Anda di halaman 1dari 52

Drs. APIP RUHAMDANI, M.

Pd
Ensiklopedia

Seni adalah penciptaan benda


atau segala hal yang karena
keindahan bentuknya, orang
senang melihat dan mendengar.
Aristoteles

seni adalah kemampuan membuat


sesuatu dalam hubungannya
dengan upaya mencapai suatu
tujuan yang telah ditentukan oleh
gagasan tertentu.
Ki Hajar
Dewantara

seni adalah indah, menurutnya


seni adalah segala perbuatan
menusia yang timbul dan hidup
perasaannya dan bersifat indah
hingga dapat menggerakkan jiwa
perasaan manusia lainnya.
Akhidat K
Mihardja

seni adalah suatu kegiatan manusia yang


merefleksikan kenyataan dalam sesuatu
karya, yang berkat bentuk dan isinya
mempunyai daya untuk membangkitkan
pengalaman tertentu dalam alam rohani
sipenerimanya.
Eric Kahler

seni adalah suatu kegiatan


mansuia yang menjalajahi,
menciptakan realitas itu dengan
simbol atau kiasanya tentang
keutuhan “dunia kecil” yang
mencerminkan “dunia besar”.
Religi
(Keagamaan)

Seni Untuk
kesehatan Pendidikan
(terapi)

Fungsi
Seni
Guna
Komunikasi
(Terapan)

Rekreasi
Artistik /Hiburan
FUNGSI SENI

HIBURAN PENDIDIKAN

INFORMASI ESTETIS
SIFAT SENI

SIFATNYA LUAS TAPI TERBATAS


SENI TIDAK DISEMBARANG
TEMPAT DAN WAKTU
CABANG SENI

Rupa Sastra Musik Tari Theater


PENGELOMPOKAN SENI SUNDA MENURUT
R. JAKA SURYAWAN

SENI SUNDA

SENI SUARA (KLASIK & MODERN)


SENI TARI (KLASIK, MODERN,
DAN SENDRA TARI)
SENI DRAMA
SENI BELA DIRI
SENI WAYANG GOLEK
SENI SASTRA
PENGELOMPOKAN SENI SUNDA MENURUT
ATIK SOPANDI

SENI SUNDA

SENI MUSIK (CIANJURAN, DEGUNG, KLININGAN, JENAKA


SUNDA, TARLING, CALUNG, RAMPAK KENDANG, BEDUG
LONJOR)
SENI TARI (JAIPONGAN, TAYUBAN, PENCAK SILAT,
TOPENG CIREBON)
TEATER RAKYAT (BANJET, TOPENG CISALAK, LONGSER,
LONGSER, SINTREN, SANDIWARA)
HELARAN (SISINGAAN, KUDA RENGGONG)
WAYANG GOLEK
GENDING KARESMEN
JENIS-JENIS WADITRA MENURUT
ATIK SOPANDI

WADITRA

KACAPI, TARAWANGSA, REBAB,


SULING, TAROMPET, KARINDING,
CELEMPUNG, ANGKLUNG, CALUNG,
GAMBANG, KENDANG, DOGDOG,
REBANA, SARON, BONANG,
GOONG, GAMBELAN DEGUNG,
SALENDRO, PELOG.
Sisingaan

Wayang Golek

Pencak Silat
Cikalong
Jaipong

Ketuk Tilu
Rampak
Gendang

Degung

Angklung
 Istilah kesenian modern biasanya
dihubungkan dengan seni yang
mengesampingkan tradisi masa lalu atas
nama semangat eksperimentasi.
 Seniman modern bereksperimen dengan
cara pandang baru dan gagasan segar
mengenali alam materi dan fungsi seni.
 Pada kondisi saat ini, sejalan dengan cara
pandang masyarakat yang lebih cenderung
pada hal-hal berbau materi, kegiatan yang
diangga kurang mendatangnkan keuntungan
akan ditinggalkan.
 Seperti kesenian tradisional sunda, sejumlah
sanggar seni kini menjeri karena masyrakat
kurang meminati kesenian yang di sajikan.
 Masyarakat lebih cenderung memilih format
band atau eletone untuk suguhan hiburan baik
dalam hajatan maupun acara-acara penting
lainnya.
 Tawaran bagi kelompok kesenian mengalami
penurunan. Hal itu disebabkan selera
masyrakat yang lebih memilih band, selain
simple dari sisi biaya lebih murah ketimbang
mendatangkan rombongang degung.
 Kesenian-kesenian modern yang tersaji melalui kaset, vcd,
dan dvd yang berasal dari manca nerga pun makin marak
kehadirannya di tengah-tengah kita.

 Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan


berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita.

 Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai


akibat modernisasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser
ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-
kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkirkan dan
kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti
semua kesenian kita lenyap begitu saja.
 Untuk mepertahankan seni tradisional yang
ada di Indonesia, perlu adanya dukungan dari
pemerintah dan juga para generasi bangsa
Indonesia.
 Berikan penghargaan terahadap pelaku seni
yang mengupayakan melestarikan seni secara
turun temurun.
 Generasi muda hendaknya melestarikan
kesenian bangsa, agar tidak hanya menjadi
sejarah atau sampai diakui oleh negara lain.
MENURUT LODWEK MILK
Ada dua Kelompok Manusia:

KELOMPOK 1 KELOMPOK 2

KELOMPOK YANG PADA KELOMPOK YANG PADA DASARNYA


DASARNYA MEMPUNYAI SAMA SEKALI TIDAK MEMPUNYAI
HAKIKAT YANG CENDERUNG KE KECENDERUNGAN BERCOCOK
ARAH BERCOCOK TANAM TANAM, MELAINKAN MEMPUNYAI
(MASYARAKAT SEDENTER) KECENDERUNGAN YANG BESAR
SEKALI KEARAH MEMELIHARA
- TERNAK DAN MENGEMBALA TERNAK
( MASYARAKAT NOMADEN)
Hildred Geertz Di daerah perkotaan
Dikenal adanya penduduk:

1 THE URBAN ELITE

2 THE INDONESIAN METROPOLITAN


SUPER CULTURE

3
THE URBAN MIDLLE CLASS

4 THE URBAN POLETARIAT


MENURUT WERTHEIM, MEMBAGI MASYARAKAT INDONESIA
KEDALAM TIGA POLA MATA PENCAHARIAN HIDUP

1. MASYARAKAT PANTAI
2. MASYARAKAT SAWAH
3. MASYARAKAT
LADANG
Membatasi Masalah

Petani /
Berladang Ngahuma

Penambang Nyawah
Pasir

Orang Sunda Lain Nyadap


Sebagainya
Agaknya pada abad-abad pertama Masehi, sekelompok
kecil suku Sunda menjelajahi hutan-hutan pegunungan
dan melakukan budaya tebas bakar untuk membuka
hutan. Semua mitos paling awal mengatakan bahwa orang
Sunda lebih sebagai pekerja-pekerja di ladang dan petani

padi.
Jajaka

Mata Pencaharian Motorik Hidup

Petani / Penambang Pekerjaan


Berladang Pasir yang Lainnya
Ngahuma (berladang) adalah
suatu sistem/pola pertanian yang
mengubah hutan alam menjadi
hutan garapan, dengan tujuan
menghasilkan kebutuhan pangan
yang direncanakan.

A. Sobana Hardjasaputra

Orang Sunda = Sistem Meladang


(Ngahuma)

Sekarang berubah Menjadi Sistem Pertanian


Sawah / Tumpang Sari, Kec. Orang Kanekes
Nyawah adalah suatu kegiatan
mengolah lahan sawah yang dapat
menghasilkan suatu produk yang
bermanfaat, dalam hal ini proses
tersebut adalah menanam padi.
Nyadap berasal dari kata sadap
sadap dalam bahasa sunda
biasa di pakai khususnya buat
orang mengambil air lahang
dari pohon kawung atau
kelapa.

Mengolah lahang yaitu untuk


membuat lahang menjadi gula

Evi Indarwanto
Globalisasi adalah suatu proses
menjadikan sesuatu (benda atau perilaku)
sebagai ciri dari setiap individu di dunia
ini tanpa dibatasi oleh wilayah

Achmad Suparman

Peter Drucker, Giddens, Kennedy dan Cohen


NGAHUMA (Suku Baduy)

Huma serang

Huma puun Huma urang baduy

Huma tangtu Huma panamping

Huma tuladan
TAHAPAN NGAHUMA

1) Narawas
merintis, memilih lahan (reuma) yang akan menjadi huma
pada tahun tersebut, oleh setiap kepala keluarga

2) Nyacar
menebas rumput, semak belukar,
dan pepohonan kecil
yang tumbuh tanpa ditanam

3) Nukuh
mengeringkan rerumputan atau dedaunan hasil tebangan
pada proses sebelumnya secara alami dengan sinar
matahari, dan setelah kering kemudian dikumpulkan
4) Ngaduruk
Ngaduruk atau ngahuru adalah proses membakar sisa daun
dan ranting pepohonan yang dibersihkan pada saat nyacar
dan dikumpulkan pada saat nukuh.
“kidang ngarangsang kudu ngahuru”

5) Nyoo Binih
kegiatan mempersiapkan benih yang dilakukan 1 hari
sebelum penanaman atau ngaseuk yang ditandai dengan
datangnya musim hujan dan berpatokan pada posisi
bintang kidang mencapai titik zenith atau titik puncak pada
waktu subuh, yang diistilahkan sebagai kidang muhunan
6) Ngaseuk
menanam dengan tugal, yaitu dengan cara membuat
lubang kecil dengan sepotong kayu atau bambu yang
diruncingkan ujungnya, dan menanam benih padi ke
dalamnya
7) Ng irab Sawah

