Anda di halaman 1dari 14

Nama : Riska Fitriani

Prodi : D-III Keperawatan Lawang / 1B


NIM : P17220194052

Rangkuman Sistem Urinaria dan Fungsi Bagian – Bagian Ginjal


o Sistem Urinaria atau sistem perkemihan adalah suatu sistem dimana terjadinya
proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat – zat yang tidak
dipergunakan oleh tubuh.
o Fungsi Sistem Perkemihan
1. Mempertahankan keseimbangan internaal atau homeostasis
2. Membuang produk – produk yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.
3. Pengeluaran zat sisa organik.
4. Pengaturan konsentrasi ion – ion penting.
5. Pengaturan keseimbangan asam – basa tubuh.
6. Pengaturan produksi sel darah merah.
7. Pengaturan tekanan darah.
8. Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa dalam darah dan asam
amino darah.
9. Pengeluaran zat beracun.

Gambar Sistem Urinaria Secara Makroskopis


Sistem Urinaria terdiri atas :
1. Ginjal, yang mengeluarkan sekret atau urine.
2. Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal menuju vesika urinaria.
3. Vesika Urinaria, yang bekerja sebagai penampung urine.
4. Uretra, yang menyalurkan urine dari vesika urinaria keluar.

1. Ginjal
Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang
peritonium (retroperitoneal), di depan dua kosta terakhir dan tiga
otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum dan
psoas mayor) di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal
terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal). Kedua
ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal pada orang
dewasa berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm,
kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Berat kedua ginjal
kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau kurang lebih beratnya antara
120-150 gram. Bentuk ginjal seperti biji kacang, dengan lekukan yang
menghadap ke dalam. Jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan,
ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-
laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal kanan biasanya
terletak sedikit ke bawah dibandingkan ginjal kiri untuk memberi
tempat lobus hepatis dexter yang besar. Ginjal dipertahankan dalam
posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Kedua ginjal
dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak
pararenal) yang membantu meredam guncangan.
Gambar Bagian – Bagian Ginjal Secara Mikroskopis dan Fungsisnya

Fungsi Bagian – Bagian Ginjal :

