Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan
Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil selama 1 (Satu) tahun
masa percobaan, dengan mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan
karakter dalam mencetak PNS.
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
pejabat Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas serta
mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Sesuai Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 12
Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, maka
Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (LATSAR) dilaksanakan
dengan Pola Baru. Adanya LATSAR dengan Pola Baru ini juga diharapkan dapat
membentuk kader ASN yang berkualitas berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang
meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi yang dapat diakronimkan menjadi ANEKA. Dengan demikian peserta
LATSAR dapat menjadi Aparatur Sipil Negara yang profesional sebagai
pelaksana kebijakan Publik, Pelayan Publik, Perekat dan Pemersatu Bangsa.
Guru sebagai Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari ASN
harus mampu berperan sebagai pelayan publik (peserta didik). Tugas ASN sebagai
pelayan publik meliputi beberapa bidang termasuk di dalamnya adalah bidang
pendidikan. Guru sebagai salah satu profesi PNS harus dilandasi oleh nilai-nilai
dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi
untuk mengaktualisasikan tugas pokok dan fungsinya sesuai yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negeri (ASN).
Dalam kegiatan menumbuhkan minat membaca khususnya di sekolah guru

1
memiliki peran yang sangat penting. Sebagai Agent of change tugas dan
tanggungjawab guru yaitu mengarahkan atau membentuk prilaku dan akhlak
peserta didik agar menjadi lebih baik. Dalam konteks kegiatan literasi, guru
sebagai fasilitator sekaligus menjadi subjek dan memiliki fungsi-fungsi yang
sangat penting dalam proses pembelajaran. Pertama, guru sebagai designer of
instruction atau perancang pengajaran karena memiliki kemampuan untuk
merencanakan (merancang) kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Oleh karena itu, guru harus memahami tahap perkembangan literasi peserta didik
dan menerapkan program literasi secara berimbang. Memilih strategi pembiasaan
dan pembelajaran literasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan mereka.
Kedua, guru sebagai manajer of instruction (pengelola pengajaran), memiliki
kemampuan mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan
menciptakan kondisi-kondisi belajar yang menarik sehingga setiap peserta didik
dapat belajar dengan tenang dan nyaman. Ketiga, guru dengan fungsinya
sebagai evaluator of student learning, mampu melakukan evaluasi yang bervariasi
sehingga siswa tidak merasa bosan dan tertekan. Memahami psikologis peserta
didik dapat memudahkan proses pembelajaran dan evaluasi peserta didik secara
tepat.
Budaya literasi di Indonesia menjadi persoalan yang sangat menarik untuk
diperbincangkan khususnya dikalangan peserta didik. Di tengah melesatnya
budaya populer, buku tidak lagi menjadi prioritas utama. Peserta didik cenderung
lebih senang menonton, main gadget dan mengikuti siaran televisi ketimbang
membaca. Buku pelajaran tak lagi menjadi teman setia siswa saat ini. Budaya
membaca, menulis dan berdiskusi tak lagi menjadi ciri khas pelajar yang konon
disebut sebagai generasi penerus bangsa. Padahal ada pepatah yang
mengungkapkan bahwa buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya.
Oleh sebab itu, perlu dibudayakan membaca dalam lingkungan masyarakat
khususnya di lingkungan sekolah. Budaya membaca di sekolah perlu
dikembangkan agar siswa dapat membiasakan diri untuk membaca. Untuk
melaksanakan pembiasaan ini tidak hanya dari peserta didik saja, namun perlu
dilakukan juga oleh beberapa pihak seperti guru, orangtua, dan pemerintah.
Oleh karena itu, dalam membangun budaya literasi guru dan orang tua

