Anda di halaman 1dari 22

Kota Palembang

BAB IV
PROFIL KOTA PALEMBANG

Profil Kota Palembang menggambarkan kondisi kota Palembang dari berbagai aspek. Dari
profil Kota Palembang diharapkan dapat tercermin kondisi kota Palembang terkait dengan
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM). Profil Kota Palembang terdiri dari
gambaran kondisi geografis dan administratif wilayah, gambaran mengenai demografi,
gambaran mengenai topografi wilayah, gambaran mengenai geohidrologi, gambaran
mengenai geologi, gambaran mengenai klimatologi, dan gambaran mengenai kondisi
sosial dan ekonomi.

4.1. Gambaran Geografis dan Administratif Wilayah

Secara Geografis, Kota Palembang terletak antara 2 0 52’ LS sampai 3 05’ LS dan 104 0 37’
Bujur Timur sampai 104°52’ BT dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut .
Wilayah Kota Palembang berbatasan langsung dengan Ka bupaten Banyuasin disebelah
timur dan barat, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim disebelah selatan. Kota
Palembang memiliki luas wilayah 400,61 km² atau 40.061 Ha berdasarkan PP No. 23
Tahun 1988 yang terdiri dari 16 kecamatan dan terbagi habis menjadi 107 kelurahan.
Secara administrasi, batas – batas daerah provinsi Sumatera selatan adalah sebelah
utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi
Lampung, sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, dan sebelah barat
berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Batasan – batasan wilayah kota Palembang meliputi batasan wilayah kecamatan yaitu
sebelah barat dengan desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabu paten Banyuasin,
sebelah timur dengan desa Balai Makmur Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin,
sebelah utara berbatasan dengan Desa pangkalan Benteng, Desa Gasing dan Desa
Kenten Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, sebelah selatan dengan desa
Bakung Kecamatan IndralayaKabupaten Ogan ilir dan Kecamatan Gelumbang Kabupaten
Muara Enim.

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 1


Kota Palembang

Tabel 2.1
Luas Wilayah Menurut Kecamatan dikota Palembang Tahun 2012
Persentase Terhadap
No Kecamatan Luas Wilayah (Km²)
Luas Kota Palembang
1 Ilir Barat II 6.220 1.55
2 Gandus 68.780 17.17
3 Seberang Ulu I 17.440 4.35
4 Kertapati 42.560 10.62
5 Seberang Ulu II 10.690 2.67
6 Plaju 15.170 3.79
7 Ilir Barat I 19.770 4.93
8 Bukit Kecil 9.920 2.48
9 Ilir Timur I 6.500 1.62
10 Kemuning 9.000 2.25
11 Ilir Timur II 25.580 6.39
12 Kalidoni 27.920 6.97
13 Sako 18.040 4.50
14 Sematang Borang 36.980 9.23
15 Sukarami 51.459 12.85
16 Alang-alang Lebar 34.581 8.63
Jumlah / Total 400.610 100.000
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 2


Kota Palembang

Gambar 2.1 Peta Administratif Kota Palembang

4.2. Gambaran Demografi

Jumlah penduduk kota Palembang pada pertengahan tahun 2012 adalah sebesar
1.523.310 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 762.382 jiwa dan Perempuan
sebesar 760.928 jiwa; sedangkan jumlah penduduk pada pertengaha n tahun 2011 adalah
1.481.814 jiwa dengan pertumbuhan penduduk dari tahun 2000- 2011 adalah sekitar 1,76
persen.

Rasio jenis kelamin di Kota Palembang pada tahun 2012 sebesar 100,19 persen yang
berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih besar dibanding kan dengan jumlah
penduduk perempuan. Untuk Wilayah kecamatan rasio jenis kelamin yang tertinggi
terdapat di kecamatan Gandus sebesar 103,40 persen. Di urutan kedua adalah
kecamatan Kertapati sebesar 101,93 persen, sedangkan diurutan ketiga adalah
kecamatan Sematang Borang dengan angka rasio sebesar 101,76 persen.

