Anda di halaman 1dari 9

ANALISI PENGARUH JUMLAH KENDARAAN TERHADAP KEBISINGAN

Data Jumlah kendaraan dan Kebisiangan berfungsi untuk mengidentifikasi dan


menganalsis pengaruh Jumlah kendaraan bermotor terhadap kebisingan . Pengukuran Jumlah
kendaraan dan Tingkat kebisisngan dilakukan menggunakan bantuan Counter untuk
Menghitung jumlah kendaraan secara manual, aplikasi Sound level meter untukmengukur
tingkat kebisingan dan Stopwatch untuk menghitung waktu tempuh kendaraan. pengukuran
ini dilakukan selama 7 hari secara berkala dimulai pada tanggal 16-20 September perhari
dengan pengukuran sebanyak 4 kali yaitu pada pukul 05:00 – 08:00, 11:00-13:00, 17:00-18:00
dan 22:00-01:00. Lokasi yang dijakadikan temapt penelitian ialah 6 jalan utama/non utama
Kecamatan Ketawangede, Kota Malang.Jawa Timur. sebagai berikut:.

1. Titik pertama : Jalan Gajayana


2. Titik kedua : Jalan Dinoyo
3. Titik ketiga : belakang Kampus Polinema
4. Titik keempat : pos polisi perempatan Jalan Soekarno Hatta
5. Titik kelima : Jalan Kerto
6. Titik keenam : Jalan Sumbersari

Berdasarkan hasil pengukuran dan pengelolahan hasil data kebisingan, jumlah kendaraan
bermotor dengan satuan waktu 1 menit didapat hasil :

1) Hasil pengukuran Jam 05.00-07.00

TINGKAT KEBISINGAN(Db) Rata-Rata


Tingkat
Titik SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT Kebisingan(Db)
1 48,6 70 51,7 63,6 64,4 65 62,3 60,8
2 50,2 67 49,7 66,1 65,2 67 67,5 61,81429
3 39,4 37 60,4 34,7 40,1 21 43,1 39,38333
4 67,5 66 58,9 65,7 65,8 66 64,3 64,88571
5 52,6 49 54,4 43,4 47,6 48 45,4 48,62857
6 62,9 66 53,7 65,5 65,4 64,3 66,0 63,4

Jumlah Kendaraan
Titik
SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
1 40 45 105 23 38 40 36
2 48 40 161 52 51 56 55
3 12 4 25 7 4 7 5
4 102 60 109 97 112 111 98
5 16 16 16 14 17 17 13
6 120 100 118 134 125 123 131

2) Hasil pengukuran Jam 11.00-13.00

TINGKAT KEBISINGAN(Db) Rata-Rata


Tingkat
Titik SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT Kebisngan
1 65,4 64 63,8 51,4 62,8 64,1 58,7 61,45714
2 62,1 67 46,7 65,2 66,4 67,1 63,5 62,57143
3 55,1 52,9 56,5 57,7 55,3 54,2 56,2 57,63333
4 50,9 70 54,6 60,5 63,6 62,3 62,6 60,64286
5 39 60,3 39,9 44,6 47,2 48 46,2 46,45714
6 66 73,9 64,4 68,2 65,4 69 67,4 67,75714

Jumlah Kendaraan Bermotor /1 menit


Titik
SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
1 72 60 55 64 58 50 76
2 75 87 110 83 87 83 95
3 7 16 5 12 15 17 24
4 105 141 110 128 136 110 243
5 9 4 20 13 9 8 23
6 100 128 86 108 128 123 182

3) Hasil Pengukuran Jam 17.00-19.00

TINGKAT KEBISINGAN(Db) Rata-Rata


Tingkat
Titik SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT Kebisingan(Db)
1 62,2 66 58,2 62,3 66,5 67 63,2 63,62857
2 68,3 65 61,4 68,1 64,6 64,6 66,8 65,54286
3 56 60,1 28,6 55,9 57,8 58,1 56,3 52,8
4 67,4 72,2 52,5 69,3 68,2 67,9 67,5 66,42857
5 62 56,3 38,8 60,9 58,9 58,7 57,4 56,14286
6 68,9 66 45,8 68,7 66,4 72 66,2 64,85714

Jumlah Kendaraan Bermotor /Menit


Titik
SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
1 86 87 90 93 84 88 88
2 130 134 130 139 127 87 134
3 16 20 18 21 23 30 19
4 172 190 110 176 192 140 183
5 36 26 25 32 28 21 26
6 149 143 131 144 156 170 147

