Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BENTUK TERAPI KOMPLEMENTER

DAUN SIRSAK

Disusun oleh
Kelompok 5:

1. Amri Arifuddin (720153052)


2. Esa Zulfia (720153061)
3. Layla Khoridatunnisa (720153070)
4. Nurul Isnaini Sa’adah (720153084)
5. Taufik wicaksana W (720153090)
6. Upyca Rosita J (720153097)
7. Windi Diah A.L (720153100)

PRODI S1 KEPERAWATAN TINGKAT 4B

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS


Jalan Ganesha 1 Purwosari Kudus Telp./Faks.(0291)442993/437218 Kudus 59316
Website : http://www.stikesmuhkudus.ac.id

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan
sebagaimana yang diharapkan. Dalam makalah ini membahas tentang bentuk
terapi komplementer daun sirsak. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada
seluruh anggota yang terkait dalam penyusunan makalah ini, sehingga dapat
digunakan sebagaimana mestinya. Walaupun kami tahu bahwa dalam malakah ini
masih banyak kekurangan dalam hal materi, teknik penulisan, sampai kepada
format makalahnya.
Semoga makalah ini dapat menjadi salah satu bahan representasif terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan pembacanya. Oleh karena itu, saran dan kritikan
yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi pembuatan makalah
selanjutnya.

Kudus, November 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................ 1
Kata pengantar ........................................................................................... 2
Daftar isi ..................................................................................................... 3
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang ............................................................................... 4
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 5
C. Tujuan ............................................................................................ 5
BAB II Pembahasan
A. Pengertian Daun Sirsak .................................................................. 6
B. Manfaat Daun Sirsak ...................................................................... 6
C. Kandungan Daun Sirsak ................................................................. 6
D. Mekanisme Daun Sirsak Dalam Pengobatan Kanker .................... 7
E. Penyakit yang dapat Diobati dengan Daun Sirsak ......................... 7
F. Jurnal Penelitian Tentang Daun Sirsak .......................................... 9
BAB III Penutup
A. Kesimpulan ................................................................................... 10
B. Saran .............................................................................................. 10
Daftar Pustaka ........................................................................................... 11

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah tropis
di Benua Amerika, yaitu Hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia dan Amerika
Tengah. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari
daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000
meter dari permukaan laut (Zuhud, 2011). Tanaman sirsak telah digunakan
sebagai obat tradisional yang dikenal karena sifat antidiare, antidiabetik, obat
penenang, pembasmi cacing, larvasida, anti serangga dan parasit. Berbagai studi
kimia dan biologi telah dilakukan pada bagian yang berbeda dari tanaman ini,
seperti pada buah, batang dan biji. Telah diaporkan bahwa tanaman ini memiliki
aktivitas yang beragam, yaitu sebagai antiparasit, antidepresif dan sitotoksik
(Luna, 2006). Berdasarkan uji preklinik dalam buku Formularium Obat Herbal
Asli Indonesia, daun sirsak diketahui mengandung annonaceous acetogenins.
Daun sirsak diindikasikan sebagai obat herbal antineoplastik yang mampu 10.000
kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin yang biasa
dipakai dalam kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker,
seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara dan pankreas tanpa
merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat (Kemenkes RI, 2011).
Daun sirsak mempunyai kasiat yang manjur untuk menyembuhkan penyakit
kanker. Daun sirsak menjadi alternatif banyak pasien untuk mengobati yang mana
daunnya mudah di dapat dan rasanya juga enak. Kandungan acetoginin dalam
daun sirsak mempunyai manfaat untuk menyerang sel kanker dengan aman dan
efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti
yang terjadi pada terapi kemo. Banyak pasien kanker mempercayai manfaat dari
daun sirsak sebagai salah satu alternatif untuk mengobati kanker. Daun sirsak
bersifat seperti kemoterapi dan mempunyai kemampuan untuk membunuh sel-sel
yang tumbuh abnormal, serta membiarkan sel-sel yang tumbuh normal. Senyawa
acetoginin yang terdapat dalam daun sirsak berperan sebagai inhibitor sumber

