Anda di halaman 1dari 16

Judul : Reptilia

Tujuan : Untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikannya


Hari/Tanggal : Senin/23 September 2019
Lokasi : Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Halu Oleo, Kendari
A. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi secara Kualitatif
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Membius objek pengamatan menggunakan kloroform.
c. Meletakkan objek pengamatan di atas papan bedah.
d. Mengamati warna tubuh objek pengamatan.
e. Mengamati tekstur permukaan kulit.
f. Mencatat dan mendokumentasikan hasil pengamatan.
2. Identifikasi secara Kuantitatif
a. Mengukur panjang total tubuh.
b. Mengukur panjang kepala.
c. Mengukur panjang badan.
d. Mengukur panjang kaki.
e. Mengukur panjang betis.
1 f. Mengukur panjang paha.
g. Menghitung jumlah tungkai belakang.
h. Menghitung jumlah tungkai depan.
i. Mengukur panjang mata.
j. Mengukur panjang mulut.
B. Hasil Pengamatan

1. Kodok (Bufo melanotictus)


a. Gambar morfologi
Gambar pengamatan Keterangan :
1 3 1. Kepala (Caput)
2 2. Mata (Organum visus)
4
3. Mulut (Cavum oris)
5 4. Gendang telinga (Tympanum)
5. Kaki bagian depan (Extremitas
7
6 posterior)
6. Badan (Truncus)
9 8 7. Perut (Abdomen)
8. Paha (Femur)
11 9. Betis (Tibia)
10
10. Kaki bagian belakang
(Extremitas anterior)
11. Jari kaki (Digiti)

Gambar tangan

Gambar literatur
b. Tabel morfometri
Spesies Morfome Karakter
Tipe Tipe Permu
Warna
tri tympa tungk kaan
tubuh
nium ai tubuh
Kodok Panjang Bulat Tidak Kasar Cokela
(Bufo total : bersel dan t
melano 14 cm aput berbint kemera
stictus) Panjang il han
kepala : 3
cm
Panjang
badan :
3,5 cm
Panjang
kaki :
7,7 cm
Panjang
betis :
2,3 cm
Panjang
paha :
1,4 cm
Jumlah
tungkai
belakang :
6
Jumlah
tungkai
depan : 4
Panjang
mata :
0,7 cm
Panjang
mulut :
2,6 cm

c. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Bufonidae
Genus : Bufo
Spesies : Bufo melanostictus (Kartiningtyas,
2006)
D. Deskripsi

Kodok (Bufo melanostictus) sebagai umumnya amfibi, hidup selalu

berasosiasi dengan dua habitat yaitu habitat air dan daratan. Daratan lebih

banyak mereka butuhkan sewaktu memasuki stadia kecil (kodok muda)

hingga dewasa, sedangkan pada waktu berudu lebih banyak memerlukan air

sebagai habitatnya. Amfibia menghuni habitat yang sangat bervariasi dari

tergenang dibawah air sampai yang hidup di pucuk pohon. Distribusi kodok

meliputi daerah tropis dan sub tropis, akan tetapi pertumbuhanya akan

optimum apabila hidup pada daerah tropis (Kartiningtyas, 2006).

Karakter morfologi: spesies Kodok (Bufo melanostictus) ini memiliki

ukuran tubuh medium, dengan timpanum cokelat tua, memiliki tungkai

panjang dan ramping dengan selaput penuh,. kulit kesat bergranular. Kodok

jantan kulit tertutupi tuberkula, corak warna cokelat kekuningan. Habitat

banyak ditemukan di daerah bervegetasi dengan terdapat air di sekitarnya

dan kadang juga dapat ditemukan di daerah pemukiman warga dengan air

disekitarnya (Yudha, dkk, 2014)

Bufo melanostictus sering disebut juga dengan nama kodok buduk atau

kodok puru. Kodok jenis ini memiliki ukuran tubuh sedang. Jari-jari

berselaput renang separuh. Tungkai depan pendek dengan 4 jari dan tungkai

belakang pendek dengan 5 jari. Jari-jari pada kodok ini tidak memiliki
piringan pada ujung jarinya. Tekstur kulit kasar dengan bintil-bintil bonteng

yang jelas. Warna kodok muda umumnya kemerahan, sedangkan pada kodok

dewasa memiliki warna coklat, coklat kekuningan, kehitaman, bintil atau

bonteng berwarna hitam atau coklat, alur kepala biasanya coklat tua atau

hitam. Habitat dari kodok ini selalu berada di dekat hunian manusia atau

wilayah yang terganggu. Tidak pernah terdapat di hutan hujan tropis

(Adhiaramanti dan Sukiya, 2016).

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada Kodok (Bufo

melanostictus) secara morfologi yaitu secara kualitatif dan kuantitatif.

Kodok (Bufo melanostictus) ada yang berukuran sedang sampai besar,

permukaan tubuhnya kasae dan berbintil, panjang badan (Truncus) 3,5 cm,

dengan panjang mata 0,7 cm dan panjang mulut 26 cm, jumlah tungkai

belakang 6 dan jumlah tungkai depan 4, dengan panjang paha (Femur) 1,4

cm dan betis (Tibia) 2,3 cm. Tipe tympnium bulat tekstur kulit dengan -

permukaan kasar dan berbintil, perut termasuk bagian bawah kaki berbintil

kecil kasar. Kulit berwarna coklat kemerahan. Tipe tungkai yaitu tidak

berselaput dengan panjang total kodok 14 cm.


