Anda di halaman 1dari 10

Nama : Reza

Kelas : IV
SD 2 Purworejo

Cara Allah Menyelamatkan Bayi Nabi


Musa dari Kekejaman Firaun

Nabi Musa AS merupakan seorang nabi yang terlahir di zaman pemerintahan raja
Fir’aun yang zalim. Pada zaman itu, Raja Fir’aun terkenal sebagai raja yang takabur,
lalim, dan menganggap dirinya sendiri sebagai seorang Tuhan.

Suatu malam Fir’aun bermimpi negeri Mesir habis terbakar dan yang tersisa hanyalah
kaum bani Israil saja. Fir’aun pun menanyakan kepada para ahli nujum mengenai arti
mimpi tersebut. Kemudian para ahli nujum memberitahu bahwa akan ada seorang anak
laki-laki bani Israil yang akan menumbangkan kekuasaan Fir’aun sebagai raja.

Mendengar hal tersebut, Fir’aun kemudian memerintahkan pasukannya untuk


membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir di Negeri Mesir. Hal tersebut bertujuan
untuk menghindari mimpinya menjadi kenyataan. Hal tersebut pun didengar oleh
ibunda Nabi Musa AS yang saat itu tengah mengandung Musa. Ia merasa sangat
khawatir jika kelak bayinya terlahir sebagai laki-laki dan akan dibunuh oleh para
pasukan Fir’aun.
Kemudian saat nabi Musa AS lahir, Allah memberikan ilham kepada ibunda Musa agar
menghanyutkan Musa di sungai. Allah memberi ilham tersebut sebagaimana disebutkan
dalam Alquran surat Al-Qashash ayat 7. Allah berfirman, “Dan kami ilhamkan kepada
ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah
dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati,
karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya
(salah seorang) dari para rasul.” (QS. Al-Qashash: 7)

Menurut buku Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Mahfan, S.Pd, saat itu juga Musa dibuang
ke Sungai Nil di dalam sebuah peti yang terapung mengikuti arus sungai Nil. Peti
tersebut rupanya menuju ke kolam pemandian istana Fir’aun dan ditemukan oleh para
pembantu istri Fir’aun.

Saat melihat bayi Musa, istri Fir’aun yang bernama Siti Asiah rupanya merasa sangat
gembira dan membawa bayi Musa ke istana. Di sana, Asiah memohon kepada Fir’aun
agar mereka mengangkat Musa sebagai anak angkat mereka.

Awalnya, Fir’aun hendak membunuh bayi Musa namun sang istri justru mencegahnya.
Dengan berat hati dan atas rasa cinta kepada sang istri, akhirnya Fir’aun pun memenuhi
istri tercintanya. Saat itu istri Fir’aun memang tidak bisa memiliki anak sehingga saat
melihat Musa pun Siti Asiah merasa sangat bergembira. Sejak saat itu Musa resmi
menjadi anak angkat Fir’aun dan Siti Asiah.

Kuasa Allah pun begitu terasa nyata kepada Nabi Musa AS dan keluarganya ketika Musa
dapat kembali ke pangkuan ibu kandungnya. Saat itu, istri Fir’aun memanggil seluruh
wanita menyusui untuk memberikan ASI kepada bayi Musa namun bayi Musa selalu
menolaknya. Akhirnya, tidak ada satu wanita pun yang air susunya mau diminum oleh
bayi Musa kecuali ASI dari ibu kandungnya sendiri. Hal tersebut telah Allah terangkan
dalam surat Al-Qashash ayat 13.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya,
supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji
Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Al-
Qashash: 13)

Sejak saat itu, ibu kandung Musa merasa tenang meskipun anaknya harus menjadi anak
angkat Fir’aun dan sang istri. Bahkan ibu kandung Musa juga mendapatkan upah dari
kerajaan karena mau menyusui dan merawat Musa AS. Demikianlah kekuasaan Allah
yang telah menyelamatkan Musa saat masih bayi dari kekejaman Fir’aun.
Nama : Rehan
Kelas : IV
SD 2 Purworejo

Sejarah Singkat Nabi Musa As

Nabi Musa adalah anak dari Nabi Yakub Bin Ishak yang berasal dari Suku Lewi Negara mesir,
beliau diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 sebelum masehi. Nabi Musa memiliki kitab suci
Taurat. Beliau merupakan salah satu nabi yang masuk kedalam ulul azmi. Umat Nabi Musa
bernama Bani Israil.

Pada saat kelahiran Beliau, Mesir diperintah oleh seorang raja dzalim bernama Firaun, Raja
Firaun membudayakan kekerasan, kekejaman , dan kesewenang-wenangan sehingga rakyatnya
hidup dalam ketakutan dan ketidak tenangan. Raja Firaun juga memerintahkan kepada
rakyatnya untuk menyembah nya seperti tuhan.
Kelahiran Nabi Musa

Pada suatu hari Raja Firaun di ramal oleh seorang ahli nujum, dikatakan bahwa Raja Firaun akan
dibinasakan oleh seorang anak laki-laki keturunan bani israil. Mendengar ramalan tersebut Raja
Firaun memerintahkan setiap bayi laki-laki yang dilahirkan di wilayah mesir agar dibunuh tanpa
terkecuali. Setiap tentara Raja Firaun diperintahkan memasuki rumah-rumah penduduk mesir
agar tidak ada satupun bayi laki-laki yang hidup.

Namun atas kehendak dan seijin Allah SWT telah lahir seorang bayi laki-laki keturunan yakub
bin ishak yang sehat, untuk menghindarkan dari kejaran tentara Raja Firaun, bayi Nabi Musa di
hanyutkan ke Sungai Nill. Bayi Beliau ditemukan oleh aisah istri dari Raja Firaun itu sendiri, aisah
meminta agar sang raja membiarkan bayi musa hidup dan diangkat menjadi anak tirinya.
Bahkan yang memberi nama bayi tersebut musa adalah keluarga Firaun sendiri, musa berarti air
dan pohon. Beliau dididik sebagaimana anak-anak Raja Firaun yang lainnya tanpa perbedaan.

Mukjizat Nabi Musa

Saat sudah dewasa Nabi Musa dikaruniai kecerdasan dan kesempurnaan jasmani oleh Allah
SWT. Melihat kesengsaraan kaum Bani Israil yang ditindas oleh Raja Firaun, Beliau berjanji akan
membela kaum Bani Israil yang lemah, karena itulah Beliau memilih untuk meninggalkan istana
Raja Firaun. 10 tahun Nabi Musa keluar dari mesir, setelah beristri shafura anak dari Nabi
Syuaib ,Beliau bertekat untuk kembali ke mesir menemui keluarganya, agar tidak tertangkap
oleh tentara mesir Beliau melewati Bukit Thur Sina, saat di Bukit Thur Sina.

Nabi Musa melihat ada sinar api diatas bukit, saat Beliau mendekati api tersebut terdengar
suara seruan yang mengatakan bahwa tiada tuhan selain Allah, di Bukit Sina Beliau menerima
wahyu pertamanya. Di bukit tersebut Allah SWT juga memberikan mukjiizat kenabian musa
melalui tongkatnya, saat diletakkan ke tanah ular tersebut berubah menjadi ular besar, ketika
diambil oleh Nabi Musa tongkat itu kembali berubah menjadi tongkat biasa.

Nabi Musa juga memiliki mukjizat dapat menyembuhkan orang sakit. Kedua mukjizat yang
dimilikinya tersebut digunakan untuk membantu kaum tertindas. Sesampainya di mesir Beliau
di perintahkan oleh Allah agar mendakwah dan membawa umat Firaun ke jalan yang benar
menyembah Allah SWT. Kemudian Beliau menemui Firaun dan berdakwah kepadanya bahwa
apa yang telah dilakukan oleh Firaun menyiksa bani israil adalah sebuah kejahatan, selain itu
Beliau juga mengingatkan Raja Firaun agar kembali ke jalan Allah untuk segera bertobat dan
minta ampunan.

Sayangnya Raja Firaun menolak, dia malah semakin murka kepada Nabi Musa, Raja Firaun
meminta bukti akan adanya Allah, Beliau lalu menunjukkan mukjizatnya, tongkat yang dipegang
Beliau dibiarkan menjadi ular yang mengejar Firaun, namun Firaun malah menuduh Beliau
sebagai seorang tukang sihir, Raja Firaun memerintahkan untuk membunuh Nabi Musa dan
semua pengikutnya. Mendengar hal tersebut Nabi Musa dan para pengikutnya berusaha
menyelamatkan diri dengan pergi dari mesir, namun pasukan Raja Firaun terus mengejar
mereka, dalam keadaan terdesak Beliau berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan untuk
semua umatnya.

Allah SWT sangat menyayangi Beliau, doa Beliau pun terkabul. Saat beliau dan pengikutnya
sudah terpojok di Sungai Nill Allah memberikan mukjizat selanjutnya dengan mengetukkan
tongkatnya Beliau membelah laut nill sagar bisa dilalui oleh beliau dan seluruh umatnya.
Setelah selesai menyeberang, pasukan Firaun yang mengejar mereka ikut menyeberang, atas
perlindungan Allah SWT tongkat Beliau pun mengetuk kembali Sungai Nill kemudian
tertutuplah kembali sungai itu, semua pasukan dan juga Raja Firaun sendiri tenggelam di dasar
laut.
Nama : Bima
Kelas : IV
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Musa AS


Nabi Musa adalah keturunan nabi Ya’Qub AS yang mana lokasi kekuasaannya adalah di wilayah
Mesir. Kemudian Nabi Musa mendapatkan tugas sebagai nabi untuk melakukan dakwah
menyerukan untuk menyembah Allah kepada para bani israil yang ada di Mesir.

Kenapa Musa menyeru masyarakat mesir? Ya, karena pada waktu itu Mesir dipimpin oleh
seorang raja sombong yang mengaku sebagai tuhan dan harus disembah oleh banyak
pengikutnya.

Pada waktu itu mesir dipimpin oleh Firaun yang terkenal dengan tangan besinya. Dia adalah
seorang diktator yang sangat bengis sekali bahkan dianggap tidak berperikemanusiaan yang
juga rakus akan kekuasaan.

Pada awal kelahiran Musa, pada waktu ini firaun memunculkan sebuah perintah yang sangat
kejam yakni untuk membunuh bayi-bayi laki-laki yang lahir.

Hal itu dilakukan setelah Fir’aun bermimpi yang oleh para dukun atau peramal mimpinya
diartikan sebagai sinyal atau peringatan bahwa akan ada seorang bayi laki-laki yang lahir dan
akan menggulingkan kekuasaannya.

Dengan tegas, langsung kemudian Firaun memerintahkan pada perajuritnya untuk membunuh
tiap-tiap bayi laki-laki yang baru lahir khususnya yang merupakan keturunan bani israil.

Lalu setelah mendengar perintah tersebut, ibu dari Nabi Musa yang bernama Yukabad merasa
gelisah dan khawatir jika musa menjadi target yang akan dibunuh itu.

Lalu,. Diapun mendapatkan mimpi untuk kemudian menghanyutkan anak-nya (Musa) yang baru
berumur 3 bulan waktu itu ke sungai nil.

Lalu dengan sangat terpaksa dan tidak tega, diapun melakukan hal iyu karena dia yakin bahwa
yang memerintahkan untuk menghanyutkan bayi itu adalah Allah SWT. Lalu, itunya musa juga
memerintahkan kakak musa untuk mengikuti arah bayi itu di terbawa arus.
Kemudian ternyata keranjang bayi yang di hanyutkan itu tersangkut akar pohon dibelakang
rumah Firaun. lalu, ada seorang putri dari Firaun yang sedang berada di belakang rumahnya itu
yang kemudian menemukan keranjang bayi tersebut.

Putri tersebut memiliki penyakit belang dan setelah menyentuh bayi Musa, dia kemudian
langsung sembuh. Dengan bahagia, putri tersebut kemudian membawa musa ke ibunya
bernama Asiah. Lalu, Asiah menceritakan dan membawa bayi tersebut kepada suaminya yakni
Firaun.

Setelah diceritakan kepada Fir’aun, fir’aun pun kemudian marah dan berencana untuk
membunuh bayi tersebut. Akan tetapi Asiah bersikeras agar bayi itu tidak dibunuh dan dia ingin
untuk memelihara bayi tersebut.

