Anda di halaman 1dari 10

STRUKTUR ORGANISASI SEL SERTA PERANANANNYA

DHIAUL IZZAH RAMADHANI


8881190004

Sel adalah unit dasar struktural dan fungsional terkecil dari organisme, terdiri dari inti dan
sitoplasma yang tertutup dalam membran dan umumnya bersifat mikroskopis. Sel bersifat
fundamental (mendasar) bagi sistem kehidupan. Dalam ilmu biologi seperti halnya atom bersifat
fundamental bagi ilmu kimia. Dalam jenjang organisasi biologis, sel merupakan kumpulan
materi paling sederhana yang dapat hidup. Organisme yang lebih kompleks, bersifat multiseluler,
yang merupakan hasil kerja sama antara banyak jenis sel yang terspesialisasi. Kehidupan pada
tingkat selular muncul dari keteraturan struktur, mencerminkan sifat korelasi antara struktur dan
fungsi.

Ahli biologi sel menyelidiki struktur dan


fungsi dari bagian dalam entitas yang
sangat kecil tersebut melalui fraksionasi sel
yang menjauhkan sel-sel dan memisahkan
organel-organel utama serta struktur
subselular lain. Instrumen yang digunakan
adalah sentrifus. Fraksionasi sel
memungkinkan peneliti menyiapkan
komponen-komponen sel spesifik dalam
jumlah banyak dan mengidentifikasi fungsi
komponen tersebut. Berikut adalah
pembahasan mengenai dua komponen
selular yang terlibat dalam control genetic
sel.
1. Nukleus
Organel pertama yang dibahas adalah
nukleus. Nukleus mengandung sebagian
besar gen dalam sel. Nukleus memiliki
selaput yang memisahkan isinya dari
sitoplasma. Selaput nukleus merupakan
membran ganda, yang masing-masing
terdiri dari lipid dan protein terkait.
Selaput ini berfungsi untuk meregulasi
keluar masuknya sebagian besar protein
dan RNA, juga kompleks besar seperti
makromolekul. Kecuali di pori, sisi
selubung yang menghadap nukleus
dilapisi oleh lamina nukleus, berfungsi untuk mempertahankan bentuk nukelus. Dalam
nukleus, DNA terorganisasi menjadi unit diskret yang disebut kromosom, yang
membawa informasi genetik. Di dalam nukleus terdapat nukleolus yang menyintesis
RNA ribosom berdasarkan instruksi dari DNA. Di dalam nucleolus protein-protein yang
diimpor dari sitoplasma dirakit dengan rRNA menjadi subunit ribosom berukuran besar
dan kecil. Nukleus mengarahkan sintesis protein dengan cara menyintesis RNA duta yang
kemudian ditranspor menuju sitoplasma dan setelah itu ditranslasi oleh ribosom.

2. Ribosom

Ribosom merupakan kompleks yang terbentuk dari RNA ribosom dan protein yang
melaksanakan sintesis protein. Setap saat, ribosom bebas tersebar di dalam sitosol,
sedangkan ribosom terikat melekat pada sisi luar reticulum endoplasma atau selaput
nukelus. Sebagian besar protein yang dibentuk di ribosom bebas berfungsi di sitosol;
contohnya enzim-enzim yang mengkatalis langkah pertama penguraian gula. Ribosom
terikat umumnya membuat protein yang ditakdirkan untuk disisipkan ke dalam membran,
untuk dikemas dalam organel tertentu seperti lisosom atau untuk diekspor dari sel
(sekresi).
Banyak membrane yang berbeda pada sel yang merupakan
bagian dari system endomembran. Tugas-tugas dari
enndomembran ini meliputi sintesis protein dan transport
protein tersebut ke dalam membran dan organel atau keluar
dari sel, metabolisme dan pergerakan lipid, serta
detoksifikasi racun. Berikut adalah cakupan dari system
endomembran.

1. Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan jejaring
membrane yang menyusun lebih dari separuh
total membran dalam banyak sel eukariot. RE
terdiri dari jejaring tubulus dan kantung
bermembran yang disebut sisterna. Ada dua
wilayah pada RE yang memiliki perbedaan dalam
hal struktur dan fungsi, yakni RE halus dan RE
kasar.
a) RE halus
RE halus berfungsi dalam berbagai proses
metabolik, yang bervariasi menurut tipe sel.
Proses-prosesnya antara lain sintesis lipid,
metabolisme karbohidrat, serta detoksifikasi.
Enzim-enzim pada RE halus penting dalam
sintesis lipid, termasuk minyak, fosfolipid, dan steroid. Enzim- enzim lainnya
membantu mendetoksifikasi terutama pada sel hati. RE halus juga menyimpan ion
kalsium. Pelepasan ion kalsium dari RE halus pada sel-sel yang berbeda juga
memicu respons yang berbeda-beda.
b) RE kasar
Banyak jenis sel yang menyekresikan protein yang dihasilkan oleh ribosom yang
melekat pada RE kasar. Sebagian besar protein sekresi adalah glikoprotein,
protein yang berikatan secara kovalen dengan karbohidrat. Karbohidrat ini
dilekatkan ke protein dalam RE oleh molekul terspesialisasi yang ada dalam
membran RE. setelah protein sekresi terbentuk, membrane RE menjaga protein
tersebut terpisah dari protein yang dihasilkan ribosom bebas dan akan tetap
berada dalam sitosol. selain membuat protein sekresi, RE kasar merupakan pabrik
membrane untuk sel. RE kasar tumbuh dengan cara menambahkan protein
mebran dan fosfolipid ke dalam membrannya sendiri. Enzim-enzim yang ada
dalam membrane RE merakit fosfolipid dari precursor-prekursor dalam sitosol.
Membrane RE mengembang dan ditransfer dalam bentuk vesikel transpor ke
komponen-komponen lain sistem endomembran.
2. Aparatus golgi
Setelah meninggalkan RE, banyak
vesikel transport bergerak ke aparatus
golgi. Aparatus golgi dapat kita anggap
sebagai pusat pembuatan,
penggudangan, pemilahan, dan
pengiriman. Di sini, produk-produk RE
seperti protein dimodifikasi dan
disimpan lalu dikirim ke berbagai
tujuan lain. Apparatus golgi sangat
ekstensif pada sel-sel terspesialisasi
untuk sekresi. Badan golgi terdiri dari
kantong-kantong pipih bermembran atau sisterna. Vesikel yang terkonsentrasi di dekat
apparatus golgi terlibat dalam transfer materi di antara bagian-bagian golgi dan struktur
lain. Tumpukan golgi memiliki polaritas struktural sendiri. Kedua kutub tumpukan golgi
disebut sebagai sisi cis dan trans. Sisi cis bekerja sebagai bagian penerimaan sedangkan
sisi trans sebagai bagian pengiriman. Produk-produk RE biasanya dimodifikasi ketika
berpindah dari wilayah cis ke wilayah trans golgi. Misalnya berbagai enzim golgi
memodifikasi bagian-bagian karbohidrat pada glikoprotein. Golgi menyingkirkan
beberapa monomer gula dan mengganti yang lain, menghasilkan beragam karbohidrat.
Selain aktivitas penyelesaiannya, badan golgi membuat sendiri beberapa makromolekul.
Banyak polisakarida yang disekresika oleh sel merupakan produk dari golgi, seperti
pektin. Golgi membuat dan merapikan produknya secara bertahap, dengan berbagai
sisterna berbeda yang mengandung kumpulan enzim yang unik. Sebelum melepaskan
produknya melalui pertunasan vesikel dari sisi trans, tumpukan golgi memilah-milah
produk dan menentukan targetnya pada berbagai bagian sel.

3. Lisosom
Lisosom adalah kantung bermembran
yang berisi enzim-enzim hidrolitik
yang digunakan oleh sel hewan untuk
mencerna makromolekul. Enzim
lisosom bekerja paling baik dalam
suasana asam. Enzim hidrolitik dan
membran lisosom dibuat oleh RE
kasardan kemudian ditransfer menuju
apparatus golgi untuk diproses lebih
lanjut. Lisosom melaksanakan
pencernaan intraseluler dalam
berbagai situasi. Seperti proses fagositosis pada amoeba dan Protista lain yang kemudian
vakuola makanan berfusi dengan lisosom. Lisosom juga menggunakan enzim
hidrolitiknya untuk mendaur ulang materi organik milik sel sendiri, yang dikenal sebagai
autofagi. Saat autofagi, organel yang rusak yang asal-usulnya belum diketahui dan suatu
lisosom berfusi dengan membran luar vesikel ini. Enzim-enzim lisosom menguraikan
materi yang diselubungi, dan monomer-monomer organik dikembalikan ke sitosol untuk
digunakan kembali. Dengan bantuan lisosom, sel terus-menerus memperbarui dirinya
sendiri.