4
energi untuk pertumbuhan sel kanker. Kekuatan energi menyebabkan sel tidak
bisa membelah dengan baik. Acetogenin yang ikut masuk ke dalam tubuh akan
menempel pada reseptor dinding sel dan berfungsi merusak ATP di dinding
mitokondria. Akibatnya produksi energi didalam sel kanker terhenti dan akhirnya
sel kanker akan mati.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari daun sirsak?
2. Apa manfaat dari daun sirsak?
3. Apa saja kandungan dari daun sirsak?
4. Bagaimana mekanisme daun sirsak dalam pengobatan kanker?
5. Apa saja penyakit yang dapat diobati dengan daun sirsak?

C. Tujuan
Makalah ini dibuat agar pembaca mengetahui manfaat dari bentuk terapi
komplementer daun sirsak.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Daun Sirsak


Sirsak merupakan jenis tanaman yang paling mudah tumbuh diantara jenis-
jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembab
(Arief, 2012).
Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1200 m dari
permukaan laut. Tanaman sirsak akan tumbuh sangat baik pada keadaan iklim
bersuhu 22-28oC, dengan kelembaban dan curah hujan berkisar antara 1500-2500
mm per tahun (Bilqisti , 2013)

B. Manfaat Daun Sirsak


1. Mengobati diabetes.
2. Mengobati kolesterol.
3. Mengobati asam urat.
4. Mengobati kanker.

C. Kandungan Daun Sirsak


Annonaceous acetogenin merupakan kelompok dari produk alami poliketida
yang diisolasi dari tanaman famili Annonaceae. Sifat umum dari molekul ini
adalah berupa rantai panjang asam lemak sepanjang 35 atau 37 karbon yang
diakhiri γ-lakton. Di dalam tanaman sirsak telah ditemukan lebih dari 82 jenis
annonaceous acetogenin dan 18 jenis di antaranya ditemukan pada daun sirsak.
Acetogenin dari daun ini telah diteliti memiliki sifat sitotoksik terhadap sel kanker
yang telah teruji secara in vitro. Selain itu acetogenin juga bersifat sebagai
antitumor, antimikroba, antiparasit, antimalaria, antimikroba, antivirus dan
antifeedant (Kemenkes RI, 2011; Zuhud, 2011).
Oleh karena itu daun sirsak terus diteliti dan diterapkan pada berbagai pengobatan
terutama di Indonesia (Retnani, 2011). Acetogenins merupakan inhibitor NADH
pada enzim uniquinone oxidoreductase. Enzim ini merupakan enzim esensial

6
dalam system transpor elektron pada kompleks I mitokondria. McLaughlin
mengemukakan bahwa bagian tengah acetogenin yang hidrofilik bertindak
sebagai jangkar pada bagian gliserol pada permukaan membran. Sedangkan cincin
lakton bercabang alkil berdifusi pada 10interior membran dan berinteraksi dengan
binding site dari enzim. Inhibisi kompleks I membuat sel kekurangan ATP,
menghambat pertumbuhan sel dan mengganggu kinerja sel. Hal tersebut memicu
terjadinya kematian sel (McLaughlin, 2006).

Kandungan Lain:

D. Mekanisme Daun Sirsak Dalam Pengobatan Kanker


Senyawa acetoginin yang terdapat dalam daun sirsak berperan sebagai
inhibitor sumber energi untuk pertumbuhan sel kanker. Kekuatan energi
menyebabkan sel tidak bisa membelah dengan baik. Acetogenin yang ikut masuk
ke dalam tubuh akan menempel pada reseptor dinding sel dan berfungsi merusak
ATP di dinding mitokondria. Akibatnya produksi energi didalam sel kanker
terhenti dan akhirnya sel kanker akan mati.

