Anda di halaman 1dari 6

Organisasi internasional merupakan suatu persekutuan negara-negara yang dibentuk

dengan persetujuan negara yang dibentuk dengan persetujuan antara para anggotanya dan
mempunyai suatu sistem yang tetap atau perangkat badan-badan yang tugasnya adalah untuk
mencapai tujuan kepentingan bersama dengan cara mengadakan kerjasama antara para
anggotanya.1 Organisasi yang dibentuk melalui suatu perjanjian atau instrumen lainya oleh
sedikitnya tiga negara atau lebih sebagai pihak merupakan suatu kesatuan yang secra hukum
dibedakan dengan kesatuan lainnya dan terdiri dari satu atau beberapa badan. ‘Badan’ didalam
hal ini diartikan sebagai gabungan dari wewenang-wewenang yang berada dibawah satu nama.2
Timbulnya hubungan internasional secara umum pada hakekatnya merupakan proses
perkembangan hubungan antar negara, karena kepentingan dua negara saja tidak dapat
menampung kehendak banyak negara. Dalam membentuk organisasi internasional, negara-
negara melalui organisasi itu akan berusaha untuk mencapai tujuan yang menjadi kepentingan
bersama dan kepentingan ini menyangkut bidang kehidupan internasional yang sangat luas.
Karena bidang-bidang tersebut menyangkut kepentingan banyak negata maka diperlukan
peraturan internasional (international regulation) agar kepentingan masing-masing negara
dapat terjamin.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti organisasi internasional,
hubungan kerjasama antar negara ini dilakukan di berbagai bidang antara lain ekonomi, social
budaya, IPTEK dan lainnya. Membutuhkan suatu wadah agar berbagai kesepakatan antar
negara dapat bekerja dengan baik. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, maka masyarakat
dunia membentuk organisasi antar negara diberbagai bidang.
Dalam pelaksanaan kegiatannya Organisasi Internasional memiliki tujuan yang ingin
dicapai, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan khusus organisasi internasional adalah
untuk menjadikan organisasi ini sebagai forum atau wadah, dan alat untuk mewujudkan
kepentingan bersama sesuai dengan karateristik setiap organisasi. Sedangkan tujuan umum
organisasi internasional diantaranya :
a. Untuk mewujudkan dan mengelola perdamaian, keamanan dunia yang dilakukan
dengan berbagai cara dan upaya.
b. Untuk meningkatkan kesejahteraan negara-negara di dunia khususnya para
anggota, yang dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan masing-masing
organisasi.

1
M.Virally, ‘Definition and Classification of International Organization : A Legal of Approach’, In G.Abi-Saab
(ed). The Concept of International Organization, 51 (1981).
2
N.A. Maryan Green, International Law, Law of Peace, Mc.Donald & Evans Ltd, London 1973, hlm 58.
Adapun beberapa keuntungan dan kerugian Indonesia menjadi anggota dari Organisasi
Internasional didalam beberapa bidang, antara lain :
1. Politik
Manfaat politik Indonesia pada suatu organisasi internasional antara lain
yakni menunjang pelaksanaan kebijakan politik dan hubungan luar negri yag
diabdikan untuk kepentingan nasional, terutama untuk kepentingan
pembangunan di segala bidang.3 Adapun peranan Indonesia dalam politik luar
negri antara lain :
a. Indonesia sebagai Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB
Pada tanggal 28 september 1996, Indonesia secara resmi kembali
menjadi anggota PBB. Hal ini disabut baik oleh pihak PBB kemudian Adam
Malik dipilih sebagai Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974.
b. Normalisasi Hubungan dengan Malaysia
Hubungan Indonesia dengan Malaysia pernah renggang. Pada tanggal 29
Mei sampai 1 Juni diadakan perundingan Bangkok yang isinya :
- Rakyat Sabah dan Serawak diberi kesempatan menegaskan
kembali keputusan yang telah diambil mengenai kedudukan
mereka dalam Federasi Malaysia
- Pemerintah kedua belah pihak menyetujui pemulihan
hubungan diplomatic.
- Tindakan permusuhan antar kedua belah pihak akan
dihentikan. Secara resmi pemulihan hubungan Indonesia
dengan Malaysia berlangsung di Jakarta, 11 Agustus 1966.
c. Peranan Indonesia dalam Asean
ASEAN merupakan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara
(Perbara). Tujuan berdirinya ASEAN :
- Memperkuat kemajuan ekonomi, social, dan budaya di
kawasan Asia Tenggara.
- Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk saling
membantu satu sama lain.

