Anda di halaman 1dari 13

KASUS KEMATIAN MUNIR DI DALAM PESAWAT

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan

Disusun oleh:

Rica Anjelina Siregar (101218062)

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN PRODUKSI

UNIVERSITAS PERTAMINA

JAKARTA

2019
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………...i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………...ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………..1


1.2 Rumusan Masalah .…………………………………………………………...2
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Kronologi Kejadian…………………………………………………………...3


2.2 Motif Pelaku…………………………………………………………………..4
2.3 Cara Mencegah Terorisme…………………………………………………….5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………7
3.2 Saran…………………………………………………………………………..7

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..8

i
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang tediri
dari hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu
atau dengan instansi .Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh oleh setiap warga
negara. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas
terutama dalam era reformasi ini. HAM merupakan sesuatu yang sangat dijunjung tinggi.
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu
dilahirkan. Dan hak tersebut sangat melekat pada dirinya sehingga tidak ada hak orang lain
untuk mengusiknya. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang
Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan. HAM juga bersifat universal,
yang berarti berlaku dimana saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun.Hak ini juga
berfungsi sebagai pelindung diri masing-masing orang dan menjadi landasan moral untuk
berhubungan dengan orang lain.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada
juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana
atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita
wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki
oleh orang lain.
Setelah reformasi tahun 1998, indonesia mengalami kemajuan dalam bidang
penegakan HAM bagi seluruh warganya. Agar lebih mengoptimalkan terjadinya berbagai
kasus tentang HAM. Namun pelanggaran HAM tetap saja berlangsung. Adapun contoh
kasus HAM di Indonesia adalah kasus Munir. Kasus Munir menjelaskan bahwa Hak warga
Negara untuk memperoleh kebenaran belum dipenuhi oleh pemerintah.

2|Page
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana kronolgi terjadinya kematian Munir?
2. Apa penyebeb kematian munir dan siapakah yang menjadi tersangka?
3. Bagaimana solusi untuk mencegah pelanggaran HAM yang terus menerus
terjadi?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui kronologi terjadinya kematian Munir
2. Mengetahui penyebab kematian Munir dan tersangka yang menjadi pembunuh
Munir
3. Mengetahui solusi untuk mencegah pelanggaran HAM yang terus menerus
terjadi

3|Page
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kronologi Kejadian

Pada 6 September 2004 Munir menuju Amsterdam untuk melanjutkan studi


program master (S2) di Universitas Utrecth Belanda. Munir naik pesawat Garuda
Indonesia GA-974 pada pukul 21.55 WIB menuju Singapura untuk kemudian transit di
Singapura dan terbang kembali ke Amsterdam. Munir tiba di Singapura pada pukul 00.40
waktu Singapura. Kemudian pukul 01.50 waktu Singapura Munir kembali terbang dan
menuju Amsterdam. Tiga jam setelah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak
kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang bernama
Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot
meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan
duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga
berusaha menolongnya. Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam.
Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di
bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia. Pada tanggal
12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda)
menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh
polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang
menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.

4|Page
2.2 Penyebab kematian Munir dan yang menjadi tersangka sebagai pembunuh
Munir

Penyebab dari kematian Munir kematian Munir dikarenakan racun arsenik


yang dimasukkan ke dalam makanannya. Dan juga adanya kebencian para
penguasa orde baru terhadap gerakan ‘human right’ Munir. Mereka “penguasa”
yang telah semena-mena menindas, membunuh, dan membantai rakyat kecil
mendapat perlawanan keras dari Munir. Munir tanpa lelah terus mencari fakta dan
realita untuk mengungkap kasus-kasus pembantaian orang dan rakyat yang tidak
berdosa. Meskipun dirinya dan keluarganya menerima berbagai ancaman
pembunuhan, Munir tetap melangkahkan perjuangannya dengan darah jadi
taruhannya.Orang pertama yang menjadi tersangka pertama pembunuhan Munir
(dan akhirnya terpidana) adalah Pollycarpus Budihari Priyanto. Selama
persidangan, terungkap bahwa pada 7 September 2004, seharusnya Pollycarpus
sedang cuti. Tetapi dia membuat surat tugas palsu lalu mengikuti penerbangan
dengan Munir ke Amsterdam. Aksi pembunuhan Munir semakin terkuat tatkala
Pollycarpus ‘meminta’ Munir agar berpindah tempat duduk dengannya. Sebelum
pembunuhan Munir, Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah
telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior. Dan pada akhirnya, 20 Desember
2005 Pollycarpus BP dijatuhi vonis 20 tahun hukuman penjara. Meskipun sampai
saat ini, Pollycarpus tidak mengakui dirinya sebagai pembunuh Munir, berbagai
alat bukti dan skenario pemalsuan surat tugas dan hal-hal yang janggal. Namun,
timbul pertanyaan, untuk apa Pollycarpus membunuh Munir. Apakah dia
bermusuhan atau bertengkar dengan Munir. Tidak ada historis yang
menggambarkan hubungan mereka berdua.

