Anda di halaman 1dari 8

‫م‬ ‫ل‬ ‫س ل‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ا‬ ‫و‬ ِ ‫ن‬ َ‫ما‬ ‫ي‬ ‫ل‬‫م‬ ‫س‬ ‫ا‬ ِ ‫ة‬ ‫ل‬ ‫م‬

َ‫ما‬ ‫ي‬ ‫ل‬‫م‬ ‫س‬ ‫ا‬ ِ ‫ة‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ع‬ ‫م‬ ‫ن‬ ِ َ‫نا‬ ‫م‬ ‫ع‬ ‫ن‬‫ا لل سحمد ِل مل له ِال لذي ِأ ل‬
‫م‬ ‫س‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ل س د م م س‬
‫ن ِع دل سد‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫قللل ِأ ل‬
‫ن‬
‫م‬ ‫س‬ ‫ي‬ ‫د‬ ‫د‬ ‫م ِال‬ ‫م‬ ‫و‬ ‫س‬ ‫م‬‫م‬ ِ َ‫نا‬ ‫ل‬ ‫م‬
‫ل‬ ‫ه‬
‫ل ل‬ ‫س‬ ‫ف‬ ‫أ‬ ‫و‬ ِ ِ،‫ة‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ر‬ ‫د‬ ‫ح‬
‫د‬ ‫ال‬ ‫م‬ ‫و‬ ‫ست م س م‬ ‫ولا سمل س‬
‫ة‬
‫م ل‬ ‫ق ِال سك لرمي س ل‬ ‫خلل ل‬ ‫شد للناَ ِا سل ل س‬ ‫ن ِل للناَ ِولأ لسر ل‬ ‫ِ ِولب لي ل ل‬،‫ة‬ ‫قي سد ل م‬ ‫ولسالعل م‬
‫ل‬
‫ة‬‫ح ل‬ ‫صاَل م ل‬ ‫ل ِال ل‬ ‫ماَ ل‬ ‫ولا سلع س ل‬
‫شه ل‬ ‫ل‬
‫شلهاَد لة ة‬ ‫ه ِ ل‬ ‫ك ِل ل د‬ ‫شرمي س ل‬ ‫ه ِلل ِ ل‬ ‫حد ل د‬ ‫ه ِول س‬ ‫ل ِالل د‬ ‫ه ِإ م ل‬ ‫ن ِلل ِمإل ل‬ ‫د ِأ س‬ ‫أ س ل د‬
‫دا‬ ‫شهد ِأ ل‬ ‫س‬ ‫ِ ِوأ ل‬.‫تنجيناَ ِبهاَ ِمن ِأ لهسوال ِيوم ِال سقياَمة‬
‫م ة‬ ‫د ل‬ ‫ح‬
‫ل‬ ‫م‬ ِ ‫ن‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫ل‬ ‫ل م ل س م م ل ل م ل‬ ‫دس م سل مل م س‬
‫خي سدر ِسالب لرمي لةم‬ ‫شاَفم د د‬
‫ة ِول ل‬ ‫م م‬ ‫ع ِا سل ل‬ ‫ه ِ ل‬ ‫سوسل د د‬ ‫ه ِوللر د‬ ‫ع لب سد د د‬
‫د ِولع لللىَ ِآل مهم‬ ‫م د‬ ‫ح ل‬ ‫م ل‬ ‫ك ِع لللىَ ِ د‬ ‫م ِوللباَرم س‬ ‫سل د س‬ ‫ل ِول ل‬ ‫ص د‬ ‫م ِ ل‬ ‫لالل لهد ل‬
‫وأ ل‬
‫ن‬
‫جت لن مب دوس ل‬ ‫ت ِولي ل س‬ ‫حاَ م‬ ‫صاَل م ل‬ ‫ن ِال ل‬ ‫مل دوس ل‬ ‫ن ِي لعس ل‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ي‬ ‫م‬ ‫ذ‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ه ِا‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ب‬َ‫حا‬‫ل‬ ‫ص‬
‫س‬ ‫ل‬
‫ل‬
‫ماَ ِب لعسد د‬ ‫ِ ِأ ل‬.‫ت‬ ‫ا سللمن سهملياَ م‬:
‫ه ِول ل‬ ‫د‬ ‫عباَد ِالله ِ! ِأ د‬
‫طاَع لت مهم‬ ‫وىَ ِالل م‬ ‫س م ل‬ ‫س‬ ‫ق‬ ‫ل‬ ‫ت‬ ‫ب‬ ِ ‫ي‬ ‫س‬
‫م‬ ‫س‬ ‫ف‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫و‬
‫س ل‬ ِ ‫م‬ ‫ك‬ ‫س‬ ‫ي‬ ‫ص‬
‫م‬ ‫س‬ ‫و‬ ‫م‬ ‫فللياَ ِ م ل ل‬
‫ل‬
‫مدنوا‬ ‫ن ِلءا ل‬ ‫ ِلياَأييهلاَ ِال لذ مي س ل‬:َ‫ه ِت للعاَللى‬ ‫ل ِالل د‬ ‫قاَ ل‬ ‫ِ ِفل ل‬.‫ن‬ ‫حو س ل‬ ‫فل م د‬ ‫م ِت د س‬ ‫ل لعلل لك د س‬
‫ل ِتموتن ِإ ل ل‬
‫ن‬
‫مو س ل‬ ‫سل م د‬ ‫م س‬ ‫م ِ ي‬ ‫ل ِولأنت د س‬ ‫ه ِول ل ل د س د ل م‬ ‫قاَت م م‬ ‫ق ِت د ل‬ ‫ح ل‬ ‫ه ِ ل‬ ‫قوا ِالل ل‬ ‫ات ل د‬
Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Allah

