Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Akuntasi memang sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan lantaran
dengan Akuntansi kita bisa memantau kinerja perusahaan dan kondisi
perusahaan yang kita jalani, apakah memperoleh keuntungan atau menderita
kerugian.dengan akuntansi kitapun sanggup memperoleh warta yang nantinya
berkhasiat untuk pemakainya,baik itu pihak ekstern maupun intern. Dengan
adanya warta ini kita juga bisa membayar pajak kepada pemerintah demi
kesejahteraan sosial.Semua warta beliau tas terkait halnya dengan sebareba
banyak pendapatan yang kita peroleh dari kegiatan perusahaan kita, kerana
pendapatan ialah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa
ada pendapatan tidak mungkin akan didapat penghasilan atauearnings
.Pendapatan ialah penghasilan yang timbul dari acara perusahaan yang biasa
dikenal atau disebut penjualan, penghasilan jasa(fees), bunga, dividen,royalti
dan sewa.Menurut PSAK nomor 23 paragraf 6 ialah sebagai berikut:
Pendapatan ialah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari
acara normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu menjadikan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari bantuan penanaman modal.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu pendapatan dan beban?
2. Apa yang harus dimasukan dalam pendapatan dan beban?
3. Apa itu pengukuran, pengakuan, pelaporan pendapatan dan beban?

1.3 TUJUAN
1. Mengetahui tentang pendapatan dan beban.
2. Mengetahui apa yang harus dimasukan dalam pendapatan dan beban.
3. Mengetahui tentang pengukuran, pengakuan, pelaporan pendapatan dan
beban.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENDAPATAN

Commite on Accounting Concepts and Standards of the american


Accounting Association mendefinisikannpendapatan dalam pernyataan tahun
1957 sebagai berikut :

“ Pendapatan adalah pernyataan moneter dari keseluruhan produk dan jasa yang
ditransfer oleh suatu perusahaan kepada pelanggannya selama suatu periode
waktu.”

Menurut APB Statement No. 4 pendapatan didefinisikan sebagai kenaikan bruto


dalam aktiva atau penurunan bruto dalam kewajiban yang diakui dan diukur
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang dihasilkan dari jenis-
jenis kegiatan yang mencari laba itu dari suatu perusahaan yang dapat
mengubah ekuitas pemilik.

2.1.1 Apa Yang Harus Dimasukan Dalam Pendapatan

Banyak yang mendebat bahwa perlu untuk membedakan pendapatan


(revenue) dari keuntungan (gain). Berbagai usaha telah dilakukan, sebagian besar
berakhir dengan hasil yang agak sembarang. Semua kegiatan, apakah utama atau
sampingan, yang berhubungan dengan kegiatan menghasilkan kekayaan bagi
perusahaan akan termasuk dalam kategori umum pendapatan. Di antara mereka
yang mengambil pandangan menyelurun adalah APB dalam pernyataan no. 4 Pati
dan Littleton juga menyatakan bahwa, meskipun arus penyelesaian merupakn
sumber utama pendapatan, keseluruhan kisaran barang dan jasa yang disediakan
oleh perusahaan, tanpa memperhatikan jumlah relatif dari pos-pos tertentu, harus
termasuk dalam pendapatan.

Sebagian besar keuntungan akan tampak dalam laporan rugi laba dan,
karenanya meningkatkan laba. Hibah bagi perusahaan merupakan pengecualian.

2
Itu bisa diklasifikasikan baik sebagai ataupun pendapatan, bergantung dari
maksud si pemberi, keadaan yang sekitar hibah itu, dan definisi seseorang akan
pendapatan.

2.1.2 Sumber-Sumber Pendapatan

Soemarso SR mengatakan pendapatan dalam perusahaan dapat


diklasifikasikan sebagai pendapatan opeerasi dan non operasi. Pendapatan operasi
adalah pendapatan yang diperoleh dari aktivitas uama perusahaan. Sedangkan,
pendapatan non opearsi adalah pendapatan yang diperoleh bukan dari kegiatan
utama perusahaan.

Jumlah nilai nominal aktiva dapat bertambah melalui berbagai transaksi


tetapi tidak semua transaksi mencerminkan timbulnya pendapatan. Dalam
penentuan laba adalah membedakan kenaikan aktiva yang menunjukkan dan
mengukur pendapatan kenaikan jumlah nilai nominal aktiva dapat terjadi dari:

1. Transaksi modal atau endapatan yang mengakibatkan adanya tambahan dana


yang ditanamkan oleh pemegang saham.

2. Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa “barang dagangan” seperti
aktiva tetap, surat-surat berharga, atau penjualan anak atau cabang perusahaan.

3. Hadiah, sumbangan, atau penemuan.

4. Revaluasi aktiva.

5. Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran penjualan produk.

Dari kelima sumber tambahan aktiva diatas hanya butir kelima yang harus
diakui sebagai sumber pendapatan walaupun laba atau rugi mungkin timbul dalam
hubungannya dengan penjualan aktiva selain produk sebagaimana yang
disebutkan dalam butir ke-dua.

2.1.3 Proses Pendapatan

3
Ada dua konsep yang sangat erat hubungannya dengan masalah proses
pendapatan yaitu konsep proses pembentukan pendapatan (Earning Process) dan
proses realisasi pendapatan (Realization Process).

1. Proses pembentukan pendapatan (Earnings Process)

Proses pembentukkan pendapatan adalah suatu konsep tentang terjadinya


pendapatan. Konsep ini berdasrkan pada asumsi bahwa semua kegiatan opoerasi
yang diperlukan dalam rangka mencapai hasil, yang meliputi semua tahap
kegiatan produksi, pemasaran, maupun pengumpulan piutang, memberikan
kontribusi terhadap hasil akhir pendapatan berdasarkan perbandingan biaya yang
terjadi sebelum perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi.

