Anda di halaman 1dari 1

BELL’S PALSY

No. Dok:
SOP No. Revisi:
Tanggal terbit :
Halaman:
Di setujui oleh :
Kepala UPTD Puskesmas
Mokoditek
PUSKESMAS
MOKODITEK

Yul Djenaan
Nip. 19700606 199304 2 013

Pengertian Penatalaksanaan Bells’ palsy adalah penatalaksaan pada pasien dengan


paralisis fasialis idiopatik, merupakan penyebab tersering dari paralisis
fasialis unilateral.
Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pasien dengan Bells’ palsy di
UPTD Urusan Puskesmas Mokoditek.

Kebijakan

Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi
Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer.

Langkah- langkah/ 1. Perawat memanggil pasien


Prosedur 2. Perawat menyapa pasien dengan ramah
3. Perawat mempersilahkan pasien duduk
4. Perawat melakukan anamnesa singkat untuk mengetahui keluhan
utama pasien
5. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pasien
6. Perawat mencatat hasil pemeriksaan pasien
7. Perawat mempersilahkan pasien ke meja dokter.
8. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui keluhan utama serta
anamnesis terpimpin yang meliputi kelumpuhan muskulus fasialis,
tidak mampu menutup mata, nyeri tajam pada telinga dan mastoid,
perubahan pengecapan, hiperakusis, kesemutan pada dagu dan
mulut, epiphora, nyeri ocular serta penglihatan kabur.
9. Dokter melakukan pemeriksaan fisik umum dan neurologis untuk
menegakkan diagnosis bells’ palsy.
10. Dokter menuliskan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik umum
dan neurologis, diagnosis serta terapi kedalam buku status pasien.
11. Dokter memberikan terapi yang dituliskan dalam resep. Adapun
terapi yg diberikan adalah kortikosteroid (Prednison), dosis: 1
mg/kg atau 60 mg/day selama 6 hari, diikuti penurunan bertahap
total selama 10 hari serta antiviral asiklovir diberikan dengan dosis
400 mg oral 5 kali sehari selama 10 hari.
12. Dokter memberikan edukasi kepada pasien berupa informasi
tentang bells’ palsy.
13. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil resep di apotek.
Unit Terkait Loket, Poli Umum dan apotek.

Distribusi Tata Usaha dan Poli umum