Marilah pada siang hari ini kita senantiasa meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Dan hendaknya kita
selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan
kepada kita semua dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Salah satu nikmat dan rahmat yang diberikan Allah kepada manusia adalah
nikmat Kemerdekaan. Hal ini merupakan nikmat yang tidak bisa diukur dengan
harta benda. Banyak orang bersedia mengorbankan apapun demi mendapatkan
hak untuk merdeka.

Alhamdulillah, satu hari lagi kita akan merayakan Hari Kemerdekaan Negara
Kita, Indonesia yang ke 74.Ini semua merupakan nikmat serta berkah dari Allah
SWT, yang harus disyukuri. Sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi; “Atas berkat Rahmat Allah Yang
Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya”. Jadi jelas, bahwa kemerdekaan yang hingga saat ini kita
rasakan dan esok hari yang akan kita peringati, adalah berkat Rahmat Allah
SWT

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah

Kemerdekaan Indonesia telah berumur 74 tahun, tentu ini bukanlah waktu yang
pendek, sesuai umur rata-rata manusia. Namun kemerdekaan hakiki bangsa ini
masih belum menjadi bukti. Memperingati kemerdekaan bukan sekadar
perayaan seremonial saja, juga bukan sekadar semarak warna-warni bendera
dan umbul-umbul, juga tidak sekadar aneka lomba yang kurang mendidik. Dan
kemerdekaan ini masih sebatas baru dikenang, belum sepenuhnya disyukuri
oleh mayoritas anak bangsa.

Kita bisa lihat, banyak masyarakat, khususnya kaum muda yang memaknai
kemerdekaan hanya sebatas penciptaan suasana ramai, meriah, dan gebyar
dengan hura-hura dan foya-foya. Sebaliknya, semangat juang yang terkandung
di dalamnya nyaris terlupakan.

Oleh karena itu, kita harus tetap mengawasi dan juga mengisi kemerdekaan ini
dengan sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang telah Allah syari’atkan dan
perjuangan dalam mengisi kemerdekaan belum pernah berhenti. Karena kita
telah keluar dari penjajah satu, kita akan menghadapi penjajah yang lain. Bung
Karno pernah mengatakan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir
penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu
sendiri.”

Hari kemerdekaan Indonesia ke-74 menarik untuk kita renungkan. Sebuah


kemerdekaan tidak mungkin diraih tanpa adanya kemenangan, kemenangan
mustahil didapat tanpa adanya perjuangan, perjuangan tidak akan berarti tanpa
adanya kebersamaan dan persaudaraan, persaudaraan tidak mungkin tercapai
tanpa ketulusan, dan ketulusan tidak akan berfaedah tanpa didasari ilmu. Allah
SWT berfirman:

‫ه ِل ل ل‬
‫معل‬ ‫ن ِٱلل ل ل‬
‫سب دل للناَ ِولإ م ل‬
‫دوسا ِمفيلناَ ِل لن لهسد مي لن لدهم ِ د‬
‫جهل د‬ ‫ن ِ جل‬
‫ذي ل‬‫ولٱل ل م‬
‫ن‬‫سن مي س ل‬
‫ح م‬‫ٱلمـ س‬
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-
benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-
Ankabut: 70)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kemerdekaan Indonesia yang begitu susah payah diraih, ternyata sering


dimaknai sebatas romantisme sejarah semata. Karena hari ini kita lihat dan
rasakan, 74 tahun hanyalah peralihan dari satu penjajahan kepada berbagai
penjajahan lainnya. Betapa tidak, dahulu para pahlawan kita hanyalah
menghadapi penjajahan militer. Tetapi sekarang, bangsa Indonesia menghadapi
multi penjajahan, dari penjajahan ekonomi, budaya, moral, sampai pemikiran.
Bahkan bentuk penjajahan seperti ini lebih besar bahayanya daripada
penjajahan militer, karena bahaya yang ditimbulkan jauh lebih komplek dan
berdaya rusak tinggi. Bukan fisik yang dirusak, tetapi pola pikir. Itulah yang
dinamakan ghazwul fikri (perang pemikiran).

