Anda di halaman 1dari 15

PENGEMBANGAN MANAJEMEN adalah orang yang bertanggung jawab dan

BIMBINGAN DAN KONSELING berkompeten menyelenggarakan layanan


bimbingan dan konseling, dan (4) sistem
BERBASIS ICT
manajemen sekolah yang mendukung program
bimbingan dan Konseling.
Bimbingan dan konseling sebagai bagian
tak terpisahkan dari pelayanan pendidikan di
. sekolah, menuntut pelaksananya untuk terus
meningkatkan dan mengembangkan kualitas
1. PENDAHULUAN pelayanan. Seiring dengan ditetapkannya
Pendukung utama bagi tercapainya Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003
sasaran pembangunan manusia Indonesia yang tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang di
bermutu adalah pendidikan yang bermutu. dalamnya profesi Konselor ditetapkan, secara
Pendidikan yang bermutu dalam bertahap profesi guru bimbingan dan konseling
penyelenggaraannya tidak cukup hanya akan berubah menjadi profesi konselor.
dilakukan melalui transformasi ilmu Perubahan seperti ini, bukan hanya perubahan
pengetahuan dan teknologi, tetapi harus sebuah nama akan tetapi memberikan
didukung oleh peningkatan profesionalisasi implikasi bagi perubahan dan peningkatan
dan sistem manajemen tenaga kependidikan profesionalisme para pelaku dalam
serta pengembangan kemampuan peserta didik memberikan pelayanan kepada para
untuk menolong diri sendiri dalam memilih pelanggannya. Artinya, jika bimbingan dan
dan mengambil keputusan demi tercapainya konseling merupakan sebuah profesi, maka hal
cita-cita. pekerjaan atau kegiatan tersebut harus
Kemampuan seperti itu tidak hanya dilakukan secara profesional oleh orang-orang
menyangkut aspek akademis, tetapi juga yang profesional pula.
menyangkut aspek perkembangan pribadi, Hasil penelitian yang dilaksanakan Fajar
Santoaji tentang Manajemen BK di SMA
Rekanan Prodi BK Universitas Sanata Darma
pada tahun 2006 didapat, bahwa Manajemen
sosial, kematangan intelektual, dan sistem BK masih memiliki kekurangan sebagai
nilai peserta didik. Berkaitan dengan berikut: masih terdapat banyak koordinator
pemikiran itu, tampak bahwa pendidikan yang dan staf BK di SMA Rekanan Prodi BK USD
bermutu di yang tidak memiliki latar belakang pendidikan
sekolah adalah pendidikan yang memadai sebagai guru bimbingan dan
menghantarkan peserta didik pada pencapaian konseling/konselor sekolah; Ada sebagian
standar akademis yang diharapkan dalam kecil SMA Rekanan Prodi BK USD yang tidak
kondisi perkembangan diri yang sehat dan melakukan asesmen kebutuhan; Sebagian
optimal. SMA Rekanan Prodi BK USD hanya
Bukanlah hal baru bahwa bimbingan dan menyelenggarakan layanan bimbingan
konseling dinyatakan sebagi bagian terpadu kelompok klasikal bagi siswa di kelas tertentu
dari pendidikan. Secara formal dalam berbagai
dokumen yang berkenaan dengan secara tidak teratur; Mayoritas SMA Rekanan
penyelenggaraan pendidikan hal itu telah Prodi BK USD menyelenggarakan layanan
digariskan, namun dalam praktek seringkali Bimbingan Kelompok/Klasikal secara
bimbingan dan konseling ditempatkan hanya terputus-putus dari segi isi/materi, meskipun
sebagai pelengkap. Padahal sejak kurikulum dari segi waktu berurutan (paradigma 2);
1975 bimbingan dan konseling diposisikan Mayoritas SMA Rekanan Prodi BK USD
hanya melakukan evaluasi berdasarkan kesan
sebagai bagian integral dari pendidikan. Kini ('what do you think' methods), bukan dengan
sudah saatnya dilakukan penegasan ulang riset ilmiah berbasis data, sehingga sekolah
bahwa bimbingan dan konseling adalah bagian tersebut tidak dapat membuktikan
tepadu dari pendidikan; dan kini saatnya pula akuntabilitas program BK; Jumlah dan ragam
untuk meletakkan prinsip kebijaksanaan itu di layanan BK bagi keluarga asal siswa sangat
dalam praktek. Bimbingan dan konseling di sedikit, sehingga dari segi ini Program BK di
sekolah merupakan bagian terpadu dari sistem SMA Rekanan Prodi BK USD tidak sistemik
pendidikan yang dilandasi oleh : (1) landasan karena tidak mempengaruhi lingkungan
konseptual penyelenggaraan layanan keluarga agar menjadi lingkungan yang
bimbingan dan konseling di sekolah adalah mendukung perkembangan siswa secara
bimbingan dan konseling perkembangan, (2) terprogram.
dasar legal penyelenggaraan layanan Fakta di lapangan menggambarkan
bimbingan dan konseling adalah eksistensi bahwa guru bimbingan dan konseling
bimbingan dan konseling dalan sistem terbelenggu oleh pekerjaan administratif yang
pendidikan nasional, (3) konselor profesional tidak ada habisnya, dari mengisi buku pribadi
siswa, menganalisis hasil DCM atau AUM, diselesaikan dengan cepat dan akurat.
menganalisis hasil sosiometri sampai menjadi Penyajian data yang cepat dan akurat dapat
sosiogram, menghitung daftar hadir siswa, membantu guru bimbingan dan konseling
mencatat kejadian siswa (anecdotal record), menyelenggarakan program bimbingan dan
dll. Pekerjaan utama yaitu membimbing dan konseling bermutu seperti diharapkan banyak
mengkonseling hampir terabaikan oleh urusan pihak.
administratif yang menyita banyak waktu.
Sehingga tujuan dari bimbingan dan konseling 2. KAJIAN LITERATUR
komprehensif yaitu melayani seluruh siswa Hakikat Bimbingan dan Konseling
tidak tercapai. Hal tersebut di atas dialami Komprehensif
oleh banyak guru bimbingan dan konseling di Pada hakikatnya bimbingan dan
seluruh wilayah Indonesia termasuk kota konseling di sekolah adalah upaya guru
Bekasi. bimbingan dan konseling (konselor)
Penelitian ini mencoba memberikan membantu peserta didik (konseli) melalui
solusi agar pekerjaan administratif dalam berbagai kegiatan dan dan layanan agar
manajemen bimbingan dan konseling dapat konseli dapat menguasai pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diperlukan untuk
bimbingan yang Sifat Sistemik perkembangan
diidentifikasi oleh dalam Program positif seperti
mengembangkan Sink dan Bimbingan dan sekolah,
tujuan-tujuan MacDonald (1998) Konseling keluarga,
hidupnya yang diadaptasi dari Komprehensif komunitas, dan
sehat sesuai struktur model ini. Program BK masyarakat.
dengan tugas- Gysbers dan Komprehensif
Sifat sistemik
tugas Henderson (2000) bersifat sistemik,
bukan sekedar Program BK
perkembangannya. menggambarkan
program yang Komprehensif
Menurut suatu skema
sistematis. nampak dalam
organisasional
Menurut Erford beberapa hal
Yusuf LN dengan prosedur
(2004) : berikut (a)
dan sistem yang
Program BK asesmen yang
(2009) didefinisikan
yang sistematik dapat merumuskan
dengan baik.
Bimbingan adalah kebutuhan siswa
Definisi dan stakeholder
dan Konseling Program BK program
pelaksanaanny penting lain seperi
Komprehensif komprehensif
a sesuai orang tua,
adalah pendekatan sangat luas dan
dengan komunitas sebaya,
komprehensif tidak dapat dengan
rencana, tertata para guru,
terhadap dasar, mudah di
baik sejak administrator
penyampaian rumuskan.
perencanaan, sekolah, dll.
layanan, Mengeksplorasi
pendataan, Program BK yang
manajemen, dan hakikat Program
implementasi, sistemik haruslah
pertanggung- BK komprehensif
dan evaluasi. menjadi sebuah
jawaban program berarti menelurusi
Sementara program yang data
bimbingan dan beberapa
program BK driven. (b)
konseling. Model pertanyaan berikut
yang sistemik Layanan BK yang
program BK ini. Pertama,
adalah menjangkau siswa
Komprehensif bagaimana
program BK dan stake holder
merupakan model hubungan program
yang dirancang lain yang relevan
kerangka kerja Bimbingan dengan
untuk seperti orang tua,
yang mengatur sistem pendidikan komunitas asal
mekanisme kerja di lembaga siswa, komunitas
konselor dan pendidikan menjangkau sebaya, para guru,
timnya dalam tertentu? Kedua, berbagai dan masyarakat
merancang, bagaimana pihak, mulai
sekolah secara
mengkoordinir, pengelolaan dari siswa
umum, (c)
melaksanakan, (manajemen) sebagai
Program BK
mengelola, dan program BK agar individu
Sistemik dapat
mengevaluasi sifat maupun
melibatkan stake
program BK untuk komprehensif- kelompok,
holder tidak saja
mensukseskan sistemik program komunitas
sebagai penerima
siawa. BK nampak? sekolah,
layanan, tetapi juga
Pengujian, Ketiga, apa saja keluarga,
sebagai rekanan
perbaikan, dan ciri-ciri komunitas, dan
masyarakat. dalam memberi
implementasi dari program BK yang
Pendekatan layanan yang
Model Program dapat dianggap
sistemik relevan. Misalnya,
Bimbingan dan komprehensif dan
dalam program dalam rangka
Konseling bersifat sistemik?
BK menciptakan
Komprehensif, Keempat, siapa
komprehensif lingkungan
yang juga dikenal saja yang terlibat
menempatkan keluarga asal yang
sebagai model dalam program BK
individu sehat dan kondusif
Missouri, dimulai komprehensif dan
sebagai pusat bagi tumbuh
pada 1971 dibawah apa saja kembang siswa,
arahan Norman keketerlibatan sistem
komite sekolah
Gysbers dan mereka? Kelima, dan
dapat terlibat
sejawatnya di apa saja hasil dan menciptakan
dalam
University of dampak hubungan
mengorganisir
Missouri- yang diharapkan antar
kegiatan
Columbia. dari program BK subsistem yang
mempengaruhi pendidikan
Mayoritas dari 24 komprehensif?
individu ke keorangtuaan
program (parenting
arah
education) (d) pemberian waktu kelompok kecil en diri dan
Evaluasi proses, yang memadai maupun lingkungan,
hasil (result), dan untuk kelompok besar penempatan,
dampak (outcome, pembimbingan, (kelas) bagi memberi saran,
impact) yang pengajaran, dan siswa dan pihak pertemuan
menjangkau siswa kegiatan lain, misalnya kelompok dan
dan stakeholder pendidikan lain di program Konseling
tersebut di atas. sekolah adalah pendidikan individual yang
Program BK yang bukti kebijakan keorangtuaan berisi proses
sistemik dilakukan pendidikan yang (Parent membantu
dengan tujuan integratif di sebuah Education perencanaan.
jangka panjang lembaga Program, Pelayanan
membentuk pendidkan. parent Responsif
lingkungan Selain sebagai workshop and (Responsive
perkembangan prasyarat, instruction). Services):
yang seluas Kebijakan Kurikulum adalah
mungkin. pendidikan yang bimbingan ini pelayanan yang
terintegrasi juga berupa layanan diberikan untuk
Kebijakan (dapat) merupakan yang bertahap memenuhi
Pendidikan dampak dari di berbagai kebutuhan-
Terintegrasi: Program BK jenjang kebutuhan para
Syarat Bagi Komprehensif pendidikan, siswa dan
Pengembangan yang terbukti sehingga stakeholder lain
Program kualitasnya. perhatian pada yang
Bimbingan dan Kualitas program fungsi membutuhkanp
Konseling BK, hasil dan developmental enangananseger
Komprehensif dampaknya yang dapat terjaga. a
Program BK positif akan Kegiatan-
komprehensif melahirkan kegiatan
(yang sistemik) kepercayaan terprogram ini (immediate
membutuhkan masyarakat berpusat pada needs).
kebijakan sekolah (dewan fungsi Beberapa
pendidikan di guru, administrator developmental bentuk layanan
sekolah yang sekolah, siswa- dalam bidang responsive
integratif, yaitu siswi, orang tua, perkembangan antara lain:
adanya keselarasan komite sekolah). personal, sosial, Konseling
antara kebijakan Kepercayaan akademik, dan individual
dalam bidang masyarak at karier. maupun
pengajaran, sekolah yang besar Perencanaanindivi kelompok,
bimbingan, akan melahirkan dual(Individual penyebaran
pelatihan, kegiatan dukungan optimal Students’ informasi,
ekstrakurikular, bagi program BK Planning): penanganan
kebijakan tersebut, sehingga semua aktivitas krisis,
keuangan-sarana- program BK yang konsultasi
prasarana, menjadi semakin dipusatkan dan/atau
personalia, dll. komprehensif. untuk referral.
Program BK membantu Sistem
Komprehensif Komponen siswa Pendukung
membutuhkan Program BK mengembangka (Support System):
dukungan sekolah Komprehensi n, menganalisa Peran-peran
(dengan payung f Program perencanaan- manajemen
kebijakan) yang Bimbingan perencanaan program dari
adil dan setara Komprehensif karier, studi, pembuatan
sehingga sekolah terdiri pengembangan program,
memberikan dari empat diri personal menjamin
perhatian memadai komponen penting: dan sosial. implementasi
dan setara kepada Layanan Dasar: Beberapa peran (maintain and
semua unsur yang semua kegiatan konselor yang control), evaluasi,
penting bagi bimbingan terkait dengan studi tindak lanjut
jalannya proses terprogram komponen ini dan pengembangan
pendidikan. yang adalah program,
Dukungan diselenggaraka membantu hubungan
finansial memadai, n dalam bentuk dalam masyarakat (public
fasilitas memadai, kegiatan appraisal/asesm relation) untuk
memasyarakatkan Ciri-ciri Program pengelolaan konseling dan
program Bimbingan dan program BK direkam secara
bimbingan dan Konseling semacam ini, memadai.
Konseling Komprehensif– layanan BK c. Pelayanan BK
komprehensif, dan Sistemik hanya akan memenuhi
penjangkauan Ciri-ciri menjadi aksi beragam
komunitas program spontan untuk kebutuhan
(Community bimbingan dan mengatasi siswa dengan
Outreach) adalah konseling persoalan yang berbagai
bagian penting dari komprehensif- terus menerus pendekatan,
support system. sistemik setidak- bermunculan, metode, dan
Empat tidaknya meliputi sehingga jenis layanan
komponen hal-hal di bawah pelayanan yang beragam.
tersebut harus ini: Bimbingan dan Ragam bentuk
dilaksanakan a. Pengelolaan Konseling layanan BK
dengan proposi Program BK tidak dapat (konseling
tertentu. Variasi dilakukan memberi individual,
aktivitas BK dengan serius dukungan konseling
mencerminkan dan optimal bagi kelompok,
pelaksanaan keem berkualitas. perkembangan bimbingan
pat fungsi BK Seluruh peserta didik kelompok/klasi
secara menyeluruh langkah secara optimal kal, pemberian
d an seimbang. (Schmidt; informasi,
Jika mengacu manajemen 1993). pendidikan
pada model (pola) b. Isi layanan BK keorang tuaan,
Bimbingan yang (asesmen, mencakup 4 dll.) dan isi
ada di Indonesia, perencanaan, ragam layanan BK
variabilitas pengorganisasi bimbingan (akademik,
layanan tercermin an, (personal, karier, pribadi,
dalam beberapa pelaksanaan sosial, karier, sosial)
bentuk aktivitas layanan inti belajar) dilakukan
berikut: dan tersedia secara sesuai dengan
a. pelayanan pendukung, lengkap. kebutuhan dan
Konseling dan evaluasi) Layanan dalam keadaan nyata
individual dan dilaksanakan empat ragam peserta didik.
Konseling dengan bimbingan d. Program BK
kelompok, melibatkan tersebut
serta siswa dan diselenggaraka memberi
bimbingan semua stake n bagi siswa
kelompok holder dan stake perhatian yang
klasikal yang holder lain seimbang pada
(dengan sesuai fungsi kuratif,
kurikulum relevan. Siklus kebutuhan. developmental,
yang Asesmen, Keseimbangan preventif, dan
terprogram). perencanaan, perhatian pada perseveratif. Ini
b. Pelayanan pengorganisasi empat ragam berarti konselor
diberikan pada an, dan bimbingan ini harus
kelompok evaluasi adalah akan dengan menyediakan
kelompok motor mudah layanan BK
sasaran yang penggerak bagi diperiksa yang
beragam pelaksanaan dengan memenuhi
(semua layanan inti meninjau fungsi kuratif
stakeholder dan layanan tujuan program (penyelesaian
penting), pendukung BK BK, materi- masalah),
seperti siswa, (Konseling materi yang developmental
para pendidik Individual, dikelola (pengembanga
di sekolah, Bimbingan melalui n), preventif
orang tua dan kelompok, layanan (pencegahan
keluarga, kunjungan bimbingan masalah), dan
kelompok orang tua, kelompok, perseveratif
sebaya, parent persoalan- (pemeliharaan
komunitas. education persoalan yang keadaan yang
Program, dll.). muncul dalam sudah kondusif
Tanpa
bagi tumbuh perkembangan dalam tetapi harus
dan manusia bimbingan dan berorientasi
berkembangny (prinsip Konseling pada
a siswa). kematangan dapat perubahan
e. BK dan kesiapan). dikategorikan sistem yang
komprehensif Program dalam In- mempengaruhi
disediakan bagi tersebut dapat School individu
semua siswa dengan leluasa peserta didik.
dan dimodifikasi Guidance Sistem dalam
menjangkau sesuai dengan Practitioners hal ini dapat
kebutuhan kondisi aktual (Guru berupa
mereka tanpa perkembangan bimbingan dan lingkungan
terkecuali. siswa dari konseling/kons keluarga,
Implikasi dari waktu ke elor, Guru- komunitas
ciri ini adalah waktu. Konselor, kampung,
beragamnya Program BK harus Konselor sekolah, dan
bentuk layanan dapat Paraprofesiona masyarakat
BK memenuhi l/ peer dalam skala
(Konseling, semua counselor, yang lebih luas
bimbingan kebutuhan semua (dapat berupa
kelompok, dan semua konseli pendidik) dan pola pikir,
varian dari dan semua Out of School sikap, dan
bentuk-bentuk orang yang Guidance perilaku,
tersebut sesuai signifikan bagi Practitioners budaya, aturan-
kebutuhan). konseli yang (tenaga medis, aturan yang
Semua siswa berperan psikolog, dikembangkan
dalam hal ini penting bagi psikiater, di lingkunagn
berarti semua perkembangan pekerja sosial, tersebut).
siswa di mereka forum orang Layanan BK
seluruh jenjang Kelompok tua, orang tua Komprehensif,
pendidikan, sasaran secara pribadi, dalam rangka
siswa yang Program BK praktisihukum, membantu
mengalami dalam hal ini dll.). perkembangan
persoalan tidak hanya Pelayanan peserta didik
berat, sedang, siswa, tetapi bimbingan dengan tuntas
ringan, hingga juga orang tua, yang perlu
siswa yang ada guru, teman berorientasi mengadopsi
dalam kondisi sebaya, dan pada (memakai lagi)
‘baik’ masyarakat penciptaan residential-
(moderat). umum. Mereka lingkungan based model
f. Layanan dalam menerima yang (Reinhart,
BK berbagai mendukung 1979).
Komprehensif, layanan seperti perkembangan
misalnya konsultasi, siswa adalah
layanan layanan pelayanan
bimbingan konseling bimbingan
kelompok individual, dengan
dirancang bimbingan pendekatan
secara kelompok, dll. Pendekatan
berurutan Pelayanan sistemik dalam
(sequential) Bimbingan dan manajemen
dan fleksibel Konseling Program BK
(dalam melibatkan hendaknya
pelaksanaan). banyak unsur bukan saja
Urut- yang mampu sistemik
membantu ditujukan pada
perkembangan peserta didik
urutan proses siswa secara sebagai
bimbingan utuh dalam individu yang
dengan materi kerja hendak diubah
tertentu adalah kolaboratif. pola pikir,
implikasi dari Pihak-pihak sikap, dan
prinsip yang terlibat perilakunya,
Aspek-Aspek Manajemen Program
Layanan Bimbingan dan Konseling
Menurut Juntika Nurihsan (2005) aspek-
aspek manajemen program layanan bimbingan
dan konseling adalah: (1) Perencanaan
Hakikat Manajemen Bimbingan dan Program dan Pengaturan Waktu Pelaksanaan
Konseling Bimbingan dan Konseling, (2)
Suatu program layanan bimbingan dan Pengorganisasian Bimbingan dan Konseling,
konseling tidak mungkin akan tercipta, Pelaksanaan Program Kegiatan Bimbingan
terselenggara dan tercapai bila tidak memiliki dan Konseling, (4) Pemanfaatan Fasilitas
suatu sistem manajemen yang bermutu PendukungKegiatanBimbingandan
(dilakukan secara jelas, sistematis dan terarah). Konseling, (5) Mekanisme Kerja
Stoner (1981) mengemukakan pendapatnya Pengadministrasian Kegiatan Bimbingan dan
mengenai pengertian manajemen sebagai Konseling, dan (6) Pengarahan, Supervisi dan
berikut: Penilaian Kegiatan Bimbingan dan Konseling.
”management is the process of planning, a. Perencanaan Program dan Pengaturan
organizing, leading and controlling the Waktu Pelaksanaan Bimbingan dan
efforts of organizing members and using all Konseling
over organization resources to achieve Hatch dan Stefflre 1961 (Juntika
stated organizational goals” Nurihsan, 2005) berpendapat bahwa proses
perencanaan adalah: (a) the presence of a
Manajemen dapat dikatakan sebagai
need, (b) an analysis of the situation, (c) a
proses perencanaan, pengorganisasian,
review of alternate possibilities, (d) the
kepemimpinan dan pengawasan seluruh
choice of a course of action.
anggota organisasi (kelompok) dan
pemanfaatan seluruh sumberdaya organisasi
Adapun manfaat dilakukannya
untuk mencapai tujuan organisasi yang telah
perencanaan program secara matang yaitu:
ditetapkan.
Adanya kejelasan arah pelaksanaan
Sedangkan menurut Suherman AS (2010):
program bimbingan, (b) Adanya
Secara semantik manajemen mempunyai
kemudahan mengontrol dan mengevaluasi
beberapa arti, tergantung dari konteks dan
kegiatan-kegiatan bimbingan yang
maksudnya. Kata manajemen yang dipakai
dilakukan, dan (c) Terlaksananya program
dalam kehidupan berorganisasi merupakan
kegiatan bimbingan secara lancar, efisien
terjemahan dari bahasa Inggris to manage
dan efektif.
yang berarti mengurus, mengatur,
b. Pengorganisasian Bimbingan dan
mengemudikan, mengarahkan,
Konseling
mengendalikan, menangani, mengelola,
Dalam SK Menpan No. 84/1993
menyelenggarakan, menjalankan,
ditegaskan bahwa tugas pokok Guru
melaksanakan dan memimpin. Sedangkan
Bimbingan dan Konseling adalah
dalam bahasa Latin manajemen berasal dari
"menyusun program bimbingan,
kata mano yang berarti tangan, kemudian
menjadi manus yang berarti bekerja melaksanakan program bimbingan,
evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis
berkali-kali menggunakan tangan,
hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak
kemudian ditambah imbuhan angere yang
lanjut dalam program bimbingan terhadap
berarti melakukan sesuatu sehingga
peserta didik yang menjadi tanggung
menjadi managiare yang berarti melakukan
jawabnya" (Pasal 4).
