Anda di halaman 1dari 31

FARMAKOTERAPI

dan
KELENJAR ENDOCRINE

Pertanyaan awal: Apa bedanya eksokrin dan endokrin?


Jawab : Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang memiliki saluran untuk mengalirkan zat
sekresinya ke seluruh tubuh. Kebanyakan fungsi kelenjar eksokrin menghasilkan enzim, tapi
beberapa lainnya menghasilkan cairan non-enzim. Kelenjar endokrin adalah kelenjar
penghasil hormon yang tidak memiliki saluran pengalir. Hormon yang dihasilkannya akan
disalurkan lewat aliran darah. Karena “menumpang” aliran darah, hormon tersebut bisa
mencapai bagian tubuh yang jauh dari lokasi kelenjar tersebut.
OBJEKTIF:
- Mengetahui dan memahami tentang Endocrine;
- Mengetahui , mengerti dan memahami tentang Farmakologi,
Endocrine dan nutrisi;
- Mengerti dan memahami penggunaan, manfaat, dan adverse
effect obat2 pada gangguan Endocrine.
ACRONYMS YG DIGUNAKAN :
ACTH = Adrenocorticotropic hormone ( Corticotropin )
CRH = Corticotropin-releasing hormone
FSH = Follicle-stimulating hormone
GH = Growth hormone
GHRH = Growth hormoe-releasing hormone
GnRH = Gonadotropin-realising hormone
hCG = Human chorionic gonadotropin
hMG = Human menopausal gonadotropin
IGH = Insulin-like growth factor
LH = Luteinising hormone
PRL = Prolactin
rhGH = Recombinant human growth hormon
SST = Somatostatin
TRH = Thyrotropin-releasing hormone
TSH = Thyroid-stimulating hormone ( thyrotropin )

ENDOCRINE : Organ/jaringan ditubuh yang memproduksi dan mensekresi HORMON..


ORGAN / JARINGAN yang BERPERAN :
- HYPOTHALAMUS
- HYPOPHYSA / PITUITARY : bagian ANTERIOR
bagian POSTERIOR
- THYROID dan PARATHYROID
- PANCREAS
- ADRENAL : bagian CORTEX
bagian MEDULA
- GONADE : Sex HORMON

HORMON – HORMON YANG DIPRODUKSI.


HYPOTHALAMUS
1.  Growth Hormon Realising Hormon
( GHRH )
 Growth Hormon Releasing Inhibiting Hormon
( GHRIH ) atau SOMASTATIN.
2.  Corticotropin Releasing Factor ( CRF )
3.  Thyrotrpin Realising Hormon ( TRH )
4.  Gonadotropin Realing Hormon ( GnRH )
5.  Prolactin Realising Factor ( PRF )
6.  Prolactin Inhibiting Factor ( PIF )
7.  Melanocyt Stimulating Hormon – Realising
Factor.
Bayangkan kalau hipotalamus rusak maka hormon-hormon tersebut akan tidak bekerja secara
optimal

HYPOPHYSA / PITUITARY
Bagian ANTERIOR :
1.  Growth Hormon ( GH )
2.  Corticotropin ( ACTH )
3.  Thyroid Stimulating Hormon ( TSH )
disebut juga : Thyrotropin.
4.  Follicle Stimulating Hormon ( FSH )
 Luteinising Hormon ( LH atau ICSH )
5.  Prolactin ( PRL / PL )
6.  Melanocyte Stimulating Hormon ( MSH )

HYPOPHYSA / PITUITARY
Bagian POSTERIOR :
1.  Oxytocin
2.  Anti Diuretic Hormon ( ADH )

THYROID
1.  T3 ( Triiodothyronine )
2.  T4 ( Tetraiodothyronone )
3.  Calcitonin

PARATHYROID
1.  Para Thyroid Hormon ( PTH )

PANCREAS
1.  Insulin
2.  Glucagon

ADRENAL
bagian CORTEX.
1.  Glucocorticoid : - Hydrocortisone
- Prednisolone
- Beclomethasone
2.  Mineralocorticoid : - Aldosteron
3.  Sex Hormones.
bagian MEDULA.
1.  Adrenaline, Noradrenaline.

