Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

( KESEHATAN LINGKUNGAN )

ASMA.,M.Kes

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 6

1. Lintang N.A
2. Seri A.
3. Sitti Marwah

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL KALTARA

AKADEMI FARMASI KALTARA TARAKAN

TARAKAN

2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan kesehatan dalam arti pendidikan secara umum adalah segala
upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu,
kelompok, atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan
oleh pelaku pendidikan atau promosi kesehatan. Dan batasan ini tersirat unsur-
unsur input (sasaran dan pendidik dari pendidikan), proses (upaya yang
direncanakan untuk mempengaruhi orang lain) dan output (melakukan apa
yang diharapkan). Hasil yang diharapkan dari suatu promosi atau pendidikan
kesehatan adalah perilaku kesehatan, atau perilaku untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan yang kondusif oleh sasaran dari promosi kesehatan.
(Notoadmojo, 2012).
Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental,
spiritual,maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomi, dan menurut WHO yang paling baru ini
memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya
yang mengatakan, bahwa kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik
maupun mental dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat (Notoatmodjo,
2012).

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian dan proses pendidikan kesehatan ?
2. Apa itu manfaat dan tujuan dari pendidikan kesehatan ?
3. Jelaskan pola hidup sehat dan kesehatan pribadi ?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari pendidikan kesehatan serta prosesnya.
2. Mengetahui manfaat dan tujuan dari pentingnya pendidikan kesehatan.

2
3. Mengetahui maksud dari pola hidup sehat dan maksud dari kesehatan
pribadi.

3
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Pendidikan Kesehatan


Pendidikan kesehatan dalam arti pendidikan secara umum adalah segala
upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu,
kelompok, atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan
oleh pelaku pendidikan atau promosi kesehatan. Dan batasan ini tersirat unsur-
unsur input (sasaran dan pendidik dari pendidikan), proses (upaya yang
direncanakan untuk mempengaruhi orang lain) dan output (melakukan apa
yang diharapkan). Hasil yang diharapkan dari suatu promosi atau pendidikan
kesehatan adalah perilaku kesehatan, atau perilaku untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan yang kondusif oleh sasaran dari promosi kesehatan.
(Notoadmojo, 2012).
Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental,
spiritual,maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomi, dan menurut WHO yang paling baru ini
memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya
yang mengatakan, bahwa kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik
maupun mental dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat (Notoatmodjo,
2012).
Pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan dalam
bidang kesehatan. Secara opearasional pendidikan kesehatan adalah semua
kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan, sikap, praktek
baik individu, kelompok atau masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2012).

A. Peranan Pendidikan Kesehatan


Ahli kesehatan masyarakat dalam membicarakan status kesehatan
mengacu kepada H.L.Blum. Blum menyimpulkan bahwa lingkungan

4
mempunyai andil yang paling besar terhadap status kesehatan. Disusul oleh
perilaku mempunyai andil nomor dua. Pelayanan kesehatan, dan keturunan
mempunyai andil kecil terhadap status kesehatan.
Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku itu dilatar belakangi atau
dipengaruhi 3 faktor pokok yakni :
1) Faktor-faktor prediposisi (predisposing factors) ,
2) Faktor-faktor yang mendukung (enabling factors) ,
3) Faktor-faktor yang memperkuat atau mendorong (reinforcing factors).

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan


pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga
perilaku individu kelompok atau masyarakat sesuai dengan nila-nilai
kesehatan. Dengan kata lain pendidikan kesehatan adalah suatu usaha untuk
menyediakan kondisi psikologis dari sasaran agar mereka berperilaku sesuai
dengan tuntutan nilai-nilai kesehatan.

