Anda di halaman 1dari 35

BEST PRACTICE GURU

DALAM TUGAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

PENGALAMAN PEMBELAJARAN PERSAMAAN KUADRAT DENGAN


MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 6 MUARA
TEWEH KABUPATEN BARITO UTARA

Oleh :
DHIMAS NUGROHO, S.Pd
NIP.199003222014031002
Guru Mata Pelajaran Matematika di SMPN 6 Muara Teweh
Kabupaten Barito Utara

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA


KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2019

1
LEMBAR PENGESAHAN

Naskah laporan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru


Judul : ” PENGALAMAN PEMBELAJARAN PERSAMAAN KUADRAT
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN
DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 6 MUARA TEWEH
KABUPATEN BARITO UTARA”
Penulis : DHIMAS NUGROHO, S.Pd
Jabatan : Guru Mata Pelajaran Matematika
SMPN 6 Muara Teweh
Kabupaten Barito Utara
Provinsi Kalimantan Tengah

Benar-benar merupakan karya asli saya dan bukan merupakan plagiasi. Jika di
kemudian hari terbukti bahwa karya ini merupakan hasil plagiasi, maka saya
bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Menyetujui dan mengesahkan

Muara Teweh, Oktober 2019


Kepala Sekolah Penulis

ANWAR SAMSUDIN, S.Pd DHIMAS NUGROHO, S.Pd


NIP. 197203301999031004 NIP. 199003222014031002

2
BIODATA PENULIS

1. Nama DHIMAS NUGROHO, S.Pd


2. NIP 199003222014031002
3. NUPTK 3654768669120002
4. Jabatan GURU
5. Pangkat/Gol. Penata Muda Tingkat I/ IIIb
6. Tempat /Tanggal Lahir Pangkalan Bun/ 22 Maret 1990
7. Jenis Kelamin Laki-laki
8. Pendidikan Terakhir S1/Pendidikan Matematika
9. Status Perkawinan KAWIN
10. Tempat Tugas SMPN 6 MUARA TEWEH
11. Alamat Rumah Jl. A.Yani komp. SDLB Muara Teweh

Muara Teweh, Oktober 2019


Penulis

DHIMAS NUGROHO, S.Pd


NIP. 199003222014031002

3
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat
dan karunia-Nya sehingga Best Practice ini dapat terselesaikan dengan baik.
Adapun tujuan disusunnya laporan ini adalah sebagai pemaparan hasil
penyelesaian masalah dengan aksi terbaik pada kelas IX di SMPN 6 Muara Teweh.

Terimakasih kepada PPPPTK Matematika yang telah mewadahi kami


selaku guru untuk menceritakan keberhasilan terbaik sebagai wadah untuk
mengembangkan diri. Terimakasih juga saya ucapkan kepada Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Barito Utara beserta seluruh panitia penyelenggara dan
Guru Inti program PKP berbasis Zonasi Mata Pelajaran Jenjang SMP/MTs yang
telah memberikan arahan dan bimbingan sehingga kegiatan praktik baik IN
maupun ON dapat terlaksana dengan baik. Terimakasih kepada rekan-rekan guru
sasaran program PKP berbasis Zonasi Mata Pelajaran Jenjang SMP/MTs yang
senantiasa memberikan inspirasi dalam diskusi, nasehat dan saran membangun.
Terimakasih kepada rekan-rekan guru dan staf tata usaha SMPN 6 Muara Teweh
atas support dan kerjasama yang baik selama proses pelaksanaan kegiatan
pemenuhan mutu. Serta kepada semua pihak yang baik secara langsung maupun
tidak langsung turut berkontribusi dalam penyusunan laporan ini, saya ucapkan
terima kasih.

4
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... i
BIODATA PENULIS .................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................................. iv

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH ................................................................ 1
B. JENIS KEGIATAN ......................................................................................... 3
C. MANFAAT KEGIATAN ............................................................................... 3

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN


A. TUJUAN DAN SASARAN ............................................................................ 4
B. BAHAN/MATERI KEGIATAN .................................................................. 4
C. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN ...................................................... 4
D. MEDIA DAN INSTRUMEN ......................................................................... 7
E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN ........................................................ 7

BAB III HASIL KEGIATAN


A. HASIL ............................................................................................................. 8
B. MASALAH YANG DIHADAPI .................................................................... 9
C. CARA MENGATASI MASALAH ................................................................. 9

BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. SIMPULAN .................................................................................................... 10
B. REKOMENDASI ........................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

5
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam proses

kehidupan. Majunya suatu bangsa dipengaruhi oleh mutu pendidikan dari bangsa

itu sendiri karena pendidikan yang tinggi dapat mencetak Sumber Daya Manusia

yang berkualitas. Pendidikan yang dimaksud disini bukan bersifat nonformal

melainkan bersifat formal, meliputi proses belajar mengajar yang melibatkan guru

dan siswa. Peningkatan kualitas pendidikan dicerminkan oleh prestasi belajar

siswa. Sedangkan keberhasilan atau prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh

kualitas pendidikan yang bagus. Karena kualitas pendidikan yang bagus akan

membawa siswa untuk meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik.

Pada saat proses belajar–mengajar berlangsung di kelas, akan terjadi

hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang beraneka ragam, dan itu akan

mengakibatkan terbatasnya waktu guru untuk mengontrol bagaimana pengaruh

tingkah lakunya terhadap motivasi belajar siswa. Selama pelajaran berlangsung

guru sulit menentukan tingkah laku mana yang berpengaruh positif terhadap

motivasi belajar siswa, misalnya gaya mengajar mana yang memberi kesan positif

pada diri siswa selama ini, strategi mana yang dapat membantu kejelasan konsep

selama ini, metode dan model pembelajaran mana yang tepat untuk dipakai dalam

menyajikan suatu pembelajaran sehingga dapat membantu mengaktifkan siswa

dalam belajar.

Hal tersebut memperkuat anggapan bahwa guru dituntut untuk lebih kreatif

dalam proses belajar – mengajar, sehingga tercipta suasana belajar yang

6
menyenangkan pada diri siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi belajar

siswa.

Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama


ini, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa
buku tersebut sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis
mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar
belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan
kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses
berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3
(aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/
HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya,
suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi
bahwa (a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru
dengan cara ceramah (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru
adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya
bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model
pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi
Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran discovery learning. Discovery learning
merupakan model pembelajaran yang mengatur sedemikian rupa sehingga anak
memperoleh pengetahuan yang belum diketahuinya itu tidak melalui
pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri.
Setelah melaksanakan pembelajaran model discovery learning, penulis
menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus
dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Praktik pembelajaran discovery learning
yang berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik
terbaik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan model discovery learning.

7
B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik baik ini adalah kegiatan
pembelajaran matematika di kelas IX untuk kompetensi dasar menjelaskan
persamaan kuadrat dan karakteristiknya berdasarkan akar-akarnya serta cara
penyelesaiannya.

C. Manfaat Kegiatan
Manfaat penulisan pratik baik ini adalah meningkatkan kompetensi siswa
dalam pembelajaran matematika yang berorientasi HOTS.

8
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik
penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills
(HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas IX-A semester 1 di
SMP Negeri 6 sebanyak 25 orang.

B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik pembelajaran ini adalah materi kelas IX
untuk mata pelajaran matematika pada materi ajar persamaan kuadrat dengan sub
materi menentukan akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus ABC.

C. Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah menerapkan
pembelajaran matematika dengan model pembelajaran discovery learning.
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah
dilakukan penulis.
a. Merencanakan pelajaran sedemikian rupa sehingga pelajaran itu terpusat pada

masalah-masalah yang tepat untuk diselidiki para siswa.

b. Menyajikan materi pelajaran yang diperlukan sebagai dasar bagi para siswa

untuk memecahkan masalah. Sudah seharusnya materi pelajaran itu dapat

mengarah pada pemecahan masalah yang aktif dan belajar penemuan, misalnya

dengan menggunakan fakta-fakta yang berlawanan.

c. Guru juga harus memperhatikan cara penyajian yang enaktif, ikonik, dan

simbolik.

d. Bila siswa memecahkan masalah di laboratorium atau secara teoritis, guru

hendaknya berperan sebagai seorang pembimbing atau tutor. Guru hendaknya

9
jangan mengungkapkan terlebIh dahulu prinsip atau aturan yang akan dipelajari,

tetapi ia hendaknya memberikan saran-saran bilamana diperlukan. Sebagai tutor,

guru sebaiknya memberikan umpan balik pada waktu yang tepat.

e. Menilai hasil belajar merupakan suatu masalah dalam belajar penemuan. Secara
garis besar tujuan belajar penemuan ialah mempelajari generalisasi-generalisasi
dengan menemukan generalisai-generalisasi itu
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan
berdasarkan model discovery learning adalah sebagai berikut:
a) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan).

Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang

menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi,

agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri.

Tahap ini Guru bertanya dengan mengajukan persoalan, atau menyuruh anak

didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan. Stimulation

pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat

mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. Dalam hal ini

Bruner memberikan stimulation dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan

mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi

internal yang mendorong eksplorasi.

b) Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah).

Setelah dilakukan stimulation langkah selanjutya adalah guru memberi

kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda

masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan

dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).

10
c) Data collection (pengumpulan data).

Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para

siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk

membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab

pertanyaan atau membuktikan benar tidak hipotesis, dengan demikian anak didik diberi

kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan,

membaca literature, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji

coba sendiri dan sebagainya.

d) Data processing (pengolahan data).

Data processing merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah

diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu

ditafsirkan.

Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang

berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut

siswa akan mendapatkan penegetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian

yang perlu mendapat pembuktian secara logis.

e) Verification (pentahkikan/pembuktian).

Verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan

baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan

suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai

dalam kehidupannya.

f) Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Tahap generalitation/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan


yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah
yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi atau tahap dimana berdasarkan hasil

11
verifikasi tadi, anak didik belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu.
Akhirnya dirumuskannya dengan kata-kata prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

D. Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik terbaik ini adalah (c)
lembar kerja peserta didik (LKPD). Instrumen yang digunakan dalam praktik baik
ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati proses pembelajaran
berupa lembar observasi dan (b) instrumen untuk melihat hasil belajar siswa
dengan menggunakan tes tulis uraian singkat.

E. Waktu dan Tempat Kegiatan


Praktik pembelajaran ini dilaksanakan pada tanggal 21- 25 Oktober tahun
2019 bertempat di kelas IX SMP Negeri 6 Muara Teweh

12
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran matematika yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran discovery learning berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif
merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada
guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai sintak
discovery learning mengharuskan siswa aktif selama proses pembelajaran.
2. Pembelajaran matematika yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa dalam
melakukan transfer knowledge.
3. Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan
kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan
menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi
HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja
sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
Fokus guru adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan;
kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi
pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali
dengan ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan
pembahasan), membuat siswa cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan
yang diperoleh siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran tematik berorientasi
HOTS dengan menerapkan discovery learning ini. Dalam pembelajaran ini
pemahaman siswa tentang menentukan akar persamaan kuadrat dengan
menggunakan cara rumus ABC dibangun oleh siswa melalui diskusi yang
menuntut kemampuan siswa untuk berpikir kritis.

13
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar
dengan model discovery learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan
yang baik guru selalu menggunakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih
percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru
melalui ceramah.
Masalah lainnya adalah sarana prasarana yang kurang memadai. Keadaan
sekolah yang hanya memiliki proyektor yang terbatas serta instalasi listrik yang
masih jauh dari kategori baik membuat proses pembelajaran berbasis IT masih
terkendala. Sehingga media pembelajaran hanya terbatas pada LKPD.

C. Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran matematika dengan model discovery
learning dapat membantu mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru
memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking
skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya HOTS akan membuat
siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa
belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau
belajar dengan HOTS.
Keterbatasan sarana dan prasarana dapat diatasi dengan merancang
sedemikian rupa proses pembelajaran matematika yang menarik sehingga siswa
tidak jenuh dengan kegiatan pembelajaran yang berlangsung.

14
Bab IV
Simpulan dan Rekomendasi
A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran discovery learning
layak dijadikan praktik baik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan,
berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara
sistematis dan cermat, pembelajaran matematika dengan model
pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar
berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan
kecakapan abad 21.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran matematika dengan model
pembelajaran discovery learning, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan
buku guru yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi
pembelajaran matematika yang kontekstual sesuai dengan latar belakang
siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran
lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan
cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan
lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah,
seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi
penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini akan menambah wawasan
guru lain tentang pembelajaran HOTS.

15
DAFTAR PUSTAKA
Ardi-lamadi.blogspot.com/2010/02/peningkatan-hasil-belajar-matematika

Elvira-yunita-utami.Penerapan Metode Dicsovery Learning pada Pembelajaran Matematika

dalam Usaha Peningkatan Motivasi Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP

Neg 2 Pengasih Kabupatan.Kulon Progo

http-3A-2Findex-of-ppt.com-2FMetode-2Pembelajaran-2FDiscovery-2FLearning-2F

Ratumanan, T. G. 2004. Belajar dan Pembelajaran edisi kedua.Unesa University Press.

www.firstload.com

16
Lampiran 1 : Foto-Foto Kegiatan
Foto Keterangan
Baris sebelum masuk ke dalam kelas

Siswa menyalami guru sebelum masuk


kelas untuk menanamkan sikap sopan
dan santun

Mengucapkan salam kemudian berdoa


sebelum melaksanakan kegiatan

Guru mengabsen kehadiran siswa

17
15 menit pertama diisi dengan kegiatan
literasi

Kegiatan pendahuluan

Mengkondisikan siswa untuk belajar


dalam kelompok

Guru membagikan LKPD dan


membimbing siswa dalam mengerjakan
LKPD

18
Siswa berdiskusi dan menyiapkan
bahan untuk presentasi

Siswa mempresentasikan hasil


diskusinya di depan kelas

Bersama-sama guru dan siswa


menyimpulkan hasil pembelajaran yang
telah dilaksanakan

19
Lampiran 2 : RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMPN 6 Muara Teweh


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX / Ganjil
Materi Pokok : Persamaan Kuadrat
Alokasi Waktu : 3×40 Menit

A. Kompetensi Inti
 KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri,
peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai
dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
 KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
 KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah
konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Menjelaskan persamaan  Menentukan akar-akar persamaan kuadrat
kuadrat dan karakteristiknya menggunakan cara kuadratik (rumus ABC)
berdasarkan akar-akarnya serta  Mengidentifikasi karakteristik persamaan
cara penyelesaiannya kuadrat berdasarkan akar-akarnya. Misal:
dua akar berbeda, satu akar tunggal, tidak
memiliki akar real

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
 Menjelaskan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan
kuadrat
 Menganalisis faktor-faktor bentuk aljabar dalam persamaan kuadrat,
penyelesaian (akar-akar) dari persamaan kuadrat, cara menentukan akar-
akar persamaan kuadrat