3
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 1999 Tentang Keanggotaan Indonesia dan
Kontribusi Pemerintah Republik Indonesia Pada Organisasi-Organisasi Internasional, Pasal 4 huruf b.
- Meningkatkan kerjasama antar bangsa untuk saling
membantu satu sama lain.
- Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
- Bekerja sama dalam upaya peningkatan pendayagunaan,
pertanian, industry, perluasan perdagangan komoditi
internasional, perbaikan sarana distribusi dan komunikasi,
dan peningkatan taraf hidup rakyat.
d. Peran Serta Indonesia dalam Organisasi Internasional APEC
Organisasi APEC merupakan forum kerja sama bidang ekonomi
antara negara-negara dikawasan Asia dan Pasific. APEC dibentuk di
Canberra , Australia, pada bulan Desember 1989. Indonesia sebagai
anggota APEC ikut berperan aktif dalam organisasi tersebut. Hali ini
menunjukan bahwa politik luar negri Indonesia telah diterapkan dalam
upaya mencapai tujuan negara yang sesuai dengan pembukaan UUD
1945.
e. Peran Serta Indonesia Sebagai Salah Satu Negara Pendiri Gerakan Non
Blok
Gerakan non blok lahir sekitar tahun 1960-an. Blok barat yang
menganut liberalism dalam pengaruh amerika serikat dan blok timur
yang menganut komunis dalam pengaruh uni soviet.
Disamping hal ini ada factor kerugian yang dapat dialami oleh Indonesia,
yakni susunan kenegaraan juga akan meniru sistem negara luar, tanpa
memperhatian cocok atau tidaknya sistem tersebut di negaranya.

2. Ekonomi
Setiap kerjasama yang dilakukan pasti memiliki dampak. Baik dampak
positif berupa keuntungan ataupu dampak berupa kerugian yang dilakukan oleh
Indonesia dengan negara-negara lain. Keuntungan yang didapat dari bidang
ekonomi antara lain ;
a. Pemenuhan kebutuhan dalam negri
Walaupun ada banyak bentuk kerjasama internasional, secara
umum tujuan kerjasama itu adalah untuk mendapatkan pemenuhan
kebutuhan dalam negri. Hal ini karena dengan bekerja-sama, suatu
negara akan mendapatkan bantuan dari negara lain sehinga pemenuhan
dalam negri dapat dipenuhi. Salah satu contoh dari poin pertama ini
adalah ketika Indonesia melakukan kerjasama dengan Vietnam dan
Thailand dalam hal pemenuhan kebutuhan beras dalam negri.

