Anda di halaman 1dari 5

Day In The Life – Nurse Susi

Satu Hari Dalam Hidup – Perawat Susi

Diceritakan oleh xxx, seorang xxx yang xxx di Rachel House.

“These are for Risa and Ira. They will love them!!” Nurse Susi says with glee at her selection of
plush toys from the toy box (lovingly donated).

“Ini untuk Risa dan Ira. Pasti mereka suka!” Kata Perawat Susi dengan riang, mengomentari
mainan yang dipilihnya dari kotak penyimpanan berbagai macam mainan yang disumbangkan
dengan penuh kasih oleh para pendukung Rachel House.

This is part of the daily prep for her day of visits to patients’ homes.
Ini adalah bagian dari rutinitasnya sehari-hari sebelum berkunjung ke rumah pasien.

For most of Rachel House’s children, these fuzzy friends from the nurses will be their only toys,
to hug and love.

Bagi sebagian besar anak-anak yang dirawat oleh Rachel House, mainan yang dibawakan
perawat kami mungkin adalah satu-satunya mainan yang mereka miliki, yang bisa mereka peluk
dan sayangi.

Lugging heavy bags, Rachel House nurses sets off for their day of visits to their patients’ homes.

Sambil menenteng tas mereka yang berat, para perawat Rachel House memulai harinya dengan
berangkat mengunjungi rumah pasien mereka.

The bags contain cans of milk powder, diapers and toys for their patients. On their back, the
medicines and medical supplies needed by the patients they are visiting today.
The first patient today is a little girl who lives in a neighbourhood by the water canal - where
streets are lined with colour bar fronts. By night, these quiet lanes turn into a buzzing scenes of
nightlife and vices.
Tas tersebut berisi susu formula, popok sekali pakai dan mainan untuk pasien mereka. Ada tas
lain tersampir di punggung mereka, berisi obat-obatan dan kebutuhan medis lain yang mungkin
dibutuhkan oleh pasien yang mereka kunjungi hari ini.
Pasien pertama yang dikunjungi hari ini adalah seorang gadis cilik yang tinggal di lingkungan
dekat kanal air. Jalanan menuju rumah si gadis dicat dengan garis warna-warni. Namun di malam
hari, jalanan ini berubah menjadi pemandangan kehidupan malam dan rawan terjadi kejahatan.

Arriving at Risa’s tiny home, the nurses were glad to have brought a little fuzzy bunny to cajole
Risa as she had just woken up and was a little grumpy.
Nurse Ria gently eases a medical device onto Risa’s finger to measure her oxygen saturation, as
Risa moans and grumbles in her mother’s arms.

Tiba di rumah Risa yang sederhana, Perawat Susi dan Perawat Ria merasa lega karena telah
membawa boneka kelinci untuk membujuk Risa yang rewel karena baru bangun tidur. Dengan
perlahan, Perawat Ria memasukan jari telunjuk Risa ke dalam oximeter untuk mengukur
saturasi oksigennya, seraya Risa mengerang dan menggerutu di pelukan ibunya.

The heat in the cramped and poorly ventilated space is suffocating for all, particularly for Risa
who was unwell.

Hawa panas di dalam ruangan yang sempit dan berventilasi kecil itu terasa sangat mencekik
semua orang, terutama bagi, Risa yang sedang sakit.

While Nurse Ria takes Risa’s vital signs, Nurse Susi diligently takes notes of the patient’s
condition.

Sambil Perawat Ria mengecek kondisi vital Risa, Perawat Susi dengan sigap mencatat kondisi
pasien mereka itu.

These medical records form a critical part of the care provided by Rachel House’s nurses, who
work closely with the patients’ primary doctors to ensure that patients symptoms are well
managed at home, to allow them to live with optimal quality of life.

Catatan medis ini adalah bagian penting dari perawatan yang diberikan oleh perawat Rachel
House, yang bekerja sama dengan dokter penanggung jawab, untuk memastikan bahwa
gejala-gejala yang dialami pasien dapat dikelola dengan baik di rumah, sehingga memungkinkan
mereka untuk hidup dengan kualitas yang optimal.
A key part of the nurses’ work: checking and counting the remaining medication at home, to
determine if Risa’s mother has been giving Risa the medication in the prescribed manner.

This informs the team if Risa is responding well to the medication.

Bagian penting lain dari pekerjaan perawat Rachel House adalah memeriksa dan menghitung
obat yang tersisa di rumah. Hal ini bertujuan memastikan apakah ibu Risa telah memberi Risa
obat sesuai seperti yang telah diresepkan.

