Anda di halaman 1dari 4

BESARAN DAN VEKTOR

Oleh Simon Sadok Siregar


No. Topik Subtopik
Besaran, Satuan dan Vektor - Besaran, Satuan dan Dimensi
- Besaran Turunan
- Vektor dan Skalar
- Operasi Vektor : Penjumlahan Vektor,
Pengurangan Vektor dan Perkalian Vektor
RUMUS – RUMUS
Besaran, Satuan dan Dimensi

Besaran Turunan

VEKTOR Vektor adalah suatu besaran memiliki besar dan arah, sedangkan
Skalar hanya memiliki besar saja.
Contoh Vektor : kecepatan, gaya, momentum, dll
Contoh Skalar : massa, laju, tekanan, dll
Suatu vektor dapat ditulis sebagai berikut :

A = a1 î + a2 ĵ + a3 k̂
 
Besar vektor A ditulis dengan  A , maka :

 A  = a12  a 22  a 32

Operasi Vektor 1. Penjumlahan Vektor


 
A = a1 î + a2 ĵ + a3 k̂ dan B = b1 î + b2 ĵ + b3 k̂ , maka
 
A + B = (a1 + b1) î + (a2 + b2) ĵ + (a3 + b3) k̂

 
A +B = A +
atau + 
   A
 
A +B  = A
2
 B
2B
 2 A . B cos  B
 
A +B  = A
2
 B
2
 2 A . B cos 

1.1 Penjumlahan Vektor dengan Analitik


Setiap vektor yang akan dijumlahkan (diuraikan terhadap
komponen-komponennya (sumbu x dan sumbu y )
Gambar Komponen – komponen sebuah vektor
Komponen vektor A terhadap sumbu X : Ax = A cos θ
Komponen vektor A terhadap sumbu Y : Ay = A sin θ
Vektor Komponen X Komponen Y
A AX = A cos  AY = A sin 
B BX = B cos  BY = B sin 
C CX = C cos  CY = C sin 
RX = AX + BX + CX RY = AY + BY + CY
R = RX + R Y
Besar vektor R : R = R2 2
x  Ry

Ry
Arah vektor R terhadadap sumbu x positif : tan  =
Rx
2. Pengurangan Vektor
 
A – B = (a1 – b1) î + (a2 – b2) ĵ + (a3 – b3) k̂
  –
A –B = 
atau

A –

  – A
 A – B  = A 2  B 2  2 A . B cos 
3. Perkalian Titik (dot) Vektor
 
A  B = a1b1 + a2b2 + a3b3
 
Jika  adalah sudut antara vektor A dan B maka
   
A  B =  A . B  cos 
dengan : î . î = ĵ . ĵ = k̂ . k̂ = 1
î . ĵ = î . k̂ = ĵ . k̂ = 0
4. Perkalian Silang (cross) Vektor
 
A x B = (a1 î + a2 ĵ + a3 k̂ )x(b1 î + b2 ĵ + b3 k̂ )

 ˆi

ˆj kˆ   a 2 a3 

 a1

a3 

 a1

a2 

 b 3  î b 3  b 2 
=  a 1 a2 a3  =  b2 –  b1 ĵ
+ 1
b

 b1 b2 b3 
 

= (a2.b3 – a3.b2) î – (a1.b3 – a3.b1) ĵ + (a1.b2 – a2.b1) k̂
dengan : î x î = ĵ x ĵ = k̂ x k̂ = 0
î x ĵ = – ĵ x î = k̂ , i