Dalam masalah ekonomi, sampai hari ini kita belum bisa melepaskan krisis dan
ketergantungan kepada utang luar negeri. Bidang budaya, identitas keislaman
dan ketimuran bangsa Indonesia terlebur dengan budaya Barat. Dalam bidang
moral, mulai anak TK sampai mahasiswa, masyarakat sampai pejabat, tidak
jarang kita saksikan pemandangan biasa dari tradisi tawuran korupsi,
pornografi, pornoaksi, bahkan bangga menjadi lesbi, waria, dan wanita tuna
susila. Maka benarlah apa yang disabdakan Rasulullah SAW:
‫س‬
‫ه‬
‫من س د‬ ‫ه ِ ل‬
‫شرر ِ م‬ ‫ن ِإ ملل ِال لذ م س‬
‫ي ِب لعسد ل د‬ ‫ماَ ن‬ ‫ي ِع لل لي سك د س‬
‫م ِلز ل‬ ‫ه ِلل ِي لأت م س‬‫صب مدرسوا ِفلإ من ل د‬ ‫ام س‬
‫وا ِلرب لك د س‬
‫م‬ ‫ق س‬‫حلتىَ ِت لل ل ل‬
‫ل‬
“Bersabarlah kalian, maka sesungguhnya tidak akan datang kepada kalian
sebuah zaman, kecuali zaman tersebut lebih rusak dari sebelumnya, sampai
kalian menemui Tuhan kalian.”(HR. Bukhari).

Maka menjadi pilihan bagi kita, apakah kita akan mengikuti zaman dengan
warna kemaksiatan dan menjadi budak zaman? Atau justru mewarnai zaman
dengan warna keshalihan dan menjadi manusia merdeka yang terbebas dari
nafsu dunia, yang hanya menghambakan kepada Allah Taala? Ketahuilah bahwa
sejatinya tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, untuk mewarisi
bumi dan memakmurkannya dengan aturan dan syariat Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dengan tegas Allah SWT telah memberi arahan kepada bangsa ini bagaimana
seharusnya mengisi kemerdekaan dan mensyukuri nikmat kepemimpinan. Allah
SWT berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 41:
‫ة ِوللءات لودسا ِٱللزك لوجة ل‬ ‫صل لوج ل‬ ‫ل‬ ‫ن ِمك لن جلهم ِمفي ِٱ ل‬
‫موسا ِٱل ل‬ ‫ض ِألقاَ د‬
‫م‬ ‫لر‬ ‫ن ِإ م س ل د‬ ‫ٱل ل م‬
‫ذي ل‬
‫قب ل د د‬ ‫ل‬
‫مورم‬
‫ة ِٱل د‬ ‫ه ِع جل م‬‫ر ِولل مل ل م‬
‫منك ل م‬‫ن ِٱل د‬ ‫س‬ ‫مدروسا ِب مٱلمعدرو م‬
‫ف ِولن للهوا ِع ل م‬ ‫ولأ ل‬
”(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi
niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat
ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah
kembali segala urusan.”

Kalimat ”Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi” bisa berarti suatu
bentuk kemerdekaan dari penjajahan. Ada empat strategi yang harus
dilaksanakan dalam mengisi kemerdekaan ini:

Pertama, iqamatus shalah (mendirikan shalat)

Mendirikan shalat dalam rangka membangun moralitas dan akhlaq mulia.

Suatu bangsa atau institusi akan dapat langgeng ketika memiliki moralitas dan
kredibilitas yang tinggi. Kunci membangun moralitas terletak pada pelaksanaan
ibadah shalat, dan ketaatan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah
SWT.

‫شاَمء ِولسال د‬
‫من سك لرم‬ ‫ح ل‬ ‫ن ِال س ل‬
‫ف س‬ ‫صلل ل‬
‫ة ِت لن سلهىَ ِع ل م‬ ‫ن ِال ل‬
‫إم ل‬
”Sesungguhnya shalat mampu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. (Al
Ankabut: 45)

Kedua, itauz zakah, menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial

Zakat, atau mengeluarkan harta yang kita punya untuk diberikan kepada orang
yang berhak menerimanya adalah dalam rangka membersihkan harta kita dari
yang tidak halal atau yang masih samar-samar. Zakat juga sebagai upaya untuk
mengerem nafsu bakhil dalam diri seseorang, karena kecendrungan seseorang
itu cinta terhadap harta dan dunia. Zakat juga sebagai symbol sosial kepedulian
seseorang kepada sesama.