GONADE ( OVARIUM &TESTIS )


1.  SEX HORMONES
- Oestrogens
- Progestins
- Androgens

HYPOHALAMUS & PITUITARY / HYPOPHYSA


PENGENDALI KELENJAR HORMONAL :
 THYROID
 PARATHYROID
 PANCREAS
 ADRENAL
 GONADE ( OVARIUM – TESTIS)
 METABOLISME
 PERTUMBUHAN FISIK
 dan Organ / Jaringan lainnya
PENGGUNAAN HORMON HYPOTHALAMUS dan PITUITARY / HYPOPHYSA
HORMON :
- INFERTILITAS ( WANITA maupun PRIA)
- HYPOGONADISM
- PENGENDALIAN HYPOSTIMULASI OVARIUM
- ENDOMRTRIOSIS
- FIBROID UTERUS
- Ca PROSTAT

PENGGUNAAN HORMON PITUITARY / HYPOPHYSA


Bagian ANTERIOR :
1. INFERTILITAS PADA WANITA :
 Untuk OVULASI dan KONSEPSI;
 Pengendalian HYPERSTIMULASI OVARIUM;
2. INFERTILITAS PADA PRIA:
 HYPOGONADISM : oligosperma
3. Deffisiensi GONADOTROPIN pada PRIA;
4. UNDESCENDED TESTES;
5. DELAYED PUBERTY.
Bila ada kegagal pada proses ini maka kelenjar tiroid membesar
Jadi jangan sampe kekurangan yodium ya guys
HYPOTHYROIDISMS
Keadaan dimana sekresi hormon menurun
 metabolisme melambat
 sintesa protein turun
Akibat kurang intake iodium
kerusakan sistem autoimune di kel. Thyroid.
Ditandai dengan.: perubahan berat badan
system syaraf: lesu (fatique),
reflex lambat.
bradycardi
cold intolerance (energi kurang)
kuku-rambut-kulit  kering & rapuh
kel. Gondok membesar / goiter (±)
cretininsm

HYPERTHYROIDISMS (1)
( Thyrotoxicosis ; Graves’ disease)
Kausa : sekresi hormon berlebihan
kelainan infeksi/degeneratif/metabolism/
mengakibatkan rusaknya system autoimune
dikelenjar thyroid.
 metabolism dan katabolisme
(karbohydrat, protein &lipid)
 system syaraf pusat & otonom
( mental / psyche)
 jantung & cv
 jaringan lain : kuku-kulit-
rambut,etc.
HYPERTHYROIDISMS (2)
(Graves’ disease)
Ditandai : naiknya konsumsi oksigen
produksi metabolisme panas naik
kulit hangat, berkeringat,
intolerans dengan panas
system syaraf :tremor; irrtability-anxiety;
hiperreflexy; psychosis
katabolisme protein naik  lesu; berat - badan turun
jantung : tachycardi
goiter (pembesaran kel. Thyroid ±)
myxedema
ophthalmopathia; exophthalmus (matanya seperti mau keluar)
Obat-obatan-2 Goitrogen bisa menimbulkan hypotiroid, jadi WASPADALAH

HORMON PANKREAS
DIABETES MELLITUS
BERFUNGSI:
SEL-2 LANGERHANS MEMPRODUKSI SEKRESI
HORMON-HORMON :
 GLUCAGON;
 PROGLUCAGON;
 INSULIN;
 C-PEPTIDE;
 PROINSULIN;
 AMYLIN (Islet Amyloid PolyPeptide/IAPP);
SOMATOSTATIN;
 GASTRIN;
 PANCREATIC POLYPEPTIDE ( PP ).

Tipe
Tipe 1 memang insulinnya dalam jumlah yang kurang
Tipe 2 : dihasilkan cukup tapi kerja nya tidak sesuai.
Tipe 4 : pada masa kehamilan terjadi kenaikan kadar glukosa.

