Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nur Ainun

NIM : A1J1 17 018

a. Gambar posisi int sel bulu

b. Mengapa sel endodermis tidak dapat ditembus air?


Endodermis merupakan bagian dari jaringan akar yang terdiri atas satu lapisan
sel. Pada arah radial dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat
penebalan yang dihasilkan dari endapan zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus)
memiliki sifat kedap air (tidak dapat ditembus). Penebalan pada dinding sel jaringan
endodermis tampak berupa titik-titik yang disebut titik caspary. Deretan titik caspary
selanjutnya membentuk pita caspary. Penebalan oleh lapisan gabus menyebabkan
dinding selnya sukar untuk dilalui air, sedangkan air harus melalui lapisan
endodermis agar mencapai silinder pusat. Oleh karena itu, air mengambil jalan lain,
yaitu melalui lapisan endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-
sel endodermis yang dinding selnya tidak mengalami penebalan ini disebut sel
penerus. Dengan adanya sel penerus, air dapat mencapai silinder pusat tanpa harus
mengalami hambatan lain. Dilihat dari letaknya, endodermis memiliki peranan untuk
lewatnya air yang mengandung unsur hara dari korteks menuju silinder pusat. Oleh
karena itu, endodermis memiliki bentuk dan susunan sel yang khas.
c. Modfikasi jaringan epidermis menjadi daun dan batangyaitu, stomata, trikomata,
spina,velamen, sel kipas, dan sel kersik.
a) Stomata (mulut daun)
Stomata (jamak; stoma = tunggal) atau mulut daun, merupakan suatu celah pada
jaringan epidermis yang dibatasi oleh dua sel penjaga. Stomata berfungsi sebagai:
 jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 pada waktu fotosintesis di
siang hari
 jalan penguapan (transpirasi)
 jalan pernapasan (respirasi), yaitu masuknya O2 dan keluarnya CO2
b) Trikomata (rambut-rambut)
Trikomata (jamak; trikoma = tunggal) atau rambut-rambut merupakan
modifikasi jaringan epidermis berupa rambut-rambut. Trikomata dibedakan
menjadi trikomata non-glanduler yang berupa rambut pelindung yang selnya tidak
mengeluarkan zat sekretoris dan trikomata glanduler berupa rambut pelindung
yang selnya mengeluarkan zat sekretoris.

Fungsi Trikomata antara lain:

 mengurangi penguapan
 meneruskan rangsangan
 mengurangi gangguan dari manusia dan hewan
 membantu penyebaran biji
 membantu perkecambahan biji
 membantu penyerbukan bunga
 sebagai alat untuk “memanjat”
c) Spina (duri)
Spina (tunggal; spinata = jamak) atau duri merupakan alat tambahan pada
epidermis sel tumbuhan di bagian batang tumbuhan. Spina dibedakan menjadi
spina palsu (emergensia) dan spina asli. Spina palsu merupakan duri yang dibentuk
oleh jaringan di bawah epidermis (sub epidermis) yaitu pada daerah korteks
batang, misalnya duri pada batang mawar. Sebaliknya, spina asli (spina yang
sesungguhnya) merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dari dalam stele
batang (stele atau silinder pusat), misalnya spina pada tumbuhan bunga kertas
(Bougainvillea).
d) Velamen
Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada
akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek. Vilamen berfungsi sebagai alat
penyimpan air.
e) Sel kipas
Sel kipas disebut juga sebagai motor cell atau bulliform cell. Sel kipas
merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun, terutama pada
tumbuhan famili Gramineae, misalnya bambu (Bambusa vulgaris) dan
Cyperaceae, misalnya rumput teki (Cyperus rotundus). Sel kipas berfungsi
sebagai penyimpan air. Bila terjadi penguapan yang relatif besar, sel kipas akan
mengempis sehingga daun akan menggulung untuk mengurangi penguapan lebih
lanjut.
f) Sel kersik
Sel kersik merupakan sel epidermis yang berisi Kristal kersik (silika / SiO2).
Oleh karena itu, sel kersik disebut juga sel silika. Sel-sel kersik terutama terdapat
pada Gramineae. Pada batang tumbuhan Gramineae misalnya tebu, adanya sel-sel
kersik menyebabkan permukaan batang tebu menjadi keras.