Selidik demi selidik, akhirnya terungkap nomor yang pernah


menghubungi Pollycarpus dari agen Intelinjen Senior adalah seorang mantan
petinggi TNI, yakni Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono. Mayjen
(Purn) Muchdi PR pernah menduduki jabatan sebagai Komandan Koppassus TNI
Angkatan Darat yang ditinggali Prabowo Subianto (pendiri Partai Gerindra).
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Deputi Badan Intelijen Indonesia.

5|Page
Muchdi PR ditangkap pada 6 Juni 2008. Lalu ia disidangkan di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan pada awal Desember 2008, jaksa penuntut
umum (JPU) kasus pembunuhan Munir menuntut Muchdi PR dihukum 15 tahun
penjara. Muchdi PR terbukti menganjurkan dan memberikan sarana kepada
terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto untuk membunuh Munir.

Jaksa juga memaparkan sejumlah fakta yang terungkap dari keterangan


saksi, barang bukti, dan keterangan terdakwa selama 17 kali sidang. Di antaranya
adalah surat dari Badan Intelijen Negara yang ditujukan kepada Garuda Indonesia
pada Juni 2004 yang merekomendasikan Pollycarpus sebagai petugas aviation
security. Hal tersebut sangat tidak wajar karena Badan Intelijen Negara ikut
campur urusan bisnis Garuda hingga merekomendasikan Pollycarpus untuk ikut
terbang bersama Munir. Jaksa juga menunjuk bukti transaksi panggilan dari
nomor telepon yang diduga milik Pollycarpus ke nomor yang diduga milik
Muchdi, atau sebaliknya, yang tercatat dalam call data record. Selain itu, dalam
persidangan Muchdi PR memberikan keterangan berubah-ubah dan beberapa kali
bertindak tidak sopan.

Usaha para jaksa membongkar kasus pembunuhan dan menuntut


pelaku pembunuh kandas ditangan majelis hakim PN Jakarta Selatan yang
diketuai Suharto. Tanggal tanggal 31 Desember 2008, majelis hakim menvonis
bebas Muchdi Pr atas keterlibatannya dalam pembunuhan aktivis HAM – Munir.

6|Page
2.3 Solusi untuk mencegah pelanggaran HAM

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM yang terus menerus terjadi, ada
beberapa hal yang harus dilakukan , diantaranya :

 Pendidikan karakter
Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting bagi setiap orang dan itu
merupakan suatu kewajiban yang harus ada disetiap diri manusia. Pentingnya
pendidikan bagi manusia karena ia juga termasuk dalam hak asasi manusia dan
keberadaannya serta pelaksanaannya dijamin oleh undang-undang. Dan salah
satunya pendidikan karakter yang sangat berperan penting bagi penerus bangsa.
Pentingnya pendidikan karakter bagi kita adalah agar menjadi pribadi yang lebih
baik sesuai norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Dengan begini, tentunya
hak asasi manusia akan lebih mudah ditegakkan dan pelanggaran HAM dapat
dicegah dengan lebih cepat. Pendidikan karakter paling cepat dan mudah adalah
ketika usia dini, namun pendidikan karakter di sekolah juga tetap penting.
 Mempelajari Segala Sesuatu tentang HAM
HAM merupakan suatu hal yang sangat dengan diri kita, namun walaupun begitu
masih banyak orang yang belum mendapatkan hal itu. Bahkan masih banyak yang
diam ketika haknya dilanggar atau bahkan penyebab nya adalah ketidak pahaman
mereka tentang HAM. HAM itu sudah seharusnya ditegakkan, diperjuangkan, dan
dilindungi. Terdapat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang No.
39 tahun 1999 tentang HAM, Undang-Undang No. 26 tahun 2000 tentang
Pengadilan HAM, bahkan Deklarasi Universal HAM yang dikeluarkan oleh PBB.
Semua produk hukum tersebut ada untuk menjamin penegakkan HAM dan
mengadili mereka yang melanggar HAM. Maka, dengan mempelajari HAM, kita
akan lebih tahu dan peka terhadap terlaksananya penegakkan HAM di keluarga dan
masyarakat.

