Anda di halaman 1dari 10

EFEKTIFITAS TEKNIK MASASE (COUNTER-PRESSURE) TERHADAP

PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA FASE AKTIF


PERSALINAN NORMAL DI RUANG BERSALIN
RSUD MAJALENGKA DAN RSUD CIDERES.

Ida Maryati*, Hartiah Haroen*Yanti Hermayanti*Imas Masruroh


*Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat

Persalinan lama adalah penyebab utama kesakitan ibu selama persalinan, bila
tidak ditangani akan menyebabkan kematian. Salah satu penyebabnya adalah nyeri
persalinan disertai dengan ketegangan. Nyeri persalinan dapat dikelola melalui
penanganan nyeri yang tepat, salah satunya adalah teknik masase (counter-pressure).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik masase (counter-pressure)
terhadap penurunan intensitas nyeri fase aktif persalinan normal di Ruang Bersalin
RSUD Majalengka dan RSUD Cideres.
Penelitian ini adalah quasi eksperiment, teknik pengumpulan data menggunakan
observasi partisipatif, yaitu melakukan pengukuran intensitas nyeri dan melakukan
tindakan teknik masase (counter-pressure). Sampel yang diteliti adalah ibu dengan fase
aktif persalinan normal baik primipara maupun multipara, berjumlah 30 orang.
Hasil penelitian, rata-rata intensitas nyeri sebelum 7,77 (simpangan baku 1,478),
rata-rata intensitas nyeri sesudah 6,02 (simpangan baku 1,364). Hasil uji t-test 12.474,
sedangkan t-tabel (30 + 30 = 58) adalah 1,672, ternyata t-hitung lebih besar dari t-tabel,
sehingga Ho ditolak dan Ha diterima (bermakna).
Kesimpulan terdapat pengaruh positif dari teknik masase (counter-pressure)
terhadap penurunan intensitas nyeri fase aktif persalinan normal. Teknik masase
(counter-pressure) dapat diterapkan oleh perawat atau bidan dalam melakukan asuhan
intranatal, dapat dimasukan dalam protap penatalaksanan nyeri persalinan, dan dapat
dijadikan bahan penelitian awal untuk mengetahui efektifitas teknik masase (counter-
pressure) terhadap lamanya persalinan.

Kata kunci : Nyeri persalinan, Teknik masase (counter-pressure)

1
LATAR BELAKANG

Angka kematian Ibu di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya

adalah partus lama. Partus lama atau distosia timbul karena kontraksi uterus yang tidak

efektif dan respon psikologis ibu terhadap persalinan. Salah satu penyebab kontraksi

uterus yang tidak efektif adalah nyeri yang disertai dengan ketegangan dan cemas, begitu

juga dengan respon psikologis, nyeri dan tidak adanya pendukung mengakibatkan stres

sehingga menghambat dilatasi serviks

Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan baik pada ibu atau janinnya diperlukan

penanganan persalinan secara efektif, salah satunya melalui penatalaksanaan nyeri

persalinan non farmakologi salah satunya adalah counter-pressure . Teknik counter-

pressure ini dapat diberikan pada fase aktif, dimana teknik masase (counter-pressure)

jalur saraf untuk persepsi nyeri ini dapat dihambat atau dikurangi, sehingga nyeri yang

dirasakan ibu berkurang dan ketegangan tidak terjadi maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian tentang efektifitas teknik masase (counter-pressure) terhadap

penurunan intensitas nyeri fase aktif persalinan normal.

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment, dengan

rancangan rangkaian waktu (time series design). Sampel pada penelitian ini adalah pasien

dengan fase aktif persalinan normal. Tehnik pengambilan sampelpurposive sampling.

Jumlah sampel 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi

partisipasif.

2
HASIL PENELITIAN

Intensitas nyeri pada primipara adalah 8 dan pada multipara adalah 7,67. Rata-rata

intensitas nyeri sebelum dilakukan tindakan berdasarkan pembukaan serviks, yaitu pada

pembukaan 4 sampai 7, semakin besar pembukaannya maka semakin kuat tingkat

intensitas nyerinya. Intensitas nyeri sebelum tindakan masase (counter-pressure)

mempunyai rentang antara 5 sampai 10, sedangkan intensitas nyeri sesudah pemberian

(Counter-pressure) adalah 4 sampai 9. Adapun perbedaan intensitas nyeri sebelum dan

sesudah mempunyai rentang antara 0,67 sampai 4,33.

Hasil pengolahan data didapatkan bahwa rata-rata penurunan intensitas nyeri dari

sebelum dan sesudah adalah 1,744 dengan standar deviasi 0,791 dan rentang penurunan

antara 0,67 sampai 4,33. Adapun Korelasi (r) antara nilai intensitas nyeri sebelum dan

sesudah tindakan teknik masase (counter-pressure) adalah 0,858.

Selanjutnya hasil dari t-hitung dengan menggunakan rumus t-test korelasi didapatkan Ho

gagal ditolak, yang berarti ada efektifitas atau pengaruh positif dari teknik masase

(counter-pressure) terhadap intensitas nyeri fase aktif persalinan normal.

PEMBAHASAN

Intensitas Nyeri Sebelum Teknik Masase (Counter-pressure) mempunyai interval dengan

skala nyeri 5 sampai 10. Berarti nyeri yang dirasakan oleh responden adalah nyeri sedang

sampai kuat. Hal ini disebabkan karena pada fase aktif sebelum tindakan simpul saraf

teraktivasi tanpa hambatan, oleh impuls nyeri dari uterus yang mengalami kontraksi dan

serviks yang mengalami peregangan, kemudian impuls nyeri tersebut ditransmisi melalui

3
segmen saraf spinalis Torakal 11, Torakal 12 dan saraf-saraf asesori torakal bawah serta

saraf simpatik lumbal atas (L1) ke dalam kornu dorsalis pada medula.

Intensitas Nyeri Sesudah Teknik Masase (Counter-pressure) mempunyai interval dengan

skala nyeri 4 sampai 9, lebih kecil dari rata-rata sebelum tindakan, kondisi tersebut

karena impuls nyeri dari uterus yang mengalami kontraksi dan serviks yang mengalami

peregangan dihantar sepanjang saraf sensoris menuju ke otak, hanya sejumlah sensasi

atau pesan tertentu dapat dihantar melalui jalur saraf ini pada saat bersamaan. Dengan

memakai teknik masase (counter-pressure) jalur saraf untuk persepsi nyeri ini dapat

dihambat atau dikurangi, sehingga nyeri yang dirasakan berkurang.

Perbedaan Intensitas Nyeri Sebelum dan Sesudah Teknik Masase (Counter-pressure).

Penurunan rata-rata intensitas nyeri adalah 1,74 dengan rentang 0,67 sampai 4,33.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan tekanan (counter-pressure) dapat mencegah

atau menghambat impuls nyeri yang berasal dari serviks dan korpus uteri dengan

memakai landasan teori gate control. Sensasi nyeri dihantar dari sepanjang saraf sensoris

menuju ke otak, dan hanya sejumlah sensasi atau pesan tertentu dapat dihantar melalui

jalur saraf ini pada saat bersamaan. Dengan memakai teknik masase jalur saraf untuk

persepsi nyeri ini dapat dihambat atau dikurangi, lalu intensitas nyeri yang dirasakan ibu

berkurang dan ketegangan tidak terjadi, sehingga kontraksi uterus yang tidak efektif

akibat nyeri dapat dicegah, sehingga persalinan lama tidak terjadi.

4
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan dari penelitian ini adalah Ha gagal ditolak dimana terdapat perbedaan rata-rata

intensitas nyeri sebelum dan sesudah teknik masase (counter-pressure) pada fase aktif

persalinan normal, terbukti dengan hasil t-test lebih besar dari t-hitung. Saran bagi

keperawatan, tindakan counter-pressure dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif

intervensi yang dapat diterapkan pada ibu bersalin pada fase aktif.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak.I.M, Lowdermilk.D.L, Jensen. M.D, 2004. Maternity Nursing. Philadelphia: JB


Lippincott Williams & Wilkins.

Gorrie, T.M., McKinney, E.S., & Murray, S. 1998. Foundations of Maternal Newborn
Nursing. 2nd Ed. United States of Amerika:W.B. Saunders Company

Hidayat. Aziz A, 2007. Nursing Research Method and Data Analysis : Salemba Medika

Nicols. Fraancine H, 2000. Childbirth Education : practice, research, and theory – 2 nd ed.
Philadelphia : W.B. Saunders Company

5
Effect of pudendal counter-pressure in active phase of delivery on labor-pain
intensity of pregnant women in Majalengka and Cideres Hospital, West Java

Ida Maryati*, Hartiah Haroen*Yanti Hermayanti*Imas Masruroh


*Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran Bandung, West Java

ABSTRACT

Prolong labour is the main cause of painfull situation for pregnant mother. It will
create a dangerous situation for the mother and her baby if it is not managed properly,
therefore the pain should be managed as soon as possible with complementary measure
such as counter-pressure. The purpose of this research was to study the effectiveness of
counter-pressure in reducing active phase pain during normal labor at the delivery ward
Majalengka and Cideres Hospital.
The research was a quasi experiment. The data were collected using the Visual
Analogue scale to measure pain before and after the intervention. 30 respondent who met
the research criteria were recruited randomly
The average pain intensity before treatment was 7,77 with standard deviation of
1,478 and after treatment was 6,02 with standart deviation of 1,364. The T-test found that
there was a siginifact relation between counter-pressure and the labor pain intensity
among pregnant women who were delivering their baby (p=0.000).
It can be concluded that the counter-pressure in latent phase delivery process was
significantly decrease labor pain intensity. Pudendal counter-pressure can be benefited to
decrease the labor-pain and it should be incorporated into the comprehensive care on
delivery process.

Key word: Labor-pain, Pudendal counter-pressure .

6
BACKGROUND

Mother mortality rate in Indonesia is fairly high. One of the case is long duration of

partus. Long duration partus or dystocia emerges because of ineffective uterus

contraction and mother psychological respond on delivery. One of the causes of

ineffective contraction is pain followed by tense and anxiety, so is psychological respond,

pain and in-existence of supporter cause stress that bound cervix dilational.

To prevent unwanted things whether the mother or the fetus, an effective delivery

handling is required , one of which through management of delivery of non

pharmacological, one of which is counter-pressure. Counter-pressure technique can be

assessed at active phase by which nerve track to perceipt pain can be blocked and

decreased, so that, the pain the mother suffered for can be reduced and tense can be

prevented, therefore the resercher is interested to do research over the effectiveness of

counterpressure over pain intensity at active phase of normal delivery.

METHODS

Sort of research used in this experiment is quasi experimental design, with time series

design. Sampel to this research are patients with active phase of normal delivery.

Technique of sample collecting is purposive sampling. Number of samples are 30 people.

Data collecting technique used is participant observation.

7
RESEARCH RESULT

Pain intensity for primipara is 8, and multipara is 7,67. Pain intensity average before

applying assessment based on cervical opening, is at 4th to 7th opening, the bigger the

opening the strongger the pain intensity be. Pain intensity before counter-pressure has

interval between 5 to 10, whereas pain intensisty after counter-pressure assessemnt is 4 to

9 . There is also difference between pain intensity before and after that range between

0,67 – 4,33

Data processing result shows that the decrease of pain intensity before and after is 1,744

and deviation standard 0,791 and range of decreasing between 0,67 to 4,33. Correlation

(r) between pain intensity before and after counter-pressure assessment 0,858.

Then result of t-count by using correlative t-test formula shows Ho is fail-rejected, which

means there are effectiveness and positive influence of counter-pressure over pain

intensity of active phase of normal delivery.

DISCUSSION

Pain intensity before counter-pressure has interval with pain scale 5 to 10. Meaning, pain

suffered by respondent is medial to high pain. It is caused since active phase before

neurotic action is activated without blocking, by pain impulses of uterus which endured

contraction and cervix experience stretching, and then the pain impulses is transmitted

through segment of Thoracic nerve spine 11, Thoracic 12 and bottom thoracic nerves and

upper lumbar simpathic nerves (L1) into cornu dorsalis of medullae.

8
Pain intensity after counter-pressure has interval with pain scale 4 to 9, smaller than

average of before assessment, that condition is caused because pain impulses from uterus

experiences contraction and cervix experience stretching along sensoric nerve through

nerve track at the same time. By using counter-pressure nerve track for pain perception

can be blocked or reduced, so that, the pain suffered can be decreasing.

The difference of pain intensity before and after counterpressure. The reduce of pain

intensity average is 1,74 with interval 0,67 to 4,33. The success shows counter-pressure

can prevent or block pain impulses which derive from cervix and corpus uterus by using

basis of control gate theory. The feeling of pain delivered along sensoric nerve to brain

and only several number of feeling or some of messages delivered through nerve tract at

the same time. By using counter-pressure technique the nerve track for pain perception

can be blocked and reduced, then pain intensity felt by mother is reducing and the tense

does not happen, so that, ineffective uterus contraction because of pain can be prevented,

so that long duration delivery will not take place.

CONCLUSION AND SUGGESTION

Conclusion of this research is fail Ha which there is difference of pain intensity average

before and after counter-pressure of active phase of normal delivery, it is proven by t-test

is bigger than t-count. Suggestion for the nursing, counter-pressure assessment can be an

alternative that is applied on mother in delivery of active phase.

9
REFFERENCE:
Bobak.I.M, Lowdermilk.D.L, Jensen. M.D, 2004. Maternity Nursing. Philadelphia: JB
Lippincott Williams & Wilkins.

Gorrie, T.M., McKinney, E.S., & Murray, S. 1998. Foundations of Maternal Newborn
Nursing. 2nd Ed. United States of Amerika:W.B. Saunders Company

Hidayat. Aziz A, 2007. Nursing Research Method and Data Analysis : Salemba Medika

Nicols. Fraancine H, 2000. Childbirth Education : practice, research, and theory – 2 nd ed.
Philadelphia : W.B. Saunders Company

Taylor, Lilis, & Mone, 1997. Fundamental of Nursing the Art and Sciene of Nursing
Care. Philadelphia:JB.Lippincott

10