sesuatu berkali-kali dengan menggunakan
beberapa tangan. Unsur-unsur utama yang terdapat di
dalam tugas pokok Guru. Pembimbing
Dengan kata lain untuk mengerjakan meliputi:
sesuatu memerlukan tangan-tangan dan Bidang-bidang bimbingan;
kegiatan orang lain. Sehingga Jenis-jenis layanan bimbingan dan
manajemen diartikan sebagai proses konseling;
mengadakan, mengatur, dan memanfaatkan
berbagai sumber daya yang dianggap penting
guna mencapai suatu tujuan. Lebih jauh
manajemen merupakan keseluruhan proses
aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok
manusia dalam suatu sistem organisasi dengan
menggunakan segala sumber daya
untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Fasilitas dan pembiayaan
merupakan aspek penting yang harus
diperhatikan dalam suatu program
3) Jenis-jenis kegiatan pendukung bimbingan. Adapun aspek pembiayaan
bimbingan dan konseling; memerlukan perhatian yang lebih serius
4) Tahapan pelaksanaan program karena dalam kenyataannya aspek
bimbingan dan konseling; tersebut merupakan salah satu faktor
Jumlah siswa yang menjadi tanggung jawab penghambat proses pelaksanaan
Guru Bimbingan dan Konseling untuk layanan bimbingan dan konseling
memperoleh pelayanan (minimal 150 orang sekarang ini. Tanpa adanya pembiayaan
siswa). yang memadai, maka proses
Setiap kegiatan bimbingan dan pelaksanaan program layanan
konseling harus mencakup unsur-unsur bimbingan dan konseling cenderung
tersebut di atas, yaitu bidang bimbingan dan mengalami hambatan.
konseling, jenis layanan atau kegiatan Sarana yang diperlukan untuk
pendukung, dan tahapan pelaksanaannya. penunjang pelayanan bimbingan dan
Dengan demikian, setiap kegiatan bimbingan konseling adalah sebagai berikut.
dan konseling itu merupakan satu bentuk "tiga a) Alat pengumpul data, baik tes
dimensi" dari sub-sub maupun non-tes.
unsur "bidang-layanan/pendukung-tahapan" b) Alat penyimpan data, khususnya
itu. dalam bentuk himpunan data.
Setiap Guru Bimbingan dan Konseling c) Kelengkapan penunjang teknis,
berkewajiban dan bertanggung jawab atas seperti data informasi, paket
penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan bimbingan, alat bantu bimbingan.
konseling terhadap sekurang-kurangnya d) Perlengkapan administrasi, seperti
orang siswa. Siswa-siswa yang berada dalam alat tulis menulis, format rencana
tanggung jawab Guru Bimbingan dan satuan layanan dan kegiatan
Konseling itu disebut siswa asuh bagi Guru pendukung serta blanko laporan
Bimbingan dan Konseling yang bersangkutan. kegiatan, blanko surat, kartu
Selanjutnya program yang telah konsultasi, kartu kasus, blanko
direncanakan/disusun itu dilaksanakan konferensi kasus, dan agenda surat.
melalui: Mekanisme Kerja Pengadministrasian
1) Persiapan pelaksanaan, yang meliputi Kegiatan Bimbingan dan Konseling
Persiapan fisik (tempat dan perabot), Agar petaksanaan layanan
perangkat keras; (b) Persiapan bahan, bimbingan dan konseling di sekolah
perangkat lunak; (c) Persiapan personil; dapat berjalan secara teratur dan
(d) Persiapan keterampilan mencapai tujuan maka diperlukan
menerapkan/menggunakan metode, teknik adanya administrasi yang baik, teratur
khusus, media dan alat; (e) Persiapan dan mantap. Sebab tanpa administrasi
administrasi; yang baik, teratur dan mantap
Pelaksanaan kegiatan, sesuai dengan rencana, maka proses pelaksanaan layanan
yang meliputi (a) Penerapan metode, teknik bimbingan akan tidak mencapai tujuan
khusus, media dan alat; dan sasaran yang telah ditetapkan.
Penyampaiaa bahan, pemanfaatan Dengan administrasi yang baik, teratur
sumber bahan; (c) Pengaktifan narasumber; dan mantap setiap personel bimbingan
(d) Efisiensi waktu; (e) Administrasi bimbingan mengetahui posisinya
pelaksanaan. masing-masing, baik itu berupa tugas,
Pelaksanaan Program Kegiatan Bimbingan dan tanggung jawab maupun wewenang.
Konseling Dengan memahami, mengetahui dan
Dalam pelaksanaan Program, masing-masing melaksanakan tugas, tanggung jawab
personel sekolah yang berkaitan dengan dan wewenang yang
pelaksanaan program kegiatan layanan dibebankan kepada masing-masing
bimbingan dan konseling di sekolah meliputi personel bimbingan, maka terciptalah
(a) Kepala Sekolah, (b) Wakil Kepala suatu mekanisme kerja yang mantap.
Sekolah, (c) Koordinator Bimbingan dan
Konseling, (d) Guru Bimbingan dan
Konseling, (e) Tenaga
f. Pengarahan, Supervisi dan Penilaian
Kegiatan Bimbingan dan Konseling.
Administrasi, (f) Guru Mata Pelajaran, dan 1) Pengarahan
Wali Kelas, mempunyai tanggung jawab serta Pengarahan adalah salah satu
peran masing-masing. aspek penting dalam manajemen
Pemanfaatan Fasilitas Pendukung Kegiatan program layanan bimbingan dan
Bimbingan dan Konseling
konseling. Berikut ini dikemukakan Mengadakan perubahan, penataran, dan
beberapa konsep pengarahan. Hatch dan mengadakan perubahan perilaku.
Stefflre Penilaian Program Layanan Bimbingan
1961 (Juntika Nurihsan, 2005) Penilaian merupakan langkah
mengemukakan pengarahan itu sebagai pentingdalam manajemen program
berikut. bimbingan. Tanpa penilaian tidak
It is that phase of administration mungkin kita dapat mengetahui dan
concerned with the coordination, mengidentifikasi keberhasilan
control, and stimulation of others. It pelaksanaan program bimbingan yang
is sometimes thought of as a process telah direncanakan. Penilaian program
and identified as that phase in which bimbingan merupakan usaha untuk
commands are given, or in which menilai sejauh mana pelaksanaan
others are authorized to act or program itu mencapai tujuan yangtelah
stimulated to act without command. ditetapkan. Dengan kata lain bahwa
keberhasilan program dalam pencapaian
Pendapat ini mengemukakan
tujuan merupakan suatu kondisi yang
pengarahan sebagai suatu fase
hendak dilihat lewat kegiatan penilaian.
administratif yang mencakup
Sehubungan dengan penilaian ini,
koordinasi, kontrol, dan stimulasi
Shertzer dan Stone (1966)
terhadap yang lain. Di satu pihak, hal itu
mengemukakan pendapatnya:
adakalanya dipikirkan sebagai suatu
"Evaluation consist of making
proses dan merupakan suatu fase
systematic judgements of the relative
pemberian komando, dan pada sisi lain
effectiveness with which goals are
merupakan wewenang dalam bertindak
attained in relation to special standards
atau stimulasi dalam bertindak tanpa
".
komando.
