Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu bagian dari Aparatur Sipil
Negara (ASN). ASN merupakan suatu profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi
pemerintah. Pegawai ASN merupakan unsur aparatur negara yang melaksanakan
kebijakan yang ditetapkan oleh instansi pemerintah yang mendukung pemberian
pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dalam undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN menyebutkan
bahwa ASN berfungsi sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayanan Publik serta
Perekat dan Pemersatu Bangsa. Oleh karena itu penting agar ASN memiliki
profesionalisme dan kompetensi yang memadai untuk bisa menjalankan tugas
tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Pelayanan publik yang dilakukan ASN di bidang kesehatan mendapat sorotan
publik, terutama tentang kualitas pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan.
Banyaknya masalah yang timbul diakibatkan kurangnya dan turunnya kesadaran
dan kepedulian ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sejalan dengan
peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat
terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan
bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat terutama
pada kesehatan umum masyarakat, yang mana hal tersebut berdampak pada
tercapainya derajat kesehatan yang optimal.
Dengan adanya Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil ini diharapkan
para Calon Pegawai Negeri Sipil dapat professional dibidang kerja,
penyelenggaraan negara dapat berjalan dengan baik khususnya di bidang
pembangunan kesehatan baik di seluruh sektor fasilitas kesehatan, dalam hal ini
fasilitas kesehatan pertama yaitu Puskesmas. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya

1
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi
tingginya di wilayah kerjanya.
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai
peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana Asisten Apoteker
Terampil sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung
jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 8
tahun 2008 tentang jabatan fungsional asisten apoteker terdapat salah satu tugas dan
fungsi meliputi penyiapan rencana kerja kefarmasian, penyiapan pengelolaan
perbekalan farmasi, dan penyiapan pelayanan farmasi klinik.
Kegiatan pengelolaan perbekalan kefarmasian dimulai dari pengadaan dan
penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan serta
pemesanan/permintaan obat dan BMHP (bahan Medis Habis Pakai). Dari semua
pengelolaan perbekalan farmasi yang dilakukan pencatatan dan pelaporan di
gudang dan apotek membutuhkan perhatian khusus, karena masih kurangnya
penerapan sistem FEFO (First Expired First Out)/FIFO (First In First Out) untuk
mengurangi terjadinya stok obat yang kadaluarsa, belum adanya label untuk obat
dengan kewaspadaan tinggi melalui LASA (Look Alike Sound Alike), perhitungan
jumlah obat digudang dan apotek dengan laporan berbeda, belum sinkronnya
jumlah obat keluar di resep dengan keadaan sisa obat di apotek dan kekurangan
lainnya sehingga perlunya perhatian khusus terhadap pendataan ulang stok obat
baik di gudang maupun apotek agar semua obat yang ada sama dengan ada yang
dilaporan sehingga mengurangi kehilangan obat dan pemberian obat kepada
masyarakat tepat serta terhindar dari medical error. Oleh karena itu penulis ingin
melakukan aktualisasi dengan judul “ Menata Distribusi Obat Dengan Cara
Pencatatan dan Pelaporan Obat Melalui Sistem Komputerisasi Guna Terkendalinya
Stok Obat Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Wilayah
Kerja UPTD Puskemas Wana Kabupaten Lampung Timur ”.

2
B. Tujuan
a. Untuk menyelaraskan obat yang keluar dari resep setiap hari kedalam
Laporan Rekaptulisasi Pengeluaran Obat dengan sisa obat yang ada di apotek
pada akhir bulan sehingga mengurangi terjadinya kehilangan obat.
b. Tujuan aktualisasi (habituasi) adalah mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
profesi ASN yang meliputi nilai-nilai dasar ANEKA sebagai asisten apoteker
terampil dalam melaksanakan tugas di UPTD Puskesmas Wana yang
diharapkan dapat mengimplementasikan peran dan kedudukan PNS dalam
NKRI saat pelaksanaan tugas dan jabatannya di tempat kerja.
c. Memenuhi salah satu syarat kurikulum pelatihan dasar CPNS Golongan II di
lingkungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung
Tahun Anggaran 2019.

C. Manfaat
1. Bagi stakeholder
Manfaat bagi masyarakat adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan
pelayanan kefarmasian yang berkualitas sehingga berkurangnya terjadinya
kesalahan pemberian obat yang tidak diinginkan.
2. Bagi organisasi
Manfaat bagi UPTD Puskesmas Wana adalah sebagai salah satu cara untuk
memperbaiki kualitas stok obat dengan pencacatan pelaporan dalam
penggunaan obat di apotek sehingga berkurangnya kejadian yang tidak
diinginkan.
3. Bagi peserta
Manfaat bagi peserta adalah sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
Program Pelatihan Dasar CPNS Golongan II di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur.

3
D. Ruang Lingkup
Rancangan aktualisasi dengan judul Menata Distribusi Obat Dengan Cara
Pencatatan dan Pelaporan Obat Melalui Sistem Komputerisasi Guna Terkendalinya
Stok Obat Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Wilayah
Kerja UPTD Puskemas Wana Kabupaten Lampung Timur pada hari senin sampai
dengan sabtu pada tanggal 14 Oktober 2019 sampai dengan 11 November 2019.
Pembahasan rancangan aktualisasi ini dibatasi pada stok obat dan BMHP yang
belum kadaluarsa. Peningkatan manajemen stok obat dan BMHP baik gudang dan
apotek yang benar.

4
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. DESKRIPSI ORGANISASI
1. Profil Organisasi
UPTD Puskesmas Wana terletak di Desa Wana Kecamatan Melinting
Kabupaten Lampung Timur. Luas Wilayah Kerja Puskesmas Wana adalah 
139.000 KM² dari luas wilayah Kabupaten Lampung Timur (5.325.03 KM²).
Puskesmas Wana terletak di Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur.
Terdiri dari 6 Desa yaitu : Wana, Sumberhadi, Itik Renday, Tanjung Aji, Tebing
dan Sidomakmur. Secara administrasi wilayah kerja Puskesmas Wana Kecamatan
Melinting Kabupaten Lampung Timur berbatasan dengan sebelah utara wilayah
Kecamatan Bandar Sribawono., sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan
Gunung Pelindung, dan Jabung, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan
Jabung dan Marga Sekampung dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan
Labuhan Maringgai.