4. Vakuola
Vakuola adalah vesikel yang dibatasi membrane dengan
fungsi berbeda-beda pada jenis sel berbeda-beda.
Vakuola makanan terbentuk melalui fagositosis. Pada
Protista air tawar umumnya memiliki vakuola kontraktil
yang memompa kelebihan air keluar dari sel, sehingga
mempertahankan konsentrasi ion dan molekul yang
sesuai di dalam sel. Tumbuhan dan fungi tidak memiliki
lisosom sehingga vakuola yang melaksanakan hidrolisis.
Vakuola juga memiliki peranan lain. Sel tumbuhan dewasa umumnya memiliki vakuola
sentral berukuran besar. Vakuola ini berkembang dari vakuola-vakuola kecil yang
terbentuk di RE dan badan golgi. Membran vakuola bersifat selektif dalam mentranspor
zat pelarut. Vakuola sentral dapat menyimpan cadangan senyawa organik yang penting,
seperti proein. Selain itu, vakuola sentral berperan sebagai penyimpanan ion utama
anorganik sel tumbuhan seperti kalium dan klorida. Beberapa vakuola mengandung
pigmen yang memberi warna pada sel. Vakuola juga membantu melindungi tumbuhan
dari predator dengan menampung senyawa-senyawa yang beracun atau yang tidak
disukai rasanya oleh hewan. Vakuola memiliki peran utama dalam pertumbuhan sel
tumbuhan, yang menjadi besar ketika vakuola menyerap air.
Organisme mengubah bentuk energi yang diperolehnya dari lingkungan. Dalam sel eukariot,
mitokondria dan kloroplas merupakan organel yang mengubah energi menjadi bentuk yang dapat
digunakan sel. Organel-organel ini juga mengandung sejumlah kecil DNA. DNA inilah yang
memprogram sintesis protein yang dibuat di ribosom organel. Selain mitokondria dan kloroplas,
peroksisom juga bekerja sebagai pengimpor protein terutama dari sitosol.
1. Mitokondria
Mitokondria merupakan organel yang bergerak
kesana-kemari, berubah bentuk, dan berfusi atau
membelah menjadi dua. Mitokondria diselubungi
oleh dua membrane, masing-masing merupakan
lapisan ganda fosfolipid. Membrane luar bertekstur
halus, namun membrane dalam berlipat-lipat,
dengan pelipatan ke dalam yang disebut krista.
Membrane dalam membagi mitokondria menjadi
dua kompartemen, ruang antarmembran dan
matriks mitokondria. Matriks mengandung banyak
enzim yang berbeda-beda, serta DNA mitokondria
dan ribosom. Mitokondria merupakan tempat respirasi seluler, proses metabolic yang
menghasilkan ATP dengan cara mengambil energi dari gula, lemak, dan bahan bakar lain
dengan bantuan oksigen. Sehingga, semakin kompleks, semakin banyak mitokondria
yang ada.

2. Kloroplas
Kloroplas adalah suatu anggota terspesialisasi dari
family organel tumvuhan berkerabat-dekat, plastida.
Beberapa anggota lain adalah amiloplas, kromoplas,
serta berbagai enzim dan molekul lain yang
berfungsi dalam produksi gula secara fotosintesis.
Kloroplas merupakan tempat fotosintesis, yang
mengubah energi surya menjadi energi kimia dengan
menyerap dan menggunakan cahaya matahari untuk
menggerakan sintesis senyawa organik. Di dalam
kloroplas terdapat system bermembran lain dalam
bentuk kantung-kantung pipih yang saling berhubungan disebut tilakoid. Tilakoid ini
disusun bertumpuk, dan setiap tumpukannya disebut grana. Cairan diluar tilakoid disebut
stroma, yang mengandung DNA kloroplas dan ribosom, serta banyak enzim.

3. Peroksisom
Peroksisom adalah kompartemen metabolic
terspesialisasi yang dibatasi oleh satu membrane
tunggal. Peroksisom mengandung enzim-enzim yang
mentransfer hydrogen dari berbagai substrat ke
oksigen menghasilkan hydrogen peroksida sebagai
produk sampingan. Beberapa peroksisom
menggunakan oksigen untuk memecah asam lemak
menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang
kemudian ditranspor ke mitokondria, tempat molekul
digunakan sebagai bahan bakar untuk respirasi
seluler. Peroksisom di hati mendetoksifikasi alcohol
dan senyawa beracun lainnya dengan mentransfer hydrogen dari racun tersebut ke
oksigen. Peroksisom terspesialisasi, disebut glioksisom yang ditemukan dalam jaringan
penyimpan lemak pada biji tumbuhan. Organel ini mengandung enzim yang menginisiasi
pengubahan asam lemak menjadi gula, sebagai sumber energi dan karbon sampai
tumbuhan itu dapat menghasilkan gula sendiri melalui fotosintesis. Peroksisom tumbuh
menjadi besar dengan cara menggabungkan protein-protein yang terutama dibuat di
sitosol.
Pada masa mikroskopi electron, ahli biologi menduga bhwa organel sel mengambang bebas
dalam sitosol. Namun, perbaikan mutu mikroskop cahaya menjadi mikroskop electron
mengungkapkan keberadaan sitoskeleton.
1. Sitoskeleton