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 3


Kota Palembang

Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan jenis Kelamin
pada pertengahan Tahun 2012.
No Kecamatan Penduduk
Sex
Laki-laki Perempuan Jumlah
Ratio
1
Ilir Barat II 32.534 32.101 64.635 1.013
2 Gandus 30.187 29.195 59.382 1.034
3 Seberang Ulu I 84.570 83.940 168.510 1.008
4 Kertapati 41.287 40.503 81.790 1.019
5 Seberang Ulu II 47.569 47.341 94.910 1.005
6 Plaju 40.317 39.689 80.006 1.016
7 Ilir Barat I 65.147 64.457 129.604 1.011
8 Bukit Kecil 22.001 21.800 43.801 1.009
9 Ilir Timur I 33.450 35.430 68.880 0.944
10 Kemuning 41.182 42.298 83.480 0.974
11 Ilir Timur II 80.478 80.838 161.316 0.996
12 Kalidoni 52.271 52.188 104.459 1.002
13 Sako 43.119 43.013 86.132 1.002
14 Sematang Borang 17.392 17.090 34.482 1.018
15 Sukarami 74.387 74.325 148.711 1.001
16 Alang-alang Lebar 46.569 46.818 93.387 0.995
Jumlah / Total 752.460 751.025 1.503.485 1.002
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 4


Kota Palembang

Tabel. 2.3
Luas Daerah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk menurut kecamatan
di kota Palembang, tahun 2012
Luas Kepadatan
No Kecamatan Daerah Penduduk Penduduk
(Km²) (jiwa / Km²)
1 Ilir Barat II 6.220 64.635 10.391
2 Gandus 68.780 59.382 863
3 Seberang Ulu I 17.440 168.510 9.662
4 Kertapati 42.560 81.790 1.922
5 Seberang Ulu II 10.690 94.910 8.878
6 Plaju 15.170 80.006 5.274
7 Ilir Barat I 19.770 129.604 6.556
8 Bukit Kecil 9.920 43.801 4.415
9 Ilir Timur I 6.500 68.880 10.597
10 Kemuning 9.000 83.480 9.276
11 Ilir Timur II 25.580 161.316 6.306
12 Kalidoni 27.920 104.459 3.741
13 Sako 18.040 86.132 4.775
14 Sematang Borang 51.459 34.482 670
15 Sukarami 36.980 148.711 4.021
16 Alang-alang Lebar 34.581 93.387 2.701
Jumlah 400.610 1.503.485 3.753
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 5


Kota Palembang

Tabel 2.4
Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk menurut kecamatan
dikota Palembang, 2011 – 2012
Laju
Pertumbuhan
No Kecamatan Jumlah Penduduk
Penduduk Per
2011 2012 Tahun
1 Ilir Barat II 64.779 64.635 - 0.02
2 58.454 59.382 0.99
Gandus
3 Seberang Ulu I 165.475 168.510 0.98
4 81.956 81.790 1.00
Kertapati
5 93.525 94.910 0.99
Seberang Ulu II
6 80.688 80.006 1.01
Plaju
7 Ilir Barat I 126.445 129.604 0.98
8 44.407 43.801 1.01
Bukit Kecil
9 70.431 68.880 1.02
Ilir Timur I
10 84.018 83.480 1.01
Kemuning
11 161.971 161.316 1.00
Ilir Timur II
12 101.897 104.459 0.98
Kalidoni
13 Sako 84.195 86.132 0.96
14 Sematang Borang 33.043 34.482 0.96
15 142.265 148.711 0.96
Sukarami
16 88.265 93.387 0.95
Alang-alang Lebar
Jumlah 1.481.814 1.503.485 0.99
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 6


Kota Palembang

Tabel 2.5
Jumlah Penduduk di Kota Palembang Pada Tahun 2009 - 2012
No Kecamatan Jumlah Penduduk
2009 2010 2011 2012
1 Ilir Barat II 68.004 63.959 64.779 64.635
2 53.795 57.221 58.454 59.382
Gandus
3 160.390 162.744 165.475 168.510
Seberang Ulu I
4 83.803 80.226 81.956 81.790
Kertapati
5 93.237 92.276 93.525 94.910
Seberang Ulu II
6 86.794 79.096 80.688 80.006
Plaju
7 Ilir Barat I 120.517 124.657 126.445 129.604
8 50.292 43.811 44.407 43.801
Bukit Kecil
9 84.701 69.406 70.431 68.880
Ilir Timur I
10 89.707 82.661 84.018 83.480
Kemuning
11 172.836 159.152 161.971 161.316
Ilir Timur II
12 96.266 99.738 101.897 104.459
Kalidoni
13 73.519 82.661 84.195 86.132
Sako
14 Sematang Borang 25.538 32.207 33.043 34.482
15 119.128 139.098 142.265 148.711

