Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH KIMIA ANORGANIK II

TITANIUM (Ti)

DISUSUN OLEH :
NAMA : ROFIAH
NIM : E1M017066
SEMESTER : IV
KELAS :B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019
Titanium(Ti)

A. KEBERADAAN DI ALAM
Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang berada pada
golongan IVB periode 4 yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Unsur ini
merupakan logam transisi yang ringan, kuat, berkilau, tahan korosi (termasuk tahan
terhadap air laut, aquaregia, dan klorin) dengan warna puti keperakan. Titanium
merupakan logam berlimpah nomor empat di dunia setelah aluminium, besi, dan
magnesium. Selain itu, titanium juga merupakan elemen berlimpah kesembilan
(mencakup 0,63% pada kerak bumi).
Titanium ditemukan di Cornwall, Kerajaan Britania Raya pada tahun 1791 oleh
William Gregor, yang diberi nama sebagai ilmenite. Elemen ini ditemukan kembali
beberapa tahun kemudian oleh German Chemist Heinrich Klaporth dalam bentuk rutile.
Meskipun melimpah, titanium jarang ditemukan dalam logam murni,kebanyakan
ditemukan dalam bentuk mineral seperti rutile atau titanium dioksida(TiO2), perovskite
atau calsium titanat (CaTiO3), dan ilmenite atau besi titanium dioksida (FeTiO3), yang
terebar luas di seluruh bumi. Mineral ilmenite mengandung hampir 53% rutile (TiO2)
yang merupakan mineral penting untuk pengolahan titanium.
Titanium yang terbentuk secara alami terdiri dari lima isotop stabil : 46Ti, 47Ti,
48
Ti, 49Ti dan 50Ti dengan 48Ti adalah yang paling melimpah (73,8% kelimpahan alami ).
Dua puluh satu radioisotop telah dikarakterisasi, dengan yang paling stabil adalah 44Ti
dengan paruh 60 tahun.

B. SIFAT – SIFAT TITANIUM


1. Sifat Fisika
a. Ti merupakan kristal yang berwarna putih keperakan.
b. merupakan logam transisi yang ringan, kuat, berkilau, tahan korosi (termasuk
tahan terhadap air laut, aqua regia, dan klorin).
c. Massa jenis (sekitar suhu kamar) 4.506 g/cm3
d. Massa jenis cair pada titik lebur 4.11 g/cm³
e. Titik didih 3560 K (3287 °C, 5949 °F)
f. Titik lebur 1941 K (1668 °C, 3034 °F)
g. Kalor peleburan 14.15 kJ/mol
h. Kalor penguapan 425 kJ/mol
i. Kapasitas kalor (25 °C) 25.060 J/(mol·K)