PHARMACOTHERAPY DIABETES MELLITUS


Hasil keton yang dihasilkan dapat menimbulkan ketonuria artinya kencingnya nanti bau harum
kayak aseton.
INSULIN
HORMON YANG DISEKRESI OLEH SEL-BETA LANGERHANS PANCREAS
MACAM-2 PREPARAT INSULIN (1)
RAPID- ACTING INSULIN:aksinya cepat
 Soluble insulin
 Insulin lispro , Humalog (Lily) - human analog
 Insulin aspart, Novolog – human analog
 Insulin glulisine, Apidra - human analog
SHORT-ACTING INSULIN: Cuma sebentar
 Reguler novolin R – human
 Reguler Humulin R – human
MACAM-2 PREPARAT INSULIN (2).
INTERMEDIATE – ACTING INSULINS :
 NPH Humulin N - human
 NPH Novolin N - human
PREMIXED INSULINS :
 Novolin 70 NPH/30 regular - human
 Humulin 70 NPH/30 regular – human
 75/25 NPL - human analog
 70/30 NPA - human analog
LONG - ACTING INSULINS :
 Insulin detemir, Levemir - human analog
insuline glargine, Lantus
Insulin ada yg bentuk pen, sangat praktis akan disuntikkan saat atau setelah makan. Ada juga
yg modelnya seperti implant, yang di tahan di tubuh.
DIABETES MELLITUS TYPE 2 :
NON-INSULIN –DEPENDENT DIABETES MELLITUS ( NIDDM )
 ADANYA JARINGAN YG RESISTANCE THDP INSULIN
 DISERTAI ADANYA DEFISIENSI ( RELATIF) SEKRESI INSULIN
 GANGGUAN PADA PANKREAS : - jaringan yang resisitance
- defisiensi sel-Beta
 Derajat DM ; mild – severe
 KEGAGALAN FUNGSI AKSI INSULIN  METABOLISME LEMAK :
- as lemak bebas meningkat
- triglyseride meningkat
- HDL turun
 NIDDM umunya : TIDAK MEMERLUKAN INSULIN ( kl. 30 % saja)
 NIDDM HANYA 10 -20% TERDIAGNOSA DM type 1
bila tidak terkendali  type 1 PROGRESSIF ( Latent Autoimmune
Diabetic of Adults / LADA )
 Jarang  KETOACIDOSIS ( kecuali : INFEKSI; OBAT-2AN , dll yang mengakibatkan
ketoasidosi)

DIABETES MELLITUS TYPE 2 :


NON-INSULIN –DEPENDENT DIABETES MELLITUS ( NIDDM )
LIFE THREATENING :
 UNCONTROLLED
 DEHYDRASI
- non-ketotic hyperosmolar coma
( keadaan dimana glukosa darah meningkat 6 – 20 x nilai normal )
 tidak sadar / gangguan mental.

DIABETES MELLITUS TYPE 2 :


NON-INSULIN –DEPENDENT DIABETES MELLITUS ( NIDDM )
FARMAKOTERAPI NIDDM :
KONDISI HYPERGLYCEMIA PADA NIDDM DIKENDALIKAN
DENGAN OBAT-OBAT ORAL  ORAL ANTIDIABETI DRUG (AOD)
DIBAGI DALAM GOLONGAN-2 :
1. INSULIN SECRETAGOGOUS : a. Sulfonilurea generasi I
Sulfonilurea generasi II;
b. Meglitinides
c. Derivate 6-Phenylalanine.
2. GOLONGAN BIGUANIDE : phenformin; methformin;
3. GOLONGAN THIAZOLIDINEDIONES : troglitazone; rosiglitazone;
pioglitazone.
4. ALPHA GLUCOSIDASE INHIBITORS : acarbose; miglitol
5. OBAT GOLONGAN BARU :
 GLP-1 analog / receptor agonists : exenatide; liraglutide
 DPP-4 inhibitors : sitagliptin; saxagliptin; vidagliptin
 Amylin analog : pramlintide

SULFONYLUREA
GENERASI - I : tolbutamide; chlorpropamide; acetohexamide; tolazamide
GOLONGAN INI SUDAH JARANG / TIDAK DIGUNAKAN LAGI
OK : POTENSI RENDAH; TOKSISITAS TINGGI.
GENERASI – II : glibenclamide; glipizide; gliclazide; glimepiride; sering digunakan
LEBIH POTENT; NAMUN SERING MENIMBULKAN
EFEK HYPOGLYCEMIA krna pasien tidak makan nasi sama sekali,
TERUTAMA PADA USILA.
MEKANISME KERJA :  meningkatkan sekresi insulin dari beta sel pancreas
 meningkatkan sensitifitas jaringan terhadap insulin
Adverse effect : HYPOGLYCEMIA bisa sedia coklat atau permen untuk penanganan
awal; CHOLESTATIC JAUNDICE; DISULFIRAM-LIKE REACTION,

MEGLITINIDES & derivat 6-PHENYLALANINE:


 TERMASUK INSULIN SECRETOGOGUES :
meningkatkan sekresi insulin dengan memblock channel K+ ATP dependent
(reseptor sulfonylurea)sel-2 pancreas.
 Repaglinide
 Nateglinide

BIGUANIDES
 Mempunyai efek INSULIN - LIKE pada jaringan
 mekanisme belum jelas ;
 RESPONSE YANG TERJADI :
1. SUPPRESS HEPATIC GLUCONEGENESIS dengan aktivasi
enzym protein kinase / AMPK.
2. Menghambat absorpsi glucose intestinum;
3. stimulasi uptake periferal glucose
4. memacu glycolisis di jaringan
5. menurunkan tingkat plasma glucagon
6. menurunkan nafsu makan.
PHENFORMIN TIDAK LAGI DIGUNAKAN
KARENA  LACTIC ACIDOSIS
Sekarang pakenya metformin.

