Anda di halaman 1dari 2

MIGRAIN

No. Dok:

S No. Revisi:

O Tanggal terbit :

P Halaman:

PEMERINTAH
KABUPATEN Kepala Puskesmas Ollot
BOLAANG Ade Irma S Sangko
MONGONDOW NIP.196710011988122001
UTARA

1. Pengertian Penatalaksanaan Migrain adalah penatalaksaan pada pasien


dengan nyeri kepala primer dengan kualitas vaskular
(berdenyut), diawali unilateral yang diikuti oleh mual,
fotofobia, fonofobia, gangguan tidur dan depresi.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pasien dengan
Migrain di UPTD Puskesmas Ollot.

3. Kebijakan

4. Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik


Klinis bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer.

5. Langkah- 1. Perawat memanggil pasien


langkah/ 2. Perawat menyapa pasien dengan ramah
Prosedur
3. Perawat mempersilahkan pasien duduk
4. Perawat melakukan anamnesa singkat untuk
mengetahui keluhan utama pasien
5. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pasien
6. Perawat mencatat hasil pemeriksaan pasien
7. Perawat mempersilahkan pasien ke meja dokter.
8. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui
keluhan utama serta anamnesis terpimpin yang meliputi
nyeri kepala unilateral moderat sampai berat, sakit
kepala berdenyut atau serasa ditusuk-tusuk,semakin
parah dengan aktivitas fisik, mereda secara bertahap
pada siang hari dan setelah bangun tidur tidak dapat
melakukan aktivitas sehari-hari, mual, muntah,
fotofobia atau fonofobia.
9. Dokter melakukan pemeriksaan fisik umum untuk
menegakkan diagnosis migren.
10. Dokter menuliskan hasil anamnesis dan pemeriksaan
fisik umum dan neurologis, diagnosis serta terapi
kedalam buku status pasien.
11. Dokter memberikan terapi yang dituliskan dalam
resep. Adapun terapi yg diberikan adalah analgesik
spesifik untuk migren sedang sampai berat (Ergotamin
kafein, Dihydroergotamin, dan golongan Triptan),
analgesik non spesifik yaitu Ibuprofen 200-400 mg, serta
antiemetic yaitu domperidon atau metoklopropamid.
12. Dokter memberikan edukasi kepada pasien berupa
informasi tentang migrain yaitu berusaha mengontrol
serangan, beristirahat dan menghindari pemicu, serta
berolahraga secara teratur, dan jika merokok untuk
berhenti merokok karena merokok dapat memicu sakit
kepala atau membuat sakit kepala menjadi lebih parah.
13. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil
resep di apotek.
6. Unit 1. Loket pendaftaran,
Terkait 2. Ruang rawat umum
3. Rauang Laboratorium
4. Ruang apotek.

7. Distribusi Tata Usaha dan Poli umum