2. Proses realisasi pendapatan (realization Process)

Proses realisasi pendapatan adalah proses pendapatan yang terhimpun atau


terbentuk sesudah produk selesai dikerjakan dan terjual atas dkontrak penjualan.
Jadi, pendapatan dimulai dengan tahap terakhir kegiatan produksi, yaitu pada saat
barang atau jasa dikirimkan atau diserahkan kepada pelanggan. Jika, kontrak
penjualan mendahului produksi barang atau jasa maka pendapatan belum dapat
dikatakan terjadi, karena belum terjadi proses penghimpunan pendapatan.

Proses realisasi pendapatan ditandai oleh dua kejadian berikut ini:

 Kepastian perubahan produk menjadi potensi jasa yang lain melalui proses
penjualan yang sah atau semacamnya.

 Pengesahan atau validasi transaksi penjualan tersebut dengan aktiva


lancar.

2.1.4 Penilaian, Pengukuran, Pengakuan, dan Pengungkapan Pendapatan.

2.1.4.1 Penilaian Pendapatan

Standar Akuntansi memberikan pedoman dasar penilaian yang dapat digunakan


untuk menentukan berapa rupiah yan diperhitungkan dan dicatat pertama kali

4
dalam suatu transaksi atau berapa jumlah rupiah yang harus diletakkan pada suatu
akun dalam laporan keuangan.

Ada empat dasar dalam penilaian pendapatan antara lain sebagai berikut:

1. Biaya Historis (historical cost) : Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau
setara kas) yang dibayar ssebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk
memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan.

2. Biaya Kini (current cost): aktiva dinilai dalam wujud kas (atau setara kas)
yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara yang diperoleh
sekarang.

3. Nilai realisasi atau penyelesaian (realization/settlement value) : Aktiva


dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang sama atau setara aktiva yang
sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal (orderly disposal).

4. Nilai sekarang (present value) : Aktiva dinyatakan sebesar kas masuk bersih
dimasa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan
dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.

2.1.4.2 Pengukuran Pendapatan

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada saat suatu pendapatan diakui, yaiti
pengukuran pendapatan dengan satuan atau ukuran moneter dan penetapan waktu
bahwa pendapatan tersebut dapat dilaporkan sebagai pendapatan.

Ikatan Akuntan Indonesia (2002:23) memberikan ketentuan mengenai pengukuran


pendapatan yang dinyatakan dalam Standar Akuntansi Keuangan yang isinya
sebagai berikut:

“Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang dapat diterima, jumlah
pendapatan yang imbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan
antra perusahaan pembeli atau pemakai perusahaan tersebut. Jumlah tersebut,
dapat diukur denga nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima

5
perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan
perusahaan”.

Pendapatan dapat diukur dengan nilai tukar, ada dua hal yang perlu diperhatikan
dalam nilai tukar ini yaitu sebagai berikut:

1. Potongan pembayaran dan pengurangan lain dari harga seperti rugi [iutang
ragu-ragu perlu disesuaikan untuk menghitung net cash yang sebenarnya.

2. Untuk transaksi bukan dengan kas., apabila nilai dari barang yang diserahkan
dianggap sama dengan nilai pasar wajar dari barang yang akan diterima maka
nilai tukarnya adalah nilai buku barang yang akan diterima lebih atau kurang dari
nilai buku barang yang akan diserahkan maka selisihnya nilai pasar barang yang
diterima dengan nilai buku barang yang diserahkan merupakan keuntungan.

Berikut ini ada berbagai macam dasar pengukuran pendapatan antara lain:

1. Cash Equivalent

Jumlah rupiah kas penghargaan produk yang terjual baru akan menjadi
pendapatan yang sepenuhnya setelah produk yang tejual baru akan diproduksi dan
penjualan benar-benar terjadi.

2. Nilai setara kas

Jumlah rupiah kas yang diperkirakan atau diterima atau dibayarkan pada masa
mendatang dari hasil, penjualan aktiva dalam kegiatan normal perusahaan.

3. Harga dibawah harga pasar

Harga pasar yang berlaku sekarang tetap, nilainya dibawah harga semula.

4. Harga pasar

Harga jual bersih yang diperkirakan dikurangi biaya simpanan, biaya penjualan,
dan biaya penyerahan produk.

5. Harga kesepakatan

6
Harga dimana yang nerupakan kesepakatan dengan pelanggan dari setiap jumlah
rupiah penjualan yang disepakati dengan pelanggan.

2.1.4.3 Pengakuan Pendapatan

Tujuan dari semua usaha pada akhirnya dalah untuk mendapatkan pendapatan
yang bias meningkatkan nilai perusahaan. Secara umu, pendapatan diakui pada
saat realisasinya atau sepanjang tahap (siklus)operasi.

Ikatan Akuntan Indonesia dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan


(PSAK) No. 23 menjelaslan kapan suatu pendapatan diakui adalah sebagai
berikut:

1. Pendapatan dari transaksi penjuala produk diakui pasa saat tanggal penjualan,
biasanya merupakan tanggal penyerahan produk kepada pelanggan.

2. Pendapatan atas jasa yang diberikan oleh perusahaan jasa diakui pada saat
jasa tersebut telah dilakukan dapat dibuat fakturnya.

3. Imbalan yang diperoleh atas penggunaan aktiva sumber-sumber ekonomi


perusahaan oleh pihak lain, seperti” pendapata bunga, dan royalty diakui sejalan
dengan berlakunya waktu atau pada saat digunakan aktiva yan bersangkutan.

4. Pendapatan dari penjualan aktiva diluar barang dagangan seperti penjualan


aktiva tetap atau surat berharga diakui pada saat tangal penjualan.

Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang
dapat diterima. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas.
Bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, nilai wajar dari imbalan
tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang
dapat diterima.

