Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS

PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA RINGAN


DI UPTD PUSKESMAS GAJAHAN SURAKARTA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
JURUSAN DIII KEBIDANAN
2016
TINJAUAN KASUS

Hari, tanggal : Minggu, 10 Januari 2016


Waktu : 14.33 WIB
Tempat : UPTD Puskesmas Gajahan Surakarta

A. Data Subjektif
1. Biodata
Identitas Bayi
Nama : By. Ny. S
Tanggal lahir : 10 Januari 2016
Pukul : 14.33 WIB
Jenis Kelamin : Laki-laki
Anak ke : 3 (tiga)

Identitas Orangtua
Ibu Ayah
Nama : Ny. S Nama : Tn. E
Umur : 27 tahun Umur : 31 tahun
Agama : islam Agama : islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Buruh Pekerjaan : Buruh
Alamat : Semanggi 6/IV Alamat : Semanggi 6/IV

2. Riwayat Kehamilan
Kehamilan ke : 3 (tiga)
Umur kehamilan : 40 minggu + 1 hari
ANC Trimester I : 1x di bidan
Trimester II : 2x di bidan
Trimester III : 5x di bidan
Keluhan Trimester I : mual, lemas
Trimester II : nyeri punggung
Trimester III : sering BAK, pegal-pegal
Riwayat penyakit : tidak ada
Obat yang dikonsumsi selama hamil : tablet Fe, antacid, kalk,
B1
Konsumsi Jamu : beberapa kali
mengkonsumsi jamu
Pemeriksaan Laboratorium : dilakukan pada tanggal
19 September 2016
dengan hasil Hb 12,2%
gr, protein urine (-),
reduksi urine (-)

3. Riwayat Kesehatan
Ibu mengatakan bahwa tidak sedang dan tidak pernah menderita penyakit
seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, TBC, asma, hepatitis,
hipertensi, dan tidak mempunyai penyakit keturunan.

4. Riwayat Persalinan
Ibu datang pada tanggal 10 Januari 2016 pukul 14.00 WIB.
Pukul 14.15 WIB ketuban pecah agak keruh, pembukaan lengkap.
Kala II : 18 menit
Bayi lahir jam : 14.33 WIB
Jenis persalinan : normal spontan

B. Data Objektif
1. Penilaian Selintas
Warna kulit : ekstremitas kebiruan
Gerakan bayi : kurang aktif
Tangisan bayi : kurang kuat (merintih)

2. Pemeriksaan APGAR Score


APGAR score pada 1 menit pertama
APGAR nilai 0 1 2 nilai
Nafas Tidak Ada Tidak teratur Teratur 1
Denyut Jantung Tidak Ada <100 x/menit >100x/menit 2

Warna kulit Biru/pucat Tubuh dan Merah 1


kaki merah jambu
jambu, tangan
biru

Gerakan/tonus otot Tidak Ada Sedikit fleksi Fleksi 2

Refleks (menangis) Tidak Ada Lemah/lambat Kuat 1


Total 7

3. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : cukup
b. Denyut Jantung : 124x/menit
c. Pernapasan : 52x/menit

4. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : messochepal, tidak ada caput succedaneum dan cephal
haematoma.
b. Muka : bersih, simetris.
c. Mata : simetris.
d. Telinga : simetris.
e. Mulut : bibir dan langitlangit normal. Terdapat secret didalam
mulut.
f. Hidung : simetris, terdapat secret dalam hidung.
g. Leher : tidak ada kelainan.
h. Dada : simetris.
i. Tali pusat : belum dipotong
j. Punggung : tidak ada kelainan, tidak ada spina bifida
k. Ekstremitas : simetris, berwarna kebiruan, gerakan kurang aktif
l. Genetalia : laki-laki, skrotum sudah turun
m. Anus : ada

C. Analisa
1. Diagnosa : Bayi Ny. S neonates cukup bulan sesuai masa
kehamilan dengan asfiksia ringan.
Dasar Objektif :
a. Bayi Ny S lahir spontan normal pada tanggal 10 Januari 2016 pukul
14.33 WIB
b. Penilainan selintas
Warna Kulit : ekstremitas kebiruan
Gerakan bayi : kurang aktif
Tangisan bayi : kurang kuat (merintih)
c. APGAR score menit ke 1 : 7
d. Keadaan umum : cukup
Denyut jantung : 124 x/ menit
Pernapasan : 52 x/ menit
e. Pemeriksaan fisik
Mulut : bibir dan langit-langit normal, terdapat secret di dalam
mulut
Hidung : simetris, terdapat secret dalam hidung
Dada : simetris, ada tarikan dinding dada
Ekstremitas : simetris, berwarna kebiruan, gerakan kurang aktif
2. Masalah : bayi baru lahir tidak segera menangis setelah lahir
3. Kebutuhan :
Melakukan resusitaso pada bayi baru lahir.