1. Korteks, di dalamnya terdapat jutaan nefron yang terdiri dari suatu badan
malpigi. Korteks berfungsi sebagai penyaring darah dan menghilangkan zat –
zat sampah yang memang tidak diperlukan lagi oleh tubuh.
2. Ureter, suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang menghantarkan urin
dari ginjal menuju kandung kemih. Panjang ureter adalah sekitar 20-30 cm
dengan diameter maksimum sekitar 1,7 cm di dekat kandung kemih dan
berjalan dari hilus ginjal menuju kandung kemih. Fungsi ureter sendiri adalah
untuk meneruskan urine yang diproduksi oleh ginjal ke dalam vesika urinaria.
3. Kapsul, memiliki struktur halus, transparan yang dikelilingi membran fibrosa,
membungkus dan melindungi ginjal. Kapsul berfungsi untuk
mempertahankan bentuk ginjal serta melindunginya dari kerusakan.
4. Medula, bagian dari ginjal yang letaknya berada paling dalam. Medula ini
berbentuk seperti kerucut terdiri dari 8- 12 piramida. Fungsi dari medula
sendiri yaitu sebagai penyalur sisa hasil filter dari tubulus kolektivus kekaliks.
5. Renal Hilum, lekukan dekat pusat cekung ginjal, renal hilum adalah are ginjal
sampai ureter yang meninggalkan ginjal dan struktur lain termasuk pembuluh
darah, pembuluh limfatik, dan saraf yang memasuki atau meninggalkan ginjal.
a. Renal Vein, berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal menuju
vena cava inferior kemudian kembali ke jantung.
b. Renal Nerve, mempersarafi ginjal berasal dari cabang simpatis sistem
saraf otonom melalui pleksus renalis.
c. Renal Arteri, suatu pembuluh nadi yang memiliki fungsi untukmembawa
darah ke dalam ginjal dan untuk disaring di glomerulus.
6. Arteri Interlobar, pembuluh darah ginjal yang dilepaskan pada sudut kanan
dari sisi arteri acuate yang melihat ke arah substansi kotikal. Arteri ini lewat
langsung ke luar di antara sinar medular untuk mencapai tunik fibrosa,
dimana mereka berakhir di jaringan kapiler bagian ini.
7. Kortikal, mempunyai lengkung henle yang pendek, 80% ada di ginjal manusia.
Fungsi nefron ini adalah sebagai unit penyaring darah dan untuk
menghasilkan urine.
8. Arteri Arkuata, pembuluh sirkulasi ginjal yang terletak di perbatasan korteks
ginjal dan medula ginjal.
9. Kaliks Minor, bagian ujung pelvis yang berbentuk seperti cawan yang
mengalami penyempitan karena adanya duktus papilaris yang masuk ke
bagian pelvis ginjal.
10. Kaliks Mayor, kumpulan dari beberapa kaliks minor.
Fungsi umum kaliks adalah mengatur sistem beliverdin dan bilirubin pada
ginjal serta mengeluarkan zat amoniak pada air seni yang dikeluarkan. Kaliks
juga berperan dalam penyaringan darah yang akan masuk ke tubulus.
11. Pelvis, tempat berkumpulnya urine dari piramida ginjal dan mengarahkan
urine masuk ke ureter, pelvis berbentuk seperti corong. Memiliki fungsi
sebagai saluran utama untuk menyalurkan urine dari ginjal ke ureter dan
sebagai tempat penampungan urine sementara.
12. Piramida Ginjal, berfungsi sebagai tempat penyaringan dan pembentukan
urine, sebagai pengumpul hasil ekskresi yang disimpan di dalam
pembuluhnya, sebagai alat penghubung ke ureter dan berakhir di vesika
urinaria.
13. Papila Renal, sebagai saluran untuk mengalirkan urine dari ginjal ke ureter.
14. Kolom Ginjal, ekstensi meduler dari korteks ginjal diantara piramida ginjal.
2. Ureter
Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder yang
menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih. Panjang
ureter adalah sekitar 20-30 cm dengan diameter maksimum sekitar
1,7 cm di dekat kandung kemih dan berjalan dari hilus ginjal menuju
kandung kemih. Ureter dibagi menjadi pars abdominalis, pelvis,dan
intravesikalis. Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal
dengan kandung kemih. Ureteritis adalah infeksi pada salah satu atau
kedua ureter.

3. Vesika Urinaria
Vesika urinaria atau kandung kemih adalah organ tubuh yang
mengumpulkan air kencing yang dikeluarkan oleh ginjal sebelum
dibuang. Air kencing memasuki kandung kemih lewat ureter dan
keluar lewat uretra. Kandung kemih merupakan salah satu organ
tubuh yang berbentuk tabung, terdiri dari lapisan otot (otot
detrusor) yang bekerja membawa hasil metabolisme yang tak
terpakai keluar tubuh. Fungsinya adalah sebagai penampung urin
yang dapat menampung kira-kira sebanyak dua cangkir cairan. Pada
saat Anda berkemih, maka urin akan turun melalui saluran yang
disebut uretra dan keluar dari tubuh. Saluran kemih (termasuk
ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma
akibat luka tembus (tusuk), trauma tumpul, terapi penyinaran,
cedera panggul (akibat kecelakaan kendaraan bermotor dengan
kecepatan tinggi atau terjatuh) serta pembedahan (terjadi secara
tak sengaja yang melibatkan panggul atau perut bagian bawah
seperti hysterectomy, operasi cesar, atau colectomy).

