Anda di halaman 1dari 9

Analisis Masalah

1. Dari profil kesehatan kota “parasut”, didapat data bahwa di kecamatan”sementul” ada 10
jenis penyakit yang merupakan endemis, dan dari penyakit endemis tersebut “malaria”
menjadi penyakit kejadian luar biasa (KLB).
a. apa saja kriteria KLB ?

7 (tujuh) Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010
adalah :

1) Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau
tidak dikenal pada suatu daerah
2) Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga) kurun waktu
dalam jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya
3) Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan
periode sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu menurut jenis
penyakitnya
4) Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkan
kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlah per
bulan dalam tahun sebelumnya
5) Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu) tahun
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata
jumlah kejadian kesakitan per bulan pada tahun sebelumnya
6) Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu)
kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau
lebih dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode
sebelumnya dalam kurun waktu yang sama
7) Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu periode
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya
dalam kurun waktu yang sama

b. bagaimana upaya promosi dan pencegahan kejadian penyakit malaria di kecamatan


“sementul” sebagai dokter keluarga ?
2. Keadaan kesehatan lingkungan (fungsi outdoor) wilayah kecamatan “sementul”
memperihatinkan terutama tingkat kebisingan akibat bunyi kendaraan bermotor, karena
wilayah kecamatan “sementul” di pusat kota “parasut”.

a. Apa upaya yang dapat dilakukan dokter keluarga dalam mengatasi kebisingan seperti
pada kasus?
Learning Issue

A. KONSEP KEDOKTERAN KELUARGA


1. Pengertian
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendefinisikan dokter keluarga adalah dokter yang
dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat
kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit
tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tapi bila
perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya.

2. Peran
a. Pengaplikasi ilmu kedokteran klinik dan ilmu perilaku, dilengkapi ilmu kedokteran
mutakhir
b. Memantapkan pelayanan kesehatan primer dan sistem rujukan
c. Pengendali biaya:
 Efektifitas pelayanan kesehatan
 Efektifitas sumber daya kesehatan
 Edukasi kesehatan
 Pelayanan kesehatan yang bermutu
d. Mengembalikan pelayanan kesehatan yang rasional dan manusiawi

Peran dokter keluarga menurut The Philippine Academy of Family Physicians adalah:

a. Health Care Provider (penyelenggara pelayanan kesehatan)


b. Educator (teacher)
c. Counselor
d. Reseacher (life long learner)
e. Community Leader (Social Mobilizer)

3. Kompetensi
Perhimpunan Dokter Keluarga tahun 2006
 Kompetensi dasar
 Ilmu dan ketrampilan klinis Layanan Primer cabang ilmu utama
 Ketrampilan klinis layanan primer lanjut
 Ketrampilan Pendukung
 Ilmu dan ketrampilan klinis Layanan Primer cabang ilmu Pelengkap
 Ilmu dan Ketrampilan Manajemen-Manajemen Klinis.
a. Kompetensi Dasar
 Ketrampilan komunikasi efektif
 ketrampilan klinis dasar
 Ketrampilan menerapkan dasar- dasar ilmu biomedis, ilmu klinis, ilmu
perilaku, dan epidemiologi dalam praktik kedokteran keluarga
 Ketrampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga ataupun
masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik, berkesinambungan,
terkoordinasi dan bekerja sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
 Memanfaatkan, menilai secara kritis, dan mengelola informasi
 Mawas diri dan pengembangan diri/belajar sepanjang hayat
 Etika, moral dan profesionalisme dalam praktek.
b. Ilmu dan ketrampilan klinis Layanan Primer cabang ilmu utama
 Bedah, penyakit dalam, kebidanan dan penyakit kandungan, kesehatan anak.
 THT, mata, kulit dan kelamin, psikiatri
 Saraf, kedokteran komunitas.
c. Ketrampilan klinis layanan primer lanjut
 Ketrampilan melakukan “health screening”
 Menafsir kan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut.
 Membaca hasil EKG
 Membaca hasil USG
 BTLS, BCLS, dan BPLS
d. Keterampilan pendukung
 Riset
 Mengajar ilmu kedokteran keluarga
e. Ilmu dan ketrampilan klinis Layanan Primer cabang ilmu Pelengkap
 Semua cabang ilmu kedokteran lainnya
 Memahami dan menjembatani pengobatan alternatif

Menurut Deklarasi WONCA-WHO 2003

 Melaksanakan asuhan bagi pasien dalam kelompok usia tertentu


a. Bayi baru lahir
b. Bayi
c. Anak
d. Remaja
e. Dewasa
f. Wanita hamil dan menyusui
g. Lansia wanita dan pria

 Mengintegrasikan komponen asuhan komprehensif


a. Memahami epidemiologi penyakit
b. Melakukan anamnesis dan pemerikasaan fisik secara memadai
c. Memahami ragam perbedaan faali dan metabolisme obat
d. Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
e. Menyelenggarakan upaya pencegahan, penapisan, dan panduan serta
f. Memahami pokok masalah perkembangan normal
g. Menyelenggarakan konseling psikologi dan perilaku
h. Mengonsultasikan atau merujuk pasien tepat pada waktunya bila diperlukan
i. Menyelenggarakan layanan paliatif dan menjelang ajal
j. Menjunjung tinggi aspek etika pelayanan kedokteran.