Sukarami
16 60.411 86.371 88.265 93.387
Alang-alang Lebar
Jumlah 1.438.938 1.455.284 1.481.814 1.503.485

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 7


Kota Palembang

Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Tabel. 2.6
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Ke atas menurut jenis kegiatan utama
dan jenis kelamin di kota Palembang, Tahun 2012
No Jenis Kegiatan Utama Laki- laki Perempuan Jumlah
I Angkatan Kerja 76.17 44.55 60.28
a). Bekerja 69.71 38.88 54.21
b). Menganggur 6.46 5.58 6.07
II Bukan Angkatan Kerja 23.83 55.45 39.72
a). Sekolah 12.90 11.09 11.99
b). Mengurus Rumah Tangga 1.57 42.17 21.98
c) Lainnya 9.36 2.18 5.75
Persentase 100 100 100
Jumlah 531.555 537.371 1.068.926
Tingkat Patisipasi Angkatan Kerja ( TPAK ) 76.170 44.55 60.28
Tingkat Pengagguran 6.460 5.68 6.07
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

4.3. Gambaran Topografi

Keadaan topografi Kota Palembang, pada umumnya merupakan dataran rendah de ngan
ketinggian rata-rata + 4 – 12 meter di atas permukaan laut, dengan komposisi: 48% tanah

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 8


Kota Palembang

dataran yang tidak tergenang air, 15% tanah tergenang secara musiman dan 35% tanah
tergenang terus menerus sepanjang musim. Lokasi daerah yang tertinggi berada di Bukit
Seguntang Kecamatan Ilir Barat I, dengan ketinggian sekitar 10 meter dpl. Sedangkan
kondisi daerah terendah berada di daerah Sungai Lais, Kecamatan Ilir Timur II. Kota
Palembang dibedakan menjadi daerah dengan tofografi mendatar sampai dengan landai ,
yaitu dengan kemiringan berkisar antara ± 0 - 3o dan daerah dengan topografi
bergelombang dengan kemiringan berkisar antara ± 2 –10o. Sebagian besar dari wilayah
Kota Palembang merupakan dataran rendah yang landai dengan ketinggian tanah rata-
rata + 12 meter di atas permukaan laut, sedangkan daerah yang bergelumbang ditemukan
di beberapa tempat seperti Kenten, Bukit Sangkal, Bukit Siguntang dan Talang Buluh-
Gandus.

Terdapat perbedaan karakter topografi antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Wilayah
Seberang Ulu pada umumnya mempunyai topografi yang relatif datar dan sebagian besar
dengan tanah asli berada dibawah permukaan air pasang maksimum Sungai Musi (± 3,75
m diatas permukaan laut) kecuali lahan-lahan yang telah dibangun dan akan dibangun
dimana permukaan tanah telah mengalami penimbunan dan reklamasi. Dibagian wilayah
Seberang Ilir ditemui adanya variasi topografi (ketinggian) dari 4 m sampai 20 m diatas
permukaan laut dan ditemui adanya penggunaan-penggunaan mikro dan lembah-lembah
yang “kontinyu” da n tidak terdapat topografi yang terjal. Dengan demikian dari aspek
topografi pada prinsipnya tidak ada faktor pembatas untuk pengembangan ruang, baik
berupa kemiringan atau kelerengan yang besar.

Sebagian besar dari wilayah Kota Palembang merupakan datar an rendah yang landai
dengan ketinggian tanah rata-rata +12 meter di atas permukaan laut, sedangkan daerah
yang bergelombang ditemukan di beberapa tempat seperti Kenten, Bukit Sangkal, Bukit
Siguntang dan Talang Buluh-Gandus.