B. Proses Pendidikan Kesehatan


Pokok dari pendidikan kesehatan adalah proses belajar. Kegiatan belajar
terdapat tiga persalan pokok, yakni :
1) Persoalan masukan (input)
Persoalan masukan dalam pendidikan kesehatan adalah menyangkut
sasaran belajar (sasaran didik) yaitu individu, kelompok atau masyarakat
yang sedang belajar itu sendiri dengan berbagai latar belakangnya.
2) Persoalan proses
Persoalan proses adalah mekanisme dan interaksi terjadinya
perubahan kemampuan (prilaku) pada diri subjek belajar tersebut. Di
dalam proses ini terjadi pengaruh timbale balik antara berbagai faktor,
antara lain : subjek belajar, pengajar (pendidik atau fasilitator) metode dan
teknik belajar, alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang dipelajari.
3) Keluaran (output)

5
Keluaran adalah merupakan hasil belajar itu sendiri yaitu berupa
kemampuan atau perubahan perilaku dari subjek belajar. Faktor-faktor
yang mempengaruhi proses belajar ini ke dalam 4 kelompok besar, yakni:
Faktor materi (bahan mengajar), lingkungan, instrumental, dan subjek
belajar. Faktor instrumental ini terdiri dari perangkat keras (hardware)
seperti perlengkapan belajar dan alat-alat peraga, dan perangkat lunak
(software) seperti fasilitator belajar, metode belajar, organisasi dan
sebagainya.

C. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan dapat berlangsung diberbagai tempat


sehingga dengan sendirinya sasarannya juga berbeda. Misalnya:
Pendidikan Kesehatan di Keluarga
1. Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran
guru dan murid, yang pelaksanaannya diintegrasikan dalam upaya
kesehatan sekolah (UKS)
2. Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan, dilakukan di pusat
kesehatan masyarakat, balai kesehatan, rumah sakit umum maupun
khusus dengan sasaran pasien dan keluarga pasien
3. Pendidikan kesehatan di tempat – tempat kerja dengan sasaran buruh
atau karyawan
4. Pendidikan Kesehatan di tempat umum ,misalnya
pasar,terminal,Bandar udara,tempat-tempat pembelanjaan,tempat-
tempat olah raga, taman kota, dsb.

D. Aspek Sosial Budaya Dalam Pendidikan Kesehatan


Aspek Budaya yang Mempengaruhi Perilaku Kesehatan
1. Persepsi masyarakat terhadap sehat dan sakit. Masyarakat mempunyai
batasan sehat atau sakit yang berbeda dengan konsep sehat dan sakit versi

6
sistem medis modern (penyakit disebabkan oleh makhluk halus, guna-
guna, dan dosa).
2. Kepercayaan
Kepercayaan dalam masyarakat sangat dipengaruhi tingkah laku
kesehatan, beberapa pandangan yang berasal dari agama tertentu kadang-
kadang memberi pengaruh negatif terhadap program kesehatan. Sifat
fatalistik atau Fatalisme adalah ajaran atau paham bahwa manusia dikuasai
oleh nasib. Seperti contoh, orang-orang Islam di pedesaan menganggap
bahwa penyakit adalah cobaan dari Tuhan, dan kematian adalah kehendak
Allah. Jadi, sulit menyadarkan masyarakat untuk melakukan pengobatan
saat sakit.
3. Pendidikan
Masih banyaknya penduduk yang berpendidikan rendah, petunjuk-
petunjuk kesehatan sering sulit ditangkap apabila cara menyampaikannya
tidak disesuaikan dengan tingkat pendidikan khayalaknya.
4. Nilai Kebudayaan
Masyarakat Indonesia terdiri dari macam-macam suku bangsa
yangMmempunyai perbedaan dalam memberikan nilai pada satu obyek
tertentu. Nilai kebudayaan ini memberikan arti dan arah pada cara hidup,
persepsi masyarakat terhadap kebutuhan dan pilihan mereka untuk
bertindak.

2. Tujuan dan Manfaat Pendidikan Kesehatan


Tujuan dan manfaat pendidikan kesehatan secara umum yaitu untuk
mengubah perilaku individu atau masyarakat dalam bidang kesehatan. Selain
hal tersebut, tujuan dan manfaat pendidikan kesehatan ialah:
a. Menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.
b. Menolong individu agar mampu secara mandiri atau berkelompok
mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat.
c. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan
kesehatan yang ada.

7
d. Agar penderita (masyarakat) memiliki tanggung jawab yang lebih besar
pada kesehatan (dirinya).
e. Agar orang melakukan langkah-langkah positif dalam mencegah
terjadinya sakit, mencegah berkembangnya sakit menjadi parah dan
mencegah penyakit menular.
f. Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi pribadi, keluarga dan
masyarakat umum sehingga dapat memberikan dampak yang bermakna
terhadap derajat kesehatan masyarakat.
g. Meningkatkan pengertian terhadap pencegahan dan pengobatan terhadap
berbagai penyakit yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan
perilaku sehat sehingga angka kesakitan terhadap penyakit tersebut
berkurang.

3. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan


Ruang lingkup pendidikan kesehatan yaitu:
a. Dimensi Sasaran
1) Pendididkan kesehatan individual dengan sasaran individu.
2) Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok.
3) Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat.
b. Dimensi Tempat Pelaksanaannya
1) Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan
sasaran murid yang pelaksanaannya diintegrasikan dengan Upaya
Kesehatan Sekolah (UKS).
2) Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan, dilakukan di Pusat
Kesehatan Masyarakat, Balai Kesehatan, Rumah Sakit Umum
maupun khusus dengan sasaran pasien dan keluarga pasien.
3) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh
atau karyawan.
c. Tingkat Pelayanan Pendidikan Kesehatan
1) Promosi kesehatan (Health Promotion) Misal : peningkatan gizi,
perbaikan sanitasi lingkungan, gaya hidup dan sebagainya.

8
2) Perlindungan khusus (Specific Protection) Misal : Imunisasi
3) Diagnosa dini dan pengobatan segera (Early Diagnosis and Prompt
Treatment) Misal : dengan pengobatan layak dan sempurna dapat
menghindari dari resiko kecacatan.4) Rehabilitasi (Rehabilitation)
Misal : dengan memulihkan kondisi cacat melalui latihan-latihan
tertentu.

4. Pola Hidup Sehat


Pola hidup sehat menurut Kus Irianto (2004: 22). Praktek kebiasaan hidup
bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari baik saat siswa berada di kelas
maupun di luar kelas. Sesangkan menurut Soekidjo (1993: 59). Perilaku
kesehatan pada dasarnya adalah respon seseorang (Organisme) terhadap
stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit sistem pelayanan kesehatan,
makanan serta lingkungan.
Jadi pola hidup sehat disini dapat disebut juga suatu kebiasaan yang baik
tentang memelihara kesehatan, dimana kebiasaan tersebut sudah berjalan dalam
waktu yang cukup lama, sehingga seolah-olah telah menjadi kebiasaan yang
tidak terpisahkan dari orang tersebut.Sehingga pola atau kebiasaan hidup sehat
harus ditanamkan sedini mungkin.
Lebih rinci lagi tentang pembinaan serta pemeliharaan hidup sehat yaitu
meliputi, menjaga kesehatan kulit, memelihara kebersihan kuku, memelihara
kebersihan rambut, memelihara kebersihan dan kesehatan mata, memelihara
kebersihan mulut dan gigi, serta memakai pakaian yang bersih dan serasi.
Tidak kalah pentingnya yaitu makan makanan yang bergizi, adapun
menurut Slamet & Edy. S.M, zat gizi dapat dikelompokkan dalam beberapa
golongan sebagai berikut. (1) Zat tenaga (hidrat arang/zat tepung, lemak), (2)
Zat pembangun (protein, mineral, air), (3) Zat pengatur (vitamin, mineral, air),
zat tersebut sangat baik karena sangat dibutuhkan tubuh, khususnya anak-anak
karena sangat membantu dalam masa pertumbuhan.

