Anda di halaman 1dari 10

ORDO COLEOPTERA

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah


Entomologi yang dibimbing oleh Ibu Sofia Ery Rahayu, S.Pd

Disusun Oleh:
Kelompok 3

Aufa Zatin Nirwana (170342615538)


Hanif Amirusdi Puteno (170342615586)
Rizki Berliana (170342615501)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2019
A. Topik

Ordo Coleoptera

B. Tujuan

Untuk mengetahui ciri morfologi serangga ordo Coleoptera

C. Dasar Teori

Nama Coleoptera berasal dari kata “Koleos” yang artinya perisai dan “ptera” yang artinya sayap.
Sayap depan ordo ini (elytra) mengeras dan berfungsi melindungi tubuh serta sayap belakang yang terlipat
dibawah sayap depan pada saat hinggap. Pada sayap hinggap kedua sayap depan membentuk satu garis
lurus (Borror, 1992). Memiliki alat mulut pengigit pengunyah, ada yang mulutnya muncul di ujung
moncong yang memanjang. Tarsus terdiri atas 2-5 segmen. Sayap belakang membraneus dan terlihat
dibawah sayap depan pada saat serangga ini istirahat. Sayap belakang ini umumnya lebih panjang dari
pada sayap depan dan digunakan untuk terbang.

Keanekaragaman serangga ordo Coleoptera lebih tinggi di daerah tropis. Faktor abiotik seperti
suhu merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan distribusi kepadatan populasi Coleoptera
(Mohan & Padmanaban, 2013). Ordo Coleoptera memiliki jumlah spesies terbesar, ordo ini menyusun
sekitar 40 % dari seluruh jenis serangga dan merupakan komponen utama keanekaragaman hewan (Borror
dkk., 1988). Indonesia adalah negara yang termasuk daerah tropis, tentu saja Indonesia memiliki
keanekaragaman dan kelimpahan serangga ordo Coleoptera yang tinggi

Coleoptera termasuk ordo serangga yang memegang peranan penting pada ekosistem terestrial dan
ekosistem akuatik. Peran serangga ordo Coleoptera dalam ekosistem adalah sebagai pemakan zat-zat
organik yang membusuk, pengurai material organik dan predator alami (Borror, dkk. 1988; Akhavan, dkk.
2013; Pathania, dkk. 2015).
D. ALAT dan BAHAN

Alat:

1. Mikroskop stereo Bahan:


1. Kloroform
2. Jaring serangga
2. Kantong plastik
3. Jarum pentul 3. Kumbang
4. Pinset 4. Kepik

5. Cawan petri

E. PROSEDUR
KERJA

Ditangkap serangga bahan, lalu dimasukkan dalam kantong plastik kemudian diberi kapas
yang telah diberi kloroform.

Diamati ciri morfologi morfologi umum yang dimiliki serangga Coleoptera

Diamati dan digambar tipe antena, mata majemuk dan tunggal, tipe mulut, thorax bagian
dorsal, thorax bagian ventral, abdomen, sayap, dan kaki
F. HASIL

NO. GAMBAR KETERANGAN

1. Lady bug 1. Kepala


4
2. Antena
5 3. Pronotum
6 4. Thoraks
5. Abdomen
6. Scutelum
8 7. Elytra (sayap
7 pelindung)
1
8. Sayap
9
9. Cerci
10 10. Kaki
3 Tipe mulut: Penghisap
2 Tipe kaki: Ambulatorial
Tipe antena: Gada
(Sumber: Dokumen Pribadi)

(Sumber: Hidayat, 2004)


2. Kepik Daun 1. Antena
2. Kepala
3. Thorax
1
4. Abdomen
2 5. Kaki
6. Cerci
3
7. Scutelum
4 8. Cerci
9. Mata
10. Pronotum
5
6 Tipe mulut: Penghisap
Tipe kaki: Ambulatorial
8
Tipe antena: Lamellate
7

10

(Sumber: Dokumen Pribadi)

(Sumber: Hidayat, 2004)