Adanya perbedaan karakter topografi di Kota Palembang (kawasan Seberang Ulu dengan
Seberang Ilir) terkait dengan kondisi hidrologi, berupa keadaan anak-anak sungai dalam
wilayah. Di bagian wilayah Seberang Ulu terdapat anak-anak sungai yang relatif besar
dengan muara pada Sungai Musi. Anak-anak Sungai Musi yang relatif besar dan berhulu
di Pegunungan Bukit Barisan adalah Sungai Ogan dan Sungai Komering. Sedangkan
anak-anak Sungai Musi yang relatif kecil adalah Sungai Keramasan yang berhulu di
Kabupaten Muara Enim. Selain anak-anak sung ai tersebut, terdapat pula anak-anak

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 9


Kota Palembang

sungai kecil dan pendek yang bermuara pada Sungai Musi dan berhulu pada wilayah Kota
Palembang dan kawasan sekitarnya, seperti Sungai Aur dan Sungai Sriguna. Pada bagian
wilayah Seberang Ilir, aliran anak-anak sungai te rbagi menjadi 2 (dua) sesuai dengan
karakteristik topografi yang ada, berupa adanya punggungan topografi. Pada bagian
Selatan punggungan, terdapat anak-anak sungai yang mengalir pada Sungai Musi dan
berhulu pada punggungan topografi. Anak-anak sungai terse but meliputi Sungai
Lambidaro, Sekanak, Buah, Batang, Selincah dan sebagainya. Pada bagian utara
punggungan terdapat anak-anak sungai yang mengalir ke utara, yang bermuara antara
lain ke Sungai Kenten.

4.4. Gambaran Geohidrologi

Dari segi hidrologi, Kot a Palembang terbelah oleh Sungai Musi menjadi 2 (dua) wilayah
besar yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Sungai Musi merupakan sungai terbesar
dengan lebar rata-rata 504 meter. Ketiga sungai besar lainnya adalah Sungai Komering,
Sungai Ogan, dan Sungai Ke ramasan yang terletak di Seberang Ulu. Disamping sungai-
sungai besar tersebut terdapat sungai-sungai kecil lainnya yang terletak di Seberang Ilir
yang berfungsi sebagai drainase perkotaan. Terdapat ± 68 anak sungai aktif dengan lebar
berkisar antara 3 – 20 meter. Permukaan air Sungai Musi sangat dipengaruhi oleh pasang
surut air laut. Pada musim kemarau terjadi penurunan debit sungai, sehingga permukaan
air Sungai Musi mencapai ketinggian yang minimum. Pola aliran sungai di Kota
Palembang dapat digolongkan sebagai pola aliran dendritik, artinya merupakan ranting
pohon, di mana dibentuk oleh aliran sungai utama (Sungai Musi) sebagai batang pohon,
sedangkan anak-anak sungai sebagai ranting pohonnya. Pola aliran sungai seperti ini
mencerminkan bahwa, daerah yan g dialiri sungai tersebut memiliki topografi mendatar.
Dengan kekerasan batuan relatif sama ( uniform) sehingga air permukaan ( run off) dapat
berkembang secara luas, yang akhirnya akan membentuk pola aliran sungai ( river
channels) yang menyebar ke daerah tangkapan aliran sungai (catchment area).

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 10


Kota Palembang

Fungsi sungai di Kota Palembang sebelumnya adalah sebagai alat angkutan sungai ke
daerah pedalaman, namun sekarang sudah banyak mengalami perubahan fungsi antara
lain sebagai drainase dan untuk pengendalian banjir. Fungsi anak-anak sungai yang
semula sebagai daerah tangkapan air, sudah banyak ditimbun untuk kepentingan sosial
sehingga berubah fungsinya menjadi permukiman dan pusat kegiatan ekonomi lainnya,
dimana rata-rata laju alih fungsi ini diperkirakan sebesar ± 6% per tahun. Secara
geomorfik perubahan bentang alam pada satuan geomorfik di Kota Palembang berkaitan
dengan adanya sedimentasi sungai yang bertanggung jawab terhadap pendangkalan
sungai atau penyebab terjadinya penyempitan (bottle neck) seperti di daer ah Mariana
Kecamatan Seberang Ulu I; penambangan pasir sungai atau gravel pada dasar sungai,
yang akan berdampak kepada pendalaman cekungan; pemanfaatan dataran pada
bentaran sungai untuk permukiman, persawahan serta aktivitas lain yang akan
berdampak pada aliran sungai; dan adanya penebangan hutan illegal di daerah hulu
sungai.