9
5. Kesehatan Pribadi
Kesehatan pribadi adalah segala usaha atau tindakan yang dilakukan
setiap orang sehingga kesehatan badan dan rohani akan terpelihara, dan
merupakan kebutuhan sehari- hari, (Slamet SR, 1994:4). Jadi kesehatan
pribadi merupakan usaha atau perilaku manusia untuk menjaga kesehatannya
sendiri. Adapun faktor yang mempengaruhi ada 8 aspek yaitu kebersihan
pribadi, kebersihan lingkungan, makanan, hidup teratur, daya tahan tubuh,
pencegahan terhadap penyakit, fasilitas penunjang kesehatan, dan
pemeriksaan kesehatan.
Masyarakat adalah terbentuk dari pribadi-pribadi sebagai anggota
masyarakat. Untuk membentuk masyarakat yang sehat jasmani maka dibina
terlebih dahulu kesehatan perorangan dengan sebaik- baiknya. Dalam
kesehatan pribadi selalu ada kaitannya dengan makanan, kesehatan dan
mengenai kehidupan keluarga. Untuk dapat hidup sesuai dengan aturan
aturan kesehatan tetapi juga dimengerti benar tentang penting besarnya arti
kesehatan bagi kehidupan, maka tidak akan susah untuk dapat terhindar dari
penyakit. Kesenangan hidup hanya dapat terlaksana dengan bekal kesehatan
(Engkos Kosasih, 1993:148).
Masa pertumbuhan pada anak adalah pada saat anak berusia antara 6-
12 tahun dan ini merupakan usia yang rawan terhadap penyakit. Pola
pembinaan menuju terbentuknya perilaku hidup sehat merupakan bagian
penting dari pembinaan usia sekolah dasar. Mencegah selalu lebih mudah
dari pada mengobati, sebab itu penting sekali mengusahakan agar pada anak
usia 6 - 12 tahun supaya orang tua dan guru dapat berbuat dan melakukan
usaha pencegahan. Hidup sehat sangat didambakan oleh umat manusia
karena bila kesehatannya terganggu akan berakibat pada dirinya sendiri.
Kesehatan merupakan sumber kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan.
Oleh karena itu sangat bijaksana bila kesehatan pribadi selalu dipelihara dan
ditingkatkan.
Kesehatan pribadi adalah kesehatan pada seseorang atau perseorangan
(Depdikbud, 1983 :1). Sjarifudin (1979 :2), berpendapat bahwa kesehatan

10
pribadi yaitu usaha untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Kesehatan pribadi
berkenaan dengan pribadi masing-masing yang bersifat individu. Setiap
manusia dapat tetap hidup sehat apabila kesehatan pribadi selalu diperhatikan
dan perlu berbagai usaha secara aktif. Selanjutnya yang dimaksud sehat
pribadi seutuhnya merupakan sehat fisik, mental dan social yang ketiga-
tiganya tidak dapat dipisahkan (Mu’rifah, 1992 :1). Segala sesuatu seperti
kesehatan pribadi pasti ada sebab dan akibatnya. Begitu pula dengan
penyakit. Sebagian besar dari penyakit telah diketahui apa penyebabnya, cara
penularannya, cara perawatan, dan cara pengobatannya bagi penderita.
Pengetahuan tersebut telah menyelamatkan dan memperpanjang hidup
berjuta- juta manusia diseluruh dunia. Namun keberhasilan itu tidak selalu
dicapai dengan mudah.

a. Pola Kebersihan Diri


Menurut Soenarjo R.J, (2002: 20) menjaga kebersihanmdiri bukanlah
hal yang mudah, namun bukan pula hal yang sulit untuk dilaksanakan.
Memelihara kebersihan diri secara optimal tak mungkin akan terwujud
tanpa ada penanaman sikap hidup bersih dan contoh teladan dari orang tua
atau masyarakat.
Kebersihan diri meliputi:
1) Kebersihan Kulit
Kulit merupakan bagian terluar dari badan, berbagai rangsangan dari
luar akan diterima oleh kulit terlebih dahulu, terhindarnya dari gangguan
kulit akan menimbulkan perasaansenang, tidak ada gatal, cacat kulit, dan
percaya diri. Untuk menjaga kebersihan kulit salah satunya dengan mandi,
mandi adalah membersihkan kotoran yang menempel pada badan dengan
menggunakan air bersih dan sabun (Kus Irianto, 2004: 85). Mandi yang
baik minimal 2 kali dalam sehari, maka kita tidak mengalami bau badan.

