Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Data Umum

1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn. A

2. Usia : 59 tahun

3. Pendidikan : S1

4. Pekerjaan : Guru

5. Alamat : Kp. Nagrak RT. 02 RW. 06 Desa Kawungluwuk kec.


Sukaresmi, kab. Cianjur

6. Komposisi Anggota Keluarga :

Jenis Hub dgn


No. Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
Kelamin KK

1. Tn. A Laki- Kepala 59 S1 Guru


laki keluarga tahun

2. Ny. C Peremp Isteri 58 SMA Mengurus rumah


uan tahun tangga dan
wirausaha

3. An. R Laki- Anak 22 Tamat SMA Mahasiswa


laki tahun

4. An. R Laki- Anak 21 Tamat SMA Mahasiswa


laki tahun

Genogram :
Keterangan Genogram :

: Laki-laki : garis pernikahan

: Perempuan : garis keturunan

: Meninggal : tinggal serumah

7. Tipe keluarga :

Tipe keluarga Tn. A adalah Nucleus family dengan keluarga yang terdiri dari dua orang
tua dan dua anak kandung.

8. Suku bangsa :

Tn. A mengatakan bahwa keluarganya berasal dari suku sunda dan berbangsa Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari keluarga Tn. A menggunakan bahasa daerah dan Bahasa
Indonesia dalam berkomunikasi.

9. Status sosial ekonomi keluarga :

Tn. A adalah kepala keluarga dan seorang pria sekaligus seorang kepala keluarga
dengan penghasilan ± Rp. 5.000.000,-/bulan dan sosial ekonomi keluarga Tn. A
dibantu oleh istrinya yang memiliki toko sebagai wirausaha. Penghasilan dibutuhkan
pada pembiayaan kebutuhan sehari-hari dan dibutuhkan untuk biaya sekolah anak-
anaknya.

10. Aktivitas rekreasi keluarga

Keluarga Tn. A tidak mempunyai aktivitas rekreasi yang terjadwal, tetapi seringkali
keluarga Tn. A mengajak anak-anaknya ke tempat makan atau ke tempat wisata jika
sedang libur perkuliahan.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

12. Tahap perkembangan keluarga saat ini :

Tahap perkembangan keluarga Tn. A saat ini adalah tahap perkembangan keluarga dengan
anak sebagai dewasa.

13. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Tn. A mengatakan belum bisa membantu anaknya sepenuhnya untuk mandiri sebagai
keluarga baru di masyarakat

14. Riwayat keluarga inti

Tn. A merupakan seorang kepala keluarga yang sudah berusia 59 tahun dan mempunyai lima
orang anak akan tetapi tiga orang anak sudah menikah dan sudah meninggalkan rumah dan
sekarang tinggal dengan dua orang anak yang masih kuliah.

Tn. A mengatakan sudah mempunyai penyakit asam urat yang tinggi serta istrinya terkadang
tekanan darahnya naik, dan Tn. A mengatakan jika merasakan gejala sakit persendian ataupun
istrinya mengalami sakit kepala maka Tn. A langsung membawanya ke rumah sakit atau klinik
terdekat.

15. Riwayat keluarga sebelumnya

Tn. A mengatakan tidak mempunyai riwayat darah tinggi ataupun asam urat tinggi.
III. Lingkungan

16. Karakteristik rumah

Rumah yang dimiliki oleh Tn. A adalah milik pribadi. Tipe rumah permanen dengan lantai
yang disemen dan memakai keramik, luas rumah 15 m2 dan terdiri dari ruang tamu, 3
kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, dinding rumah dari batu bata yang sudah di cat.

Untuk air bersih berasal dari sumur. Tn. A mengatakan sampah yang sudah dikumpul lalu
dibuang ke tempat pembuangan umum. Air pembuangan limbah dibuang ke selokan kecil/got
dibelakang rumah dan pembuangan dikamar mandi (WC) ke selokan. Kebersihan rumah sangat
terjaga karena setiap hari selalu disapu dan di pel. Didepan pekarangan rumah ada jalan dan di
pinggir dan depannya adalah rumah tetangga

Denah rumah :

17. Karakteristik tetangga dan komunitas :

Hubungan keluarga Tn. A dengan tetangga dan masyarakat lainnya terjalin

dengan baik, jarak rumah dengan tetangga cukup dekat, dan tidak ada budaya

setempat yang mempengaruhi kesehatan. Kelarga Tn. A mempunyai rasa tanggung

jawab dan saling tolong menolong sesama warga.