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas WanaKec. Melinting Kab.


Lampung TimurTahun 2018

Sumber :SP2TP PUSKESMAS WANA 2018

Wilayah Kecamatan Melinting dibagi menjadi 6 dusun. Jumlah penduduk


dari data Dinas Kependudukan Lampung Timur sebanyak Jumlah penduduk

5
Kecamatan Melinting 25.916 jiwa, dengan 8.043 jumlah keluarga, dengan rata- rata
3,2 jiwa/rumah tangga dengan kepadatan penduduk 186,1 per KM². Piramida
penduduk Melinting di bawah ini menunjukkan laki-laki dengan grafik warna biru
sedangkan grafik merah adalah perempuan. Dari grafik tersebut diketahui gambaran
distribusi penduduk menurut golongan umur di wilayah Puskesmas Wana paling
banyak adalah kelompok umur 25- 29 tahun.

Grafik 1. Piramida Penduduk Melinting Tahun 2018

75+
70 - 74
65 - 69
60 - 64
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10-14.
5-9.
0-4
2000 1500 1000 500 0 500 1000 1500

Sumber : Data Dinas Kependudukan Lampung Timur 2018

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk makin meningkatkan kualitas dan


pemerataan jangkauan/akses pelayanan kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut
penyediaan sarana kesehatan merupakan hal yang penting. Dibawah ini adalah data
sarana pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas Wana :

6
Tabel 1. Data Sarana Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Wana Tahun 2018
JENIS SARANA
NO LOKASI
KESEHATAN
1 Puskesmas induk Desa Wana
3 unit di Desa Tanjung Aji,
2 Puskesmas Pembantu
Sumberhadi dan Sidomakmur
3 Poskesdes 1 unit di Desa Wana
1 unit di Desa Itik Renday
1 unit di Desa Sumberhadi
1 unit di Desa Tanjung Aji
1 unit di Desa Tebing
1 unit di Desa Sidomakmur
4 Pondok Sayang Ibu Ada 6 tiap desa ada satu PSI
5 Posyandu Desa Wana ada 14 posyandu
Desa Sumberhadi ada 4 posyandu
Desa Itik renday ada 6 posyandu
Desa Tanjung Aji ada 6 Posyandu
Desa Tebing ada 7 posyandu
Desa Sidomakmur ada 5 posyandu
6. Warung Obat Desa (WOD) 1 unit desa wana
7. Rumah Sakit Swasta 0 Unit
Balai Pengobatan
8. 31 Unit
Tradisional Swasta
9. Bidan Praktek Swasta 4 Unit
10. Apotik 0 Unit
11. Rumah Bersalin 1 Unit

Usaha Mikro Obat


12. 13 Unit
Tradisional

Sumber :SP2TP PUSKESMAS WANA 2018

7
2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi
a. Visi
Masyarakat Kecamatan Melinting Sehat, Berperilaku Sehat Dengan Lingkungan
Sehat, Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu.
b. Misi
1) Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
2) Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat
3) Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan
4) Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya
c. Nilai-Nilai Organisasi
Nilai-nilai organisasi yang dimiliki oleh UPTD Puskesmas Wana yaitu Motivasi
Edukasi Nyaman Jujur Amanah Kompeten atau yang disingkat MENJAK yang dalam
bahasa lampung artinya BANGKIT.

3. Tugas dan Fungsi Asisten Apoteker


Menurut Permenpan Nomor PER/08/M.PAN/4/2008 tentang Jabatan
Fungsional Asisten Apoteker dan angka kreditnya. Tugas pokok Asisten Apoteker
adalah melaksanakan penyiapan pekerjaan kefarmasian yang meliputi penyiapan
rencana kerja kefarmasian, penyiapan pengelolaan perbekalan farmasi, dan
penyiapan pelayanan farmasi klinik.
a. Menyiapkan ruangan, peralatan dan bahan-bahan untuk kegiatan produksi
dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi Non Steril dan Steril
b. Mendistribusikan perbekalan farmasi dalam rangka Pendistribusian
Perbekalan Farmasi
c. Mengumpulkan data-data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi
d. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi dalam rangka Penerimaan
Perbekalan Farmasi
e. Menyimpan perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan Perbekalan
Farmasi

8
f. Menerima dan menyeleksi persyaratan administrasi resep serta menghitung
harga obatnya dalam rangka Dispensing Resep Individual
g. Memilah-milah, mengelompokkan dan mengompilasi data-data dalam rangka
Penyiapan Rencana Kegiatan Kefarmasian
h. Merekapitulasi data-data dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi
i. Merekapitulasi data-data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi
j. Menyiapkan daftar usulan perbekalan farmasi dalam rangka Pengadaan
Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Pembelian
k. Menyiapkan daftar usulan perbekalan farmasi yang merupakan program
pemerintah dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Non
Pembelian
l. Mengemas obat dan memberi etiket dalam rangka Menyiapkan obat dan
membuat etiket dalam rangka Dispensing Resep Individual
m. Menyiapkan kebutuhan obat untuk tiap kali pemakaian dalam rangka
Dispensing Dosis Unit
n. Menyusun laporan kegiatan farmasi dalam rangka Penyusunan Laporan
Kegiatan Farmasi
o. Mengemas obat dan memberi etiket dalam rangka Produksi Sediaan Farmasi
Steril
p. Melaksanakan penghapusan dalam rangka Penghapusan Perbekalan Farmasi
q. Membuat rincian pemakaian obat dan biayanya dalam rangka Dispensing
Dosis Unit
r. Menyiapkan sediaan intra vena dalam rangka Sediaan Intravena

9
B. Analisis Isu
Isu yang diangkat dianalisa untuk ditemukan masalah pokok yang menjadi isu
prioritas dengan menggunakan analisa USG (Urgency, Seriousness, & Growth).
Identifikasi masalah yang ada pada UPTD Puskesmas Wana disajikan pada tabel 2.