Struktur rawa yang ada di Kota Palembang juga dipengaruhi oleh pasang surut Sungai
Musi dan sungai-sungai lain yang bermuara di Sungai Musi. Satuan geomorfik rawa pada
umumnya dicirikan oleh terbentuknya cekungan yang lebih luas, dengan kedalaman relatif
dangkal, genangan air yang relatif stagnant (yang tergenang tidak mengalir, sepanjang
masa), dan bahkan di beberapa lokasi dijumpai pula area rawa yang telah kering atau tak
berair kecuali di musim hujan. Satuan geomorfik rawa banyak mendominasi terutama
kawasan Barat, kawasan Timur, daerah Seberang Ulu I, dan Seberang Ulu II Kota
Palembang. Pada satuan ini dijumpai pula beberapa cekungan yang relatif lebih dalam
bila dibandingkan dengan beberapa daerah di sekitarnya, dan bentuk bentang alamnya ini
merupakan perairan yang ditumbuhi oleh gulma, yang lazim disebut dengan “lebak”.
Daerah ini dikenal dengan daerah tangkapan air yang banyak digunakan untuk kolam
retensi banjir yaitu di K ecamatan Ilir Barat I, Kambang Iwak Talang Semut di Kecamatan
Ilir Timur I, kolam retensi Rumah Sakit Siti Khodijah, kolam retensi depan Kapolda dan
kolam retensi Kenten di Kecamatan Ilir Timur II

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 11


Kota Palembang

Gambar 2.2. Peta DAS Kota Palembang

4.5. Gambaran Geologi

Berdasarkan kondisi geologi, Kota Palembang memiliki relief yang beraneka ragam dan
terdiri dari jenis tanah berlapis alluvial, liat dan berpasir, terletak pada lapisan yang masih
muda, banyak mengandung minyak bumi, yang juga dikenal dengan lembah Palem bang-
Jambi. Tanahnya relatif datar dan rendah, tempat-tempat yang agak tinggi terletak di
bagian utara kota. Sebagian Kota Palembang digenangi air terlebih lagi bila terjadi hujan
terus menerus. Sebagian besar jenis tanah di wilayah Kota Palembang adalah t anah liat
dan lapisan aluvial terutama di wilayah Seberang Ilir. Sedangkan pada wilayah Seberang
Ulu terdiri dari tanah liat berpasir. Adapun rincian lapisan tanah yang terdapat di Kota
Palembang berupa tanah lempung, pasir lempung, napal dan napal pasiran . Keadaan
stratigrafi wilayah Kota Palembang terbagi atas 3 bagian, yaitu :
1. Satuan Alluvial dan Rawa, terdapat di Seberang Ulu dan Rawa-Rawa dibagian timur
dan bagian barat wilayah Kota Palembang.

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 12


Kota Palembang

2. Satuan Palembang Tengah, mempunyai batuan lempung dan lempu ng pasiran yang
kedap air, tersebar dibagian utara yaitu Kenten, Talang Betutu dan Sungai Ringgit
(Kabupaten Banyuasin). Sedangkan disebelah selatan tersebar kearah Indralaya
(Kabupaten Ogan Ilir) dan Gelumbang (Kabupaten Muara Enim).
Satuan Palembang Bawa h, tersebar dibagian dalam Kota Palembang dengan arah
memanjang ke barat daya tenggara dan merupakan suatu rangkaian antiklin.

4.6. Gambaran Klimatologi

Musim yang terdapat di Kota Palembang sama seperti umumnya yang terjadi di
Indonesia. Di Indonesia hanya di kenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim
penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia
dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.
Sebaliknya pada bulan D esember sampai Maret a rus angin yang banyak mengandung
uap air berhembus dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan.
Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada
bulan April – Mei dan Oktober – Nopember.

