Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIK MESIN ARUS SEARAH

LILITAN JANGKAR GENERATOR DC

Di Susun oleh

Kelompok 2 :

HABIB WILDAN FAHRURI 17050413008


ANDI MUHAMAD F. R. G 17050413012
TEGUH WIYONO 17050413013

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

D3 TEKNIK LISTRIK

2018
A. JUDUL
Lilitan Jangkar Generator DC
B. TUJUAN
Mahasiswa dapat memahami jenis lilitan jangkar generator DC
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana kondisi rotor generator DC yang diobservasi?
2. Bagaimana bentuk lilitan jangkar yang diobservasi?
D. TEORI DASAR
a. Pengertian Jangkar
Jangkar yang digunakan dalam generator arus searah adalah yang berbentuk
silinder yang diberi alur-alur pada permukaannya untuk tempat melilitkan lilitan-
lilitan tempat terbangkitnya ggl induksi. Jangkar dibuat dari bahan ferromagnetic,
dengan tujuan agar lilitan jangkar terletak dalam daerah yang induksi magnitnya
besar, agar ggl induksi yang terbangkit dapat bertambah besar. Konstruksi jangkar
generator DC searah ditunjukkan Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Konstruksi Jangkar Generator Arus Searah

Seperti halnya inti kutub magnet, jangkar dibuat dari bahan berlapis lapis tipis
untuk mengurangi panas yang timbul karena adanya arus pusar (eddy current).
Bahan yang digunakan untuk jangkar sejenis campuran baja silikon. Pada umumnya
alur tidak hanya diisi satu sisi lilitan, tetapi diisi lebih dari satu sisi lilitan yang
disusun secara berlapis.
b. Lilitan Jangkar
Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur. Lilitan
tersebut merupakan tempat terbangkitnya tegangan induksi. Jangkar terbuat dari
bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetic dengan permeabilitas yang cukup
besar.
Permeabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar berada pada derah
dengan induksi magnet besar, sehingga tegangan induksi yang dibangkitkan juga
besar. Lilitan jangkar terdiri dari beberapa lilitan yang dipasang di dalam alur
jangkar. Setiap lilitan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang seperti ditunjukkan
Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Jangkar Generator DC

Lilitan jangkar generator DC berfungsi sebagai tempat terbangkitnya induksi.


Lilitan jangkar terdiri dari beberapa kawat yang dipasang di dalam alur jangkar.
Setiap lilitan dapat tediri dari lilitan kawat atau lilitan batang ditunjukkan
Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Lilitan Jangkar


Z = Jumlah penghantar atau kawat jangkar atau batang jangkar.
Zs = Jumlah kawat setiap sisi lilitan.
S = Jumlah sisi lilitan.
Setiap lilitan mempunyai dua sisi lilitan atau kumparan dan jumlahnya genap.
Pada setiap alur dapat dipasang dua sisi lilitan atau lebih dalam dua lapisan
bertumpuk seperti ditunjukkan Gambar 2.4.

Gambar 2.4. Sisi Kumparan


Pada setiap alur terdapat 2U sisi lilitan, jumlah alur G adalah :
Jika setiap kutub mempunyai 8 s/d 18 alur, maka : G = ( 8-18 ) 2p

Setiap lilitan dihubungkan dengan lilitan berikutnya melalui lamel komutator,


sehingga semua lilitan dihubung seri dan merupakan rangkaian tertutup. Setiap
lamel dihubungkan dengan dua sisi lilitan, sehingga jumlah lamel k, adalah :

Jika pada setiap alur terdapat dua sisi lilitan ( U = 1), maka jumlah lamel juga
sama dengan jumlah alur:
c. Lilitan Gelung
Jika lilitan dihubungkan dan dibentuk sedemikian rupa sehingga setiap lilitan
menggelung kembali ke sisi lilitan berikutnya, maka disebut lilitan gelung seperti
ditunjukkan Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Prinsip Lilitan Gelung

Y = kisar lilitan, jarak antara lamel permulaan dan lamel berikutnya


melalui lilitan.
YC = kisar komutator, jumlah lamel yang melalui komutator.
Y1, Y2 = kisar Y = Y1+ Y2= 2.YC

Pada lilitan gelung, kisar Y2 mundur atau negatif. Setiap lilitan mempunyai satu
sisi benomor ganjil dan satu sisi bernomor genap, karena itu Y1 dan Y2 selamanya
harus merupakan bilangan ganjil. Kisar Y1 ditetapkan oleh Iebar lilitan sama dengan
jarak kutub-kutub. Jika lebar lilitan dinyatakan jumlah alur dinyatakan dengan kisar
alur Yg.