Ketiga, Amar makruf nahi munkar, jaminan kepastian dan penegakan


hukum

Dalam konteks jaminan kepastian dan penegakan hukum, pernah ditegaskan


Rasulullah saw, ketika ada usaha dari para sahabat untuk minta keringanan
hukuman bagi seorang wanita bangsawan yang berzina. Namun dengan tegas
Rasul menolak dan mengatakan, ”Ketahuilah, penyebab kehancuran umat
terdahulu, adalah karena ketika orang kaya mencuri, maka tidak ditegakkan
hukuman. Namun kalau yang mencuri itu rakyat kecil, seketika itu hukuman
ditegakkan dengan seberat-beratnya. Ketahuilah, seandainya Fatimah putri
Muhammad mencuri, pasti aku sendiri yang akan memotong tangannya.”
Seseorang sama di mata hukum. Hukum tidak bisa dibeli dan digadaikan.

Keempat, Mengembalikan urusan kepada Allah semata

Ketika usaha untuk membangun moralitas dan akhlakul karimah lewat


pelaksanaan ibadah shalat. Dan menumbuhkan kepedulian sosial yang
dibuktikan dengan mengeluarkan zakat. Serta proses amar makruf dan nahi
munkar sudah dijalankan dengan seimbang, maka selebihnya kita serahkan
urusan kehidupan kepada kehendak Allah SWT. Karena Dia-lah yang akan
mengatur urusan seluruh manusia. Dan Allah SWT pasti menepati janji–Nya,
yaitu akan menolong orang yang mengikuti kehendak–Nya. Allah SWT
berfirman:
‫ل‬
‫ه‬ ‫ل ِع لللىَ ِالمله ِإ م ل‬
‫ن ِالل ل‬ ‫ت ِفلت لولك ل س‬ ‫ر ِفلإ ملذا ِع للز س‬
‫م ل‬ ‫م ِمفي ِا سل س‬
‫م م‬ ‫شاَومسرهد س‬ ‫ول ل‬
‫ن‬‫مت لولك دل مي س ل‬‫ب ِال س د‬
‫ح ي‬‫يد م‬
”Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila
kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada–Nya.”
(Ali Imran: 15)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dengan semangat kemerdekaan, marilah kita menyukuri kemerdekaan ini


dengan mempertahankan keutuhan jati diri dan bangsa ini dengan nilai-nilai
akhlaq yang luhur dan nilai-nilai Islam yang tinggi, hanya dengan itu, kita bisa
meraih kejayaan di masa yang akan datang. Mudah-mudahan Allah SWT
berkenan meneruskan sejarah bangsa ini sehingga bangsa ini akan menjadi
sebuah “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafuur“ sebuah negara dan bangsa
yang meraih maghfirah Allah SWT dalam waktu yang bersamaan juga meraih
kesejahteraan dan kedamaian selama-lamanya.