11
2) Kebersihan Hidung
Hidung sebaiknya dibersihkan padawaktu mandi, bila bersin
tutuplah dengan sapu tnagan karena ingus dapat mengandung berbagai
macam penyakit.
3) Kebersihan Telinga
Telinga merupakan bagian tubuh yang menerima rangsangan berupa
suara/getaran udara (Soenarjo R.J, 2002: 54-61). Dalam membersihkan
telinga digunakan alat pembersih yang lunakdan bersih misalnya dengan
kain, sedangkan yang dibersihkan bagian luarnya saja, jangan
membersihkan telingan dengan benda-benda keras dan tajam karena akan
mengakibatkan luka paa telinga bagian dalam.
4) Kebersihan Gigi
Menurut (Djonet Soetomo, 1979: 94). Mulut dan gigi sangat
berguna dalam pencernaan makanan, waktu berbicara, membentuk paras
muka, dan perkembangan jiwa seseorang. Adapun unutk menjaga
kebersihan mulut dan gigi adalah:
a) Menggosok gigi paling sedikit 3 kali sehari.
b) Jangan makan atau minum yang terlalu panas.
c) Jangan membiasakan menggigit yang terlalu keras.
d) Periksakan gigi kedokter secara teratur.
5) Kebersihan tangan dan kuku.
Tangan dan kuku merupakan bagiantubuh yang sering
berhubungan langsung dengan benda lain, dengan kotoran, dan dengan
makanan. Dengan demikian seseorang harus membersihkan tangan apabila
akan makan. Cara membersihkan dengan menyiram tangan dengan air
bersih dan sabun. Kuku sebaiknya dipotong pendek agar mudah dalam
membersihkan sehingga tidak menjadi sarang bibit penyakit (Kus Irianto,
2007: 86).
6) Kebersihan Rambut
Menurut Djonet soetatmo, (1979: 30) rambut merupakan bagian
dari badan yang berfungsi pelindung kepala dan member

12
keindahan.pencucian rambut atau keramas usaha untuk memelihara
rambut agar terlihat bersih, frekuensi pencucian sangat tergantung pada
tebal tipisnya rambut, pada umumnya pencucian rambut dengan
menggunakan sampo.
7) Kebersihan Kaki
Menurut Kus Irianto, (2007: 86) kaki adalah salah satu anggota
badan manusia yang merupakan anggota gerak bawah manusia yang
banyak berhubungan dengan apa saja (Soenarjo, R.J. 2002: 54-61).
Menjaga kebersihan kaki bias dilakukan dengan cara mencuci kaki dengan
menggunakan sabun dan memotong kuku kaki.

b. Pola makanan dan minuman sehat


Dengan adanya pengetahuan nutrisi maka seseorang akan mampu
dalam menyediakan dan menghidangkan makanan secara seimbang, dalam arti
kompesisi antara kalori, protein, vitamin dan mineral,komposisi ini penting
untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pemenuhan unsure-unsur dalam
kompesisi makanan menunjang tercapainya kondisi yubuh yang sehat, adapun
fungsi makanan bagi tubuh: mengurangi dan mencegah rasa lapar, mengganti
sel-sel yang rusak, untuk pertumbuhan badan, sebagai sumber tenaga,
membantu menyembuhkan penyakit.
Menurut Sumintarsih, (2008: 14) pola makanan yang sehat adalah
pola makan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, air, dan serat makanan.
Criteria makanan yang sehat adalah 4 sehat 5 sempurna. Pola tersebut
perlu dilengkapi dengan criteria makanan sehat berimbang meliputi: (1) Cukup
Kuantitas, (2) Proporsional, (3) Cukup kualitas, (4) Sehat, (5) Makanan segar
alami, (6) Makanan nabati, (7) Cara memasak, (8) Teratur dalam penyajian, (9)
Minum air 8 gelas sehari
Secara umum ada 3 kegunaan makanan bagi tubuh (triguna makanan),
yaitu sumber tenaga (karbohidrat, lemak, pootein), sumber zat pembangun
(protein, air), dan sumber zat pengatur (vitamin dan mineral).

13
c. Pola kegiatan seimbang
Terus menerus melakukan kegiatan fisik tanpa istirahat akan menggangu
kesehatan. Sebaliknya terlalu banyak istirah dan kurang bergerak juga akan
membuat kesegaran tubuh menurun, oleh karena itu harus ada keseimbangan
antara aktifitas dan istirahat.
Aktivitas kehidupan mengakibatkan kelelahan, agar sembuh dari keletihan
maka perlu adanya rekreasi, istirahat dan tidur.
1) Rekreasi
Menurut Djonet Soetatmo, (1979: 4) rekreasi atau “recreation” berarti
kesukaan atau kesenangan penegrtian lain adalah menciptakan kembali,
mengembalikan sesuatu yang keluar/hilang. Banyak macam olahraga yang
dijadikan rekreasi misalnya: berburu dan memancing. Kegiatan-kegiatan itu
mengembalikan energi yang hilang atau menyegarkan pikiran dan
menjernihkan perasaan yang kalut. Hubungan dengan kesehatan pribadi
akan didapat kesegaran jasmani maupun kesehatan mental kembali,
sehingga dapat mengerjakan pekerjaan atau tugas seharihari dengan tenaga
baru dan pikiran yang jernih.
2) Istirahat
Istirahat adalah suatu keadaan tanpa kegiatan baik dalam tubh atau
pikiran. Istirahat tidak ahanya mengurangi aktivitas otot, akan tetapi juga
meringankan ketegangan pikiran, dan menentramkan rohani. Istirahat dapat
dipenuhi dengan berbagai cara, misalnya : mendengarkan radio, menonton
televisi, melihat perlombaan, membaca buku.
3) Tidur
Menurut Kus Irianto, (2004: 88) tidur adalah suatu periode waktu
dimana kegiatan dan tubuh serta pikiran tenggelam kedalam keadaan sangat
damai, dan kemudian bangun dalam keadaan segar dan kuat kembali untuk
meneruskan tugas-tugas rutin kehidupan.