20
D. Materi Pembelajaran
 Persamaan kuadrat
 Menentukan akar persamaan kuadrat dengan menggunakan cara kuadratik
(rumus ABC)
Akar-akar persmaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0, jika 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 bilangan real dan
𝑎 ≠ 0, maka akar-akar persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 ditentukan oleh:
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎
contoh: tentukan akar-akar persamaan 𝑥 2 + 10𝑥 + 16 = 0 dengan menggunakan
rumus!
Jawab: 𝑥 2 + 10𝑥 + 16 = 0, dengan 𝑎 = 1, 𝑏 = 10, dan 𝑐 = 16
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎
Substitusi 𝑎 = 1, 𝑏 = 10, dan 𝑐 = 16 ke rumus persamaan kuadrat
−10±√(10)2 −4(1)(16)
𝑥1,2 =
2(1)

−10±√100−64
𝑥1,2 =
2
−10±6
=
2
−10+6 −10−6
𝑥1 = atau 𝑥2 =
2 2
= −2 = −8
 Jenis Akar Persamaan Kuadrat Dikaitkan Nilai Diskriminan
Pada persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0; 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℝ, 𝑎 ≠ 0, bilangan real
dengan diskriminan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 maka memiliki akar-akar real sebagai berikut!
1. Jika 𝐷 > 0 maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berlainan
a. Jika D berbentuk kuadrat sempurna, maka kedua akarnya rasional
b. Jika D tidak berbentuk kuadrat sempurna, maka kedua akarnya irasional
2. Jika 𝐷 = 0 maka persamaan kuadratnya mempunyai dua akar yang sama dan
rasional
3. Jika 𝐷 < 0 maka persamaan kuadrat tidak mempunyai akar real atau kedua
akhirnya imajiner
Contoh:
Tentukan jenis akar persamaan kuadrat dari persamaan kuadrat di bawah ini!
1. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐

21
= (−5)2 − 4.1.6
=1
Karena 𝐷 > 0 dan 𝐷 = 1 = (1)2 berbentuk kuadrat sempurna maka persamaan
kuadrat 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0 memiliki dua akar real yang berlainan dan rasional.
2. 𝑥 2 + 6𝑥 + 9 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 6𝑥 + 9 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐
= 62 − 4.1.9
=0
Karena 𝐷 = 0, maka persamaan kuadratnya memiliki dua akar real yang sama
(kembar), real, dan rasinal.
3. 𝑥 2 + 2𝑥 + 2 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 2𝑥 + 2 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐
= 22 − 4.1.2
= −4
Karena 𝐷 < 0, maka persamaan kuadratnya memiliki dua akar kompleks yang
berlainan.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Discovery Based Learning
3. Metode : Diskusi Kelompok

F. Media Pembelajaran
1. LKPD

G. Sumber Belajar
 Buku Penunjang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Matematika, Kelas IX,
Kemendikbud, Revisi Tahun 2018
 Internet

H. Langkah-Langkah Pembelajaran
TAHAP ALOKASI
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN WAKTU
A. Kegiatan Pendahuluan

Pendahuluan 1. Dimulai dengan berdoa, mengecek


(persiapan/orientasi) kehadiran, dan menyiapkan peserta didik 10 menit
untuk mengikuti pembelajaran.

22
Apersepsi 2. Menanyakan kepada peserta didik tentang: 10 menit

Materi Persamaan kuadrat banyak


manfaatnya dalam kehidupan
sehari -hari, misalnya: Proses
melempar bola ke atas dan
terbentuk lintasan bola
Motivasi 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 10 menit
yang akan dicapai.

4. Guru menyampaikan informasi penilaian


yaitu akan menilai sikap teliti dan tanggung
jawab
B. Kegiatan Inti

Stimulation  Guru menyampaikan tujuan dan topik 10 menit


(stimullasi/ pembelajaran
pemberian  Guru memotivasi siswa dengan cara
rangsangan) menyampaikan manfaat mempelajari
persamaan kuadrat
 Peserta didik menyimak pengantar
materi secara garis besar yang
disampaikan oleh guru dengan tanya
jawab