2. Katak sawah (Fejervarya cancrivora)

a. Gambar morfologi
5 Keterangan :
1
1. Kepala (Caput)
12 2. Mata (Organum visus)
2 3. Mulut (Cavum oris)
6 4. Kaki bagian depan
3 (Extremitas posterior)
7 5. Badan (Truncus)
4 6. Perut (Abdomen)
8 7. Paha (Femur)
11 8. Betis (Tibia)
9 9. Kaki bagian belakang
(Extremitas anterior)
10 Gambar pengamatan 10. Jari kaki (Digiti)
11. Selaput renang
(Membrane)
12. Sensor getar
(Tympanum)

Gambar tangan

Gambar literatur

b. Tabel morfometri
Spesies Morfome Karakter
tri Tipe Tipe Permu War
tympa tung kaan na
tubu
nium kai tubuh
h
Katak Panjang Bulat Bers Berbin Kuni
sawah total : elapu til ng
(Fejerv 10 cm t halus berg
arya Panjang aris
kepala :
cancriv hita
0,3 cm
ora) Panjang
m
badan :
3,7 cm
Panjang
kaki :
4 cm
Panjang
betis :
2,3 cm
Panjang
paha :
1,8 cm
Jumlah
tungkai
belakang :
8
Jumlah
tungkai
depan : 10
Panjang
mata :
0,3 cm
Panjang
mulut :
0,8 cm

c. Klasifikasi

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Ranidae
Genus : Fejervarya
Spesies : (Fejervarya cancrivora) (Adhiaramanti, 2016)
D. Deskripsi

Katak sawah (Fejervarya cancrivora) adalah jenis katak yang banyak

terdapat disawah dan merupakan filum Chordota dalam ordo Anura. Ordo

anura memilki ciri khas diantaranya tubuh berukuran besar dengan lipatan-

lipatan kulit atau bintik-bintik kulit yang memanjang dan parallel dengan

sumbu tubuh. Katak sawah memiliki tubuh yang kecil sampai agak besar,

gempel dengan kaki yang kuat dan paha berotot besar. Katak jantan dewasa

memiliki ukuran sekitar 60 mm dan betina dewasa 70-80 mm. Punggungnya

berwarna kecoklatan dengan bercak-bercak kehitaman (Darmawan, 2008)

Berdasarkan pengamatan dilakukan secara morfologi yaitu kualitatif

dan kuantitatif. Pengamatan secara kualitatif meliputi warna tubuh yang

kuning dengan corak bergaris kehitaman yang menyebar dibagian tubuh

dengan permukaan tubuh yang bintil halus. Tipe tympanium yang membulat

serta tupai tungkai yang berselaput. Pengamatan secara kuantitatif meliputi

panjang total 10 cm, panjang kepala 0,3 cm, panjang badan 3,7 cm, panjang

kaki 4 cm, panjang betis 2,3 cm, panjang paha 1,8 cm, jumlah tungkai

depan 10 cm, jumlah tungkai belakang 8 cm, panjang mata 0,3 cm dan

panjang mulut 0,8 cm.


Katak sawah merupakan salah satu hewan vertebrata dari kelas

Amphibia yang habitat alaminya di persawahan. Katak sawah (Fejervarya

cancrivora) dikenal dengan nama lain Rana cancrivora. Katak sawah dapat

hidup di hutan primer hingga area persawahan. Katak sawah (Fejervarya

cancrivora) adalah jenis katak yang banyak terdapat disawahdan merupakan

filum Chordota dalam ordo Anura. Salah satu ciri dari katak sawah yaitu

terdapat bintil–bintil memanjang paralel dengan sumbu tubuh, terdapat satu

bintil metatarsal dalam, selaput selalu melampaui bintil subartikular terakhir

jari-jari ke 3 dan ke 5. Katak jenis ini memiliki tekstur kulit kasar, dengan

ukuran tubuh biasanya sekitar 100 mm tetapi dapat mencapai 120 mm.

Katak sawah termasuk hewan vertebrata yang berperan penting

keberadaannya di persawahan yaitu sebagai pemangsa konsumen primer

hewan invertebrata seperti serangga (Reza, dkk., 2017)


3. Katak pohon (Polypedates leucomystax)

a. Gambar morfologi
1 12 Keterangan :

1. Kepala (Caput)
2
11 2. Mata (Organum visus)
3 3. Mulut (Cavum oris)
10 4.Gendang telingaa
4 (Tympani)
8
5.Badan (Truncus)
Gambar pengamatan 7 6. Perut (Abdomen)
5 6
9 7.Paha (Femur)
8. Betis (Tibia)
9. Kaki bagian depan
(Ekstremitas posterior)
10. Kaki bagian belakang
(Eksteremitas
anterior)
11.Selaput renang
(Membrane)
Gambar tangan 12. Jari kaki (Digiti)