‫م‬‫ي ِولإ ملياَك د س‬‫فعلن م س‬ ‫ِ ِولن ل ل‬،‫م‬ ‫قسرآ م س‬ ‫م ِمفي ِال س د‬ ‫ي ِولل لك د س‬ ‫لباَلر ل‬
‫ن ِالعلظ م لي س م‬ ‫ه ِل م س‬
‫ك ِالل د‬
‫ذا‬ ‫ي ِهل ل‬ ‫ل ِقلوسل م س‬ ‫ِ ِأقدوس د‬.‫م‬ ‫حك مي س م‬‫ر ِال س ل‬‫ت ِ ِلوالذ دك س م‬ ‫ن ِسالْلياَ م‬ ‫م ل‬ ‫ه ِ م‬ ‫ماَ ِفمي س م‬ ‫بم ل‬
‫ل‬
‫ن‬‫مي س ل‬
‫سل م م‬ ‫م س‬ ‫رال س د‬‫ساَئ م م‬‫م ِولل م ل‬ ‫ي ِولل لك د س‬ ‫ه ِال سعلظ مسيم ِل م س‬ ‫فدر ِالل ل‬ ‫ست لغس م‬ ‫ولأ س‬
‫فوسدر‬ ‫و ِال سغل د‬ ‫ه ِهد ل‬ ‫ه ِإ من ل د‬
‫فدروس د‬ ‫ست لغس م‬‫ت ِلفاَ س‬ ‫ت ِنواَؤلمْمؤؤتمتنؤينن ِنواَؤلمْمؤؤتمنناَ ت‬
‫ماَ ت‬ ‫سل م ل‬ ‫م س‬ ‫لوال س د‬
‫م‬
‫حي س د‬‫اللر م‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ف‬
‫حن مي س م‬ ‫م ِال س ل‬ ‫سل م‬
‫ل ِمفي ِا سل م س ل‬ ‫جعل ل‬ ‫ي ِ ل‬ ‫فوسمر‪ِ ِ،‬ا لل لذ م س‬ ‫ز ِسالغل د‬ ‫ه ِال سعلزمي س م‬ ‫د ِلل م‬ ‫م د‬ ‫ح س‬ ‫ا لل س ل‬
‫ملتاَع د‬ ‫ة ِالد ين سلياَ ِإ ملل ِ ل‬ ‫حلياَ د‬ ‫ماَ ِسال ل‬ ‫ل ِ}ول ل‬ ‫ي ِلقاَ ل‬ ‫دىَ ِلوالن يوسمر‪ِ ِ،‬ا لل لذ م س‬ ‫سالهد ل‬
‫ن ِن لظ للر ِلفاَع ست لب للر‪ِ،‬‬ ‫م س‬ ‫د ِ ل‬ ‫م ل‬ ‫ح س‬ ‫ه ِولت للعاَللىَ ِ ل‬ ‫حاَن ل د‬ ‫سب س ل‬ ‫ه ِ د‬ ‫مد د د‬ ‫ح ل‬ ‫ال سغددروسمر{ِ‪ِ ِ،‬ن ل س‬
‫ف ِع لن ِال سمساَويمء ِوازدجر‪ِ ِ،‬وع لل م ل‬
‫دامر‬ ‫ت ِب م ل‬ ‫س س‬ ‫ن ِالد ين سلياَ ِل لي س ل‬ ‫م ِأ ل‬ ‫ل‬ ‫ل س ل ل ل‬ ‫م‬ ‫ل ل‬ ‫م‬ ‫ولك ل ل‬
‫ملهاَ‪ِ،‬‬ ‫ح ل‬ ‫ل‬ ‫خ ل‬ ‫ق ِال س‬ ‫خل ل‬ ‫ه ِإ م ل‬ ‫ل‬ ‫شهد ِأ ل‬ ‫س‬ ‫قر‪ِ ِ،‬وأ ل‬
‫كاَ ل‬ ‫ق ِولأ س‬ ‫م‬ ‫م‬ ‫ئ‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ه ِ‬ ‫د‬ ‫ل ِالل‬ ‫ل‬ ‫إل‬‫م‬ ‫ل ِ‬ ‫ن ِ‬ ‫س‬ ‫د‬ ‫ل‬ ‫م ل ل ل‬ ‫ل‬
‫ي ِلل‬ ‫ل‬
‫ح ر‬ ‫و ِ ل‬ ‫ت ِولهد ل‬ ‫فوس د‬ ‫ل ِي ل د‬ ‫ق ِ ل‬ ‫د‬ ‫و ِلباَ‬ ‫هاَ‪ِ ِ،‬ولهد ل‬ ‫حد لد ل ل‬ ‫ماَلر ِول ل‬ ‫ولقلد للر ِاسلع س ل‬
‫شهد ِأ لن ِمحمدا ِع لبده ِورسول د ل‬ ‫ل‬
‫ملر ِب مت لذ سك مي سرم‬ ‫ه‪ِ ِ،‬أ ل‬ ‫س د د لل د س د‬ ‫ت‪ِ ِ،‬ولأ س ل د ل د ل ل ة‬ ‫موس د‬ ‫يل د‬
‫صللىَ‬ ‫ث ِولا سللجلزامء‪ ِ ِ.‬ل‬ ‫م ِسالب لعس م‬ ‫دامد ِل مي لوس م‬ ‫ست معس ل‬ ‫فلناَمء‪ِ ِ،‬لواسل م س‬ ‫ت ِولسال ل‬ ‫موس م‬ ‫ال س ل‬
‫ن ِولع لللىَ ِآل مهم‬ ‫ل‬
