Anda di halaman 1dari 15

Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

BAB IV
PENCAPAIAN PROGRAM
MENUJU KECAMATAN SEHAT

Untuk mengetahui derajat kesehatan masyarakat yang ada di


Kecamatan Ngabang, Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang
menyajikan berdasarkan dari data Mortalitas (kematian) dan data
Morbiditas hasil kegiatan Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang pada
tahun 2018. Data mortalitas meliputi data : Angka Kematian Bayi, Angka
Kematian Ibu dan Umur Harapan Hidup. Sedangkan morbiditas
berdasarkan angka kesakitan yang terjadi pada masyarakat dalam kurun
waktu 1 tahun yaitu pada tahun 2018. Gambaran kondisi derajat
kesehatan dari hasil berbagai survei terakhir adalah sebagai berikut :

A. MORTALITAS
1. ANGKA KEMATIAN BAYI ( AKB / IMR )
Hasil pengumpulan data berdasarkan laporan LB3
Puskesmas dari 142 kelahiran ditemukan kasus kematian bayi
untuk tahun 2018 adalah 3 kasus.
2. ANGKA KEMATIAN BALITA ( AKABA )
Angka Kematian Balita adalah Tidak ada.
3. ANGKA KEMATIAN IBU ( AKI / MMR )
Di Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang angka
kematian ibu diambil dari laporan yang dilaporkan oleh bidan desa
di polindes, petugas kesehatan di puskesmas pembantu, dan bidan
di puskesmas induk. Pada tahun 2018 ada 1 kasus kematian ibu
bersalin yang dilaporkan.
4. USIA HARAPAN HIDUP
Meningkatnya status kesehatan masyarakat ditunjukkan
dengan meningkatnya umur harapan hidup waktu lahir (Eo), umur

18
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

harapan hidup penduduk Ngabang untuk tahun 2005 – 2007 yang


bersumber dari BPS Kabupaten Landak digambarkan dalam tabel
berikut :
Tabel 4
Umur Harapan Hidup
Umur Harapan Hidup
Nomor Tahun
L P
1. 2014 62,4 64,5

B. MORBIDITAS
1. PENYAKIT 10 BESAR SEMUA KELOMPOK UMUR
Bersumber dari laporan bulanan kesakitan ( LB 1 ) ada
sebanyak 9.743 kasus yang dilaporkan, penyakit terbanyak yang
diderita pada pelayanan rawat jalan Puskesmas Semata
Kecamatan Ngabang pada tahun 2018 adalah penyakit Infeksi
Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) dengan klasifikasi non
pneumonia, sedangkan 10 penyakit terbanyak penderita rawat
jalan di Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang untuk semua
golongan umur adalah sebagai berikut
Tabel. 5
Penyakit 10 Besar Semua Umur Tahun 2018

No. Jenis Penyakit Jumlah %


1 ISPA/Non Pneumonia 3062 31,42 %
2 Gastritis 1843 18,9 %
3 Hipertensi 1198 12,2 %
4 Penyakit pada system otot 881 9%
& jaringan pengikat
5 ILI 591 6%
6 Penyakit Lain-lain 552 5,6 %
7 Penyakit kulit alergi 491 5%
8 Diare 485 4,9%
9 Artritis akut, Gout 419 4,3%
10 Anemi 221 2,2%

19
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

2. INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)


a. Non Pneumonia
Seperti tampak pada uraian tersebut diatas, Penyakit
Infeksi Saluran Pernapasan Akut dengan klasifikasi Non
Pneumonia termasuk sepuluh penyakit besar dalam semua
kelompok umur yaitu 3.062 penderita ( 31,04 % ) dan
menempati pada peringkat pertama, kelompok dibawah lima
tahun yaitu 1.751 penderita (15,31 %) juga menempati peringkat
pertama, sedangkan pada kelompok umur diatas 55 tahun yaitu
482 penderita (4,2 %) menempati pada peringkat kedua.

b. Pneumonia
Pada laporan Program ISPA tidak ditemukan kasus
Pneumonia di Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang
dengan pedoman pengobatan MTBS dan untuk kasus
Pneumonia berat dirujuk ke Rumah Sakit.