2. Sifat Kimia
a. Titanium murni tidak larut dalam air tetapi larut dalam asam pekat.
b. Unsur ini bisa terbakar di udara ketika itu dipanaskan untuk membentuk TiO2,
dan ketika dikombinasikan dengan halogen.
c. Dapat bereaksi dengan air, halogen ,udara, dan asam
 Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan
hydrogen.
Ti(s) + 2H2O(g) → TiO2(s) + 2H2(g)
 Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida
dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni
akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g) → TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g) →TiN(s)
 Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi
dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s) → TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g) → TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l) → TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s) → TiI4(s)
 Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur normal
tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks anion
(TiF6)3-
2Ti(s) + 2HF (aq) → 2(TiF6)3-(aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
C. PEMBUATAN TITANIUM
1. Proses Kroll
Beberapa langkah-langkah yang terdapat dalam proses ini yaitu ekstraksi,,
produksi spons, pembuatan paduan, dan membentuk.
a. Titanium dialam terdapat dalam bentuk bijih seperti rutil (TiO2) dan ilmenit
(FeTiO3). Rutil digunakan dalam bentuk alami, sedangkan ilmenit diproses untuk
menghilangkan zat besi yang terdapat di dalamnya, sehingga mengandung
titanium dioksida paling sedikit 85%. Rutil dimasukkan ke dalam reaktor
fluidized bersama gas klor dan karbon. Materi tersebut dipanaskan sampai
1.652°F (900°C) dan hasil reaksi kimianya adalah titanium tetraklorida murni
(TiCl4) dan karbon dioksida. Mekanisme reaksinya yaitu:
TiO2(s) + C(s) + Cl2(g) →TiCl4 (s) + CO2(g)
b. Logam kemudian dimasukkan ke dalam tangki penyulingan besar dan dipanaskan.
Proses ini menggunakan metode destilasi fraksional dan presipitasi untuk
memisahkan kotoran karena kebanyakan pada proses pertama kotoran juga ikut
terklorinasi . sehingga kotoran harus dihilangkan, kotoran yang dihilangkan yaitu
klorida logam termasuk besi, vanadium, zirkonium, silikon, dan magnesium. Pada
proses ini dihasilkan cairan tidak berwarna.
c. Selanjutnya, setelah dimurnikan titanium tetraklorida ditransfer (dalam bentuk
cairan) ke bejana reaktor stainless steel. Kemudian ditambahkan magnesium dan
reactor tersebut dipanaskan sampai 800°C. Lalu, Argon dipompa ke dalam wadah
sehingga udara akan dihilang dan umtuk mencegah terkontaminasi oleh oksigen
atau nitrogen. Magnesium bereaksi dengan klor menghasilkan magnesium klorida
cair sehingga menghasilkan padatan titanium.
d. Kemudian padatan titanium dikeluarkan dari dalam reaktor dan kemudian dengan
menggunakan air dan asam untuk menghilangkan kelebihan magnesium dan
magnesium klorida. Padatan yang dihasilkan adalah logam berpori yang disebut
spons. Mekanisme reaksinya yaitu:
TiCl4 + 2Mg → Ti + 2MgCl2
e. Spons titanium murni kemudian diubah menjadi elektroda(lempengan) spons
melalui tanur-elektroda. Pada proses ini, spons dicampur dengan berbagai macam
besi dan dilas sehingga menghasilkan elektroda spons.
f. Lalu elektroda spons ditempatkan dalam vakum tungku busur untuk dicairkan.
Dalam wadah air-cooled, tembaga, busur listrik, elektroda spons dilelehkan untuk
membentuk ingot. Semua udara dalam wadah dihilangkan (membentuk ruang
hampa) atau atmosfer diisi dengan argon untuk mencegah kontaminasi, akhirnya
akan membeku dan membentuk batangan titanium murni.
D. KEGUNAAN TITANIUM
1. Didunia militer, titanium digunakan untuk membuat alat perang (tank) dan untuk
membuat pesawat ruang angkasa. Karena logam titanium merupakan logam yang
kuat.
2. Dalam dunia industri, titanium digunakan untuk membuat beberapa mesin pemindah
panas (heat exchanger), bejana bertekanan tinggi, serta pipa tahan korosi.
3. Untuk bidang kedokteran, titnium diaplikasikan sebagai Bahan implan gigi,
penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak, dan struktur penahan katup jantung.
4. Dalam dunia Mesin, Titanium juga digunakan sebagai material pengganti untuk
batang piston.
5. Dalam bidang Perikanan. Karena sifat Titanium yang kuat, ringan, dan tahan korosif
air laut jadi untuk pembuatan pancingan.

E. SENYAWA – SENYAWA TITANIUM


1. Titanium (IV)
a. Titanium tetraklorida adalah senyawa anorganik dengan rumus TiCl₄. Ini adalah
perantara penting dalam produksi logam titanium dan pigmen titanium dioksida.
TiCl₄ adalah cairan yang mudah menguap. Setelah kontak dengan udara lembab,
membentuk awan titanium dioksida dan hidrogen klorida terhidrasi yang
spektakuler.
b. Titanium dioksida, disebut juga titanium(IV) oksida atau titania, adalah oksida
titanium yang muncul secara alami dengan rumus kimia TiO2. Umumnya,
senyawa ini didapat dari ilmenit, rutil, dan anatase. Titanium dioksida
dimanfaatkan secara luas untuk berbagai keperluan seperti cat, pelindung sinar
matahari, dan pewarna makanan.
c. Titanium (IV) Fluorida merupakan senyawa TiF4 yang berupa padatan berwarna
putih yang higroskopis.
d. Titanium (IV) Bromida berupa padatan berwarna kuning yang memiliki sifat
mudah menguap dan memiliki sifat tidak stabil dengan rumus kimia yaitu TiBr4.
2. Titanium (III)
a. Titanium (III) fluorida yang mempunyai rumus kimia TiCl3 berbentuk padatan
yang berwarna violet (ungu) atau coklat. Senyawa TiCl3 mempunyai beberapa
bentuk kristal. Bentuk –α yang ungu dibuat melalui reduksi dengan H2 dari uap
TiCl4 pada suhu 5000C sampai 20000C. Bentuk –α mempunyai kisi lapisan
mengandung gugus TiCl6. Reduksi bentuk –β yang coklat, yang diubah menjadi
bentuk –α pada suhu 2500C sampai 3000C. β - TiCl3 berupa serabut dengan
rantai oktahedral TiCl6 yang merupakan bersama sisi-sisinya.
b. Titanium (III) oksida yang mempunyai rumus kimia (Ti2O3) berbentuk bubuk
berwarna ungu kehitaman dengan senyawa kimia dari titanium dan oksigen.
DAFTAR PUSTAKA

Housecroft, Catherine E. dan Alang G. Sharpe. 2005. Inorganic Chemistry Second Edition.
England : Prentice Hall.

https://id.wikipedia.org/wiki/Titanium

https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Titaniu
m(III)_oxide&prev=search

https://id.wikipedia.org/wiki/Titanium_dioksida

https://id.scribd.com/document/360344836/halida-fix-
docx?language_settings_changed=Bahasa%20Indonesia#download

https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Isotopes_of_ti
tanium&prev=search