Sitoskeleton memainkan peran penting dalam pengorganisasian struktur dan aktivitas sel,
tersusun atas mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Fungsi sitoskeleton
yang paling gambling adalah memberikan sokongan mekanis kepada sel dan
mempertahankan bentuknya. Sitoskeleton menjadi stabil berkat keseimbangan
antaragaya-gaya berlawanan yang dikeluarkan unsur-unsurnya. Tetapi, sitoskeleton lebih
dinamis daripada rangka hewan. Sitoskeleton dapat diuraikan dengan cepat di salah satu
bagian sel dan dirakit kembali di lokasi yang baru, sehingga bentuk sel berubah.
Beberapa tipe motilitas (pergerakan) sel juga melibatkan sitoskeleton. Motilitas sel
umumnya mebutuhkan interaksi sitoskeleton dengan protein motorik. Keduanya bekerja
sama dengan molekul membrane plasma sehingga keseluruhan sel dapat bergerak
sepanjang serat di luar sel. Protein motoric menyebabkan pelengkungan silia dan flagella
dengan cara mencengkeram mikrotubulus dalam organel-organel yang menyebabkan
mikrotubulus saling menggelincir melewati satu sama lain.Sitoskeleton juga terlibat
dalam regulasi aktivitas biokimiawi dalam sel sebagai respons terhadap rangsangan
mekanis. Gaya yang dikeluarkan oleh molekul ekstraseluler melalui protein permukaan
sel tampaknya diteruskan ke dalam sel oleh unsur-unsur sitoskeleton, dan gaya tersebut
bahkan mungkin mencapai nukleus. Pada suatu percobaan, peneliti menggunakan alat
mikromanipulasi untuk menarik protein-protein membrane plasma tertentu yang melekat
ke sitoskeleton. Suatu mikroskop video merekam penyusunan ulang yang terjadi nyaris
seketika pada nucleolus dan struktur-struktur lain dalam nukleus. Berikut adalah tiga tipe
utama serat penyusun sitoskeleton.
a) Mikrotubulus
Mikrotubulus merupakan serat yang paling tebal. Semua sel eukariot memiliki
mikrotubulus. Tabung berongga, dinding terdiri dari 13 kolom molekul tubulin.
Setiap tubulin merupakan protein dimer yang terusun atas dua polipeptida yang agak
berbeda, α-tubulin dan β-tubulin. Fungsi utama mikrotubulus dalah mempertahankan
bentuk sel dalam unsur penopang penahan-kompresi, motilitas sel, pergerakan
kromosom pada pembelahan sel, dan pergerakan organel.
 Sentrosom dan sentriol
Pada sel hewan, mikrotubulus tumbuh keluar dari sentrosom. Dalam
sentrosom terdapat sentriol, masing-masing terdiri dari 9 set triplet
mikrotubulus yang terusun. Sebelum membelah, sentriol bereplikasi.walaupun
sel sentrosom dan sentriol dapat membantu mengorganisasi perakitan
mikrotubulus dalam sel hewan, sentrosom semacam itu tidak terlalyu penting,
karena mikrotubulus telah menjalankan peran sentrosom dalam sel-sel
tersebiut.
 Silia dan flagella
Pada eukariota, denyut flagella dan silia disebabkan oleh susunan
mikrotubulus yang terspesialisasi. Banyak eukariota uniselular terdorong
melewati air oleh silia atau flagella yang bertindak sebagai penggerak, dan
sperma. Pola denyut sila dan flagella berbeda. Silia memiliki gerak merombak
yang menghasilkan gaya searah dengan sumbu flagella sedangkan silia
bekerja mirip dayung. Silia juga dapat berperan sebagai antenna penerima
sinyal bagi sel. Protein membrane pada silia meneruskan sinyal molecular dari
lingkungan sel ke interiornya, sehingga memicu jalur pensinyalan yang dapat
merubah aktivitas sel.
b) Mikrofilamen
Disebut juga filamen aktin, adalah serat yang paling tipis. Mikrofilaemn tersusun atas
dua untai aktin yang teranyam, masing-masing merupakan polimer subunit aktin.
Fungsinya adalah berperan dalam mempertahankan bentuk sel dalam unsur penahan
tegangan, perubahan bentuk sel, kontraksi otot, aliran sitoplasmik, motilitas sel, dan
pembelahan sel berupa pembentukan lekukan penyibakan.
c) Filamen intermediet
Filamen intermediet adalah serat dengan diameter pada kisaran menengah. Filamen
intermediet tersusun atas protein fibrosa ( berserat) yang sangat mengumpar menjadi
kabel yang lebih tebal. Filamen intermediet berperan dalam mempertahankan bentuk
sel (unsur penahan-tegangan), tambatan nukleus dan organel tertentu, serta
pembentukan lamina nukleus. Berbagai jenis filamen intermediet juga berfungsi
sebagai rangla dasar bagi seluruh sitoskeleton.
Selanjutnya, akan dibahas mengenai komponen ekstraseluler dan hubungan antarsel membantu
mengkoordinasi aktivitas seluler. Organel yang akan dibahas terletak pada bagian terluar.
1. Dinding sel tumbuhan
Dinding sel tumbuhan adalah struktur ekstraseluler sel
tumbuhan yang membedakan sel tumbuhan dengan sel
hewan. Dinding sel melindungi sel tumbuhan,
mempertahankan bentuknya, dan mencegah pengambilan
air secara berlebihan. Sel tumbuhan muda pertama-tama
menyekresikan dinding yang relative tipis dan fleksibel,
disebut dinding sel primer. Di antara dinding primer sel-sel
yang bersebelahan, terdapat lamella tengah, lapisan tipis
yang kay akan polisakarida lengket yang disebut pektin.
Sel-sel lain menambahkan dinding sel sekunder di antara
membrane plasma dan dinding primer. Dinding sekunder seringkali dideposit dalam
beberapa lapisan, memiliki matriks kuat dan tahan lama yang memberikan perlindungan
dan sokongan pada sel.

