kemauan
c. Di belakang mendorong dan memberikan motivasi kemandirian.
 Pasal 11 : Kiasan Dasar
Penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dikemas dengan menggunakan
Kiasan Dasar yang bersumber dari sejarah perjuangan dan budaya bangsa.
 Pasal 12 : Kode Kehormatan Pramuka
(1) Kode Kehormatan Pramuka merupakan janji dan komitmen diri serta
ketentuan moral pramuka dalam pendidikan kepramukaan.
(2) Kode Kehormatan Pramuka terdiri dari Satya Pramuka dan Darma
Pramuka.
(3) Kode Kehormatan Pramuka merupakan kode etik anggota Gerakan
Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.

15
(4) Kode Kehormatan Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilaksanakan baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat secara
sukarela dan ditaati demi kehormatan diri.
(5) Satya Pramuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berbunyi: “Demi
kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan
kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup,
dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma.”
(6) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan
dengan golongan usia dan perkembangan jiwa dan jasmaninya yaitu:
a. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri dari Dwisatya dan Dwidarma
Pramuka
b. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri dari Trisatya Pramuka
Penggalang dan Dasadarma
c. Kode Kehormatan Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, anggota
dewasa terdiri dari Trisatya Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan
anggota dewasa serta Dasadarma.
Bagian Kedua : Jalur dan Jenjang
 Pasal 13 : Jalur
Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional termasuk
dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan
nilainilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak
mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai
luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.
 Pasal 14 : Jenjang
Jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan:
a. Siaga
b. Penggalang
c. Penegak
d. Pandega.

16
Bagian Ketiga : Peserta Didik, Tenaga Pendidik, dan Kurikulum
 Pasal 15 Peserta Didik
(1) Peserta didik adalah warga negara Indonesia yang berusia 7 sampai
dengan 25 tahun yang mengikuti pendidikan kepramukaan.
(2) Peserta didik terdiri dari:
a. Pramuka siaga
b. Pramuka penggalang
c. Pramuka penegak
d. Pramuka pandega.
 Pasal 16 : Tenaga Pendidik
(1) Tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan terdiri dari:
a. Pembina pramuka
b. Pelatih pembina pramuka
c. Pamong satuan karya pramuka
d. Instruktur.
(2) Tenaga pendidik harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik
dalam Gerakan Pramuka.
 Pasal 17 : Kurikulum
(1) Pendidikan kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada nilai dan
kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian peserta didik.
(2) Kurikulum pendidikan kepramukaan disusun sesuai dengan jenjang
pendidikan kepramukaan dan harus memenuhi persyaratan standar.
Bagian Keempat : Satuan Pendidikan Kepramukaan
 Pasal 18 : Satuan Pendidikan
Satuan pendidikan kepramukaan terdiri dari:
a. Gugus depan
b. Satuan karya pramuka
c. Pusat pendidikan dan pelatihan.
 Pasal 19 : Gugus Depan
(1)Gugus depan adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan.

17
(2)Gugus depan meliputi gugus depan berbasis satuan pendidikan dan gugus
depan berbasis komunitas.
(3)Gugus depan berbasis satuan pendidikan meliputi gugus depan yang
berpangkalan di pendidikan formal.
(4)Gugus depan berbasis komunitas meliputi gugus depan komunitas
kewilayahan, agama, profesi, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas
lain.
 Pasal 20 : Satuan Karya Pramuka
(1)Satuan karya pramuka merupakan satuan pendidikan keterampilan
khusus bagi pramuka penegak dan pramuka pandega.
(2)Satuan karya pramuka berfungsi untuk menyalurkan minat,
mengembangkan bakat, dan pengalaman para pramuka penegak dan
pramuka pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
 Pasal 21 : Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan
(1) Pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaan adalah satuan pendidikan
untuk mendidik, melatih, dan memberikan sertifikasi kompetensi bagi
tenaga pendidik kepramukaan.
(2) Pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaan merupakan bagian integral
dari kwartir.
(3) Pusat pendidikan dan pelatihan kepramukaan berada di tingkat cabang,
daerah, dan Nasional.
Bagian Kelima : Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi
 Pasal 22 : Evaluasi
(1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan
kepramukaan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan
kepramukaan kepada pihak yang berkepentingan.
(2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, tenaga pendidik, dan
kurikulum, di setiap jenjang dan satuan pendidikan kepramukaan.
(3) Evaluasi terhadap peserta didik dilakukan oleh pembina.

