Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO B BLOK 26

Tutor : dr. Anita Masidin, MS, Sp.OK


DISUSUN OLEH : KELOMPOK 7
KELAS : BETA 2016

Riafatin Ulfi Ilyasa ( 04011281621073)


Wiqoyatun Ni’mah ( 04011281621095)
Indah Dwi Destiana ( 04011281621105)
Nur Akila ( 04011281621106)
Reihan Putri Awaliah ( 04011281621134)
Dina Venia Dewanty ( 04011281621135)
Vincent Guantoro ( 04011281621137)
Vincent Scorsinni ( 04011281621146)
Ully Febra Kusuma ( 04011281621155)
Biaggi Prawira Nugraha ( 04011281621155)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2019
Kata pengatar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan tutorial
yang berjudul “Laporan Tutorial Skenario A Blok 26” sebagai tugas
kompetensi kelompok.
Kami menyadari bahwa laporan tutorial ini jauh dari sempurna. Oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
perbaikan di masa mendatang.
Dalam penyelesaian laporan tutorial ini, kami banyak mendapat bantuan,
bimbingan dan saran. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan syukur,
hormat, dan terimakasih kepada :
1. Tuhan yang Maha Esa, yang telah merahmati kami dengan kelancaran
diskusi tutorial
2. dr. Anita Masidin, MS, Sp.OK selaku tutor kelompok 7
3. Teman-teman sejawat FK Unsri, terutama kelas PSPD Beta 2016.
Semoga Tuhan memberikan balasan pahala atas segala amal yang
diberikan kepada semua orang yang telah mendukung kami dan semoga laporan
tutorial ini bermanfaat bagi kita dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga
kita selalu dalam lindungan Tuhan.

Palembang, 26 September 2019

Kelompok 7

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii


DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
KEGIATAN DISKUSI ...........................................................................................4
Skenario A Blok 14 Tahun 2018.............................................................................5
I. Klarifikasi Istilah ................................................................................................ 6
II. Identifikasi Masalah .......................................................................................... 6
III. Analisis Masalah .............................................................................................. 7
IV. Sintesis ........................................................................................................... 33
V. Kerangka konsep ............................................................................................. 62
VI. Kesimpulan .................................................................................................... 63
Daftar Pustaka .......................................................................................................64

iii
KEGIATAN DISKUSI

Tutor : dr. Anita Masidin, MS, Sp.OK


Moderator : Dina Venia Dewanty
Sekretaris 1 : Ully Febra Kusuma
Sekretaris 2 : Riafatin Ulfi Ilyasa
Pelaksanaan : 1. Senin , 23 September 2019
Pukul 13.00 – 15.00 WIB
2. Rabu , 25 September 2019
Pukul 13.00 – 15.00 WIB

Peraturan selama tutorial :


 Semua peserta wajib aktif dalam kegiatan diskusi
 Mengangkat tangan sebelum menyampaikan pendapat.
 Menjawab dan menyampaikan pendapat apabila telah
diizinkan oleh moderator.
 Tidak langsung menyanggah pendapat orang lain.
 Tidak diperbolehkan mengoperasikan hp.
 Meminta izin terlebih dahulu dari moderator jika hendak
keluar.

4
Skenario B Blok 26

Dr. Desi baru bertugas 6 bulan sebagai Kepala Puskesmas “Manggis”.


Puskesmas “Manggis” berada di kecamatan “ Mangga” yang terdiri dari 4 desa
yang total penduduk 45 ribu jiwa. Di tengah desa tersebut mengalir sungai yang
dipakai sebagai sumber air rumah tangga dan sebagai tempat (MCK). Di desa
tersebut terdapat sampah dimana-mana dikarenakan masyarakat mempunyai
kebiasaan membuang sampah sembarangan. Mayoritas penduduknya adalah
sebagai petani Sawit.

