Anda di halaman 1dari 1

Menurut Baker and Trietsch (2013), Penjadwalan merupakan pengurutan pembuatan atau

pengerjaan produk secara menyeluruh yang dialokasikan untuk dikerjakan pada beberapa
mesin dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Pinedo (2016), Penjadwalan adalah suatu fungsi dalam pengambilan keputusan
yang biasa digunakan oleh perusahaan manufaktur atau jasa. Yang berkaitan dengan alokasi
sumber daya untuk mengerjakan job selama waktu tertentu yang memiliki tujuan
pengoptimalan.

Menurut Ginting (2009), Penjadwalan adalah pengurutan pembuatan atau pengerjaan produk
secara menyeluruh yang dikerjakan pada beberapa buah mesin

Beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan dilaksanakannya penjadwalan adalah sebagai
berikut (Baker & Trietsch, 2009).
1. Meningkatkan produktifitas mesin, yaitu dengan mengurangi waktu mesin menganggur.
2. Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan mengurangi jumlah rata-rata job yang
menunggu antrian suatu mesin karena mesin tersebut sibuk. Pengurangan persediaan barang
(work in process inventory) berdampak pada pengurangan biaya penyimpanannya.
3. Mengurangi keterlambatan karena telah melampaui batas waktu dengan cara,
a) Mengurangi maksimum keterlambatan,
b) Mengurangi jumlah job yang terlambat.
4. Meminimasi ongkos produksi.
Ongkos yang dapat dihemat dengan adanya penjadwalan adalah :
a) Biaya Lembur, dapat dicegah karena dengan penjadwalan yang baik job dapat
diselesaikan dalam waktu kerja normal, tetapi tidak melanggar due date.
b) Biaya penalty keterlambatan.
c) Biaya work in process, dan biaya penyimpanan lainnya.
5. Pemenuhan batas waktu yang telah ditentukan (due date), karena dalam kenyataan jika
terjadi keterlambatan pemenuhan due date dapat dikenakan suatu denda (penalty).