Akhirnya Firaun-pun luluh dan akhirnya membolehkan dirinya mengadopsi Musa apalagi
memang mereka belum juga dikaruniai putra sejak mereka menikah selama ini.

Meski dia dididik di lingkungan istana, Musa merasa kalau dia adalah berasal dari kalangan bani
israil yang tertindas. Maka dari itu melihat banyak kaumnya yang tertindas, lalu kemudian di
berencana untuk membelanya.

Niat itu diketahui oleh prajurit firaun dan kemudian melaporkannya, lalu kemudian Musa
dikejar dan menyebrangi laut merah dengan dibelah oleh mujizatnya. Setelah sampai di ujung,
kemudian akhirnya mereka dan firaun terjebak di laut dan meninggal.
Nama : ASRORI
Kelas : IV
SD 2 Purworejo

Kisah Singkat Kehidupan Nabi Musa AS


Nabi Musa dilahirkan di Negeri Mesir pada masa pemerintahan Raja Firaun, ibunya bernama
Yukabad dan ayahnya bernama Imran bin Yashar. Raja Firaun seorang Raja yang lalim dan
kejam. Waktu itu dikeluarkan undang-undang apabila ada bayi lahir laki-laki, harus dibunuh dan
apabila lahir bayi wanita dibiarkan hidup saja. Ketika Musa lahir, ibunya takut sekali, ia
khawatir Musa akan dibunuh tetapi Allah SWT memberikan ilham agar bayi itu ditaruh di dalam
peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Akhirnya, peti yang berisi bayi itu ditemukan oleh
Asyiyah istri Firaun. Asyiyah memohon kepada suaminya agar bayi itu tidak dibunuh, tetapi
dijadikan anak angkat saja.

Nabi Musa Tumbuh Dewasa

Setelah Musa dewasa, ia tidak senang melihat kekuasaan Firaun yang sewenang-wenang.
Bahkan Firaun telah menganggap dirinya sebagai Tuhan. Untuk memberantas kekejaman
Firaun, Allah SWT mengangkat Musa menjadi Nabi dan Rasul. Nabi Musa menerima wahyu dan
kitab suci Taurat. Sebagai seorang utusan Allah beliau diberi Mukjizat. Pengikut Nabi
Musa semakin banyak sehingga Raja Firaun tambah khawatir. Nabi Musa dan pengikutnya
dikejar-kejar sampai ke tepi laut merah.
Setelah Nabi Musa sampai di tepi Laut Merah dipukulkan tongkatnya ke laut, seketika laut
menjadi kering sehingga dapat dilewati, para pengikut Raja Firaun telah berada di
belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka tanah tersebut menjadi
lautan lagi. Pasukan Firaun tergulung air laut dan mati semuanya. Selanjutnya Nabi
Musa tinggal di Palestina. Di Palestina beliau menyebarkan agama Allah. Suatu hari terjadi
pembunuhan karena berebut warisan, mereka mencari pembunuhnya. Nabi
Musa memerintahkan mencari lembu betina, setelah lembu itu disembelih diambilnya sebagian
tubuh hewan itu. Kemudian dipukulkan pada orang yang mati, orang yang mati tersebut
langsung hidup kembali lalu menunjukkan siapa pembunuhnya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 73 yang berbunyi : “Lalu Kami berfirman,
Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikian Allah menghidupkan
kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-
Nya agar kamu mengerti”.

Suatu ketika Nabi Musa diperintahkan agar belajar ilmu pada Nabi Khidir AS, tujuannya agar
tidak lupa diri, sombong, dan mengaku dirinya yang paling pintar. Akhirnya Nabi
Musa menyadari bahwa Nabi Khidir ternyata lebih pandai dari pada dirinya. Nabi Musa wafat
pada usia 123 tahun dan Nabi Musa wafat setelah tugas kenabiannya telah selesai.

Mukjizat Nabi Musa :

1. Tongkatnya dapat berubah menjadi ular yang besar.


2. Tongkatnya dapat mengeringkan lautan bila dipukulkan.
3. Tongkatnya dapat memancarkan air dari batu bila dipukulkan.
4. Dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan seizing Allah SWT.
5. Tangan Memancarkan Cahaya jika dimasukkan di bajunya