Puskesmas “Manggis” mempunyai SDM Kesehatan yang belum lengkap


sehingga belum terakreditasi. Puskesmas ini belum mempunyai PWS yang
lengkap yang menggambarkan program wilayah kerja Puskesmas “Manggis”.
Dalam 7 hari ini ada 5 orang anak SD yang di diagnosa DBD yang dirujuk ke
Rumah Sakit. Bulan September Tahun lalu terdiagnosa DBD 15 orang. Dari
evaluasi program terjadi peningkatan kasus DBD 2 kali dibandingkan bulan sama
pada tahun lalu.

dr. Desi mengadakan mengadakan pertemuan dengan sleuruh staf Puskesmas


untuk melihat jadwal kegiatan Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan di
wilayah Puskesmas PHBS di SD tersebut. Dari hasil pertemuan denag staf
Puskesmas dalam 3 bulan ini kegiatan promosi kesehatan lingkungan belum
terlaksana, sampah menumpuk, dan banyak sampah yang masuk sekolah sehingga
menghambat saluran air dan dari hasil pemantauan, banyak jentik-jentik nyamuk
di rumah-rumah penduduk.

Melihat permasalahan yang ada dr. Desi berkoordinasi dengan Pak Camat,
segera mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa, Pak RT, Kepala Sekolah,
Tokoh Agama, kadar kesehatan, mengadakan Survei Mawas Diri dan dilanjutkan
dengan musyawarah masyarakat desa serta diharapkan menurunkan penyakit
DBD di kecamatan “Mangga”.

Minggu yang lalu, puskesmas “Manggis” dikunjungi oleh staff Dinas


Kesehatan Kabupaten karena kegiatan surveilence DBD tidak jalan

5
dr. Desi ingin merujuk menurunkan kejadian DBD di wilayah Puskesmas
“Manggis” dengan membuayt program-program kegiatan prevensi terhadap
DBD.

I. Klarifikasi Istilah
No. Istilah Pengertian
1. MCK DINA
2. PWS ULLY
3. Kepala GUAN
Puskesmas
4. Puskesmas SCOR
5. SDM RERE
6. Sumber Air ULFI
Rumah Tangga
7. Akreditasi BIAGGI
8. DBD KILA
9. Program DESTI
Wilayah Kerja
Puskesmas
10. Promosi WIQO
Kesehatan
11. Kesehatan WIQO
Lingkungan
12. PHBS DESTI
13. Evaluasi KILA
Program
14. Saluran Air BIAGGI
15. Jentik Nyamuk ULFI
16. Selokan RERE
17. Saluran Air SCOR
18. Survei Mawas GUAN
Diri

6
19. Kader ULLY
Kesehatan
20. Kepala Desa DINA
21. Pak RT DINA
22. Pak Camat ULLY
23. Kepala GUAN
Sekolah
24. Tokoh Agama SCOR
25. Dinkes RERE
Kabupaten
26. Surveillance ULFI
27. Kegiatan BIAGGI
prevensi

II. Identifikasi Masalah


1. Dr. Desi baru bertugas 6 bulan sebagai Kepala Puskesmas “Manggis”.
Puskesmas “Manggis” berada di kecamatan “ Mangga” yang terdiri dari
4 desa yang total penduduk 45 ribu jiwa. Di tengah desa tersebut
mengalir sungai yang dipakai sebagai sumber air rumah tangga dan
sebagai tempat (MCK). Di desa tersebut terdapat sampah dimana-mana
dikarenakan masyarakat mempunyai kebiasaan membuang sampah
sembarangan. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani Sawit.
2. Puskesmas “Manggis” mempunyai SDM Kesehatan yang belum
lengkap sehingga belum terakreditasi. Puskesmas ini belum mempunyai
PWS yang lengkap yang menggambarkan program wilayah kerja
Puskesmas “Manggis”. Dalam 7 hari ini ada 5 orang anak SD yang di
diagnosa DBD yang dirujuk ke Rumah Sakit. Bulan September Tahun
lalu terdiagnosa DBD 15 orang. Dari evaluasi program terjadi
peningkatan kasus DBD 2 kali dibandingkan bulan sama pada tahun
lalu.
3. dr. Desi mengadakan mengadakan pertemuan dengan sleuruh staf
Puskesmas untuk melihat jadwal kegiatan Promosi Kesehatan dan