Suhu udara d i suatu tempat antara lain ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut
dari permukaan air laut dan jaraknya dari pantai. Pada tahun 2012, suhu udara rata- rata
berkisar antara 24,00°C sampai 32,90°C. Suhu udara maksimum terjadi pada bulan
September yang berkisar 34,60°C, sedangkan suhu udara minimum terjadi pada bulan
februari yang berkisar 23,70°C Seperti yang terlihat pada tabel berikut :

Tabel 2.7
Suhu udara Maksimum , Minimum dan rata-rata menurut bulan yang tercatat
pada stasiun Klimatologi Kenten Palembang Tahun 2012.
No Bulan Suhu udara ( °C )
Minimum Maksimum Rata-rata
1 Januari 23.9 32.4 27.2
2 Februari 23.7 32.0 26.5
3 Maret 24.0 32.9 27.2
4 April 24.1 33.0 27.2
5 Mei 24.6 33.1 27.9

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 13


Kota Palembang

6 Juni 24.2 33.0 27.7


7 Juli 23.9 32.2 27.2
8 Agustus 23.9 33.3 27.6
9 September 23.9 34.6 28.4
10 Oktober 24.4 34.1 27.9
11 Nopember 24.0 32.7 27.2
12 Desember 23.9 31.9 26.9
Rata - rata 24.0 32.9 27.4
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kenten Palembang

Kecepatan angin hampi r di seluruh wilayah Palembang merata setiap bulannya, yaitu
berkisar antara 2 knots hingga 4 knots. Faktor lain yang mempengaruhi hujan dan arah /
kecepatan Angin adalah perbedaan tekanan udara. Data tentang tekanan udara tahun
2012 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 2.8
Rata-rata tekanan udara, kecepatan angin dan penyinaran matahari periode 8 jam-an
menurut bulan yang tercatat pada stasiun Klimatologi kenten Palembang, 2012
Tekanan udara Kecepatan Angin Penyinaran Matahari
No Bulan
(mb) (m/s) periode 8 jam
1 Januari 1.009.0 3 51
2 Februari 1.008.8 2 47
3 Maret 1.009.1 3 55
4 April 1.010.0 3 67
5 Mei 1.011.1 3 63
6 Juni 1.009.8 3 70
7 Juli 1.010.0 3 63
8 Agustus 1.011.1 4 66
9 September 1.011.2 4 65
10 Oktober 1.010.5 2 57

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 14


Kota Palembang

11 Nopember 1.009.9 2 44
12 Desember 1.009.0 3 42
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kenten Palembang

Curah Hujan dan Kelembapan Udara

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografi
dan perputaran / pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumah curah hujan beragam
menurut bulan dan letak stasiun pengamatan.

Rata-rata curah hujan selama tahun 2012 berkisar antara 91,1 mm ³ (juli) sampai 541,7
mm³ ( maret ) seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel 2.9
Curah hujan dan banyaknya hari hujan menurut bulan yang tercatat
pada stasiun Klimatologi Kenten Palembang, 2012
Curah Hujan
No Bulan Banyaknya hari hujan
(mm)
1 Januari 201.4 19
2 Februari 347.9 25
3 Maret 245.8 19
4 April 405.0 25
5 Mei 204.8 18
6 Juni 199.3 10
7 Juli 85.9 1
8 Agustus 50.9 7
9 September 1.0 3
10 Oktober 226.0 16

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 15


Kota Palembang

11 Nopember 650.0 24
12 Desember 465.0 27
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kenten Palembang

Tabel 2.10
Kelembaban udara maksimum, Minimum dan rata-rata menurut bulan yang tercatat
pada stasiun Klimatologi Kenten Palembang tahun 2012
No Bulan Kelembaban Udara
Minimum Maksimum Rata-rata
1 Januari 53.0 98.0 85.0
2 Februari 63.0 99.0 89.0
3 Maret 57.0 98.0 86.0
4 April 46.0 98.0 85.0
5 Mei 53.0 97.0 83.3
6 Juni 47.0 99.0 81.0
7 Juli 50.0 99.0 80.0
8 Agustus 47.0 99.0 76.0
9 September 42.0 93.0 72.0
10 Oktober 45.0 98.0 80.0
11 Nopember 58.0 98.0 86.0
12 Desember 63.0 100.0 88.0
Rata - rata 52.0 98.0 82.6
Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kenten Palembang

Palembang mempunyai kelembaban udara relative tinggi dimana pada tahun 2012 rata-
rata berkisar antara 72 persen (September) sampai 89 persen ( Februari) seperti disajikan
dalam tabel diatas.