Problem  Guru memberikan kesempatan pada 15 menit


statemen peserta didik untuk mengidentifikasi
(pertanyaan/ sebanyak mungkin pertanyaan
identifikasi berdasarkan materi yang disampaikan
masalah) oleh guru
 Guru mengkondisikan siswa dalam
kelompoknya masing-masing
 Guru membagikan LKPD kepada masing-
masing kelompok

Data 15 menit
collection  Peserta didik mengamati LKPD yang
(pengumpulan diberikan guru
data)  Guru membimbing peserta didik dalam
mengerjakan LKPD

Data  Siswa berdiskusi mengenai LKPD 30 menit


processing  Siswa menuliskan hasil diskusi
(pengolahan
Data)

23
Verification  Siswa melakukan pemeriksaan secara 10 menit
(pembuktian) cermat
 Peserta didik perwakilan dari kelompok
menyampaikan hasil diskusi kelompoknya
tentang menentukan akar-akar persamaan
kuadrat dengan menggunakan cara
kuadratik (rumus ABC)
 Peserta didik yang lain diminta untuk
memberi tanggapan, saran atau
pertanyaan atas hasil diskusi kelompok
tersebut.
 Peserta didik lain juga diberi kesempatan
untuk saling menanggapi dengan sopan.
 Bertanya tentang hal yang belum
dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa
 Peserta didik menyelesaikan soal latihan
yang diberikan oleh guru untuk mengecek
penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran
Generalization  Guru membimbing siswa untuk 10 menit
(menarik menyimpulkan tentang menentukan akar-
kesimpulan) akar persamaan kuadrat dengan
menggunakan cara kuadratik (rumus ABC)

C. Kegiatan Penutup

 Guru memeriksa hasil pekerjaan kelompok


 Melakukan refleksi pembelajaran
 Memberikan tugas untuk memperdalam pemahaman materi
 Menginformasikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
 Mengakhiri pembelajaran dengan salam

I. Penilaian
1. Sikap spiritual
a. Teknik Penilaian: Observasi
b. Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c. Indikator yang dinilai :
Sikap Indikator yang dinilai

Menghargai dan menghayati 1. Mengucapkan rasa syukur atas karunia Allah


ajaran agama yang dianutnya. yang diperoleh
2. Selalu berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
3. Memberi salam saat membuka dan menutup
presentasi

24
2. Sikap sosial
a. Teknik Penilaian: Penilaian antar teman, penilaian diri dan observasi
b. Bentuk Instrumen: Angket dan lembar observasi
c. Indikator yang dinilai :
Sikap Indikator yang dinilai

1. teliti 1. Mengerjakan soal dengan benar

2. Menulis symbol matematika dengan


benar

3. Menulis jawaban soal dengan rapi

2. tanggung jawab 1. Melaksanakan setiap pekerjaan yang


menjadi tanggung jawabnya.
2. Melaksanakan tugas individu dengan
baik
3. Mengakui dan meminta maaf atas
kesalahan yang dilakukan
3. rasa ingin tahu 1. Suka bertanya
2. Suka mengamati sesuatu
3. Tidak puas pada jawaban yang ada
4. Percaya diri 1. Mampu membuat keputusan dengan
cepat
2. Berani presentasi di depan kelas
3. Berani berpendapat, bertanya, atau
menjawab pertanyaan di hadapan
guru dan temantemannya
5. Santun 1. Tidak berkata kotor / kasar
2. Tidak menyela pembicaraan orang lain
3. Mengucapkan terima kasih setelah
menerima bantuan orang lain
6. Menghargai pendapat 1. Tidak memaksakan pendapat pada
teman orang lain
2. Menerima perbedaan pendapat
dengan orang lain
3. Menerima kesepakatan meskipun
berbeda dengan pendapatnya

25
3. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes Tertulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian
c. Kisi-kisi:

