Anda di halaman 1dari 4

PRAGMATISME

1) Pengertian

Pragmatisme adalah satu sikap, metode, dan filsafat yang memakai akibat-akibat praktis dari
pikiran dan kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai-nilai kebenaran. Pragmatisme
berusaha untuk menengahi antara tradisi empiris dan tradisi idealis, dan menghubungkan hal
yang sangat berarti dalam keduanya.Pragmatisme kembangkan pertama kali di Amerika yang
di pelopiri filsuf Amerika Jhon Dewey yang di dasarkan pada perubahan proses relatifitas dan
rekonstruksi pengalaman. Pragmatisme sebagai aliran filsafat dapat di pahami secara metafisis,
epitesmologis, dan aksiologis.

A. Secara Metafosis dan Epitemologi

Realitas dalam pandangan pragmatisme adalah kenyataan yang tidak tetap dan terus berubah ini yang
di sebut dengan metafisis.Epistemologi melibatkan individu, organisme, dan linkungan. Individu
berinteraksi dengan lingkungan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang.

B. Secara Aksiologis

Karena realita dan pendekatan metafisis merupakan realita yang tidak tetap,terus berubah, maka
nilai yang mengikutinya pun akan berubah. Konsep nilai secara aksiologi adalah konsep yang
situsional yang mana tergantung situasi dan lingkungan serta bersifat relative terhadap waktu, tempat,
dan keadaan.

2) Sifat Pragmatisme

Pramatisme mempunyai dua sifat yaitu:

a) Kritik Terhadap Pendekatan Ideologis

Sebagai kritik terhadap pendekatan ideologis, pragmatisme mempertahankan relevansi sebuah ideologi,
misalnya fungsi pendidikan. Pragmatisme mengkrikik segala macam teori tentang cita-cita, filsafat,
rumusan-rumusan abstrak yang tidak sama sekali memiliki konsekuensi praktis.
b) Prisip Pemecahan Masalah

Jhon Dewey mengembangkan suatu teori Problem Solving yang behubungan dengan pragmatisme
untuk mengatasi masalah social yang timbul yang mempunyai langkah-langkah sebagai berikut:

- Merasakan adanya masalah


- Menganalisis masalah itu, dan menyusun hipotesis-hipotesis yang mungkin,
- Mengumpulkan data untuk memperjelas masalah,
- Memilih dan menganalisis hipotesis dengan melakukan eksperimen.

Sebagai prinsip pemecahan masalah, pragmatisme mengatakan bahwa suatu gagasan atau strategi
terbukti benar apabila berhasil memecahkan masalah yang ada, mengubah situasi yang penuh keraguan,
dan keresahan tersebut hilang.

3) Sisi Positif dan Negatif Pragmatisme


a) Sisi Positif

Sisi positif pragmatisme tampak pada penolakan kaum pragmatis terhadap perselisihan teoritis,
pertarungan ideologis serta pembahasan nilai-nilai yang berkepanjangan, demi sesegera mungkin
mengambil tindakan langsung.

b) Sisi Negatif

Sisi negative pragmatisme misalnya mengabaikan peranan diskusi. Justru di sini muncul masalah, karena
pragmatisme membuang diskusi tentang dasar pertanggung jawaban yang di ambil sebagai pemecahan
atas masalah tertentu.

4) Pragmarisme Pendidikan di Indonesia

Mengapa pendidikan Indonesia mulai jatuh dalam pragmatisme ? Terdapat satu sebab utama yang
melatarbelakangi hal itu. Semuanya bermula dari tujuan pembangunan yang menjadi ambisi orde baru,
keberhasilan sektor ekonomi.
REKONSTRUKSIONALISME

1. Pengertian

Rekonstruksionalisme berasal dari bahasa inggris reconstruct yang artinya menyusun kembali.
Dalam konteks filsafat pendidikan rekonstruksionalisme adalah suatu aliran yang berusaha
merombak tata suasana lama dan membangun tata suasana hidup kebudayaan yang bercorak
modern.

2. Prinsip-prinsip Rekonstruksionalisme

 Dunia sedang menghadapi persoalan-persoalan social, militer, dan ekonomi pada skala yang
terbayangkan. Persoalan-persoalan yang di hadapi( persoalan tentang kependudukan, sumber
daya alam yang terbatas, kesenjangan global dalam distribusi kekayaan, poliferasi
nuklir,poliferasi nuklir rasisme, nasionalisme sempit, dan penggunaan tegnologi yang salah)
sudah sedemikian beratnya sehingga tidak dapat lagi di abaikan.Solusi efektif satu-satunya
bagi persoalan ini adalah penciptaan tatanan sosial yang menjagat.
 Pendidikan formal dapat menjadi agen utama dalam rekonstruksionalisme tatanan sosial.
 Metode-metode pengajaran harus di dasarkan pada prinsip-prinsip demoktaris yang bertumpu
pada jumlah mayoritas untuk merenungkan dan menawarkan solusi yang paling valid bagi
persoalan ang di hadapi.
 Pendidikan formal adalah bagian dari solusi sosial, maka secara aktif ia harus mengajarkan
perubahan sosial.

3 . Pandangan Rekonstruksionalisme

Ada beberapa pandangan rekonstruksionalisme, yakni:

a) Pandangan Ontologi

Menurut pandangan ini, aliran rekonstruksionalisme memandang bahwa realita itu bersifat
universal,ada, dan sama di setiap tempat.
b) Pandangan Antologis

Dalam proses interaksi sesama manusia,di perlukan” nilai”. Aliran rekonsruksionalisme


memandang masalah nilai berdasarkan asas-asas supernatural yakni menerima nilai natural yang
universal, yang abadi berdasarkan nilai teologis.

c) Pandangan Epistimologis

Pandangan ini lebih merujuk pada pendapat aliran pragmatisme dan perealisme. Aliran ini
berpendapat bahwa dasar dari suatu kebenaran dapat di buktikan dengan self evidence yakni
bukti yang ada pada diri sendiri, realita, dan eksistensinya.

4) Implikasi Rekonstruksionalisme Dalam Pendidikan

Untuk aliran rekonstruksionalisme ada beberapa implikasi pendidikan yakni:

- Tema
- Tujuan pendidikan
- Kurikulum
- Kedudukan siswa
- Metode
- Peranan guru