Hal ini dapat menginformasikan kepada tim Rachel House, apa tubuh Risa memberi respon baik
kepada obat yang dikonsumsinya.

Stopping for lunch at the Rachel House office in North Jakarta, Nurse Susi points to a map
drawn on the wall to show us the areas where her patients are located.

Setelah selesai mengunjungi Risa, kami berhenti sejenak untuk makan siang di kantor cabang
Rachel House di Jakarta Utara. Kemudian Perawat Susi memperlihatkan sebuah peta yang
tertempel di dinding dan menunjukkan kepada kami, lokasi tempat pasien berikutnya berada.

On our second visit, Nurse Susi found her patient sound asleep.

She gently tries to wake 12-year-old Adi (not his real name) up from his nap.

Pada kunjungan kami yang kedua di hari itu, pasien sedang tidur ketika kami datang.

Dengan lembut, Perawat Susi mencoba membangunkan Adi (bukan nama sebenarnya), yang
berusia 12 tahun, dari tidurnya.

When Adik refused to be disturbed from his sleep, Susi gave in and carried out the medical
examination bending over this little boy.

Saat Adi menolak untuk bangun, Perawat Susi pun menyerah namun tetap melakukan
pemeriksaan medis sambil membungkuk mendekat ke anak laki-laki itu.

A pen flashlight helped guide vision in the dark little home where Adi and his family lives.

Sebuah senter pena di tangan Perawat Susi membantu memandu dan memberi cahaya di rumah
kecil yang gelap tempat Adi dan keluarganya tinggal.
As Adi continues to sleep, Nurse Ria gently slips the thermometer under his arm.

Adi tetap tertidur, dan dengan lembut Perawat Ria menyelipkan termometer di bawah ketiak Adi.

And, Nurse Susi checks his pulse and breathing with her stethoscope.

Perawat Susi melanjutkan pemeriksaan dengan memeriksa denyut nadi dan nafas Adi dengan
stetoskop.

Adik has recently struggled with skin and ear infections that needed to be closely monitored.

Baru-baru ini, Adi harus berjuang melawan masalah tambahan, yaitu infeksi kulit dan telinga,
yang merupakan komplikasi dari penyakit serius yang dideritanya. Ini membuat para perawat
Rachel House perlu memonitor Adi dengan ketat.

Counting the medicine. Calculating the number of days before Adik’s next visit to the hospital.

Menghitung obat-obatannya. Memperkirakan jadwal selanjutnya untuk Adi melakukan


kunjungan kontrol ke rumah sakit.

To ensure that he has sufficient stock available until his next visit.

Memastikan agar Adi memiliki stok obat-obatan yang cukup sampai jadwal kontrolnya tiba.

The third patient for the day. In a house just as cramped as the first two.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke pasien ketiga untuk hari itu. Ke sebuah
rumah yang sama sempitnya seperti dua rumah yang kami kunjungi sebelumnya.

Nurse Susi found a spot in front of a motorcycle (parked inside the house) and writes her patient
notes.

Perawat Susi mencari tempat untuk duduk, di depan motor yang diparkir di dalam rumah, dan
menulis catatan terkait pasiennya​.

The nurse kit contains essential medical equipment for home visits.

Tas perawat yang berisi peralatan medis penting untuk kunjungan rumah.

The play kit, equally important that Rachel House nurses bring to build trust with the children.
Perangkat bermain yangsama pentingnya dengan yang dibawa perawat Rachel House untuk
membangun kepercayaan dengan anak-anak.

As the child draws and colours, the nurses take the time to befriend their parents. Providing
psychosocial and emotional support to both patients and their families.

Saat anak sedang menggambar dan mewarnai, perawat meluangkan waktu untuk berteman
dengan orang tua mereka. Memberikan dukungan psikososial dan emosional bagi pasien dan
keluarga-nya.

After her check up, Ira climbs onto Nurse Susi’s lap and asks to look at the colourful cover of the
patient record.

Setelah pemeriksaan, Ira naik ke pangkuan Perawat Susi dan meminta untuk melihat sampul
warna-warni di catatan pasien.

The close relationships that Rachel House nurses built with the children serve as a beautiful
reminder of the loving and dedicated work that these nurses do to ensure that no child has to live,
or die, in pain.

Hubungan dekat yang dibangun perawat Rahel House dengan anak-anak menjadi pengingat
indah akan pekerjaan penuh kasih dan berdedikasi yang dilakukan para perawat untuk
memastikan bahwa tidak ada anak yang harus hidup, atau meninggal, dalam kesakitan.