4) Hasil Pengukuran Jam 22.00.23.59

TINGKAT KEBISINGAN(Db) Rata-Rata


Tingkat
Titik SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT Kebisingan
1 61,5 65 60,6 62,4 64,4 65,1 60,3 62,75714
2 63,5 62 61,5 63,1 61,7 61,9 62,9 62,37143
3 36,9 40,0 30,9 37,5 33,0 34,0 30,2 34,26667
4 65,5 68 65,2 65,8 67,9 68,1 66,6 66,72857
5 32,4 25 22,4 32,6 26,5 28 21,8 26,95714
6 58,4 56 53,3 58,2 55,6 56 53,0 55,78571
Rata-Rata (7 Hari)

Jumlah Kendaraan Bermotor/Menit


Titik
SABTU MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT
1 31 38 37 36 37 41 40
2 54 56 52 60 66 37 51
3 2 4 3 4 2 6 2
4 55 56 61 57 65 67 69
5 1 4 1 2 3 5 1
6 30 32 27 32 27 31 29

Tabel hasil pengukuran jumlah kendaraan dan tingkat kebisingan di keenam titik pada
Kecamatan Ketawangede memiliki variasi data atau dengan kata lain terdapat kesamaan dan
perbedaan antara beberapa tempat tersebut, Dari tabel dapat dilihat volume/jumlah kendaraan
yang memiliki nilai tinggi terdapat jam 17.00-19.00 tepatnya di titik ke 1,2,4, dan 6. dimana
jumlah kendaraan bermotor tertinggi yang lewat sebanyak 190 unit permenit(Hari Kamis).
Keempat ini juga memiliki tingkat kebisingan rata-rata tertinggi pada 4 waktu pengukuran
dengan nilai konsisten diatas 60 desibel. Tingginya Volume dan Kebisingan diderah ini
disebabakan oleh temapt tersebut yang merupakan Jalan Dinoyo,Jalan Gajayana,SumberSari,
dan Perempatan Jalan Soekarno Hatta, Tempat-Tempat ini merupakan lokasi vital dikota
malang karena menghubungkan beberapa daerah seperti Klojen, Lowokwaru bahkan akses
Menuju Kota Batu bisa melalui jalan tersebut.selain itu lokasi ini berada dekat dengan
Universitas Barwijaya Malang,UIN Malang UNISMA sehingga memiliki banyak lokasi
perdagangan(Jasa dan Barang), Perkantoran, pertokoaan, dll Sebagai pendukung kawasan
tersebut. selain itu tingginya volume lalu lintas pada jalan ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas
masyarakt yang melakukan perjalanan pulan sehabis aktivitas pendidikaa dan/atau
kantor.kondisi ini membuat volume kendaraan di lokasi itu meningkat sehingga lokasi-lokasi
ini termasuk dalam zona C. Hal tersebur sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Peraturan
No.178 Tahun 1987 tentang Kebisingan yang Berhubungan dengan Kesehatan dimana zona C
merupakan zona untuk perkantoran, pertokoan, perdagangan, pasar dengan dengan intensitas
kebisingan 50-60 dB.

Tempat di Kecamatan Ketawangede yang memiliki Nilai-nilai Tingkat Kebisingan dan


kendaraan rendah rat-rata berada di titik Ke 3 dan 5. Hal ini dapat dilihat dari data Jumlah
Kendaraan tertinggi hanya 36/menit yang terjadi di hari Sabtu pada jam 17.00-19.00.
Sementara data-data jumalh kendaraan yang memiliki niali rendah terjadi pada jam 22.00-
23.59 dimana terdapar angka 1-5 Kendaraan/menit. Nilai tingkat kebisingan dilokasi 3 dan 5
memiliki rentang rata-rata 20-50an decibel meskipun ada beberapa data yang mencapai nilai
60an, nilai tertinggi terdapat pada hari sabtu jam 1700.19.00 dengan tingkat kebisingan 62.
Sementara nilai terendah ialah terdapat pada hari jumat jam pengukuran 22.00-23.59 yang
miliki tingakt kebisingan 21dB. Rendahnya Tingakt Kebisingan titik 3(Belakang Kampus
Polinema) dan 5(Jalan Kerto) dibanding titik 1,2,4,dan 6 dikarenakan lokasi ini merupakan
jalan di kawasan permukiman sehingga aktivitasnya kendaraann lebih minim dibandingan
lokasi lainya. Meski wilayah permukiman pada jam sibuk 05.00-08.00,11.00-13,00dan 17.00-
19.00 jalan dilokasi ini sering dilalui oleh kendaraan sebab menjadi jalan alternative keluar dari
Kawasan Universitas Brawijaya dan Polinema sehingga tingakt kebisingan dan jumlah
kendaran meningkat.

