Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PESNYULUHAN

Topik : Gizi Pada Balita


Sub topik : Manfaat gizi seimbang pada Balita
Sasaran : Ibu memiliki anak balita
Tempat : Dusun Muhajirin
Hari/Tanggal :
Waktu :30 Menit

A.ANALISA SITUASI
1.Peserta
Jumlah peserta ….orang,pendidikan ….,umur 17-25 tahun.
2. Kelas/Ruangan
a. Ukuran ruang: 4x5 meter
b. Keadaan penerangan dan ventilasi: baik dan terang
c. Prasarana yang tersedia: lembar balik
3.Fasilitator: mahasiswa program profesi ners STIKES MATARAM

B.TUJUAN
1.Tujuan instruksional umum
Setelah mendapatkan pemdidikan kesehatan tentang penyuluhan kebutuhan nutrisi
pada bayi dan balita.
2.Tujuan instruksional khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan diharapkan peserta dapat :
a. Ibu mampu menjelaskan tentang pengertian gizi seimbang
b. Ibu mampu menyebutkan tentang manfaat gizi bagi bayi dan balita
c. Ibu mampu menyebutkan penggolongan pola pemberian makanan pada bayi usia 0-5 tahun
d. Ibu mampu menjelaskan zat gizi pada makanan
e. Ibu mampu menjelaskan pengertian kurang gizi
f. Ibu mampu menyebutkan penyebab kurang gizi
g. Ibu mampu mnyebutkan tanda-tanda kurang gizi
h. Ibu dapat menjeskan cara memasak yang tepat
C. MATERI
1.Pengertian gizi seimbang
2.manfaat gizi bagi bayi dan balita
3.Pola pemberian makanan pada bayi dan balita
4.Macam-macam zat gizi pada makanan
5.Pengertian kurang gizi
6.Penyebab kurang gizi
7.Tanda-tanda kurang gizi
8.Akibat kurang gizi
9.Cara memasak makanan yang tepat
D. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab

E. MEDIA
a. Leaflet

F. TEMPAT
Dusun Bila Tepung

G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


NO WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. Pembukaan Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan
3 menit • Menjawab salam
mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari • Mendengarkan
penyuluhan
• Memperhatikan
• Menyebutkan materi yang akan
diberikan
• Memperhatikan
2. Pelaksanaan Pelaksanaan :
• Menanyakan pada
15menit • Menjawab pertanyaan
peserta apakah yang diberikan
peserta mengetahui
pengertian gizi
seimbang pada balita • Memperhatikan
• Menjalaskan tentang
manfaat gizi bagi
bayi dan balita
• menjaslakan • Memperhatikan
penggolongan pola
pemberian makanan pada
bayi usia 0-5 tahun • memperhatikan
• menjelaskan zat gizi
pada makanan • Memperhatikan
• menjelaskan
pengertian kurang • Memperhatikan
gizi
• menyebutkan
• Memperhatikan
penyebab kurang
gizi

• menyebutkan tanda-
tanda kurang gizi
• menjeskan cara
memasak yang tepat
3. Evaluasi Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta
10 menit • Menjawab pertanyaan
tentang materi yang telah
diberikan, dan reinforcement
kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan.
4 Penutup Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas
2 menit • Mendengarkan
peranserta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Menjawab salam

H. EVALUASI
1. Standar Persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan tempat
c. Menyiapkan media
2. Standar Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi hasil
a. Ibu mampu mengetahui tentang pengertian gizi seimbang
b. Ibu mampu mengetahui tentang manfaat gizi seimbang
c. Ibu mampu mengetahui penggolongan gizi seimbang
d. Ibu mampu menjelaskan zat gizi pada makanan
e. Ibu mampu menjelaskan pengertian kurang gizi
f. Ibu mampu menyebutkan penyebab kurang gizi
g. Ibu mampu mnyebutkan tanda-tanda kurang gizi
h. Ibu dapat menjeskan cara memasak yang tepat
Lampiran Materi
Manfaat Gizi Seimbang Pada Balita

A. Pengertian gizi seimbang


Gizi adalah makanan dan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh yang berhubungan dengan kesehatan untuk
mempertahankan kehidupan,pertumbuhan dan fungsi organ tuh serta menghasilkan energy.