‫سل مي س ل‬ ‫مسر ل‬ ‫م ِا سلن سب ملياَمء ِولسالـ د‬ ‫خاَت م د‬ ‫د ِ ل‬ ‫م د‬ ‫ح ل‬ ‫م ل‬ ‫ه ِع لللىَ ِ د‬ ‫الل د‬
‫ل‬ ‫ل‬ ‫ه ِاسل س‬ ‫ل‬ ‫ل‬
‫د‪:‬‬ ‫ماَ ِب لعس د‬ ‫ن‪ِ ِ.‬أ ل‬ ‫معمي س ل‬ ‫ج ل‬ ‫خلياَمر ِأ س‬ ‫حاَب م م‬ ‫ص ل‬ ‫ن ِولأ س‬ ‫الط لي دب مي س ل‬
‫ل‬
‫ح‬
‫صل م س‬ ‫دا ِ* ِي د س‬ ‫دي ة‬ ‫س م‬ ‫ول ِ ل‬ ‫ه ِولدقودلوا ِقل س‬ ‫قوا ِالل ل ل‬ ‫مدنوا ِات ل د‬ ‫ن ِآ ل‬ ‫ذي ل‬ ‫لياَأي يلهاَ ِال ل م‬
‫ل لك دم ِأ ل‬
‫سول ل د‬
‫ه‬ ‫ه ِوللر د‬ ‫ن ِي دط ممع ِالل ل ل‬ ‫ل س‬ ‫م‬
‫ل‬ ‫و‬ ‫م ِ‬ ‫س‬ ‫د‬ ‫ك‬‫ل‬ ‫ب‬ ‫نو‬‫د‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫م ِ‬ ‫س‬ ‫د‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ر ِ‬ ‫س‬ ‫ف‬
‫م‬ ‫س‬ ‫غ‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫و‬ ‫م ِ‬‫س‬ ‫د‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ماَ‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ع‬ ‫س‬
‫ماَ‬‫ظي ة‬ ‫د ِلفاَلز ِفلوسةزا ِع ل م‬ ‫فلقل س‬
‫ل‬
‫وا‬‫من د س‬ ‫ن ِلءا ل‬ ‫ي‪ِ ِ،‬لياَ ِأييهلاَ ِال لذ مي س ل‬ ‫ن ِع لللىَ ِالن لب م د‬ ‫صل يوس ل‬ ‫ه ِي د ل‬ ‫مل لئ مك لت ل د‬ ‫ه ِول ل‬ ‫ن ِالل ل‬ ‫إم ل‬
‫ك ِع لللىَ‬ ‫م ِوللباَرم س‬ ‫سل د س‬ ‫ل ِول ل‬ ‫ص د‬ ‫م ِ ل‬ ‫ماَ‪ِ ِ.‬لالل لهد ل‬ ‫سل مي س ة‬ ‫وا ِت ل س‬ ‫م س‬ ‫سل د د‬ ‫ه ِول ل‬ ‫وا ِع لل لي س م‬ ‫صل ي س‬ ‫ل‬
‫ن‬
‫شد مي س ل‬ ‫فاَمءاللرا م‬ ‫خل ل‬‫ل‬ ‫ن ِال د‬ ‫س‬ ‫م ِع ل‬ ‫ض ِاللهد ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫د ِلواسر ل‬ ‫م د‬ ‫ح ل‬ ‫م ل‬ ‫ل ِ د‬ ‫د ِولع للىَ ِآ م‬ ‫ل‬ ‫م د‬ ‫ح ل‬ ‫م ل‬ ‫د‬
‫ل‬ ‫م‬
‫ب‬‫حاَ م‬ ‫ص ل‬ ‫ر ِأ س‬ ‫ساَئ م م‬ ‫ن ِ ل‬ ‫ي ِولع ل س‬ ‫ن ِولع لل م ي‬ ‫ماَ ل‬ ‫ملر ِولع دث س ل‬ ‫ر ِولع د ل‬ ‫سي لد ملناَ ِا لمبىَ ِب لك س د‬ ‫ل‬
‫م‬
‫ن ِت لب معلهد س‬ ‫م س‬ ‫ن ِول ل‬ ‫ن ِوللتاَب ممعىَ ِاللتاَب معمي س ل‬ ‫ن ِاللتاَب معمي س ل‬ ‫ن ِولع ل م‬ ‫معمي س ل‬ ‫ج ل‬ ‫ك ِا ل س‬ ‫ن لب مي د ل‬
‫ن‬ ‫م ِالد دي س م‬ ‫ىَ ِي لوس م‬ ‫ن ِمال ل‬ ‫ساَ د‬ ‫ح ل‬ ‫مبإ س‬
‫ت‬‫ملناَ م‬ ‫مؤ س م‬ ‫ن ِلوال س د‬ ‫من مي س ل‬ ‫مؤ س م‬ ‫ت ِلوال س د‬ ‫ماَ م‬ ‫سل م ل‬ ‫م س‬ ‫ن ِلوال س د‬ ‫مي س ل‬ ‫سل م م‬ ‫م س‬ ‫فسر ِل مل س د‬ ‫م ِاغ س م‬ ‫لالل لهد ل‬