Tabel 2. Identifikasi Isu UPTD Puskesmas Wana


No Identifikasi Isu U S G Total RK
1 Managemen pengendalian obat di Apotek UPTD
5 5 5 15 I
Puskesmas Wana yang kurang terkendali
2 Evaluasi penggunaan antibiotik UPTD Puskesmas
3 4 4 11 III
Wana belum optimal
3 Pelayanan waktu tunggu peracikan obat di UPTD
4 5 4 13 II
Puskesmas Wana yang belum optimal

Keterangan :
Urgency : Serious : Growth :
5 : Sangat Mendesak 5 : Sangat Berpengaruh 5 : Sangat Berdampak
4 : Mendesak 4 : Berpengaruh 4 : Berdampak
3 : Cukup Mendesak 3 : Cukup Berpengaruh 3 : Cukup Berdampak
2 : Tidak Mendesak 2 : Tidak Berpengaruh 2 : Tidak Berdampak
1 : Sangat Tidak Mendesak 1 : Sangat Tidak berpengaruh 1 : Sangat Tidak Berdampak

Dari identifikasi isu dengan menggunakan analisa Urgency Seriousness Growth


(USG) dan skala Likert maka diperoleh isu prioritas (Core issue) Managemen
pengendalian obat di Apotek UPTD Puskesmas Wana yang kurang terkendali.
Berdasarkan rumusan masalah dan rumusan sasaran diatas maka rancangan
aktualisasi ini diberi judul “Menata Distribusi Obat Dengan Cara Pencatatan dan
Pelaporan Obat Melalui Sistem Komputerisasi Guna Terkendalinya Stok Obat
Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Wilayah Kerja UPTD
Puskemas Wana Kabupaten Lampung Timur”

10
C. Argumentasi Isu
Isu prioritas yang dipilih dalam rancangan aktualisasi ini adalah “Managemen
pengendalian obat di Apotek UPTD Puskesmas Wana yang kurang terkendali”. Isu
ini diangkat karena dianggap sangat mendesak dan apabila tidak segera diselesaikan
maka akan terjadi kesalahan pencatatan dan pelaporan stok obat yang tidak selaras
berlanjut dan dapat menurunkan mutu pusat pelayanan kesehatan.

D. Nilai - Nilai Dasar Profesi PNS


Nilai-nilai dasar ASN terbagi dalam dua materi yakni nilai-nilai dasar profesi
PNS berupa Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (yang merupakan akronim dari ANEKA) serta kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI yaitu Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan Whole of Government.
Penjelasan mengenai nilai dasar dan indikatornya diuraikan sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Dalam menciptakan
lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator dari nilai-nilai dasar
akuntabilitas yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah di mana pimpinan
memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
Lingkungan yang akuntebel dapat dilakukan dengan memberikan contoh pada
orang lain dan adanya komitmen tinggi untuk bekerja sehingga memberikan
efek positif bagi pihak lain.
b. Transparansi
Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerjasama antara kelompok
internal dan external. Memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang
tidak seharusnya dan korupsi dalam pengambilan keputusan. Meningkatkan
akuntabilitas dalam keputusan-keputusan. Serta meningkatkan kepercayaan
dan keyakinan kepada pimpinan secara keseluruhan.

11
c. Integritas
Menjadikan suatu kewajiban untuk menjunjung tinggi dan mematuhi semua
hukum yang berlaku, Undang-undang, kontrak, kebijakan, dan peraturan yang
berlaku sehingga memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada publik
dan/atau stakeholders.
d. Tanggungjawab (Responsibilitas)
Memberikan kewajiban bagi setiap individu dan lembaga bahwa konsekuensi
dari setiap tindakan yang telah dilakukan karena tuntutan untuk
bertanggungjawab atas keputusan yang telah dibuat.
e. Keadilan
Keadilan harus dipelihara dan dipromosikan oleh pemimpin pada lingkungan
oraganisasinya. Oleh sebab itu, ketidakadilan harus dihindari karena dapat
menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan
kinerja tidak optimal.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini
yang akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Setiap individu yang ada di lingkungan kerja harus dapat melakukan
kewenangannya untuk meningkatkan kinerja yang baik juga disertai
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.
h. Kejelasan
Memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil
yang diharapkan dengan mengetahui kewewenangan, peran dan
tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan
sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.
i. Konsistensi
Menunjukan sikap dan prilaku yang konsisten/terus-menerus dan dapat
diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.

12
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.
Dalam arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme
sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak hanya sekedar
wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan
dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi
berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Nilai-nilai yang
berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh
setiap pegawai ASN.
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalani tanggungjawab pelayanan publik. Nilai-
nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang ASN yakni
sebagai berikut:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
g. Mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada publik
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi

13
k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen
mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan
kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang
harus diperhatikan, yaitu:
a. Efektif adalah menunjukan tingkat ketercapaian target yang direncanakan,
baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
b. Efisien adalah tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan
bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya
terjadi pemborosan sumberdaya, penyimpangan prosedur dan mekanisme
yang ke luar alur.
c. Inovasi adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan
memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur
yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan
tugas rutin.
d. Berorientasi Pada Mutu adalah suatu kondisi dinamis berkaitan dengan
produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan
melebihi harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan
produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu
standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

14
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan
baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih
luas. Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, berani, dan adil.
6. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai
ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu
tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman (Fatimah dan Irawati 2017).
7. Pelayanan Publik (PP)
Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,
dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik
Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik yaitu :
a. Organisasi penyelenggara pelayanan publik
b. Penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan
c. Kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan
(pelanggan)
Sebagai pelayan publik diperlukan ASN yang memiliki pola pikir sebagai
pelayanan publik professional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek
korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi

15
masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan
bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
8. Whole of Government (WoG)
Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip kolaborasi,
kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama dan mencakup keseluruhan actor dari
seluruh sektor dalam pemerintahan.