3. DIARE
Kasus Penyakit Diare di wilayah kerja Puskesmas Semata
Kecamatan Ngabang pada tahun 2018 adalah sebanyak 485
kasus, menurun dibandingkan tahun 2017 dengan 646 kasus.
4. MALARIA
Angka kesakitan malaria berdasarkan LB1 tahun 2018
adalah sebesar 226 kasus. Pemeriksaan positif yang dilakukan
dengan menggunkaan refit test sebanyak 9 kasus.
Tempat-tempat pelayanan kesehatan ( Polindes/
Poskesdes ) yang tidak mempunyai sarana laboratorium terutama
Desa Amboyo Utara, Amboyo Selatan, Antan Rayan, Amang dan
Temiang Sawi, penderita akan didiagnosa malaria dengan Malaria

20
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Ag P.F/ Pan (Antigen Rapid Test/ RDT) dan Desa Amboyo Inti,
Penyahu Dangku, Pak Mayam, Sebirang belum menggunakan
Malaria Ag P.F/ Pan (Antigen Rapid Test/ RDT) penderita akan
didiagnosa malaria dengan diagnosa klinis apabila gejala
menunjang sehingga penderita akan mendapat pengobatan
malaria.

5. TUBERKULOSA ( TBC )
Jumlah kasus TB Paru yang positif sebanyak 17 kasus
dengan kasus di desa Amboyo Utara yaitu 5 kasus, Amboyo Inti
sebanyak 4 kasus, Amboyo Selatan sebanyak 6 kasus, desa
Penyahu Dangku 1 kasus. Antan rayan 1 kasus. Angka
kesembuhan mencapai 14 orang.

6. HIV
Kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada tahun 2018 tidak
ditemukan kasus. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Dinas
Kesehatan Kabupaten Landak bekerjasama dengan Puskesmas
Semata, untuk mengadakan penyuluhan di desa binaan
Puskesmas Semata. Penyuluhan ini dimaksudkan untuk
memberikan pengertian yang seluas-luasnya kepada masyarakat
tentang HIV/AIDS.

7. Demam Berdarah (DBD)


Kasus DBD pada tahun 2018 ada 13 kasus. 1 kasus
meninggal. Usaha untuk memerangi DBD ini adalah dengan
abatesasi, penyebaran pamflet, dan penyuluhan individu. Selama
tahun 2018 telah diberikan abatesasi untuk 9 desa lebih banyak di
desa amboyo inti,desa amboyo utara dan desa amang desa yang
ada kasus.

21
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

8. Infeksi Menular Seksual


Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di wilayah kerja
Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang tidak ditemukan kasus.

C. STATUS GIZI
1. Gizi Buruk
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan informasi
status gizi balita secara berkala dan terus menerus guna evaluasi
perkembangan status gizi balita, penetapan kebijakan dan
perencanaan jangka pendek.
Upaya untuk menyediakan informasi status gizi, khususnya
masalah Kurang Energi Protein (KEP) pada balita dan Kurang
Energi Kronis (KEK) pada Bumil/bufas telah di mulai sejak Pelita
IV. Penyediaan informasi ini tetap berlangsung sampai sekarang
dengan berbagai penyempurnaan metodologi yang disesuaikan
dengan pemberdayaan potensi masyarakat .
Pelaksanaan kegiatan PSG-Posyandu di Puskesmas
Semata Kecamatan Ngabang sejak tahun 2005 dilaksanakan
secara terus menerus sampai saat dan kegiatan ini dilaksanakan
pada semua desa wilayah kerja Puskesmas Semata Kecamatan
Ngabang melalui kegiatan Posyandu setiap bulannya. Adapun
data hasil dari kegiatan PSG-Posyandu tahun 2018 dapat dilihat
pada tabel berikut :

Tabel. 6
Hasil PSG-Posyandu tahun 2018

22
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Hasil PSG Posyandu KEP


Priorita
Desa G. Total
G.Br. G.Kr G.L s
B (%)
A. Inti 8 8 180 9 7.2 III
A. Selatan 10 35 171 9 20.9 III
A. Utara 12 20 107 2 22.6 III
Antan Rayan 4 14 101 1 15 III
Amang 3 9 61 1 16.2 III
Temiang Sawi 6 10 68 1 18.8 III
Penyahu 6 12 34 3 32.7 III
Dangku
Pak Mayam 0 0 0 0 0 III
Sebirang 0 0 0 0 0 III
Puskesmas 49 125 712 26 19 III

Keterangan :

Prioritas I
Prevalensi > 40 %

Prioritas II
Prevalensi 25 – 39,9 %

Prioritas III
Prevalensi 15 – 24,9 %

Prioritas IV
Prevalensi < 14,9 %

Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa


status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Semata Kecamatan
Ngabang berada pada Prioritas III (Prevalensi 15 – 24,9 %) sudah
termasuk kurang. Kasus gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas
Semata Kecamatan Ngabang tidak terdapat kasus, dan gizi
kurang tidak ada kasus juga. Semua kasus di atas telah ditangani
secara intensif dan sistematis, di mulai dengan pengkajian status
gizi keluarga, upaya Promotif, upaya Kuratif hingga rujukan ke

23
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Rumah Sakit. Setelah dilakukan intervensi semua kasus gizi buruk


dan gizi kurang teratasi, dimana status gizi anak tersebut berubah
menjadi gizi sedang.

Gambar 1
GRAFIK SKDN TAHUN 2018

2. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR < 2.500 gram)
Berdasarkan laporan bulan Gizi dan KIA (LB3) terdapat 17
kasus BBLR di Puskesmas semata Kecamatan Ngabang tahun
2018.

D. KEADAAN LINGKUNGAN
1. Penyehatan Perumahan
Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok
manusia. Sejalan dengan bertambahnya penduduk semakin
banyak pula rumah hunian yang harus dibangun dan makin tinggi
keberhasilan pembangunan ekonomi yang dicapai akan
meningkatkan kualitas rumah tersebut. Tingkat kesehatan rumah
dan lingkungan antara lain tercermin dari luas lantai, jenis lantai,
jenis dinding, jenis atap, sumber penerangan, sumber air minum
serta jamban yang dimiliki oleh rumah tangga.

24
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Tahun 2018 telah diadakan pendataan pada 7.235 Rumah di


wilayah kerja Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang. Dari
jumlah tersebut didapat sebanyak 5.049 (69,7%) rumah kategori
sehat atau memenuhi syarat kesehatan.

2. Penyehatan Air
Sumber air minum dibedakan menjadi 2 jenis sumber yakni
sumber air terlindung dan tidak terlindung. Sumber air yang
termasuk kategori terlindung (jenis sarana yang memenuhi syarat
kesehatan) adalah air kemasan, ledeng, pompa, sumur terlindung
dan mata air terlindung.
Berdasarkan hasil pendataan petugas Sanitasi Puskesmas
Semata terhadap 35.580 Rumah tangga, terdapat 21.140 (59,41%)
rumah tangga telah menggunakan air bersih.

3. Jamban
Dari hasil sampel survey keluarga menggunakan jamban
yang dilakukan oleh petugas Sanitasi Puskesmas Semata
diperoleh hasil bahwa keluarga yang menggunakan jamban
sebanyak 35.580 KK dan yang memenuhi syarat adalah 22.705
Atau 63,81%.
4. Air Limbah Rumah Tangga
Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) merupakan salah
satu persyaratan rumah sehat dimana SPAL yang baik adalah
tertutup. Data yang dikumpulkan selama tahun 2016 terhadap
15.980 KK diperoleh hasil SPAL yang memenuhi syarat kesehatan.
5. Pembuangan Sampah
Belum ada pengelolaan sampah di wilayah kerja Puskesmas
Semata Kecamatan Ngabang. Sampah yang dihasilkan rumah

25
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

tangga kebanyakan dibakar, dibuang dibelakang rumah, atau


ditimbun.
6. Tempat Tempat Umum (TTU)
Tempat Tempat Umum (TTU) adalah suatu tempat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat umum seperti hotel, terminal, pasar,
pertokoan, depot air isi ulang, bioskop, jasa boga, tempat wisata,
kolam renang, tempat ibadah, restoran, dan lain-lain. Tempat umum
yang memenuhi syarat adalah terpenuhinya akses sanitasi dasar
( air, jamban, limbah, sampah), terlaksananya pengendalian vector,
hygiene sanitasi makanan minuman, pencahayaan dan ventilasi
sesuai dengan criteria, persyaratan dan atau standar kesehatan.
Secara keseluruhan TTU di wilayah kerja Puskesmas
Semata Kecamatan Ngabang berjumlah 36, diperiksa 22, dan yang
memenuhi syarat sebanyak 22 (61,11%) TTU.

E. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT


1. Rumah Tangga ber-PHBS
Prog ram terpadu untuk mengetahui perilaku masyarakat
tentang kesehatan adalah Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat), dimana program ini pendekatannya lebih dititik
beratkan pada ppenilaian terhadap indicator perilaku di tatanan
rumah tangga.
Kegiatan pendataan mengenai rumah tangga ber-PHBS
yang ada 7.753 buah, yang dipantau 3.163 buah, yang ber-PHBS
550 ( 51,1 % ).
2. Posyandu Purnama dan Mandiri
Pembinaan UKBM juga dilakukan pada UKBM jenis
Posyandu tingkat/ strata posyandu yang telah dicapai menentukan
juga keberhasilan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan.
Jumlah Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Semata Kecamatan

26
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Ngabang pada tahun 2018 adalah 40 buah dengan masing-masing


kategori 18 buah masih dalam kategori Posyandu Pratama, Madya
21 buah, Purnama 1, Mandiri 0 buah.

3. Pelayanan Kesehatan Anak Prasekolah dan Usia Sekolah


Untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap
penduduk guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang
optimal, perlu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
dimulai sedini mungkin yaitu sejak masa prasekolah dan usia
sekolah melalui kegiatan UKS.
Jumlah balita yang dideteksi / stimulasi tumbuh kembang
(kontak pertama) yang diperoleh dari laporan LB3 adalah sebanyak
164 orang, sedangkan anak prasekolah yang dideteksi / stimulasi
tumbuh kembang (kontak I) adalah 559 orang ( 100 % ).

F. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN


1. Pemanfaatan Puskesmas, Pustu, dan Polindes
Selama tahun 2018 sebanyak 9.743 penduduk
memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Induk,
Puskesmas Pembantu, maupun Polindes. Rinciannya adalah :
Pengobatan , Gigi, KIA, dan KB , lain-lain. Rata-rata pemanfaatan
pelayanan per bulan adalah 520 orang dan per hari adalah 20 - 30
orang. Jika dirata-ratakan menurut jumlah tempat pelayanan
sebanyak tempat, maka setiap tempat pelayanan hanya melayani
sebanyak 1 -5 orang per hari. Angka ini amat sangat rendah,
namun belum dapat dipastikan penyebab kurangnya pemanfaatan
tempat pelayanan ini, apakah karena angka kesakitannya rendah –
masyarakat hanya datang ke tempat pelayanan hanya apabila
menderita sakit – ataukah masyarakat memilih pengobatan
alternatif ?

27
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

2. Angka Penggunaan Tempat Tidur (BOR)


Persentase penggunaan tempat tidur merupakan indikator
yang memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan
tempat tidur di fasilitas rawat inap Puskesmas Semata. Puskesmas
Semata merupakan Puskesmas rawat jalan.

3. Laboratorium Kesehatan
Puskesmas Semata sudah memiliki laboratorium kesehatan
namun tidak ada tenaga analis kesehatan. Laboratorium ini tidak
berfungsi dengan baik, hanya ada beberapa pemeriksaan yang
dapat dilakukan seperti pemeriksaan dahak, kolesterol, asam urat,
gula darah sewaktu, pemeriksaan malaria, DBD, hanya bisa
menggunakan rapid test saja. Untuk pemeriksaan kolesterol, asam
urat dan gula darah, puskesmas tidak mendapatkan bantuan dari
Dinas Kesehatan, Puskesmas terpaksa mengadakan sendiri.
Akibatnya pasien harus menganggung biaya lebih besar untuk
pemeriksaan laboratorium.

4. Ketenagaan Sarana Pelayanan Kesehatan


Ketersediaan tenaga disarana kesehatan baik di puskesmas
maupun rumah sakit pada umumnya baik, pada tahun 2018 jumlah
tenaga yang ada di Puskesmas dan jaringannya adalah : dokter
umum 1 orang, dokter gigi tidak ada, perawat 27 orang, bidan 26
orang, analis tidak ada, perawat gigi 1 orang, gizi 2 orang, sanitasi
1 orang, pekarya 1 orang. Total 59 orang.
G. PELAYANAN KESEHATAN
1. Cakupan Kunjungan KIA
Kegiatan pemetaan sasaran Bumil, WUS, PUS dan Akseptor
KB yang dilakukan pada bulan Februari 2018 memberikan hasil

28
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

untuk bumil, untuk bufas, untuk WUS, untuk PUS, dan pewserta KB
sebanyak. Hasil ini berbeda jauh dengan target yang ditetapkan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Landak yaitu sebesar untuk
bumil, dan untuk bulin.
Apapun perbedaannya, hasil kegiatan program KIA selama
tahun 2017 digambarkan dalam table berikut ini :
Tabel. 7
Program KIA Tahun 2018
No. Indikator Target Realisasi Kesenjangan
1 2 3 4 5
1. K1 631 604 95.72 %
2. K4 631 593 93.98%
3. Deteksi Risti 120 93 77.50 %
4. Neonatus 602 561 93.19 %
5. Persalinan ditolong 602 564 93.69 %
Nakes

2. Desa/ Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)


Untuk Universal Child Immunization ( UCI ) dari 9 desa yaitu
1 desa tidak Universal Child Immunization ( UCI ). Data pencapaian
UCI tiap desa.

Tabel. 8
Desa UCI/Tidak UCI Tahun 2018

DESA DPT-HB 1 POLIO 4 CAMPAK


Amboyo Inti 184 154 144
Amboyo Selatan 146 152 140
Amboyo utara 90 84 79
Antan Rayan 73 72 72

29
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Amang 15 14 25
Penyahu Dangku 17 14 28
Pak Mayam 6 3 4
Sebirang 10 10 10
Temiang Sawi 17 16 23

Gambar 2.
Hasil Imunisasi Puskesmas Semata
Tahun 2018

3. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)


Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS ) dilaksanakan pada bulan
November s/d Desember 2018. Imunisasi yang diberikan adalah
Campak untuk murid kelas I SD dengan jumlah sasaran 603
murid (laki-laki 322 murid, perempuan 280 murid) sedangkan
pencapaiannya adalah 530 murid [laki-laki 261 murid, perempuan
269 murid] , Imunisasi Dt untuk murid kelas I dengan jumlah
sasaran 602 murid (laki-laki 332 murid, perempuan 280 murid)
sedangkan pencapaiannya adalah 553 murid [laki-laki 291 murid,
perempuan 262 murid] dan kelas II SD Imunisasi Td dengan
jumlah sasaran adalah 541 murid (laki-laki 271 murid, perempuan
270 murid) sedangkan pencapaiannya adalah 530 murid [laki-laki
263 murid, perempuan 267 murid].

Gambar 16.

30
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Hasil BIAS Tahun 2018

4. Desa Terkena Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani < 24


Jam
Tidak ada Kejadian Luar biasa (KLB) selama tahun 2018.

5. Ibu Hamil yang mendapat Tablet Fe.


Indikator akses ibu hamil memperoleh perlindungan dari
resiko menderita anemia dapat dilihat dari cakupan pemberian Fe,
sedangkan Fe3 menunjukkan kepatuhan ibu hamil mengkomsumsi
Tablet Tambah darah (TTD). Dari hasil pemantuan cakupan
distribusi TTD pada ibu hamil ternayata 604 Bumil yang diberikan
tablet Fe 1.

6. Pelayanan Kesehatan Keluarga miskin


Kesehatan merupakan investasi oleh karena itu jaminan
pelayanan kesehatan sangat diperlukan terutama bagi setiap orang
tidak terkecuali keluarga miskin. Orang yang terkena sakit bisa
menjadi miskin bahkan lebih miskin apabila menderita penyakit dan
tidak mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan.

31
Profil Puskesmas Semata Kecamatan Ngabang 2018

Jumlah keluarga miskin di Puskesmas Semata Kecamatan


Ngabang adalah 10.949 jiwa kesemuanya telah memperoleh Kartu
Jamkesmas. Selama tahun 2018 telah dilayani sebanyak 9.743 dari
seluruh kunjungan Puskesmas.

7. Pelayanan Keluarga Berencana


Kontribusi sektor terkait lainnya dalam Pembangunan
Kesehatan adalah pencapaian peserta Keluarga Berencana
khususnya akseptor KB terhadap Pasangan Usia Subur (PUS).
Secara Nasional target akseptor KB terhadap PUS tercermin pada
target Indonesia Sehat 2018 sebesar 70 %, untuk Puskesmas
Semata Kecamatan Ngabang jumlah PUS adalah 5.297 orang. Dan
yang menjadi peserta KB adalah 4.859 orang, pencapaiannya 90.99
% yang berarti sudah melampaui target Nasional. Sedangkan
peserta KB Baru tahun 2018 adalah 334 orang.

32