14
d. Pola gerak badan dan olahraga
Olah raga adalah aktivitas gerak yang menggunakan otot-otot sadar,
kegagalan untuk menggunakan atau menggerakanya secara cukup akan
membuatnya lemah dan kendur, secara otomatis akan mengakibatkan
kelemahan pada organ-organ tubuh dan sistem yangdibentuk otot-otot tak
sadar.
Manfaat gerak badan atau olahraga, antara lain:
1) Mengatur tonus dan menguatkan setiap organ tubuh serta sistem dalam tubuh.
2) Membantu menenangkan ketegangan, membuat tidur lebih nyinyak.
3) Menguatkan pengendalian diri, meningkatkan mutu kerja pikiran dan
meningkatkan rasa segar.
4) Mengurangi rasa tertekan dan cemas.
5) Menurunkan steres emosional.
6) Menurunkan lemak darah (meningkatkan kolestrol baik) menghindarkan dari
penyakit jantung dan stroke.
7) Mengurangi resistensi insulin, membantu mengendalikan kadar gula darah,
dan bermanfaat pada pengobatan diabetes.
8) Membantu menghilangkan sembelit.
9) Melindungi terhadap ostioporisis atau pengeroposan tulang.
10) Meningkatkan daya tahan untuk bekerja dan bermain.
11) Memperpanjang usia harapan hidup

e. Pola pencegahan dan penanganan penyakit


Menurut Indan Entjang, (2000: 26) dalam garis besar usahausaha
kesehatan, dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu: (1) pencegahan (usaha
preventif), (2) Usaha pengobatan (Usaha Kuratif), (3) Usaha rehabilitasi (usaha
Pemulihan). Dari ketiga jenis usaha ini, usaha pencegahan penyakit mendapat
tempat yang utama karena dalam usaha pencegahanakan diperoleh hasil yang
lebih baik serta memerlukan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan
usaha pencegahan dan rehabilitasi.

15
Indan Entjang, (2000: 26) bahwa usaha pencegahan penyakit dibagi
menjadi lima tingkat yang dapat dilakukan pada masa sebelum sakit dan pada
masa sakit, usaha-usaha itu adalah:
1) Mempertinggi nilai kesehatan.
2) Member perlindungan khusus terhadap suatu pebyakit.
3) Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada awal, serta mengadakan
pengobatan yang tepat dan segera.
4) Pembatasan kecacatandan berusaha untuk menghilangkan gangguan
kemampuan bekerja yang diakibatkan gangguan suatu penyakit.
5) Rehabilitasi.

6. Kesehatan Lingkungan
Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut HAKLI (Himpunan Ahli
Kesehatan Lingkungan Indonesia) “Suatu kondisi lingkungan yang mampu
menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan
lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang
sehat dan bahagia.” Jika disimpulkan Pengertian Kesehatan Lingkungan adalah
“ Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan
menuju keseimbangan ekologi pada tingkat kesejahteraan manusia yang
semakin meningkat.”

A. Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan


1) Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman
pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia
2) Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber
lingkungan dalam upaya meningkatkan derajad kesehatan dan
kesejahteraan hidup manusia
3) Melakukan kerjasama dan menerapkan program terpadu diantara
masyarakat, dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam
menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular

16
7. Kesehatan Sekolah
Kesehatan Sekolah adalah usaha yang di lakukan untuk meningkatkan
kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan
mulai dari TK sampai SMA/SMK/MA. (Tim pembina UKS,2010: 7) UKS
adalah usaha kesehatan masyarakat yang di jalankan di sekolah-sekolah,dengan
sasaran utama adalah anak-anak sekolah dan lingkunganya,
Usaha kesehatan sekolah adalah salah satu wahana untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin,
selanjutnya di sebutkan UKS harus sudah mendapat tempat dan perhatian yang
baik di dalam lingkungan pendidikan. Secara garis besar UKS dapat
dikelompokan dalam tiga bidang atau di sebut dengan 3 program UKS atau
yang dikenal sebagai Trias UKS yaitu: a.) pendidikan kesehatan, b.)
pemeliharaan atau pelayanan kesehatan c.) kehidupan lingkungan yang sehat.
Usaha ini dijalankan mulai dari Sekolah Dasar sampai sekolah
lanjutan, sekarang pelaksanaanya diutamakan di sekolah Dasar. Hal ini
disebabkan karena Sekolah merupakan komunitas (kelompok) yang sangat
besar, rentan terhadap berbagai penyakit, dan merupakan dasar bagi pendidikan
selanjutnya.
Dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan UKS adalah usaha
kesehatan sekolah yang di dalam lingkungan sekolah maupun yang di sekitar
lingkungan sekolah, yang sasaranya adalah peserta didik beserta masyarakat
sekolah yang lainya yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup
sehat peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan
berkembang secara harmonis serta optimal, menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas.

A. Sasaran Usaha Kesehatan Sekolah


UKS ialah upaya pelayanan kesehatan yang terdapat di sekolah yang
bertujuan menangani anak didik yang mengalami kecelakaan ringan,melayani
kesehatan dasar bagi anak didik selama sekolah (pemberian imunisasi),

17
memantau pertumbuhan dan status gizi anak didik (Drajat Martianto, 2005 :
1). Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS
meliputi peserta didik sebagai sasaran primer, guru pamong
belajar/tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP
UKS di setiap jenjang sebagai sasaran sekunder. Sedangkan sasaran tertier
adalah lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah/TK sampai SLTA,
termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan tinggi agama
serta pondok pesantren beserta lingkungannya (Depkes, 2008). Sasaran
lainnya adalah sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan
kesehatan. sasaran tertier lainnya adalah lingkungan yang meliputi lingkungan
sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.
Sekolah sebagai lembaga (institusi) pendidikan merupakan media yang
penting untuk menyalurkan segala bentuk pembaharuan tata cara dan
kebiasaan hidup sehat, agar lebih mudah tertanam pada anak-anak. Dengan
demikian, akan dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan keluarga,
masyarakat sekitarnya, bahkan masyarakat yang lebih luas lagi. Anak didik
dikemudian hari diharapkan akan memiliki sikap dan kebiasaan hidup dangan
norma-norma kesehatan.
Pendidikan kesehatan di sekolah dasar melalui program UKS
mempunyai peranan yang sangat efektif sebab Sekolah Dasar, sebagai
lembaga pendidikan yang tersebar luas di daerah pelosok tanah air, dari
pedesaan hingga kota-kota besar. Di pandang dari segi pembiayaan
pemerintah dan harapan untuk masa depan, pelaksanaan UKS di sekolah dasar
adalah ekonomis. Apalagi untuk kepentingan ini masyarakat (orang tua murid)
selalu dilibatkan dalam berbagai bentuk, melalui PGOM (persatuan guru dan
orang tua murid). Menurut Depkes RI bahwa peserta didik dari tingkat sekolah
dasar sampai tingkat menengah termasuk perguruan tinggi beserta
lingkungannya merupakan sasaran utama dari pembinaan UKS.
Didalam pembangunan nasional, perhatian terhadap dunia anak-anak
tidak dapat diabaikan. Anak-anak merupakan penerus dalam bidang tenaga
kerja, sehingga pembinaan terhadap golongan ini perlu dimulai sedini