B. Manfaat Gizi Seimbang


1. Sebagai sumber zat tenaga
2. Sebagai sumber zat pembangun
3. Sebagai zat pengatur
C. Makanan bayi usia 0-6 bulan dan umur 6-12 bulan.
- Makanan yang paling sesuai untuk bayi adalah air susu ibu,karena memang di
peruntuhkan bayi-bayi yang khasiatnya sebagai makanan pokok untuk bayi.
- Makanan bayi umur 6-12 bulan tetap berikan air dengan keinginan anak.selain itu
berikan bubur nasi di tambah telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging
sapi/wortel/bayam/kacang hijau /santan /minyak dan dilumatkan.

D. Penggolongan Gizi Seimbang


1. Golongan bahan makanan (karbohidrat) sebagai zat tenaga/sumber energi, contohnya:
beras, jagung, kentang, singkong, biskuit.
2. Golongan bahan makanan (protein/lemak) sebagai zat pembangun, contohnya: daging,
ikan, telor, susu, tahu, tempe, kacang kedelai, kacang hijau.
3. Golongan bahan makanan (vitamin dan mineral) sebagai zat pengatur/pelindung,contohnya: sayur-
sayuran dan buah-buahan.
Umur Jenis makanan Pemberian dalam sehari
(bulan)
0-6 ASI sekehendak
6-8 ASI Sekehendak
Buah 1 kali
Bubur susu 2 kali
8-10 ASI Sekehendak
Buah 1 kali
Bubur susu 1 kali
Nasi tim saring 2 kali
10-12 ASI 1 kali
Buah 3 kali
Nasi tim saring 3 kali
12-24 ASI 2-3 kali
Makanan seperti 1 kali
Keluarga 3 kali
Makanan kecil 1 kali
2tahun- Susu 2-3 kali
5tahun Buah 1 kali
Makanan seperti 3 kali
Keluarga 1 kali
Makanan kecil

E.Zat gizi yang terkandung dalam makanan


- air
-protein
-lemak dan protein
-karbohidrat
F.Penyebab kurangnya gizi
-Kurang makan
-makanan yang tak seimbang
-makanan yang tak seimbang
-salah dalam mengolah makanan
G.Tanda-tanda kurang gizi
-badan kurus
-kulit kering kusam
-lemas dan pucat
-mata bengkak
-kaki dan tangan bengkak

H,Akibat Gizi Tidak Seimbang


Gizi buruk adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan olehrendahnya konsumsi
energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.Tanda-
tanda klinis dari gizi buruk secara garis besar dapat dibedakan marasmus, kwashiorkor atau
marasmus-kwashiorkor
1. Marasmus: anak sangat kurus, wajah seperti orang tua, kulit keriput, pantatkendur,
perut cekung.2.
2. Kwashiorkor: wajah bulat dan sembab, rambut tipis, kedua punggung kaki bengkak,
bercak merah kehitaman ditungkai atau dipantat.
3. Marasmus-kwashiorkor: sangat kurus, rambut jagung dan mudah rontok, punggung kaki
bengkak, cengeng
4. Anemia Gizi Besi (AGB): kekurangan zat besi dalam jumlah yang tidak mencukupi
kebutuhan sehari-hari.
5. Kekurangan vitamin A: konsumsi vitamin A tidak mencukupi kebutuhan.
6. Gangguan akibat kekurangan yodium: karena konsumsi yodium tidak mencukupi
kebutuhan.

I.Cara memasak yang tepat


Dalam pengolahan makanan harus di perhatikan jenis bahan makanan yang ada,misalnya
sayuran sebelum di potong di cuci terlebih dahulu dan dalam merebus atau mengukus tidak
boleh dari 20 menit,sedangkan dalam menggoreng ikan tidak boleh sampai kering.Agar gixi
yang terkandungan dalam makanan tidak hilang.
- Cucilah tangan sebelum menyuapkan makanan pada balita
- Pakailah bahan makanan yang baik dan aman,peralatan masak yang bersih,dan cara
memasak yang benar.
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI kerjasama dengan WHO dan UNICEF, Buku Bagan Manajemen
Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia., Jakarta, 1998.
Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1991
Sacharin, Rosa M., Prinsip Keperawatan Pediatrik Edisi 2, EGC, Jakarta, 1994