Anda di halaman 1dari 2

Tatalaksana Osteoartritis

Penatalaksanaan OA berdasarkan atas distribusinya (sendi mana yang terkena) dan berat
ringannya sendi yang terkena. Penatalaksanaan tsb dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Terapi non farmakologis
a. Edukasi atau penerangan
Melalui edukasi ini diharapkan pasien mengetahui seluk beluk penyakitnya dan
menjaga agar penyakitnya tidak semakin parah serta sendi tetap dapat dipakai.
b. Terapi fisik dan rehabilitasi (fisioterapi)
Tujuan terapi ini adalah untuk melatih pasien agar persendiannya tetap dapat
dipakai .
c. Penurunan berat badan
2. Terapi farmakologis
a. Analgesik oral-non opiat
b. Analgesik topical
Pada umumnya pasien telah mencoba terapi dengan cara ini, sebelum memakai
obat-obatan peroral lainnya.
c. OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid)
Obat ini mempunyai efek analgetik dan efek anti inflamasi, namun dalam
pemilihan obat juga perlu diperhatikan efek sampingnya dan pengawasan
terhadap timbulnya efek samping harus selalu dilakukan. Contoh: asetaminofen,
ibuprofen, aspirin.
d. Chondroprotective
Merupakan obat-obatan yang dapat menjaga atau merangsang perbaikan tulang
rawan sendi pada pasien OA. Contoh: tetrasiklin, asam hialuronat, kondroitin
sulfat, glikosaminoglikan, vitamin C, dan superoxide dismutase.
e. Steroid intra-artikuler
Pemakaiannya untuk terapi OA masih controversial Karen tidak menunjukkan
keutungan yang nyata pada pasien OA. Obat ini mampu mengurangi rasa sakit
pada pasien OA, namun hanya dalam waktu yang singkat.
3. Terapi bedah
Terapi ini diberikan apabila terapi farmakologis tidak berhasil untuk
mengurangi rasa sakit dan untuk melakukan koreksi apabila terjadi deformitas sendi
yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Contoh: osteotomi, atroplasti sendi total

Prognosis
Osteoartritis biasanya berjalan lambat. Problem utama yang sering dijumpai adalah nyeri
apabila sendi tersebut dipakai dan meningkatnya ketidakstabilan bila harus menanggung
beban, terutama pada lutut. Masalah ini berarti bahwa orang tersebut harus membiasakan
diri dengan hidup yang baru. Cara hidup yang baru ini sering kali meliputi perubahan
pola makan yang sudah terbentuk seumur hidup dan olahraga, manipulasi obat-obat yang
diberikan, dan pemakaian alat-alat bantu.