Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bapak S
2. Usia : 46 Tahun
3. Pendidikan : SMK
4. Pekerjaan : Swasta
5. Alamat : Wonoayu
6. Komposisi Anggota Keluarga:
N NAMA JENIS HUBUNGAN UMUR PENDIDIKAN PEKERJAAN
O KELAMIN DENGAN KK
1. Bpk S L Suami 46 Thn SMK Swasta
2. Ibu S P Istri 43 Thn SMK Ibu Rumah
Tangga
3. Nn T P Anak 20 Thn SMA Mahasiswi
4. An L P Anak 12 Thn SD Siswi

GENOGRAM

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal
7. Tipe Keluarga
Keluarga Bpk S menganut tipe Tradisional.
8. Suku Bangsa
Keluarga Bpk S berasal dari suku jawa , kebudayaan yang dianut tidak
bertentangan degan masalah kesehatan dan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah
bahasa jawa.
9. Agama
Seluruh anggota keluarga Bpk S adalah beragama islam.
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga
1) Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari KK ± Rp 2.000.000/bulan kebutuhan
yang diperlukan keluarga :
Makan Rp 500.000
Bayar Listrik Rp 250.000
Pendidikan Rp 1.000.000
Lain-lain Rp 250.000
2) Barang-barang yang dimiliki
1 buah TV, 2 kipas angin, 2 sepeda motor, 1 sepeda angin, 4 lemari pakaian , 1
kulkas.
11. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Rekreasi digunakan keluarga untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton
Tv bersama dirumah, sedangkan rekreasi diluar rumah kadang-kadang pergi kerumah
saudara di Surabaya.

II. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga


12. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Bapak S dalam perkembangan tahap V dan VI yaitu tahap
perkembangan usia sekolah dan tahap perkembangan remaja. Hubungan bapak S dengan
keluarga Ibu S baik-baik saja.
13. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Anak Bapak S belum mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masih
bergantung pada kedua orang tua
14. Riwayat Keluarga Inti
Ibu S memiliki riwayat penyakit Hipertensi. Sedangkan Bapak S sering mengeluh
susah tidur saat malam hari.
15. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ibu dari Ibu S memiliki riwayat penyakit Hipertensi.

III. Lingkungan
16. Karakteristik Rumah
Luas rumah 7 x 30 m2 . Jenis rumah Bapak S permanen dari batu dan semen
terdapat 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 dapur, terdapat jendela diruang
tamu, dan kamar depan. Sirkulasi udara di rumah Bapak S cukup baik, masih
mendapatkan sinar matahari.
Jamban berada dibelakang rumah, jarak sumur dengan septic tank ±10 meter.
Sumber air minum diperoleh dari beli air isi ulang sedangkan air mandi dan memasak
diperoleh dari air sumber bor.
Denah rumah
U
Kamar WC
Mandi

DAPUR Mushollah

Gudang

Kamar Kamar
Tidur Tidur

Kamar
Tidur RUANG TAMU

Keterangan : : Pintu
: Jendela
17. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas
Hubungan antar tentangga Bapak S baik, saling membantu. Keluarga begaul
dengan komunitas tanpa ada budaya khusus yang mempengaruhi pandangan keluarga
bapak S terhadap kesehatan dan tidak ada pandangan makanan khusus apapun.
18. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Bapak S merupakan penduduk asli tinggal di Wonoayu mulai lulus SD
hingga saat ini.
19. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat
Keluarga bapak S sering mengikuti kegiatan arisan per RT, kegiatan gotong
royong dan musyawarah. Sedangkan arisan yang diikuti Ibu N setiap 2 minggu sekali.
20. Sistem Pendukung Keluarga
Jika terjadi masalah keluarga Bapak S selalu mendapatkan dukungan dari
saudaranya, hubungan ikatan keluarga sangat baik. Keluarga Bapak S tidak memiliki
jaminan kesehatan untuk menunjang kesehatan, jika sakit keluarga bapak S hanya
membeli obat diwarung dan berobat ke faskes. Keluarga bapak S bersosialisasinya bagus
dan sifatnya terbuka.

IV. Struktur Keluarga


21. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga Bapak S memberikan respon baik dan sebagai pendengar yang aktif
dalam menyelesaikan masalah. Keluarga memperhatikan usia lawan saat berkomunikasi.
Apabila terdapat masalah selalu menyelesaikannya dengan komunikasi terbuka sampai
masalah dalam keluarga selesai.
22. Struktur Kekuatan Keluarga
Dalam pengambilan keputusan Bapak S selalu mendahului untuk diskusi dan
selalu memberikan support kepada anggota keluarga yang lain. Seluruh anggota keluarga
merasakan arti penting kehadiran anggota keluarga lain.
23. Struktur Peran
Dalam keluarga, Bapak S sebagai mencari nafkah untuk anggota keluarganya. Ibu
N berperan sebagai ibu rumah tangga yang harus menyiapkan semua keperluan suaminya
dan anaknya dirumah.
24. Nilai dan Norma Budaya
Keluarga Bapak S percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah
SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada
obatnya, bila ada keluarga yang sakit, keluarga hanya membawa ke faskes dan membeli
obat di warung.