18
(4) Evaluasi terhadap tenaga pendidik dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Kepramukaan tingkat Nasional.
(5) Evaluasi terhadap kurikulum pendidikan kepramukaan dilakukan oleh
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Nasional.
 Pasal 23 : Akreditasi
(1) Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan kegiatan dan satuan
pendidikan kepramukaan pada setiap jenjang pendidikan kepramukaan.
(2) Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka dan
dilakukan oleh lembaga akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
 Pasal 24 : Sertifikasi
(1) Sertifikasi dilakukan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik sebagai
pengakuan kompetensi yang dimilikinya.
(2) Sertifikasi bagi peserta didik berbentuk tanda kecakapan dan bagi tenaga
pendidik berbentuk sertifikat kompetensi.
(3) Tanda kecakapan diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi
peserta didik melalui penilaian terhadap perilaku dalam pengamalan nilai
serta uji kecakapan umum dan uji kecakapan khusus sesuai dengan jenjang
pendidikan kepramukaan oleh pembina.
(4) Sertifikat kompetensi diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi
tenaga pendidik melalui penilaian yang dilaksanakan oleh Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Nasional.
 BAB V : ORGANISASI
Bagian Kesatu : Keanggotaan
 Pasal 25 : Keanggotaan
(1) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang
terdiri dari:
a. Anggota biasa:
1. Anggota muda adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia 7
sampai dengan 25 tahun disebut peserta didik.

19
2. Anggota dewasa adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia di
atas 25 tahun yang terdiri dari tenaga pendidik, andalan, pimpinan
satuan karya pramuka, pimpinan satuan komunitas pramuka,
anggota gugus darma pramuka, majelis pembimbing, dan staf
kwartir.
b. Anggota kehormatan adalah anggota yang diangkat karena jasanya
kepada Gerakan Pramuka.
(2) Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugus depan sebagai
anggota tamu.
 Pasal 26 : Pramuka Utama
Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama.
Bagian Kedua : Kelembagaan
 Pasal 27 : Kelembagaan
Kelembagaan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari:
a. Satuan organisasi
b. Majelis pembimbing
c. Organisasi pendukung
d. Lembaga pemeriksa keuangan
 Pasal 28 : Satuan Organisasi
Satuan organisasi Gerakan Pramuka terdiri dari:
a. gugus depan
b. kwartir.
 Pasal 29 : Gugus Depan
(1)Gugus depan adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan
penyelenggara pendidikan kepramukaan dan wadah berhimpun peserta
didik.
(2)Gugus depan lengkap terdiri dari:
a. perindukan siaga
b. pasukan penggalang
c. ambalan penegak

20
d. racana pandega.
 Pasal 30 : Kwartir
(1) Kwartir adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka yang
dipimpin secara kolektif pada setiap tingkatan wilayah.
(2) Kwartir terdiri atas:
a. kwartir ranting, yang mengoordinasikan gugus depan di satu wilayah
kecamatan/distrik
b. kwartir cabang, yang mengoordinasikan kwartir ranting di satu
wilayah kabupaten/kota
c. kwartir daerah, yang mengoordinasikan kwartir cabang di satu wilayah
provinsi
d. kwartir nasional, yang mengoordinasikan kwartir daerah di wilayah
Republik Indonesia dan gugus depan di perwakilan Republik
Indonesia di luar negeri.
 Pasal 31 : Kepengurusan Kwartir
(1) Kepengurusan kwartir ranting dipilih oleh pengurus gugus depan di
wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.
(2) Kepengurusan kwartir cabang, daerah, dan nasional dipilih oleh pengurus
kwartir di wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.
(3) Kepengurusan kwartir tidak terikat dengan jabatan publik secara ex-
officio.
 Pasal 32 : Badan Kelengkapan
(1) Di setiap kwartir dibentuk badan kelengkapan kwartir.
(2) Badan kelengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, terdiri dari:
a. dewan kehormatan
b. satuan pengawas internal
c. dewan kerja.
 Pasal 33 : Dewan Kehormatan