4.7. Kondisi Sosial Dan Ekonomi

Dalam pembangunan suatu daerah dana diperoleh dari Anggaran Pandapatan Belanja
Negara (APBN) dan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Kontribusi APBD
lebih rendah dibandingkan APBN. Diharapkan dimasa datang APBD akan menjadi sumber
yang dominan bagi pembangunan daerah Palembang. Realisasi penerimaan APBD
Palembang tahun 2012 mencapai 2.243.035.394.663,95 rupiah atau naik sebesar 18,35
persen bila dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar Rp. 1.895.258.997.277,09.
Realisasi penerimaan APBD tahun 2012 berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), bagi
hasil pajak dan penerimaan lainnya yang terdiri atas sisa lebih perhitungan anggaran

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 16


Kota Palembang

tahun yang lalu, sumbangan dan bantuan, serta penerimaan pembangunan. Besarnya
penerimaan dari Pendapa tan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 521.132.742.062,57 atau
sebesar 23,23 persen dari total penerimaan APBD. Bagian yang terbesar dari realisasi
penerimaan APBD berasal dari Dana Perimbangan sebesar 55,45 persen, dengan nilai
Rp. 1.243.859.361.631.

2.7.1 Realisasi Pengeluaran APBD

Realisasi pengeluaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang


tahun anggaran 2012 sebesar Rp. 1.737.110.781.457,83 terdiri dari realisasi pengeluaran
untuk belanja operasional sebesar Rp. 1.715.173.924.003,83 dan pengel uaran untuk
belanja modal sebesar Rp. 21.652.957.454 dan belanja tidak terduga sebesar
4.000.000.000 rupiah Pengeluaran APBD Palembang tahun anggaran 2012 mengalami
penurunan sebesar 7,37 persen dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp.
1.874.648.437.024,91.

Tabel 2.11
Realisasi Penerimaan Daerah menurut Jenis Penerimaan
di Kota Palembang Tahun 2012
Uraian Anggaran Realisasi

TOTAL PENDAPATAN ( 1 + 2 + 3 )

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD 521.132.742.063,07

1.1. Pajak Daerah 277.576.226.690,00 333.104.821.406,50

1.2. Retribusi Daerah 85.650.629.874,31 106.420.252.528,46

1.3. Pengelolaan Kekayaan Daerah 25.570.000.000,00 27.403.396.984,25

yang di Pisahkan

1.4. Lain-lain Penerimaan Daerah yang 69.736.957.267,00 54.204.271.143,36

Sah

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 17


Kota Palembang

2. Pendapatan Transfer 1.243.859.361.631,00

2.1. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan 201.413.735.779,00 273.276.674.631,00

Pajak

2.2. Dana Alokasi Umum (DAU) 934.084.157.000,00 934.084.157.000,00

2.3. Dana Alokasi Khusus (DAK) 36.498.530.000,00 36.498.530.000,00

3.Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 478.043.290.970,00

3.1. Pendapatan Hibah 4.299.850.713,00

3.2. Dana Darurat 0,00

3.3.Dana Bagi Hasil Pajak dari 125.401.939.014,69 135.918.400.955,38

Propinsi dan PEMDA Lainnya

3.4. Dana Penyesuaian dan Otonomi 169.886.328.480,00 259.279.204.000,00

Khusus

3.5.Bantuan Keuangan dari Propinsi 69.818.230.084,00 78.545.834.302,00

atau PEMDA Lainnya

Sumber : Palembang Dalam Angka 2013

Tabel 2.12
Realisasi Pengeluaran Daerah Otonom Kota Palembang
Berdasarkan Kinerja Tahun 2012
Jenis Belanja Anggaran Realiasi

BELANJA DAERAH ( 1 + 2 + 3 + 4 )