Gambar literatur

b. Tabel morfometri
Spesies Morfome Karakter
War
Tipe Tipe Permu
na
tri tympani tung kaan
tubu
um kai tubuh
h
Katak pohon Panjang membul berse licin coke
(Polypedates total : laput dan lat
leucomystax) 14 cm seten halus
at
Panjang gah
kepala :
2,5 cm
Panjang
badan :
2,8 cm
Panjang
kaki :
4 cm
Panjang
betis : 3
cm
Panjang
paha : 2,7
cm
Jumlah
tungkai
belakang :
4
Jumlah
tungkai
depan : 5
Panjang
mata : 0,5
cm
Panjang
mulut : 5
cm

c. Klasifikasi

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Rhacophoridae
Genus : Polypedates
Spesies : Polypedates leucomystax (Adhiaramanti, 2016)
D. Deskripsi

Habitat katak pohon banyak ditemukan di area bervegetasi rendah.

Kadang juga banyak ditemukan di area pemukiman warga. Katak pohon

memiliki postur tubuh ramping, corak warna coklat, pada tungkai belakang

terdapat corak band kehitaman. Mata menonjol dan terdapat lingkaran

emas. Memiliki lipatan supratympanum. Moncong segitiga, tidak terlalu

runcing. Tungkai depan pendek, tidak berselaput, sedangkan tungkai

belakang panjang, terdapat selaput ¾ bagian, memiliki discus dan nuptial

pad. Pelvic girdle sangat menonjol. (Yudha, dkk., 2014).

Polypedates leucomystax dewasa dideskripsikan sebagai katak dengan

ukuran sedang, tubuh yang ramping dan panjang. Sisi mulut meruncing dan

berkulit halus, kecuali pada garis yang membengkok di luar tympanum.

Kaki ramping dengan jari tangan dan kaki melebar dan bagian ujung rata.

Jari tangan setengahnya berselaput dan jari kaki hampir sepenuhnya

berselaput. Kulit kepala menyatu dengan 15 tengkorak. Jenis katak ini

memiliki terkstur kulit sepenuhnya halus tanpa indikasi adanya bintil-bintil

atau lipatan. Bagian bawah berbintil granular yang jelas, sama seperti katak

pohon hijau, Polypedates leucomystax dewasa memiliki perberdaan warna


tubuh dengan individu muda. Individu dewasa umumnya berwarna coklat

kekuningan, dengan satu warna atau bintik hitam. Katak dewasa memiliki

enam atau empat garis longitudinal yang jelas memanjang dari kepala

sampai ujung tubuh sedangkan individu muda memiliki warna tubuh yang

pudar (Mardinata, 2017)

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada katak pohon

(Polypedates celebensis) secara morfologi yaitu secara kualitatif dan

kuantitatif. Katak pohon (Polypedates leucomystax) ada yang berukuran

kecil sampai sedang, permukaan tubuhnya licin dan halus panjang badan

(Truncus) 2,8 cm, dengan panjang mata 0,4 cm dan panjang mulut 2 cm

panjang kepala (Caput) 2,5 cm, jumlah tungkai belakang 5 dan jumlah

tungkai depan 4. Tumit mempunyai sebuah lapisn kulit (flap) dengan

panjang paha (Femur) 2,7 cm dan betis (Tibia) 3 cm. Tipe tympnium bulat

tekstur kulit dengan permukaan licin dan halus, perut termasuk bagian

bawah kaki berbintil kecil kasar. Kulit berwarna coklat. Tipe tungkai yaitu

berselaput setengah panjang total Polypedates leucomystax 14 cm.


DAFTAR PUSTAKA

Adhiaramanta, T., dan Sukiya., 2016, Keanekaragaman Anggota Ordo Anura di


Lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta, Journal Biologi, 6(15):
62-63

Darmawan, B., 2008, Keanekaragaman Amfibi Di Berbagai Habitat Studi


Kasus Di Eks-Hph Pt Rimba Karya Inda Kabupaten Bungo, Provensi
Jambi, Skripsi, Institusi Pertanian Bogor, Bogor.

Kartiningtyas, L.A., 2006, Plantabilitas Bufo Melanosticus Terhadap Beberapa


Macam Makanan Alami dan Potensinya dalam Mengendalikan
Populasi Serangga, Sikripsi, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Mardinata, R., 2017, Keanekaragaman Amfibi (Ordo Anura) Di Tipe Habitat


Berbeda Resort Balik Bukit Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,
Skripsi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Reza, F., Nurhadi., dan Fransiska, M.P., 2017, Kepadatan Populasi Katak
Sawah (Fejervarya cancrivora) di Persawahan Jorong Koto Tinggi
Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, Program Studi
Pendidikan Biologi, Sumatra Barat.

Yudha, D.S., Eprilurahman, R., Trijoko., Alawi, F.M., Dan Trakek, A.A.,2014,
Keanekaragaman Jenis Katak dan Kodok (Ordo Anura) Di Sepanjang
Sungai Opak Propinsi Daerah Istimewah Yogyakarta, Jurnal Biologi,
18(2): 3