Kisar Y1 dinyatakan dengan sejumlah sisi lilitan yang harus dilalui agar dari sisi
yang satu sampai pada sisi berikutnya.
Di dalam setiap alur dimasukkan sisi lilitan 2U dan secara serentak beralih dari
lapisan atas ke lapisan bawah, karena itu:

Kisar Y1 menentukkan cara menghubungkan ujung lilitan yang satu dengan


lilitan berikutnya melalui lamel komutator, kisar Y2 disebut juga kisar hubung.

Contoh :

Setelah itu dibuat tabel lilitan atau hubungan sisi lilitan dengan lamel lilitan
gelung seperti ditunjukkan pada Tabel 2.1. Prinsip lilitan gelung tunggal
ditunjukkan Gambar 2.6.
Tabel 2.1. Hubungan Sisi Lilitan dengan Lamel Lilitan Gelung

Gambar 2.6. Lilitan Gelung Tunggal


Lilitan Gelung Majemuk
Lilitan gelung majemuk terdiri dari dua lilitan gelung tunggal atau lebih yang
dililit secara simetris antara satu dengan lainnya. Pada lilitan gelung tunggal banyak
cabang paralel sama dengan jumlah kutub (2p) generator tersebut, sedangkan pada
lilitan gelung majemuk, banyak cabang parallel adalah:

Untuk menentukan Y1 sama seperti lilitan gelung tunggal, untuk mendapatkan


lilitan gelung majemuk tertutup ujung lilitan terakhir harus kembali lagi ke lamel
awal.
d. Lilitan Gelombang
Lilitan gelombang tunggal
Pada lilitan gelombang kisar komutator Yc lebih besar daripada Yc pada lilitan
gelung. Prinsip lilitan gelombang ditunjukkan Gambar 2.7.

Gambar 2.7. Prinsip Lilitan Gelombang


Kisar pada lilitan gelombang mempunyai nilai positif (maju)
Setelah itu dibuat tabel lilitan atau hubungan sisi lilitan dengan lamellilitan
gelombang seperti ditunjukkan pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Hubungan Sisi Lilitan dengan Lamel
Lilitan Gelombang

Pada lilitan gelombang tunggal banyaknya sikat yang dibutuhkan dua buah,
tidak tergantung pada jumlah kutubnya. Contoh lilitan gelombang ditunjukkan pada
Gambar 2.8.

Gambar 2.8. Lilitan Gelombang Tunggal


Lilitan Gelombang Majemuk
Jika nilai arus atau tegangan yang diperlukan tidak dapat dipenuhi dengan lilitan
gelung atau gelombang tunggal, maka diatasi dengan lilitan gelombang majemuk.
Lilitan gelombang majemuk terdiri dari dua lilitan gelombang tunggal atau lebih.
Setiap lilitan gelombang tunggal terdiri dari dua cabang paralel, pada gelombang
majemuk a = 2 . m.

e. Perbedaan Lilitan Gelung dan Gelombang


Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, tampak perbedaan-perbedaan yang
terdapat pada lilitan gelung dan gelombang, yaitu :
1. Lilitan gelung
a. Untuk generator tegangan rendah, arus besar.
b. Ujung-ujung lilitan dihubungkan pada lamel yang berdekatan.
c. Pada lilitan gelung tunggal, arus yang mengalir pada jangkar terbagi
sesuai dengan jumlah kutub.
d. Pada lilitan gelung majemuk, arus yang mengalir terbagi sesuai rumus a
= m.p.
e. Sisi lilitan terbagi pada dua , yaitu terletak dihadapan kutub utara dan
kutub selatan.
2. Lilitan gelombang
a. Untuk generator tegangan tinggi, arus rendah.
b. Pada lilitan gelombang tunggal ujung-ujung lilitan dihubungkan pada
lamel komutator dengan jarak mendekati 3600 Listrik.
c. Jumlah cabang paralel pada lilitan gelombang tunggal 2 (dua) walaupun
jumlah kutubnya > 2. Pada lilitan gelombang tunggal penghantar pada
masing- masing cabang, diletakkan terbagi rata pada seluruh permukaan
kutub-kutubnya.
d. Lilitan gelombang majemuk digunakan jika dengan lilitan gelung atau
gelombang tunggal arus atau tegangan yang diperlukan tidak tercapai.
E. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan eksperimen atau observasi
ditunjukkan pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

NO NAMA SPESIFIKASI JUMLAH SATUAN

Generator DC
1 Terbuka Satu Buah
Rotor

F. RANCANGAN EKSPERIMEN
Prosedur eksperimen yang dilakukan untuk melakukan identifikasi jenis lilitan
jangkar adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
2. Memilih generator DC yang telah disediakan di Laboratorium Konversi Energi
Listrik (LKEL).
3. Mengamati bentuk dari bagian-bagian penting generator DC dan fungsinya.
4. Mengidentifikasi rotor pada generator DC.
5. Mengamati alur dari lilitan generator DC.
6. Mengambil foto rotor pada generator DC.
7. Menghitung dan mencatat jumlah alur pada jangkar generator DC.
8. Mencatat jumlah lamel pada komutator generator DC.
9. Menggambar lilitan rotor generator tersebut DC.
10. Memelihara dan mengembalikan alat dan bahan yang digunakan.
G. HASIL EKSPERIMEN
a. Jangkar Generator DC
Pada eksperimen kedua ini mengobservasi lilitan generator DC. Data yang
diperoleh pada saat melakukan observasi adalah jumlah alur, jumlah lamel, dan
jenis lilitan rotor. Hasil observasi lilitan generator DC ditunjukkan Tabel 2.5.

Tabel 2.4. Hasil Observasi Lilitan Rotor Generator DC

NO DATA KETERANGAN

1 Jumlah Alur 20 Alur


2 Jumlah Lamel 39 Lamel
3 Jenis Lilitan Rotor Lilitan Bergelombang ( Wave Winding )

Bentuk fisik lilitan dan rotor generator DC yang diobservasi ditunjukkan pada
Gambar 2.9. Dari hasil observasi, jangkar generator DC yang berbentuk silinder
dengan alur pada permukaan jangkar. Jumlah alur pada jangkar 20 alur dengan
kondisi sedikit berkarat dan kotor.

Bearing

Jangkar

Alur

Lilitan Jangkar

Komutator

Lamel

Poros

Gambar 2.9. Rotor dan Bagian-Bagiannya


b. Komutator
Fisik komutator pada rotor generator DC yang diobservasi ditunjukkan Gambar
2.10. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa komutator terdiri dari lamel dengan
jumlah 39 lamel dan kondisinya perlu dibersihkan dan diratakan permukaannya.

Komutator

Lamel

Gambar 2.10. Komutator


c. Jenis Lilitan
Dari hasil observasi pada rotor, jenis lilitannya adalah lilitan wave winding
(lilitan gelombang). Kondisi lilitan juga kotor dan berdebu, sehingga pada saat
melakukan observasi harus membersihkan terlebih dahulu. Skema lilitan wave
winding pada rotor generator DC yang diobservasi ditunjukkan Gambar 2.11.

Gambar 2.11. Skema Lilitan Rotor Wave Winding

H. INTERPRETASI DATA
Berdasarkan hasil observasi dalam lilitan jangkar generator DC menunjukkan
bahwa jumlah alur pada rotor generator yang diobservasi jumlahnya 20 alur, jumlah
lamel komutator 39, dan jenis lilitan pada jangkar adalah lilitan gelombang.
I. ANALISIS DATA
Setelah melakukan observasi rotor generator DC, generator DC ini menggunakan
jenis lilitan rotor wave winding (lilitan gelombang). Jumlah alur pada rotor 20 alur dan
jumlah lamel komutator 39 lamel. Jenis lilitan ini lebih tepat digunakan untuk generator
dengan tegangan tinggi dan arus listrik rendah.
Kondisi rotor sangat kotor, komutator, dan lilitan jangkar kotor dan berdebu,
sehingga pada saat melakukan observasi harus dilakukan pembersihan terlebih dahulu
agar saat pengambilan data dapat di dokumentasikan dengan baik serta dapat
menyelesaikan kegiatan eksperimen atau observasi kedua dengan lancar.
J. SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan data hasil observasi, interpretasi data, dan analisis data dapat
disimpulkan jenis lilitan rotor wave winding. Jumlah alur pada rotor 20 alur dan jumlah
lamel komutator 39 lamel. Jenis lilitan ini ( wave winding ) lebih tepat digunakan untuk
generator dengan tegangan tinggi dan arus listrik rendah.
Saran
Hendaknya jenis lilitan rotor yang diobservasi pada praktikum lebih bervariasi
sehingga mahasiswa lebih memahami jenis lilitan jangkar generator DC. Serta dalam
menyelesaikan permasalahan yang ada pada exsperiment sheet harus lebih cermat dan
teliti agar dapat mempermudah dalam melakukan eksperimen untuk menyelesaikan
masalah.

K. REFERENSI
Joko, 2014. Lembar Exsperiment Sheet Mahasiswa Mesin-Mesin Listrik (LES).
Jurusan Teknik Elektro FT Unesa Surabaya, Surabaya.
Joko, 2014. Mesin Arus Searah. Jurusan Teknik Elektro FT Unesa Surabaya, Surabaya.
Masdoeki R., 2002. Mesin Arus Searah I dan II. Surabaya: University Press Unesa.