21
(1) Dewan kehormatan Gerakan Pramuka adalah badan yang dibentuk oleh
kwartir dan gugus depan serta bertanggung jawab kepada ketua kwartir
atau ketua gugus depan.
(2) Dewan kehormatan Gerakan Pramuka berfungsi memberi pertimbangan
kepada ketua kwartir atau ketua gugus depan dalam pemberian anugerah,
penghargaan, sanksi, dan rehabilitasi.
 Pasal 34 : Satuan Pengawas Internal
(1) Satuan pengawas internal adalah badan yang dibentuk oleh kwartir dan
bertanggungjawab kepada ketua kwartir.
(2) Satuan pengawas internal berfungsi melakukan pengawasan dan
pengendalian manajemen kwartir.
 Pasal 35 : Dewan Kerja
(1) Dewan kerja adalah badan yang dibentuk oleh kwartir dan
bertanggungjawab kepada kwartir.
(2) Dewan kerja terdiri dari perwakilan pramuka penegak dan pramuka
pandega di wilayahnya.
(3) Dewan kerja berfungsi sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan dan
bertugas membantu pimpinan kwartir dalam mengelola kegiatan pramuka
penegak dan pramuka pandega.
 Pasal 36 : Majelis Pembimbing
(1) Pada setiap gugus depan dan kwartir dibentuk majelis pembimbing.
(2) Majelis pembimbing bertugas memberikan bimbingan moral dan
organisatoris serta memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan
kepramukaan.
(3) Majelis pembimbing terdiri dari unsur:
a. pemerintah
b. pemerintah daerah
c. tokoh masyarakat
d. tokoh pramuka.

22
(4) a.Majelis Pembimbing Nasional diketuai oleh Presiden Republik
Indonesia.
b. Majelis pembimbing daerah diketuai oleh gubernur.
c. Majelis pembimbing cabang diketuai oleh bupati/walikota.
d. Majelis pembimbing ranting diketuai oleh camat/kepala distrik.
e. Majelis pembimbing gugus depan diketuai oleh seorang ketua yang
dipilih dari dan oleh anggota.
 Pasal 37 : Organisasi Pendukung
(1) Kwartir cabang, daerah, dan Nasional dapat membentuk organisasi
pendukung.
(2) Organisasi pendukung terdiri dari:
a. satuan karya pramuka
b. gugus darma pramuka
c. satuan komunitas pramuka
d. pusat penelitian dan pengembangan
e. pusat informasi
f. badan usaha.
 Pasal 38 : Satuan Karya Pramuka
(1) Satuan karya pramuka disingkat saka, sebagai organisasi pendukung di
tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang disebut
pimpinan saka.
(2) Pimpinan saka adalah bagian integral dari kwartir.
 Pasal 39 : Gugus Darma
Pramuka Gugus darma pramuka adalah wadah pengabdian bagi anggota
dewasa Gerakan Pramuka untuk memajukan Gerakan Pramuka dan berbakti
pada bangsa dan negara.
 Pasal 40 : Satuan Komunitas Pramuka
(1) Satuan komunitas pramuka disingkat sako, adalah satuan organisasi
penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis antara lain profesi,
aspirasi, dan agama.

