Anda di halaman 1dari 6

A.

Jenis -jenis struktur organisasi


1. Organisasi Lini
Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui garis
terpendek dari seorang atasan kepada bawahanya.Pelaporan tanggungjawab dari bawahan kepada
atasannya juga dilakukan melalui garis vertikal yang terpendek.Perintah-perintah hanya diberikan
seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab kepada atasan bersangkutan.

2. Organisasi lini dan staf


Organisasi ini merupakan kombinasi dari organisasi lini dan organisasi
fungsional.kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikan-kebaikanya dan
meniadakan keburukan-keburukanya. Asas kesatuan komando tetap dipertahankan dan
pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dari puncak pimpinan kepada pimpinan
dibawahnya, puncak pimpinan tetap sepenuhnya berhak menetapkan keputusan,
kebijaksanaan, dan merealisasikan tujuan perusahaan.

3. Organisasi komite
Organisasi ini merupakan suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai
wewenang yang sama dan pimpinanya kolektif. Organisasi komite mengutamakan pimpinan,
artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif presidium” dan komite ini bersifat
manajerial.

Menurut (Marquis & Huston, 2010) biasanya, sebuah departemen keperawatan


menggunakan satu dari beberapa tipe/jenis struktur organisasi seperti bureaucratic, ad hoc,
matrix, flat, atau gabungan dari beberapa struktur.

Tipe struktur yang digunakan dalam fasilitas pelayanan kesehatan mempengaruhi pola
komunikasi, hubungan, dan wewenang dalam sebuah organisasi.

1. Bureaucratic

Desain organisasi birokrasi biasa disebut dengan line structures atau line organization.
Pengambilan keputusan dan kekuasaan dipegang oleh beberapa orang dalam tingkat atas. Setiap
orang yang memiliki beberapa kekuatan dan otoritas yang bertanggung jawab untuk hanya
beberapa orang. Ada banyak lapisan departemen, dan komunikasi cenderung bergerak lambat
pada jenis sistem ini. Banyak orang yang telah mengenal struktur ini sehingga tidak sulit untuk
mengorientasikan seseorang ke dalam struktur ini. Dalam struktur ini, wewenang dan tanggung
jawab diatur dengan sangat jelas.
Masalah terkait struktur ini adalah kepatuhan terhadap rantai komando komunikasi, yang
membatasi komunikasi ke atas. Pemimpin yang baik mendorong komunikasi ke atas untuk
mengkompensasi kerugian. Namun, ketika garis posisinya sudah jelas terdefinisi, keluar dari
rantai komando komunisasi dengan melakukan komunikasi ke atas biasanya tidak pantas.

2. Ad Hoc Design

Ad Hoc Design adalah modifikasi dari struktur birokrasi dan terkadang digunakan sementara
untuk memudahkan penyelesaian sebuah proyek dengan garis organisasi formal. Struktur ad hoc
adalah sarana untuk mengatasi ketidakfleksibelan dari garis struktur. Struktur ad hoc
menggunakan proyek tim atau pendekatan tugas dan biasanya dibubarkan saat proyek tersebut
selesai. Kerugian dari struktur ini adalah menurunnya kekuatan dalam rantai komando formal
dan menurunkan loyalitas karyawan terhadap organisasi induk.

3. Matrix Structure

Matrix organization structure dirancang untuk fokus terhadap produk dan fungsi. Fungsi
digambarkan sebagai semua tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk, dan produk
merupakan hasil akhir dari fungsi tersebut. Sebagai contoh, kriteria hasil pasien yang baik adalah
produk sedangkan staf yang memadai adalah sebuah fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan
produk yang baik. Struktur organisasai matrik mempunyai rantai komando vertikal dan
horisontal. Meskipun begitu, terdapat aturan yang kurang formal dan tingkat hirarki yang lebih
sedikit. Dalam struktur ini, membuat keputusan bisa menjadi lebih lama karena kebutuhan untuk
bertukar informasi, dan hal itu dapat menyebabkan kebingungan bagi pekerja karena desain dari
dua wewenang. Keuntungan utama dari struktur ini adalah keahlian yang terpusat seringkali
sebanding dengan kompleksitas komunikasi yang dibutuhkan dalam perancangan.

4. Flat design

Flat organizational design adalah sebuah usaha untuk memindahkan lapisan hirarki dengan
perataan rantai komando dan desentralisasi organisasi. Pada waktu yang tepat, ketika finansial
organisasi kaya, merupakan hal yang mudah untuk menambahkan lapipsan dalam sebuah
organisasi untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Tapi ketika organisasi mulai merasa
finansialnya menurun, mereka sering melihat hirarki mereka untuk mengetahui posisi apa yang
dapat dihilangkan. Dalam desain ini, terdapat kelangsungan garis kebijakan, dan karena struktur
organisasi iini, pembuat kebijakan dan wewenang menjadi lebih banyak. Banyak manajer yang
kesulitan untuk melepaskan kontrolnya, dan walaupun struktur ini menahan banyak karakteristik
dari birokrasi