Adapun pentingnya pengarahan Penilaian kegiatan bimbingan di
dalam program bimbingan ialah: sekolah adalah segala upaya, tindakan
Untuk menciptakan suatu koordinasi atau proses untuk menentukan derajat
dan komunikasi dengan seluruh staf kualitas kemajuan kegiatan yang
bimbingan yang ada berkaitan dengan pelaksanaan program
Untuk mendorong staf bimbingan dalam bimbingan di sekolah dengan mengacu
melaksanakan tugas-tugasnya, dan pada kriteria atau patokan-patokan
Memungkinkan kelancaran dan tertentu sesuai dengan program
efektivitas pelaksanaan program bimbingan yang dilaksanakan.
yang telah direncanakan. Ada dua macam kegiatan penilaian
Supervisi Kegiatan Bimbingan Supervisi program kegiatan bimbingan, yaitu
merupakan salah satu penilain proses dan penilaian hasil.
tahap penting dalam manajemen Penilaian proses dimaksudkan untuk
program bimbingan. Berbagai pendapat mengetahui sampai sejauh mana
telah dikemukakan berkenaan dengan keefektrfan layanan bimbingan
supervise ini. Stephen Robbins (1978) dilihatdari prosesnya, sedangkan
mengemukakan: "Supervision is penilaian hasil dimaksudkan untuk
traditionally used to refer to the activity memperoleh informasi keefektifan
of immediately directing the activities of layanan bimbingan dilihatdari hasilnya.
subordinates". Aspek yang dinilai baik proses
Menurut Arhtur Jones (1970) maupun hasil antara lain:
supervisi itu mencakup dua bentuk Kesesuaian antara program dengan
kegiatan yaitu: pelaksanaan;
Keterlaksanaan program;
Hambatan-hambatan yang dijumpai;
a) Sebagai kontrol kualitas yang direncanakan
untuk memelihara, menyelenggarakan, dan
menentang perubahan, serta
dan yang menggabungkan,
aktivitas berkesina memanipulasi, dan
Dampak siswa mbungan). menampilkan atau
layanan dalam Mengungkapk menyampaikan
bimbingan kegiatan an informasi seperti
terhadap layanan kelancaran elektronik hardware,
kegiatan bimbingan proses software dan
belajar . dan hubungan antar
mengajar; Mengungkapk suasana jaringan (network
Respon siswa, an penyeleng connectivity).
personil pemahama garaan Contoh dari
sekolah, n siswa- kegiatan hardware adalah
orang tua, siswa atas layanan. bagian fisik dari
dan bahan- computer yaitu
masyaraka bahan Information dan termasuk computer,
t terhadap yang Communication scanner, printer dan
layanan disajikan Technologies (ICT) compact disk read-
bimbingan atau Ada beberapa only memory (CD-
; pemahama istilah kunci yang Rom) burners.
Perubahan n/pendala kita perlu ketahui Sementara software
kemajuan man siswa jika kita belajar adalah program
siswa atas kegunaan dari ICT yang
dilihat dari masalah dalam pendidikan. mengoperasikan
pencapaian yang Teknologi yang computer. Termasuk
tujuan dialaminya berarti kegunanaan Microsoft word atau
layanan . dari alat, materi dan Excel, games dan
bimbingan Mengungkapk prosesnya dalam CD-ROM dan DVD.
, an tampilan tugas Network
pencapaian kegunaan secara efisien. connectivity berarti
tugas- layanan Untuk sambungan atau
tugas bag! siswa meningkatkan jaringan terhubung
perkemban dan kualitas hidup dan pada computer
gan, dan perolehan untuk memenuhi sehingga pengguna
hasil siswa kebutuhan dan computer dapat
belajar; sebagaihas keinginan manusia. berkomunikasi satu
dan ildari Teknologi sama lain dan
keberhasil partisipasi/ dalam pendidikan berbagi hal seperti
an siswa aktivitasny berarti kegunaan printer dan
setelah a dalam dari alat, materi dan dokumen.
menamatk kegiatan prosesnya untuk Lebih luas lagi
an sekolah layanan meningkatkan ICT meliputi halnya
baik pada bimbingan pembelajaran seperti
studi . ‘mobile
papan tulis, kapur technologyies’
lanjutanata Mengungkapk dan computer. (contohnya telepon
upunpada an minat Information
siswa genggam), ‘wireless
kehidupan
tentang technologies’
nyadi Technology
perlunya (contohnya
masyaraka
layanan computer laptop
t. (IT)
bimbingan yang terhubunga
Apabila
lebih dengan internet
dilihat dari berarti
lanjut. menggunakan
sifat evaluasi,
Mengamati teknologi wireless–
evaluasi
perkemban wi-fi), teknologi
bimbingan computer dan
gan siswa elektonik, teknologi
dan konseling apllikasinya dan ini
dari waktu online, teknologi
lebih bersifat adalah bagian yang
ke waktu computer. ICT
"penilaian besar dalam ICT.
dalam proses" (butir ini memiliki tiga fungsi
Information and kunci yang
yang dapat terutama
Communication berhubungan
dilakukan dilakukan
technology (ICT) dengan:
dengan cara dalam
berarti semua a. Informasi
berikut ini. kegiatan
teknologi yang (mengakses,
Mengamati layanan
digunakan untuk menyimpan,
partisipasi bimbingan
mengakses,
memulihkan, rata-rata populasi dengan
memanipulasi) berkorelasi rumus menggunakan uji
Komunikasi t-tes yang Development statistik, sebagai
(diantara pengguna) digunakan Of berikut:
Penemuan dan (Sugiyono: 2007). a. Data hasil pretes
Management
adaptasi kelompok
pengetahuan, skill, r. Guidance
eksperimen dan
hasil pembelajaran And kelompok
dan sumber Manajemen BK Counseling kontrol
informasi. Berbasis ICT Based ICT dianalisis
Untuk (Saifoel dengan
Meningkatkan Bachrie) menghitung
Efektivitas rerata dan
Manajemen BK simpangan baku
a. Data hasil pre Komprehensif di untuk uji
tes kelompok Kota Bekasi Perlakuan normalitas dan
eksperimen dan Proses selanjutnya ditutup homogenitas.