‫ل‬
‫ت‬
‫وا م‬ ‫م ل‬ ‫م ِولا سل س‬ ‫من سهد س‬ ‫حلياَمء ِ م‬ ‫ا سل ل س‬
‫ن‬ ‫فيرقللناَ ِ م‬
‫م س‬ ‫جعل س‬
‫ل ِت ل ل‬ ‫ماَ‪ِ ِ،‬لوا س‬
‫حوس ة‬
‫مسر د‬‫مةعاَ ِ ل‬‫ج س‬ ‫معللناَ ِهل ل‬
‫ذا ِ ل‬ ‫ج س‬
‫ل ِ ل‬ ‫جعل س‬ ‫م ِا س‬ ‫الل لهد ل‬
‫ماَ‬
‫صوس ة‬‫معس د‬ ‫فيرةقاَ ِ ل‬ ‫ه ِت ل ل‬‫ب لعسد م م‬
‫ف ِلوالغملنىَ‬‫فاَ ل‬ ‫قىَ ِلوالعل ل‬ ‫دىَ ِلوالت ي ل‬ ‫سأ لل د ل‬
‫ك ِال سهد ل‬ ‫م ِإ ملناَ ِن ل س‬‫الل لهد ل‬
‫صاَد مةقاَ ِلذاك مةرا‪ِ،‬‬ ‫ناَ ِ‬ ‫ساَ‬ ‫ل‬ ‫ناَ ِ‬ ‫م‬ ‫ل‬
‫ل ِ‬ ‫د‬ ‫ك‬ ‫ق ِ‬ ‫ز‬ ‫ر‬ ‫ت‬ ‫ن ِ‬ ‫ك ِأ ل‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫ل‬‫الل لهم ِإناَ ِنسأ ل‬
‫ل‬ ‫ة‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫د ل مل ل س‬
‫ماَ ِلناَفمةعاَ ِلرافمةعاَ‪ِ،‬‬ ‫عل س ة‬ ‫حاَ ِلزاك مةياَ‪ِ ِ،‬ول م‬ ‫صاَل م ة‬ ‫ل ِ ل‬ ‫م ة‬ ‫من مي سةباَ‪ِ ِ،‬ولع ل ل‬ ‫شةعاَ ِ د‬ ‫خاَ م‬ ‫ولقلل سةباَ ِ ل‬
‫ل ِط لي دةباَ‬ ‫حل ل ة‬ ‫صاَ‪ِ ِ،‬ولرمسزةقاَ ِ ل‬ ‫خاَل م ة‬ ‫صاَد مةقاَ ِ ل‬ ‫قي سةناَ ِ ل‬ ‫خاَ ِلثاَب مةتاَ‪ِ ِ،‬ولي ل م‬ ‫س ة‬‫ماَةناَ ِلرا م‬ ‫ولإ مي س ل‬
‫ل ِلوال مك سلرام م‬ ‫جل ل م‬ ‫سةعاَ‪ِ ِ،‬لياَ ِلذا ِال س ل‬ ‫لوا م‬
‫الل لهم ِأ ل‬
‫فوسفلهد س‬
‫م‪ِ،‬‬ ‫ص د‬‫م ِ د‬ ‫د ِالل لهد ل‬ ‫ح م‬ ‫ن‪ِ ِ،‬ولول د‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ي‬ ‫م‬
‫م‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫س‬
‫س‬ ‫م‬
‫د‬ ‫س‬ ‫ل‬ ‫وا‬
‫ل‬ ‫م ِ‬
‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫س‬
‫س‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ز ِا‬‫ل‬ ‫ع‬‫م‬ ‫د ل‬
‫ة ِال ل‬ ‫ل‬
‫ن‪ِ،‬‬
‫مي ل‬ ‫ظاَل م م‬ ‫شوسك ل ل‬ ‫سسر ِ ل‬ ‫ق‪ِ ِ،‬لواك س م‬ ‫ح د‬ ‫م ِع لللىَ ِال ل‬ ‫مت لهد س‬ ‫ع ِك لل م ل‬ ‫م س‬ ‫ج م‬ ‫ولأ س‬
‫ن‪ِ.‬‬ ‫واك ستب ِالسل لم ِوال لمن ِل ممعباَد ل ل‬
‫ممعي ل‬ ‫ج ل‬ ‫ك ِأ س‬ ‫م‬ ‫ل ل ل س ل‬ ‫ل د م‬
‫ل‬ ‫ل‬ ‫طاَن للناَ ِولأ ل م‬ ‫ظ ِأ لوس ل‬
‫ق ِولأي دد س‬ ‫ح د‬ ‫ه ِمباَل س ل‬
‫طاَن للناَ ِولأي دد س د‬ ‫سل س ل‬ ‫علز ِ د‬ ‫ف س‬ ‫ح ل‬ ‫م ِلرب للناَ ِا س‬ ‫الل لهد ل‬
‫ن‬
‫مي س ل‬ ‫ب ِاللعاَل ل م‬ ‫ق ِلياَ ِلر ل‬ ‫ح ل‬ ‫ه ِال س ل‬ ‫بم م‬