THIAZOLIDINEDIONES ( TZDs )
PPAR- (gama) receptor
(gama subtype of : PEROXISOME PROLIFERATOR-ACTIVATED RECEPTOR)
 terutama pada jaringan lemak, otot skelet dan hepar
TZDs mengaktifkan PPAR-gama: induce synthese genes terhadap aksi insulin
 Insulin-mediated glucose transport ke otot skelet & jaringan lemak meningkat
 Mempromote glucose utilization.
alfa – GLUCOSIDASE INHIBITOR
 ACARBOSE : oligosaccharida kompetitif menghambat
enzym : alfa - GLUCOSIDASE (di intestinum)
sehingga absorpsi GLUCOSE tidak diabsorbsi.
Terutama polisaccharida.

alfa-GLUCOSIDASE bekerja memecah di- & poly-saccharida


menjadi mono-saccharida (glucosa & fructosa) .
Monosaccharida yang diabsorbsi usus.
 bila alfa-GLUCOSIDASE diberikan bersama OAD lain dan
menimbulkan efek HYPOGLYCEMIA sebaiknya diberikan
MONOSACCHARIDA (seperti Glucose).
KONTRA INDIKASI :  INFLAMATORY BOWEL DISEASE
 RENAL FAILURE
 GLP-1 ( Glucagon-Like Peptide – 1 ) analog : juga disebut : INCRETINs.
 direlease di sal cerna oleh adanya glucose
 meningkatkan secresi insulin
 meningkatkan glucose-1 mediated insulin secretion
 suppresses pelepsan Glucagon
 memperlambat pengosongan lambung
 menurunkan nafsu makan
HATI-2 : DAPAT TERJADI  PERDARAHAN PANCREATITIS
PREPARAT : Exenatide 5-10 mcg inj sc , sebelum makan 1-2 kali sehari
Liraglutide lebih lama aksinya, dapat 1 x sehari

 DPP-4 (DiPeptidyl Peptidase-4) inhibitors : sitagliptin; saxagliptin; vidagliptin


Merupakan enzymes yang mendegradasi INCRETINs
DPP-4 Inhibitor : menghambat kerja enzym yang
mendegradasi incretin
 kadar incretin meningkat
 glucagon turun
 sekresi insulin meningkat
PENGGUNAAN : Per oral, dapat digunakan tunggal
atau bersama OAD lain
ADVERSE EFFECT : headache, URTI, alergi.
 Amylin analog : pramlintide
AMYLIN : polypeptide yang diproduksi sel Beta
kelenjar Pancreas
 menghamabt sekresi Glucagon
 memperlama pengosongan lambung
 menekan nafsu makan
PREPARAT : PRAMLINTIDE;
 menekan pelepasan Glukagon
 pengosongan lambung diperlama
 menekan nafsu makan
 menurunkan tingkat HbA1C (klo diatas 10, penggunaan obat ini
sangat di sarankan)
PENGGUNAAN : DM type 1 maupun type 2
inj sc, 15 mcg ac.
Dapat ditingkatkan 60-120 mcg
kombinasi : dosis insulin / OAD diturunkan

BEBERAPA CATATAN UNTUK ORAL ANTIDIABETIC ( OAD )


 METFORMIN. OAD yang paling banyak digunakan terutama pada DM dengan obese
kecuali DM dengan BMI rendah.
Keuntungan lain :
menurunkan BB; mengatur lipid;
menurunkan BP; menurunkan
resiko kardiovasculer.
 SULFONYLUREA : OAD well tolerated
 Pioglitazone atau DPP-IV inhibitors : sebagai adjuvants
 Acarbose : added on OBESE Diabetic.
 INSULIN : digunakan seawal mungkin setelah GAGAL
menggunakan SULFONYLUREA
q/a : orang dengan DM apakah kecenderungan suka makan manis???
ans : belum tentu. suka makan manis tidak memberikan ciri DM, itu individual dan
kebiasaan makannya, ada yang suka kecap ada yang tidak.
Note : obat goitrenogen merupakan obat yang memberikan atau memicu hipotiroid jadinya,
obat-obat dari golongan tersebut tidak boleh di berikan pada orang dengn hipotiroid.