18. Mobilitas geografis keluarga

Tn. A mengatakan sudah tinggal sejak lama di kp. Nagrak akan tetapi sempat pindah ke

garut selama dua tahun kemudian kembali lagi ke Kp. Nagrak Kab. Cianjur.

19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyakarat

Tn. A mengatakan sering berinteraksi dengan anak-anaknya melalui via telpon setiap hari
dan selalu berkumpul setiap awal bulan dengan anak-anaknya apabila Tn. A dan Ny. C tidak

ada pekerjaan serta anak-anaknya pulang ke rumah. Dalam keluarga dan masyarakat tidak

ada masalah serta konflik dalam berkomunikasi/berinteraksi.

20. Sistem pendukung keluarga

Tn. A mempunyai lima orang anak yang sangat menyayanginya, walaupun hanya tinggal

berdua di rumah beserta istrinya akan tetapi anak-anaknya selalu berkomunikasi dengannya

setiap hari melalui via telpon ataupun bertemu setiap bulannya dan Tn. A selalu berusaha

menjaga keharmonisan dalam keluarga.

IV. Struktur Keluarga

21. Pola komunikasi keluarga

Tn. A termasuk orang yang terbuka dalam segala masalah apapun dan selalu di

musyawarahkan dengan anggota keluarganya, tetapi dalam ke lima anaknya Tn. A seorang

pengambil keputusan dalam keluarga jika ada masalah apapun.

22. Struktur kekuatan keluarga

Tn. A merupakan pemegang kendali rumah tangga yang berperan sebagai kepala keluarga,

proses pengambilan keputusan dengan cara musyawarah dengan istri dan anak-anaknya.

23. Struktur peran keluarga

Tn. A berperan sebagai ayah dan juga sebagai kepala keluarga dan bertindak sebagai

pencari nafkah serta ditemani oleh istrinya di dalam membina keluarga. Tiga orang

anak sudah menikah dan mempunyai keluarga sendiri dan dua orang anaknya masih

kuliah.
24. Nilai dan norma budaya

Keluarga Tn. A mengganggap nilai dan norma yang ada di masyarakat sekitar tidak

diterapkan. Meskipun Tn. A ataupun anggota keluarga mengalami luka bekas operasi

ataupun bekas luka saat melahirkan tidak pernah membatasi makanan yang banyak

mengandung protein seperti telur , ikan dan lain-lain.

V. Fungsi Keluarga

25. Fungsi afektif

Tn. A beserta istrinya mengatakan bahagia mempunyai lima anak, tetapi Tn. A

merasa sedih karena sekarang hanya tinggal berdua dengan istrinya tetapi setiap bulan

anaknya pulang ke rumah untuk bertemu dengan Tn. A.

26. Fungsi sosialisasi

Tn. A beserta istrinya bertanggung jawab merawat, mendidik, dan membesarkan

anaknya, dan keluarga Tn. A mudah berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

27. Fungsi perawatan keluarga

Tn. A seringkali terganggu apabila asam uratnya kambuh sehingga menyebabkan

sakit pada persendian dan Ny. C merasa terganggu juga jika tekanan darahnya sudah naik

yang mengakibatkan sakit kepala.

Kebiasaan keluarga kalau ada yang sakit, Tn. A dan anak-anaknya pergi berobat ke

klinik ataupun ke dokter umum untuk mengobatinya, dan keluarga Tn. A tidak pernah

membeli obat sembarangan apabila ada anggota keluarga nya yang sakit.

VI. Stress dan Koping Keluarga

27. Stressor jangka pendek

Tn. A mengatakan bahwa yang menjadi masalah saat ini adalah ketika saat

mengalami sakit pada persendiannya sering merasa tidak nyaman ketika berjalan

ataupun menggerakan persendiannya, dan Ny. C merasa tidak nyaman ketika sudah
merasa sakit kepala dan pusing.