7
Berkaitan dengan masalah pendapatan tersebut, ada beberapa hal yang perlu
diketahui tentang prinsip pengakuan pendapatan yang menyatakan bahwa
pendapatan harus diakui dalam laporan keuangan ketika:

1. Pendapatan dihasilkan, dan

2. Pendapatan direalisasi atau dapat direalisasi.

Pengakuan pendapatan mendapat kendala yaitu proses penentuan kapan


pendapatan dapat diakui dan dilaporkan untuk suatu periode tertentu dan berapa
jumlahnya, proses penetuan waktu dan besarnya pendapatan yang diakui ini
berkaitan dengan konsep realisasi pendapatan (Revenue Realization) Eldon S
HEndriksen mengutp pernyataan American Accounting Association Committee
on Concept and Standard External reporting mengenai realisasi ini yaitu:
“Realisasi bukan suatu determinan dalam konsep laba, realisasi hanya berfungsi
sebagai pedoman memutuskan kapan kejadian yang jika dipecahkan sebagai
termasuk dalam laba objektif yaitu apabila ketidakpastian telah sampai tingkat
yang dapat diterima”.

Secara teoritik titik waktu dari pengakuan pendapatan dapat dilakukan pada
berbagai saat, yaitu :

1. Pengakuan pendapatan diakui pada saat proses produksi

2. Pengakuan pendapatan diakui pada saat selesainya produksi

3. Pengakuan pendapatan diakui pada saat penjualan

4. Pengakuan pendapatan diakui pada saat penerimaan kas

1. Pengakuan pendapatan diakui pada saat proses produksi

Pengakuan pendapatan diakui pada saat proses produksi biasanya dilakukan oleh
perusahaan yang menjalankan produksi untuk kontrak jangka panjang. GAAP
memperbolehkan dua metode akuntansi untu pendapatan atas kontrak jangka
panjang, yaitu sebagai berikut:

8
a. Metode Persentase Penyelesaian (Percentage of Completion Method)

Metode persentase penyelesaian adalah bentu alternative atas metode kontrak


selesai. Dalam metode ini, pengakuan pendapatan dicatat berdasarkan tingkat
kemajuan pekerjaan atau dengan kata lain jumlah pendapatan yang diakui untuk
tiap periode ditentukan berdasarkan tingkat penyelesaian, bagian pendapatan dan
beban (dan juga laba) diakui ketika dihasilkan pada setiap periode akuntansi.

Besarnya tingkat penyelesaian dari suatu kontrak harus diukur dimana


pengukuran yang biasa digunakan adalah pengukuran masukan dan pengukuran
keluaran.

 Pegukuran masukan (input measure)

Pengukuran masukan adalah upaya yang dikorbankan pada suatu proyek pada
tanggal tertentu dibandingkan dengan total upaya yang diperkirakan yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Pengukuran ini meliputi:

· Metode biaya ke biaya (cost to cost method)

Metode ini paling sering digunakan, dimana tingkat penyelesaian ditentukan


dengan membandingkan biaya yang telah dikeluarkan dengan estimasi biaya total
yang diharapkan.

· Metode usaha yang diupyakan (effort expended method)

Metode ini didasarkan oleh ukuran dari pelaksanaan pekerjaan yang meliputi jam
kerja, upah, jam mesin, atau kuantitas bahan. Bahan penyelesaian dengan
menggunakan metode ini diperoleh dengan cara yang sama seperti metode biaya
ke biaya.

 Pengeluaran keluaran (output measure)

Pengukuran keluraran adalah hasil pada tanggal tertentu dibandingkan dengan


total hasil kerja proyek yang diselesaikan. Pengukuran pendapatan dengan

9
menggunakan ukuran keluaran didasarkan pada hasil yang dicapai dengan nilai
tambah.

b. Metode kontrak selesai (completed contract method)

Menurut metode ini, pendapatan diakui jika pekerjaan sudah selesai 100%. Semua
biaya selama pelaksanaan dalam pekerjaan. Tagihan atas kemajuan tidak dicatat
sebagaimana pendapatan, tetapi diakumulasikan dalam akun kontrak persediaan.
Metode kotrak selesai harus digunakan hanya:

1) Jika suatu entitas terutama mempunyai kontrak jangka pendek,

2) Jika syarat-syarat untuk menggunakan metode persentase penyelesaian tidak


dapat dipenuhi, atau

3) Jika terdapat bahaya yang melejat dalam kontrak itu diluar resiko bisnis yang
normal dan berulang.

Metode kontak selesai (completed contract method) ini hanya akan diguakan jika
metode perssentase penyelesaian (percentage of completion method) tidak tepat.

2. Pengakuan pendapatan pada saat selesainya produksi

Pengakuan pendapatan atas dasar penyelesaian produksi ditujukan untuk produk


dalam criteria;

1) Adanya harga jual yang dapat ditentukan atau harga pasar yang stabil,

2) Biaya pemasaran yang tidak besar,

3) Unit-unit yang dipertukarkan pelaoran pendapatan pada waktu penyelesaian


produksi tergantung pada tingkat kepastian diaman harga jual dan biaya tambahan
dapat diestimasi.

Kriteria utama untuk menmggunakan metode ini adalah kemampuan realisasi


yang handal yaitu produk harus dapat dipasarkan segera pada harga tertentu yang
dapat dipengaruhi produsen tertentu.

10
3. Pengakuan pandapatan pada saat penjualan

Untuk tujuan pengakuan pendapatan saat terjadinya penjualan merupakan dasar


yang paling utama. Hal tersebut didukung dengan alasan antara lain:

· Harga produk sekarang sudah lebih pasti.

· Produk telah berada diluar perusahaan dan aktiva baru sudah


menggantikannya, yakni pertukaran telah terjadi.

· Untuk sebagian perusahaan, penjualan diasumsikan sebagai peristiwa


keuangan yang paling penting dalam kegiatan ekoknomi perusahaan.