 Mengkoordinasiken layanan kesehatan


a. Dengan keluarga pasien
 Penilaian keluarga
 Menyelenggarakan pertemuan keluarga pasien
 Pembinaan dan konseling keluarga
b. Dengan masyarakat
 Penilaian kesehatan masyarakat dan epidemiologi
 Pemeriksaan/penilaian masyarakat
 Mengenali dan memanfaatkan sumber daya masyarakat
 Program pencegahan dan pendidikan bagi masyarakat
 Advokasi/pembelaan kepentingan kesehatan masyarakat

 Menangani masalah masalah kesehatan yang menonjol.


a. Kelainan alergik
b. Anastesia dan penanganan nyeri
c. Kelainan yang mengancam jiwa dan kegawatdaruratan
d. Kelainan kardiovaskuler
e. Kelainan kulit
f. Kelainan mata dan telinga
g. Kelainan saluran cerna
h. Kelainan perkemihan dan kelamin
i. Kelainan obstetrik dan ginekologik
j. Penyakit infeksi
k. Kelainan muskuloskeletal
l. Kelainan neoplastik
m. Kelainan neurologi
n. Psikiatri

 Melaksanakan profesi dalam penyedia kesehatan.


a. Menyusun dan menggerakkan tim
b. Kepemimpinan
c. Keterampilan manajemen praktik
d. Pemecahan masalah konflik
e. Peningkatan kualitas

4. Karakteristik Pelayanan
Oleh para ahli banyak di kemukakan. Yang kita ambil adalah menurut IDI ,1982.
a. Yang melayani penderita tidak hanya sebagai orang perorang, tetapi sebagai anggota
satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya.
b. Yang memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian
kepada penderita secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan
keluhan yang disampaikan.
c. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan
seoptimal mungkin, mencegah timbulnya peyakit dan mengenal serta mengobati penyakit
sedini mungkin.
d. Yang mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengtan kebutuhan dan berusaha
memenuhi kebutuhan tersebut sebaik-baiknya.
e. Yang menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan
bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan lanjutan.

5. Prinsip
a. Pelayanan yang holistik dan komprehensip
b. Pelayanan yang kontinu
c. Pelayanan yang mengutamakan pencegahan
d. Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
e. Penangan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarga
f. Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
tempat tinggalnya.
g. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum.
h. Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertanggung jawabkan.
i. Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu.

6. Standar Pelayanan
1) Standar Pemeliharaan Kesehatandi Klinik (Standards of clinical Care)
a. Standar Pelayanan Paripurna. (Standard of Comprehensive of care)
b. Standar Pelayanan Medis (Standar of Medical care)
c. Standar Pelayanan Menyeluruh (Standard of Holistic)
d. Standar Pelayanan Terpadu (Standard of Integration of care)
e. Standar Pelayanan berkesinambungan (Standard of Continum Care)
2) Standar Perilaku dalam praktek (Standards of Behavior in Practice)
a. Standar perilaku terhadap pasien
b. Standar perilaku dengan mitra kerja
c. Standar perilaku dengan sejawat.
d. Standar pengembangan ilmu dan ketrampilan praktek
e. Standar partisipasi dalam kegiatan masyarakat dibidang kesehatan.
3) Standar pengelolaan Praktek (Standards of practice management)
a. Standar sumber daya manusia
b. Standar manajemen keuangan
c. Standar manajemen klinik
4) Standar Sarana dan Prasarana ( Standards of facillities).
a. Standar Fasilitas praktek
b. Standar peralatan klinik
c. Standar proses penunjang praktek

7. Tujuan
1) Tujuan Umum
Terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.
2) Tujuan Khusus.
a. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih
efektif.
b. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang lebih efisien.

8. Manfaat
a. Akan dapat diselenggarakan penangan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya ,
bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan.
b. Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin
kesinambungan pelayanan kesehatan
c. Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis, pengaturannya lebih baik dan terarah, terutama
ditengah tengah kompleksitas pelayanan kesehatan pada saat itu.
d. Akan dapat dilaksanakannya pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penangan suatu
masalah kesehatan tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

e. Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanan, maka segala keterangan
tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan dan ataupun keterangan keadaan
sosial dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang sedang dihadapi.

f. Akan dapat diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit,


termasuk faktor sosial dan psikologis.

g. Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tatacara y7ang lebih
sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan.

h. Akan dapat dicegah pemakaian berbagai peralatan kedokteran canggih yang


memberatkan biaya kesehatan.

9. Praktik
a. Solo atau bersama
b. Menyelenggarakan layanan primer dengan menerapkan prinsip-prinsip kedokteran
keluarga
c. Memberikan layanan kontinu secara paripurna meliputi segi promotif, preventif, kuratif,
dan rehabilitatif
d. Melayani individu sebagai bagian integral dari keluarga, komunitas, masyarakat, dan
lingkungannya
e. Menjembatani semua upaya menuju sehat