Anda di halaman 1dari 1

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Teori revolusi sosio-kultural ini sangat berhubungan dengan masyarakat
dan budaya, dimana keduanya akan saling mempengaruhi didalam sebuah
pembelajaran. Teori revolusi sosio-kultural ini juga menerangkan bahwa
kemampuan seorang siswa dalam belajar tidak hanya serta merta melalui peran
guru saja, melainkan juga dipengaruhi oleh budaya dan kemampuan dirinya
sendiri.
Penjelasan tentang teori belajar kultural oleh para ahli dilakuakan melalui
berbagai pendekatan teori pembelajaran yang diformulasikan dengan aspek kultur
lingkungan masyarakat dan lingkungan alam. Penekanan bahwa peserta didik
aktif dalam pembelajaran harus dipadukan dengan adanya peran budaya yang
didapatkan dari pola hubungan dan interaksi baik antara peserta didik, guru,
lingkungan, maupun masyarakat. Namun, demikian patut diakui bahwa tidak ada
teori belajar yang paling sempurna, termasuk teori belajar kultural. Disamping
kelebihan-kelebihan yang dimiliki, teori belajar kultural juga memiliki kelemahan.

B. Saran
Pelaku dan pengamat pendidikan agar memberikan formulasi yang
lengkap dan jelas mengenai teori belajar kultural dengan berbagai aplikasinya.
Terutama untuk pelaku dan pengamat pendidikan di Indonesia agar menciptakan
suatu pendekatan pembelajaran melalui teori belajar kultural, yang mengacu pada
aspek pengembangan karakteristik kebangsaan, sehingga sesuai untuk diterapkan
pada pendidikan di Indonesia yang latar belakang masyarakatnya sangat plural.