Anda di halaman 1dari 2

Nama: Nadila Sekar Zahida

NIM: 180342618074
Offering: H 2018

1. Pada organisme uniseluler hanya meiliki cairan intraseluler yaitu sitosol yang
mengandung sebagian besar air dengan beberapa ion seperti natrium, kalium, klorida,
magnesium dll dan adanya asam amino, protein yang larut dalam air dan molekul lain.
Sedangkan, pada organisme multiseluler, terdapat cairan intraseluler yaitu sitosol yang
mengandung sebagian besar air dengan beberapa ion seperti natrium, kalium, klorida,
magnesium dll serta adanya asam amino, protein yang larut dalam air dan molekul lain
dan terdapat cairan ekstraseluler yaitu air, natrium, kalium, kalsium, klorida, bikarbonat
dan plasma darah.
2. Pada darah hewan yang memiliki sistem sirkulasi terbuka tidak memiliki hemoglobin,
aliran darah lambat karena tekanan darah rendah, memiliki cairan interestitial.
Sedangkan, pada darah hewan yang memiliki sirkulasi tertutup, memiliki hemoglobin,
aliran darah cepat karena tekanan darah tinggi dan tidak memiliki cairan interestitial.
3. Perbedaan sirkulasi tertutup dan terbuka:
 Sirkulasi tertutup:
1. Sistem peredaran darahnya kompleks yang terdiri dari vena, arteri, dan
pembuluh kapiler.
2. Mengedarkan darah melalui pembuluh-pembuluh darah.
3. Mempunyai kapiler dan jantung sejati untuk memompa darah.
4. Darahnya mengalir cukup deras karena tekanan darah tinggi.
5. Terdapat pada manusia dan mayoritas hewan bertulang belakang
(vertebrata).
 Sirkulasi terbuka:
1. Sistem peredaran darahnya masih sederhana
2. Mengalirkan darah melalui rongga-rongga yang terdapat dalam tubuh
karena belum mempunyai sistem pembuluh darah sejati.
3. Belum memiliki jantung dan kapiler sejati.
4. Darahnya mengalir cukup lambat karena tekanan darahnya rendah.
5. Terdapat pada mayoritas hewan tidak bertulang belakang (invertebrata).
4.

5. Darah sebagai Alat transportasi: darah berperan dalam pengangkutan oksigen dan
karbondioksida serta zat dan sari makanan keseluruh tubuh. Pembuluh darah terletak
hampir diseluruh organ, contohnya usus dan paru2. Kondisi yang demikian
menyebabkan darah dapat menyalurkan zat2 hasil metabolisme.
Darah sebagai alat proteksi: darah terdiri atas berbagai macam komponen yang
berperan sebagai proteksi tubuh, leukosit/sel darah putih bwrperan dalam proteksi
tubuh terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah ini bekerja secara
spesifik terhadap benda asing. Pada darah juga terdapat trombosit yabg berdungsi
sebagai agen pembwkuan darah.
Regulasi pH: pada proses pengangkutan CO2 dari jaringan CO2 diubah sementara
menjadi asam karbonat pada saat didalam darah. Asam karbonat terbentuk dan terurai
menjadi ion hidrogen dan ion bikarbonat. Karena konsentrasi ion hidrogen meningkat,
maka pH menurun. Sehingga dapat dikatakan bahwa darah sebagai agen regulasi pH
Regulasi suhu: darah menjaga stabilitas suhu tubuh dengab memindagkab panas dari
organ tubuh yang aktif ke bagian yabg kurang aktif.
Regualsi kandungan air Jaringan: plasma darag terdiri atas 91 persen air. Darah juga
berfungsi sebagai alat transportasi dalam tubuh. Kemampuan darah yang demikian
membantu dalam regulasi cairan contohnya air dalam jaringan.