1. BELANJA OPERASI

1.1. Belanja Pegawai 1.199.178.018.593 1.258.388.527.940

1.2. Belanja Barang dan jasa 406.008.009.245 411.697.484.663

1.3. Belanja Bunga 0,00 0,00

1.4. Belanja Subsidi 0,00 0,00

1.5. Belanja Hibah 42.903.474.800 43.442.883.800

1.6.Belanja Bantuan Sosial 432.000.000.000 1.645.027.600

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 18


Kota Palembang

1.7.Belanja Bantuan Keuangan 1.000.000.000 0,00

2. BELANJA MODAL 18.020.000.000 21.652.957.454

2.1. Belanja Tanah

2.2. Belanja Peralatan dan Mesin

2.3. Belanja Gedung dan Bangunan

2.4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan

2.5 Belanja asset Tetap lainnya

2.6 Belanja Asset lainnya

3. BELANJA TIDAK TERDUGA 4.000.000.000 283.900.000

4. TRANSFER

4.1 Bagi hasil pajak kepada 125.401.939.014

prov/kab/kota/desa

4.2 Bagi hasil retribusi kepada

prov/kab/kota/desa

Sumber : Palembang Dalam Angka 2013

Tabel 2.13
Realisasi Pembiayaan Daerah Otonom Kota Palembang
Berdasarkan Kinerja Tahun 2012
Realiasi Pengeluaran/Realization of
Jenis Pengeluaran/ Type of Expenditure
Expenditure

TOTAL PEMBIYAAN DAERAH (1 + 2 + 3) 475.911.469.159

1. PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 173.048.976.126

1.1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu 173.048.976.126

1.2. Pencairan Dana Cadangan 0,00

1.3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yg Dipisahkan 0,00

1.4. Penerimaan Pinjaman Daerah 0,00

1.5. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 0,00

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 19


Kota Palembang

1.6. Penerimaan Piutang Daerah 0,00

1.7. Lainnya…………….. 0,00

2. PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 100.779.122.573

2.1. Pembentukan Dana Cadangan 0,00

2.2. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 40.400.000.000

2.3. Pembayaran Pokok Utang 60.379.122.573

2.4. Pemberian Pinjaman Daerah 0,00

2.5. Lainnya………. 0,00

3. SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN 202.083.370.459

BERKENAN

Sumber : Palembang Dalam Angka 2013

Tabel 2.14
Produk Domestik Regional Bruto Kota Palembang
Tahun 2002 – 2012
Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan
Dengan Migas Tanpa Migas Dengan Migas Tanpa Migas
2002 14.460.830 10.699.707 10.895.982 8.919.772
2003 16.815.478 12.425.650 11.488.473 9.506.699
2004 19.287.621 14.508.630 12.226.258 10.263.311
2005 24.595.162 17.269.160 13.089.463 11.152.820
2006 29.591.538 20.355.861 13.999.693 12.091.712
2007 34.429.082 24.012.247 14.998.693 13.122.385
2008 42.290.513 28.600.021 16.037.922 14.129.941
2009 45.500.993 32.105.696 16.936.204 15.037.763
2010 52.412.794 36.920.379 18.061.454 16.153.302
2011 58.592.439 45.327.352 19.815.350 17.892.709

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 20


Kota Palembang

2012 67.584.231 53.382.678 21.570.086 19.681.530


Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Tabel 2.15
Pendapatan Regional Per Kapita Kota Palembang
Tahun 2002 – 2012
Atas Dasar Harga Konstan
Tahun Atas Dasar Harga Berlaku
(ADHK) 2000
Dengan Migas Tanpa Migas Dengan Migas Tanpa Migas
2002 9.365.707 6.929.777 7.056.896 5.776.983
2003 10.705.818 7.910.970 7.314.303 6.052.578
2004 12.121.790 9.118.313 7.683.899 6.450.235
2005 15.052.436 10.572.890 8.013.908 6.828.215
2006 17.714.309 12.185.578 8.380.601 7.238.432
2007 20.230.261 14.109.410 8.813.116 7.710.612
2008 24.462.150 16.543.143 9.276.834 8.173.198
2009 25.918.790 18.288.409 9.647.392 8.565.981
2010 29.520.621 20.794.780 10.172.809 9.098.075
2011 32.670.008 25.273.653 11.048.655 9.976.628
2012 36.776.550 29.048.651 11.737.551 10.709.877
Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Tabel 2.16
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang
Tahun 2002 -2012
Tahun Laju Pertumbuhan Ekonomi
Dengan Migas Tanpa Migas
2002 5.48 6.48
2003 5.44 6.58
2004 6.42 7.96
2005 7.05 8.65
2006 6.95 8.42
2007 7.15 8.54
2008 6.93 7.68
2009 5.60 6.42
2010 6.64 7.42
2011 9.71 10.77

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 21


Kota Palembang

2012 8.86 10.00


Sumber : BPS Kota Palembang 2013

Rencana Pembangunan dan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah 2015-2019 II - 22