7
Kesehatan Lingkungan di wilayah Puskesmas PHBS di SD tersebut.
Dari hasil pertemuan denang staf Puskesmas dalam 3 bulan ini kegiatan
promosi kesehatan lingkungan belum terlaksana, sampah menumpuk,
dan banyak sampah yang masuk sekolah sehingga menghambat saluran
air dan dari hasil pemantauan, banyak jentik-jentik nyamuk di rumah-
rumah penduduk.
4. Melihat permasalahan yang ada dr. Desi berkoordinasi dengan Pak
Camat, segera mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa, Pak RT,
Kepala Sekolah, Tokoh Agama, kadar kesehatan, mengadakan Survei
Mawas Diri dan dilanjutkan dengan musyawarah masyarakat desa serta
diharapkan menurunkan penyakit DBD di kecamatan “Mangga”.
5. Minggu yang lalu, puskesmas “Manggis” dikunjungi oleh staff Dinas
Kesehatan Kabupaten karena kegiatan surveilence DBD tidak jalan
6. dr. Desi ingin merujuk menurunkan kejadian DBD di wilayah
Puskesmas “Manggis” dengan membuayt program-program kegiatan
prevensi terhadap DBD.
III. Analisis Masalah
1. Dr. Desi baru bertugas 6 bulan sebagai Kepala Puskesmas “Manggis”.
Puskesmas “Manggis” berada di kecamatan “ Mangga” yang terdiri dari
4 desa yang total penduduk 45 ribu jiwa. Di tengah desa tersebut
mengalir sungai yang dipakai sebagai sumber air rumah tangga dan
sebagai tempat (MCK). Di desa tersebut terdapat sampah dimana-mana
dikarenakan masyarakat mempunyai kebiasaan membuang sampah
sembarangan. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani Sawit.
a. Bagaimana kriteria sumber air rumah tangga dan MCK yang baik?
ULFI, BIAGGI
b. Apa definisi sampah dan jenis-jenisnya ? SCOR, WIQO
c. Bagaimana cara pengelolahan limbah sawit yang baik? RERE,
ULFI
d. Apa saja dampak mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani
sawit terhadap keadaan lingkungan sekitar? (sosial, ekonomi dan
kesehatan) ULLY, GUAN

8
e. Apa saja dampak pembuangan limbah sawit sembarangan? DINA,
DESTI
f. Bagaimana upaya penanggulangan masalah (MCK, sampah dan
sumber air, limbah sawit) di desa tersebut? SCOR, ULFI
2. Puskesmas “Manggis” mempunyai SDM Kesehatan yang belum
lengkap sehingga belum terakreditasi. Puskesmas ini belum mempunyai
PWS yang lengkap yang menggambarkan program wilayah kerja
Puskesmas “Manggis”. Dalam 7 hari ini ada 5 orang anak SD yang di
diagnosa DBD yang dirujuk ke Rumah Sakit. Bulan September Tahun
lalu terdiagnosa DBD 15 orang. Dari evaluasi program terjadi
peningkatan kasus DBD 2 kali dibandingkan bulan sama pada tahun
lalu.
a. Apa saja kriteria puskesmas yang temasuk puskesmas terakreditasi?
(alat + SDM) BIAGGI, KILA
b. Bagaimana bentuk PWS yang lengkap? (garis besar nya) DINA,
RERE
c. Bagaimana PWS pada Desa ini? RERE, BIAGGI, DINA, KILA,
ULFI
d. Bagaimana langkah-langkah menentukan epidemiologi DBD di
wilayah tersebut? ULLY, WIQO
e. Bagaimana interpretasi kasus kejadian DBD di desa “Manggis”
dalam 2 bulan terakhir? GUAN, DESTI
f. Apa saja faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DBD?
SCOR, RERE
g. Apa contoh program Puskesmas dalam menanggulangi masalah
DBD? ULLY, KILA
3. dr. Desi mengadakan mengadakan pertemuan dengan sleuruh staf
Puskesmas untuk melihat jadwal kegiatan Promosi Kesehatan dan
Kesehatan Lingkungan di wilayah Puskesmas PHBS di SD tersebut.
Dari hasil pertemuan dengan staf Puskesmas dalam 3 bulan ini kegiatan
promosi kesehatan lingkungan belum terlaksana, sampah menumpuk,
dan banyak sampah yang masuk sekolah sehingga menghambat saluran