kelompok kontrol perlakuan dengan post test. b. Data posttest
akan dianalisis (treatment) pada Materi-materi yang kelompok
dengan kelompok digunakan dalam eksperimen dan
menghitung rerata ekperimen proses ini secara kelompok
dan simpangan dilaksanakan spesifik adalah kontrol
baku untuk uji selama 10 kali Need Assesment dianalisis
normalitas dan pertemuan. program BK dengan
homogenitas. b. Pertemuan pertama Komprehensif menghitung
Data post diawali dengan pre menggunakan rerata dan
kelompok test sebagai sarana Microsoft Excel, simpangan baku
eksperimen dan untuk melakukan Menghitung untuk uji
kelompok control diagnosis dan Kehadiran siswa normalitas dan
akan dianalisis menentukan urutan menggunakan homogenitas.
dengan pemberian Microsoft Excel, c. Peneliti
menghitung rerata perlakuan. Lebih Aplikasi Sosiometri kemudian
dan simpangan lanjut pertemuan menggunakan menggunakan
baku dilakukan selama Microsoft Access, Uji komparatif
untuk uji 10 kali pertemuan Aplikasi DCM (uji t) atau t-test
normalitas dan untuk perlakuan menggunakan untuk
homogenitas. untuk Microsoft Excel, mengetahui
Peneliti meningkatkan Membuat Database apakah
kemudian efektivitas BK Sederhana kelompok yang
berencana manajemen BK menggunakan mendapatkan
untuk Komprehensif. Microsoft Excel, treatment
menggunakan Uji Proses Materi Bimbingan (Penggunaan
komparatif (uji t) Klasikal dan ICT dalam
atau t-test untuk Kelompok manajemen BK)
mengetahui apakah menggunakan dapat membantu
kelompok yang Microsoft efektivitas
mendapatkan PowerPoint 2007 manajemen BK
treatmen dan Ulead Video dibandingkan
(Penggunaan ICT Studio 9.0 dan 11.0. dengan
dalam manajemen Setelah didapat kelompok yang
BK) dapat data posttest dari tidak
membantu kelompok mendapatkan
efektivitas eksperimen dan treatmen.
manajemen BK kelompok kontrol Penelitian ini
dibandingkan peneliti selanjutnya berusaha untuk
dengan kelompok melakukan melakukan
yang tidak pengolahan data pengujian dua
mendapatkan menggunakan buah rata-rata
treatmen. software SPSS 16.0 populasi
Penelitian ini for Windows. berkorelasi
berusaha untuk Peneliti pada tahap rumus t-tes yang
melakukan selanjutnya (setelah digunakan.
pengujian dua buah data terkumpul)
mengolah data
Berdasarkan alinea sebelumnya dan Konseling secara strategis
hasil uji t dapat didapat bahwa adalah akan mampu untuk
disimpulkan bahwa penggunaan ICT pengadministrasian menganalisis
penggunaan ICT dapat program program dan
dalam manajemen meningkatkan Bimbingan dan hubungan dari
bimbingan dan efektivitas Konseling pada lingkungan dan
konseling pada manajemen indikator memprediksikan
kelompok bimbingan dan pencatatan data kemungkinan yang
eksperimen dapat konseling pribadi siswa. terjadi di masa
meningkatkan komprehensif di Seperti diketahui di yang akan datang
efektivitas kota Bekasi. Data Indonesia beban Pada aspek
manajemen awal hasil rerata tugas satu orang Implementasi Tugas
bimbingan dan masing-masing guru yang melayani Guru Bimbingan
konseling indikator dari 150 siswa dan Konseling
komprehensif keenam aspek dirasakan berat, (Konselor)
(34,308 >2,110). manajemen khususnya dalam diketahui indikator
Dengan demikian bimbingan dan melakukan proses yang memiliki
maka t-hitung konseling administrasi siswa. rerata tertinggi
sebesar 34,308 komprehensif yang Proses administrasi adalah persiapan
lebih besar dari t- diambil pada saat Bimbingan dan pelaksanaan dengan
tabel sebesar 2,110 pretest Konseling yang saat nilai 2.69. persiapan
(t-hitung > t-tabel). menyimpulkan ini merupakan hal yang
Artinya ada bahwa gambaran dilakukan masih penting dalam
peningkatan hasil skala belum sepenuhnya proses manajemen
efektivitas yang manajemen menggunakan layanan Bimbingan
signifikan pada bimbingan dan bantuan teknologi dan Konseling.
penggunaan ICT konseling Informasi dan Persiapan yang baik
dalam manajemen komprehensif di Komputer. dapat mendukung
bimbingan dan kota Bekasi sebesar Upaya peneliti keberhasilan
konseling 2,69 dari skala 5. untuk mendapatkan layanan.
komprehensif. Hasil rerata hasil penelitian Pada aspek
yang paling tinggi yang berkualitas Pemanfaatan
Pembahasan dalam skala ditindaklanjuti Fasilitas Pendukung
manajemen layanan dengan mengupas kegiatan Bimbingan
Hasil Bimbingan dan setiap indikator dan Konseling
Konseling terdapat yang diteliti. Pada indikator yang
Uji pada aspek indikator tinggi adalah
pengorganisasian Perencanaan Keberadaan Ruang
Coba Bimbingan dan Program BK yang memadai
Konseling. Pada dan Pengaturan dan nyaman.
aspek ini yang Waktu Pelaksanaan Ruangan
(Eksperimen) memiliki nilai Bimbingan dan Bimbingan dan
Manajemen rerata tertinggi Konseling yang Konseling yang
BK adalah koordinasi menunjukkan hasil nyaman adalah
Komprehensif dengan guru mata rerata yang tinggi ruangan yang
pelajaran. Hal ini adalah pada mampu membuat
Berbasis sesuai dengan indikator penentuan konselor bekerja
pendapat yang tujuan program dengan lebih tenang
ICT diberikan oleh John layanan bimbingan dan dalam kondisi
C.Worzbyt, Ed.D yang hendak tanpa tekanan.