16
E. Matriks Rancangan Aktualisasi
Formulir 1a. Rancangan Aktualisasi
RANCANGAN AKTUALISASI
Nama Peserta Marisa Sundari, A. Md. Farm
Tugas/Jabatan (Sesuai formasi) Asisten Apoteker Terampil

1. Profil Lembaga
A Nama Satuan Kerja UPTD Puskesmas Wana
B Visi Satuan Kerja Masyarakat Kecamatan Melinting Sehat, Berperilaku
Sehat Dengan Lingkungan Sehat, Mendapatkan
Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu.
C Misi Satuan Kerja 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan
kesehatan
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga
dan masyarakat
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan
dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan
perorangan, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya
D Struktur Organisasi pada
Satuan Kerja

17
E Tugas Satuan Kerja Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
1. Fungsi :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah
kerjanya
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah
kerjanya
2. Puskesmas berwenang untuk:
a. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis
masalah kesehatan masyarakat dan analisis
kebutuhan pelayanan yang diperlukan
b. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan
kesehatan
c. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi
dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap
tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait
e. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan
pelayanan dan upaya kesehatan berbasis
masyarakat
f. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber
daya manusia Puskesmas
g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar
berwawasan kesehatan
h. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, evaluasi
terhadap akses, mutu dan cakupan Pelayanan
Kesehatan

18
i. Memberikan rekomendasi terkait masalah
kesehatan masyarakat, termasuk dukungan
terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit
j. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar
secara komprehensif, berkesinambungan dan
bermutu
k. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang
mengutamakan upaya promotif dan preventif
l. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang
berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat
m. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang
mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien,
petugas dan pengunjung
n. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan
prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar
profesi
o. Melaksanakan rekam medis, Melaksanakan
pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap mutu
dan akses Pelayanan Kesehatan
p. Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga
Kesehatan
q. Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di
wilayah kerjanya
r. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan
indikasi medis dan Sistem Rujukan
s. Sebagai wahana pendidikan Tenaga Kesehatan
F Tugas Unit/Atasan/ Kepala Puskesmas mempunyai tugas
Mentor mengkoordinasikan urusan Dinas Kesehatan. Dengan

19
menyusun kebijakan teknis, melakukan pembinaan
pengendalian dan memberikan fasilitas terhadap
pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan,
kesehatan keluarga serta promosi dan kesehatan
lingkungan, mempertanggungjawabkan dan melaporkan
hasil kinerja dinas kepada kepala dinas kesehatan.
1. Fungsi Pokok
Memimpin puskes mas dalam menjalankan fungsi
puskesmas sesuai dengan azas penyelenggaraan
puskesmas dan melaksanakan sebagian kegiatan teknis
dinas.
2. Uraian Tugas Pokok Kepala Puskesmas
a. Menyusun dan merencanakan rencana operasional
pembinaan puskesmas yang meliputi program dan
kegiatan puskesmas berdasarkan petunjukteknis
kegiatan untuk melancarkan pelaksanaan tugas.
b. Mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan
urusan dinas kesehatan yang menjadi tugas pokok
dan fungsi puskesmas berdasarkan petunjuk teknis
kegiatan untuk kelancaran pelasanaan tugas.
c. Mengendalikan pelaksanaan urusan dinas
kesehatan yang menjadi tugas pokok dan fungsi
puskesmas berdasarkan petunjuk teknis kegiatan
untuk kelancaran pelaksanaan tugas
d. Menyelenggarakan dan atau memfasilitasi
kerjasama dengan satuan kerja perangkat daerah,
instansi masyarakat dan pemangku kepentingan
lainnya dalam pelaksanaan urusan dinas kesehatan
sesuai dengan Renja dan Renstra puskesmas agar
terlaksananya program kesehatan di daerah.
e. Mengevaluasi dan menilai secara periodik hasil

20
hasil pelaksanaan urusan dinas kesehatan yang
menjadi tugas pokok dan fungsi puskesmas
berdasarkan peraturan dan prosedur yang berlaku
agar diperoleh hasil kerja yang benar dan akurat.
f. Mengendalikan perencanaan pemanfaatan serta
pencatatan anggaran dan kekayaan daerah pada
puskesmas berdasarkan DPA Puskesmas sebagai
acuan anggaran pelaksanaan seluruh kegiatan
puskesmas.
g. Melaksanakan pembinaan sikap perilaku dan
disiplin pegawai, peningkatan kompetensi dan
penilaian kinerja setiap pegawai, selaku individu
dan dalam organisasi puskesmas dalam urusan
pemerintah daerah dibidang kesehatan berdasarkan
peraturan-peraturan tentang disiplin pegawai agar
tercipta situasi kerja yang kondusif.
h. Manyajikan dan melaporkan akuntabilitas hasil
penilaian kinerja sebagai suatu
pertanggungjawaban kepala puskesmas dalam
pelaksanaan urusan dinas kesehatan sesuai
petunjuk pelaksanaan pekerjaan agar tercapai
tingkat kinerja yang diharapkan.
i. Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada
bawahan agar terbagi habis.
j. Melaksanakan tugas lain dalam rangka mendukung
penyelenggaraan urusan di bidang kesehatan sesuai
dengan situasi yang terjadi agar tercipta situasi
yang kondusif di bidan kesehatan
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh
kepala dinas kesehatan sesuai dengan perintah
yang diberikan baik secara lisan maupun tulisan