Berdasarkan Lampiran I Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : KEP-


48/MENLH/11/1996 tanggal 25 Nopember 1996 baku tingkat kebisingan dibedakan
berdasarkan setiap fungsi kawasan dan/atau penggunaan lahan Lokasi 1,2,4,dan 6 yang
merupakan merupakan lokasi vital dikota malang karena menghubungkan beberapa daerah
seperti Klojen, Lowokwaru bahkan akses Menuju Kota Batu dengan aktifitas perkantoran,
pertokoan, perdagangan,Pendidikan dan lain-laim. Titik keemapt dan Keenam Miliki nilai rata-
raat kebisingan yamg melebihi Batas mutu jika dilihat dalam aspek kawasan lokasi-lokasi ini
yang perdagangan,pertokoan,Pendidikan dll(65dB) sementara titik tersebut terdapat niali rata-
rata kebisingan 66,728579(4) dan 67,75714(6) pada hari WeakDay. Sementara untuk titik lain
3 dan 5 yang fungsinya merupakan kawasan permukiman tidak melebihi batas Baku Mutu .
sebab rata-rata tingajt kebisingan berada dalam angka 20-50an sementara batas Baku mutu
kebisingan kawasan permukiman ialah 55.

Tingakt Kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas lalu lintas dalam kajian
Antropologis dapat memberikan dampak negatifi bagi kesehatan masyarakat Hal ini karena
Kebisingan lalu lintas yang melebihi baku mutu dapat menyebabkan dampak negatif bagi
masyarakat yang beraktivitas di sekitar sumber bunyi tersebut. Terdapat hubungan antara
tingkat kebisingan dan tingkat kesulitan kerja terhadap produktivitas secara fisiologis dapat
mempengaruhi konsentrasi secara mental, meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut
jantung, dapat menutup pembuluh darah pada kulit, meningkatkan metabolisme, menyebabkan
gangguan pencernaan, serta meningkatkan ketegangan pada otot . Selain itu dampak lain dari
pengaruh kebisingan dengan intensitas tinggi (di atas baku mutu/Nilai Ambang Batas (NAB))
dapat menyebabkan stress pada karyawan yang akan bermuara pada kehilangan efisiensi dan
produktivitas kerja .Dan kebisingan juga mempunyai efek merugikan kepada daya kerja, yaitu
mengganggu komunikasi pembicaraan. Dapat menyebabkan terjadinya defisiensi performa
kerja dan dapat menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas tenaga kerja . Solusi atau
penangan yang dapat dilakukan dalam menurunkan dan meminimalisir tingkat kebisingan
yaitu dengan cara Penanganan kebisingan pada media rambat bunyi, seperti pemakaian pegas
atau peredam getaran langsung pada mesin akan memotong rambatan bunyi sehingga
mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan, penggunaan pelindung telinga (ear protector).

Hasil grafik digunakan untuk memperjelas dan merepresentasikan tentang


membandingkan Pengaruh Jumlah Kendaran dan Tingkat Kebisingan. Data yang digunakan
ialah data pada weekend(Sabtu dan Minggu) dan Weekday(Senin dan Rabu)dengan mengambil
jam sibuk(05.00-08.00.dan17.00-19.00) dan Jam lengang(22.00.2359). keempat data tersebut
memiliki nilai kebisingan yang tinggi.Berikut grafiknya :
a) Weekend
 Titik 4 Hari Sabtu
80 200

70 180
67.5 172
67.4
160
60
TINGKAT KEBISINGAN

JUMLAH KENDARAAN
55 140
50 50.9
120
40 102 105 100

30 80
60
20 55
40
10 20
0 0
05.00-07.00 11.00-13.00 17.00-19.00 22.00-23.59
AXIS TITLE
Tingkat Kebisingan Jumlah Kendaran

 Titik 4 Hari Minggu

73 200
190
72.2
72 180
71 160
70 70

JUMLAH KENDARAAN
TINGKAT KEBISINGAN

140
69
120
68 110 68
100
67
80
66 66
56 60
65
45 40
64
63 20
62 0
05.00-07.00 11.00-13.00 17.00-19.00 22.00-23.59
AXIS TITLE