G. ANALISIS DATA
Berdasarkan hasil pengamatan morfologi serangga menggunakan
mikroskop stereo di Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi, Universitas Negeri
Malang, didapatkan struktur morfologi yang jelas dari 2 macam serangga yang
diamati yakni ladybug dan kepik daun. Berdasarkan 2 serangga tersebut, memiliki
persamaan dan perbedaan sehingga dapat digolongkan pada 3 macam tipe yakni
tipe mulut antena, dan kaki. Kedua serangga ordo coleoptera yang ditemukan
memiliki persamaan yakni pada tipe mulut penghisap dan tipe kaki yakni tipe
ambulatorial, dan memiliki perbedaan pada tipe antena yang berbeda yakni pada
tipe antena ladybug bertipe gada sedangkan pada kepik daun bertpe lamellate.

H. PEMBAHASAN

Kumbang adalah salah satu binatang yang memiliki penampilan seperti kebanyakan
spesies serangga. Ordo Coleoptera, diambil dari kata coeleos yang berarti seludang
dan pteron yang berarti sayap, maka dapat disimpulkan Coleoptera adalah serangga yang
memiliki seludang pada sayapnya. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah
kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan
memperkirkan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta
(Purnomo , 2010). Kumbang memiliki sayap depan yang keras, tebal dan merupakan penutup
bagi sayap belakang dan tubuhnya. Sayap depan disebut elitron. Ketika terbang sayap depan
kumbang tidak berfungsi hanya sayap belakang yang digunakan untuk terbang. Sayap belakang
berupa selaputdan pada waktu istirahat dilipat dibawah elitra. Tipe alat mulut kumbang yaitu
tipe penggigit dan pengunyah, kumbang juga memiliki kepala yang bebas dan kadang
memanjang ke depan atau ke bawah sehingga berubah menjadi moncong. Kumbng memiliki
mata majemuk besar, tanpa mata tunggal. Abdomen memiliki 10 ruas dan pada daerah sternum
ruas-ruas ersebut tidak semua terlihat. Pada kumbang jantan, protoraks dan mandibula
kerapkali membesar dan digunakan unuk berkelahi (Setford, 2005).),
Sultoni (2004), menyatakan bahwa ordo coleoptera sayap depan menanduk,sayap
belakang membranaceus dan melipat dibawah sayap depan saat tidak digunakan. Bentuk tubuh
bulat, oval, oval memanjang, oval melebar, ramping memanjang, pipih. Beberapa mempunyai
moncong. Alat mulut bertipe penggigit pengunyah. Dewasa ditemukan hampir disemua tempat
terdapat melimpah di pertanaman, dibawahbatu, kulit kayu, dalam tanah, jamur. Sedikit yang
hidup di air. Banyak nertindak sebagai hama tanaman dan biasanya akan menyerang hampir
semua bagian tanaman. Endopterigota terdiri dari beberapa ordo yaitu coleoptera,
hymenoptera, diptera, dan lepidoptera. Coleoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap
depan yang keras dan tebal. Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah
(Rhyzoperta dominica) (Aryulina, 2004).

I. KESIMPULAN
Ciri – ciri morfologi ordo Coleoptera adalah sayap terdiri dari dua pasang. Sayap
depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra. Apabila
istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal).
Alat mulut bertipe penghisap. Tipe kakinya adalah ambulatorial.

J. Diskusi

1. Ciri-ciri morfologi secara umum apa sajakah yang dimiliki serangga yang termasuk
dalam ordo Coleoptera?
Jawab : Coleoptera adalah insekta yang bersayap perisai, ordo coleoptera sayap
depan menanduk ,sayap belakang membranaceus dan melipat dibawah sayap depan
saat tidak digunakan. memiliki elyptra dan tipe kakinya ambulatorial, mulutnya
adalah tipe penghisap.