18
mungkin. Sehubungan dengan ini bidang pendidikan dan kesehatan
mempunyai peranan yang besar karena secara organisasai sekolah berada
dibawah departemen pendidikan nasional, Secara fungsional departemen
kesehatan bertanggung jawab atas kesehatan anak didik.
Mengingat hal tersebut, UKS dijalankan atas dasar titik tolak pemikiran
bahwa :
1) Sekolah merupakan lembaga yang sengaja dihidupkan untuk
mempertinggi derajat bangsa dalam segala aspek,
2) Usaha kesehatan melalui masyarakat sekolah mempunyai kemungkinan
yang lebih efektif diantara beberapa usaha yang ada, untuk mencapai
kebiasaan hidup sehat dari masyarakat pada umumnya, karena masyarakat
sekolah:a) mempunyai prosentase yang tinggi, b) merupakan masyarakat
yang telah terorganisir, sehingga mudah dicapai dalam rangka pelaksanaan
usaha-usaha kesehatan masyarakat, c) peka terhadap pendidikan pada
umumnya, dapat menyebarkan modernisasi (sebagai agent of change),
karena dalam usia ini anak-anak sekolah berada dalam taraf perkembangan
dan pertumbuhan, mudah dibimbing dan dibina.
Pada masa ini adalah masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan-
kebiasaan hidup sehat dengan harapan agar mereka dapat meneruskan serta
mempengaruhi lingkungannya sekarang dan dimasa yang akan datang.
Masyarakat sehat yang akan datang merupakan salah satu hasil dari sikap dan
kebiasaan hidup sehat yang dimiliki anak-anak pada waktu sekarang.

B. Tujuan UKS
yaitu untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan hidup
sehat peserta didik agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga
memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip
hidup sehat, baik fisik, mental, maupun sosial serta memiliki daya hayat dan
daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba dan
sebagainya.

19
C. Sarana dan Prasarana UKS
Mengenai sarana dan prasarana UKS dijelaskan oleh Djonet Soetatmo
(1982, 122 – 123) meliputi : 1) ruang UKS atau klinik sekolah, 2) alat-alat
pemeriksaan yang diperlukan, 3) alat- alat P3K, 4) Obat-obatan sehari-hari
yang diperlukan. Berdasarkan kelengkapannya dapat dibagi menjadi :

a. Sarana dan Prasarana Sederhana meliputi :


1. Tempat tidur
2. Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Snellen Chart.
3. Kotak P3K dan obat-obatan (Betadin, Oralit, Parasetamol).
4. Minimal melaksanakan TRIAS UKS yang Pendidikan Kesehatan.
5. Memiliki kader Tiwisada/ KKR sebanyak 5% dari jumlah siswa.

b. Sarana dan Prasarana Lengkap meliputi :


1. Tempat tidur.
2. Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, Snellen Chart.
3. Kotak P3K dan obat-obatan (Betadin, Oralit, Parasetamol).
4. Lemari obat, buku rujukan KMS, poster-poster, struktur organisasi,
jadwal piket, tempat cuci tangan, data kesakitan murid.
5. Melaksanakan TRIAS UKS yang Pendidikan Kesehatan dan pelayanan
kesehatan.

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan kesehatan adalah segala upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat
sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan
atau promosi kesehatan.
Pola hidup sehat disini dapat disebut juga suatu kebiasaan yang baik
tentang memelihara kesehatan, dimana kebiasaan tersebut sudah
berjalan.
dalam waktu yang cukup lama, sehingga seolah-olah telah menjadi
kebiasaan yang tidak terpisahkan dari orang tersebut.Sehingga pola atau
kebiasaan hidup sehat harus ditanamkan sedini mungkin.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pola hidup sehat
yaitu:
(1) pola kebersihan diri,
(2) pola makanan dan minuman yang sehat,
(3) pola gerak badan atau olahraga,
(4) pola keseimbangan kegiatan,
(5) pola pencegahan dan kesehatan diri.

B. Saran
Saran kami adalah kesehatan sangatlah penting, jadi seharusnya
pendidikan kesehatan sudah harus diterapkan diseluruh masyarakat dari
masih bayi hingga lansia. Kurangnya pengawasan atas pendidikan
kesehatan meyebabkan banyak yang masih tidak mengetahui, dan
seharusnya pengawasan tentang pendidikan kesehatan harus lebih ekstra
ketat.

21
DAFTAR PUSTAKA

Pendidikan Kesehatan , pdf


040600075.pdf.pendidikan kesehatan

22