‫ن‬ ‫م ل‬‫جعلل سلناَ ِ م‬ ‫مد سلرامر‪ِ ِ،‬لوا س‬ ‫ك ِال س م‬ ‫ض ل‬‫ن ِفلي س م‬ ‫م س‬ ‫قلناَ ِ م‬ ‫س م‬ ‫م ِلرب للناَ ِا س‬ ‫الل لهد ل‬
‫ي‬
‫ش د‬ ‫ك ِمباَل سعل م‬ ‫ن ِل ل ل‬ ‫فرمي س ل‬ ‫ست لغس م‬ ‫م س‬ ‫ل ِلوالن للهاَمر‪ِ ِ،‬ال س د‬ ‫ك ِفي ِالل لي س م‬ ‫ن ِل ل ل‬ ‫ذاك مرمي س ل‬ ‫ال ل‬
‫ل‬
‫حاَرم‬ ‫س ل‬ ‫لوال س‬
‫ن‬ ‫م‬ ‫ناَ ِ‬‫ل‬ ‫ل‬ ‫ج ِ‬ ‫ر‬ ‫خ‬
‫س‬ ‫كاَت ِالسماَء ِوأ ل‬ ‫ل‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫ن ِ‬ ‫م‬ ‫ناَ ِ‬ ‫ي‬‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫س‬
‫ل ِ‬ ‫ز‬ ‫ن‬ ‫الل لهم ِأ ل‬
‫س‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫ل م‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫س ل‬‫ل‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫س‬ ‫م‬ ‫س‬ ‫د ل‬
‫ل‬ ‫ل‬
‫ل ِأرلزاقملناَ‬ ‫علناَ ِوك د د‬ ‫ماَرملناَ ِولدزدروس م‬ ‫ك ِل للناَ ِفي ِث م ل‬ ‫ض‪ِ ِ،‬وللباَرم س‬ ‫ت ِالسر م‬ ‫خي سلرا م‬ ‫ل‬
‫ل ِلوال مك سلرام م‬ ‫جل ل م‬ ‫‪.‬لياَ ِلذا ِال س ل‬
‫ة‪ِ،‬‬‫م ة‬‫ح ل‬ ‫ك ِلر س‬ ‫ن ِل لد دن س ل‬ ‫م س‬ ‫ب ِل للناَ ِ م‬‫د ِإ مسذ ِهلد لي ست للناَ‪ِ ِ،‬ولهل س‬ ‫غ ِقدل دوسب للناَ ِب لعس ل‬ ‫لرب للناَ ِل ِت دزم س‬
‫ب‬ ‫‪.‬إن ل ل‬
‫هاَ د‬ ‫ت ِالول ل‬ ‫ك ِأن س ل‬ ‫مل‬
‫ن‬
‫م ل‬ ‫ملناَ ِل لن لك دوسن ل ل‬
‫ن ِ م‬ ‫ح س‬ ‫فسر ِل للناَ ِولت لسر ل‬ ‫ن ِل ل س‬
‫م ِت لغس م‬ ‫سلناَ ِولإ م س‬ ‫ف ل‬ ‫ملناَ ِأ لن س د‬ ‫لرب للناَ ِظ لل ل س‬
‫ن‬
‫سرمي س ل‬ ‫خاَ م‬ ‫ال ل‬
‫ب‬ ‫ة ِولقملناَ ِع ل ل‬
‫ذا ل‬ ‫سن ل ة‬
‫ح ل‬
‫ة ِ ل‬
‫خلر م‬
‫ة ِلوفي ِالْ م‬
‫سن ل ة‬
‫ح ل‬
‫لرب للناَ ِآت ملناَ ِفي ِالد ين سلياَ ِ ل‬
‫‪.‬اللناَرم‬
‫س‬
‫ن ِولإ مي سلتاَمء ِمذىَ‬
‫ساَ ل‬ ‫ح ل‬ ‫ل ِولا سل م س‬‫مدر ِب مساَلعلد س م‬‫ه ِي لأ د‬ ‫ن ِالل ل‬‫ه ِ! ِإ م ل‬‫علباَلد ِالل م‬ ‫م‬
‫ي ِي لعمظ دك د س‬
‫م‬ ‫ر ِولا سللبغس م‬ ‫شاَمء ِلوال س د‬
‫من سك ل م‬ ‫ح ل‬ ‫ف س‬‫ن ِسال ل‬ ‫قسرلبىَ ِولي لن سلهىَ ِع ل م‬ ‫سال د‬
‫شك ددرسوا ِع لللىَ ِن معل م‬
‫مهم‬ ‫م‪ِ ْ,‬لوا س‬ ‫ه ِي لذ سك دسرك د س‬
‫ن‪ِ ِ،‬لفاَذ سك ددرواالل ل‬ ‫ل لعلل لك د س‬
‫م ِت لذ لك لدروس ل‬
‫ه ِأ لك سب لدر‬
‫م ِولل لذ مك سدرالل م‬
‫‪.‬ي لزمد سك د س‬
‫صةلةة‬ ‫موُا ال ص‬ ‫قي ي م‬‫أة ق‬