2. Ladybug, kepik, seperti serangga lainnya memiliki 3 pasang kaki. Sepasang kaki
terdapat di bagian prothorax, metathorax dan mesothorax. Kaki tersegmentasi
dalam enam bagian yaitu coxae, trochantin, femur, shin (tibia) dan tarsus dan
claw (cakar). Pernyataan Elviana (2015) bahwa, “Coxae adalah artikulasi,
penancapan kaki dengan kuat ke dalam toraks, melepaskan gerakan ke depan
dan ke belakang. Trochantin menempel pada coxae dan seringkali hampir tidak
terlihat. Segmen selanjutnya adalah paha, juga disebut femur. Pada ujung apikal
femur, terdapat shin (tibia). Segmen terakhir disebut kaki (tarsus) dan terdiri dari
2-5, kebanyakan 4-5 bagian. Disertai dengan bagian claw (cakar) yang terletak
paling akhir. Adapun ciri khusus pada kaki ordo coleoptera yang memiliki
rambut halus dibagian kaki dan beruas sesuai dengan tipe kakinya yang
berfungsi untuk berjalan yakni ambulatorial.
3. Amati beberapa contoh serangga hama yang termasuk anggota ordo Coleoptera,
tumbuhan apakah yang diserang, bagaimana caranya merusak jaringan tanaman
tersebut?

Jawab:

1. Kumbang badak
Menyerang tanaman kelapa sawit dengan memotong daun muda (janur)
2. Boll weevil ( Anthonomus grandis )
Adalah kumbang yang menyerang tanaman kapas dengan memakan kuncup dan
bunga kapas
3. Tribolium castaneum
menyerang dan tidak hanya menyerang gabah/beras tetapi juga bulir jagung,
berbagai jenis gandum, jewawut, sorgum, serta biji kacang-
kacangan. Larvanya bersarang di dalam bulir/biji, sedangkan imagonya memakan
tepung yang ada.
4. Callosobruchus maculatus
Adalah hama yang sering menyerang jenis kacang-kacangan di tempat
penyimpanan. Hama ini menyerang pada fase larva dengan cara menggorok
kotiledon biji dan larva akan tetap tinggal di dalam biji sampai fase pupa
Daftar Rujukan

Akhavan, E., Jafari, R., Vafai, R., Afrogheh, S., 2013. Biodiversity and Distribution of
Predaceous ladybird(Coleoptera: Coccinelliae). Intl. Res. J. Appl. Basic. Sci. Vol., 5
(6), 705-709. Available online at www.irjabs.com .

Aryulina, Diah. 2004. Biologi. Erlangga : Jakarta

Borror, T dan Johnson. 1981. Pengenalan Pelajaran Serangga. Yogyakarta: Universitas Gadjah
Mada.

Borror, Donald J., Triplehorn, C.A., dan Johnson N.F. 1988. Pengenalan Pelajaran serangga.
Edisi ke Enam. Dialihbahasakan oleh: Soetiyono Patosoedjono. 1992. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.

Elviana, Vivin. 2015. Identifikasi Morfologi Hewan Filum Arthropoda. Jember: IAIN
Jember Hidayat. 2004. Dasar-dasar Entomologi. Bandung: IMSTEP.

Mohan, K., Padmanaban, A.M., 2013. Diversity and Abundance of Coleoptera Insects in
Bhavani Taluk Erode District, Tamil Nadu, India. International Journal of Innovations
in Bio-Sciences Vol. 3 (2): 57-63. Available at : http://www.parees.co.in/ijibs.htm.

Pathania, M., Chandel.R.S,, Verma, K.S., Mehta, P. K., 2015. Diversity and population
dynamics of phytophagous scarabaeid beetles (Coleoptera: Scarabaeidae) in different
landscapes of Himachal Pradesh, India. Arthropods Vol. 4(2): 46-68. Available at URL:
http://www.iaees.org/publications/journals/arthropods/onlineversion.asp dan RSS:
http://www.iaees.org/publications/journals/arthropods/rss.xml.

Purnomo, Hari. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. CV Andi : Yogyakarta

Rahayu, Tuti.2004. Sistematika Hewan Invertebrata. Surakarta: UMS Press.

Setford, Steve. 2005. Hewan Merayap. Erlangga : Jakarta

Sultoni, achmad. 2004. Kunci Determinassi Serangga. Kanisius : Yogyakarta


Lampiran

Lady bug

Kepik daun