· Sebagian besar biaya yang menyangkut pembuatan atau peroleha produk dan
biaya pelepasan sekarang telah terjadi atau sekarang sudah ditentukan.

Dasar pengakuan ini sangat tepat untuk diterapkan pada perusahaan yang bergerak
dlam bidang produksi atau perusahaan dagang. Kegiatan penjualan merupakan hal
yang paling menentukan dan mempunyai arti keuangan sebab transaksi penjualan
mengakibatkan masuknya aktiva bau kedalam perusahaan yang berupa kas atau
piutang.

4. Pengakuan pendapatan pada saat penerimaan kas

Penerimaan kas merupakan hal yang signifikan dalam pengukuran pendapatan.


Umumnya, tidak kritis dalam proses opersaional untuk meningkatkan aktiva
bersih perusahaan. Penerapan dasar penerimaan kas paling banyak dijumpai
dalam perusahaan yang melakukan penjualan yang bayarannya secara angsuran.

Dalam perusahan jasa, kalau satuan jasa dilakukan dalam waktu relative pendek.
Misalnya, perusahaan angkutan atau bioskop maka saat penerimaan uang dari
konsumen hamper bersamaan dengan penyerahan jasa sehingga keduanya dapat
dijadikan dasar dalam pengukuran dan pengakuan pendapatan. Untuk jangka
panjang didalam satuan jasa, misalnya penyewaan ruangan atau bangunan maka
terdapat perbedaan antara jumlah rupiah pendapatan yang diakui dala suatu
periode atas dasar penerimaan uang.

11
2.1.4.4 Pengungkapan Pendapatan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 mengenai


pengungkapan pendapatan, perusahaan harus mengungkapkan sebagai berikut:

a. Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan pendapatan termasuk


metode yang dianut untuk menentkan tingkat penyelesaian transaksi penjualan
jasa.

b. Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan diakui selama periode


tersebut termasuk pendapatan dari:

(1) Penjualan barang

(2) Penjualan Jasa

(3) Bunga

(4) Dividen, dan

(5) Royalty.

2.1.5. Kriteria Pengakuan Pendapatan

Pengaakuan pendapatan yang diajukan oleh Financial Accounting Standard Board


(FASB) ada dua kriteria yaitu sebagai berikut:

1. Pendapatan baru diakui jika jumlah pendapatan terealisasi atau cukup pasti
akan segera terealisasi.

2. Pendapatan baru adapat diakui jika pendapatan tersebut sudah terbentuk atau
terhimpun.

2.1.5.1 Metode Pencatatan Pendapatan

Di dalam laporan akuntansi dasar pencatatan pendapatan harus berdasarkan


ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

12
1) Nilai ekonomis harus sudah ditambahkan perusahaan pada produknya

2) Jumlah pendapatan harud dapat diukur

3) Pengukuran yang dilakukan haruslah bebas

4) Biaya-biaya yang berkaitan harus dapat diestimasi dengan tingkat kecermatan


yang memuaskan.

Metode dalam pencatatan pendapatan terdiri dari dua metode, yaitu sebagai
berikut: metode berbasis kas(cash basis method) dan metode aberbasis akrual
(accrual basis method)

1. Metode cash basis

Suatu system dimana pendapatan belum diakui sebelum pendapatan tersebut


belum diterima. Metode ini banyak digunakan pada perusahaan kecil dan orang-
orang yang menjual jasa, pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki
keahlian tertentu.

2. Metode accrual basis

Metode pencatatan pendapatan, dimana pendapatan itu dicatat pada saat sudah
terjadi hak tanpa memperhatikan pendapatan tersebut diterima. Keuntungan
metode ini adalah karena metode ini sangat teliti dalam pengukuran keuntungan
(dalam laporan laba rugi) dan neraca selisih.

2.1.6 Metode pengakuan pendapatan untuk penjualan jasa

Ada empat metode pengakuan pendapatan untuk perusahaan yang kegiatannya


sebagian besar dalam penjualan jasa dibandingkan produksi yaitu sebagai berikut:

13
1. Metode kinerja khusus

Metode ini digunakan untuk penapatan jasa yang dihasilkan dengan melakukan
aksi tunggal.

Sebagai contoh: seorang dokter gigi menghasilkan pendapatan atas penyelesaian


penambalan gigi.

2. Metode Kinerja Profesional

Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan oleh lebih
dari satu aksi tunggal dan hanya ketika jasa melebihi satu periiode akuntansi.

3. Metode Kinerja Selesai

Metode ini digunakan untuk mengakui pendapatan jasa yang dihasilkan dengan
melakukan serangkaian tindakan dimana yang terakhir sangat penting dalam
hubungannya dengan total transaksi jasa dimana pendapatan jasa dianggap telah
dihasilkan hanya setelah tindakan terakhir terjadi. Metode ini serupa dengan
metode kontrak selesai, yang digunakan untuk kontrak jangka panjang.

4. Metode Penagihan

Metode ini digunakan untuk pendapatamn jasa ketika ketdakpastian penagihan


sangat tinggi atau estimasi beban yang terkait dengan pendapatan tidak dapat
dipercaya sehingga persyaratan reliabilitas tidak dipenuhi. Pendapatan diakui
hanya ketika kas diperoleh. Metode ini serupa dengan metode pemulihan biya
yang digunakan untuk penjualan produk.