2
harus memberikan motivasi dan kesadaran pentingnya literasi dengan melakukan
pengawasan dan penanaman kebiasaan membaca dan menulis. Dan yang paling
penting dalam membangun budaya literasi adalah perlu adanya kesadaran diri
sendiri dengan membiasakan kegiatan membaca dan menulis.
Namun, pada kenyataannya minat baca di kalangan peserta didik
khususnya di SMA Negeri 2 Karossa saat ini sangatlah rendah. Sehingga,
menyebabkan kurangnya pengetahuan umum maupun sosial. Salah satu faktor
yang menyebabkannya adalah semakin berkembangnya teknologi. Oleh karena
itu, perlu diciptakannya strategi khusus untuk meningkatkan minat baca pada
siswa. Salah satunya, dengan melakukan kegiatan literasi.
Berdasarkan uraian yang dijelaskan di atas, maka sebagai guru yang
merupakan salah satu unsur ASN dianggap perlu untuk melakukan upaya
aktualisasi dalam rangka meningkatkan minat baca peserta didik khususnya di
SMA Negeri 2 Karossa. Oleh karena itu, penulis merumuskan permasalahan
“kurangnya minat baca peserta didik”. Selanjutnya untuk mengatasi
permasalahan tersebut maka penulis mengambil judul rancangan aktualisasi
“Peningkatan Minat Baca Peserta Didik SMA Negeri 2 Karossa Melalui
Kegiatan Literasi dengan pemanfaatan buku digital ”.

B. TUJUAN
Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi ini adalah untuk :
1. Mampu menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas sehingga memiliki
tanggungjawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan.
2. Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja atas dasar
semangat nilai-nilai Pancasila.
3. Mampu menerapkan nilai-nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan
kerja yang harmonis dan kondusif.
4. Mampu menerapkan nilai-nilai Komitmen Mutu sehingga dapat mewujudkan
pelayanan yang prima terhadap masyarakat.
5. Mampu menerapkan nilai-nilai Anti Korupsi sehingga dapat mewujudkan
sikap Jujur dan tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pihak
tertentu.
C. MANFAAT
a. Bagi Penulis

3
Diharapkan dari rancangan aktualisasi inidapat memberikan pengalaman
kerja sehingga bisa bekerja profesional dan penuh tranggung jawab.
b. Bagi Instansi
Diharapkan dengan adanya rancangan aktualisasi ini dapat mendorong
perkembangan instansi khususnya dalam mewujudkan visi-misi organisasi,
c. Bagi siswa
Melalui kegiatan literasi ini, siswa mendapat berbagai wawasan dan
informasi baru, kemampuan analisis dan berpikir seseorang.

D. NILAI-NILAI DASAR PNS (ANEKA)


Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki nilai dasar profesi, yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
Maka perlu diketahui indikator-indikator dari kelima nilai dasar tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Akuntabilitas
dimaknai sebagai sebuah hubungan dan proses yang direncanakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan sejak awal, penempatan sumber daya yang tepat, dan
evaluasi kinerja. Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja
PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ada sembilan indikator nilai yang harus diterapkan PNS untuk
menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel yakni; 1) Kepemimpinan, 2)
Transparansi, 3) Integritas, 4) Tanggung jawab, 4) Keadilan, 5) Kepercayaan, 6)
Keseimbangan, 7) Kejelasan dan 9) Konsistensi.
2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara dan sekaligus menghormati bangsa lain. Prinsip
nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar
bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan
dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan
golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan
negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak
merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban

4
antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai
sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN, bahkan
tidak sekadar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting.
Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki
orientasi berfikir yang mementingkan kepentingan publik.
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalm Undang-
Undang ASN yakni sebagai berikut;
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945
c. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada public secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdayaguna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain:
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang
menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara. Mata diklat komitmen mutu
memfasiltasi pembentukan nilai dasar inovatif dan komitmen mutu pada PNS,

5
melalui pembelajaran tentang efektivitas, efisiensi, inovasi dan kualitas
penyelenggaraan pemerintahan, konsekuensi dari perubahan, beserta analisis
dampaknya.
5. Antikorupsi
Antikorupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma
dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau
masyarakat baik secara langsung maupun tidak.
Mata Diklat anti korupsi memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar anti
korupsi pada peserta Diklat melalui pembelajaran penyadaran anti korupsi,
menjauhi perilaku korupsi, membangun sistem integritas, proses internalisasi
nilai-nilai dasar anti korupsi beserta analisis dampaknya.

E. KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI


1. Pelayanan Publik
Dapat disimpulkan sebagai pemberian layanan atau melayani keperluan orang
atau masyarakat dan/atau organisasi lain yang mempunyai kepentingan pada
organisasi itu, sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditentukan dan
ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada penerima pelayanan. Dengan
demikian, terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan public, yaitu unsur
pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan publik, unsur kedua ,
adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi
yang berkepentingan, dan unsur ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan
atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

2. Whole of Government (WoG)


Adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan
upaya – upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sector dalam ruang
lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan – tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh
karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan
urusan – urusan yang relevan.

