Anda di halaman 1dari 3

HIV AIDS

No. Dok:
S
No. Revisi:
O
P Tanggal terbit :
Halaman:

PEMERINTAH
Kepala Puskesmas Ollot
KABUPATEN
Ade Irma S Sangko
BOLAANG
NIP.196710011988122001
MONGONDOW
UTARA

1. Pengertian Penatalaksanaan HIV AIDS tanpa komplikasi adalah


penatalaksaan pada pasien dengan kumpulan gejala
akibat penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh
infeksi HIV.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pasien dengan HIV
AIDS tanpa komplikasi di UPTD Puskesmas Mokoditek.

3. Kebijakan

4. Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik


Klinis bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer.

5. Langkah- 1. Perawat memanggil pasien


langkah/ 2. Perawat menyapa pasien dengan ramah
Prosedur 3. Perawat mempersilahkan pasien duduk
4. Perawat melakukan anamnesa singkat untuk
mengetahui keluhan utama pasien
5. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pada
pasien
6. Perawat mencatat hasil pemeriksaan pasien
7. Perawat mempersilahkan pasien ke meja dokter.
8. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui
keluhan utama serta anamnesis terpimpin yang
meliputi kulit kering yang luas, terdapat kutil di
genital, kandidiasis oral, dermatitis seboroik atau
kandidiasis vagina berulang, herpes zoster berulang
atau lebih dari satu dermatom, herpes genital
berulang, moluskum kontagiosum, kondiloma,
tuberculosis, batuk >1 bulan, sesak napas,
pneumonia berulang, sinusitis kronis,nyeri kepala
yang semakin parah dan tidak jelas penyebabnya,
kejang demam, menurunnya fungsi kognitif.
9. Dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk
menegakkan diagnosis HIV AIDS tanpa komplikasi.
10. Dokter menuliskan hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis
serta terapi kedalam buku status pasien.
11. Dokter memberikan terapi yang dituliskan dalam
resep. Adapun terapi yg diberikan adalah ARV
(antiretrovirus), obat-obat infeksi oportunistik dan
obat koinfeksi.
12. Dokter memberikan resep kepada pasien.
13. Dokter memberikan edukasi kepada pasien beupa
memberikan informasi kepada pasien dan keluarga
tentang penyakit HIV/AIDS dan menyarankan untuk
bergabung dengan kelompok penanggulangan
HIV/AIDS untuk menguatkan dirinya dalam
menghadapi pengobatan penyakitnya.
14. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil
obat di apotek.
6. Unit 1. Loket pendaftaran
Terkait 2. Ruang periksa Umum
3. Raung apotek

7. Dokumen
terkait

8. Rekaman Isi yang dirubah Isi perubahan Tangga


histori l mulai
No
perubahan dilaku
kan