V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi Afektif
Dalam keluarga Bapak S saling menghormati perbedaan kebutuhan anggota
keluargantya. Hubungan antar keluarga baik dan saling mendukung.
26. Fungsi Sosialisasi
Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga baik
dan selalu menghormati.
27. Fungsi perawatan keluarga
Keluarga Bapak S mengatakan menggunakan faskes dengan baik yaitu dengan
jaminan kesehatan.

VI. Stressor Dan Koping Keluarga


28. Stressor Jangka Pendek Dan Jangka Panjang
1) Stressor Jangka Pendek
Apabila keluarga Bapak S mengalami sakit 1-3 hari hanya membeli obat diwarung
.
2) Stressor Jangka Panjang
Apabila keluarga Bapak S mengalami sakit ≥3 hari maka keluarga Bapak S
mebawa ke faskes jaminan kesehtan yang dimiliki keluarga.
29. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah
Apabila keluarga Bapak S mengalami perbedaan pendapat atau ada masalah
dalam keluarga biasanya bapak S dapat menyelesaikan masalahnya dengan Terbuka,
saling menghargai pendapat adalah salah satu kunci keharmonisan dalam keluarga
mereka.
30. Strategi Koping Yang Digunakan
Anggota keluarga Bapak S selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah
yang ada.

31. Pemeriksaan Fisik


No Pemeriksaan Bpk S Ibu S Nn T An L
1 Kepala Simetris, distribusi Simetris, distribusi Simetris, distribusi Simetris, distribusi
rambut merata, rambut merata, rambut merata, rambut merata,
terdapat uban, terdapat uban, rambut bersih, bersih, tanpa
bersih, tanpa rambut bersih, terdapat ketombe, ketombe, tidak ada
ketombe, tidak ada terdapat ketombe, tidak ada benjolan, benjolan
benjolan tidak ada benjolan rambut rontok
2 TTV TD: 130/80mmhg TD: 150/90 mmhg TD: 100/70 mmhg TD: 70/60 mmhg
S: 36,5Oc S:36,2 Oc S:36,2Oc S:36,6Oc
N: 80 x/menit N: 82 x/menit N: 76 x/menit N: 90 x/menit
RR: 20 x/menit RR: 20 x/menit RR: 20 x/menit RR: 24x/menit
3 BB, TB, PB BB: 70 kg BB: 65 kg BB: 53 kg BB: 24 kg
TB: 169 cm TB: 155 cm TB: 160 cm TB: 145 cm
4 Mata Ada kelainan mata Simetris, Simetris, Simetris,
sebelah kiri, konjungtiva pink, konjungtiva pink, konjungtiva pink,
konjungtiva pink, sclera tidak icteris sclera tidak icteris sclera tidak icteris
sclera tidak icteris
5 Hidung Simetris, bulu Simetris, bulu Simetris, bulu Simetris, bulu
hidung merata, hidung merata, tidak hidung merata, hidung merata, tidak
tidak ada krepitasi ada krepitasi tidak ada krepitasi ada krepitasi
6 Mulut Mukosa bibir Mukosa bibir Mukosa bibir Mukosa bibir
lembab, tidak ada lembab, tidak ada lembab, tidak ada lembab, tidak ada
stomatitis stomatitis stomatitis stomatitis
7 Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran kelenjar pembesaran pembesaran kelenjar
kelenjar tyroid, tyroid, tidak ada kelenjar tyroid, tyroid, tidak ada
tidak ada nyeri nyeri tekan, tidak tidak ada nyeri nyeri tekan, tidak
tekan, tidak ada lesi ada lesi tekan, tidak ada lesi ada lesi
8 Dada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada
vermitus raba vermitus raba vermitus raba vermitus raba
9 Perut/abdome Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada
n nyeri tekan, tidak nyeri tekan, tidak nyeri tekan, tidak nyeri tekan, tidak
ada lesi, tidak ada ada lesi, tidak ada ada lesi, tidak ada ada lesi, tidak ada
asites asites asites asites
10 Ekstremitas Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada Simetris, Tidak ada
atas/tangan lesi, CRT <2 detik, lesi, CRT <2 detik, lesi, CRT <2 detik, lesi, CRT <2 detik,
tidak ada odema tidak ada odema tidak ada odema tidak ada odema
11 Ekstremitas Simetris, tiada ada Simetris, tiada ada Simetris, tiada ada Simetris, tiada ada
bawah/kaki benjolan, tidak ada benjolan, tidak ada benjolan, tidak ada benjolan, tidak ada
odem, tidak ada odem, tidak ada lesi odem, tidak ada odem, tidak ada lesi
lesi lesi
12 Genetalia - - - -

VII. Harapan Keluarga Terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


Keluarga Bapak S berharap keluarganya selalu diberi kesehatan.