23
(2) Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan
berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kekhususan dalam profesi,
aspirasi dan agama.
(3) Sako di tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang
disebut pimpinan sako.
(4) Pimpinan sako adalah bagian integral dari kwartir.
 Pasal 41 : Pusat Penelitian dan Pengembangan
Pusat penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka merupakan bagian
integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah penelitian dan
pengembangan Gerakan Pramuka.
 Pasal 42 : Pusat Informasi
Pusat informasi Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan
berfungsi sebagai wadah pelayanan informasi baik di dalam maupun di luar
lingkungan Gerakan Pramuka.
 Pasal 43 : Badan Usaha
Badan usaha Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan
berfungsi sebagai wadah pengembangan usaha dalam rangka mendukung
pendanaan Gerakan Pramuka.
 Pasal 44 : Lembaga Pemeriksa Keuangan
(1) Lembaga pemeriksa keuangan Gerakan Pramuka adalah lembaga
independen yang dibentuk oleh musyawarah Gerakan Pramuka dan
bertanggungjawab kepada musyawarah Gerakan Pramuka.
(2) Lembaga pemeriksa keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa
keuangan kwartir.
 BAB VI : MUSYAWARAH
 Pasal 45
(1) Musyawarah Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan
Pramuka, di tingkat kwartir/gugus depan.
(2) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat nasional diselenggarakan 5
(lima) tahun sekali.

24
(3) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat daerah diselenggarakan 5 (lima)
tahun sekali.
(4) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat cabang diselenggarakan 5 (lima)
tahun sekali.
(5) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat ranting diselenggarakan 5 (lima)
tahun sekali.
(6) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat gugus depan diselenggarakan 3
(tiga) tahun sekali.
 Pasal 46 : Hal-Hal Luar Biasa dan Mendesak
(1) Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa, kwartir Gerakan Pramuka
dapat menyelenggarakan musyawarah luar biasa.
(2) Dalam menghadapi hal-hal yang mendesak, kwartir Gerakan Pramuka
dapat meminta persetujuan secara tertulis kepada kwartir di bawahnya
setelah berkonsultasi dengan majelis pembimbing.
 BAB VII : ATRIBUT
 Pasal 47 : Atribut
(1) Gerakan Pramuka memiliki atribut berupa:
a. Lambing
b. Bendera
c. Panji
d. Himne
e. Mars
f. Pakaian seragam
(2) Atribut Gerakan Pramuka didaftarkan hak ciptanya.
 Pasal 48 : Lambang
Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa yang diciptakan oleh
Soenardjo Admodipuro.
 Pasal 49 : Bendera
Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang, berukuran tiga
banding dua, warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah

25
berwarna merah, di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat
garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis
merah sepanjang “lebar bendera”.
 Pasal 50 : Panji
Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan
Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia
dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus
1961.
 Pasal 51 : Himne dan Mars
(1) Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang
diciptakan oleh Husein Mutahar.
(2) Mars Gerakan Pramuka adalah lagu Jayalah Pramuka yang diciptakan oleh
Munatsir Amin.
 Pasal 52 : Pakaian Seragam
Anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta
tandatandanya.
 BAB VIII : HAK DAN KEWAJIBAN
 Pasal 53 : Hak Peserta Didik
Setiap peserta didik berhak:
a. mengikuti pendidikan kepramukaan
b. menggunakan atribut pramuka
c. mendapatkan sertifikat dan/atau tanda kecakapan kepramukaan
d. mendapatkan perlindungan selama mengikuti kegiatan kepramukaan.
 Pasal 54 : Kewajiban Peserta Didik
Setiap peserta didik berkewajiban:
a. melaksanakan kode kehormatan pramuka
b. menjunjung tinggi harkat dan martabat pramuka
c. mematuhi semua persyaratan dan ketentuan pendidikan kepramukaan
 Pasal 55 : Hak Orangtua Peserta Didik