b. Memperluas Pasar Internasional


Keuntungan lain dari kerjasama antar negara adalah semakin
luasnya target pasar bagi produk dalam negri sehingga kesempatan
untuk mendapatkan tambahan penghasilan akan semakin besar. Tidak
hanya itu, manfaat perdagangan internasional juga dapat dirasakan dari
hubungan antar negara yang menyebabkan negara-negara semakin dekat
dan semakin akrab.
c. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Hubungan kerjasama antar negata ternyata juga mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam negri. Seperti dampak
positif transmigrasi, masyarakat yang menjadi bagian dari kerjasama
antar negara akan mendapatkan penghasilan yang lebih dari penjualan
produk karya mereka sehingga mereka bisa membangun daerahnya
sendiri menjadi daerag yang maju dan berkembang. Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat menandakan pertumbuhan ekonomi yang
cukup cepat terjadi karena adanya dukungan dari produk- produk impor.
Tidak hanya keuntungan, ternyata kerjassama antar negara juga memiliki
kerugian tersendiri yang dapat dirasakan secara tidak langsung oleh masyarakat. Dan
beberapa kerugian tersebut adalah :
a. Pasar Domestik Dikuasi Produk Asing.
Kerugian yanh pertama dari kerjasama antar negara yang dapat
dirasakan secara langsung pada saat kita berada di pasar. Pasalnya, pasar
akan dibanjiri produk-produk impor. Fenomena ini, jika tidak ditangani
secara cepat, bisa menjadikan produk-produk lokal kurang laku akibat kalah
saing dari produk import.
b. Muncul Ketergantungan Terhadap Barang Impor
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, produk-produk impor yang
semakin banyak masuk pasar-pasar domestic menjadikan masyarkat lebih
mengenal merkea dibandingan produk-produk lokal. Masyarakat yang
semakin kenal menandakan masyarakat yang sudah mulai ketergantungan
barang-barang impor tersebut. Walaupun kehadiran produk-produk impor
tersebut hasil dari bentuk kerjasama yang dihasilkan melalui proses tawar-
menawar, jika tidak diatur dalam kebijakan-kebijakan khusus yang
mengatur masuknya produk impor maka ketergantungan tersebut akan
semakin sulit dilepaskan.
c. Banyak Imigran Gelap
Tidak hanya produk impor saja yang akan bertambah, namun
kemungkinan banyak imigran gelap akan sangat mungkin terjadi. Hal ini
bisa terjadi karena mereka beranggapan bahwa Indonesia, sebagai negara
pengimport, meupakan negara yang sedang berkembang sehingga
membutuhkan banyak pekerja agar perkembangan tersebut dapat terwujud.
Imigran gelap tersebut merupakan bagian dari dampak positif dan negative
perubahan social yang bisa saja terjadi di masyarakat kita.
d. Produksi Produk Lokal Terganggu
Kerugian kerjasama antar negara yang terakhir adalah terganggunya
produksi lokal karena permintaan yang semakin menurun akibat kalah saing
dengan produk impor. Padahal, produk lokal merupakan salah satu factor
pendorong terjadinya perdagangan internasional antara Indonesia dengan
negara lainnya.

3. Keamanan
Keuntungan yang diperoleh Indonesia ketika menjadi anggoya Dewan
Keamanan PBB :
1. Indonesia diakui sebagai negara yang punya kontribusi nyata bagi
perdamaian dunia.
2. Indonesia lewat organisasi PBB ini akan mendapatkan mandate
menyelesaikan konflik-konflik di dunia dengan jalan damai.
3. Indonesia bisa memperjuangkan agenda kemanusian seperti
masalah pengungsi, pemberantasan terosisme, tata kelola
pemerintahan, isu kesehatan, dan hak pembangunan. Kemudian
mewujudkan kesetaraan gender.
4. Kesempatan lebih luas bagi Indonesia untuk menunjukan
pengaruhnya di arena Internasional dan di kawasan.
5. Berbagai kepentingan nasional juga dapat diproyeksikan ke dunia
Internasional, dan regional. Guna mengantisipasi dan mencegah
berbagai bentuk intervensi negara lain yang dapat menganggu
kedaulatan Indonesia.
6. Indonesia dipercaya dapat menyelesaikan ancaman terror dan juga
menyelesaikan separatisme. Dunia akan lebih percaya kepada
pemerintah Indonesia dibandingkan kelompok terror atau kelompok
separatis.

4. Sosial Budaya
Social budaya antara Indonesia dengan organiasi internasional bertujuan
peningkatan hubungan kerjasama bilateral, regional dan multilateral. Manfaat
pengenalan social budaya kepada organisasi internasional adalah untuk
menunjang upaya pembinaan dan pengembangan nilai-nilai social budaya
bangsa dalam upaya penanggulangan terhadap setiap bentuk ancaman,
tantangan, hambatan gangguan dan kejahatan internasional dalam rangka
pelaksanaan pembangunan nasional.4
Adapun kerugian yang dapat dialami oleh Indonesia dalam bidang social
budaya antara lain ialah budaya bangsa sendiri dapat perlahan-lahan terkikis.

4
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 1999 Tentang Keanggotaan Indonesia dan
Kontribusi Pemerintah Republik Indonesia Pada Organisasi-Organisasi Internasional, Pasal 4 huruf d.