Dalam dkk (2003) yang dicapai dan Pengaruh psikologis
Meningkatkan menyatakan bahwa Penentuan jenis- dari ruangan
Efektivitas koordinasi jenis kegiatan yang bimbingan dan
Manajemen BK merupakan hal akan dilakukan Konseling yang
Komprehensif penting dalam dengan nilai nyaman dapat
Dari layanan Bimbingan. sebesar 3,25. mempengaruhi
Aspek yang Menurut proses layanan
pembahasan Dahir, Sheldon, & Bimbingan dan
hasil uji tergolong Valiga (1998; Konseling. Hal ini
coba rendah Gysbers, Lapan, & sesuai dengan yang
manajemen dalam Jones, 2000; John diungkapkan oleh
bimbingan dan manajement C.Worzbyt, Ed.D; John C.Worzbyt,
konseling layanan Bimbingan 2003) perencanaan Ed.D dkk (2003)
komprehensif pada yang dilakukan
yang menyatakan layanan Bimbingan kurangnya dan konseling
bahwa kesuksesan dan Konseling yang pengetahuan atau secara keseluruhan.
dari proses layanan ada di luar negeri ilmu konselor
Bimbingan dan sudah dilindungi dalam kegiatan 5. KESIMPULAN
Konseling antara atau mendapat supervisi. Berdasarkan
lain dikarenakan jaminan hukum. Penggunaan
adanya dukungan Sebagai salah satu Teknologi pengumpulan
berupa ketersediaan contoh Informasi dan
material seperti yang ada di Komputer dalam data
ruangan layanan Amerika dimana layanan Bimbingan
alat-alat yang ada di pengadministrasian dan Konseling dan
dalamnya serta yang dikenal khususnya dalam pengembangan
ketersediaan sarana dengan nama manajement program
prasarana lain untuk Bimbingan dan manajemen
memberikan Konseling sangat bimbingan dan
layanan. Data Protection membantu. Hal ini konseling
Pada aspek Act 1998. sesuai dengan yang komprehensif
Pengadminis- Perlindungan data diungkapkan oleh berbasis ICT, maka
trasian Kegiatan ini mulai berlaku Van Horn dan dapat diambil
Bimbingan dan secara efektif pada Myrick (2001; Rita beberapa pokok
Konseling yaitu tahun 2001. Schellenberg: 2008) kesimpulan sebagai
pada indikator Hasil Berdasarkan hal yang menyatakan berikut.
wawancara, daftar tersebut maka saat pentingnya a. Hasil temuan
presensi, daftar ini sudah harus konselor sekolah penelitian yang
nilai raport yang mengembangkan untuk memiliki dilakukan
diselenggarakan upaya untuk pemahaman dan menunjukkan
wali kelas dengan membuat aturan kemampuan dalam rerata yang
nilai sebesar 3,06. yang lebih detail teknologi informasi tinggi pada
Konselor yang ada dan menyeluruh computer. Van Horn keenam aspek
di kota Bekasi mengenai and Myrick (2001; yang diteliti.
diketahui telah pengadmnistrasian Rita Schellenberg: Aspek yang
mampu untuk data. 2008) menyatakan paling tinggi
melakukan kegiatan Aspek terakhir teknologi informasi adalah
administrasi yang diteliti adalah dan computer Pengorganisasia
khususnya yang terlaksananya mendukung n
langsung dilakukan Penilaian Program kesuksesan.
dengan wali kelas. layanan bimbingan Dukungan
Kerja kolaboratif dan Konseling yang
merupakan salah menemukan bahwa mengenai Bimbingan dan
satu prinsip layanan indikator yang Konseling,
Bimbingan dan tinggi adalah pada pentingnya tepatnya pada
Konseling. Sebuah terlaksananya penggunaan indikator
studi yang penilaian program teknologi Informasi Koordinasi
dilakukan oleh layanan Bimbingan dan Komputer dengan Guru
Blackman dkk dan Konseling. diberikan oleh Mata Pelajaran
(2002; Rita Nilai yang peneliti yang lain. dengan nilai
Schellenberg: 2008) didapatkan pada Hasil temuan rerata 3,53. Data
memberikan indikator ini adalah Milsom and Bryant yang terendah
penekanan bahwa 2.58 melampaui (2006) dari 456 pada profil
terdapat indikator adanya konselor sekolah manajement
keuntungan dalam supervisi kegiatan yang tidak Bimbingan dan
kerja secara bimbingan dengan memiliki Konseling di
kolaborasi konselor nilai sebesar 2.47. kemampuan dalam Kota Bekasi
dengan seluruh apabila dikaitkan menggunakan atau adalah pada
pihak yang ada di dengan penelitian memanfaatkan aspek
sekolah, tidak yang dilakukan teknologi informasi Pengadministras
hanya dengn guru oleh Patricia dan computer akan ian Kegiatan
tetapi juga wali Henderson (2009) mengalami Bimbingan dan
kelas, staff rendahnya kegiatan kesulitan dalam Konseling yaitu
administrasi dan supervisi dalam melakukan pada indikator
pihak lain. kegiatan layanan advokasi dan pencatatan data
Pengadministr Bimbingan dan layanan Bimbingan pribadi siswa
asian data dalam Konseling lebih teradministrasi
dikarenakan dengan baik
dengan nilai t-hitung sebesar
rerata 1,92. 34,308 lebih
b. Berdasarkan besar dari t-tabel
hasil penelitian sebesar 2,110 (t-
yang hitung > t-tabel).
dilaksanakan Terdapat
penggunaan ICT peningkatan
dalam efektivitas yang
manajemen signifikan pada
bimbingan dan penggunaan ICT
konseling pada dalam
kelompok manajemen
eksperimen bimbingan dan
dapat konseling
meningkatkan komprehensif.
efektivitas -Ed an
manajemen Internation
bimbingan dan al
konseling Publisher
komprehensif Mey, See Ch.
(34,308 >2,110). (2009).
Dengan “Innovation
demikian maka in