3. Manajemen ASN

6
Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian
tujuan dan sasaran organisasi dan memberikan ruang bagi transparansi,
akuntabilitas, obyektivitas dan juga keadilan. Beberapa langkah nyata dapat
dilakukan untuk menerapkan sistem ini baik dari sisi perencanaan kebutuhan
yang berupa transparansi dan jangkauan penginformasian kepada masyarakat
maupun jaminan obyektivitasnya dalam pelaksanaan seleksi.

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. Gambaran Umum Organisasi


1. Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SMA NEGERI 2 KAROSSA
2 NPSN : 60728425
3 Jenjang Pendidikan : SMA
4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : Dusun Tomemba
Desa : Tasokko
Kecamatan : Kec. Karossa
Kabupaten/Kota : Kab. Mamuju Tengah
Provinsi : Prop. Sulawesi Barat
Negara : Indonesia

2. Visi dan Misi Sekolah


VISI

7
Terwujudnya SMA Negeri 2 Karossa yang berprestasi, berdisiplin tinggi,
berbudaya, berwawasan lingkungan berlandaskan iman dan taqwa.
Misi
Untuk mewujudkan visi sekolah maka SMA Negeri 2 Karossa
merumuskan misinya:

1. Menumbuhkan jiwa tanggung jawab untuk berprestasi.


2. Mengefektifkan kegiatan belajar mengajar.
3. Memberdayakan perpustakaan.
4. Seleksi Penerimaan Siswa Baru.
5. Memberikan arahan dan bimbingan secara optimal pada kegiatan
ekstrakurikuler.
6. Menggiatkan pembinaan dan bimbingan mental dan spiritual secara
berkesinambungan.
7. Mengembangkan bakat dan minat olahraga dan seni untuk berprestasi.
8. Menanamkan kesadaran berdisiplin dalam melaksanakan tata tertib sekolah.
9. Menumbuhkan kesadaran pelaksanaan 7K.
10. Menanamkan sopan santun dan budi pekerti luhur.
11. Menimgkatkan perolehan nilai Ujian Nasional minimal 6.
12. Meningkatkan hasil kejuaraan akademik dan non akademik.
13. Meningkatkan persentasi kelulusan ujian nasional hingga 100%.
14. Meningkatkan animo masyarakat untuk mendaftarkan calon siswa di SMA
Negeri 2 Karossa
15. Meningkatkan Kinerja Warga sekolah.

3. NILAI-NILAI ORGANISASI
1. Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran
agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,
dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Tranparansi laporan keuangan dan
penilaian sekolah secara berkala.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Tranparansi laporan keuangan dan
penilaian kelas secara berkala. Larangan menyontek.
3. Toleransi. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku,
etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menghargai dan memberikan
perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa

8
membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status
ekonomi, dan kemampuan khas. Memberikan perlakuan yang sama
terhadapstakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan,
status sosial, dan status ekonomi.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Memberikan pelayanan yang sama
terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras,
golongan, status sosial, dan status ekonomi. Memberikan pelayanan
terhadap anak berkebutuhan khusus. Bekerja dalam kelompok yang
berbeda.
4. Disiplin. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Memiliki catatan kehadiran.
Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin.
Memiliki tata tertib sekolah. Membiasakan warga sekolah untuk
berdisiplin.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Membiasakan hadir tepat waktu.
Membiasakan mematuhi aturan.
5. Kerja Keras. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh
pada berbagai ketentuan dan peraturan.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan suasana kompetisi
yang sehat. Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan
memacu untuk bekerja keras. Memiliki pajangan tentang slogan atau
motto tentang kerja.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kompetisi yang
sehat. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya
tahan belajar. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya
tahan kerja.
6. Kreatif dan inovatif. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk
menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi yang
menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan situasi belajar yang bisa
menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.
7. Mandiri. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang
lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

