Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang

tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang

berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, Alat

Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang bermutu dan terjangkau bagi

semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pelayanan

Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu kegiatan yang

bersifat manajerial berupa pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan

Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik. Kegiatan

tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia, sarana, dan peralatan.

(Permenkes, 2016)

Kepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas

pelayanan dan memiliki implikasi bagi penyelenggaraan pelayanan lebih

efisien dalam memenuhi kebutuhan pasien. Ketidakpuasan pasien yang paling

sering disampaikan oleh pasien adalah ketidakpuasan terhadap sikap,

perilaku, keramahan petugas, keterlambatan pelayanan dokter, perawat,

apoteker, petugas kurang komunikatif dan informatif, lamanya proses

penebusan resep dan peracikan obat, serta kebersihan dan ketertiban

lingkungan. Hal tersebut akan berdampak negatif pada kepuasan pasien dan

mengakibatkan minat pasien untuk berobat kembali di rumah sakit itu

1
2

menjadi berkurang, sehingga akan menyebabkan turunnya citra rumah sakit.

Akibatnya akan berdampak pada citra rumah sakit, jika pasien mengalami

ketidakpuasan hal yang dapat terjadi adalah kekecewaan (Rizal, 2018).

Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi

keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian

(assurance), empati (emphaty), dan berwujud (tangibles). Responsiveness

(ketanggapan), yaitu berkaitan kecepatan pelayanan obat. Reliability

(kehandalan) adalah pemberian informasi obat oleh petugas apotek.

Assurance (jaminan) adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat.

Emphaty (empati) adalah keramahan petugas apotek. Tangibles (bukti

langsung) adalah kecukupan tempat duduk di ruang tunggu apotek,

kebersihan ruang tunggu, kenyamanan ruang tunggu . (Parasuraman dkk.,

2017).

Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu adalah satu-

satunya rumah sakit jiwa milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Rumah sakit

ini menjadi rumah sakit rujukan bagi setiap puskesmas maupun Rumah

Sakit lain yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu bahkan rujukan dari

Provinsi tetangga. Berdasarkan data Instalasi Farmasi jumlah pasien rawat

jalan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 ialah sebanyak

23.825 orang dan terjadi kenaikan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 26.147

orang.. Pelayanan resep di instalasi farmasi rumah sakit merupakan unsur

penting di rumah sakit ini. Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Jiwa

Soeprapto Provinsi Bengkulu melayani resep untuk pasien rawat jalan dan
3

rawat inap. Banyaknya permintaan obat oleh pasien rawat jalan dan rawat

inap tentunya pihak rumah sakit dituntut untuk meningkatkan kualitas

pelayanannya khususnya pelayanan kefarmasian sehingga dapat

meningkatkatkan kepuasan pasien.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengetahui

tingkat kepuasan keluarga pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian

di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi

Bengkulu.

1.2 Batasan Masalah

Agar pembahasan penelitian ini tidak menyimpang dari apa yang

telah dirumuskan, maka diperlukan batasan masalah. Batasan dalam

penelitian ini adalah sampel keluarga pasien rawat jalan yang mendapat

pelayanan di Instalasi Farmasi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

1.3 Rumusan Masalah

Bagaimanakah tingkat kepuasan keluarga pasien rawat jalan

terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Jiwa

Soeprapto Provinsi Bengkulu?

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum :

Untuk mengetahui tingkat kepuasan keluarga pasien rawat jalan

terhadap pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus

Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu.


4

1.4.2 Tujuan Khusus

a. Mengukur tingkat kepuasan keluarga pasien rawat jalan terhadap

pelayanan farmasi dilihat dari lima aspek yakni keandalan

(realibility), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance),

empati (emphaty), dan berwujud (tangibles) di Instalasi Farmasi

Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu.

b. Mengetahui karakteristik keluarga pasien berdasarkan jenis

kelamin, pendidikan terakhir dan pekerjaan.

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi Instansi

Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan

farmasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto

Provinsi Bengkulu.

1.5.2 Bagi Akademik

Untuk menambah pustaka mengenai tingkat kepuasan pelayanan

kefarmasian.

1.5.3 Bagi peneliti lanjutan

Sebagai bahan pustaka tentang tingkat kepuasan keluarga pasien

terhadap pelayanan kefarmasian di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu

untuk penelitian lanjutan.