2. Matriks Ekstraseluler (MES) sel hewan

Walaupun tidak memiliki dinding sel, sel hewan memiliki MES. Penyusun utama MES
adalah glikoprotein yang diekskresikan oleh sel. Glikoprotein yang paling melimpah pada
MES adalah kolagen, yang membentuk serat kuat di luar sel. Serat kolagen tertanam
dalam jejaring merupakan jalinan proteoglikan. Beberapa sel dilekatkan ke MES oleh
glikoprotein MES yang lain lagi, misalnya fibronectin. Fibronectin dan protein MES lain
berikatan dngan protein rseptor permukaan sel yang disebut integrin yang tertanam dalam
membrane plasma. Peran MES dalam sel adalah dapat meregulasi perilaku sel. Selain itu,
MES juga dapat mempengaruhi aktivitas gen di dalam nukleus, sehingga MES dapat
membantu mengkoordinasi perilaku semua sel dalam jaringan tersebut.

3. Sambungan Antarsel
a) Plasmodesma pada sel tumbuhan

Plasmodesma merupakan saluran-saluran yang menembus dinding sel.


b) Sambungan ketat, desmosome, dan sambungan celah pada sel hewan
Pada hewan terdapat tiga tipe utama sambungan
antarsel, sambungan ketat, desmosome, dan
sambungan celah.
 Sambungan ketat
Membran plasma sel yang bersebelahan saling
menekan satu sama lain dengan kuat, disatukan oleh
protein spesifik (ungu). Sambungan ketat membentuk
segel kontinu di sekeliling sel,mencegah kebocoran
cairan ekstraseluler melintasi lapisan sel epitel.
 Desmosome
Desmosome disebut juga sambungan pemambat
berfungsi seperti sekrup yang menyambungkan sel-sel
menjadi lembaran-lembaran kuat. Desmosome
melekatkan sel-sel otot ke satu sama lain dalam otot.

 Sambungan celah
Sambungan celah disebut juga sambungan komunikasi yang menyediakan
saluran sitoplasmik dari suatu sel ke sel yang bersebelahan. Sifatnya mirip
dengan plasmodesma pada tumbuhan. Terdiri atas protein membrane yang
mengelilingi suatu pori yang dapat dilewati oleh ion, gula, asam amino, dan
berbagai molekul kecil lain. Sambungan celah dibutuhkan untuk komunikasi
antara sel-sel padabanyak tipe jaringan.