Tingkat Kebisingan Jumlah Kendaran


b) Weekday
 Titik 4 Hari Senin

60 120
58.9
109 110 110
58
100
56
TINGKAT KEBISINGAN

JUMLAH KENDARAAN
54.6 80
54
52.5 61
52 60

50 50.1
40
48
20
46

44 0
05.00-07.00 11.00-13.00 17.00-19.00 22.00-23.59
AXIS TITLE

Tingkat Kebisingan Jumlah Kendaran

 Titik 4 hari Rabu

60 120
58.9
109 110 110
58
100
56
TINGKAT KEBISINGAN

JUMLAH KENDARAAN
54.6 80
54
52.5 61
52 60

50 50.1
40
48
20
46

44 0
05.00-07.00 11.00-13.00 17.00-19.00 22.00-23.59
AXIS TITLE

Tingkat Kebisingan Jumlah Kendaran


Hasil grafik hubungan antara kedua variabel tersebut didapatkan hubungan antara
volume kendaraan dengan tingkat kebisingan dapat berubah-ubah. Secara Teori Apabila
volume kendaraan meningkat, maka tingkat kebisingan yang dihasilkan dapat eningkat ataupun
menurun. Sementara itu, pada saat volume kendaraan menurun pun tingkat kebisingan yang
dihasilkan dapat berubah-ubah menjadi meningkat ataupun menurun.

Hasil grafik menunjukan terdapat beberapa data yang tidak sesuai dengan pengaruh
jumlah kendaraan terhadap tingkat kebisingan hal ini dikarenakan Alat yang digunakan dalam
mencatat tingakt kebisingan hanya menggunakan Smartphone melalui aplikasi soundlavel
sehingga hasil yang didapat kurang maksimal jika disbanding dengan alat khusus pengukuran
tingkat kebisingan. Untuk mendapat data kebisingan yang lebih baiak maka diperlukan data
kecepatan kendaraan. Hal ini karena kecepatan merupakan salah satu factor pengaruh kebisingan
Dengan asumsi jika kecepatan kendaraan meningkat, maka tingkat kebisingan yang dihasilkan
dapat meningkat ataupun menurun. Sementara itu, pada saat kecepatan kendaraan menurun
pun tingkat kebisingan yang dihasilkan dapat berubah-ubah menjadi meningkat ataupun
menurun.

REFENSI

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48.1996. Baku Tingkat Kebisingan.
Metawati, N, Busono, T, Siswoyo, S, 2013, Evaluasi Pemenuhan Standar Tingkat Kebisingan
Kelas di SMPN 23 Bandung. Invotex. IX (2): 145-156.
Suroto W. 2010. Dampak Kebisingan Lalu Lintas Terhadap Permukiman Kota (Kasus Kota
Surakarta). Journal of Rural and Development: 1(1).

TAMBAHAN DASAR TEORI

Menteri Kesehatan melalui Peraturan No.178 Tahun 1987 tentang Kebisingan yang
Berhubungan dengan Kesehatan (dikutip dari Fahmi Barry Primanda, 2011), membagi
wilayah kebisingan ke dalam empat zona, yaitu:

a. Zona A, dengan intensitas kebisingan 35 – 45 dB adalah zona untuk tempat


penelitian, rumah sakit, tempat perawatan kesehatan atau sosial.
b. Zona B, adalah untuk perumahan, tempat pendidikan, dan rekreasi dengan intensitas
kebisingan 45-55 dB.
c. Zona C, adalah zona untuk perkantoran, pertokoan, perdagangan, pasar dengan
dengan intensitas kebisingan 50-60 dB.
d. Zona D diperuntukkan untuk lingkungan industri, pabrik, stasiun kereta api, dan
terminal bus dengan intensitas kebisingan 60-70 dB.

Berdasarkan Lampiran I Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : KEP-


48/MENLH/11/1996 tanggal 25 Nopember 1996 baku tingkat kebisingan dibedakan
berdasarkan setiap fungsi kawasan dan/atau penggunaan lahan, untuk baku tingkat
kebisingannya dapat dilihat dihalaman berikut.

Peruntukan Kawasan/Lingkungan Tingkat Kebisingan dB(A)


Kesehatan
a. Peruntukan Kawasan
1. Perumahandanpemukiman 55
2. Perdagangan dan Jasa 70
3. Perkantorandan Perdagangan 65
4. Ruang Terbuka Hijau 50
5. Industri 70
6.Pemerintahan & Fasilitas Umum 60
7. Rekreasi 70
8. Khusus:
- Bandar udara -
- Stasiun Kereta Api -
- Pelabuhan Laut 70
- Cagar Budaya 60
b. Lingkungan Kegiatan
1. Rumah Sakit atausejenisnya 55
2. Sekolah atau sejenisnya 55
3. Tempat ibadah/sejenisnya 55
Sumber : Kep. MenLH No. 48 tahun 1996