21
untuk menciptakan situasi yang kondusif di bidang
kesehatan.
G Rincian Tugas dan a. Fungsi Pokok
Fungsi dan/atau Tugas Melaksanakan penyiapan pekerjaan kefarmasian
Tambahan dan/atau yang meliputi penyiapan rencana kerja
Kegiatan Inisiatif Sendiri kefarmasian, penyiapan pengelolaan perbekalan
dengan persetujuan farmasi dan penyiapan pelayanan farmasi klinik.
Atasan 2. Uraian Tugas Pokok Asisten Apoteker
a. Menyiapkan ruangan, peralatan dan bahan-bahan
untuk kegiatan produksi dalam rangka Produksi
Sediaan Farmasi Non Steril dan Steril
b. Mendistribusikan perbekalan farmasi dalam rangka
Pendistribusian Perbekalan Farmasi
c. Mengumpulkan data-data dalam rangka
Perencanaan Perbekalan Farmasi
d. Menerima dan memeriksa perbekalan farmasi
dalam rangka Penerimaan Perbekalan Farmasi
e. Menyimpan perbekalan farmasi dalam rangka
Penyimpanan Perbekalan Farmasi
f. Menerima dan menyeleksi persyaratan administrasi
resep serta menghitung harga obatnya dalam
rangka Dispensing Resep Individual
g. Memilah-milah, mengelompokkan dan
mengompilasi data-data dalam rangka Penyiapan
Rencana Kegiatan Kefarmasian
h. Merekapitulasi data-data dalam rangka Pemilihan
Perbekalan Farmasi
i. Merekapitulasi data-data dalam rangka
Perencanaan Perbekalan Farmasi
j. Menyiapkan daftar usulan perbekalan farmasi
dalam rangka Pengadaan Perbekalan Farmasi

22
Melalui Jalur Pembelian
k. Menyiapkan daftar usulan perbekalan farmasi yang
merupakan program pemerintah dalam rangka
Pengadaan Perbekalan Farmasi Melalui Jalur Non
Pembelian
l. Mengemas obat dan memberi etiket dalam rangka
Menyiapkan obat dan membuat etiket dalam
rangka Dispensing Resep Individual
m. Menyiapkan kebutuhan obat untuk tiap kali
pemakaian dalam rangka Dispensing Dosis Unit
n. Menyusun laporan kegiatan farmasi dalam rangka
Penyusunan Laporan Kegiatan Farmasi
o. Mengemas obat dan memberi etiket dalam rangka
Produksi Sediaan Farmasi Steril
p. Melaksanakan penghapusan dalam rangka
Penghapusan Perbekalan Farmasi
q. Membuat rincian pemakaian obat dan biayanya
dalam rangka Dispensing Dosis Unit
r. Menyiapkan sediaan intravena dalam rangka
Sediaan Intravena
2. Tugas Tambahan (Latsar)
a. Konsultasi rancangan dengan kepala Puskesmas
sebagai mentor
b. Menyusun dan mendata perbekalan farmasi
c. Mendistribusikan kebutuhan perbekalan farmasi di
Apotek dan Puskesmas Pembantu
d. Membuat Stock Opname APBD dan JKN
e. Melakukan pelayanan informasi obat kepada pasien
secara aktif dan pasif
f. Mencatat dan memasukkan data diri pasien, jenis
pelayanan, diagnosa penyakit, jenis dan jumlah

23
obat yang diberikan kedalam buku Pemakaian Obat
dan Rekapitulasi Pengeluaran Obat (RPO)
g. Memasukkan jumlah obat/BMHP di Laporan
Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
h. Melakukan evaluasi terhadap hasil keselarasaan
sisa obat di Apotek dengan sisa yang ada di RPO.

2. Identifikasi Permasalahan Dalam Pelaksanaan Tugas dan Alternatif


Solusi

NO URAIAN TUGAS PERMASALAHAN SOLUSI

1 Menyusun dan Jumlah perbekalan Menghitung ulang perbekalan


mendata perbekalan farmasi dengan Laporan farmasi, menyusun
farmasi Stock Opname dan berdasarkan abjad sesuai jenis
LPLPO yang belum sediaan obat dengan
selaras menerapkan sistem
FEFO/FIFO dan memberi
label LASA pada obat dengan
kewaspadaan tinggi
2 Mendistribusikan Petugas tidak menyetok Mendistribusikan kebutuhan
kebutuhan perbekalan obat untuk sebulan, perbekalan farmasi untuk
farmasi di Apotek sehingga petugas sebulan di Apotek sehingga
menggambil obat ketika stok obat diperkiiraan lama
stok habis. Hal tersebut habis.
rentan untuk terjadinya
kehilangan obat.
3 Membuat Stock Belum selarasnya antara Menselaraskan jumlah
Opname (APBD dan jumlah perbekalan perbekalan farmasi di kartu
JKN) farmasi dengan Laporan stok gudang dengan Laporan
Stock Opname Stock Opname
4 Melayani Resep dan Belum adanya Membuat Rekaptulisasi
Pemberian Infomasi buku/laporan yang Pengeluaran Obat (RPO)

24
Obat kepada pasien mencatat jumlah obat menggunakan sistem
Rawat Jalan yang keluar dari resep komputerisasi
dalam waktu sebulan,
sehingga pada saat
pelaporan LPLPO
selama ini hanya sisa
obat yang ada di Apotek
dan Gudang
5 Pemeriksaan ulang Belum selarasnya obat Mencocokannya dengan sisa
(cross check) sisa stok yang keluar dari resep obat yang ada di Apotek
obat di Apotek dengan sisa obat yang dengan Rekaptulisasi
ada di Apotek Pengeluaran Obat (RPO)

3. Rancangan Kegiatan Aktualisasi Sesuai Nilai-Nilai Dasar PNS


KEGIATAN YANG
NILAI DASAR YANG AKAN DI
NO AKAN
AKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN
DILAKUKAN
1. Menyusun dan mendata Akuntabilitas
perbekalan farmasi Keseimbangan
Setiap individu yang ada di lingkungan kerja harus
dapat melakukan kewenangannya untuk
meningkatkan kinerja yang baik juga disertai
keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian
(skill) yang dimiliki.

Nasionalisme
Berinisiatif mengadakan perubahan demi kemajuan
bangsa dan negara yang didasari inisiatif untuk
memajukan bangsa sesuai dengan ruang lingkup dan
tupoksi.

25
Etika publik
Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong
kinerja pegawai untuk menjalankan tugas secara
profesional

Komitmen Mutu
Melaksanakan kegiatan secara efektif dengan
mewujudkan tingkat pencapaian target yang
direncanakan.

Anti Korupsi
Terciptanya nilai tanggungjawab dan berkerja keras
agar dapat meminimalisir terjadinya kehilangan.
2 Membuat Stock Opname Akuntabilitas
berkala Transparansi
Mendorong kerjasama antara individu/kelompok
internal dan external.

Nasionalisme
Musyawarah
Saya akan melakukan diskusi dengan petugas piket
Apotek dalam menyiapkan perbekalan farmasi yang
dibutuhkan

Etika publik
Menghargai komunikasi, konsultasi,dan kerjasama
antar teman sejawat

Komitmen Mutu
Berorientasi pada mutu yang berkaitan dengan
produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang

26
sesuai dengan apa yang diharapkan.

Anti Korupsi
Jujur dan kerja keras dalam mendistribusikan
perbekalan farmasi
3 Membuat Stock Ofname Akuntabilitas
(APBD dan JKN) Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas
individu/lembaga untuk meningkatkan kinerja yang
baik.

Nasionalisme
Menjalankan tugas dengan tepat agar mendapatkan
hasil data yang akurat.

Etika publik
Menjalankan tugas secara profesional dan mencapai
pencapaian hasil yang memuaskan

Komitmen Mutu
Efektif dengan menunjukan tingkat kecapaian target
yang direncanakan

Anti Korupsi
Bertanggungjawab dalam menyelesaikan laporan
4 Melayani Resep dan Akuntabilitas
Pemberian Infomasi Obat Kejelasan
kepada pasien Rawat Jalan Melaksanakan peran dan tanggungjawab sebagai
pelayan publik

Nasionalisme
Mewujudkan rasa cinta tanah air dengan

27
menjalankan kebijakan publik untuk melayani
publik

Etika publik
Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna dan santun.

Komitmen Mutu
Berorientasi mutu
Memberikan informasi obat sesuai dengan jenis,
jumlah dan aturan pakai yang ada didalam resep.

Anti Korupsi
Jujur
Menyampaikan informasi obat dengan tepat dan
benar agar terhindar dari kesalahan pemberian obat.
5 Pemeriksaan ulang (cross Akuntabilitas
check) sisa stok obat di Kejelasan
Apotek Hasil yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan
jelas karena tujuan dan hasil berjalan sesuai yang
diharapkan.

Nasionalisme
Menjalankan tugas dan fungsi ASN terhadap
kebijakan publik

Etika publik
Meningkatkan efektifitas pekerjaan dalam
melaksanakan kebijakan publik

28
Komitmen Mutu
Efektif dalam mencapai target yang direncanakan
baik menyangkut mutu hasil kerja dan inovasi dalam
perubahan sistem pelaporan agar lebih akurat dan
tepat dalam mengukur capaian hasil kerja.

Anti Korupsi
Melasanakan kegiatan dengan kerja keras dan
tanggungjawab dapat menghasilkan hasil kerja yang
memuaskan.

Bandar Lampung, 10 Oktober 2019


Menyetujui
Mentor Peserta Diklat

NURIDAWATI, SST. MMKm MARISA SUNDARI, A. Md. Farm


NIP. : 19690408 198912 2 001 NIP. : 19941020 201903 2 003

Mengetahui
Pembimbing

ZAINUL ROHMAN, SIP. MM. MAP


NIP. : 19601203 198703 1 004

29
Formulir 1b. Rancangan Pelaksanaan Aktualisasi
Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS

Unit Kerja : UPTD Puskesmas Wana

Identifikasi Isu : 1. Managemen pengendalian obat di Apotek UPTD Puskesmas Wana yang kurang
terkendali
2. Pemberian pengetahuan kepada pasien tentang penyimpanan obat pasien dirumah belum
optimal
3. Pelayanan waktu tunggu peracikan obat di UPTD Puskesmas Wana yang belum optimal
Isu yang Diangkat : Managemen pengendalian obat di Apotek UPTD Puskesmas Wana yang kurang terkendali

Gagasan Pemecahan Isu : MENATA DISTRIBUSI OBAT DENGAN CARA PENCATATAN DAN PELAPORAN
OBAT MELALUI SISTEM KOMPUTERISASI GUNA TERKENDALINYA STOK OBAT
UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA
UPTD PUSKESMAS WANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

30
Tabel 3. Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Mendata dan 1. Menghitung Output : 1. Akuntabilitas : Kegiatan ini dilakukan Kegiatan ini
menyusun ulang seluruh 1. Dokumentasi Keseimbangan untuk mendukung dilakukan dengan
semua jumlah Perbekalan Saya akan meningkatkan misi UPTD menjunjung tinggi
perbekalan perbekalan Farmasi di kinerja yang baik Puskesmas Wana nilai organisasi yaitu
farmasi yakni farmasi baik yang gudang dengan keahlian yang yaitu meningkatkan Nyaman. Karena
Obat dan berasal dari sebelum dan saya miliki untuk mutu. Karena apabila apabila antara
BMHP APBD maupun sesudah menata ulang perbekalan mutu perbekalan perbekalan farmasi
(Bahan JKN 2. Dokumentasi farmasi agar terciptanya farmasi digudang dengan laporan
Medis Habis 2. Menyusun Sediaan obat stok obat dan BMHP sudah benar, maka bulan salah satunya
Pakai) perbekalan yang ditempel yang akurat dan rapih tingkat terjadinya Stock Opname
farmasi stiker LASA 2. Nasionalisme : kesalahan baik dalam selaras, maka dapat
berdasarkan Saya akan berinisiatif pengambilan obat, menimbulkan
abjad dan jenis mengadakan perubahan pengawasan obat kenyamanan apabila
sediaan (Tablet, demi kemajuan kadaluarsa dan sewaktu-waktu ada
Syrup, Salep, dll) puskesmas menjadi lebih pencatatan dapat pemeriksaan
dengan sistem baik dan lebih terstruktur diminimalisir kedinasan.
FEFO