x k̂ = – k̂ x ĵ = î k j

k̂ x î = – î x k̂ = ĵ
 
Jika  adalah sudut antara vektor A dan B maka
   
 A x B  =  A . B  sin 
SOAL DAN SOLUSI
01. Sebuah pesawat dengan massa M terbang pada ketinggian tertentu dengan laju v. Kerapatan udara
di ketinggian itu adalah ρ. Diketahui bahwa gaya angkat udara pada pesawat bergantung pada:
kerapatan udara, laju pesawat, luas permukaan sayap pesawat A dan suatu konstanta tanpa dimensi
yang bergantung geometri sayap. Pilot pesawat memutuskan untuk menaikkan ketinggian pesawat
sedemikian sehingga rapat udara turun menjadi 0.5 ρ. Tentukan berapa kecepatan yang dibutuhkan
pesawat untuk menghasilkan gaya angkat yang sama? (nyatakan dalam v)
SOLUSI :
Dari soal diketahui : F =  v A dengan k adalah konstanta tanpa dimensi, m =  V
Dari analisa dimensi : [MLT-2] = [ML-3]  [LT-1]  [L2] di dapat :  = 2,  = 1,  = 1
Jadi F = kv2A. Jika rapat udara turun menjadi 0.5 maka untuk memper tahankan gaya yang sama
dibutuhkan kecepatan 2 v
02. Sebuah helikopter memiliki daya angkat P yang hanya bergantung pada berat beban total W
(yaitu berat helikopter ditambah berat beban) yang diangkat, massa jenis udara ρ dan panjang
baling-baling helikopter l.
a. Gunakan analisa dimensi untuk menentukan ketergan-tungan P pada W, ρ dan l.
b. Jika daya yang dibutuhkan untuk mengangkat beban total W adalah P 0, berapakah daya yang
dibutuhkan untuk mengangkat beban total 2W?
SOLUSI :
a. Dari informasi soal didapat : P = W..l
dengan k adalah sebuah konstanta tidak berdimensi.
Dimensi daya P = [M][L]2[T]-3, Gaya W = [M][L][T]-2, Rapas jenis ρ = [M][L]-3, Panjang l = [L]
P = k.W..l  [M][L]2[T]-3 = ([M][L][T]-2)  ([M][L]-3)  ([L])  di dapat :  = –0.5,  = 1.5,  = –1
Jadi didapat P = W1,5 ρ −0,5l−1
b. Jika beban total dinaikkan jadi 2 kali, maka daya baru adalah P'=21,5 P0 =2 2 P0
3. Diketahui vektor A = 4i + 3j – 5k dan vektor B = –3i + j – 2k, tentukan perkalian silang vektor A
dan vektor B dan sudut yang dibentuk oleh vektor A dengan vektor B?
SOLUSI :
Diketahui A = 4i + 3j – 5k dan vektor B = –3i + j – 2k, perkalian silang vektor A dan vektor B.
A = (4, 3, –5) dan vektor B = (–3, 1, –2)
 i j k 
 
 4 3  5
 3 1  2 
AxB=  = [3.(–2) – 1.(–5)]i – [4.(–2) – (–3).(–5)]j + [4.1 + (–3).3]k  A x B = –i + 23j
– 5k
Sudut yang dibentuk oleh vektor A = 4i + 3j – 5k dan vektor B = – 3i + j –2k ?
A.B
A = (4, 3,-5)  A = 5 2 dan vektor B = (–3,1, –2)  B = 14 , maka cos  = A . B

4.( 3)  3.1  ( 5).(2) 1  1 


cos  =  cos  =   = arc cos     = 87,83o
5 2 . 14 10 7  10 7 
4. Seorang pengendara mobil berjalan ke utara sejauh 3,00 km, 2,00 km ke timur laut (45 o terhadap
arah utara), 4,00 km ke arah barat dan kemudian 3,00 km ke tenggara (45 o terhdap arah selatan).
Tentukan posisi akhir mobil terhadap posisi awalnya. Kerjakanlah dengan menggunakan sket grafik
kemudian cocokkan dengan menggunakan komponen vektor (ambil utara sebagai sumbu y dan timur
sumbu x)
SOLUSI :
Titik: A = 3 ĵ
B = 2 cos 450 î + 2 sin 450 ĵ = 1,41 î + 1,41 ĵ
C = –4 î
D = 3 cos 1350 î – 3 sin 450 ĵ = 2,12 î – 2,12 ĵ
Maka Jarak akhir dari posisi awal : R = ...?
R = A + B + C + D = –0,47 î + 2,29 ĵ
R = (0,47) 2  (2,29) 2 = 2,34 km
2,29
Sudut vektor R  tan  =   = arc tan (–0,21) = 168,40 atau 11,60 dari arah vektor posisi akhir
 0,47
terhadap arah utara.
5. Perhatikan gambar gaya-gaya berikut ini! Resultan dan arah
ketiga gaya tersebut adalah ....