4. Uretra
Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke
lingkungan luar tubuh. Sel epitel dari uretra dimulai sebagai sel
transisional setelah keluar dari kantung kemih. Sepanjang uretra
disusun oleh sel epitel bertingkat torak, kemudian sel bertingkat
kubis di dekat lubang keluar. Terdapat pula kelenjar uretra kecil yang
menghasilkan lendir untuk membantu melindungi sel epitel dari urin
yang korosif. Uretra berfungsi sebagai saluran pembuang baik pada
sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual. Pada pria, berfungsi
juga dalam sistem reproduksi sebagai saluran pengeluaran air mani.
Pada wanita, panjang uretra sekitar 2,5 sampai 4 cm dan terletak di
antara klitoris dan pembukaan vagina. Pria memiliki uretra yang lebih
panjang dari wanita. Artinya, wanita lebih berisiko terkena infeksi
kantung kemih atau sistitis dan infeksi saluran kemih. Pada pria,
panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra
pada pria dibagi menjadi 4 bagian, dinamakan sesuai dengan
letaknya:

· pars pra-prostatica, terletak sebelum kelenjar prostat.

· pars prostatica, terletak di prostat, Terdapat pembukaan kecil,


dimana terletak muara vas deferens.

· pars membranosa, sekitar 1,5 cm dan di lateral terdapat kelenjar


bulbouretralis.

· pars spongiosa/cavernosa, sekitar 15 cm dan melintas di corpus


spongiosum penis.
Gambar Nefron Ginjal dan Fungsinya

1. Glomerulus, simpul pembuluh darah dengann ukuran sangat


kecil yang terletak di sebelah depan nefron ginjal.
Fungsi glomerulus yaitu : proses filtrasi, sebagai penyaring
air, asama amino, glukosa dan urea, sebagai pengatur
tekanan dan volume darah dengan sel jukstaglomenular,
melakukan eliminasi racun pada darah, sebagai penghasil
urine primer yang harus di proses pada tahap berikutnya.
2. Kapsul Bowman, struktur kantung yang terletak pada
permulaan dari komponen tubulus dati sebuah nefron pada
ginjal. Berfungsi sebagai bagian proses penyaringan darah
pada pembentukan urine manusia dan mengumpulkan
cairan darah yang telah disaring.
3. Tubulus Proksimal, bagian pertama dari tubulus ginjal dan
terletak di korteks ginjal, dekat dengan korpus ginjal. Fungsi
bagian ini adalah menyerap kembali 2/3 natrium (Na) yang
disaring, menyerap kembali semua glukosa dan asam amino,
mengeluarkan amonia yang berfungsi sebagai buffer untuk
mengeluarkan H+, menyekresi kreatin yang digunakan untuk
mengakses fungsi ginjal.
4. Tubulus Distal, pada tubulus distal memiliki fungsi sebagai
tempat terbentuknya urine yang sesungguhnya, dimana
nantinya dikeluarkan dari dalam tubuh.
5. Lengkung Henle, berfungsi untuk menyaring dan
penghubung antara tubulus kontortus distal dan tubukus
kontortus proksimal.
6. Tubuukus Kolektivus, bentuknya mirip dengan selang,
berfungsi untuk menampung urine sesungguhnya hasil
pengolahan dan penyerapan di dalam nefron kemudian
dilanjutkan ke pelvis. Lalu ditampung sebelum benar – benar
dikeluarkan di kandung kemih.
Gambar Glomerulus dan Fungsinya

1. Glomerulus, simpul pembuluh darah dengann ukuran sangat kecil


yang terletak di sebelah depan nefron ginjal. Fungsi glomerulus
yaitu : proses filtrasi, sebagai penyaring air, asama amino, glukosa
dan urea, sebagai pengatur tekanan dan volume darah dengan sel
jukstaglomenular, melakukan eliminasi racun pada darah, sebagai
penghasil urine primer yang harus di proses pada tahap berikutnya.

2. Kapsula Bowman, struktur kantung yang terletak pada permulaan dari komponen
tubulus dati sebuah nefron pada ginjal. Berfungsi sebagai bagian proses penyaringan
darah pada pembentukan urine manusia dan mengumpulkan cairan darah yang telah
disaring.