31
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
(First Expired 3. Etika publik :
First Out)/FIFO Saya akan mengutamakan
(First In First pencapaian hasil dan
Out) dan mendorong kinerja untuk
membedakan rak menjalankan tugas secara
antara APBD dan profesional
JKN 4. Komitmen Mutu :
3. Menyimpan dan Saya akan melaksanakan
memberi label kegiatan secara efektif
obat-obat dengan dengan mewujudkan
kewaspadaan tingkat pencapaian sesuai
tinggi/High Alert dengan yang
(elektrolit pekat direncanakan
dan obat LASA 5. Anti Korupsi :
(Look Alike Saya akan
Sound Alike) bertanggungjawab dalam
melaksanakan kegiatan
agar dapat meminimalisir

32
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Memeriksa terjadinya kesalahan
kesesuaian 6. Whole Of Government :
(cross-check) Saya akan berkoordinasi
antara jumlah dengan petugas Apotek
stok obat dan yang bertugas di apotek
BMHP dengan untuk dapat membantu
yang tertera pada ketika pelaksanaan
kartu stok gudang berlangsung
dan dimasukan 6. Pelayanan Publik :
kedalam data Saya akan melaksanakan
komputer tugas dengan teliti dan
professional
7. Manajemen ASN :
Saya akan melaksanakan
tugas yang dilakukan
sesuai tanggungjawab
profesi serta amanah
untuk menjalankan peran

33
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dan fungsi sebagai ASN
sebagai pelaksana
kebijakan publik
2 Distribusi 1. Mendistribusikan Output : 2. Akuntabilitas : Kegiatan ini dilakukan Dengan
kebutuhan kebutuhan obat 1. Buku Keluar Transparansi untuk mendukung pendistribusian
Perbekalan dan BMHP dari Obat Saya akan mendorong misi UPTD kebutuhan
farmasi di gudang ke 2. Form. SBBK kerjasama antara petugas Puskesmas Wana perbekalan farmasi
Apotek Apotek dengan (Surat Bukti apotek agar tidak yaitu meningkatkan yang terarah, teliti
menuliskan jenis Barang terjadinya kesalahan mutu. Karena apabila dan jelas, maka
dan jumlah obat Keluar) dalam perndistribusian dalam pendistribusian dapat mempermudah
dan BMHP di APBD dan perbekalan farmasi perbekalan farmasi di dan mengurangi
Buku Keluar JKN 3. Nasionalisme : Apotek sudah bermutu kesalahan dalam
Obat baik APBD 3. Laporan Saya akan (benar), maka akan pencatatan maupun
dan JKN Rekaptulisasi bermusyawarah dengan meminimalisir pelaporan
2. Melakukan Pengeluaran petugas piket Apotek terjadinya kesalahan perbekalan farmasi
verifikasi obat Obat dalam menyiapkan dalam pelaporan obat setiap bulannya.
dan BMHP perbekalan farmasi yang Kegiatan ini dapat
dengan dibutuhkan mewujudkan nilai

34
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
menuliskan di 3. Etika publik : organisasi yang jujur
form SBBK Saya akan melakukan
(Surat Bukti komunikasi dan
Barang Keluar) kerjasama dengan petugas
APBD dan JKN Apotek apabila dalam
yang proses pendistribusian
bertandatangan perbekalan farmasi.
petugas ruangan 4. Komitmen Mutu :
Apotek Saya akan
3. Memberikan obat mendistribusikan
dan BMHP perbekalan farmasi
kepada petugas dengan efektif
ruangan Apotek 5. Anti Korupsi :
sesuai jenis dan Saya akan Jujur dalam
jumlah yang mendistribusikan
tertera di SBBK perbekalan farmasi
4. Memasukkan 6. Whole Of Government :
jumlah obat/ Saya akan berkoordinasi

35
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

BMHP yang ada dengan petugas Apotek


di SBBK Apotek mengenai perbekalan
kedalam tabel farmasi apa saja yang
RPO dibutuhkan
(Rekaptulisasi 7. Pelayanan Publik :
Pengeluaran Saya akan
Obat) pada mendistribusikan
kolom Jumlah perbekalan farmasi
obat BMHP berdasarkan kebutuhan
pasien
8. Manajemen ASN :
Saya akan melaksanakan
pencatatan dan pelaporan
baik harian maupun
bulanan
3 Membuat 1. Memasukkan Output : Laporan 1. Akuntabilitas : Kegiatan ini dilakukan Kegiatan ini
Stock Opname perbekalan Stock Opname Saya akan bertanggung untuk mendukung mendukung nilai
semua jumlah farmasi kedalam APBD dan JKN jawab dalam misi UPTD organisasi yaitu
36
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Perbekalan Stock Opname menyelesaikan Stock Puskesmas Wana Jujur, karena semua
Farmasi baik APBD dan JKN Opname untuk yaitu meningkatkan jumlah perbekalan
dari APBD dengan mengurangi meningkatkan kinerja mutu, karena dengan farmasi dengan
maupun JKN jumlah obat yang saya yang lebih baik meningkatkan mutu yang ada di Stock
keluar di SBBK 2. Nasionalisme : dapat mengurangi Opname sama
APBD dan JKN di Saya akan menjalankan terjadinya kesalahan
Apotek tugas dengan tepat agar antara jumlah
mendapatkan hasil data perbekalan farmasi
yang akurat dengan Stock Opname
3. Etika publik :
Saya akan Menjalankan
tugas secara profesional
dan mencapai pencapaian
hasil yang memuaskan
4. Komitmen Mutu :
Saya akan menyelesaikan
stock opname dangan

37
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
benar dan efektif
5. Anti Korupsi :
Saya akan bertanggung
jawab dalam
menyelesaikan laporan
6. Whole Of Government :
Saya akan berkoordinasi
dengan penanggung
jawab bendahara barang
terkait Laporan Stock
Opname
7. Pelayanan Publik :
Saya akan menyelesaikan
laporan dengan tepat dan
benar
8. Manajemen ASN :
Saya akan menyelesaikan
laporan Stock Opname