No. Indikator Teknik Bentuk


Penilaian Instrumen

1 Masalah sehari-hari yang berkaitan Tes tulis Daftar


dengan persamaan kuadrat pertanyaan

2 Menentukan Akar Persamaan Kuadrat Tes tulis Daftar


dengan memfaktorkan pertanyaan

Mengetahui Muara Teweh, 15 Oktober 2019


Kepala SMPN 6 M.TEWEH Guru Mata Pelajaran

ANWAR SAMSUDIN, S.Pd DHIMAS NUGROHO. S.Pd


NIP. 197203301999031004 NIP. 199003222014031002

26
Lampiran 3 : Bahan Ajar
 Menentukan akar persamaan kuadrat dengan menggunakan cara kuadratik
(rumus ABC)
Akar-akar persmaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0, jika 𝑎, 𝑏, dan 𝑐 bilangan real dan
𝑎 ≠ 0, maka akar-akar persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 ditentukan oleh:
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎
contoh: tentukan akar-akar persamaan 𝑥 2 + 10𝑥 + 16 = 0 dengan menggunakan
rumus!
Jawab: 𝑥 2 + 10𝑥 + 16 = 0, dengan 𝑎 = 1, 𝑏 = 10, dan 𝑐 = 16
−𝑏±√𝑏2 −4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎
Substitusi 𝑎 = 1, 𝑏 = 10, dan 𝑐 = 16 ke rumus persamaan kuadrat
−10±√(10)2 −4(1)(16)
𝑥1,2 =
2(1)

−10±√100−64
𝑥1,2 =
2
−10±6
=
2
−10+6 −10−6
𝑥1 = atau 𝑥2 =
2 2
= −2 = −8
 Jenis Akar Persamaan Kuadrat Dikaitkan Nilai Diskriminan
Pada persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0; 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℝ, 𝑎 ≠ 0, bilangan real
dengan diskriminan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 maka memiliki akar-akar real sebagai berikut!
4. Jika 𝐷 > 0 maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berlainan
c. Jika D berbentuk kuadrat sempurna, maka kedua akarnya rasional
d. Jika D tidak berbentuk kuadrat sempurna, maka kedua akarnya irasional
5. Jika 𝐷 = 0 maka persamaan kuadratnya mempunyai dua akar yang sama dan
rasional
6. Jika 𝐷 < 0 maka persamaan kuadrat tidak mempunyai akar real atau kedua
akhirnya imajiner
Contoh:
Tentukan jenis akar persamaan kuadrat dari persamaan kuadrat di bawah ini!
4. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐

27
= (−5)2 − 4.1.6
=1
Karena 𝐷 > 0 dan 𝐷 = 1 = (1)2 berbentuk kuadrat sempurna maka persamaan
kuadrat 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0 memiliki dua akar real yang berlainan dan rasional.
5. 𝑥 2 + 6𝑥 + 9 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 6𝑥 + 9 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐
= 62 − 4.1.9
=0
Karena 𝐷 = 0, maka persamaan kuadratnya memiliki dua akar real yang sama
(kembar), real, dan rasinal.
6. 𝑥 2 + 2𝑥 + 2 = 0
Jawab: 𝑥 2 + 2𝑥 + 2 = 0
𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐
= 22 − 4.1.2
= −4
Karena 𝐷 < 0, maka persamaan kuadratnya memiliki dua akar kompleks yang
berlainan.

28
Lampiran 4 : LKPD
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
MENENTUKAN PERSAMAAN KUADRAT DENGAN RUMUS ABC

Kompetensi dasar : Menjelaskan persamaan kuadrat dan karakteristiknya


berdasarkan akar-akarnya serta cara penyelesaiannya

Indikator : menentukan akar persamaan kuadrat dengan menggunakan


cara rumus ABC

Waktu : 30 menit

Petunjuk : 1. LKPD dikerjakan berkelompok


2. Hasil kerja LKPD akan dinilai secara kelompok maupun
individu
3. Hasil kerja dipresentasikan di depan kelas
NAMA ANGGOTA KELOMPOK: 1.
2.
3.
4.

29
Rumus di atas merupakan salah satu dari tiga cara untuk menemukan akar – akar
suatu persamaan kuadrat. Untuk lebih jelasnya mari kita selesaikan soal di bawah
ini!

carilah akar-akar persamaan 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 = 0 menggunakan rumus ABC


Substitusi 𝑎 = 1, 𝑏 = 5, dan 𝑐 = 6 ke rumus persamaan kuadrat

− ⋯ ± √…2 − 4(… )(… )


𝑥1,2 =
2(… )
− ⋯ ± √… − ⋯
𝑥1,2 =

− ⋯ ± √… .
𝑥1,2 =

−⋯± ⋯
𝑥1,2 =

Kemudian cari nilai akar-akarnya dengan mengisi titik-titik di
bawah ini
−⋯+ ⋯ atau −⋯− ⋯
𝑥1 = 𝑥2 =
… …
… …
𝑥1 = 𝑥2 =
… …
𝑥2 = ⋯

30
𝑥1 = ⋯
LATIHAN SOAL
Tentukan akar persamaan kuadrat berikut dengan rumus.
1. x2 + 13x + 40 = 0
2. 3x2 – 7x - 6 = 0
3. x2 – 16 = 0

31
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal uraian
Materi Indikator Soal Nomor
No. Kompetensi Dasar IPK Level Bentuk Soal
Pokok Soal

1 2 3 4 5 6 7

2. 3.2 Menjelaskan Menentukan akar-akar Persamaan Kuadrat Diberikan L3 Uraian 1,2, dan 3
persamaan kuadrat dan
dari persamaan kuadrat persamaan kuadrat,
karakteristiknya berdasarkan peserta didik dapat
akar-akarnya serta cara menentukan akar –
penyelesaiannya akar persamaan
kuadratnya dengan
metode rumus ABC

32
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
KARTU SOAL NOMOR 1
(PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : IX/ I

Menjelaskan persamaan kuadrat dan karakteristiknya berdasarkan akar-


Kompetensi Dasar akarnya serta cara penyelesaiannya
Persamaan kuadrat
Materi

Diberikan persamaan kuadrat, dengan menganalisisnya peserta


Indikator Soal
didik dapat menentukan akar persamaan kuadrat tersebut
L2
Level Kognitif

Soal
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat

1. x2 + 13x + 40 = 0
2. 3x2 – 7x - 6 = 0
3. x2 – 16 = 0

Kunci Pedoman Penskoran

NO
KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR
SOAL

x2 + 13x + 40 = 0 3
1. a= 1 , b= 13 dan c= 40

−13 ± √132 − 4(1)(40)


𝑥1,2 =
2(1)
−13 ± √169 − 160
𝑥1,2 =
2
−13 ± √9
𝑥1,2 =
2
−13 ± 3
𝑥1,2 =
2
−13 + 3
𝑥1 =
2

33
−10
𝑥1 =
2
𝑥1 = −5 atau
−13 − 3
𝑥2 =
2
−16
𝑥2 =
2
𝑥2 = −8

2. 3x2 – 7x - 6 = 0 4
a= 3, b= -7 dan c= -6

−(−7) ± √(−7)2 − 4(3)(−6)


𝑥1,2 =
2(1)
7 ± √49 − (−72)
𝑥1,2 =
2
7 ± √121
𝑥1,2 =
2
7 ± 11
𝑥1,2 =
2
7 + 11
𝑥1 =
2
18
𝑥1 =
2
𝑥1 = 9 atau
7 − 11
𝑥2 =
2
−4
𝑥2 =
2
𝑥2 = −2

34
3. x2 – 16 = 0 3

−0 ± √02 − 4(1)(−16)
𝑥1,2 =
2(1)
0 ± √64
𝑥1,2 =
2
±8
𝑥1,2 =
2
𝑥1 = 4 atau 𝑥1 = −4

Jumlah skor 10

35