28. Kemampuan keluarga berespons terhadap masalah

Tn. A seringkali bingung karena anak ke limanya terlalu memilih-milih makanan dan

sulit untuk makan makanan yang mengandung banyak protein seperti telur, ikan dan

lain-lain.

29. Strategi koping yang digunakan

Tn. A memanfaatkan pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan bidan.

31. Strategi adaptasi disfungsional

Tidak ditemukan

VII. Pemeriksaan fisik

PEMERIKSAAN Tn. A Ny. C


FISIK

UMUM

1.Penampilan Baik Baik


Umum

Kesadaran Composmentis Composmentis

Berpakaian rapih Berpakaian rapih

Cara berpakaian dan bersih dan bersih


Tn. A sering Ny. C sering
Kebersihan personal melakukan personal melakukan personal
higent setiap hari higent setiap hari

Postur tubuh terlihat Postur tubuh terlihat


normal tidak normal tidak
skoliosis, lordosis skoliosis, lordosis
Postur dan cara
ataupun kifosis. Dan ataupun kifosis. Dan
berjalan
cara berjalan normal cara berjalan normal
tidak ada kendala tidak ada kendala

Bentuk dan ukuran Bentuk dan ukuran


tubuh normal tidak tubuh normal tidak
gemuk, kurus, gemuk, kurus,
Bentuk dan ukuran
pendek ataupun pendek ataupun
tubuh
terlalu tinggi terlalu tinggi
dengan nilai IMT 21 dengan nilai IMT 20

TD : 120/80 mmHg TD : 130/90 mmHg

RR : 17x/menit RR : 18x/menit
Tanda-tanda vital
N : 75x/menit N : 78x/menit

S : 37,5 ⁰C S : 37,5 ⁰C

 ASAM 9 mg/dL 4 mg/dL


URAT

Status mental Status mental


normal dengan normal dengan
menggunakan menggunakan
2. Status mental dan pengukuran (MSE), pengukuran (MSE),
cara berbicara : dan cara berbicara dan cara berbicara
normal tidak normal tidak
mumble, gagap, ease mumble, gagap, ease
hesitant dan lain- hesitant dan lain-
lain. lain.

Normal tidak Normal tidak


despearing, depresi, despearing, depresi,
Status emosi
irritable dan lain- irritable dan lain-
lain. lain.

Pasien mengenal Pasien mengenal


waktu, tempat, dan waktu, tempat, dan
Orientasi
orang secara benar orang secara benar
dan jelas dan jelas

Normal tidak ada Normal tidak ada


gangguan tidak ada gangguan tidak ada
Proses berfikir keterlambatan di keterlambatan di
dalam proses dalam proses
berpikir berpikir

Normal tidak gugup, Normal tidak gugup,


Gaya bicara tidak ragu-ragu dan tidak ragu-ragu dan
lain-lain lain-lain

PEMERIKASAAN
KULIT

Kuku

PEMERIKSAAN
KEPALA

Bentuk & sensori

Rambut

Mata
Hidung

Telinga

Mulut

Leher

Dada (Pernafasan)

Dada
(Cardiovaskuler)

Perut

Genetalia dan anus

Ektremitas Atas dan


bawah

Kesimpulan hasil pemeriksaan fisik:

VIII. Harapan Keluarga terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


B. Analisa Data

Data Diagnosa Keperawatan

.
C. Prioritas Masalah

1.

Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah :
Kemungkinan masalah
dapat diubah :

Potensial masalah
dapat dicegah :

Menonjolnya masalah :

Total
2.

Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah :

Kemungkinan masalah
dapat diubah :

Potensial masalah
dapat dicegah :
Menonjolnya masalah :

Total
IX. RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi


No Keperawatan Rencana Tindakan
Umum Khusus Kriteria Standar
Keluarga

1 1.
2.

3.
4.
5.
6.

7.
8.

RENCANA KEPERAWATAN FORMAT BARU

No Data Diagnosa NOC NIC


1

2
3

4
5

6
7

8
CATATAN PERKEMBANGAN

No. DX Hari/Tanggal Catatan Perkembangan