B. Perbedaan Budaya dan Iklim Organiasi


Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan
pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati,
dikembangkan dan dikokohkan secara berkesinambungan melalui dengan anggota organisasi
lainnya.
Iklim komunikasi sebuah organisasi mempengaruhi cara hidup kita; kepada siapa kita
berbicara, siapa yang kita sukai, bagaimana perasaa kita, bagaimana kegiatan kerja kita, dan
bagaimana cara kita menyesuaikan diri dengan organisasi.
Budaya Organisasi sendiri dapat didefinisikan sebagai kebiasaan, atau pola yang sudah
mengakar dan sulit dirubah, dimana sudah terbentuk kepercayaan yang dijunjung tinggi, nilai,
sikap kebiasaan dan harapan yang sudah memiliki warna sendiri baik dari puncak manajemen
hingga tingkatan paling rendah sekalipun dalam sebuah
organisasi. Budaya Organisasi dapat juga dikatakan sebagai jantungnya organisasi.
Budaya dan Iklim Komunikasi Organisasi memiliki sifat-sifat yang membuat keduanya
tampak saling tumpangtindih. Secara keseluruhan, terlihat bahwa iklim lebih merupakan sifat
budaya daripada pengganti suatu budaya. Hal ini berarti, dengan memahami iklim komunikasi
organisasi, kita akan mampu memahami sifat budaya dalam organisasi tersebut. Hal ini
dikarenakan iklim komunikasiorganisasi merupakan suatu sistem kepercayaan yang
digeneralisasikan.Maksudnya,dengan memahami iklim komunikasi suatu organisasi, kita akan
mengetahui gambaran bagaimana keberlangsungan budaya organisasi di dalamnya.

Iklim memiliki peran dalam menjaga keutuhan suatu budaya dan membimbing
perkembangan budaya tersebut. Hal ini dikarenakan iklim berkembang melalui interaksi-
interaksi antaranggota organisasi. Interaksi atau komunikasi antara anggota organisasi tersebut
akan berdampak kepada budaya yang terjadi di dalam organisasi.
C. Implementasi Pengorganisasian Keperawatan Di Ruang Rawat
Pengorganisasian dilakukan setelah perencanaan. Pengorganisasian adalah langkah untuk
menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas pokok
dan wewenang serta pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka
mencapai tujuan.Diamana antara Direktur Rumah Sakit,Kepala Bidang
Keperawatan,Supervisi,Cas Manajer,Kepala Ruang dan Pelaksana Tim mempunyai wewenang
dan tugas masing-masing.
 Kepala Ruangan, tugasnya :
1. Merencanakan pekerjaan
2. menentukan kebutuhan perawatan pasein
3. membuat penugasan
4. melakukan supervise
5. menerima instruksi dokter.
 Perawat staf :
1. Melakukan askep langsung pada pasien

2. Membantu revisi askep yang diberikan oleh pembantu tenaga keperawatan.

 Perawat Pelaksana :
1. Melaksanakan askep langsung pada pasien dengan askep sedang

2. Melaksanakan askep pasein dalam masa pemulihan kesehatan

Melaksanakan askep pada pasein dengan penyakit kronik dan membantu tindakan sederhana
(ADL).

 Pembantu Perawat :
1. Membantu pasien dengan melaksanakan perawatan mandiri untuk mandi

2. Membantu perawat untuk membenahi tempat tidur

3. Membantu membagikan alat tenun bersih

Susunan Organisasi bidang perawatan di Rumah Sakit


D. Implementasi Pengorganisasian Keperawatan Di Puskesmas
Dalam menyelanggarakan pembangunan kesehatan puskesmas juga memiliki visi,
misi, dan tujuan. Puskemas dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas untuk menjalankan visi,
misi, dan tujuan tersebut. Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di
Puskesmas. Dalam melaksanakan tanggungjawabnya, kepala Puskesmas sebagai seseorang
yang menjalankan peran kepemimpinan merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sumber
daya Puskesmas kepada dinas kesehatan kabupaten/kota (PMK No. 75 tahun 2014).
Organisasi puskesmas disusun oleh dinas kesehatan kabupaten/kota berdasarkan kategori
upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas. Organisasi Puskesmas paling sedikit terdiri atas
(PMK No. 75 tahun 2014):
1. Kepala Puskesmas
2. Kepala sub bagian tata usaha
3. Penganggung jawab UKM dan Perkesmas
4. Penganggung jawab UKP, kefarmasian dan laboratorium
5. Penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesman dan jejaring fasilitas pelayanan
kesehatan
Fungsi manajemen dijalanakan oleh seorang manajer puskesmas dan peran
kepemimpinan dijalankan oleh seorang kepala puskesmas. Henri Fayol (1925) dalam
Marquis dan Huston (2012) pertama kali mengidentifikasi fungsi manajemen yaitu
perencanaan, mengorganisasi, komando, koordinasi, dan kontrol. Luther Gulick (1937)
dalam Marquis dan Huston (2012) memperluas fungsi manajemen tersebut menjadi “tujuh
aktivitas manajemen” yaitu perencanaan, mengorganisasi, ketenagaan, pengarahan,
koordinasi, pelaporan, dan budgeting. Walaupun sering dimodifikasi akhirnya para
teoritikus mulai mengarahkan fungsi manajemen menjadi proses manajemen.

Daftar Pustaka
Marquis, B.L. & Huston, C.J. (2010). Leadership roles and management functions in nursing: theory
and application. (7th Edition). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
KMK No. 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas.
PMK No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas