Anda di halaman 1dari 20

“Rangkuman Materi Sosiologi Semester 1”

Oleh :

Hainun Nisa Halida

10 IPA 1

20

Tahun Pelajaran 2014-2015


BAB I

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI FENOMENA SOSIAL

I. DEFINISI SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE

Pengertian Sosiologi

Sosiologi berasal dari kata Social, yang berarti teman, serta Logos yang berarti ilmu
pengetahuan. Jadi, sosiologi ialah ilmu yang mempelajari kemasyarakatan. Objek utama
sosiologi yaitu mesyarakat. Ada beberapa tokoh yang mengungkapkan definisi sosiologi,
adapun penjelasannya sebagai berikut :

1. Auguste Comte : sosiologi adalah ilmu yang memepelajari manusia sebagai


makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama. Sosiologi sebagai
ilmu sosial mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam
asosiasi-asosiasi, lembaga-lembaga, maupun peradaban
2. Emile Durkheim : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial,
yakni fakta mengenai cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar
individu dan fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu
3. Max Weber : Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-
tindakan sosial
4. Soejono Soekamto : sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada sendi-
sendi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-
pola umum kehidupan masyarakat
5. William Kornblum : Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari
masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang
bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi
6. Roucek & Waren : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara
manusia dan kelompok sosial
7. Allan Jhonson : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan
perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem tersebut mempengaruhi
orang dan bagaimn pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem
tersebut
Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

a. Empiris : didasarkan observasi sehingga hasilnya tidak spekulatif


b. Teoritis : abstraksi dari observasi
c. Kumulatif : taori yang ada diperluas, sehingga memperkuat teori yang sudah ada
d. Non etis : tidak mempertimbangkan dari sisi benar ataupun tidak

Objek kajian sosiologi

Pada dasarnya, sosiologi mengkaji mengenai kehidupan bermasyarakat, adapun kajian


tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

a. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lainnya


b. Hubungan antara individu dan kelompok
c. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain
d. Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya

Konsep-Konsep tentang Realitas Sosial Budaya

1. Kesenjangan sosial
2. Kesenjangan kebudayaan’
3. Modernisasi dan globalisasi
4. Kebodohan
5. Kemiskinan

Cabang-cabang Sosiologi

Sosiologi yang berkembang dalam masyarakat memiliki beberapa cabang yang disesuaikan
dengan bidang keilmuannya. Berikut cabang-cabang sosiologi :

1. Sosiologi pendidikan
2. Sosiologi agama
3. Sosiologi hukum
4. Sosiologi keluarga
5. Sosiologi industri
6. Sosiologi pembangunan
7. Sosiologi politik
8. Sosiologi pedesaan
9. Sosiologi perkotaan
10. Sosiologi kesehatan
Sosiologi berhubungan dengan beberapa ilmu, seperti :

1. Antropologi, mengenai masyarakat dan kebudayaan


2. Sejarah, mengenai sejarah serta perkembangan sosial masyarakat
3. Ilmu politik, mengenai sosial ketika berhadapan di dunia politik
4. Ekonomi, mengenai upaya pemenuhan kebutuhan yang tidak terbatas, serta alat
pemuas kebutuhan yang terbatas, serta interaksi yang terjadi

Kegunaan Sosiologi

Sosiologi berguna untuk :

1. Perencanaan sosial
2. Penelitian
a. Pemahaman mengenai simbol kata-kata, kode
b. Pemahaman mengenai pola tingkah laku manusia dalam masyarakat
c. Kemempuan mempertimbangkan berbagai fenomena yang timbul secara objektif
d. Kemampuan melihat kecenderungan arah perubahan pola tingkah laku anggota
masyarakat atas sebab-sebab tertentu
e. Kehati-hatian menjaga pikiran yang rasional
3. Pembangunan
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Evaluasi
4. Pemecahan masalah sosial
a. Masalah kemiskinan, contoh : pengemis, pengangguran
b. Masalah psikologi, contoh : stres, gila, bunuh diri
c. Masalah biologi, contoh : penyakit ebola, mutasi genetik
d. Masalah kebudayaan, contoh : kenakalan remaja, perceraian
II. KONSEP-KONSEP MENDASAR DALAM METODOLOGI SOSIOLOGI

A. Konsep : -> Berdasarkan pandangan masyarakat

-> Berdasarkan dari ilmuwan yang dilatarbelakangi teori dan norma ilmiah

Konsep dasar yang tercakup, yaitu :

a. Interaksi dan kerjasama


b. Interpedensi
c. Kesinambungan dan oerubahan
d. Keragaman, kesamaan, serta perbedaan
e. Konflik dan konsensus
f. Evolusi dan adaptasi
g. Pola
h. Tempat/lokasi
i. Kekuasaan dan wewenang
j. Nilai dan kepercayaan
k. Keadilan dan pemerataan
l. Sebab akibat

B. Metode

Metode ialah cara kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang
bersangkutan. Adapun metode yang bisa digunakan dlam pengkajian dalam Sosiologi, yaitu :

1. Metode kualitatif
● Metode historis
● Metode komparatif
● Metode historis-komparatif
● Metode studi kasus
● Metode observasi
● Metode fungsionalisme
● Metode empiris dan rasionalistis
2. Metode Kuantitatif
● Metode Statistik
● Sosiometri
● Metode jejak pendapat/polling
III. REALITAS SOSIAL MASYARAKAT

Realitas sosial adalah kenyataan-kenyataan yang dapat kita lihat dalam kehidupan manusia
untuk bersatu dengan manusia lainnya. Bentuk-bentuk realitas sosial yaitu :

a. Keluarga, yaitu satuan sosial terkecil yang minimal terdiri dari suami dan istri, serta
terikat oleh perkawinan, darah, atau adopsi yang membentuk rumah tangga, saling
berinteraksi, dan berkomunikasi satu sama lain menggunakan perasaan.
Ciri-ciri keluarga :
1. Terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah, maupun
adopsi
2. Hidup bersama dalam suatu rumah, serta membentuk rumah tangga
3. Satu kesatuan untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi sesuai peranannya
masing-masing
4. Mempertahankan kehidupan bersama

Keluarga dibedakan menjadi :

● Keluarga Luas (Extended Family) : keluarga yang terdiri dari kakek, nenek,
ayah, ibu, semua cucu.
● Keluarga Inti (Nuclear Family) : keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, serta
anak-anak.

Fungsi kaluarga antara lain :

1. Fungsi biologis, melanjutkan keturunan


2. Fungsi proteksi, melindungi anggotanya
3. Fungsi ekonomi, perencanaan ekonomi keluarga
4. Fungsi edukatif, sebagai tempat mendidik serta pembelajaran
5. Fungsi sosialisasi, sebagai lembaga pertama yang mengajari anak sosial
6. Fungsi religius, mengajak untuk beribadah sesuai agama yang dianut
7. Fungsi kasih sayang, saling menyayangi serta mempertahankan rasa sayang

b. Kekerabatan, merupakan satuan sosial yang anggota-anggotanya memiliki hubungan


keturunan atau hubungan darah. Hubungan kekerabatan terbentuk dari perkawinan.

● Sistem kekerabatan yang berlaku :


1. Bilateral atau Parental → menarik garis keturunan dari ayah dan ibu
2. Unilateral
a. Patrilineal → menarik garis keturunan dari ayah
b. Matrilineal → menarik garis keturunan dari ibu

3. Ambilinial → menarik garis keturunan sebagian dari ibu, sebagian dari ayah
c. Perkumpulan atau asosiasi, hubungan akrab, sering berkumpul menyelesaikan
masalah bersama
d. Ketetanggaan, satuan sosial terdiri dari orang yang berdekatan
e. Persahabatan, hubungan akrab orang-orang berdasarkan rasa hati
f. Saingan dan lawan, orang yang berebut sesuatu disertai pertentangan
g. Masyarakat, suatu beberapa kelompok yang sudah cukup lama hidup bersama
h. Suku bangsa, golongan yang dibedakan dari golongan masyarakat lainnya karena
budaya
i. Badan Internasional, lembaga yang bekerjasama pada tingkat internasional/global
j. Interaksi sosial, hubungan timbal balik antar indivisu, individu dengan kelompok,
sesama kelompok
k. Status dan peran, posisi seseorang dalam kehidupan
l. Perilaku menyimpang, perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada

IV. DATA TENTANG REALITAS SOSIAL DAN PERMASALAHAN SOSIAL

A. Demoralisasi
B. Terorisme
C. Perdagangan anak
D. Kemiskinan
E. Kenakalan Remaja
BAB II

INTERAKSI SOSIAL ANTAR INDIVIDU DAN ANTAR KELOMPOK

Sub-Bab2

a. Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial


b. Faktor-faktor pendorong interaksi sosial
c. Bentuk-bentuk interaksi sosial

-Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

Gregariousness adalah dorongan manusia untuk selalu hidup bersama

Faktor-faktor yang mendorong keinginan manusia untuk hidup bersama antara lain :

1. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup


2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk meneruskan generasi
4. Dorongan untuk hidup bersama

Pola pola interaksi sosial sebagai berikut :

1. Interaksi sosial antar individu


2. Interaksi sosial antar individu dengan kelompok
3. Interaksi sosial anta kelompok

- Faktor-faktor pendorong interaksi sosial

● Imitasi : meniru gaya berpakaian, berbicara, penampilan seseorang


● Identifikasi : meniru secara keseluruhan/memiripkan semirip mungkin seseorang
● Sugesti : pendapat/saran yang diberikan tanpa daya kritik
● Motivasi : dorongan yang diberikan agar lebih percaya diri, semangat
● Simpati : perasaan tertarik yang timbul dari diri, ikut merasakan apa yang
dirasakan
● Empati : seperti halnya simpati, namun lebih dalam perasaan seseorang
Syarat terjadi interaksi sosial

1. Kontak Sosial

Kontak sosial berdasarkan komunikasinya


a. Kontak langsung
b. Kontak tak langsung

Kontak sosial berdasarkan proses komunikasinya

a. Kontak Primer
b. Kontask Sekunder

2. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang terwujud
pembicaraan, gerak-gerik badan, sikap, maupun perasaan yang disampaikan oleh
orang yang bersangkutan dan orang tersebut menyampaikan terhadap perasaan
yang ingin disampaikan.

-Bentuk-bentuk interaksi Sosial

ASOSIATIF

Bentuk interaksi sosial yang cenderung bersatu dan membangun solidaritas

● Kerjasama
▪ Bargaining
▪ Kooptasi
▪ Koalisi
▪ Joint Venture
● Akomodasi
o Coercion
o Kompromi
o Arbitrase
o Mediasi
o Konsiliasi
o Toleransi
o Stalemate
o Ajudikasi
● Asimilasi
● Akulturasi
DISSOSIATIF

Bentuk interaksi sosial yang cenderung berpecah dan tidak membangun solidaritas

● Persaingan
● Kontravensi
● Konflik

Keteraturan Sosial

Unsur-unsur keteraturan sosial

1. Tertib Sosial : gambaran tentang kondisi kehidupan yang aman, dinamis, teratur
2. Order : sistem norma atau nilai sosial yang diakui dan dipatuhi
3. Keajegan : gambaran keteraturan tetap dan relatif tidak berubah
4. Pola : corak hubungan sosial yang tetap dalam interaksi sosial
BAB III

NILAI NORMA DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

I. NILAI SOSIAL
A. Pengertian Nilai Sosial
● Pengertian nilai menurut KBBI : Kadar, mutu, atau sifat yang penting dan
berguna bagi kemanusiaan
● Nilai budaya dan nilai sosial : Konsep abstrak mengenai masalah dasar yang
sangat penting dalam kehidupan manusia
● Pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli :
1. Woods : Petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
2. B. Simanjuntak : Ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik
3. Robert M.Z. Lawang : Gambaran mengenai apa yang diingkan, pantas,
berharga, dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang
memiliki nilai tersebut
4. C. Kluckholn : Nilai kebudayaan mencakup hal-hal berikut :
▪ Nilai mengenai hakikat hidup manusia : Ada manusia yang
beranggapan bahwa hidup ini indah
▪ Nilai mengenai hakikat karya manusia : Ada manusia yang
beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri
▪ Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan
waktu : Ada manusia yang berorientasi pada masa lalu atau
masa depan
▪ Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya
: Ada manusia yang berorientasi pada individualism

B. Jenis Jenis Nilai


Klasifikasi nilai menurut Prof. Notonegoro
● Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
● Nilai vital Adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan aktivitas atau kegiatan.
● Nilai kerohanian Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan
rohani manusia, seperti:
a). Nilai kebenaran, yaitu bersumber pada akal manusia (cipta)
b). Nilai keindahan, yaitu bersumber pada unsur perasaan (estetika)
c). Nilai moral, yaitu bersumber pada unsur kehendak (karsa)
d). Nilai keagamaan, yaitu bersumber pada ketuhanan.

Klasifikasi nilai dilihat dari sumbernya

● Nilai Theonom, yaitu nilai yang bersumber dari ajaran yang dsampaikan oleh
Tuhan melalui agama.
● Nilai Heteronom, yaitu nilai yang dirumuskan dri kesepakatan orang banyak
● Nilai Otonom, yaitu nilai yang dirumuskan oleh individu
C. Ciri-Ciri Nilai Sosial
▪ Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga
▪ Disebarkan di antara warga masyarakat
▪ Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
▪ Bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia
▪ Mempengaruhi perkembangan diri seseorang
▪ tercipta secara sosial bukan secara biologis ataupun bawaan lahir.
▪ berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi melalui berbagai
macam proses sosial, seperti interaksi, difusi, akulturasi dan kontak sosial.
▪ memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap orang perorangan dan
masyarakat.
▪ melibatkan emosi dan perasaan.
D. Fungsi Nilai Sosial
● Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan "harga" sosial dari
suatu kelompok.
● Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
● Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.
Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai
dengan peranannya.
● Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
● Sebagai alat pengawas perilaku manusia.
II. NORMA SOSIAL
A. Pengertian Norma Sosial
Norma sosial merupakan sekumpulan pendapat tentang bagaimanakah seharusnya
manusia itu harus bertingkah laku bahkan harus bertindak yang pantas sehingga
keharusan dan kepantasan itu menjadi terbiasa dan selanjutnya diturunkan secara
turun-temurun hingga mewujudkan peraturan-peraturan hidup dalam pergaulan
kehidupan masyarakat.
B. Ciri-Ciri Norma Sosial
▪ Umumnya tidak tertulis;
▪ Hasil dari kesepakatan masyarakat;
▪ Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya;
▪ Apabila norma dilanggar maka yang melanggar norma harus menghadapi sanksi
▪ Mengalam perubahan
C. Klasifikasi Norma Sosial
Berdasarkan tingkatan daya ikat
Norma-norma yang ada di dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang
berbeda-beda. Ada norma yang berdaya ikat lemah, sedang, dan kuat. Untuk dapat
membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut, dikenal empat pengertian
norma, yaitu :
▪ Cara (usage) : Norma yang paling lemah daya pengikatnya karena sanksinya
hanya cemoohan.
Contoh : Ketika sedang makan orang bersendawa
▪ Kebiasaan (folkways) : Suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat
daripada usage karena kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan
berulang-ulang.
Contoh : Menghormati orang yang lebih tua
▪ Tata kelakuan (mores) : Aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan
alat pengawas/kontrol, secara sadar/tidak sadar, oleh masyarakat kepada
anggota-anggotanya. Pelanggaran akan diberikan sanksi berat.
Contoh : Larangan berzinah
▪ Adat istiadat (custom) : Suatu aturan yang turun temurun namun sangat
mengikat dan akan mendapat sanksi bagi yang melanggar.
Contoh : Larangan menikah dengan orang yang 1 marga dalam adat Batak
D. Fungsi Norma Sosial
● Pedoman hidup yang berlaku bagi semua anggota masyarakat pada wilayah
tertentu.
● Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat.
● Mengikat warga masyarakat, karena norma disertai dengan sanksi dan aturan
yang tegas bagi para pelanggarnya.
● Menciptakan kondisi dan suasana yang tertib dalam masyarakat.
● Adanya sanksi yang tegas akan memberikan efek jera kepada para
pelanggarnya, sehingga tidak ingin mengulangi perbuatannya melanggar
norma.
● Wujud konkret dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.
● Suatu standar atau skala dari berbagai kategori tingkah laku suatu masyarakat.
E. Macam-Macam Norma Sosial
● Norma agama : Berdasarkan ajaran/kaidah suatu agama. Bersifat mutlak dan
mengharuskan ketaatan bagi para pemeluknya.
Co : Norma agama islam antara lain adalah kewajiban melaksanakan rukun islam dan
rukun iman
● Norma Kesusilaan : Didasarkan pada hati nurani.akhlak manusia. Bersifat
universal.
Co : Perilaku yang menyangkut nilai kemanusiaan seperti pengkhianatan
● Norma kesopanan : Berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di
masyarakat. Bersifat relatif.
Co : Tidak memakai perhiasaan dan pakaian yang mencolok
● Norma kebiasaan : Hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang
dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan.
Co : Kebiasaan melakukan selametan/doa bagi anak yang baru lahir
● Norma hukum : Himpunan petunjuk hidup/perintah dan larangan yang
mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Bersifat mengikat dan
memaksa.
Co : Tidak melakukan tindak kriminal seperti mencuri, membunuh, dll
● Norma Mode (fashion) : Cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu
yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang. Ciri utama mode
adalah bahwa orang yang mengikutinya bersifat massal, dan kalangan luas
menggandrunginya
Co : perubahan mode pakaian pada wanita, di mana suatu waktu berkembang tren
para wanita memakai rok mini, kemudian berubah ke rok panjang, dan
selanjutnya kembali lagi ke rok mini.
F. Sifat Norma Sosial
● Norma formal : Tertulis, contohnya Konstitusi, surat keputusan, dan peraturan
daerah
● Norma nonformal : Tidak tertulis, contohnya Aturan dalam keluarga
III. SOSIALISASI
A. Pengertian Sosialisasi
Pengertian sosialisasi secara umum dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk
mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi
pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku
masyarakatnya.
B. Tujuan Sosialisasi
● Mampu menjadi anggota mayarakat yang baik
● Dapat enyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat
● Akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya
● Akan menyadari eksistensi dirinya terhadap masyarakat di sekelilingnya.
C. Pelaksanaan Sosialisasi
● Metode ganjaran atau hukuman
● Metode didacing teaching, anak diajarkan berbagai macam pengetahuan dan
keterampilan
● Metode pemberian contoh, dilakukan dengan melalui proses imitasi dan
sugesti.
D. Proses Sosialisasi
● Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
● Tahap Meniru (Play Stage)
● Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
● Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generelized Other)
E. Agen Sosialisasi
● Keluarga
Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi :
o Sosialisasi Represif, menekankan penggunaan hukum terhadap
kesalahan yang dibuat oleh anak
o Sosialisasi Partisipatif, menekankan pada interaksi yang dibuat oleh
anak. Apabila anak melanggar diberi hukuman, apabila anak berbuat
baik diberi penghargaan.
● Sekolah
● Kelompok Pergaulan
● Media Massa
F. Tipe Sosialisasi
● Sosialisasi formal : melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut
ketentuan yang berlaku.
● Sosialisasi nonformal : sosialisasi yang terdapat pada masyarakat atau dalam
pergaulan yang sifatnya kekeluargaan.
G. Bentuk Sosialisasi
● Sosialisasi primer : sosialisasi yang pertama kali diterima oleh individu di
lingkungan keluarganya.
● Sosialisasi sekunder : lanjutan sosialsasi primer.
H. Faktor penghambat sosialisasi
● Kemampuan berbahasa
● Kepandaian bergaul
● Kehidupan masyarakat yang terisolir
● Kesulitas dalam melakukan komunikasi
● Hambatan alam
● Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
● Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
● Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat
IV. KEPRIBADIAN
A. Pengertian Kepribadian
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu
B. Faktor Pembentuk Kepribadian
▪ Warisan biologis
▪ Lingkungan fisik
▪ Kebudayaan
▪ Pengalaman kelompok
▪ Pengalaman unik
C. Faktor-Faktor Pembentukan Kepribadian
● Sifat dasar
● Lingkungan Prenatal
● Perbedaan individual
● Lingkungan
● Motivasi

BAB IV

PERILAKU MENYIMPANG DAN PENGENDALIAN SOSIAL

⮚ PERILAKU MENYIMPANG
● Pengertian Perilaku Menyimpang:

Adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial.
Robert
MZ Lawang: perilaku menyimpang adalah tindakan yang menyimpang dari
norma-
norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial.

● Menurut Lemert, Penyimpangan dibedakan menjadi dua:


o Penyimpangan primer : dilakukan oleh seseorang secara temporer, dan
pelakunya masih dapat diterima secara sosial
o Penyimpangan sekunder : penyimpangan yang dilakukan secara berulang-
ulang bahkan menjadi kebiasaan dan ciri khas dari pelakunya.
● Faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang:
o Faktor Internal:
▪ Intelegensi
▪ Kondisi fisik
▪ Kondisi psikis (kejiwaan)
▪ Kepribadian
▪ Usia
▪ Jenis Kelamin
▪ Kedudukan seseorang dalam keluarga
o Faktor eksternal
o Faktor sosial ekonomi
o Kondisi politik
o Faktor budaya
o Kehidupan rumah tangga
o Pendidikan di sekolah
o Pergaulan
o Media massa
● Jenis Perilaku Menyimpang:
o Tindak Kejahatan atau Kriminal;spt pembunuhan, perampokan, pencurian,
pemalsuan, penganiayaan, pemerkosaan, penculikan, dll.
o Penyimpangan seksual; Sodomi, transeksual,masokisme, homoseks, incest,
scoptophilia, transvestite, kumpul kebo, necrophilia, perzinahan, pelacuran,
dsb.
o Pemakaian dan peredaran obat terlarang dan alkoholisme
o Penyimpangan gaya hidup: spt arogansi (kesombongan), sikap eksentrik,
konsumerisme, dll.
o Tawuran atau perkelahian antar pelajar.
● Berdasarkan sifatnya, perilaku menyimpang dibedakan menjadi penyimpangan
Positif & penyimpangan Negatif.
● Berdasarkan jumlah pelakunya, dibedakan menjadi penyimpangan Individu &
penyimpangan Kelompok.
● Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil sosialisasi Tidak Sempurna:

Tidak semua agen sosialisasi mampu menjalankan fungsinya dengan baik,


sehingga
proses sosialisasi juga tidak berhasil baik. Dalam kerangka ini perilaku
menyimpang
disebabkan oleh proses sosialisasi yang tidak sempurna.

● Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang:

Penyimpangan ini dipicu oleh proses sosialisasi dari kelompok atau golongan
masyarakat yang memiliki nilai atau kebudayaan menyimpang, seperti kelompok
pencopet, penjudi, koruptor, dll.

⮚ PENGENDALIAN SOSIAL
● Pengertian Pengendalian Sosial
Merupakan suatu sistem yang mendidik, mengajak bahkan memaksa warga masyarakat
untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma-norma social agar kehidupan
masyarakat tertib dan teratur.
● Fungsi Pengendalian sosial adalah sebagai pencegah dan pereda ketegangan
sosial yang diakibatkan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau
sekelompok orang.
● Sifat Pengendalian sosial:
o Preventif; dilakukan sebagai pencegahan (sebelum penyimpangan terjadi)
o Represif; dilakukan sebagai pereda/penyelesaian (setelah penyimpangan
terjadi)
● Cara Pengendalian Sosial:
o Persuasif : membujuk, menasehati, atau mengajak secara halus.
o Koersif : dilakukan dengan kekerasan fisik atau ancaman.
● Lembaga Pengendalian sosial:
o Keluarga
o Lembaga Penegak Hukum; pengadilan, kejaksaan, kepolisian..
o Lembaga Pendidikan
o Lembaga kemasyarakatan; RT, RW, dll
o Lembaga Keagamaan
● Peran Lembaga Pengendalian Sosial:
o Menanamkan norma-norma pada masyarakat
o Memberikan sanksi bagi pelaku penyimpangan.
● Bentuk Pengendalian sosial:
o Gosip
o Teguran
o Hukuman
o Pendidikan
o Agama