7|Page
 Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan
Persatuan dan Kesatuan bangsa berasal dari tingkatan terkecil bangsa, yaitu
keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan, keluarga
ataupun masyarakat akan lebih saling sayang menyayangi antar satu sama lain.
Oleh karena itu, penegakkan ham dapat dengan lancar terlaksana dan pelanggaran
HAM dapat dengan cepat dan tepat dicegah adanya.

8|Page
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hak Asasi Manusia(HAM) merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Yang
Maha Esa kepada seluruh manusia dan tak ada satupun orang pun yang dapat
mengganggu gugat, tidak terkecuali pemerintah. Jadi seharusnya pemerintah
memberikan apa yang seharusnya rakyat miliki yang diantaranya adalah hak
untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran.
Dengan begitu peristiwa kematian Munir di dalam pesawat yang berawal
dari sakit berupa bolak balik kamar mandi yang disadari oleh awak kabin yang
kemudian Munir dipindahkan duduknya ke salah satu penumpang yang berprofesi
dokter yang juga ingin menolongnya. Kemudian setelah beberapa saat Munir
meninggal dunia. Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa
polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa
arsenikum setelah otopsi.
Penyebab dari kematiannya diduga adanya racun arsenik yang dimasukkan
ke dalam makanannya,dan pelakunya adalah Pollycarpus Budihari Priyanto yang
kemudian dikenai hukuman 15 tahun penjara. Namun usaha para jaksa
membongkar kasus pembunuhan dan menuntut pelaku pembunuh kandas ditangan
majelis hakim PN Jakarta Selatan yang diketuai Suharto. Tanggal tanggal 31
Desember 2008, majelis hakim menvonis bebas Muchdi Pr atas keterlibatannya
dalam pembunuhan aktivis HAM – Munir.
Solusi untuk mencegah pelanggaran HAM yang terus menerus terjadi
yaitu terdiri dari pendidikan karakter, karena pendidikan karakter merupakan
salah satu fondasi untuk membangun karakter seseorang sehingga dapat berbuat
baik antar sesama. Kemudian mempelajari tentang HAM , karena masih banyak

9|Page
yang belum mendapatkan hak nya karea ketidak tahuan mereka sehingga jika
mempelajari tentang HAM mereka lebih mengerti akan hak yang seharusnya
mereka miliki. Lalu yang terakhir ada meningkatkan persatuan dan kesatuan,
dengan bersatunya antar individu akan menimbulkan kasih sayang antar sesama
sehingga akan tumbuh juga rasa peduli.
Dengan begitu kasus Munir merupakan pelanggaran HAM yang harus di
jadikan pelajaran untuk bangsa ini kedepannya agar lebih menghargai HAM itu
sendiri. Untuk itu diperlukan perhatian pemerintah yang mendalam dan
pemahaman yang lebih dari seluruh rakyat agar dapat bersama-sama menegakkan
HAM di bangsa yang kita cintai ini.

10 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

1. Zakky, 2018. Pengertian hak asasi manusia menurut para ahli secara umum.
https://www.zonareferensi.com/pengertian-hak-asasi-manusia/ (diakses pada tanggal 19
oktober 2019, pukul 19.11 wib)
2. http://nasional.kompas.com/read/2008/06/19/22025444/kronologi.kasus.pembunuhan.mu
nir ( diakses pada tanggal 19 oktober 2019, pukul 19.38 wib)
3. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190906163725-12-428215/15-tahun-kasus-munir-
jokowi-diminta-usut-peran-muchdi-pr ( diakses pada tanggal 19 oktober 2019, pukul 20.11 wib)
4. https://guruppkn.com/upaya-pencegahan-pelanggaran-ham ( diakses pada tanggal 19 oktober
2019, pukul 20.35 wib)
5. http://sumberpencarianartikel.com/kronologis-kasus-munir/ (diakses pada tanggal 19 oktober
2019, pukul 21.05 wib)

11 | P a g e