9
air dan dari hasil pemantauan, banyak jentik-jentik nyamuk di rumah-
rumah penduduk.
a. Bagaimana cara promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, PHBS
pada kasus? ULFI, GUAN
b. Apa saja indikator PHBS rumah tangga dan sekolah? WIQO, ULLY
c. Apa saja indikator pencemaran terhadap air? BIAGGI, KILA
4. Melihat permasalahan yang ada dr. Desi berkoordinasi dengan Pak
Camat, segera mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa, Pak RT,
Kepala Sekolah, Tokoh Agama, kader kesehatan, mengadakan Survei
Mawas Diri dan dilanjutkan dengan musyawarah masyarakat desa serta
diharapkan menurunkan penyakit DBD di kecamatan “Mangga”.
a. Bagaimana cara melakukan survei mawas diri? BIAGGI, KILA
b. Bagaimana cara melakukan musyawarah masyarat Desa? GUAN,
WIQO
c. Apa peran petinggi wilayah dalam menanggulangi masalah di desa
ini? DINA, DESTI
5. Minggu yang lalu, puskesmas “Manggis” dikunjungi oleh staff Dinas
Kesehatan Kabupaten karena kegiatan surveilence DBD tidak jalan.
a. Bagaimana bentuk kegiatan surveilence DBD di Puskesmas dan
Dinkes Kabupaten ? ULFI, DESTI
b. Apa peran Dinkes Kabupaten dalam menanggulangi masalah di
desa tersebut? SCOR, RERE
6. dr. Desi ingin merujuk menurunkan kejadian DBD di wilayah
Puskesmas “Manggis” dengan membuat program-program kegiatan
prevensi terhadap DBD
a. apa saja bentuk program pokok dan tambahan yang dapat dilakukan
untuk menurunkan kejadian DBD di wilayah Puskesmas
“Manggis”? WIQO, GUAN
b. bagaimana 5 level prevention terhadap DBD? WIQO, DINA

LEARNING ISSUE

10
DBD (DEFINISI, ETIOLOGI, EPIDEMIOLOGI, FAKTOR RISIKO,
PATOGENESIS, EDUKASI DAN PENCEGAHAN) SCOR, RERE, ULLY

SURVEI MAWAS DIRI DAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA


BIAGGI, KILA, GUAN, DINA

SURVEILLANCE EPIDEMIOLOGI (+ HITUNG INSIDENSI PREVALENSI)


KILA, DESTI, ULFI

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) ULLY, GUAN, WIQO

KESEHATAN LINGKUNGAN (TERKAIT SAMPAH, MCK, DSB SESUAI


KASUS) ULFI, SCOR, WIQO

PROMOSI KESEHATAN DAN PROGRAM PREVENSI DBD (PSN 3M, DLL)


RERE, BIAGGI, DESTI, DINA

Hipotesis

Dalam menurunkan angak kejadian demam berdarah dengue, dr.Desi sebagai


kepala puskesmas “Manggis” memerlukan program pokok, tambahan dan
koordinasi dengan petinggi wilayah.