D. Perencanaan
a. Lakukan pemotongan tali pusat.
b. Keringkan tubuh bayi dengan tidak menghilangkan verniks kaseosa
pada ekstremitas bayi.
c. Hangatkan tubuh bayi dengan menghidupkan lampu sorto yang
diarahkan ke bayi dengan jarak 60 cm.
d. Atur posisi bayi hyperekstensi dengan mengganjal bahu bayi setinggi
2-3 cm.
e. Bersihkan lender mengunakan sedot lender dimulai dari mulut
kemudian hidung sampai bersih.
f. Lakukan rangsangan taktil dengan menggosok punggung bayi dan
merangsang pada ekstremitas bayi.
g. Lakukan pencegahan komplikasi dengan menjaga kehangatan bayi.
h. Anjurkan ibu untuk memperhatikan bayinya.
i. Lakukan observasi tanda vital dan APGAR score pada menit ke 5 dan
menit ke 10.
j. Bantu ibu melakukan IMD selama 1 jam.
k. Laukan pemeriksaan antropometri.
l. Lakukan pencegahan infeksi dengan memberikan salep
Chlorampenicol 10 mg di kedua mata bayi dan memberikan injeksi
vitamin K 1 mg secara IM pada paha kiri 1/3 atas bagian lateral.
E. Implementasi
Tanggal 10 Januari 2016 pukul 14.33 WIB
a. Mengeringkan tubuh bayi dengan tidak menghilangkan verniks
kaseosa pada ekstremitas bayi.
b. Menghangatkan tubuh bayi dengan menghidupkan lampu sorto yang
diarahkan ke bayi dengan jarak 60 cm.
c. Mengatur posisi bayi hyperekstensi dengan mengganjal bahu bayi
setinggi 2-3 cm.
d. Membersihkan lender mengunakan sedot lender dimulai dari mulut
kemudian hidung sampai bersih.
e. Mengeringkan tubuh bayi dengan tidak menghilangkan verniks
kaseosa pada ekstremitas bayi.
f. Melakukan rangsangan taktil dengan menggosok punggung bayi dan
merangsang pada ekstremitas bayi.
g. Melakukan pencegahan infeksi dengan memberikan salep
Chlorampenicol 10 mg di kedua mata bayi dan memberikan injeksi
vitamin K 1 mg secara IM pada paha kiri 1/3 atas bagian lateral.

F. Evaluasi
Tanggal 10 Januari 2016 pukul 14:35 WIB
a. Bayi sudah dikeringkan.
b. Bayi sudah diletakkan dibawah lampu sorot dengan jarak 60 cm.
c. Jalan napas bayi sudah terbuka dan sudah dibersihkan.
d. Bayi mampu manangis kuat dengan respirasi 52 x/menit, denyut
jantung 128x/menit, suhu 36,7°C
e. Bayi sudah diselimuti dengan kain bersih dan kering.
f. Ibu mampu memperhatikan keadaan bayinya.
g. APGAR score bayi 10/10, respirasi 52x/menit, HR 128x/menit, suhu
36,7°C
h. Bayi sedang melakukan IMD
i. Terlampir dalam catatan perkembangan
CATATAN PERKEMBANGAN I
Tanggal 10 Januari 2016 pukul 15.48 WIB
S :-
O : bayi sedang dilakukan IMD
A : By. Ny. S neonates 1 jam
P : 1. Melakukan pemeriksaan antropometri. Hasil
BB : 3000 gram
PB : 48 cm
LK/LD : 33/32cm

2. Memberikan salep profilaksis Clorampenicol 10mg pada kedua mata bayi.


Sudah diberikan dikedua mata bayi.
3. Memberikan injeksi vit K 1 mg. sudah diberikan injeksi vit K pada paha kiri
1/3 atas bagian lateral.
4. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya. Ibu bersedia menyusui
bayinya.
5. Melakukan injeksi Hb0 1 jam berikutnya.
6. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi setelah 6 jam.
CATATAN PERKEMBANGAN II
Tanggal 10 Januari 2016 pukul 20.48 WIB
S :-
O : Sudah diberikan injeksi Hb0 pada pukul 16.48 WIB
1. Pemeriksaan umum :
R : 48 x/menit
HR : 128x/menit
Suhu : 36.8°C
2. Pemeriksaan fisik :
a. Kepala : mesochepal, tidak ada caput suksedanum dan cephal
haematoma.
b. Muka : simetris
c. Mata: simetris, tidak ada strabismus
d. Hidung : simetris
e. Telinga : simetris, tidak ada kulit tambahan
f. Mulut : bibir dan langit-langit menyatu, tidak ada labioskizis,
palatoskizis
g. Leher : tidak ada kelainan
h. Klavikula : tidka ada kelainan
i. Dada : simetris, tidak ada tarikan dinding dada
j. Ekstremitas atas : kedua lengan simetris, gerakan aktif, jumlah jari
lengkap
k. Abdomen : tidak ada kelainan, tali pusat bersij terbungkus kassa
steril.
l. Genetalia : testis sudah turun, tidak ada kelainan
m. Anus : terdapat lubang anus
n. Ekstremitas bawah : simetris, gerakan aktif, tidak ada deformitas,
jumlah jari lengkap
o. Tulang belakang : tidak ada kelainan seperti scoliosis, meningokel,
spina bifida.
3. Pemeriksaan Reflek
a. Reflek moro : ada
b. Reflek gasping : ada
c. Reflek rooting : ada
d. Reflek sucking : ada
4. Eliminasi
a. BAK : sudah keluar
b. BAB : meconium
A : By. Ny. S neonates 6 jam
P :
1. Memandikan bayi. Sudah dilakukan pada tanggal 11 Januari 2016 pukul
05.30 WIB
2. Memberiathu ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Ibu
bersedia memberikan ASI eksklusif pada bayinya.
3. Menganjurkan ibu untuk menyusi bayinya secara on demand. Ibu bersedia
memberikan ASI eksklusif sesuai kebutuhan bayi.
4. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan bayi seperti mengganti popok
saat bayi BAL. Ibu bersedia mengganti popok bayi saat basah.