2.1.7 Konsep dasar yang diperkirakan dalam pengakuan pendapatan

Ada beberapa konsep dasar yang melandasi laporan keuangan antara lain sebagai
berikut:

1. Konsep Upaya dan HAsil (effort and accomplishment concept)

14
Konsep ini menyatakan bahwa kas merupakan pengukur upaya dan pendapatan
merupakan pengukur hasil.

2. Konsep Bukti Berdaya Uji dan Objektif

Laporan keuangan akan mempunyai tingkat manfaat dan tingkat keandalan 6yang
cukup tinggi apabila data keuangan didalamnya di dukung oleh bukti-bukti yang
objektif dan dapat diuju kebenarannya,

3. Konsep Akuntansi mengakui adanya asumsi yang relevan (assumption consept)

Konsep akuntansi menagkui adanya asumsi-asumsi seperti bidang pengetahuan


lain, dalam banyak hal konsep dasar akuntansi dengan sendirinya merupakan
asunsi atau paling tidak didasarkan atas asumsi yangtidak dapat diuji validitasnya
dengan pembuktian yang tuntas tetapi dianggap mempunyai relevansi dengan
tujuan pelaporan keuangan.

4. Konsep Biaya Historical

Konsep biaya histories merupakan pengukur potensi jasa yang paling objektif
untuk jasa yang baru diperoleh. Baiaya histories ini menunjukkan harga
pertukaran padasaat terjadinya salah satu keunggulan biaya histories yang terjadi
dari hasil kesepakatan dua pihak yang independent.

2.2 BEBAN DAN KERUGIAN

Pada umumnya beban (expense) sering dijadikan dengan sinonim kata


dengan biaya (cost) , tetapi menurut Soemarso (2013:29), beban dapat
didefinisikan sebagai aliran keluar terukur dari barang atau jasa , yang kemudian
dibandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba atau sebagai penurunan
dalam aktiva bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomis dalam
menciptakan pendapatan atau pengenaan pajak oleh pemerintah.
Pengertian expense menurut Hendriksen dalam buku yang berjudul
Accounting Theory dapat diuraikan sebagai berikut:

15
“Exspense are the using or consuming of goods and services in the proses of
obtaining revenue. They are the expiration of faclor services related either
directly to producing and selling of the product to the enter prise”. (1990:187)
Kutipan diatas dapat diartikan bahwa beban (expense) adalah penggunaan
atau pemakaian barang dan jasa dalam proses mendapatkan revenue. Biaya
merupakan usaha yang menghabiskan (expiration) barang dan jasa-jasa faktor
yang berkaitan langsung ataupun tidak langsung terhadap produksi dan penjualan
produk perusahaan. Dalam hal ini tersirat dua pengertian yaitu:
a. Adanya pemakaian atau penghabisan barang dan jasa,atau disebut juga
expiration,
b. nilai-nilai barang dan jasa ini menjadi habis pada saat produk ditransfer ke
pembeli.
Beban menunjukkan perubahan yang tidak menguntungkan dalam sumber
daya perusahaan, yaitu penurunan dalam laba. Beban menggunakan atau
mengkonsumsikan barang dan jasa dalam proses perolehan pendapatan. Beban
diukur sebesar nilai barang atau jasa yang digunakan. Contoh beban yaitu harga
pokok penjualan barang, beban sewa, beban gaji, beban listrik, dan sebagainya.
FASB mendefinisikan biaya sebagai:
“Arus kas keluar atau penggunaan aktiva atau terjadinya kewajiban (atau
keduanya) dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau
pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan operasi terbesar atau utama yang
Sberkelanjutan dari perusahaan tersebut.”
Sedangkan menurut SAK (1994)
“Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban
yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian
kepada penanam modal”.
Dalam SFAC No. 3 dan 6 terdapat perbedaan antara biaya dan kerugian:
- Expenses:
Aliran keluar atau penggunaan assets suatu entitas atau penambahan utang
(kombinasi keduanya) selama satu periode, karena entitas itu menyerahkan atau

16
memproduksi barang, memberikan jasa atau melakukan aktivitas lain yang
merupakan operasi pokoknya.
- Losses:
Penurunan equity atau net asset akibat dari transaksi tidak biasa atau
insidentalyang bukan berasal dari expenses atau distribusi kepada pemilik. Biaya
berkaitan dengan operasi utama perusahaan, sedangkan kerugian merupakan
akibat dari operasi incidental perusahaan.
2.2.1 Karakteristik Beban
Ada tiga karakteristik beban dalam akuntansi :
1) Penurunan Aktiva
Beban timbul karena terjadi transaksi yang mengakibatkan pengurangan atau
penurunan aktiva atau menimbulkan aliran keluar manfaat ekonomi. Dalam hal
ini, pemakaian aktiva mengakibatkan timbulnya beban karena telah habis untuk
pengiriman barang atau diberikan perusahaan sehingga tidak merasakan lagi
manfaat ekonomi aktiva tersebut. Pemakaian bahan baku yang barangnya belum
terjual sebelum belum lagi bisa dikatakan beban tapi biaya, apabila sudah terjual
baru dapat dikatakan beban karena pemakaian aktiva yang digunakan untuk segala
keperluan barang tersebut.
2) Operasi utama yang berkesinambungan
Tidak semua penurunan aktiva dapat menjadi beban, agar terjadi maka harus
berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan yang continiue. Kegiatan utama
perusahaan adalah yang berkaitan dengan proses produksi dan pengiriman barang.
Sebagaimana berlaku untuk pendapatan, pengertian operasi menunjuk kegiatan
operasi yang merupakan elemen statemen aliran kas yaitu : operasi (operating),
investasi (investing), dan pendanaan (financing). Sedangkn beban adalah
penurunan aset yang berkaitan dengan operasi dan bukan dengan investasi dan
pendanaan .
3) Kenaikan kewajiban
Definisi FASB yang menyatakan beban sebagai kewajiban cukup tepat karena
secara konseptual semua hal yang dikeluarkan untuk kepentingan proses produksi
dan pengiriman perusahaan secara terus-menerus dinyatakan sebagai beban.

17
2.2.2 Jenis-Jenis Beban
Menurut Soemarso (2013:226) beban dapat dikelompokkan menjadi
1) beban penjualan (selling expenses), semua beban yang terjadi dalam
hubungannya dengan kegiatan menjual dan memasarkan barang seperti kegiatan
promosi, penjualan dan pengangkutan barang-barang dijual.
2) beban administrasi dan umum (general and administrative expenses), beban yang
bersifat umum dalam perusahaan. Contoh : beban gaji dan upah, beban
pemeliharaan, dll.
3) beban lain-lain (other expenses), beban yang tidak dapat dihubungkan secara
langsung dan pasti dengan kegiatan utama perusahaan (perdagangan)
dikelompokkan dalam beban lain-lain atau beban non-usaha. Contoh : beban
bunga
Jenis-jenis beban dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis perusahaan yang
bersangkutan :
1) perusahaan Jasa
pada perusahaan jasa jenis beban hanya satu yaitu beban usaha, tetapi beban usaha
ini terbagi atas beberapa jenis juga, yaitu sebagai berikut :
a) beban gaji
b) beban sewa
c) beban perlengkapan
d) beban bunga
e) beban serba-serbi
2) Perusahaan Dagang
Pada perusahaan dagang karena terjadi penjualan maka terdapat beban yang
berhubungan dengan penjualan atau kegiatan utama perushaan .
a) Beban penjualan
b) Beban administrasi dan umum
c) Beban lain-lain
3) Perusahaan Manufaktur
a) Biaya Pokok Penjualan, rekening Biaya pokok penjualan merupakan biaya
perolehan dari pos-pos persediaan (harga pembelian atau biaya pabrikasi) yang

18
dijual untuk menghasilkan pendapatan penjualan. Biaya pokok penjualan
ditentukan dengan mengurangkan persediaan akhir dari biaya pokok barang yang
tersedia untuk dijual.
b) Beban Operasi, beban berkala yang dikeluarkan perusahaan dalam upayanya
memperoleh pendapatan.
c) Beban lain-lain
Ada jenis-jenis beban lain yang mendukung kegiatan operasional perusahaan
seperti :
1) Beban Akrual, beban yang masih harus dibayar tetapi pembayarannya belum
dilakukan sampai pada periode berikutnya. Pada periode akhir akuntansi perlu
untuk menentukan dan mencatat beban-beban yang telah terjadi ini meskipun
belum dibayarkan.
2) Beban Kredit Macet, beban yang timbul atas tindakan tertagihnya piutang
usaha.
3) Beban Operasional, beban yang terdiri atas beban penjualan dan beban
administrasi .
4) Beban Penyusutan, pengakuan atas penggunaan manfaat potensial dari suatu
aktiva.
5) Beban yang ditangguhkan, dapat juga dikatan beban dibayar dimuka.
6) Beban yang masih harus dibayar, biaya-biaya yang sudah merupakan beban
walaupun utang yang bersangkutan belum saatnya merupakan kewajiban.
Pengakuan Beban
Menurut IAI dalam bukunya “Standar Akuntansi Keuangan”, (2007:23)
pengakuan beban sebagai berikut :
“Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya
yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Kalau manfaat ekonomi
diharapkan timbul selama beberapa periode akuntansi dan hubungannya dengan
penghasilan hanya dapat ditentukan secara luas atau tak langsung, beban diakui
dalam laporan laba rugi atas dasar prosedur alokasi yang rasional dan sistematis.
Hal ini sering diperlukan dalam pengakuan beban yang berkaitan dengan
penggunaan aktiva seperti aktiva tetap, goodwill, paten, merk dagang. Prosedur

19
alokasi ini dimaksimalkan untuk mengakui beban dalam periode akuntansi yang
menikmati manfaat ekonomi aktiva yang bersangkutan”.
Dalam pernyataan diatas beban merupakan alur keluar atas penggunaan
lain dari harta selama periode dari penyerahan atas produksi barang atau kegiatan-
kegiatan lain yang merupakan operasi utama perusahaan. Beban diakui dalam
laporan laba rugi berdasarkan hal-hal berikut :
1) Adanya penurunan aktiva yang digunankan oleh perusahaan misalkan aktiva
tetap.
2) Adanya proses produksi untuk menghasilkan barang-barang atau jasa
3) Adanya kewajiban perusahaan terhadap karyawan misalnya pembayaran gaji
dan upah.
4) Adanya kewajiban perusahaan tanpa diiringi dengan perolehan aktiva, misalnya
garansi produk dan pembayaran bunga pinjaman.
Dengan demikian dapat disimpulkan beban yang berkaitan dengan proses
memperoleh pendapatan, harus diakui pada saatn pendapatan tersebut diperoleh,
sedangkan beban yang berkaitan secara langsung dengan proses dan untuk
memperoleh pendapatan harus diakui pada saat beban tersebut dimanfaatkan.
2.2.3 Pengukuran, Pengakuan, dan Pengungkapan Biaya dan Beban
2.2.3.1Pengukuran Dan Pengakuan Biaya
Pengukuran dan pengakuan biaya memainkan peranan penting dalam
penyusunan laporan keuangan. Kecermatan mengukur besarnya biaya
mempengaruhi keakuratan informasi keuangan yang dihasilkan. Ketepatan saat
mengakui biaya juga akan berpengaruh dalam penentuan besarnya rugi/laba
perusahaan. Oleh karena itu pemahaman secara konsptual tentang pengukuran dan
pengakuan pendapatan tidak dapat diabaikan.

1. Pengukuran Biaya
Sejalan dengan penilaian aktiva, biaya dapat diukur atas dasar jumlah
rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu,
pengukuran biaya dapat didasarkan pada:
a. Cost Historis

20
Cost historis merupakan jumlh rupiah kas atua setaranya yang dikorbankan untuk
memperoleh aktiva. Pengukuran biaya atas dasar cost historis, dapat digunakan
untuk jenis aktiva seperti gedung, peralatan dan sebagainya.
b. Cost Pengganti/Cost Masukan Terkini (Replacement Cost/ Curent Input Cost)
Cost masukan terkini menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran yang harus
dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk memperoleh aktiva yang sejenis
dalam kondisi yang sama. Contohnya, penilaian untuk persediaan.
c. Setara Kas (Cash Equivalent)
Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan cara menjual
setiap jenis aktiva dipasar bebas dalam kondisi perusahaan normal. Nilai ini
biasanya didasarkan pada catatan harga pasar barang bebas yang sejenis dalam
kondisi yang sama. Pos aktiva berwujud biasanya menggunakan dasar penilaian
ini. Meskipun ada berbagai dasar penilaian, dalam praktik yang paling banyak
digunakan untuk mengukur biaya adalah cost historis.
2. Pengakuan Biaya
Pada dasarnya cost memiliki dua kedudukan penting, yaitu: (a) Sebagai
aktiva(potensi jasa) dan (b) Sebagai beban pendapatan (biaya). Atas dasar konsep
kontinuitas usaha, cost mula-mula diperlakukan sebagai aktiva dan kemuian baru
diperlakukan sebagai pengurang pendapatan(biaya). Misalnya, cost persediaan ada
awalnya dicatat/di akui sebagai aktiva. Apabila cost tersebut telah dinytakan
keluar (dijual) untuk menghasilkan pendapatan, maka cost tersebut dinyatakan
sebagai biay, dengan nama cost barang terjual (cost of goods sold).
Proses pembebanan cost pada dasarnya merupakan proses pemisahan cost.
Oleh karena itu, agar inforasi yang dihasilkan akurat bagian cost yang telah di
akui sebagai biaya pada periode berjalan dan bagian cost yang akan dilaporkan
sebagai aktiva (di akui sebagai biaya periode mendatang) harus dapat ditentukan
dengan jelas. Ada dua masalahyang muncul sehubungan dengan pemisahan cost
tersebut, yaitu:
1. Kriteria yang digunakan untuk menentukan yang harus dibebankan pada
pendapatan peiode berjalan.

21
2. Kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa cost tertentu ditangguhkan
pembebanannya.

Semua cost tersebut memenuhi kriteria sebagai aktiva yaitu:


1. Memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masa mendatang,
dikendalikan perusahaan, berasal dari transaksi masa lalu).
2. Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masa mendatang yang
melekat pada aktiva dapat dinikmati oleh entitas yang meguasai.
3. Besanya manfaat dapat di ukur dengan cukup andal.

Atas dasar hal tersebut, maka cost dapat yang dikeluarkan memenuhi
kriteria sebagai aktiva, maka cost tersebut dapat ditunda pembebanannya. Namun
demikian apabila terdapat kasus dimana cost yang jenis pengeluarannya terjadi
berulang-ulang setiap perioade, cost tersebut dapat langsung dibebankan sebagai
biaya pada periode terjadinya. Kondisi ini tidak berlaku untuk persediaan dan
persekot biaya.
Dari uraian diatas, secara umum dapat dirumuskan bahwaberdasarkan
konsep penandingan (matching), pengakuan biaya pada dasarnya sejalan dengan
pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan pendapatan ditunda, maka
pembebanan biaya juga ditunda. Untuk mengatasi berbagai perbedaan pendapat
tentang pengakuan biaya, biasanya badan berwenang mengeluarkan aturan
tertentu untuk mengakui biaya. IAI (1990), misalnya,dalam konsep Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan menyatakan:
“Beban diakui dalam laporan rugi laba kalau penurunan mamfaat ekonomi
masa datang yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban
telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.” (paragraf 94), Selanjutnya dalam
parapraf 98 disebutkan:“Beban juga diakui dalam laporan rugi laba pada saat
timbul kewajiban tanpa adanya pengakuan aktiva, dapat timbulnya hutang
garansi produksi.”

2.2.3.2 Pengukuran dan Pengakuan Beban

22
2.2.3.2.1 PENGUKURAN BEBAN

Pengukuran barang dan jasa yang digunakan dalam operasi perusahaan tidak
mempunyai pemecahan yang sederhana. Banyak diskusi kontroversial mengenai
pengukuran yang tepat tidak mengarah pada pemecahan, khusus karena
pendukung dari sudut pandang yang berbeda mempunyai tujuan yang berbeda
atau konsep laba yang berbeda, yang secara umum tidak dinyatakan secara jelas.

Beban dalam pandangan ini adalah aspek yang tidak menguntungkan dari operasi
pendapatan dan merupakan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh pendapatan.
Beban harus diukur dalam pengertian transaksi dimana perusahaan merupakan
suatu pihak dan diukur dengan pengeluaran kas masa lalu, sekarang, atau masa
datang. Dari sudut pandang laba manapun, tujuannya adalah untuk mengukur
jumlah yang dibebankan pada periode berjalan dan menangguhkan ke periode
masa datang jumlah yang merupakan perubahan barang atau jasa yang akan
digunakan pada periode mendatang. Pengukuran beban yang paling umum adalah
:

1. Biaya historis
2. Pengukuran sekarang, seperti biaya penggantian.
3. Biaya kesempatan dari ekivalen kas masa kini

1. BIAYA HISTORIS

Metode pengukuran beban dan kerugian konvensional adalah dalam pengertian


biaya historis bagi perusahaan. Biaya Historis merupakan nilai pertukaran barang
dan jasa pada saat diperoleh perusahaan. Biaya historis, seperti yang disajikan
oleh nilai buku atau nilai tercatat lain, biasanya digunakan dalam menghitung
keuntungan dan kerugian. Kekurangan utama dari biaya historis, bahwa hal itu
sering kali tidak menyatakan suatu pengukuran relevan atas barang dan jasa yang
digunakan dalam usaha memenuhi tujuan pemakai eksternal laporan keuangan,
dan bahwa itu tidak memungkinkan suatu pemisahan biaya oprasional dari

23
keuntungan dan kerungian yang timbul dari pembelian yang terjadi secara
kebetulan atau perubahan harga yang tidak diramalkan.

2. BIAYA PENGGANTIAN (PENENTUAN BIAYA)

Pada dasarnya, biaya diukur dengan nilai kini dari sumber daya ekonomi yang
diserahkan dalam perolehan barang dan jasa yang digunakan dalam operasi ini
adalah nilai pertukaran. Sewaktu kas dibayar atau setuju untuk dibayar dengan
barang dagang, perlengkapan, dan jasa pribadi, pengukuran biaya cukup pasti.
Kas merupakan nilai moneter dari klaim terhadap sumber daya ekonomi yang
diberikan oleh pembeli.

3. HARGA KINI (CURRENT PRICE)

Karena pendapatan biasanya diukur dalam pengertian harga kini yang diterima
untuk produk, seringkali dikemukakan bahwa beban yang ditandingkan terhadap
pendapatan ini juga harus diukur dalam satuan harga barang dan jasa yang
digunakan atau dikonsumsi. Laba yang dihasilkan dari transaksi penjualan adalah
kelebihan kas atau klaim yang diterima terhadap jumlah sumber daya yang
digunakan. Manfaat pengukuran beban dengan harga kini, yaitu :

1. Laba yang berasal dari transaksi


2. Keuntungan atau kerugian yang berasal dari penyimpanan aktiva sebelum
digunakan.

Harga kini dapat diperoleh untuk menyatakan baik harga likuidasi (penjualan) kini
atau biaya pengganti (replacement cost). Dari pihak lain, biaya pengganti
merupakan harga perolehan pada saat penggunaan. Karena itu, biaya pengganti
bisa memungkinkan peramalan yang lebih baik atas hasil kegiatan perusahaan di
masa datang jika ada kemungkinan berlanjut dari masa lalu ke masa datang. Salah
satu kesulitan dengan penggunaan biaya pengganti adalah mungkin tidak terdapat
harga kini yang tersedia dengan jenis barang dan jasa yang sama diperoleh
sebelumnya, atau mungkin tidak ada pengukuran yang dapat di uji dari harga
semacam itu.

24
2.2.3.2.2 Pengakuan Beban
Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lainnya yang timbul dari kewajiban
keuangan suatu entitas. Biaya pinjaman mencakup:
1) Bunga untuk cerukan bank dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang;
2) Amortisasi diskonto atau premium yang terkait dengan pinjaman;
3) Amortisasi biaya tambahan yang timbul sehubungan dengan proses perjanjian
peminjaman;
4) Beban pembiayaan sesuai dengan sewa pembiayaan
5) Perbedaan nilai tukar yang timbul dari pinjaman dalam mata uang asing dimana
perbedaan ini dianggap sebagai penyesuaian terhadap biaya bunga.
Pengakuan
Entitas harus mengakui seluruh biaya pinjaman sebagai beban pada
laporan laba rugi di periode terjadinya
Pengungkapan
Entitas harus mengungkapkan besarnya biaya pinjaman.

2.2.4 Perbedaan Biaya dan Beban


Biaya adalah suatu nilai tukar prasyarat atau pengorbanan yang dilakukan
untuk memperoleh suatu manfaat, dimana periodenya lebih dari satu tahun.
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi dalam suatu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan
penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pada pembagian kepada penanam
modal.
Letak di Laporan Keuangan :
- Biaya, di neraca (Belum terpakai, biaya-biaya yang dianggap akan memberi
manfaat dimasa yang akan datang, berupa aktiva) Misal : Sewa Dibayar Dimuka.
- Beban, di laporan laba-rugi (Pengeluaran/Biaya yang telah terpakai dan tidak
dapat memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang) Misal : Beban Sewa.
Periode Akuntansi :
- Biaya periodenya lebih dari satu tahun, merupakan pengeluaran modal (capital
expenditure)

25
- Beban periodenya kurang dari satu tahun, merupakan pengeluaran pendapatan
(revenue expenditure)

26
BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Pendapatan adalah hasil dari penjualan faktor-faktor produksi yang dimilikinya


kepada sektor produksi. Ada jugapendapatan adalah hasil berupa uang atau materi
lainnya yang dapat dicapai dari pada penggunaan faktor-faktor produksi.Prinsip
pengakuan pendapatam menetapkan bahwa pendapatan diakui pada saat:

1. Direalisasikan bila barang-barang dan jasa-jasa dipertukarkan dengan kas atau


klaim atas kas (piutang).

2. Dapat direalisasikan bila aktiva yang diterima segera dapat dikonversikan


pada jumlah kas atau klaim atas kas yang diketahui.Dihasilkan , bila kesatuan itu
sebagian besar telah menyelesaikan apa yang seharusnya telah dilakukan agar
berhak atas manfaat yang diberikan pendapatan.Sebagian besar perusahaan
didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan laba yang optimal sehingga
kclangsungan hidup perusahaan dapat tercapai. Laba diperoleh sebagai kelebihan
pendapatan atas beban.

3.2 SARAN

Menyadari bahwa penulisan masih dari kata sempurna, kedepannya penulisaan


penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tertunga dapat di pertangguang
jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisaan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulaan dari bahasaan makalah yang telah di jelaskan.

27
DAFTAR PUSTAKA

Sri Mulyani, Hani.2012. “Modul Teori Akuntansi”

http://risalahakuntansi.blogspot.com/2014/02/makalah-teori-akuntansi-biaya-
konsep.html

https://tugaskuliahlagi.blogspot.com/2018/10/makalah-pendapatan-dan-
beban.html

http://okta-wiskey.blogspot.com/2014/01/teori-akuntansi-beban.html

28