Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS KEPERAWATAN ANAK

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY.NY R DENGAN MEKONIUM ASPIRASI SINDROM

Nama : Annisyah
NIM : P05120419 005

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lapangan

( ) ( )

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN PRODI PROFESI NERS
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
A. INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Rencana Tidakan Keperawatan Rasional
Keperawatan Tujuan/Kriteria Hasil (NOC) Intervensi Keperawatan (NIC)

1 Hambatan pertukaran gas Setelah diberikan intervensi keperawatan NIC: Monitor pernapasan
b.d perubahan membran selama 3.x 24 jam, hambatan petukaran Aktivitas Keperawatan
kapiler-alveolar; gas teratasi dengan: 1. Monitor kecepatan, irama, 1. Mengetahui adanya gangguan pada
hipoksemia NOC: Status pernapasan : pertukaran gas kedalaman dan kesulitan bernapas sistem respirasi
Batasan Karakteristik:  Ditingkatkan pada 5 2. Catat pergerakan dada, 2. Merupakan tanda tanda terjadinya
- Gas darah arteri 1 = deviasi berat dari kisaran normal ketidaksimetrisan, penggunaan otot gangguan pertukaran gas
abnormal 2 = deviasi yang cukup berat dari bantu napas dan rektraksi dinding
- pH arteri abnormal kisaran normal dada
- Pola pernapasan 3 = deviasi sedang dari kisaran normal 3. Monitor suara napas tambahan 3. Menandakan adanya obstruksi jalan napas
abnormal 4 = deviasi ringan dari kisaran normal 4. Monitor pola napas 4. Takhipneu adalah manifestasi awal
- Bunyi napas tambahan 5 = tidak ada deviasi dari kisaran normal distress pernafasan pada bayi
- Warna kulit abnormal 5. Monitor saturasi oksigen 5. Saturasi menurun merupakan tanda
- Dyspnea Dengan kriteria hasil: memburuknya keadaan klinis pasien
- Hipoksia  Pertukaran Gas
- Nafas cuping hidung 1/2/3/4/(5) NIC: Interpretasi data laboratorium
- Gelisah - Tekanan parsial oksigen di darah arteri Aktivitas Keperawatan
- Takikardia (PaO2) 6. Analisis interpretasi analisa gas 6. AGD abnormal menandakan terjadinya
- Tekanan parsial karbondioksida di darah kerusakan pertukaran gas
darah arteri (PaO2)
- pH arteri NIC: Manajemen ventilasi mekanik
- Saturasi oksigen Aktivitas Keperawatan
- Tidal karbondioksida akhir 7. Monitor kondisi yang memerlukan 7. Gagal pernapasan memerlukan dukungan
- Hasil rontgen dada dukungan ventilasi non invasive ventilasi non invasiv
- Keseimbangan ventilasi dan perfusi 8. Kolaborasi dalam pemilihan jenis 8. Pada bayi jenis ventilator yang digunakan
- Dispnea ventilator yaitu CPAP
- Sianosis 9. Tempatkan pasien pada posisi 9. Mencegah ketidaknyamanan
nyaman
10. Mulai penggunaan aplikasi 10. Memperbaiki keadaan klinis pasien
ventilator
11. Pastikan alarm ventilator dalam 11. Mengetahui adanya perubahan klinis
keadaan hidup pasien yang memburuk
12. Monitor perkembangan sesuai 12. Mengetahui efektivitas penggunaan
dengan pengaturan ventilator ventilator
2 Resiko infeksi Setelah diberikan intervensi keperawatan NIC : Kontrol infeksi
berhubungan dengan selama 3x24 jam, diharapkan pasien 1. Bersihkan lingkungan dengan baik 1. Lingkungan merupakan salah satu agen
terpajan bakteri; mampu menujukkan setelah digunakan untuk setiap penyebaran infeksi
pneumionia akibat NOC : Keparahan infeksi pasien
aspirasi mekonium  Dipertahankan pada 4 2. Ganti peralatan perawatan 2. Peralatan perawatan pasien yang telah
 Ditingkatkan ke 5 perpasien sesuai protocol institusi digunakan dapat memindahkan agen
1 = berat penyebab infeksi dari pasien satu
2 = cukup berat kelainnya
3 = sedang 3. Batasi jumlah pengunjung 3. Jumlah pengunjung yang tidak terkontrol
4 = ringan dapat membawa bakteri dan jamur dari
5 = tidak ada luar lingkungan pasien
Dengankriteria hasil 4. Ajarkan cara cuci tangan 4. Cuci tangan merupakan salah satu cara
1/2/3/4/5 untuk memutuskan rantai penyebaran
 Vesikel yang tidak mengeras infeksi
permukaannya 5. Anjurkan pengunjung untuk 5. Pada saat pengunjung datang mereka
 Cairan(luka) yang berbau busuk mencuci tangan pada saat membawa agen infeksius dan saat pulang
 Sputum purulent memasuki dan meninggalkan para pengunjung membawa agen
 Drainase purulent ruangan pasien iinfeksius dari lingkungan pasien
 Pyuria dalam urin 6. Pastikan penanganan aseptic dari 6. Saluran IV merupakan pintu masuk dari
 Kemerahan semua saluran IV agen penyebab infeksi
 Demam 7. Pastikan teknik perawatan luka 7. teknik aseptic pada perawatan luka
 Hipotermia yang tepat diterapkan untuk mencegah terjadinya
 Nyeri infeksi pada luka
NOC : Deteksi resiko 8. Tingkatkan intake nutrisi yang 8. nutrisi merupakan faktor yang
 Dipertahankan pada 4 tepat mempengaruhi tingkat kekebalan tubuh
 Ditingkatkan ke 5 terhadap infeksi
1 = tidak pernah menunjukkan 9. Berikan terapi antibiotic yang 9. antibiotic merupakan salah satu
2 = jarang menunjukkan sesuai pertahanan tubuh yang didapat dari luar
3 = kadang-kadang menunjukkan tubuh untuk memperkuat imunitas
4 = sering menunjukkan
5 = secara konsisten menunjukkan
Dengan kriteria hasil NIC : Perlindungan infeksi
1/2/3/4/5 1. Monitor adanya tanda dan gejala 1. rubor, tumor, dolor, color, fungsiolaesa
infeksi sistemik dan local merupakan tanda adanya peradangan
 Mengenali tanda dan gejala yang 2. Monitor kerentanan terhadap 2.
mengindikasikan resiko infeksi
 Mengindentifikasi kemungkinan 3. Dapatkan kultur yang diperlukan
resiko kesehatan 4. Pertahankan teknik isolasi yang
 Memvalidasi resiko kesehatan sesuai
yang ada