9
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Menciptakan situasi sekolah yang
membangun kemandirian peserta didik.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Menciptakan suasana kelas yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja
mandiri.
8. Demokratis. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama
hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
 Indikator Keberhasilan Sekolah: Melibatkan warga sekolah dalam
setiap pengambilan keputusan. Menciptakan suasana sekolah yang
menerima perbedaan. Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.
 Indikator Keberhasilan Kelas: Mengambil keputusan kelas secara
bersama melalui musyawarah dan mufakat. Pemilihan kepengurusan
kelas secara terbuka. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah
dan mufakat. Mengimplementasikan model-model pembelajaran
yang dialogis dan interaktif.
9. Akuntabel
Indikator : Tanggung Jawab, Partisipatif dan Transparan
10. Bersahabat atau komunikatif. Sikap dan tindakan yang mendorong
dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan
mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
 Indikator keberhasilan sekolah : suasana sekolah yang memudahkan
terjadinya interaksi antarwarga sekolah. Berkomunikasi dengan
bahasa yang santun dan ramah, saling menghargai dan menghormati.
 Indikator keberhasilan kelas : pengaturan kelas yang memudahkan
terjadinya interaksi peserta didik. Pembelajran yang dialogis. Guru
mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik.
11. Gemar membaca. Kebiasaannya menyediakan waktu serta sarana dan
prasarana untuk membaca berbagai buku bacaan.
 Indikator keberhasilan sekolah : tersedianya perpustakaan yang
nyaman dan buku-buku bacaan.
 Indikator keberhasilan kelas : adanya buku bacaan yang dapat dibaca
oleh peserta didik.

4. TUJUAN DAN FUNGSI


1) Tugas Pokok

10
Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan,
dimana guru memegang peranan yang sangat vital dalam penyelengaraan
pendidikan. Tugas guru ini dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52
Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru, yakni :
1. Merencanakan pembelajaran;
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu;
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4. Membimbing dan melatih peserta didik / siswa
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok
yang sesuai;
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas
No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya, diantaranya :
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaaran di kelasnya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggungjawabnya (khusus guru kelas);
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional;

11
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses
pembelajaran;
13. Melaksanakan pengembangan diri
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan
15. Melakukan presentasi ilmiah.
5. Fungsi Guru
Fungsi guru yang dimaksudkan disini juga sudah termasuk dalam tugas
guru yang telah dijabarkan diatas, namun terdapat beberapa fungsi lain yang
terkandung dalam poin d dan e Pasal 20 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c Pasal 40 Ayat (2) Undnag-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni :
1. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa;
2. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode
etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; Menciptakan suasana
pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan
dialogis;
Memelihara komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan;
dan Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

5. Data Siswa
DAFTAR SISWA SMA Negeri 2 Karossa

Jumlah Jumlah siswa


No Kelas/Jurusan
Rombel Laki-Laki Perempuan Total

1. X MIA 1 10 14 24

2. X IIS 1 8 13 21

3. XI MIA 1 15 14 29

4. XI IIS 1 14 16 30

5. XII IPA 1 8 16 24

6. XII IPS 1 1 12 16 28

12
7. XII IPS 2 1 14 12 26

Total 7 81 101 182

6. Data Guru
DAFTAR GURU SMA Negeri 2 Karossa
Gol/
No Nama/NIP Jabatan Jenis guru
Ruang
ABD. RAUF, S.Pd.I., M.Si.
III/d KEPSEK
NIP. 19691220 200701 1 018
ERNY MADJID, S.Pd
1 III/a GURU Guru Mapel BIOLOGI
NIP. 198611292019032005
HISBUL WATAN, S.Pd Guru Mapel Bhs.
2 III/a GURU
NIP. 198602252019031003 Indonesia dan TIK
MUH. ARFAN SULAIMAN, S.Pd Guru Mapel
3 III/a GURU Seni Budaya dan
NIP. 199007102019031008
Prakarya
MURNIATI TM, S.Pd, Gr Guru Mapel
4 III/a GURU
NIP. 199106212019032007 Kimia dan Fisika
SITI HERLINA, S.Pd Guru Mapel
5 III/a GURU
NIP. 199007082019032003 Sejarah
ZULKIFLI, S.Pd Guru Mapel
6 III/a GURU
NIP. 198610252019031002 Pend. Agama Islam
Guru Mapel
7 SYAMSUDDIN D, S.Pd GURU
Matematika