3. Badan Malpigi, tersusun atas glomerulus dan simpai bowman yang berfungsi sebagai
penyaring darah yang menghasilkan urine primer.

4. Arteri Aferen, arteri yang mengangkut darah ke glomerulus. Berfungsi untuk


membawa darah kotor ke glomerulus untuk dilakukan penyaringan.
o Fisiologi Pembentukan Urine
1. Filtrasi Glomerulus
Filtrasi adalah proses ketika air dan substansi terlarut bergeralk menembus
membran pada tekanan tertentu. Di simpai bowman terdapat glomerulus,
yang berasal dari arteri renalis yang masuk ke hilum ginjal. Diameter arteriol
aferen yang menuju ke glomerulus lebih besar dibandingkan arteriol eferen
sehingga menciptakan tekanan dalam glomerulus yang membuat plasma
darah dan molekul kecil terdorong menembus dinging kapler dan masuk ke
simpai bowman. Hanya substansi yang cukup kecil yang dapat melalui dinding
arteriol. Pada simpai bowman, 10% dari seluruh darah yang memasuki
glomerulus akan difiltrasi. Filtrasi glomerulus menghasilkan filtrat yang sangat
encer dan mengandung banyak substansi terlarut dari darah. Faktor yang
mempengaruhi proses filtrasi yaitu :
a. Luasnya area permukaan yang dihasilkan akibat panjangnya kapiler
glomerulus.
b. Membran penyaring yang sangat berpori dan sangat tipis
c. Tekanan neto filtrasi, tekanan penggerak filtrasi glomerulus, dan tercipta
akibat adanya perbedaan diameter arteriol aferen dan eferen. Ada 3
macam tekanan pada simpai bowman :
- Tekanan Hidrostatik (TH), sekitar 15mmHg dihasilkan oleh adanya filtrasi
dalam kapsula dan berlawanan dengan tekanan hidrostatik darah. Filtrasi
juga mengeluarkan tekanan osmotik 1-3 mmHg yang berlawanan dengan
osmotik darah.
- Tekanan Osmotik (TO), tekanan yang dikeluarkan oleh air (sebagai peluru)
pada membran semipermeabel sebagai usaha untuk menembus membran
semipermeabel ke dalam are yang mengandung banyak molekul.
- Tekanan kapsular dari simpai bowman.
Perbedaan tekanan osmotik plasma dengan cairan dalam kapsula bowman
mencerminkan perbedaan konsentrasi protein yang menimbulkan pori –
pori kapiler mencegah protein plasma untuk di filtrasi. Tekanan hidrostatik
dan osmotik plasma bekerja sama untuk meningkatkan gerakan air dan
molekul permeabel.
2. Reabsorpsi
Proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa, natrium,
klorida, fosfat, dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal
oblogator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus
bawah terjadi kembali penyerapan natrium dan ion bikarbonat, bila
diperlukan akan diserap kembali ke dalam tubulus bagian bawah.
Penyerapannya secara aktif yang dikenal dengan reabsorpsi fakultatif dan
sisanya dialirkan pada papila renalis.
3. Sekresi
Sisanya penyerapan urine kembali yang terjadi pada tubulus dan diteruskan
ke piala ginjal selanjutnya diteruskan ke ureter masuk ke vesika urinaria.

o Peredaran Darah Ginjal dan Persyarafan Ginjal


Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan
arteri renalis. Sedangkan, untuk persyarafan ginjal mendapatkan persyarafan dari
pleksus renalis (vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah
yang masuk dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah
yang masuk ginjal. Di atas ginjal terdapat kelenjar suprarenalis yang merupakan
kelenjar buntu menghasilkan dua macam hormon yaitu hormon adrenalin dan
hormon kortison.
o Urine
Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan
dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.

1. Komposisi Urine
Urine terbentuk melalui proses dalam nefron. Urine merupakan cairan
terkonsentrasi yang mengandung sedikit air dan berbagai produk sisa
metabolisme untuk dibuang dari tubuh melalui urinasi. Bila tidak dibuang akan
menumpuk selanjutnya akan menyebabkan disfungsi sistem tubuh dan
menimbulkan penyakit dan kematian.

Komposisi urine, terdiri dari:

1. Kira-kira 95% air.

2. Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak
dan kreatinin.

3. Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat.

4. Pagmen (bilirubin dan urobilin).

5. Toksin

6. Hormon

2. Sifat Fisis Urine


- Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1500cc tergantung dari intake cairan dan
faktor lain.

- Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.

- Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet obat- obatan, dsb.

- Bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak dengan berat
jenis 1,015 – 1,020.

- Reaksi asam, bila lama – lama akan alkalis, juga tergantung daripada diet.
3. Abnormalitas Urine
- Oliguria : volume urine dalam 24 jam < 400ml.
- Anuria : volume urine dalam 24 jam < 50ml.
- Poliuria : volume urine dalam 24jam > 3000ml.
- Disuria : nyeri saat berkemih.
- Nokturia : sering berkemih pada malam hari.
- Enuresis : sering buang air kecil berlebihan (ngompol).
- Glukosuria : terdapat kadar gula dalam urine.
- Ketonuria : terdapat keton di dalam urine yang disebabkan oleh kelaparan,
diabetes yang tidak terkontrol dan keracunan alkohol.

o Kelainan Pada Ginjal dan Sistem Perkemihan


o Albuminuria, suatu gangguan yang ditandai oleh adanya senyawa
protein pada urin. Ini bias disebabkan oleh adanya kerusakan pada
glomerulus
o Batu ginjal, yaitu gangguan yang berupa endapan kristal kalsium
fosfatyang kemudian menggumpal layaknya batu. Sehingga disebut
sebagai batu ginjal. Keberadaan batu ginjal dalam saluran urinaria
ini bisa menyebabkan terjadinya stagnasi urin
o Nefritis, yaitu gangguan berupa peradangan pada bagian ginjal yang
menyebabkan kerusakan jaringan ginjal sehingga fungsi ginjal
sebagai organ ekskresi menjadi terganggu.
o Nefritis akut, disebabkan oleh penyakit menular, terutama penyakit
jengkering ( scarlet fever ) . Biasanya ini terjadi pada anak-anak dan
remaja. Nefritis yang kronis biasanya terjadi pada orang yang lebih
tua usianya dengan tanda-tanda , seperti ; hipertensi, pengerasan
pembuluh darah ( sclerosis ) pada ginjal atau bias juga glomerulus
dan tubula telah mengalami kerusakan cukup lama.
o Gagal ginjal, merupakan kegagalan fungsi ginjal yang akut dan dapat
menimbulkan nefritis, luka, perdarahan bahkan fungsi jantung
berhenti secara tiba-tiba .
o Uremia, merupakan suatu kondisi di mana darah mengandung zat-
zat sisa metabolisme seperti urea dan tidak mampu diekskresikan.
Kondisi ini berlanjut dengan munculnya odeem / bengkak pada
bagian tubuh terutama pada bagian anggota gerak bawah ( kaki ).
o Sistitis, merupakan peradangan pada membrane mukosa yang
melapisi kantung urin ( vesica urinaria ) disebabkan oleh infeksi
mekroba tertentu ataupun peradangan.

o Urinalisis

Urine terbentuk langsung dari darah, analisis kandungan dalam urine menunjukkan
beberapa indikasi fungsi tubuh. Bila metabolisme tidak bekerja secara efisien maka
tampak dari urinalisis. Selama hamil urine diperiksa secara rutin karrena adanya
beberapa kandungan abnormal yang dapat menjadi tanda awal kelainan yang
berhubungan dengan kehamilan.
Contoh :
- protein dalam uirne dapat menjadi petunjuk adanya bakteri, ISK atau adanya
keruskan ginjl akibat peningkatan tekanan darah yang berhubungan dengan
pre-eklampsia.
- Glukosa dalam urine dapat menjadi petunjuk bahwa wanita tersebut
menderita diabetes gestasional.