26
Orangtua peserta didik berhak mengawasi penyelenggaraan pendidikan
kepramukaan dan memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya.
 Pasal 56 : Kewajiban Orangtua Peserta Didik
Orangtua peserta didik berkewajiban untuk:
a. membimbing, mendukung, dan membantu anak dalam mengikuti
pendidikan kepramukaan
b. membimbing, mendukung, dan membantu satuan pendidikan
kepramukaan sesuai dengan kemampuan
 Pasal 57 : Hak Masyarakat
Masyarakat berhak untuk berperan serta dan memberikan dukungan sumber
daya dalam kegiatan pendidikan kepramukaan.
 BAB IX : KEUANGAN DAN KEKAYAAN
 Pasal 58 : Keuangan
Keuangan Gerakan Pramuka diperoleh dari:
a. iuran anggota
b. bantuan majelis pembimbing
c. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat
d. bantuan Pemerintah/pemerintah daerah melalui APBN/APBD setiap
tahunnya
e. sumber lain yang tidak bertentangan, baik dengan peraturan
perundang-undangan maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka
f. usaha dana, badan usaha yang dimiliki Gerakan Pramuka.
 Pasal 59 : Kekayaan
(1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak
bergerak serta hak milik intelektual.
(2) Pengelolaan kekayaan/aset yang tidak bergerak yang dikerjasamakan
dengan pihak ketiga harus diputuskan melalui rapat pleno pengurus
kwartir dan mendapat persetujuan dari majelis pembimbing.
(3) Pengalihan kekayaan/aset Gerakan Pramuka yang berupa barang tidak
bergerak, harus diputuskan melalui rapat pleno pengurus kwartir dengan

27
persetujuan ketua majelis pembimbing dan diinformasikan dalam rapat
kerja.
 BAB X : PEMBUBARAN
 Pasal 60
(1) a. Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional
Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.
b. Musyawarah nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurangkurangnya
dua pertiga jumlah kwartir daerah.
c.Musyawarah nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan
Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurangkurangnya
dua pertiga jumlah kwartir daerah.
d.Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh musyawarah
nasional jika disetujui dengan suara bulat.
(2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan, maka cara penyelesaian kekayaan
milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh musyawarah nasional yang
memutuskan pembubaran itu.
 BAB XI : ANGGARAN RUMAH TANGGA
 Pasal 61
(1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam
Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
(2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah
Nasional Gerakan Pramuka.
 BAB XII : PENUTUP
 Pasal 62
Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka
yang diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 5
Desember 2013.

28
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Pancasila mempunyai fungsi dan peran sebagai pedoman dan pegangan dalam
sikap, tingkah laku, perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dimanapun mereka berada.
2. Bunyi dari Tri Satya sebagai berikut:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
a. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan mengamalkan pancasila.
b. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
c. Menepati Dasa Darma.
3. Bunyi dari Dasa Darma Pramuka, sebagai berikut:
Dasa Darma, Pramuka itu:
a. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
c. Patriot yang sopan dan kesatria.
d. Patuh dan suka bermusyawarah.
e. Rela menolong dan tabah.
f. Rajin, terampil, dan gembira.
g. Hemat, cermat, dan bersahaja.
h. Disiplin, berani, dan setia.
i. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
j. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

3.2 Saran
Dari pembahasan falsafah kepramukaan diatas, telah dijabarkan dari
pengertiannya. Mungkin dari pembuatan makalah ini kami memiliki banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna, kedepanya diharapkan penulis makalah

29
akan lebih fokus dan teliti dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan
sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dan dapat dipertanggung
jawabkan.

30
DAFTAR PUSTAKA

Sobirin. 2012. Nilai-Nilai Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 12


Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. (online). http://eprints.walisongo.ac.id.
Di akses pada tanggal 23 Oktober 2019.
Prasetyo, Dimas Tri. 2015. Hakikat Sila-Sila Pancasila. (online). http://id.scibd.com.
Di akses pada tanggal 23 Oktober 2019.
__. 2017. Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga. (online).
http://pramuka.ulm.ac.id. Di akses pada tanggal 23 Oktober 2019.

31

Anda mungkin juga menyukai