Guru Mapel
8 SULTAN HASANUDDIN, S.Pd GURU
Bahasa Indonesia

Guru Mapel
9 NASRIATI N, S.Pd GURU
Matematika
Guru Mapel
10 MUH. BUSAIRI, S.Pd GURU
Ekonomi
Guru Mapel
11 MUHTALIB, S.Pd GURU Bhs. Indonesia dan
Geografi
Guru Mapel
12 ASRI, S.Pd GURU
PKn
Guru Mapel
13 RADIA, S.Pd GURU
Sosiologi
Guru Mapel
14 NURWANA, S.Pd GURU
Geografi
15 AHMAD TURJA, S.Pd GURU Guru Mapel

13
PJOK
Guru Mapel
16 AJRIANI, S.Pd GURU
Bhs. Inggris dan Fisika

Guru Mapel
17 MANSUR, M.S, S.PdI GURU
Bhs. Arab dan Mulok
Guru Mapel
18 SARIBULANG, S.Pd GURU
Bhs. Inggris
19 NASRANIAH, S.Pd.I GURU Guru Mapel BK

V. Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH

Komite Kepala sekolah

Tata usaha

Wakasek kurikulum Wakasek Kesiswaan


dan humas dan sapras

Kepala Laboratorium Wali kelas Kepala Perpustakaan

Guru Mata Pelajaran

Peserta Didik

7. Deskripsi Unit Kerja


SMA Negeri 2 Karossa terletak di desa Tasokko , kecamatan Karossa,
kabupaten Mamuju Tengah . Tahun ajaran 2019/2020 ini sekolah sudah
menerapkan kurikulum 2013 di kelas X dan XI Sedangkan untuk personel
pengajar di SMA Negeri 2 Karossa terbilang masih belum memadai.

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR ASN

A. ISU AKTUAL
1. Identifikasi Penetapan Isu

14
Selama menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai sebagai guru
di SMA Negeri 2 Karossa, terdapat beberapa isu yang diamati yaitu :
a. Rendahnya minat baca bagi peserta didik di sekolah. Hal ini terlihat
ketika proses pembelajaran dikelas, dimana menurut Roster
Pembelajaran yang berdasar Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015,
yang salah satu kegiatannya adalah “15 menit membaca buku non
pelajaran sebelum waktu belajar dimulai”, namun yang Nampak siswa
kurang bergairah, main-main bahkan ada yang tidak membaca.
b. Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca puisi. Hal ini terlihat
dalam penyeleksian tingkat sekolah peserta lomba baca puisi yang
akan diikutkan dalam lomba tingkat kabupaten.
c. Belum adanya ketersediaan Majalah Dinding sekolah sebagai
pengembangan kreativitas peserta didik.

2. Penetapan Isu
Berdasarkan identifikasi isu di atas, terdapat tiga isu yang diangkat
dalam rancangan aktualisasi ini. Dari tiga isu yang muncul tersebut kemudian
akan dikerucutkan lagi menjadi satu isu utama yang harus ditemukan
solusinya. Dalam hal penetapan isu utama tersebut, maka perlu dilakukan
suatu pengujian dengan menggunakan salah satu metode yaitu USG
(Urgency, Seriousness, Growth).
Metode USG adalah salah satu alat yang digunakan untuk menyusun
urutan prioritas isu yang akan diselesaikan. Metode ini dilakukan dengan
menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu dengan
menentukan angka skala (1 s.d 5). Isu yang memiliki skor tertinggi
merupakan isu utama atau isu pokok yang akan segera diselesaikan. Indikator
nilai isu dapat dilihat pada Tabel 1.1

Table 1.1 Indikator Skor

Skala Nilai

5 Sangat Besar

4 Besar

3 Sedang

2 Kecil

1 Sangat Kecil
15
Keterangan:
1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti.
2. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan.
3. Growth
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagaimana mestinya.

Penetapan Isu yang diangkat dapat dilihat pada Tabel 1.2 berikut.

Table 1.2 Penetapan Isu dengan Teknik USG


Pemilihan Isu
No Isu Aktual USG Total Prioritas
U S G Nilai
Rendahnya minat baca bagi
1 5 4 4 13 I
peserta didik di sekolah

Rendahnya kemampuan siswa dalam


2 3 4 4 11 II
membaca puisi

3 Belum adanya ketersediaan Majalah 4 3 3 10 III


Dinding sekolah sebagai
pengembangan kreativitas peserta
didik.

16
Berdasarkan pendekatan analisis USG diatas maka didapatlah isu
aktual dengan jumlah skor tertinggi yang penulis angkat sebagai rancangan
aktualisasi yaitu: Rendahnya minat baca siswa di sekolah.

17
RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : SMA Negeri 2 Karossa

Identifikasi Isu : 1. Rendahnya minat baca siswa di sekolah


2. Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca puisi
3. Belum adanya ketersediaan Majalah Dinding sekolah
sebagai pengembangan kreativitas peserta didik.

Rendahnya minat baca siswa di sekolah


Isu yang diangkat :

Meningkatkan Minat Baca Pada Peserta Didik Melalui


Gagasan pemecahan isu : Literasi Dengan Pemanfaatan Buku Digital
Adapun kegiatan-kegiatan pemecahan isu aktual yang akan dilaksanakan adalah
sebagai berikut :

1. Melakukan konsultasi dengan atasan terhadap rancangan aktualisasi yang akan


dilakukan
2. Merencanakan tindakan dan mempersiapkan pelaksanaan
3. Melaksanakan pelatihan pemanfaatan buku digital
4. Melaksanakan kegiatan literasi dengan memanfaatkan buku digital
5. Melakukan evaluasi tentang minat baca

18
Kontribusi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-nilai Dasar Terhadap Visi Misi Nilai-Nilai
Organisasi Organisasi
1 Tahap Awal / 1. Konsultasi dengan Kepala  Terlaksananya konsultasi Akuntabilitas Dengan Dengan adanya
Melaksanakan kegiatan dengan penuh
Persiapan Sekolah/Mentor sebagai dan mendapatkan arahan terlaksananya kegiatan ini
disiplin dan penuh tanggung jawab
pelaksanaan pihak yang bertanggung serta persetujuan dari Konsultasi dengan mewujudkan
Nasionalisme
kegiatan jawab di SMA untuk pimpinan di buktikan Menyusun konsep kegiatan didasari pimpinan dan nilai-nilai
melakukan aktualisasi oleh kerjasama dengan kepala sosialisasi dengan organisasi
dengan adanya notulen
2. Melakukan sosialisasi kepada sekolah/mentor dan guru-guru
serta surat dukungan dari guru dan siswa, Komunikatif
Guru-guru tentang rencana Etika Publik
pimpinan mewujudkan misi
Melakukan komunikasi efektif dengan
pelaksanaan aktualisasi di  Terlaksananya sosialisasi atasan dan rekan guru secara sopan Sopan santun dan
Sekolah yaitu dengan kepada guru-guru tentang dan santun
budi pekerti luhur
menerapkan sistem 15 menit pelaksanaan aktualisasi diKomitmen Mutu
membaca sebelum memulai sekolah Mencatat segala masukan dari atasan
pembelajaran  Terlaksananya sosialisasi dan mentor dengan teliti dan hati-hati
agar kegiatan berjalan sesuai dengan
3. Mensosialisasikan kepada kepada siswa program rencana
siswa program literasi di literasi di kelas
Anti Korupsi
kelas Bekerja dengan jujur tanpa
menambahkan unsur lain yang tidak
seharusnya
2 Rencana dan 1. Membuat rancangan literasi  rancangan tempat baca Akuntabilitas Dengan Dengan adanya
Selalu berkonsultasi dengan pimpinan,

19
persiapan di kelas XII IPA dengan bekerja sama karena pimpinan memainkan peranan terlaksananya kegiatan ini
2. Konsultasi dengan Wakasek yang penting dalam menciptakan
kegiatan dengan siswa rencana persiapan mewujudkan
lingkungan yang akuntabel
Sarpras dan siswa tentang  Daftar inventaris sarana
(kepemimpinan) kegiatan, nilai-nilai
kesedian sarana prasarana dan prasarana mewujudkan misi organisasi
3. Menyiapkan buku-buku  Tersedianya buku-buku Etika Publik
Berkonsultasi dengan pimpinan, perlu Mengefektifkan akuntabel
digital yang diminati siswa digital yang berkualitas
etika yakni dengan hormat, sopan dan kegiatan belajar
sebagai bahan bacaan dan diminati siswa sebagai cermat
4. Menyiapkan jurnal literasi mengajar
bahan
untuk masing-masing siswa  Tersedianya jurnal literasi Nasionalisme
5. Memasang poster-poster Memastikan kelengkapan sarana yang
untuk masing-masing akan digunakan
pentingnya membaca
siswa
 Poster pentingnya Anti Korupsi
Melampirkan dokumen inventaris
membaca terpasang di
sarana dan prasarana dengan sebenar-
dalam kelas benarnya (kejujuran)

Komitmen Mutu
Melakukan pendataan kelengkapan
sarana dan prasarana yang akan
digunakan terlebih dahulu untuk
memastikan bahwa proses
pembelajaran akan berjalan efisien
3. Melaksanakan 1. Menyampaikan cara  Siswa mengetahui cara o Melaksanakan pelatihan dengan Dengan proses pelatihan
integritas tinggi (etika publik)

20
pelatihan pemanfaatan buku digital pemanfaatan buku digital terkait cara pemanfaatan buku melaksanakan mengacu pada
2. Mendampingi siswa dalam  Terlaksananya latihan digital
pemanfaatan pelatihan Nilai
berlatih memanfaatkan pemanfaatan buku digital o bertanggung jawab
buku digital (akuntabilitas) dalam pemanfaatan buku Partisipatif, dan
buku digital
menyiapkan tempat untuk digital, mewujudkan akuntabel
pelatihan dengan kerjasama misi organisasi sehingga
(Nasionalisme) wali kelas.
o menyampaikan materi Memberikan kegiatan tersebut
pembelajaran kepada peserta arahan dan berjalan dengan
didik yang ikut berpartisipasi bimbingan secara baik
(akuntabilitas) dalam kegiatan
optimal. Serta
pelatihan tanpa ada
diskriminatif (Nasionalisme) mewujudkan visi
o Memberikan kesempatan kepada Berprestasi
peserta pelatihan untuk mencoba
berinovasi (komitmen mutu )
secara mandiri (Anti Korupsi )
dalam membaca buku

21
4. Melaksanakan 1. siswa membaca buku 15  Akan mendorong peserta  Akuntabilitas Dengan Dengan adanya
Melaksanakan kegiatan dengan
kegiatan literasi menit sebelum belajar didik secara bersama- melaksanakan kegiatan literasi
penuh disiplin dan penuh
dengan (membaca dalam hati), hal sama dan tetap konsisten tanggung jawab kegiatan literasi , ini mewujudkan
memanfaatkan ini dilakukan sebagai tahap untuk membaca dan ikut  Komitmen mutu maka mewujudkan nilai-nilai
Siswa memaparkan secara lisan
buku digital pembiasaan serta dalam kegiatan ini visi misi sekolah organisasi
hasil review untuk memastikan
bahwa siswa memahami isi dari menumbuhkan Jujur, Disiplin
2. siswa menulis ringkasan dan  Akan mengajak siswa
buku yang dibaca jiwa tanggung dan
judul buku yang telah dibaca untuk bertanggungjawab  Etika Publik
jawab untuk komunikatif
di jurnal masing-masing menulis hasil ringkasan di Siswa taat perintah untuk
membaca dan memaparkan berprestasi.
3. Memaparkan secara lisan jurnal masing-masing
secara lisan hasil ringkasan
 siswa untuk memaparkan
hasil ringkasan buku  Anti Korupsi
secara lisan hasil Mampu mempertanggung
ringkasan buku jawabkan media yang digunakan
pada saat proses pembelajaran

5 Melakukan 1. Membuat pedoman Terlaksananya evaluasi Komitmen Mutu Dengan Ketika saya
evaluasi evaluasi dibuktikan dengan adanya Saya membuat pedoman evaluasi melaksanakan melakukan
mengenai 2. Mengedarkan pedoman lembar instrumen penilaian yang bermutu dan mengedarkan kegiatan evaluasi , evaluasi
kegiatan literasi pedoman evaluasi tersebut secara
evaluasi yang telah di buat maka mewujudkan mengenai
efektif dan efisien
3. Mengisi lembar penilaian visi misi sekolah kegiatan literasi

22
4. Merekap hasil penilaian menumbuhkan maka saya telah
Anti Korupsi jiwa tanggung melakukan
selanjutnya mengisi dan merekap jawab untuk penguatan
lembar penilaian tersebut secara
berprestasi. terhadap nilai-
jujur, adil dan penuh
tanggungjawab nilai organisasi
yaitu bersikap
Etika Publik adil jujur dan
Saya melakukan proses evaluasi toleransi
dengan penuh tanggung jawab dan
integritas tinggi

23