38
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
sebagai acuan stok obat di
gudang
Melayani 1. Menerima resep Output : 1. Akuntabilitas : Kegiatan ini dilakukan Nilai organisasi yang
4
Resep dan yang dibawa Resep Kejelasan untuk mendukung melekat pada
Pemberian pasien ke apotek Saya akan melaksanakan misi UPTD kegiatan ini adalah
Informasi 2. Memeriksa peran dan tanggungjawab Puskesmas Wana Edukasi, karena
Obat untuk kelengkapan dan sebagai pelayan publik yaitu Memelihara dan dalam pelayanan
Pasien Rawat kesesuaian resep 2. Nasionalisme : meningkatkan informasi obat dapat
Jalan 3. Mengambil obat Saya tidak akan kesehatan perorangan, menunjang
sesuai dosis dan membedakan ketika keluarga dan kesembuhan pasien.
jumlah yang melayani pasien yang masyarakat beserta
tertulis di resep berasal dari berbagai lingkungannya.
4. Memeriksa kalangan apapun Karena pemberian
kembali obat 3. Etika publik : informasi dapat
yang sudah Saya akan memberikan meningkatkan
diambil layanan kepada publik kepatuhan pasien
5. Memanggil secara jujur, tanggap, dalam kesembuhan.
nama pasien cepat, tepat, akurat,

39
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
sesuai yang berdaya guna, berhasil
tertulis di resep guna dan santun
6. Menyerahkan 1. Komitmen Mutu :
obat sekaligus Berorientasi mutu Saya
Memberikan akan memberikan
informasi terkait informasi obat sesuai
obat kepada dengan jenis, jumlah dan
pasien aturan pakai yang ada
didalam resep
2. Anti Korupsi :
Jujur
Saya akan menyampaikan
informasi obat dengan
tepat dan benar agar
terhindar dari kesalahan
pemberian obat
3. Whole Of Goverment
Saya akan bekerjasama

40
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dengan petugas Apotek
dengan pasien untuk bisa
menerapkan informasi
yang telah diberikan dalam
menggunakan obat
4. Pelayanan Publik :
Saya akan memberikan
pelayanan dengan
memberikan informasi
obat yang ada diresep
5. Manajemen ASN :
Saya akan melakukan
pelayanan publik dan
menjawab pertanyaan
pasien.
5 Pemeriksaan 1. Mengisi data Output : 1. Akuntabilitas : Kegiatan ini dilakukan kegiatan ini adalah
ulang (cross diri pasien 1. Laporaan Tanggungjawab untuk mendukung Jujur, karena dapat
check) sisa (nama, jenis Pemakaian Hasil yang saya dapatkan misi UPTD mempermudah saya

41
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
stok obat di kelamin, umur, Obat Harian dapat di pertanggung Puskesmas Wana dalam pelaporan
Apotek alamat), jenis 2. Buku jawabkan dengan jelas dan yaitu memelihara dan obat setiap bulan
pelayanan pengeluaran dapat mempermudah saya meningkatkan mutu. untuk kedinasan
(BPJS, umum, Obat Harian dalam pelaporan Karena dari
KTP+KK), 3. Laporan 2. Nasionalisme : pemeriksaan ulang
Diagnosa, Rekaptualisasi Saya akan menjalankan antara sisa obat
tindakan, obat Pengeluaran tugas dan fungsi ASN dengan stok obat yang
dan jumlah di Obat (LRPO) terhadap kebijakan publik ada diapotek dapat
Laporan 3. Etika publik : mempermudah dalam
Pemakaian Obat Saya akan Meningkatkan pelaporan bulan
Harian efektifitas pekerjaan dalam
2. Mencatat jumlah melaksanakan kebijakan
pemakaian obat publik
diresep kedalam 4. Komitmen Mutu :
buku Saya akan bekerja lebih
pengeluaran efektif dalam mencapai
obat target yang direncanakan
3. Memasukan baik menyangkut mutu

42
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
jumlah semua hasil kerja dan inovasi
obat yang keluar dalam perubahan sistem
di komputer pelaporan agar lebih akurat
kedalam dan tepat dalam mengukur
Rekaptulisasi capaian hasil kerja
Pengeluaran 5. Anti Korupsi :
Obat (RPO) di Saya akan melasanakan
kolom sesuai kegiatan dengan kerja
tanggal dan sisa keras dan tanggungjawab
obat diapotek dalam menghasilkan hasil
otomatis akan kerja yang memuaskan
berkurang 6. Whole Of Government :
Semua data sisa Saya akan bekerjasama
obat di Apotek dengan petugas apotek dan
yang keluar mentor dalam
selama 30 hari mengkonsultasikan hasil
dihitung dan di aktualisasi yang
cocokan dengan dilaksanakan

43
Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil
Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
jumlah sisa yang 7. Pelayanan Publik :
ada di Laporan Saya akan menuliskan data
Rekaptualisasi diri pasien dengan benar
Pengeluaran dan teliti dalam
Obat menyelesaikan laporan
8. Manajemen ASN :
Saya akan melaksanakan
kebijakan publik dengan
tanggungjawab dan jujur

44
F. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Jadwal Rancangan Aktualisasi Menata Distribusi Obat Dengan Cara Pencatatan dan Pelaporan Obat Melalui
Sistem Komputerisasi Guna Terkendalinya Stok Obat Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Di
Wilayah Kerja UPTD Puskemas Wana Kabupaten Lampung Timur

Tabel 4. Jadwal Rancangan Aktualisasi


No. Kegiatan Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Menyusun dan mendata semua perbekalan farmasi yakni Obat dan BMHP
(Bahan Medis Habis Pakai)
2 Mendistribusikan kebutuhan Perbekalan farmasi di Apotek
3 Membuat Stock Opname semua jumlah Perbekalan Farmasi baik dari
APBD dan JKN
4 Melayani Resep dan Pemberian Informasi Obat untuk Pasien Rawat Jalan
5 Pemeriksaan ulang (cross check) sisa stok obat di Apotek

45

Anda mungkin juga menyukai