Selasa, 18 September 2018

Tanti Puspitasari
ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1. DS : KMK mengenal Resiko penyakit
1. Ibu S mengatakan sering penyakit hipertensi hipertensi
mengeluh sakit kepala
ketika kurang tidur dan
kecapekan, biasanya TD
normal tetapi akhir akhir ini
TD selalu naik.
2. Ibu S mengatakan sakit
kepala bagian kepala
belakang, nyerinya hilang
timbul, bertambah sakit bila
terlalu banyak aktivitas
dengan skala nyeri 3.
3. Keluarga kurang
memahami tentang
penyakit hipertensi, cara
merawat ibu S konsumsi
makanan dan kebutuhan
pola tidur.
DO :
1. Ibu S terlihat sering
memegangi kepala bagian
belakang.
2. Wajah ibu S terlihat
menyeringai saat
merasakan nyeri.
3. TTV
TD: 150/90 mmhg
S:36,2 Oc
N: 82 x/menit
RR: 20 x/menit
2. DS : KMK mengatasi Ketidakmampuan
1. Bapak S mengatakan susah kebutuhan pola tidur mengatasi kebutuhan
tidur saat malam hari. Bapak S dalam istirahat tidur
2. Bapak S mengatakan pemenuhan istirahat
merasakan sakit kepala saat tidur
pagi karena sering
terbangun apabila tidur
malam.
DO :
1. Bapak S kurang dalam
pemenuhan istirahat tidur
(< 6 jam)
2. TTV
TD: 130/80mmhg
S: 36,5Oc
N: 80 x/menit
RR: 20 x/menit
3. DS : KMK memodifikasi Kurangnya
1. Keluarga bapak S lingkungan pengetahuan
mengatakan tidak
mengetahui pengaruh
lingkungan terhadap
penyakit.
DO :
1. Tidak adanya tanaman di
sekitar rumah.
SKORING MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA

1. Resiko penyakit hipertensi Ibu S pada keluarga Bapak S b.d KMK mengenal masalah
penyakit hipertensi.
NO KRITERIA SCORE PEMBENARAN

1. Sifat Masalah 2x1 / 3 = 2/3 Tidak mengenal


Skala : Resiko konsumsi makanan
untuk penyakit
hipertensi

2. Kemungkinan masalah dapat diubah 2x2 / 2 = 2 Sumber dan tindakan


Skala : mudah Ibu S dapat
menjangkau

3. Potensial masalah dapat dicegah 3x1 / 3 = 1 Ibu S akan dapat


Skala : tinggi mengatasi masalah
apabila diberi
penyuluhan tentang
hipertensi

4. Menonjolnya masalah 1x1 / 2 = ½ Ibu S menyadari tidak


Skala : tidak segera diatasi segera mengatasi
masalahnya

Score 4 1/6
SKORING MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA

2. Ketidakmampuan mengatasi pola tidur bapak S pada keluarga bapak S b.d KMK dalam
pemenuhan kebutuhan istirahat tidur.
NO KRITERIA SCORE PEMBENARAN
1. Sifat Masalah 1x1 / 3 = 1/3 Bapak S jarang
Skala : potensial mengalami
ketidakmampuan
mengatasi kebutuhan
pola tidur
2. Kemungkinan masalah dapat diubah 2x2 / 2 = 2 Bapak S mampu
Skala : Mudah mengubah pola tidur
dengan cara tidak
memiliki banyak
beban fikiran
3. Potensial masalah dapat dicegah 3X1 / 3 = 1 Bapak S dapat
Skala : Tinggi mencegah dengan
memulai tidur kurang
dari jam 10 malam
4. Menonjolnya masalah 2x1 / 2 = 1 Bapak S menyadari
Skala : segera diatasi bahwa kebutuhan
istirahat tidur sangan
penting bagi kesehatan
Score 4 1/3
SKORING MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA

3. Kurangnya pengetahuan tentang pengaruh lingkungan Bapak S Pada keluarga bapak S


dengan KMK memodifikasi lingkungan.
NO KRITERIA SCORE PEMBENARAN
1. Sifat Masalah 3x1 / 3 = 1 Lingkungan sekitar
Skala : actual rumah Bapak S terlihat
tidak ada tanaman
2. Kemungkinan masalah dapat diubah 1x2 / 2 = 1 Tindakan dan sumber
Skala : sebagian bapak S sebagian
menjangkau tetapi
tidak memiliki upaya
untuk menjalani
3. Potensial masalah dapat dicegah 1x1 / 3 = 1/3 Bapak S tidak
Skala : rendah memiliki keinginan
memodifkasi
lingkungannya
4. Menonjolnya masalah 1x1 / 2 = ½ Bapak S menyadari
Skala : tidak segera diatasi bahwa ia tidak
memiliki keinginan
untuk memodifikasi
lingkungannya
Score 2 5/6
PRIORITAS DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Resiko penyakit hipertensi Ibu S pada keluarga Bapak S b.d KMK mengenal masalah
penyakit hipertensi.
2. Ketidakmampuan mengatasi pola tidur bapak S pada keluarga bapak S b.d KMK dalam
pemenuhan istirahat tidur.
3. Kurangnya pengetahuan tentang pengaruh lingkungan Bapak S Pada keluarga bapak S
dengan KMK memodifikasi lingkungan.