E. Penyakit yang dapat Diobati dengan Daun Sirsak


1. Sebagai anti kanker
Hasil penelitian menemukan bahwa acetogenin menghambat sintesis
adenosine trofosfat (ATP) oleh mitokondria sel. ATP merupakan sumber
energi bagi sel kanker. Padahal sel kanker memerlukan banyak energi
karena mereka melakukan proses pembelahan yang sangat cepat. Akibat

7
penghambatan itu maka sel kanker mengalami kekurangan pasokan energi
sehingga akhirnya akan mati. Acetogenin hanya menyerang sel kanker dan
tanpa mengalami kerusakan pada sel normal (Anonim, 2012).
2. Anti inflamasi
Daun sirsak memiliki anti kandungan flavonoid yang bisa digunakan
sebagai anti inflamasi.Flavonoid merupakan antioksidan yang kuat karena
aktivitasnya sebagai antioksidan dan antiimflamasi. antioksidan ini
mempunyai aktivitas menetralkan radikal bebas sehingga mencegah
kerusakan oksidatif pada sebagian besar biomulekul dan menghasilkan
proteksi terhadap kerusakan oksidatif secara signifikan. Antioksidan dapat
menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang
dimiliki radikal bebas dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari 13
pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stress oksidatif
(Ramadani, 2009).
3. Anti diabetes
Senyawa bioaktif yang terdapat dalam daun sirsak yaitu flavonoid,
memiliki sifat antihiperglikemia, yaitu menurunkan konsentrasi glukosa
darah, meningkatkan konsentrasi serum insulin, meningkatkan perbaikan
atau proliferasi sel β pancreas, serta meningkatkan efek hormon insulin
dan adrenalin (Rianti, 2013).
4. Anti bakteri
Kandungan fitokimia annonaceous acetogenin pada ekstrak daun sirsak
merupakan agen aktif antibakteri. Khasiat daun sirsak mampu mengatasi
infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti diare ,bisul,infeksi saluran
kemih dan ISPA ( Takashi,et al., 2006).

8
F. Jurnal Penelitian Tentang Daun Sirsak
ABSTRAK
Tanaman sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman yang
dapat digunakan sebagai
obat kanker dan pengganti kemoterapi. Kanker adalah penyakit
berbahaya yang menyerang DNA
manusia. Annonaceous acetogenis atau yang lebih sering disebut dengan
acetogenin yang terkandung
dalam daun sirsak dapat membunuh sel-sel kanker dengan cara
menghambat ATP yang menjadi
sumber energi bagi pertumbuhan kanker. Senyawa fi tokimia yang menjadi
anggota acetogenin seperti
muricereacin dan murihexocin C memiliki kekuatan yang melebihi
kefektifan dari adreamycin (obat
kemoterapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa acetogenin
berperan untuk membunuh
sel kanker dan derivat senyawa acetoginin dapat digunakan sebagai
pengganti kemoterapi. Adanya
acetoginin mempunyai aktivitas untuk membunuh sel kanker.
Kata kunci: daun sirsak, sel kanker, acetogenin, kemoterapi

9
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Senyawa acetogenins yang terdapat pada daun sirsak mempunyai kegunaan
untuk membunuh berbagai macam sel kanker. Cis-annonacin memiliki potensi
10.000 kali lebih besar dari adriamycin untuk mengatasi kanker.
B. SARAN
Hendaknya bacalah makalah ini di waktu luang agar mampu memahami
daun sirsak sebagai bentuk dari terapi komplementer. Dan untuk lebih mengetahui
carilah referensi lain semoga dengan telah membaca anda dapat menyebarkan ke
orang lain.

10
DAFTAR PUSTAKA

KEGUNAAN DAUN SIRSAK (Annona Muricata L) UNTUK MEMBUNUH


SEL KANKER dan PENGGANTI KEMOTERAPI
Utari K.1), Eka Nursafi tri 2), Intan Sari A. 3), Rafi ka Sari. 4), Winda A.K. 5),
AgnesSri Harti6) 1,2,3,4,5)Program S-1 Keperawatan STIKes Kusuma Husada
Surakarta 6)Program D-III Keperawatan STIKes Kusuma Husada Surakarta

11