IV. Kerangka konsep


Suspek Infeksi Bakteri

11
Aktivasi hipersensitifitas III

Pembentukan komplek Ag-Ab

Deposit di MBG

Pengeluaran pirogen endogen


Demam dan eksogen

Urin terasa Imflamasi sel-sel glomerulus


panas

Pengeluaran zat sitokin,


protease dan oksigen
radikal

Destruksi dan lisis MBG

Leukosit, sel Membran GBM RBC melewati Hipeselularitas


debris bercampur kehilangan muatan destruksi MBG Glomerual
dengan urin

Kebocoran Gangguan Hematuria ↓ LFG


protein ekskresi air
dan
elektrolit
Proteinuria Aktivasi ↑ serum ureum
RAAS dan kreatinin

Urin Keruh
Retensi air dan
Mual dan
elektrolit
Muntah

Hipertensi Oliguria ↓ tekanan onkotik


intravaskular

Sekresi albumin hati Edema palpebra,


tungkai bawah dan
asites
Hiperlipidemia

V. Kesimpulan

12
Seorang mahasiswi usia 20 tahun mengalami sindroma nefritik akut
suspek Glomerulusnefritis akut pasca infeksi bakteri

Daftar Pustaka

13
Armstrong. L., J. Soto, F. Hacker, D. Casa, S. Kavouiras, and C. Maresh. 1998.
Urinary indices during dehydration, exercise, and rehydration.
International Journal of Sport & Nutrition 8: 345-55.

Çamurdan, Aysu Duyan., Beyazova, Ufuk., Özkan, Seçil., Tunç, Vildan Taylan.
2014. Defecation patterns of the infants mainly breastfed from birth till
the 12th month: Prospective cohort study.Department of Social
Pediatrics, Gazi University Faculty of Medicine: 25 (Suppl.-1): 1-5

Davin JC.,Rutjes NW., Nephrotic syndrome in children: From bench to treatment.


International Journal of Nephrology, 2011;1-6.

Ganong, W.F. 2009.FisiologiKedokteranEdisi 10. Jakarta. EGC

Guyton, C Adan Hall, E J. 2006. Buku Ajar FisiologiKedokteran. Jakarta

Handayani I., Rusli B., Hardjoeno, Profile of cholesterol and albumin


concentration and urine sediment based on nephritic syndrome children.
Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory,
2007;13(2):49-52.

Harrison. (2016). Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam vol 3. Jakarta: EGC

Hull RP., Goldsmith DJ., Nephrotic syndrome in adults. BMJ, 2008;336:1185-9.

Jawetz, dkk. 2012.Mikrobiologi Kedokteran Ed 25.EGC:Jakarta


Kementrian Kesehatan RI.2011.Pedoman Intepretasi Data Klinik

Kodner C., Nephrotic syndrome in adults: diagnosis and management. American


Family Physician, 2009;80(10):1129-1134.

Lydia dan Maruhum. (2014). Ilmu Penyakit Dalam jilid 2. PAPDI

Price A & Wilson L. 1995. Pathofisiology Clinical Concept of Disease Process


(Patofisiologikonsepklinis proses-proses penyakit), alihbahasa: Dr. Peter
Anugrah. Jakarta: EGC.

Prodjosudjadi W., SindromNefrotik. Buku Ajar IlmuPenyakitDalam Ed VI.


2006;999-1003

Riskawa, Hilmi dan Rachmadi, Dedi. 2010. Glomerulonefritis Akut Pada Anak.
Diakses dari
http://repository.unpad.ac.id/17725/1/Pustaka_Unpad_acute_-
glomerulo.pdf.pdf pada 31 Juli 2018

Robbin dkk.2007.Buku Ajar Patologi Ed 7 Vol 1.EGC:Jakarta

14
Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. 2014. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam jilid II. VI. Jakarta: Interna Publishing

Setiati, Siti.2015.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Ed 4 Jilid 2.Interna


Publishing:Jakarta

Tanto dna Hustrini. (2014). Kapita Selekta: Sindrom Nefritik Akut. Jakarta: Media
Aesculapius

Tanto, Chris dan Hastuti, Ni made. Sindrom Nefritik Akut dalam Kapita Selekta
Kedokteran jilid II. Jakarta : Media Aesculapius.

Victorian Continence Resource Centre. 2015. Am I hydrated? Urine Colour


Chart. Continence Foundation of Australia Victoria Branch Inc.: 1

15