Ngirab sawah secara harfiah adalah membuang sampah


atau penyakit. Dalam kegiatan tersebut dilakukan
pembersihan ranting dan daun/tanaman lain (gulma)
yang mengganggu pertumbuhan padi

8) Ngored & Meuti ng


Ngored adalah menyiangi rumput dan gulma lain yang
tumbuh di antara tanaman padi, 2 sampai 4 kali setiap
bulan selama pertumbuhan padi. Meuting adalah
kegiatan menginap di saung huma
9) Mipit
kegiatan panen padi yang pertama kali dalam suatu musim,
dan dilakukan di huma serang dengan Ani-ani

10) D i b u a t
memotong atau memanen padi dengan mempergunakan
etem atau ani-ani, yang biasanya dilakukan oleh kaum wanita
11) Ngunjal
mengangkut hasil panen padi dari huma ke kampung untuk
kemudian disimpan dalam leuit atau lumbung

12) Nganyaran
kegiatan upacara mencicipi nasi baru, atau nasi pertama kali
hasil dibuat di huma serang
Persemaian Kering

Basah
Persiapan dan Pengolahan
Tanah Sawah

Macul Membajak Menggaru


Tanur / Penanaman Padi

Pemeliharaan

Ngarambet/
Penyulaman

Nyebor/ Ngaberak/
Pengairan Pemupukan
Masa Panen

Pemotongan Padi

Perontokan
Pengeringan

Penyimpanan
Unsur Budaya Nyadap kawung

Sistem Bahasa Sistem Religi

Cap sagay, Ka nyi sri pohaci hideung geulis,


Samar nyambel nu calik di bumi
akang rek nanyaan nyuhunkeun cai
tina pucuk, tina daun, tina akar tina tangkal
nujuuh nu makmur
Pangbitukeun bendungana
gewor…gewor...
Persiapan
Selamat Menonton
Paninggur
Lodong
Sigay
Peso Sadap
Tali Aisan
Raru
N Nama Kegiatan Pengaruh Globalisasi
o. Sebelum Sesudah
1 Pencangkulan, Menggunakan tenaga manusia dan Menggunakan Traktor
Membajak, hewan (Kerbau, Sapi),
Menggaru,
2 Pemupukan Menggunakan pupuk Organik Menggunakan Pupuk
(Pupuk Kandang seperti Kotoran An Organik (Urea, SP,
Domba, Kerbau, dll, Pupuk KCI)
Kompos seperti Jerami yang
didiamkan sampai busuk)

Masa Panen
3 Alat Panen Masih menggunakan Ani-ani atau Menggunakan Mesin
sabit Reaper
4 Perontokan Padi Masih menggunakan tenaga Menggunakan Mesin
manusia yaitu dengan di Gebot pedal thresher dan power
thresher
5 Pengeringan Menggunakan tenaga matahari Menggunakan Flat bed
dryerdan continuous flow
dryer
6 Penggilingan Menggunakan Lisung dan Halu Menggunakan mesin
heleran
MENURUT JUDISTIRA K. GARNA (1991)

SEJUMLAH PERUBAHAN SELALU BERLAKU


PADA SEMUA MASYARAKAT MANUSIA,
SETIAP SAAT DIMANAPUN MEREKA HIDUP
DAN BERADA. KADANGKALA PERUBAHAN
ITU BERLANGSUNG SECARA TIBA-TIBA DAN
- SERENTAK
AHMAD HADI, mengatakan bahwa peralatan
Masyarakat Sunda dalam 4 kelompok;

1 TEKNOLOGI PERALATAN RUMAH TANGGA

TEKNOLOGI PERALATAN BERBURU


2

TEKNOLOGI PERALATAN PERTANIAN


3

TEKNOLOGI PERALATAN TRANSFORTASI


4
ASEUPAN; AYAKAN; BAKUL; BOBOKO; CENTONG;
CENTING; CUKIL; RENDOSAN; MUTU; HAWU;
GENTONG; JUBLEG; KASTROL; KATEL; KEKEB;
SENDOK; GARPU; KENDI; KOJA; PANGANGEN; LISUNG;
NYIRU; PARUD; PIPITI; PIRING; POCI; RAMPADAN;
RANTANG; SAID; SAJI; SANGRAYAN; SEENG; SESEROK;
SINDUK; SONGSONG; TALENAN; TAMPIR; TEKO; DAN
LAIN SEBAGAINYA.
1. BANDRING
2. BEDOG
3. PANAH/JAMPARING
4. SUMPIT
5. TUMBAK
1. MASYARAKAT SAWAH (Pacul, Etem,
Garu, Arit, Parang, Gacok, Susurung,
Caplak).
2. MASYARAKAT LADANG (Bedog, Arit,
Baliung, Congkrang, Gacok, Gaet,
Garpu, Gobang, Kampak, Kored,
Pacul, Patik, Aseuk).
1. DELMAN
2. DOKAR
3. SADO
4. PADATI
5. GOROBAG
6. PARAHU
7. RAKIT
8. GETEK
Terima Kasih

Terima Kasih

Atas Segala
Perhatiannya