Besar vektor R : R = ( 4,2) 2  (0,46) 2


R = 4,23
0,46
SOLUSI : Arah vektor R  tan  = 4,2 = 0,11
 = arc tan(0,11) = 6,30
Vektor Komponen X Komponen Y
A=3 –3 0
B=4 4 cos 600 = 2 4 sin 60 = 3,46
0

C=6 6 cos 300 = 5,20 6 sin 300 = – 3


RX = 4,2 RY = 0,46

SOAL LATIHAN (TUGAS RUMAH 01.) :


01. Analisa rumus kecepatan suara itu dengan analisa dimensi, jika kecepatan ini tergantung
pada tekanan P dan massa jenis udara ?
02. Jika Teori Big Bang benar, evolusi alam semesta mengalami masa yang penting sekali setelah
melewati waktu Planck, tp (Planck Time). Nilai dari waktu Planck ini tergantung pada beberapa
konstanta dasar antara lain:
Kecepatan cahaya, c = 3 x 108 m/s (merupakan konstanta dasar teori relativitas).
Konstanta gravitasi Newton, G = 6,67 x 10-11 m3/(s2.kg).
Konstanta Planck, h = 6,63 x 10-34 kg.m2/s (merupakan konstanta Teori Kuantum).
Berdasarkan satuan dari tiga konstanta ini, tentukan
a. Rumusan waktu Planck!
b. Nilai dari waktu Planck!.
03. Diketahui vektor A = 2i + 3k, B = 4j – 2k, dan C = i – j + k, tentukanlah:
a. AB b. A.C c. Sudut antara A dan B. d. (AxB).C

04. Tiga buah gaya yang bekerja pada sebuah partikel dinyatakan sbb : F 1 = 30i – 26j + 63k N ; F2 = -16i +
11j –36k N ; F3 = -12k N, Hitunglah resultan dalam bentuk komponen dan besar resultannya !

05. Perhatikan gambar di samping, carilah resultan dan arah dari


vektor-vektor gaya F1, F2, dan F3 ?

06. Dua vektor yang besarnya sama membentuk sudut θ. Resultan dari kedua vektor itu adalah √3 dari
besar masing-masing vektor. Hitung θ!

07. Serangga berturut-turut bergerak 8,0 cm ke arah timur, 5,0 cm ke arah selatan, 3,0 cm ke
arah barat dan 4,0 cm ke arah utara.
a. Berapa jauhkah dalam arah utara dan timur serangga itu telah bergerak dihitung dari
titik awal geraknya.
b. Tentukan vektor perpindahan serangga secara geometris maupun analitis.
08. Besar dari resultan vektor a dan b sama dengan besar selisih dari kedua vektor itu. Buktikan
bahwa kedua vektor itu saling tegak lurus. (petunjuk : gunakan (a + b).(a + b) = (a - b).(a - b),
untuk membuktikan bahwa : a.b = 0).
09. Jika : a + b = c dan a2 + b2 = c2, buktikan bahwa a dan b saling tegak lurus!

10. Vektor-vektor u, v dan w tak nol dan u = v. Jika v – w = u – w, maka buktikan bahwa vektor
(u – v) tagak lurus dengan vektor w.