Anda di halaman 1dari 10

A.

LATAR BELAKANG

Closed house merupakan suatu rancangan kandang ayam yang meminimalkan


pengaruh lingkungan dari luar kandang. Sistem kandang ini memiliki keunggulan
yaitu memudahkan pengawasan, dapat diatur suhu dan kelembabannya, sehingga
penyebaran penyakit mudah diatasi, persentase kematiannya berkurang dan performa
produksinya lebih tinggi (Lacy, 2001). Menurut Andreas (2016) Sistem kandang
close house menghasilkan konsumsi pakan, bobot badan dan FCR yang lebih baik
dibanding open house. Suhu dan kelembaban sekitar yang sudah diatur pada sistem
close house, mengakibatkan peningkatan kenyamanan broiler yang berdampak pada
peningkatan konsumsi pakan dan proses metabolisme. Dengan keunggulan yang
dimiliki oleh kandang sistem closed haouse diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan peternak.

B. KANDANG Closed House

Dalam pemeliharaan broiler banyak faktor lingkungan yang memengaruhi


salah satunya kandang. Kandang merupakan tempat ayam tinggal dan beraktivitas
sehingga kandang yang nyaman sangat berpengaruh terhadap pencapaian
produktivitas yang baik. Ayam merupakan ternak yang bersifat homeotermis, artinya
ayam akan selalu berusaha menjaga suhu tubuhnya tetap konstan, tidak mengikuti
suhu lingkungan. Cara yang dipakai oleh ayam untuk mengurangi panas tubuh yaitu
dengan radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi (North dan Bell, 1990).

Kandang merupakan salah satu bagian dari manajemen ternak unggas yang
sangat penting untuk diperhatikan. Bagi peternak dengan sistem intensif, kandang
merupakan salah satu penentu keberhasilan beternak. Fungsi utama dari pembuatan
kandang adalah memberikan kenyamanan dan melindungi ternak dari panasnya sinar
matahari pada siang hari, hujan, angin, udara dingin dan untuk mencegah gangguan
seperti predator. Selain itu, kandang juga berfungsi untuk memudahkan tata laksana
yang meliputi pemeliharaan dalam pemberian pakan dan minum, pengawasan
terhadap ayam yang sehat dan ayam yang sakit, (Rasyaf, 2011).

Ayam broiler adalah istilah untuk menyebutkan strain ayam hasil budidaya
teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat
sebagai penghasil daging, konversi pakan irit, siap dipotong pada usia relatif muda,
serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak (Murtidjo, 1987). Ditambahkan
oleh Rasyaf, (1992) bahwa ayam broiler merupakan ayam pedaging yang mengalami
pertumbuhan pesat pada umur 1-5 minggu dengan berat 1.3-1.6 kg, walaupun laju
pertumbuhannya belum maksimum karena ayam broiler dengan berat ≤ 1.3 kg
mengalami kesulitan dalam pemasarannya. Menurut Tarmudji, (2004) keunggulan
karakteristik ayam broiler menandakan bahwa ayam broiler merupakan strain unggul
yang berasal dari daerah subtropis dan produktivitasnya tidak dapat disamakan bila
dipelihara di daerah tropis.

C. PERKANDANGAN Closed House

Pada umumnya ada dua sistem perkandangan yaitu sistem kandang tertutup
(closed house) dimana iklim mikro dalam kandang dapat diatur sesuai kebutuhan, tipe
kandang lainnya adalah kandang terbuka (open house) dimana unsur mikro dalam
kandang tergantung pada kondisi alam di sekitar lingkungan kandang. Kandang yang
digunakan di Indonesia khususnya di peternakan ayam skala kecil adalah sistem
kandang terbuka. Dalam sistem kandang terbuka ada dua tipe kandang yang
digunakan yaitu kandang postal dan kandang panggung. Pada kandang postal lantai
kandang dapat berupa tanah atau tembok yang dilapisi 2 dengan litter baik sekam,
atau bahan lain yang bisa digunakan. Pada kandang panggung lantai kandang berupa
slatt yang terbuat dari bilah bambu atau kayu sehingga lantai kandang terdapat celah
yang memungkinkan dilakukannya pembuangan litter (Tammaludin, 2012).
Pemeliharaan broiler pada umumnya menggunakan kandang alas litter, termasuk
pada kandang tipe closed house. Kelebihan lain dari kandang tipe Closed House
adalah kapasitas atau populasi jauh lebih banyak, ayam lebih terjaga dari gangguan
luar baik fisik, cuaca, maupun serangan penyakit, terhindar dari polusi, keseragaman
ayam lebih bagus, dan pakan lebih efisien. Kandang tipe ini juga memberikan
kemudahan karena kondisi angin akan lebih terkontrol dibandingkan dengan kandang
tipe terbuka, dan kelemahan dari kandang Closed House adalah membutuhkan
investasi dan beban operasional yang cukup tinggi untuk membangunnya. Selain itu
kandang Closed House harus disertai dengan infrastruktur dan penguasaan teknologi
yang baik. Kelebihan dari Kandang Open House adalah biaya operasional yang cukup
murah untuk membangun kandang terbuka, dan untuk memaksimalkan fungsi
ventiliasi karena intensitas angin relatif tinggi dan juga untuk memaksimalkan cahaya
matahari yang juga mmaksimalkan intensitas yang tinggi. dan Kelemahan kandang
Open House adalah Kandang yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dari
luar seperti panas kelembapan udara dan angin, terutama diIndonesia dengan iklim
yang tropis yang terkadang perubahan cuacanya sangat ekstrim. Didaerah dataran
rendah suhu sangat tinggi dan angin cukup kencang. Sementara itu didataran tinggi
suhu sangat dingin disertai dengan kelembapan tinggi, (Tamalludin, 2012).

D. Sistem Kandang Closed house

Adapun struktur umum yang terdapat pada broiler closed house antara lain
bangunan kandang, ventilasi, kipas angin, pendingin kandang, dinding kandang,
filter cahaya, inlet udara, sistem pencahayaan, sistem kendali, dan sumber tenaga
listrik (Weaver 2001). Sistem ventilasi adalah sistem yang mengatur udara bersih
dalam kandang dengan cara membuang kelebihan panas, uap air, dan gas
berbahaya yang mungkin dihasilkan. Sistem ventilasi yang digunakan industri
peternakan adalah evavorating cooling dan exhaust fan. Evavorating cooling
mengalirkan udara segar yang dibutuhkan ke dalam kandang dan exhaust fan
mengeluarkan udara kotor ke luar kandang (Weaver 2001). Fungsi
ventilasi memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan ayam dengan cara
sebagai berikut: pertama, menghilangkan panas yang berlebihan; kedua,
menghilangkan kelebihan kelembaban; ketiga, mengurangi debu; keempat,
mengurangi gas beracun seperti amonia, karbon dioksida, dan karbon
monoksida; kelima, menyediakan oksigen untuk pernapasan. Sistem ventilasi pa
da closed house tergantung dari jenis kipas (fan) yang digunakan. Cara kerja fan itu
sendiri dibagi menjadi dua cara, yaitu mendorong udara masuk dan menyedot keluar.
Cara kerja fan model pertama adalah udara mengalir ke dalam akan
menyebabkan takanan positif sehingga sifat ini disebut dengan system positif
(positive pressure system).Cara kerja fan model kedua adalah udara mengalir dari
dalam kandang menuju ke luar akibat adanya daya sedot fan sehingga terjadi
tekanan negative. Cara kerja fan ini biasa disebut dengan sifat negative (negative
pressure system). Ventilasi mekanik atau ventilasi alami disebut juga ventilasi
tenaga karenamenggunakan kombinasi kipas angin (fan), listrik, udara sisi masu
k dan kendali (thermostats, timers, dll) untuk mengatur temperatur dan kelembaban
(thermostat,timer). Keuntungan utama ventilasi mekanik adalah memiliki prosed
urpengendalian tertutup (closed loop) di mana ventilasi langsung mengontrol l
aju aliran udara (Chao dan Gates 1996).

Konstruksi dinding
Jenis kandang berdasarkan konstruksi dinding dapat dibedakan menjadi kandang
terbuka (open house), kandang semi tertutup (semi closed house) dan kandang
tertutup (closed house). Kandang sistem terbuka merupakan kandang yang
dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Kandang tipe closed
house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-
bahan permanen dan dengan sentuhan teknologi tinggi sehingga biaya pembuatannya
tidak murah. Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem
open house dan closed house. Dinding kandang tipe ini ditutupi oleh tirai yang bisa
dibuka, akan tetapi sudah menggunakan bahan-bahan permanen dan peralatan
berteknologi modern.
Konstruksi lantai
Berdasarkan konstruksi/bentuk lantainya, tipe kandang dibedakan menjadi 2 yaitu:

1. Kandang lantai rapat (litter) atau postal


2. Kandang lantai renggang
Cage/battery system atau kandang baterai: kandang berupa kotak sangkar yang
terbuat dari kawat atau anyaman bambu
 Wire floor system: lantai kandang terbuat dari anyaman kawat ram
 Slat floor system atau kandang panggung (slat): lantai kandang menggunakan
bahan berupa bilah-bilah seperti kayu, logam, bambu, atau plastik, yang disusun
memanjang sehingga lantai bercelah-celah. Lebar celah 2,5 cm dan lebar bilah 2,5 cm
dengan ketebalan 2,5 cm. Panjang disesuaikan dengan kebutuhan.

Berdasarkan jumlah ayam yang ditempatkan dalam kandang, sistem


perkandangan dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Kandang tunggal atau single cage/battery: setiap sangkar berisi 1 ekor


2. Kandang ganda atau multiple cages: setiap sangkar berisi 2-10 ekor
3. Kandang koloni atau colony cages: setiap sangkar berisi satu kelompok ayam
dalam jumlah besar, lebih dari 20 ekor.

E. BIOSECURITY

Tata letak ini juga merupakan bagian dari biosecurity (biosecurity


konseptual), karena bisa berperan menekan rantai penularan penyakit. Sangat
disarankan di satu lokasi peternakan mengaplikasikan sistem one age farming atau all
in all out (dalam 1 lokasi peternakan hanya terdiri dari 1 jenis ayam dengan umur dan
strain yang sama), karena lebih memudahkan dalam monitoring pemeliharaan ternak
secara seragam. Selain itu kemungkinan terjadinya penularan penyakit akibat variasi
umur ternak juga lebih kecil. Namun jika peternak terpaksa tidak bisa menerapkan
sistem pemeliharaan all in all out, maka jarak kedatangan antar DOC sebaiknya
jangan terlalu lama (kurang dari 1 minggu). Jika waktu tersebut tidak dapat dipenuhi
maka saat chick in perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. DOC yang berbeda umur atau waktu kedatangan jangan dipelihara dalam kandang
brooder (indukan) yang sama
2. Jarak antar kandang ayam yang berbeda umur sebaiknya minimal 7 m (1 x lebar
kandang)
3. Arus distribusi personal maupun peralatan antar kandang dengan umur dan jenis
ayam yang berbeda dibatasi, terutama pada saat masa DOC (starter) dan apabila
terjadi outbreak penyakit
4. Jadwal monitoring sebaiknya dimulai dari ayam umur muda ke ayam berumur
lebih tua (dewasa)
5. Lakukan program desinfeksi secara rutin pada masing-masing kandang dengan
menggunakan Antisep, Neo Antisep, Medisep, atau Zaldes
6. Program vaksinasi dibuat sama untuk semua kandang ayam
F. KONSEP EVAPORATING COOLING

Pertama : Evaporating cooling sistem hanya bertujuan untuk menurunkan suhu


dalam kandang. Tetapi memiliki resiko minimbulkan kenaikan kelembababan dan
dapat membentuk titik titik air pada litter (moisture).

Kedua :Setiap penurunan suhu 10C dengan menggunakan evaporating cooling


sistem akan meningkatkan 5% kelembaban.

Ketiga : Kelembaban (%) ditambah suhu dalam satuan (Fahrenhaid) akan


membentuk Heat Indek (HI). HI >160 akan menimbulkan stress, dan HI >180 akan
menimbulkan kematian. Perhatikan tabel beriktu (sumber : Presentasi Gemilang
Citra Indo, Januari 2005) :

G. SUPLAY UDARA SESUAI KEBUTUHAN BEBAN KANDANG

Jika kita telah memahami kebutuhan udara minimum sesuai beban kandang yang
ditanggung, maka kita dapat melajutkan pelajaran berikutnya. Yaitu menghitung
suplay udara yang diperlukan.
Langkah-langkahnya adalah :

1. Pertama : Perhatikan luas penampang kandang (lebar x tinggi rata-rata


kandang). Misalnya : lebar 14 m x tinggi rata-rata 2,5 m

Luas penampang menjadi = 35 meter2.

2. Kedua : Berapa kecepatan maksimum yang dapat dicapai jika seluruh kipas
dinyalakan. Misalnya dari hasil observasi kecepatan angin kandang dalam satu garis
penampang didapatkan data sebagai berikut (satuam m/s) :

Jika dihitung rata-ratanya didapatkan hasil 2,5 m/s

3. Ketiga : Kalikan luas penampang dengan kecepatan angin maksimum yang


dicapai Yaitu : 35 m2 x 2,5 m/s = 87,5 m3/s, Jika diubah menjadi per-jam, maka
perhitungannya adalah : 85,7 m3/s x 3.600 s = 308.520 m3/jam atau 181.615,44
CFM

4. Keempat : Bandingkan kemampuan ventilasi untuk mensuplay udara maksimum


dalam kandang dengan kebutuhan udara kandang.
Hasilnmya adalah :

168.722,4 m3/Jam < 308.520 m3/jam Artinya = kemampuan maksimum ventilasi


kandang untuk mensupaly udara segar minimal adalah lebih besar dibandingkan
kebutuhannya.

SUMBER :

Andreas. 2016. Evaluasi Performan Ayam Broiler Strain Cobb Dan Ross Pada Tipe
Kandang Close Dan Open. Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang.
Malang.
Lacy, P. M. 2001. Broiler Managemen di dalam Bell D. Donald dan JR Weaver D.
Wiliam. Commercial Chicken Meat and Egg Production. United States of
America.
Murtidjo, B. A. 1987. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Penerbit Kanisius
Yogyakarta.
North M.O. Bell D.D. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4th Edition
Van Northland Reindhold New York.
Rasyaf, M. 2011. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Swadaya. Jakarta
Rasyaf, M. 1992. Pengelolaan Peternakan Unggas Pedaging. Kanisius. Yogyakarta.
Tamalludin, Ferry. 2012. Ayam Broiler 22 Hari Panen Lebih Untung. Penebar
Swadaya. Jakarta.
Tarmudji. 2004. Mendeteksi munculnya ayam kerdil. Tabloid Sinar Tani. Jakarta
TUGAS
PRODUKSI TERNAK UNGGAS
”Closed House”

Disusun Oleh:

Marikati Nababan 23010117140065

UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
PROGRAM STUDI PETERNAKAN
SEMARANG
2019